Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM KOSMETIKA

Sediaan Lipstik Sederhana Dari Permen

Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Mata Kuliah Praktikum Kosmetika

Dosen : Apt, Fitri Zakiyah M.,Farm

Disusun Oleh :

Nur Afifah Maulida

NIM : 01017125

Semester VII D

SEKOLAH TINGGI FARMASI YPIB CIREBON

Jln. Perjuangan-Kesambi-Kota Cirebon-Jawa Barat 45131


2020
I. Tujuan
- Memformulasi sediaan lipstik
- Mengetahui pengaruh jumlah/jenis bahan abrasive yang digunakan terhadap evaluasi
sediaan

II. Dasar Teori


Pewarna bibir modern yang disukai adalah jenis sediaan pewarna bibir yang jika
dilekatkan pada bibir akan memberikan selaput yang kering. Dewasa ini pewarna bibir
yang banyak digunakan adalah pewarna bibir dalam bentuk krayon. Pewarna bibir krayon
lebih dikenal dengan sebutan lipstick (Ditjen POM, 1985). Lipstick merupakan hal yang
dibutuhkan oleh wanita agar bibir terlihat lebih sehat dan penampilan terlihat lebih
menarik.
Lipstik terdiri dari zat warna yang terdispersi dalam pembawa yang terbuat dari
campuran lilin dan minyak dalam komposisi yang sedemikian rupa sehingga dapat
memberikan suhu lebur dan viskositas yang dikendaki. Suhu lebur lipstick yang ideal
sesungguhnya diatur hingga suhu yang mendekati suhu bibir, bervariasi antara 36-38oC.
Tetapi karena harus memperhatikan faktor ketahanan terhadap suhu cuaca sekelilingnya,
terutama suhu daerah tropik, suhu lebur lipstick dibuat lebih tinggi, yang dianggap lebih
sesuai diatur pada suhu lebih kurang 620C, biasanya berkisar antara 55-75oC (Ditjen
POM, 1985).
Dari segi kualitas, lipstik harus memenuhi beberapa persyaratan berikut (Mitsui,
1977): Tidak menyebabkan iritasi atau kerusakan pada bibir, Tidak memiliki rasa dan bau
yang tidak menyenangkan, Polesan lembut dan tetap terlihat baik selama jangka waktu
tertentu Selama masa penyimpanan bentuk harus tetap utuh, tanpa kepatahan dan
perubahan wujud, Tidak lengket dan penampilan tetap menarik dan tidak ada perubahan
warna.
Adapun komponen utama dalam sediaan lipstik terdiri dari minyak, lilin, lemak
dan zat warna.
1. Minyak; Minyak adalah salah satu komponen dalam basis lipstik yang berfungsi
untuk melarutkan atau mendispersikan zat warna. Minyak yang sering digunakan
antara lain minyak jarak, minyak mineral dan minyak nabati lain.
2. Lilin; Lilin digunakan untuk memberi struktur batang yang kuat pada lipstik dan
menjaganya tetap padat walau dalam keadaan hangat. Campuran lilin yang ideal akan
menjaga lipstik tetap padat setidaknya pada suhu 50°C dan mampu mengikat fase
minyak agar tidak ke luar atau berkeringat, tetapi juga harus tetap lembut dan mudah
dioleskan pada bibir dengan tekanan serendah mungkin. Lilin yang digunakan antara
lain carnauba wax, candelilla wax, beeswax, ozokerites, spermaceti dan setil alkohol.
3. Lemak; Lemak yang biasa digunakan adalah campuran lemak padat yang berfungsi
untuk membentuk lapisan film pada bibir, memberi tekstur yang lembut,
meningkatkan kekuatan lipstik dan dapat mengurangi efek berkeringat dan pecah
pada lipstik. Fungsinya yang lain dalam proses pembuatan lipstik adalah sebagai
pengikat dalam basis antara fase minyak dan fase lilin dan sebagai bahan pendispersi
untuk pigmen. Lemak padat yang biasa digunakan dalam basis lipstik adalah lemak
coklat, lanolin, lesitin, minyak nabati terhidrogenasi dll.
4. Zat warna; Zat warna dalam lipstik dibedakan atas dua jenis yaitu staining dye dan
pigmen. Staining dye merupakan zat warna yang larut atau terdispersi dalam
basisnya, sedangkan pigmen merupakan zat warna yang tidak larut tetapi tersuspensi
dalam basisnya. Kedua macam zat warna ini masing- masing memiliki arti tersendiri,
tetapi dalam lipstik keduanya. Zat tambahan dalam lipstik adalah zat yang
ditambahkan dalam formula lipstik untuk menghasilkan lipstik yang baik, yaitu
dengan cara menutupi kekurangan yang ada tetapi dengan syarat zat tersebut harus
inert, tidak toksik, tidak menimbulkan alergi, stabil dan dapat bercampur dengan
bahan-bahan lain dalam formula lipstik. Zat tambah yang digunakan yaitu antioksidan
(BHT, BHA dan vitamin E) , pengawet (metil paraben dan propil paraben) dan
parfum.

III. Monografi Bahan

Bahan Monografi
Vaseline Arab (petroleum jelly) Memiliki massa yang lunak putih, tidak
berbu, tidak berasa, tidak dapat larut dalam
air, gliserin, etanol 95% dan aseton.

IV. Formula yang Dikerjakan

Bahan Penimbangan
Permen jelly 9 gram
Vaseline Arab (petroleum jelly) 9 gram
Pewarna lipstick qs

V. Prosedur Kerja
1) Alat dan Bahan
Alat :
a. Mangkuk tahan panas/mangkuk seng/alumunium/stainlessteel
b. Sendok
c. Wadah lipstick (wadah lipbalm atau wadah bekas lipstick)
d. Timbangan
e. Pemanas/kompor

Bahan :
a. Permen jelly
b. Vaseline Arab (petroleum jelly)
c. Pewarna lipstik

2) Prosedur Kerja
a. Campur permen dengan Vaseline sama banyak (1:1) atau ambil masing – masing
1 sdm dalam mangkuk tahan panas
b. Ambil panci, panaskan air pada panci. Simpan mangkuk tahan panas tadi di atas
panci tersebut, kemudian lelehkan bahan – bahan tersebut dan tambah pewarna
sedikit, aduk ad homogeny (seperti melelehkan cokelat batang)
c. Aduk ad homogen
d. Masukkan ke dalam cetakan atau cetakan bekas lipstick yang sudah dibersihkan
e. Simpan pada freezer
f. Uji organoleptik, daya oles, warna, dan hedoniknya.

3) Perhitungan

Pengujian Perhitungan
Uji Hedonik Panelis 1
Bentuk : 4
Warna : 4
Aroma : 4
Rata – rata = 4 (suka)

Panelis 2
Bentuk : 4
Warna : 4
Aroma : 4
Rata – rata = 4 (suka)

Panelis 3
Bentuk : 4
Warna : 4
Aroma : 4
Rata – rata = 4 (suka)

VI. Data
Hasil Sediaan dan Evaluasi Sediaan

Evaluasi Persyaratan Hasil


Uji Organoleptis 1. Warna : Merah muda
2. Bentuk : Semi solid
3. Bau : Wangi khas permen

Uji Daya oles Daya oles ditentukan Pada daya oles menunjukkan bahwa
dengan cara mengoleskan sediaan lipstik mempunyai kemampuan
lipstik pada lengan daya oles yang cukup baik. Karena pada
sebanyak 10 kali saat dioleskan pada lengan, warna yang
kemudian diamati warna dihasilkan masih sedikit samar dan kurang
lipstik yang menempel mengeluarkan pigmen.
pada lengan. Sediaan
lipstik dikatakan
mempunyai daya oles
jika warna yang
menempel pada kulit
lengan banyak dan
merata.
Uji Warna Pada uji warna diperoleh warna yang
cukup sesuai yaitu merah muda dan
kurangnya tidak memiliki daya tahan yang
lama.

Uji Hedonik Panelis sebanyak 3 orang Dari ketiga panelis memberikan tanggapan
mengemukakan tanggapan terhadap, warna, aroma, dan bentuk
pribadi (subyektif) terhadap sediaan masker dengan memberikan
sediaan lipstik. Untuk
penilaian yang sama yaitu 4 (suka).
mengukur perasaan suka
atau tidak suka terhadap
lipstik digunakan skala
hedonic dengan tingkatan
1-5 yang berturut-turut
mewakili perasaan sangat
tidak suka, tidak suka, ragu-
ragu, suka, sangat suka.
Atribut yang diamati pada
sediaan masker pati
bengkoang adalah daya
lekat, warna, aroma, dan
bentuk sediaan lipstik
VII. Pembahasan
Lipstik merupakan sediaan kosmetik yang terbuat dari lilin, pigmen, minyak, dll
dan dapat dimanfatakan untuk memberikan warna pada bibir. Berdasarkan hasil sediaan
dan evaluasi data diatas, telah dilakukan 4 evaluasi data pada sediaan lipstik diantaranya
yaitu :
1. Uji Organoleptis, pada uji ini menunjukkan bahwa sediaan tersebut memiki warna
yang sesuai yang sesuai yaitu merah muda, bentuk yang sesuai dan aroma yang
harum.
2. Uji Daya Oles, pada uji ini menunjukkan bahwa sediaan lipstik saat dioleskan pada
lengan, masih mengeluarkan warna yang samar dan kurang mengeluarkan pigmen.
Hal ini disebabkan karena pemberian pewarna lipstik yang kurang banyak.
3. Uji Warna, pada uji warna diperoleh warna yang cukup sesuai yaitu merah muda dan
kurangnya tidak memiliki daya tahan yang lama. Hal ini disebabkan karena pewarna
lipstik yang ditambahkan berasal dari sediaan lipstik yang sudah dalam keadaan
bentuk sediaan jadi dan memiliki claim pada kandungannya tidak long lasting.
4. Uji hedonik, pada uji ini telah dilakukan kepada 3 orang panelis dimana ketiganya
memiliki penilaian yang sama yaitu memberikan nilai 4 yang artinya suka terhadap
sediaan lipstik tersebut.

VIII. Kesimpulan
Pada praktikum pembuatan Sediaan Lipstik dapat disimpulkan bahwa mahasiswa
dapat membuat formulasi sediaan lipstick sederhana dari permen dan dapat melakukan
uji formulasi sediaan lipstik yang memenuhi persyaratan uji organoleptis, uji daya oles,
warna, dan uji hedonik. Sediaan lipstik ini dapat digunakan untuk sehari – hari bagi
wanita.

IX. Daftar Pustaka


Santi, N. FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KOSMETIK PEWARNA
LIPSTIK DARI EKSTRAK KULIT BATANG SECANG (Caesalpinia sappan L).
Jakarta
X. Lampiran
Prosedur Kerja
a) Siapkan alat dan bahan

b) Membuat formulasi lipstick


1. Timbang permen jelly dan petroleum jelly sama banyak (1:1)

2. Campur permen jelly dengan petroleum jelly dalam mangkuk tahan panas

3. Ambil panci, panaskan air pada panci. Simpan mangkuk tahan panas tadi di
atas panci tersebut, kemudian lelehkan bahan – bahan tersebut dan tambah
pewarna sedikit, aduk ad homogen (seperti melelehkan cokelat batang)

4. Masukkan ke dalam cetakan atau cetakan bekas lipstick yang sudah


dibersihkan
5. Simpan pada freezer

6. Uji organoleptik, daya oles, warna, dan hedoniknya.


a. Uji Daya oles

b. Uji Hedonik
Panelis 1

Panelis 2
Panelis 3