Anda di halaman 1dari 3

NAMA : YARNIAT GULO

NIM : 041536003
JURUSAN : MANAJEMEN
MATA KULIAH : PENGANTAR EKONOMI MIKRO
SOAL DISKUSI : SESI 6 + (JAWABAN)

Dear All Mahasiswa,


Untuk memotivasi Anda dalam mempelajari BMP yang anda miliki, Silahkan
diskusikan mengenai :
Permintaan Faktor Produksi pada berbagai struktur pasar yang Anda ketahui. Silakan
kemukakan pendapat Anda selengkap mungkin dan sejelas mungkin
Selamat Berdiskusi dan tetap semangat

JAWABAN

Permintaan Faktor Produksi pada berbagai struktur pasar Adalah:


Harga Faktor Produksi
Penentuan harga faktor produksi dalam ilmu ekonomi mikro penting dipelajari karena berhubungan dengan hal-hal berikut.
1. Harga faktor produksi bersama-sama dengan kuantitas masing-masing faktor produksi tersebut menentukan besarnya
pendapatan sektor rumah tangga konsumen. Pendapatan rumah tangga merupakan pengeluaran produsen dan diterima
sebagai pendapatan berupa upah, dan gaji, sewa, bunga, dan keuntungan yang merupakan balas jasa atas penggunaan faktor
produksi manusia maupun bukan manusia yang dimiliki sektor rumah tangga konsumen. Dengan demikian, harga faktor
menentukan pola distribusi pendapatan. Namun masalah distribusi pendapatan dan harga faktor produksi bukan merupakan
masalah ekonomi saja tetapi juga menyangkut masalah etika, keadilan sosial, dan sebagainya. Bagaimana meratakan
distribusi pendapatan secara nasional di antara berbagai kelompok faktor produksi? Jawabannya menyangkut masalah
ideologi dan kepercayaan.
2. Harga-harga faktor produksi biaya perusahaan. Produsen harus memproduksi pada tingkat output yang memberikan
keuntungan maksimum dengan menggunakan kombinasi faktor yang memberikan biaya terendah. Kombinasi ini tergantung
pada harga faktor produksi dan teknologi yang digunakan. Dengan kata lain, berdasarkan harga faktor produksi produsen
menentukan kuantitasnya yang dikombinasikan dalam proses produksi.
3. Harga faktor produksi seperti juga fungsi harga output yang menjatah atau mendistribusi barang-barang dan jasa-jasa kepada
para konsumen serta mengalokasikan penggunaan faktor di antara berbagai industri dan perusahaan.

1. Teori Produksitivitas Marginal


Teori permintaan faktor produksi oleh perusahaan dapat disusun berdasar berbagai, kasus menurut bentuk pasar yang dihadapi oleh
perusahaan baik di pasar faktor produksi maupun di pasar produk. Kemungkinan-kemungkinan kasus tersebut diringkas pada Tabel
7.1 dengan mempertimbangkan dua bentuk ekstrem pasar saja yaitu pasar persaingan murni dan pasar monopoli serta pasar
monopsoni di mana hanya ada satu penjual di pasar.

Table 7.1 Berbagai Kemungkinan Bentuk Pasar Input dan Pasar Output

Macam Kedua Pasar Faktor Produksi Pasar Produk


(Input) (Output)
Pertama Persaingan murni Persaingan murni
Kedua Persaingan murni Monopoli
Ketiga Monopsoni Persaingan murni
Keempat Monopsoni Monopoli murni

2. Permintaan Faktor Produksi Menurut Anggapan Pasar Output


a. Persaingan Murni di Pasar Output
Permintaan faktor produksi pada kasus pertama, yaitu persaingan murni di pasar output. Permintaan akan sebuah faktor
produksi tergantung pada kapasitasnya untuk memproduksi suatu barang dan harganya. Dengan kata lain, faktor produksi
yang mempunyai produktivitas tinggi untuk memproduksi barang yang harganya tinggi, mempunyai permintaan yang tinggi
pula, dan demikian sebaliknya. Selain itu, meskipun suatu input mempunyai produktivitas tinggi untuk memproduksi suatu
barang, tetapi bila tidak seorang pun bersedia membeli produknya maka tak ada permintaan akan input tersebut.
Bagaimana produktivitas suatu faktor produksi serta nilai atau harga produk menentukan permintaan faktor produksi tersebut.
Besarnya Produk Fisik Marjinal (Marginal Physical Product = MPP) akan menurun dengan makin banyaknya satuan input
yang digunakan dalam proses produksi, keadaan ini menunjukkan berlakunya Hukum Penambahan Hasil yang Menurun,
sejak penggunaan satuan faktor produksi variabel yang pertama. Di sini perusahaan menggun4an satu macam faktor produksi
atau tepatnya faktor produksi variabel yaitu tenaga kerja bersama-sama dengan sejumlah tertentu kapital (seperti pabrik
beserta mesin-mesin dan peralatan). Karena perusahaan menghadapi pasar persaingan murni di pasar produk maka harga
output tetap tidak berubah berapa pun jumlah output yang diproduksi dan dijual.
Produk Pendapatan Marjinal (Marginal Revenue Product = MRP) merupakan tambahan pendapatan total yang diperoleh
untuk setiap tambahan input sebesar satu satuan. Atau dengan kata lain, MRP adalah tambahan pendapatan total yang
diperoleh karena dipekerjakan tambahan satu satuan faktor produksi variabel. MRP diperoleh dengan mengurangi
Pendapatan Total yang diperoleh dengan menggunakan atau mempekerjakan (t) satuan faktor produksi variabel dengan
Pendapatan Total yang diperoleh dengan menggunakan (t-1) satuan faktor produksi variabel.
Table 7.2 Permintaan akan input : Perusahaan Persaingan Murni diPasar output
Satuan Produk Produk Harga Pendapatan Produk
input total fisik output Total (ribu pendapatan
(Tenaga marjinal persatuan rupiah) marjinal
Kerja) (ribu (ribu
rupiah) rupiah)
0 - - - - -
1 16 16 32 32
2 29 13 2 58 26
3 39 10 2 78 20
4 46 7 2 92 14
5 50 4 2 100 8
6 52 2 2 104 4

b. Monopoli Murni di Pasar Output


Ini merupakan kasus kedua dibandingkan kasus pertama, di sini harga output menurun bila semakin banyak output yang
diproduksi dan dijual. Dalam kasus ini, produsen adalah perusahaan monopolis murni yang bisa mempengaruhi harga pasar
dengan mengubah kuantitas output yang ditawarkan.
Permintaan tenaga kerja di mana pasar output merupakan pasar monopoli murni, terlihat harga output turun bila output yang
diproduksi dan ditawarkan bertambah. Harga output per satuan harus diturunkan agar perusahaan monopolis dapat menjual
lebih banyak yang merupakan tambahan pendapatan akibat digunakannya satu satuan tambahan tenaga kerja. Pada
perusahaan yang bergerak di pasar persaingan murni, bila tenaga kerja yang digunakan naik maka MRP perusahaan turun
hanya karena turunnya MPP, sementara harga output tetap meskipun kuantitas output bertambah. Tetapi MRP perusahaan
monopolis murni turun lebih cepat daripada penurunan MRP perusahaan pesaing murni. MRP perusahaan monopolis murni
turun karena dua sebab, yaitu karena penurunan Produk Fisik Marjinal dan karena penurunan harga produk sementara output
yang diproduksi bertambah.
Untuk menyederhanakan, misalkan perusahaan monopolis membeli faktor produksi di pasar persaingan murni, untuk
mencapai keuntungan maksimal, perusahaan harus menggunakan tenaga kerja sampai tingkat di mana MRP = ME. Karena
pasar tenaga kerja merupakan pasar persaingan murni maka tingkat upah tak berubah berapa pun kuantitas yang diminta.

Tabel 7.3
Permintaan Input : Perusahaan Monopoli Murni dipasar Output
Satuan Produk Produk Harga Pendapatan Produk
input total fisik output Total (ribu pendapatan
(Tenaga marjinal persatuan rupiah) marjinal
Kerja) (ribu (ribu
rupiah) rupiah)
0 - - - - -
1 16 16 2,30 36,80 36,80
2 29 13 2,20 63,80 27,00
3 39 10 2,10 81,90 18,10
4 46 7 2,05 94,30 12,40
5 50 4 2,00 100,00 5,70
6 52 2 1,590 98,80 (-)1,50

c. Perubahan Kurva dan Elastisitas Permintaan Faktor Produksi


1. Perubahan kurva permintaan faktor produksi
Ada tiga hal yang mempengaruhi kurva permintaan input yaitu produktivitas, harga pasar produk yang diproduksi
dengan menggunakan input tersebut, serta harga input-input lain. Perubahan kurva permintaan input disebabkan oleh
hal-hal tersebut.
a. Perubahan permintaan produk. Perubahan permintaan produk menyebabkan perubahan harga, dan selanjutnya
mempengaruhi skedul MRP karena permintaan faktor produksi merupakan permintaan turunan.
b. Perubahan produktivitas. Hal ini pada gilirannya dipengaruhi oleh kuantitas faktor produksi lain yang digunakan
bersama dengan faktor produksi tersebut, tingkat teknologi dan perbaikan kualitas faktor produksi itu sendiri.
c. Harga faktor produksi lain. Penggunaan beberapa input dalam proses produksi menimbulkan hubungan antara input-
input tersebut yang bisa merupakan hubungan substitusi (saling mengganti) atau hubungan komplementer (saling
melengkapi). Dalam batas-batas tertentu, umumnya input-input dapat saling mengganti, bila harga barang-barang
kapital turun maka perusahaan akan mengganti tenaga kerja dengan mesin-mesin agar dapat memproduksi dengan
kombinasi biaya terendah, karena itu permintaan tenaga kerja akan mengalami penurunan, ini disebut sebagai efek
substitusi. Tetapi ada efek lain yang disebut efek output. Efek ini bisa dijelaskan sebagai berikut, karena harga
mesin-mesin turun, sementara tingkat upah tetap, biaya produksi turun. Perusahaan bisa menjual produk lebih
banyak. Dengan memproduksi output lebih banyak akan menaikkan permintaan faktor produksi termasuk tenaga
kerja. Jadi, efek substitusi diimbangi oleh efek output. Bila efek output lebih kecil daripada efek substitusi seperti
pada umumnya terjadi, maka penurunan harga barang-barang kapital atau kenaikan tingkat upah menyebabkan
permintaan tenaga kerja turun, tetapi bila efek output lebih besar daripada efek substitusi maka akibatnya adalah
sebaliknya.
Bila hubungan antar faktor produksi adalah komplementer yaitu saling melengkapi dalam proses produksi suatu
produk, yang dalam situasi khusus faktor tersebut dikombinasikan secara proporsional, maka penurunan harga suatu
faktor produksi akan menyebabkan kenaikan permintaannya dan juga akan menaikkan permintaan faktor produksi
komplemennya, sementara harga faktor produksi komplemen tetap.
2. Elastisitas permintaan faktor produksi
Seperti pada permintaan produk, maka pada permintaan faktor produksi pun dapat dilihat elastisitas permintaan dalam
hubungannya dengan variabel-variabel yang mempengaruhi. Dengan demikian, harus dibedakan antara perubahan
jumlah faktor produksi yang diminta (yang ditunjukkan oleh pergeseran antar titik sepanjang kurva permintaan) dan
perubahan permintaan (yang ditunjukkan oleh pergeseran kurva permintaan). Variabel-variabel yang mempengaruhi
elastisitas harga permintaan faktor produksi adalah sebagai berikut.
1) Tingkat penurunan MRP. Ini ditentukan oleh MPP. Bila MPP tenaga kerja turun secara lambat maka MRP akan turun
dengan lambat pula. Karena MRP merupakan kurva permintaan faktor produksi, maka kurva permintaan tersebut
sangat elastis, demikian pula sebaliknya bila MPP dan juga MRP turun secara cepat maka permintaan faktor produksi
tak elastis.
2) Derajat penggantian faktor produksi. Semakin banyak tersedia barang substitusi input tersebut maka semakin elastis
permintaannya.
3) Elastisitas permintaan produk. Semakin besar elastisitas permintaan akan produk yang diproduksi dengan
menggunakan suatu faktor produksi maka semakin besar elastisitas permintaannya. Penurunan harga sedikit saja atas
produk yang permintaannya elastis akan menyebabkan penurunan output cukup banyak, dan karena itu juga akan
menurunkan kuantitas berbagai input yang diminta dalam jumlah cukup besar.
4) Nisbah biaya input dengan besarnya biaya total Semakin besar porsi atau bagian biaya produksi total yang
dikeluarkan untuk suatu input, katakanlah tenaga kerja, maka semakin besar pula elastisitas permintaan input
tersebut. Bila biaya tenaga kerja mencakup 3/4 dari besarnya biaya produksi total, maka kenaikan upah akan
menyebabkan kenaikan biaya yang cukup besar. Kenaikan harga mengakibatkan penurunan penjualan serta
penurunan permintaan tenaga kerja dalam jumlah besar. Demikian sebaliknya, bila biaya tenaga kerja merupakan,
porsi kecil dari biaya produksi total.

Referensi

BMP ESPA4111/3SKS/MODUL 1-9,Materi Inisiasi 6

Terimaksih…!!!

Anda mungkin juga menyukai