Anda di halaman 1dari 41

DASAR SISTEM PROTEKSI PETIR

1
2
3
4
5
6
7
8
Karakteristik Arus Petir

90
% i

I
50
%
10
%
O1
T1 t Karakteristik Petir Poralritas Negatif
T2

Maksimum 280 kA
Arus puncak (I)
Rata-rata 41 kA
I 200 kA
Maksimum 119 kA/ s
Kecuraman
T1 10 s (di/dt) Rata-rata 30 kA/ s
T2 350 s

9
10
Contoh kejadian yang diungkapkan P. Hasse dalam buku “overvoltage
protection of low voltage system” adalah ketika petir menyambar antena
televisi tanpa proteksi sebuah rumah di Neutmarkt tahun 1986. Jalur
arus petir diperkirakan melalui :

a) Tiang penyangga antena sehingga merusak atap.


b) Kabel listrik di atap dan dinding sehingga kabel tersebut terbakar.
c) Stop kontak kemudian loncat ke tempat tidur sehingga keduanya rusak.
d) Kabel TV sehingga kabel dan TV tersebut hancur.
e) Panel hubung bagi sehingga tebakar.
f) Kabel telepon sehingga kabel dan telepon rusak
g) Kabel telepon ke arah luar sehingga system telepon dalam radius 1 km
terganggu.
h) Kabel listrik ke arah luar sehingga circuit breaker dalam jarak 2-3 km
bekerja.

11
Tegangan Lebih Akibat Sambaran Petir

1. Direct Stroke:

• Tegangan pada tahanan grounding

UL
U UR UL
di PE N
i( t ) xR L
dt UR

•Tegangan induksi pada loop terbuka atau tertutup di sekitar


konduktor penangkap petir
d
V N
dt
d di
L N V L
di dt

12
Tegangan induksi pada loop terbuka atau tertutup di sekitar
konduktor penangkap petir

Tegangan Induksi
Loop Instalasi Keterangan
Maksimum (V)

q = luas penampang
di konduktor petir (mm2)
Us ku1
dt maks a = lebar gelung
Us q instalasi (m)

s = jarak gelung instalasi


di
terhadap konduktor
Us ku 2 petir (m)
dt maks
a = lebar gelung
Us s instalasi (m)
a

13
Tegangan induksi pada loop terbuka atau tertutup di sekitar
konduktor penangkap petir

Tegangan Induksi
Loop Instalasi Keterangan
Maksimum (V)

s = jarak gelung instalasi


terhadap konduktor
Us di
Us ku3 .l . petir (m)
dt maks b = jarak antar konduktor (m)
b
s l = tinggi gelung
l

s = jarak gelung instalasi


di terhadap konduktor
Us ku 4 .b.
dt maks petir (m)
b = jarak antar konduktor (m)
b Us
l = panjang konduktor
s
l

14
Tegangan Lebih Akibat Sambaran Petir
2. Distance Stroke

• Sambaran pada jaringan distribusi listrik

15
Tegangan Lebih Akibat Sambaran Petir
2. Distance Stroke
P
• Sambaran pada jaringan disteribusi listrik P
N

P
di
V ixR L
dt
Contoh :
irata2 41 kA L= 10 H

di
30kA / s
dt rata2
V 1000 A x 2 ohm 5m x 10 6 H x 30kA / s
2000V 150.000V
152 kV

R= 2 ohm

16
17
18
Tegangan Lebih Akibat Sambaran Petir

2. Distance Stroke

• Kopling Kapasitif

PE N PE N

RE RE RE

19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
SHIELDING

29
BONDING

30
31
Proteksi Antena & TV

• Pole antenna dihubungkan ke system pentanahan melalui


konduktor tembaga dengan diameter 16 mm2.
• Dengan kondisi ini kerusakan akibat arus petir sambaran langsung
dapat diminimalisir.
• Namun demikian belum ada proteksi terhadap overvoltage karena
induksi dalam loop konduktor akibat perubahan cepat medan
magnet oleh arus petir [L x (di/dt)].
• Misal : loop yang terbentuk oleh konduktor pentanahan antena,
kabel antenna dan kabel power.

32
33
• Dilihat dari TV, antenna dan
power connection memiliki
luas yang besar sehingga
dengan sambaran dekat
dapat menimbulkan tegangan
10 – 100 kV.

Loop
Induksi

LN

PE

34
• Karena TV merupakan open
loop sehingga tegangan induksi
dapat merusak TV.

Kabel
Antena

Loop
Induksi

LN

PE

35
Sistem Proteksi Antena & TV

• Menghubungkan pole antenna ke system


pentanahan
• Konduktor proteksi dan PE harus
dihubungkan ke main earthing terminal atau
sistem pentanahan
• Dipasang overvoltage limiter untuk
mencegah kenaikan tegangan karena arus
petir.

36
Kabel
Antenna Antena
Earthing
Conductor

Loop
Induksi

PE
N
L

Meter

Junction
Bounding
Box
Bar

Suplai PLN

37
Kondisi Proteksi

• Dalam kondisi normal, operasi tidak gangguan,


antenna „earth‟ (antenna cable screen) dan
power earth (protective conductor PE) termasuk
active power line L dan N terisolasi satu dengan
yang lain.
• Ketika overvoltage maka antenna earth dan
power earth terhubung melalui protector.

38
HF Protector

39
TERIMA KASIH

40
Sambaran Pada Jaringan Listrik

20 kV
20 kV
Neutral Neutral
380 V

41