Anda di halaman 1dari 5

Nama : Cindy Masdy

NIM : 2019.C.11a.1002

Prodi : S1 Keperawatan Tingkat 2A

Mata Kuliah : Psikososial dan Budaya dasar dalam Keperawatan

Dosen Pengajar : Drs. Offeny, M.Si

 Kebudayaan
Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang
dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar.
(Koentjaraningrat. 2003:72). Pada umumnya orang awam mengartikan kebudayaan secara
sempit, seperti kebudayaan adalah hasil seni, keindahan, tari-tarian. (dalam Pelly dan Menanti,
1994: 22). Dalam pengertian sehari-hari, istilah kebudayaan sering diartikan sama dengan
kesenian, terutama seni suara dan seni tari. Akan tetapi apabila istilah kebudayaan diartikan
menurut ilmu-ilmu sosial, maka kesenian merupakan salah-satu bagian saja dari kebudayaan
(Soerjono Soekanto. 2004:172). "kebudayaan" dari kata Sanskerta buddhayah, bentuk jamak dari
buddhi yang berarti "budi" atau "kekal". (Koentjaraningrat. 2003:73)
 Wujud Kebudayaan
Ada empat wujud kebudayaan :
1. Jiwa/Roh/Nurani
2. Pikiran
3. Tindakan/Perilaku
4. Karya/Fisik
 Unsur Kebudayaan
Ada tujuh unsur kebudayaan universal. C.Kluckhohn
1. Bahasa
2. Sistem pengetahuan
3. Organisasi sosial
4. Sistem peralatan hidup dan teknologi
5. Sistem mata pencarian hidup
6. Sistem religi
7. Kesenian (dalam Koentjaraningrat. 2003:81)
Tujuan/Fungsi Kebudayaan Menurut Soewondo Bs, 1982.
Kebudayaan pada hakekatnya merupakan alat untuk memenuhi kebutuhan. Jika
kebudayaan sudah tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan maka dengan sendirinya kebudayaan
akan hilang. Jadi kebudayaan mendasari dan mendorong terwujudnya suatu kelakuan sebagai
pemenuhan kebutuhan yang timbul.
Lima aspek yang mendasari alam pikiran dalam menentukan orientasi perkembangan
budaya serta nilai produk budaya yang dihasilkan (Kluckhohn).
1. Perspektif terhadap Alam
 Mistis
 Ontologis
 Fungsional
2. Perspektif terhadap Waktu
 Orientasi masa lalu
 Orientasi masa depan
 Kombinasi
3. Hakekat Hidup
 Persepsi hidup buruk
 Persepsi hidup baik
 Hidup buuk menjadi baik dengan rekayasa dan upaya.
4. Hakekat Karya
 Karya untuk hidup
 Karya untuk aktualisasi
 Karya untuk karya
5. Hakekat Hubungan antar Manusia
 Gotong royong
 Paternalistik
 Individualistik
 Unsur-unsur kebudayaan universal :
1. Bahasa
2. Sistem pengetahuan
3. Organisasi sosial
4. Sistem peralatan hidup dan teknologi
5. Sistem mata pencahaian hidup dan ekonomi
6. Agama
7. Kesenian
 Karakteristik kebudayaan :
1. Kebudayaan manusia itu sangat beranekaragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan secara pelajaran, kebudayaan tidak tergantung dari
transmisi biologis
Penting untuk membedakan:
 kebutuhan  bukan hasil belajar
 cara pemenuhan kebutuhan  dipelajari
3. Kebudayaan itu bersifat dinamis
Perubahan kebudayaan: - Suplantif/mengganti
- Kumulatif/menambah
4. Nilai dalam kebudayaan itu bersifat relative
5. Kebudayaan adalah milik bersama
Pola partisipasi terhadap unsur kebudayaan:
1) Universe
2) Specialty
3) Alternatif
6. Kebudayaan merupakan suatu integrasi
Masing-masing unsur dalam kebudayaan terintegrasi/terpadu menjadi satu kebudayaan
 Fungsi kebudayaan :
1. Memberi arah dan pola bagi tindakan manusia
2. Menentukan tujuan kultural tindakan manusia
3. Sebagai pengitegrasi manusia ke dalam kelompok
4. Menentukan batasan tentang apa yang baik dan harus dilakukan, serta apa yang jelek dan
harus ditinggalkan
5. Sebagai jalan untuk mengatasi persoalan hidup manusia
 Sistem nilai budaya :
Merupakan konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga
masyarakat, mengenai hal-hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup. Berfungsi
sebagai pedoman kelakuan tertinggi bagi kelakukan manusia.
Kluckhohn dan Strodtbeck mengajukan variasi orientasi nilai budaya.
Ada lima masalah pokok
1. Hakekat hidup manusia
2. Hakekat karya manusia
3. Hakekat manusia tentang waktu
4. Persepsi manusia tentang alam
5. Hakekat hubungan manusia
 Sistem Sosial Budaya Indonesia
Istilah Sistem berasal dari bahasa Yunani” Systema” yang mempunyai pengertian :
1. Suatu hubungan yang tersusun dari sekian banyak bagian
2. Hubungan yang berlangsung diantara satuan satuan itu secara teratur.
Jadi Sistem Sosial, adalah keseluruhan hubungan unsur/komponen/subsistem yang ada
dalam masyarakat (sosial)secara teratur dan saling mempengaruhi serta saling ketergantungan,
untuk mewujutkan keseimbangan. Sistem sos, bukan sekedar penjumlahan unsur/komponen.
Komponen/Unsur/Subsistem sosial dapat berupa kedudukan dan peranan yang terdapat dalam
masyarakat. Kedudukan dan peranan tersebut dapat ditempati oleh sekelompok orang, institusi
maupun sekelompok fasilitas hidup.
Sistem sosial dan Lingkungan
Sistem suatu gejala yang dikonsepsi kan sbg suatu kenyataan yang eksis di tengah
lingkungan. Lingkungan tidak lain daripada apapun yang berada di luar sistem atau apa yang
disebut lingkungan ini sebenarnya berupa sistem juga. Tetapi untuk membedakan dari sistem
yang tengah kita bicarakan.
Interaksi yang terjadi di dalam garis batas disebut interaksi antar unsur/ subsistem.
Sedang interaksi yang terjadi antar unsur yang berada di dalam dengan unsur unsur di luar garis
batas disebut interaksi antara sistem dengan lingkungannya. Garis batas pemisah tidak selalu
berwujut fisik dan dapat diamati langsung secara indrawi. Apabila sistem itu memang bersifat
fisik misal seperti seperangkat mesin, maka garis batas pemisahnya pun jelas bersifat fisik
(paking). Tetapi bila sistem itu bersifat abstrak yang hanya dapat diketahui secara konseptual
sebagai gambaran mental seperti kelg batih, organisasi fakultas, atau masy. Indo, maka garis
batasnya hanya diketahui lewat persepsi konseptual pula.
Fungsi Garis batas pemisah adalah :
1. Untuk memisahkan antara sistem dengan lingkungannya.
2. Untuk merentang susutkan bahasan sistem. Artinya bahasan sistem itu dapat disusutkan
sekecil kecilnya( klg inti mslnya) dan seluas mungkin (masy. Internas).