Jelajahi eBook
Kategori
Jelajahi Buku audio
Kategori
Jelajahi Majalah
Kategori
Jelajahi Dokumen
Kategori
NIM : 858653308
KELAS :A
SEMESTER : 3 (TIGA) PGSD BI
TUGAS TUTORIAL 3 PERSPEKTIF PENDIDIKAN DI SD
Tugas Tutorial 3
Kerjakan soal-soal di bawah ini secara mandiri, jangan copy paste jawaban teman
Soal No. 1.
a. Menurut Anda apa yang dimaksud guru berkompeten !
b. Bagaimana pendapat Anda terhadap hasil evaluasi dan monitoring oleh BSDM
kemdikbud tahun 2013 yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang
signifikan
antara guru yang sudah mengantongi sertifikat pendidik dan yang belum ?
Soal No. 2.
a. Buat analisis komparatif antara kurikulum pendidikan sekolah dasar antara KTSP dan
Kurikulum 2013 !
b. Mengapa penyusunan RPP matapelajaran harus berprinsip sistemik ?
Soal No. 3.
Mengapa bahan ajar bagi peserta didik lebih ditekankan pada kontekstual dan tematik ?
Selamat Mengerjakan
Jawab:
Soal No. 1
a. Guru yang berkompeten adalah guru yang menguasai empat kompetensi dasar sebagai
guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional. Apabila seorang guru telah memiliki dan menguasai keempat
kompetensi tersebut maka guru dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin
dan penuh tanggung jawab. Selain dilihat dari penguasaan keempat kompetensi
tersebut, guru yang berkompeten juga dituntut untuk memiliki kemampuan secara
metodologis dalam hal perencanaan dan pengelolaan kelas. Indikator kinerja guru
dalam penyelenggaraan pendidikan ditandai dengan adanya pengelolaan kelas dan
pemilihan sumber belajar, serta penggunaan metode pembelajaran. Untuk dapat
merencanakan kegiatan pembelajaran dengan baik guru harus dapat memahami
karakteristik peserta didik baik dari aspek kognitif, moral, sosial, emosional maupun
aspek afektif anak. Hal ini akan bermanfaat bagi guru untuk memahami cara belajar,
perkembangan belajar, dan masalah belajar yang dihadapi oleh peserta didik. Guru yang
berkompeten haruslah mampu merencanakan pembelajaran sesuai karakteristik peserta
didiknya.
b. Saya rasa hasil tersebut benar juga, bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara
guru yang sudah bersertifikat pendidik dengan yang belum, guru yang sudah
bersertifikat pendidik melakukan pembelajaran dengan baik karena telah memperoleh
pelatihan khusus melalui diklat-diklat yang diikutinya, guru yang belum bersertifikat
pendidik bukan berarti tidak dapat melakukan pembelajaran dengan baik, karena
walaupun belum bersertifikat pendidik, guru-guru tersebut bukan berarti tidak
kompeten dalam mengajar, tetapi belum memiliki atau mendapat kesempatan untuk
memperoleh sertifikat pendidiknya. Karena itulah meski terdapat perbedaan antara guru
yang sudah bersertifikat dengan yang belum, perbedaan tersebut tidak besar.
Soal No. 2
a. Analisis komparatif atau perbandingan standar isi Kurikulum KTSP 2006 dengan
Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:
No. Aspek KTSP 2006 Kurikulum 2013
1. Kerangka Dasar Kurikulum untuk jenis Kelompok A adalah mata
Kurikulum pendidikan umum, pelajaran yang
kejuruan, dan khusus pada memberikan orientasi
jenjang pendidikan dasar kompetensi lebih kepada
dan menengah terdiri atas: aspek kognitif dan afektif
• kelompok mata pelajaran sedangkan kelompok B
agama dan akhlak mulia; adalah mata pelajaran
• kelompok mata yang lebih menekankan
pelajarankewarganegaraan pada aspek afektif dan
dan kepribadian; psikomotor.
• kelompok mata pelajaran
ilmu pengetahuan dan
teknologi;
• kelompok mata pelajaran
estetika;
• kelompok mata pelajaran
jasmani, olahraga dan
kesehatan.
2. Prinsip Kurikulum tingkat satuan Kurikulum 2013
Pengembangan pendidikan jenjang dikembangkan dengan
Kurikulum pendidikan dasar dan prinsip-prinsip:
menengah dikembangkan 1. Mengacu pada
oleh sekolah dan komite Peraturan Menteri
sekolah berpedoman pada Pendidikan dan
standar kompetensi Kebudayaan Nomor 67
lulusan dan standar isi Tahun 2013 tentang
serta panduan penyusunan Kerangka Dasar dan
kurikulum yang dibuat Struktur Kurikulum
oleh BSNP. Sekolah Dasar/Madrasah
Kurikulum dikembangkan Ibtidaiyah.
berdasarkan prinsip- 2. Aktual dan
prinsip berikut. Kontekstual
a. Berpusat pada potensi, selalu memperhatikan
perkembangan, kebutuhan, perkembangan ilmu,
dan kepentingan peserta pengetahuan, teknologi,
didik dan lingkungannya dan seni yang mutakhir.
b. Beragam dan terpadu 3. Fleksibel
c. Tanggap terhadap selalu memberikan
perkembangan ilmu rujukan dan ruang yang
pengetahuan, teknologi, lebih luas kepada guru
dan seni untuk menyusun
d. Relevan dengan perencanaan mengajar.
kebutuhan kehidupan 4. Menyeluruh
e. Menyeluruh dan mencakup pengembangan
berkesinambungan potensi peserta didik
f. Belajar sepanjang hayat secara menyeluruh dalam
g. Seimbang antara ranah kompetensi
kepentingan nasional dan pengetahuan, sikap, dan
kepentingan daerah keterampilan.
3. Prinsip • Pelaksanaan kurikulum • Mata pelajaran adalah
Pelaksanaan didasarkan pada potensi, unit organisasi
Kurikulum perkembangan dan kondisi Kompetensi Dasar yang
peserta didik untuk terkecil. Untuk kurikulum
menguasai kompetensi SD/MI organisasi
yang berguna bagi dirinya Kompetensi Dasar
• Kurikulum dilaksanakan kurikulum dilakukan
dengan menegakkan melalui pendekatan
kelima pilar belajar, yaitu: terintegrasi (integrated
(a) belajar untuk beriman curriculum).
dan bertakwa kepada Berdasarkan pendekatan
Tuhan Yang Maha Esa, ini maka terjadi
(b) belajar untuk reorganisasi Kompetensi
memahami dan Dasar mata pelajaran
menghayati, yang mengintegrasikan
(c) belajar untuk mampu konten mata pelajaran
melaksanakan dan berbuat IPA dan IPS di kelas I, II,
secara efektif, dan III ke dalam mata
(d) belajar untuk hidup pelajaran Pendidikan
bersama dan berguna bagi Agama dan Budi Pekerti,
orang lain, dan PPKn, Bahasa Indonesia,
(e) belajar untuk Matematika, serta
membangun dan Pendidikan Jasmani,
menemukan jati diri, Olahraga dan Kesehatan.
melalui proses Dengan pendekatan ini
pembelajaran yang aktif, maka struktur Kurikulum
kreatif, efektif, dan SD/MI menjadi lebih
menyenangkan. sederhana karena jumlah
• Pelaksanaan kurikulum mata pelajaran berkurang.
memungkinkan peserta • Prinsip pengintegrasian
didik mendapat pelayanan IPA dan IPS di kelas I, II,
yang bersifat perbaikan, dan III di atas dapat
pengayaan, dan/atau diterapkan dalam
percepatan sesuai dengan pengintegrasian muatan
potensi, tahap lokal. Kompetensi Dasar
perkembangan, dan muatan lokal yang
kondisi peserta didik berkenaan dengan seni,
dengan tetap budaya dan keterampilan,
memperhatikan serta bahasa daerah
keterpaduan diintegrasikan ke dalam
pengembangan pribadi mata pelajaran Seni
peserta didik yang Budaya dan Prakarya.
berdimensi ke-Tuhanan, Kompetensi Dasar
keindividuan, kesosialan, muatan lokal yang
dan moral. berkenaan dengan
olahraga serta permainan
• Kurikulum dilaksanakan daerah diintegrasikan ke
dalam suasana hubungan dalam mata pelajaran
peserta didik dan pendidik Pendidikan Jasmani,
yang saling menerima dan Olahraga dan Kesehatan.
menghargai, akrab, • Selain melalui
terbuka, dan hangat, penyederhanaan jumlah
dengan prinsip tut wuri mata pelajaran,
handayani, ing madia penyederhanaan
mangun karsa, ing ngarsa dilakukan juga terhadap
sung tulada Kompetensi Dasar setiap
• Kurikulum dilaksanakan mata pelajaran.
dengan menggunakan Penyederhanaan
pendekatan multistrategi dilakukan dengan
dan multimedia, sumber menghilangkan
belajar dan teknologi yang Kompetensi Dasar yang
memadai, dan tumpang tindih dalam
memanfaatkan lingkungan satu mata pelajaran dan
sekitar sebagai sumber antarmata pelajaran,
belajar, dengan prinsip serta Kompetensi Dasar
alam takambang jadi guru yang dianggap tidak
(semua yang terjadi, sesuai dengan usia
tergelar dan berkembang perkembangan psikologis
di masyarakat dan peserta didik.
lingkungan sekitar serta • Di kelas IV, V, dan VI
lingkungan alam semesta nama mata pelajaran IPA
dijadikan sumber belajar, dan IPS tercantum dan
contoh dan teladan). memiliki Kompetensi
• Kurikulum dilaksanakan Dasar masing–masing.
dengan mendayagunakan Untuk proses
kondisi alam, sosial dan pembelajaran Kompetensi
budaya serta kekayaan Dasar IPA dan IPS,
daerah untuk keberhasilan sebagaimana Kompetensi
pendidikan dengan muatan Dasar mata pelajaran lain,
seluruh bahan kajian diintegrasikan ke dalam
secara optimal. berbagai tema. Oleh
• Kurikulum yang karena itu, proses
mencakup seluruh pembelajaran semua
komponen kompetensi Kompetensi Dasar dari
mata pelajaran, muatan semua mata pelajaran
lokal dan pengembangan terintegrasi dalam
diri diselenggarakan dalam berbagai tema.
keseimbangan,
keterkaitan, dan
kesinambungan yang
cocok dan memadai
antarkelas dan jenis serta
jenjang pendidikan.
4. Struktur Kurikulum • Mata pelajaran adalah Struktur kurikulum
SD/MI unit organisasi merupakan pola dan
Kompetensi Dasar yang susunan mata pelajaran
terkecil. Untuk kurikulum yang harus ditempuh oleh
SD/MI organisasi peserta didik dalam
Kompetensi Dasar kegiatan pembelajaran.
kurikulum dilakukan Kedalaman muatan
melalui pendekatan kurikulum pada setiap
terintegrasi (integrated mata pelajaran pada setiap
curriculum). Berdasarkan satuan pendidikan
pendekatan ini maka dituangkan dalam
terjadi reorganisasi kompetensi yang harus
Kompetensi Dasar mata dikuasai peserta didik
pelajaran yang sesuai dengan beban
mengintegrasikan konten belajar yang tercantum
mata pelajaran IPA dan dalam struktur kurikulum.
IPS di kelas I, II, dan III Kompetensi yang
ke dalam mata pelajaran dimaksud terdiri atas
Pendidikan Agama dan standar kompetensi dan
Budi Pekerti, PPKn, kompetensi dasar yang
Bahasa Indonesia, dikembangkan
Matematika, serta berdasarkan standar
Pendidikan Jasmani, kompetensi lulusan.
Olahraga dan Kesehatan. Muatan lokal dan kegiatan
Dengan pendekatan ini pengembangan diri
maka struktur Kurikulum merupakan bagian
SD/MI menjadi lebih integral dari struktur
sederhana karena jumlah kurikulum pada jenjang
mata pelajaran berkurang. pendidikan dasar dan
• Prinsip pengintegrasian menengah.
IPA dan IPS di kelas I, II,
dan III di atas dapat
diterapkan dalam
pengintegrasian muatan
lokal. Kompetensi Dasar
muatan lokal yang
berkenaan dengan seni,
budaya dan keterampilan,
serta bahasa daerah
diintegrasikan ke dalam
mata pelajaran Seni
Budaya dan Prakarya.
Kompetensi Dasar muatan
lokal yang berkenaan
dengan olahraga serta
permainan daerah
diintegrasikan ke dalam
mata pelajaran Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan.
• Selain melalui
penyederhanaan jumlah
mata pelajaran,
penyederhanaan dilakukan
juga terhadap Kompetensi
Dasar setiap mata
pelajaran. Penyederhanaan
dilakukan dengan
menghilangkan
Kompetensi Dasar yang
tumpang tindih dalam satu
mata pelajaran dan
antarmata pelajaran, serta
Kompetensi Dasar yang
dianggap tidak sesuai
dengan usia
perkembangan psikologis
peserta didik.
• Di kelas IV, V, dan VI
nama mata pelajaran IPA
dan IPS tercantum dan
memiliki Kompetensi
Dasar masing–masing.
Untuk proses
pembelajaran Kompetensi
Dasar IPA dan IPS,
sebagaimana Kompetensi
Dasar mata pelajaran lain,
diintegrasikan ke dalam
berbagai tema. Oleh
karena itu, proses
pembelajaran semua
Kompetensi Dasar dari
semua mata pelajaran
terintegrasi dalam berbagai
tema.
5. Beban Belajar · Satuan pendidikan pada Beban belajar dinyatakan
semua jenis dan jenjang dalam jam belajar setiap
pendidikan minggu untuk masa
menyelenggarakan belajar selama satu
program pendidikan semester. Beban belajar di
dengan menggunakan SD/MI kelas I, II, dan III
sistem paket atau sistem masing-masing 30, 32, 34
kredit semester. Kedua sedangkan untuk kelas
sistem tersebut dipilih IV, V, dan VI masing-
berdasarkan jenjang dan masing 36 jam setiap
kategori satuan pendidikan minggu. Jam belajar
yang bersangkutan. SD/MI adalah 35 menit.
· Satuan pendidikan
SD/MI/SDLB Dengan adanya tambahan
melaksanakan program jam belajar ini dan
pendidikan dengan pengurangan jumlah
Kompetensi Dasar, guru
menggunakan sistem memiliki keleluasaan
paket. waktu untuk
· Beban belajar yang mengembangkan proses
diatur pada ketentuan ini pembelajaran yang
adalah beban belajar berorientasi siswa aktif.
sistem paket pada jenjang Proses pembelajaran
pendidikan dasar dan siswa aktif memerlukan
menengah. Sistem Paket waktu yang lebih
adalah sistem panjang dari proses
penyelenggaraan program pembelajaran
pendidikan yang peserta penyampaian informasi
didiknya diwajibkan karena peserta didik
mengikuti seluruh perlu latihan untuk
program pembelajaran dan mengamati, menanya,
beban belajar yang sudah mengasosiasi, dan
ditetapkan untuk setiap berkomunikasi. Proses
kelas sesuai dengan pembelajaran yang
struktur kurikulum yang dikembangkan
berlaku pada satuan menghendaki kesabaran
pendidikan. Beban belajar guru dalam mendidik
setiap mata pelajaran pada peserta didik sehingga
Sistem Paket dinyatakan mereka menjadi tahu,
dalam satuan jam mampu dan mau belajar
pembelajaran. dan menerapkan apa yang
· Beban belajar sudah mereka pelajari di
dirumuskan dalam bentuk lingkungan sekolah dan
satuan waktu yang masyarakat sekitarnya.
dibutuhkan oleh peserta Selain itu bertambahnya
didik untuk mengikuti jam belajar
program pembelajaran memungkinkan guru
melalui sistem tatap muka, melakukan penilaian
penugasan terstruktur, dan proses dan hasil belajar.
kegiatan mandiri tidak
terstruktur. Semua itu
dimaksudkan untuk
mencapai standar
kompetensi lulusan
dengan memperhatikan
tingkat perkembangan
peserta didik.
· Kegiatan tatap muka
adalah kegiatan
pembelajaran yang berupa
proses interaksi antara
peserta didik dengan
pendidik. Beban belajar
kegiatan tatap muka per
jam pembelajaran pada
masing-masing satuan
pendidikan ditetapkan
sebagai berikut:
§ SD/MI/SDLB
berlangsung selama 35
menit;
· Beban belajar kegiatan
tatap muka per minggu
pada setiap satuan
pendidikan adalah sebagai
berikut:
o Jumlah jam
pembelajaran tatap muka
per minggu untuk
SD/MI/SDLB:
§ Kelas I s.d. III adalah
29 s.d. 32 jam
pembelajaran;
§ Kelas IV s.d. VI adalah
34 jam pembelajaran.
· Beban belajar penugasan
terstruktur dan kegiatan
mandiri tidak terstruktur
terdiri dari:
· Waktu untuk penugasan
terstruktur dan kegiatan
mandiri tidak terstruktur
bagi peserta didik pada
SD/MI/SDLB maksimum
40% dari jumlah waktu
kegiatan tatap muka dari
mata pelajaran yang
bersangkutan.
· Penyelesaian program
pendidikan dengan
menggunakan sistem
paket adalah enam tahun
untuk SD/MI/SDLB, tiga
tahun
· Sistem kredit semester
adalah sistem
penyelenggaraan program
pendidikan yang peserta
didiknya menentukan
sendiri beban belajar dan
mata pelajaran yang
diikuti setiap semester
pada satuan pendidikan.
Beban belajar setiap mata
pelajaran pada sistem
kredit semester dinyatakan
dalam satuan kredit
semester (sks). Beban
belajar satu sks meliputi
satu jam pembelajaran
tatap muka, satu jam
penugasan terstruktur, dan
satu jam kegiatan mandiri
tidak terstruktur. Panduan
tentang sistem kredit
semester diuraikan secara
khusus dalam dokumen
tersendiri.
6. Kalender Kurikulum satuan Sama
Pendidikan pendidikan pada setiap
jenis dan jenjang
diselenggarakan dengan
mengikuti kalender
pendidikan pada setiap
tahun ajaran. Kalender
pendidikan adalah
pengaturan waktu untuk
kegiatan pembelajaran
peserta didik selama satu
tahun ajaran yang
mencakup permulaan
tahun pelajaran, minggu
efektif belajar, waktu
pembelajaran efektif dan
hari libur.
A. Alokasi Waktu
Permulaan tahun pelajaran
adalah waktu dimulainya
kegiatan pembelajaran
pada awal tahun pelajaran
pada setiap satuan
pendidikan.
Minggu efektif belajar
adalah jumlah minggu
kegiatan pembelajaran
untuk setiap tahun
pelajaran pada setiap
satuan pendidikan.
Waktu pembelajaran
efektif adalah jumlah jam
pembelajaran setiap
minggu, meliputi jumlah
jam pembelajaran untuk
seluruh matapelajaran
termasuk muatan lokal,
ditambah jumlah jam
untuk kegiatan
pengembangan diri.
Waktu libur adalah waktu
yang ditetapkan untuk
tidak diadakan kegiatan
pembelajaran terjadwal
pada satuan pendidikan
yang dimaksud. Waktu
libur dapat berbentuk jeda
tengah semester, jeda antar
semester, libur akhir tahun
pelajaran, hari libur
keagamaan, hari libur
umum termasuk hari-hari
besar nasional, dan hari
libur khusus.
7. Standar Standar Kompetensi Kompetensi Inti
Kompetensi adalah kualifikasi merupakan terjemahan
kemampuan minimal atau operasionalisasi SKL
peserta didik yang dalam bentuk kualitas
menggambarkan yang harus dimiliki
penguasaan sikap, mereka yang telah
pengetahuan, dan menyelesaikan
keterampilan yang pendidikan pada satuan
diharapkan dicapai pada pendidikan tertentu atau
setiap tingkat dan/atau jenjang pendidikan
semester; standar tertentu, gambaran
kompetensi terdiri atas mengenai kompetensi
sejumlah kompetensi dasar utama yang
sebagai acuan baku yang dikelompokkan ke dalam
harus dicapai dan berlaku aspek sikap, pengetahuan,
secara nasional. dan keterampilan (afektif,
kognitif, dan psikomotor)
yang harus dipelajari
peserta didik untuk suatu
jenjang sekolah, kelas dan
mata pelajaran.
Kompetensi Inti harus
menggambarkan kualitas
yang seimbang antara
pencapaian hard skills
dan soft skills.
Kompetensi Inti
dirancang dalam empat
kelompok yang saling
terkait yaitu berkenaan
dengan sikap keagamaan
(kompetensi inti 1), sikap
sosial (kompetensi 2),
pengetahuan (kompetensi
inti 3), dan penerapan
pengetahuan (kompetensi
4). Keempat kelompok itu
menjadi acuan dari
Kompetensi Dasar dan
harus dikembangkan
dalam setiap peristiwa
pembelajaran secara
integratif. Kompetensi
yang berkenaan dengan
sikap keagamaan dan
sosial dikembangkan
secara tidak langsung
(indirect teaching) yaitu
pada waktu peserta didik
belajar tentang
pengetahuan (kompetensi
kelompok 3) dan
penerapan pengetahuan
(kompetensi Inti
kelompok 4).
8. Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar · Kompetensi Dasar
merupakan sejumlah merupakan kompetensi
kemampuan yang harus setiap mata pelajaran
dimiliki peserta didik untuk setiap kelas yang
dalam mata pelajaran diturunkan dari
tertentu sebagai rujukan Kompetensi Inti.
untuk menyusun indikator Kompetensi Dasar adalah
kompetensi. konten atau kompetensi
yang terdiri atas sikap,
pengetahuan, dan
ketrampilan yang
bersumber pada
kompetensi inti yang
harus dikuasai peserta
didik. Kompetensi
tersebut dikembangkan
dengan memperhatikan
karakteristik peserta
didik, kemampuan awal,
serta ciri dari suatu mata
pelajaran. Mata
pelajaran sebagai
sumber dari konten
untuk menguasai
kompetensi bersifat
terbuka dan tidak selalu
diorganisasikan
berdasarkan disiplin ilmu
yang sangat berorientasi
hanya pada filosofi
esensialisme dan
perenialisme. Mata
pelajaran dapat dijadikan
organisasi konten yang
dikembangkan dari
berbagai disiplin ilmu
atau non disiplin ilmu
yang diperbolehkan
menurut filosofi
rekonstruksi sosial,
progresif atau pun
humanisme. Karena
filosofi yang dianut dalam
kurikulum adalah eklektik
seperti dikemukakan di
bagian landasan filosofi
maka nama mata
pelajaran dan isi mata
pelajaran
· Untuk kurikulum yang
akan dikembangkan tidak
perlu terikat pada kaedah
filosofi esensialisme dan
perenialisme.
· Kompetensi Dasar
merupakan kompetensi
setiap mata pelajaran
untuk setiap kelas yang
diturunkan dari
Kompetensi Inti.
Kompetensi Dasar SD/MI
untuk setiap mata
pelajaran tercantum pada
Lampiran 1A s.d.
Lampiran 9 yang
mencakup: Pendidikan
Agama dan Budi Pekerti,
PPKn, Bahasa Indonesia,
Matematika, IPA, IPS,
Seni Budaya dan
Prakarya, dan Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan, serta Daftar
Tema dan Alokasi
Waktunya.
9. Pendekatan a. Substansi mata · Integrasi Kompetensi
Pembelajaran pelajaran IPA dan IPS Dasar IPA dan IPS
pada SD/MI merupakan didasarkan pada
“IPA Terpadu” dan “IPS keterdekatan makna dari
Terpadu”. konten Kompetensi Dasar
b. Pembelajaran pada IPA dan IPS dengan
Kelas I s.d. III konten Pendidikan Agama
dilaksanakan melalui dan Budi Pekerti, PPKn,
pendekatan tematik, Bahasa Indonesia,
sedangkan pada Kelas IV Matematika, serta
s.d. VI dilaksanakan Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan
melalui pendekatan mata yang berlaku untuk kelas
pelajaran. I, II, dan III. Sedangkan
untuk kelas IV, V dan VI,
Kompetensi Dasar IPA
dan IPS berdiri sendiri
dan kemudian
diintegrasikan ke dalam
tema-tema yang ada untuk
kelas IV, V dan VI.
· Kompetensi Dasar IPA
dan IPS dengan konten
Pendidikan Agama dan
Budi Pekerti, PPKn,
Bahasa Indonesia,
Matematika, serta
Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan
yang berlaku untuk kelas
I, II, dan III. Sedangkan
untuk kelas IV, V dan VI,
Kompetensi Dasar IPA
dan IPS berdiri sendiri
dan kemudian
diintegrasikan ke dalam
tema-tema yang ada untuk
kelas IV, V dan VI.
b. Penyusunan RPP harus sistematis, yaitu dimulai dari menetapkan identitas mata
pelajaran sampai dengan menetapkan prosedur evaluasi dan tindak lanjut, semuanya
harus disusun secara berututan agar mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru.
Soal No. 3
Karena sesuai dengan teori perkembangan Piaget yang mana tingkat perkembangan anak SD
berada pada tingkat operasional konkret yang mana karena hal tersebut penyampaian materi
pelajaran pada anak SD akan lebih optimal jika di sertai dengan contoh konkret benda-benda
di sekitar anak. Pembelajaran yang dianjurkan pun pembelajaran kontekstual dan tematik,
sehingga bahan ajarnya pun ditekankan pada yang berbasis kontekstual dan tematik agar lebih
mudah dipahami oleh anak.