Anda di halaman 1dari 5

NAMA : ANDI MAULINA

NIM : A031181329
MATA KULIAH : SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

Ringkasan Materi Kuliah (RMK)


SISTEM PENGENDALIAN MODERN DAN PENGENDALIAN UNTUK STRATEGI YANG BERVARIASI

JUST-IN-TIME
Just in Time adalah sistem manajemen produksi dan persediaan yang menyeluruh, dimana
pembelian atau pemprosesan bahan baku dan bagian-bagian lainnya hanya dilakukan ketika
dibutuhkan dan tepat pada saat akan digunakan pada setiap tahap proses produksi. Prinsip
dasar Just In Time adalah peningkatan kemampuan perusahaan secara terus menerus untuk
merespon perubahan dengan minimisasi pemborosan.

Tujuan dari adanya manajemen menggunakan dan mengembangkan konsep Just In Time
dalam perusahaan dapat dirangkum atas beberapa aspek, yaitu:
1. Meningkatkan Efisiensi Proses Produksi
Peningkatan efisiensi dapat dilakukan terutama melalui pengurangan persediaan
barang sehingga mengakibatkan pengurangan biaya persediaan.
2. Meningkatkan Daya Kompetisi
Meningkatnya efisiensi dalam proses produksi dengan sendirinya akan meningkatkan
daya saing perusahaan karena peningkatan efisiensi berarti penurunan biaya dan ini
memungkinkan perusahaan untuk tetap bertahan dalam persaingan pasar.
3. Meningkatkan Mutu Barang
Mutu tinggi dari suku cadang atau komponen yang dipasok oleh pemasok pada
gilirannya akan meningkatkan mutu barang yang diproduksi oleh perusahaan.
4. Mengurangi Pemborosan
Pengurangan pemborosan terutama dalam bentuk barang yang terbuang karena pada
hakekatnya pemborosan adalah biaya.

TOTAL QUALITY MANAGEMENT


TQM merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan
berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi
Stephen P. Robbins merumuskan TQM sebagai pencapaian kepuasan pelanggan secara
konstan melalui perbaikan secara berkelanjutan dari semua proses organisasional.

Pada dasarnya konsep TQM mengandung tiga unsur, yaitu:


NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

1. Strategi Nilai Pelanggan


Nilai pelanggan adalah manfaat yang dapat diperoleh pelanggan atas penggunaan
barang/jasa yang dihasilkan perusahaan dan pengorbanan pelanggan untuk
memperolehnya.
2. Sistem Organisasional
Sistem organisasional berfokus pada penyediaan nilai bagi pelanggan, mencakup
tenaga kerja, material, teknologi proses, metode operasi dan pelaksanaan tenaga
kerja, aliran proses kerja, arus informasi dan pembuatan keputusan.
3. Perbaikan Berkelanjutan
Perbaikan diperlukan untuk menghadapi lingkungan eksternal dan selera pelanggan
yang selalu berubah. Sehingga konsep ini menuntut adanya komitmen dalam
pengujian kualitas produk secara kontinu.

Untuk menjamin keberhasilan dalam mengimplementasikan TQM, terdapat langkah-langkah


yang harus dilakukan secara berurutan dan disiplin, yaitu:
1. Tanamkan satu falsafah kualitas
2. Manajemen harus membimbing dan menunjukkan kepemimpinan yang bermutu
3. Kalau perlu, adakan perubahan atau modifikasi terhadap sistem yang ada agar
kondusif dengan tujuan Total Quality
4. Didik, latih dan berdayakan karyawan

COMPTER INTEGRATED MANUFACTURING


CIM adalah design dan manufakturing, dimana manufacturing melingkupi perencanaan
produksi, pengendalian produksi dan proses produksi. Untuk menuju CIM, aliran material dan
informasi pabrik harus dimonitor secara akurat agar gangguan pada operasi manufaktur dapat
terdeteksi. Implementasi CIM memperlihatkan bahwa setengah dari kasus implementasi
hanya mencapai fleksibelitas, sepertinya tidak memenuhi ekspektasi rancangan yang
sebenarnya dan tidak mencapai tujuan return-on-investmen.

Dua alasan utama ketidak berhasilan implementasi CIM adalah ketidakmampuan


menggunakan system tersebut dan ketidakmampuan dalam mengenali teknologi yang ada
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

sebelum mengenal sistemnya. Kebutuhan akan CIM merupakan usaha untuk menjawab
system manufaktur sekarang dan masa depan.

DECISION SUPPORT SYSTEMS


Decision Support System (DSS) merupakan salah satu produk perangkat lunak yang
dikembangkan secara khusus untuk membantu manajemen dalam proses pengambil
keputusan. Pendekatan yang paling sering digunakan dalam proses perancangan sebuah DSS
adalah dengan menggunakan teknik simulasi yang interaktif, sehingga selain dapat menarik
minat manajer untuk menggunakannya diharapkan system ini dapat mempresentasikan
keadaan dunia nyata atau bisnis yang sebenarnya.

Decision Support System banyak diterapkan di organisasi-organisasi yang sudah mapan.


Beberapa alasan DSS digunakan dalam suatu perusahaan:
1. Perusahaan beroperasi pada ekonomi yang tidak stabil.
2. Perusahaan dihadapkan pada kompetisi dalam dan luar negeri yang meningkat.
3. Perusahaan menghadapi peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah operasi-
operasi bisnis.
4. Sistem komputer perusahaan tidak mendukung peningkatan tujuan perusahaan
dalam hal efisiensi, profitabilitas dan mencari jalan masuk di yang benar-benar
menguntungkan.
Penggunaan DSS dimaksudkan untuk membantu manajer tingkat tinggi dan menengah dalam
mengambil keputusan yang bukan merupakan operasi rutin.

Dampak dari pemanfaatan (DSS) ialah:


1. Masalah-masalah semi struktur dapat dipecahkan.
2. Problem yang kompleks dapat diselesaikan.
3. Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
4. Dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi, pengambilan
keputusan dengan DSS dinilai lebih cepat dan hasilnya lebih baik.
5. Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh
manajer yang kurang berpengalaman.
6. Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

7. Fasilitas untuk mengambil data, dapat memberikan kesempatan bagi beberapa


manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
8. Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer

STRATEGI PERUSAHAAN
Setelah manajemen puncak memilih strategi maka perusahaan mengetahui bagaimana jalan
untuk mencapai tujuan-tujuannya. Penerapan strategi adalah penugasan kembali kepada para
pemimpin perusahaan, baik pada tingkat korporat maupun tingkat unit bisnis, untuk
mengkomunikasikan dan mengimplementasikan strategi bersama-sama para karyawan,
implementasi strategi juga melibatkan penembangan kebiksanaan fungsional, struktur
oraganisasi, iklim yang mendukung strategi dan membantu tercapainya tujuan-tujuan
organisasi.

Proses implementasi memerlukan komunikasi yang efektif dan negoisasi di antara semua
penyusun strategi atau manajemen puncak yang berhubungan.
1. Penerapan Kebijaksanaan Fungsional, implementasi kebijakan fungsional melibatkan
dua proses yaitu menyebarkan sumber-sumber dan pengembangan kebijakan yang
mengoperasionalkan strategi.
2. Penerapan Kepemimpinan, dalam kaitannya dengan manajemen strategi ini meliputi:
1) Mengubah kepemimpinan saat sekarang pada tingkatantingkatan yang tepat.
2) Memperkuat motivasi para manajer melalui pemberian insentif.
3) Melibatkan pengembangan karier para penyusun strategi masa depan.
3. Penerapan Organisasional, untuk mengimplementasikan strategi memerlukan struktur
organisasi yang sesuai dengan strategi tersebut.

Strategi perusahaan merupakan sesuatu yang penting karena termasuk cara untuk
mengantisipasi masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan masa depan pada kondisi
perusahaan yang berubah dengan cepat.

STRATEGI UNIT BISNIS


Strategi dari unit bisnis bergantung pada dua aspek yang saling berhubungan, yaitu pertama
misinya dan yang kedua adalah keunggulan kompetitifnya. Strategi bisnis adalah kebijakan-
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

kebijakan dan garis-garis pedoman yang menentukan cara sebuah perusahaan bersaing dalam
sebuah industri dan khususnya cara perusahaan untuk membentuk keunggulan bersaing
(Grant, 2002). Sebuah strategi bisnis biasanya adalah sebuah dokumen yang jelas
mengartikulasikan arah bisnis akan mengejar dan langkahlangkah yang diperlukan untuk
mencapai tujuannya.

Perumusan strategi melibatkan tiga tahap dasar, yaitu:


1. Menetapkan sasaran srategis
Sasaran strategis merupakan sasaran jangka panjang yang langsung berasal dari
pernyataan misi perusahaan.
2. Analisis SWOT
Proses ini mencakup penilaian kekuatan (strength), dan kelemahan (weakness)
organisasi serta peluang (opportunity) dan ancaman (threat) lingkungan.
3. Mencocokkan Organisasi dan Lingkungannya
1) Menganalisis Organisasi dan Lingkungannya
Mencakup pengamatan dan penilaian lingkungan terhadap segala ancaman dan
peluang.
2) Menyesuaikan Organisasi dan Lingkungannya
Langkah terakhir dalam perumusan strategi adalah menyesuaikan ancaman dan
peluang dari lingkungan terhadap kekuatan dan kelemahan perusahaan.

IMPLIKASI GAYA MANAJEMEN PUNCAK TERHADAP PENGENDALIAN MANAJEMEN


Fungsi pengendalian manajemen dalam organisasi dipengaruhi oleh gaya manajemen senior.
Secara serupa, gaya manajer unit bisnis memengaruhi proses pengendalian manajemen dari
unit bisnis tersebut, dan gaya dari manajer departemen fungsional memengaruhi proses
pengendalian manajemen di bidang fungsional mereka. Ketika pergantian CEO, bawahan
biasanya menduga apa yang benar-benar diinginkan oleh CEO baru berdasarkan bagaimana ia
berinteraksi selama proses pengendalian manajemen.

Anda mungkin juga menyukai