Anda di halaman 1dari 2

A.

Langkah kerja Pembuatan Roda Gigi Payung


1. Langkah kerja pada mesin bubut

a. Berdo’alah sebelum melakukan aktivitas di workshop agar diberi keselamatan dan


kelancaran dalam melakukan praktikum

b. Siapkan mesin dan peralatan yang diperlukan saat melakukan praktikum pembuatan
roda gigi payung

c. Cek ukuran bakal benda kerja.

d. Jepit benda kerja pada chuck mesin bubut dan carilah senternya.

e. Pasang pahat pada toolpostsetinggi ujung senter putar.

f. Lakukan pembubutan facing.

g. Membuat bakal lubang mandril dengan terlebih dahulu menggunakan center drill,
dilanjutkan dengan mata bor Ø10, Ø12, Ø16, Ø19. Untuk finishinglubang menggunakan
reamer Ø20.

h. Buka cekam, dan jepit kembali benda kerja menggunakan mandril.

i. Bubut bagian sisi bakal roda gigi hingga mencapai ukuran (Dka)

j. Bubut untuk bagian sisi tangkai payung bakal roda gigi sepanjang 15 mm dengan Ø28.

k. Buka cekam, jepit kembali roda gigi payung pada bagian tangkai

l. Garis dengan memutar spindel sepanjang tinggi T = 5,5 mm

m. Lakukan pembubutan tirus sebesar sudut muka ( 𝛾 )41, °2′ sampai batas garis T.

n. Chamfer 45⁰ bagian depan roda gigi kira-kira sedalam gigi (Hg).

o. Pada bagian belakang roda gigi di chamfer hingga bertemu dengan sisi (Dka) sebesar
90⁰.

p. Matikan mesin.

q. Setelah selesai buka benda kerja.

2. Langkah kerja pada mesin frais modul.

a. Persiapkan peralatan yang dibutuhkan pada proses pengerjaan roda gigi payung
dimesin frais.

b. Pasang cutter modul pada arbor mesin frais.

c. Setting dividing head menggunakan siku baja dan dial indikator agar senter pada meja
mesin.

d. Jepit benda kerja pada chuck dividing head.

e. Sejajarkan ujung cutter dengan bagian tengah bakal roda gigi menggunakan high gauge
yang di stel setinggi ujung kepala lepas. Garis dan putar poros engkol dividing head 10
putaran.

f. Pada pembuatan roda gigi payung kepala pembagi dimiringkan sebesar sudut potong (
𝜆 )= 38°48′

g. Hidupkan mesin dan lakukan setting titik nol benda kerja pada (Dka).

h. Matikan mesin.
i. Hidupkan mesin, untuk pemakanan awal sedalam 2 mm.

j. Putaran poros engkol disesuaikan dengan piring pembagi dan jumlah gigi.

k. Lakukan pengefraisan hingga mencapai jumlah gigi yang direncanakan.

l. Setelah selesai pemakanan 1 kali keliling, tambah dalam pemakanan hingga sedalam
gigi (Hg)

m. Matikan mesin.

n. Ukur tebal gigi lalu, geser meja mesin secara melintang sebesar 1/7 dari tebal gigi.

o. Lakukan kembali pemakanan 1 kali putaran keliling.

p. Setelah itu geser kembali kearah sebaliknya sebesar 1/7 dari tebal gigi dari tengah
pemakanan.

q. Lakukan kembali pemakanan 1 kali putaran keliling.

r. Setelah selesai kikirlah benda kerja apabila masih terdapat sisi yang tajam, lalu buka
cekam benda kerja.

s. Bersihkan mesin dan kembalikan semua peralatan pada tempatnya.

3. Langkah kerja pada mesin slotter.

a. Persiapkan peralatan yang dibutuhkan pada proses pengerjaan spi roda gigi payung
dimesin frais slotter.

b. Untuk langkah awal pembuatan spi, lukislah dimensi spi pada roda gigi payung
menggunakan bantuan high gauge, blok v, dan blok siku.

c. Setelah selesai jepit benda kerja pada chuck mesin.

d. Pasang pahat pada rumah pahat mesin slotter.

e. Lakukan setting panjang pemesinan (panjang langkah pemotongan) pada benda kerja.

f. Setelah itu cari titik nol benda kerja.

g. Lakukan pemakan secara bertahap perlahan mengikuti lukisan spi.

h. Lakukan pemakanan bertahap.

i. Setelah selesai buka benda kerja, dan untuk penchamferan dilakukan dengan kikir.

j. Bersihkan mesin, dan kembalikan semua peralatan pada tempatnya

B. Keselamatan kerja

Dalam melakukan praktikum di workshop operator hendaknya wajib menggunakan alat


keselamatan kerja seperti :

1. Baju Praktek

2. Kacamata safety

3. Sepatu safety