Anda di halaman 1dari 5

Sistem Pengendalian

Manajemen Pemasaran
Inisiasi 7

• Kunci kegiatan pemasaran adalah menjaga komunikasi yang baik


dengan konsumen. Tujuan komunikasi adalah mencakup pada
pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran, serta
memberikan kepuasan yang lebih baik dibandingkan para pesaing.
Sehingga tujuan utama dari kegiatan pemasaran bukan hanya
memaksimalkan penjualan saja, akan tetapi berusaha untuk dapat
memfasilitasi konsumen mendapatkan kebutuhan-kebutuhan yang
diinginkan berkaitan dengan produk yang ditawarkan. Sehingga
konsumen memiliki perasaan keterikatan dengan organisasi.
• Seorang tenaga pemasaran yang baik harus dapat memahami dan
memenuhi kebutuhan, keinginan, serta permintaan konsumen.
Tenaga pemasaran dituntut menjadi mitra yang dapat memberikan
masukan kepada konsumen, sehingga konsumen merasakan
manfaat dan kepuasan dari proses interaksi dengan tenaga
pemasaran. Salah satu aspek yang paling penting untuk diperhatikan
dalam aktivitas pemasaran yaitu berkaitan dengan upaya
memberikan nilai atau kepuasan kepada konsumen

1
Nilai sendiri menurut Wang, et al (2004) dapat dilihat dari segi nilai
fungsional, nilai ekonomi, nilai emosional, dan nilai pengorbanan. Dimana
masing-masing nilai memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kepuasaan
dan manfaat yang didaptkan oleh konsumen.
• Nilai fungsional, berkaitan dengan kelebihan secara teknis dari produk
yang ditawarkan. Terdiri dari kemampuan, keandalan, dan kualitas
produk yang ditawarkan.
• Nilai ekonomi, terkait dengan manfaat yang didapat berdasarkan nilai
uang yang dapat diperoleh dari kegiatan pembelian produk.
Komponennya dapat berupa harga jual dan keuntungan ekonomi lainnya
dari pembelian produk.
• Nilai emosional, merupakan nilai yang bersifat abstrak dan sulit diukur
menggunakan satuan ukur tertentu karena bersifat sangat subjektif. Nilai
emosional berkaitan dengan gengsi dan kebangaan yang diperoleh atas
kepemilikan produk.
• Nilai pengorbanan, berhubungan dengan nilai yang didapatkan
berdasarkan pengorbanan yang telah dikeluarkan. Nilai pengorbanan
juga bersifat abstrak dan sulit diukur, karena mungkin saja terdapat
perbedaan variable pengukuran antara konsumen satu dengan yang
lainnya.

Bauran Pemasaran
1. Produk (product). Produk bermaknsa sebagai sesuatu yang
ditawarkan, baik berwujud fisik maupun tidak, yang dapat ditawarkan
kepada konsumen. Produk dihasilkan dengan mempertimbangkan
kebutuhan dan keinginan konsumen. Kebutuhan mengarah kepada
keperluan atas sesuatu yang perlu dipenuhi. Seperti yang diketahui,
kebutuhan dibagi menjadi kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, dan
kebutuhan-kebutuhan turunan lainnya. Kebutuhan akan dipengaruhi
atas faktor lingkungan, waktu, kebiasaan, dan faktor lainnya.
Terkadang cara individu memandang suatu kebutuhan dengan individu
lainnya dapat berbeda-beda. Konsep lainnya mencakup keinginan,
keinginan bermakna hasrat untuk mendapatkan atau menghendaki
sesuatu. Pemahaman atas konsep kebutuhan dan keinginan inilah yang
perlu dikembangkan oleh suatu organisasi untuk menghasilkan suatu
produk. Kemampuan untuk menganalisis serta memahami kebutuhan
dan keinginan calon konsumen menjadi sesuatu yang sangat berharga,
sehingga organisasi dapat menghasilkan suatu produk yang dapat
memenuhi harapan serta keinginan calon konsumen atas suatu
produk.

2
2. Harga (price). Harga merupakan komponen nilai jual atas
suatu produk yang mempertimbangkan segala aspek yang
berkaitan dengan upaya atau biaya yang telah dikeluarkan untuk
dapat menghasilkan suatu produk, ditambah dengan tambahan
nilai atas manfaat dan kegunaan dari suatu produk. Harga
berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat
harga , struktur diskon, syarat pembayaran, dan tingkat
diskriminasi harga di antara berbagai kelompok konsumen.
Sama dengan komponen bauran pemasaran lainnya, tingkat
harga menjadi salah satu komponen yang sangat sensitive,
kadang kala dapat mempengaruhi secara signifikan keputusan
untuk membeli suatu produk tertentu atau tidak. Dengan kata
lain tingkat harga dapat menjadi factor penggugur maupun
pengambil keputusan atas jadi atau tidaknya konsumen
membeli suatu produk.

3. Tempat (place). Tempat berkaitan dengan dimana produk


tersedia dalam sejumlah saluran distribusi yang memungkinkan
konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.
Pemilihan tempat yang baik harus mengombinasikan berbagai
dasar pertimbangan. Beberapa aspek yang berkaitan dengan
tempat seperti cara mengakses, ruang lingkup, lokasi,
transportasi, dan komponen lainnya tidak kalah penting. Di
samping itu terdapat pula dasar yang tidak boleh dilupakan,
yaitu pertimbangan berkaitan dengan manfaat yang dapat
diperoleh serta biaya yang perlu dikeluarkan.

3
4. Promosi (promotion). Promosi merupakan suatu upaya untuk
memperkenalkan produk kepada konsumen. Promosi dapat
dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Inti dari
kegiatan promosi yaitu proses komunikasi secara efektif. Makna
yang terkandung pada kegiatan komunikasi efektif dalam
kaitannya dengan kegiatan pemasaran, yaitu bagaimana
organisasi dapat mengomunikasikan kelebihan-kelebihan atas
produk yang ditawarkan dan sesuai dengan kebutuhan serta
keinginan konsumen sehingga dapat mempengaruhi
pandangannya atas produk yang ditawarkan. Pada dasarnya
organisasi tidak harus mengadakan program promosi yang
mewah, tetapi yang dibutuhkan adalah makna dari kegiatan
promosi yang dilakukan apakah dapat mempengaruhi calon
konsumen dalam mengambil keputusan atau tidak.

4 Bauran Pemasaran dari


Sudut Pandang Pembeli (4C)
1. Konsumen (consumer), berkaitan dengan bauran
pemasaran produk.
2. Biaya (cost), berkaitan dengan bauran pemasaran
harga.
3. Kenyamanan (convenience), berkaitan dengan bauran
pemasaran tempat.
4. Komunikasi (communication), berkaitan dengan bauran
pemasaran promosi.

4
Elektronisasi Komunikasi
E-Business dan E-Commerce dilakukan berkaitan dengan
pelaksanaan kegiatan organisasi dalam empat bidang komunikasi
bisnis, yaitu sebagai berikut:
1. Komunikasi bisnis ke konsumen (business to consumer – B2C).
Bentuk layanan penjualan organisasi secara langsung kepada
konsumen melalui proses transaksi barang atau jasa, di mana
pemesanan dapat lansgung dilakukan oleh konsumen.
2. Komunikasi bisnis ke bisnis (business to business – B2B).
Transaksi secara elektronik antara organisasi atau obyek bisnis
yang satu ke obyek bisnis lainnya. Biasa disebut juga transaksi
antarperusahaan.
3. Komunikasi konsumen ke konsumen (consumer to consumer –
C2C). Transaksi elektronik yang dilakukan antar individu, tanpa
melalui institusi organisasi.
4. Komunikasi konsumen ke bisnis (consumer to business – C2B).
Transaksi yang dilakukan oleh individu dalam menjual produk
barang atau jasa kepada organisasi.

TERIMA KASIH