Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN

PRAKTIKUM FISIKA DASAR

HUKUM JOULE

Nama : Tegar Firman Satria Putra

NPM : 20420117

Kelas : K4

Dosen : 1. E. Desi Fatma, S.Pd.,M.Si

2. Mia Karlina, S.ST.

3. Yusi S.S, S.Si., M.T.

POLITEKNIK STTT BANDUNG


2020
Hukum Joule
Tegar Firman Satria Putra, 20420117, Kimia Tekstil, Politeknik STTT Bandung.
blackhopper80@gmail.com
+62 8239 7910 392

ABSTRAK
Bila kawat tahanan diberi arus listrik, maka akan menimbulkan panas. Dan apabila kawat
tahanan dimasukkan ke dalam zat cair, maka akan terjadi perpindahan suhu dari kawat tahanan yang
suhunya relatif lebih tinggi ke zat cair yang suhunya relatif lebih rendah, Sehingga membuat keadaan
kawat yang berada di dalam zat cair lebih dingin. Dan banyaknya panas yang ditimbulkan oleh aliran
listrik sama dengan jumlah panas yang diserap oleh zat cair Bersama tempatnya(kalorimeter).

Pada kali ini kita akan menggunakan tiga macam arus dan selang waktu, yaitu 1,04
A selama 5 menit, 1,44 A selama 5 menit dan tanpa arus selama 5 menit. Aduklah kalorimeter
menggunakan pengaduk yang disediakan sembari menunggu. Usahakan aduk dengan teratur. Dan
hitung suhu air menggunakan thermometer tembak setiap tiga puluh detik sekali. Dengan
V
menggunakan persamaan (6), yaitu Q=V . I . t dan persamaan (5), yaitu I = . Dari percobaan ini
R
kita dapat menentukan berapa banyak energi kalor yang dilepas atau diterima. Kedua nilai energi kalor
tersebut nilainya harus sama karena menurut Asas Black Q lepas =Q terima.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Pada umumnya, rangkaian listrik adalah sarana untuk menghantarkan energi


dari satu tempat ke tempat yang lain. Sewaktu partikel bermuatan bergerak didalam
sebuah rangkaian, maka energi potensial listrik dipindahkan dari sebuah sumber ke
alat tempat energi tersebut disimpan atau dikonversi ke dalam bentuk energi lain.Hal
tersebut dapat terbukti dalam percoban ini dimana energi listrik berubah menjadi
menjadi energi panas.Kemudian jika suatu kawat resistor dialiri arus listrik resistor
akan mengalami kenaikan suhu,dan ketika resistor tersebut di masukan kedalam zat
cair maka akan terjadi terjadi perpindahan panas dari kawat ke air karena perbedaan
suhu.penyebabnya karna resistor tersebut kelebian energi yang menyebabkan energi
akan dibuang atau di konversikan ke bentuk energi lain yaitu energi panas. Dan
energy panas ini disebut dengan panas Joule.
Dalam beberapa aplikasi listrik seperti solder, energi listrik sengaja
dikonversikan dari energi listrik menjadi energi panas. Pada percobaan ini , efek
panas pada arus listrik dan panas listrik ekuivalennya akan diselidiki , dan akan
membuktikan adanya daya hantar suatu kawat tahanan terhadap air yang terdapat di
kalorimeter.

1.2 TUJUAN
1. Mampu mengaplikasikan teori ralat dalam percobaan eksperimen
2. Mampu menentukan besar hambatan yang terbentuk
3. Mampu menentukan panas yang ditimbulkan oleh arus listrik
4. Untuk menentukan tara kalor menggunakan kalorimeter
BAB II
DASAR TEORI

2.1 SATUAN ENERGI KALOR


Satuan energy yang telah ditetapkan dalam satuan internasional ( SI ) adalah
joule , sedangkan untuk satuan energi kalor para ahli bersepakat bahwa satuannya
adalah kalori . kata kalori berasal dari bahasa inggris yaitu calorie yang biasa
disingkat cal. Hubungan antara kalori dengan joule ialah kesetaraan satuan dari kalori
dan joule dimana :
1 joule = 0,24 kalori dan 1 kalori = 4,2 joule.
2.2 KAPASITAS KALOR

Kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang diserap oleh benda bermassa


tertentu untuk menaikkan suhu sebesar 1⁰C. Satuan kapasitas kalor dalam sistem
international ialah J/K. Dan memiliki rumus :

Q
Rumus Kapasitas Kalor : C =
∆T

Keterangan:

C = kapasitas kalor (J/K)

Q = banyaknya kalor (J)

ΔT = perubahan suhu (K)

Selain itu, ada rumus lain untuk menentukan kapasitas kalor itu sendiri, yaitu: C = m.
c

Keterangan:

C = kapasitas kalor (J/K)

m = massa benda yang menerima atau melepas kalor (kg)


c = kalor jenis zat (J/kg.K)

2.3 KALOR JENIS

Sudah pernah mendengar istilah kalor jenis ? Kalor jenis merupakan  banyaknya
kalor yang diserap atau diperlukan oleh 1 gram zat untuk menaikkan suhu sebesar
1⁰C. Kalor jenis juga diartikan sebagai kemampuan suatu benda untuk melepas atau
menerima kalor. Masing-masing benda mempunyai kalor jenis yang berbeda-
beda. Satuan kalor jenis ialah J/kg⁰C. Kalor jenis merupakan perbandingan
kapasitas kalor dan massa.

Rumus Kalor Jenis : c = Q / m.ΔT

Keterangan:

c = kalor jenis zat (J/kg⁰C)

Q = banyaknya kalor yang dilepas atau diterima oleh suatu benda (Joule)

m = massa benda yang menerima atau melepas kalor (kg)

ΔT = perubahan suhu (⁰C)

2.4 ARUS LISTRIK DAN HAMBATAN

Arus listrik adalah sebuah aliran yang terjadi akibat jumlah muatan
listrik yang mengalir dari satu titik ke titik lain dalam suatu rangkaian tiap
satuan waktu. Arus listrik juga terjadi akibat adanya beda potensial atau tegangan
pada media penghantar antara dua titik. Semakin besar nilai tegangan antara kedua
titik tersebut, maka akan semakin besar pula nilai arus yang mengalir pada kedua titik
tersebut. Satuan arus listrik dalam internasional yaitu A (ampere), yang dimana dalam
penulisan rumus arus listrik ditulis dalam simbol I (current). arus listrik mengalir dari
potensial menuju potensial rendah.

Hambatan listrik ialah sebuah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu
komponen elektronik dengan arus listrik yang melewatinya. Satuan SI untuk
Hambatan adalah Ohm (R). Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:
V
R=
I

Keterangan

V = adalah tegangan

 I = adalah arus.

2.5 KONVERSI ENERGI LISTRIK MENJADI ENERGI PANAS

Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain .Energi listrik dapat
diubah menjadi energi panas atau kalor. Alat yang mengubah energi listrik menjadi
energi panas dilengkapi dengan elemen pemanas.listrik yang mengalir melalaui
elemen pemanas diubah menjadi energi panas. Elemen pemanas terbuat dari bahan
yang mempunyai tahanan tinggi, sehingga listrik yang mengalir melalui bahan
tersebut berubah menjadi panas.

Perubahan energi listrik menjadi energi kalor dapat kita amati pada alat-alat
seperti setrika listrik, kompor listrik, solder, dan teko listrik. Alat-alat tersebut dapat
menghasilkan kalor karena memiliki elemen pemanas.

Elemen pemanas merupakan sejenis hambatan listrik. Ketika elemen pemanas


dialiri arus listrik selama waktu tertentu, maka sebagian arus listrik ini akan berubah
menjadi energi kalor. Adanya energi kalor menyebabkan benda-benda yang
berhubungan dengan konduktor elemen pemanas , akan mengalami kenaikan suhu.
Besarnya kalor yang dihasilkan elemen pemanas tergantung pada panjang
kawat, luas penampang kawat, dan jenis kawat.

2.6 KOREKSI NEWTON


Digunakan bila suhu kalorimeter tidak begitu jauh bedanya dengan temperatur
ruangan, dinyatakan dalam rumus Newton sebagai berikut:

T =−k . ( T c −T r ) .t
T =kelebihan atau kekurangan temperatur sebagai akibat pengaruh ruangan
k =Konstanta pertukaran kalor T c =Temperatur kalorimeter rata−rata
T r=Temperatur ruangan rata−ratat=selang waktu lamanya percob a

BAB III
3.1 METODE EKSPERIMEN
3.1. ALAT DAN BAHAN
1. Kalorimeter
2. Pengaduk
3. Stopwatch
4. Termometer
5. Neraca teknis
6. Amperemeter
7. Penghubung arus
8. Slide regulator
9. Power supply DC
10. Voltmeter

3.2. LANGKAH EKSPERIMEN


3.2.1. MENENTUKAN NILAI H
1. Kalorimeter kosong ditimbang menggunakan neraca teknis.
2. Kalorimeter diisi denga air kira-kira seperempatnya.
3. Kalorimeter yang sudah terisi air ditimbang kembali.
4. Pengaduknya pun ditimbang
5. Diukur volume bagian temperatur yang terendam air di dalam
kalorimeter selama percobaan ini (apabila menggunakan termometer
raksa).
3.2.2. RANGKAIAN
6. Rangkaian disusun seperti diagram di bawah ini.

Gambar-1 Susunan rangkaian percobaan

7. Jangan hubungkan dengan sumber arus terlebih dahulu sebelum


mendapat persetujuan asisten.

3.2.3. PERCOBAAN SESUNGGUHNYA


8. Diatur hambatan muka Rm sehingga didapatkan kuat arus yang
sesuai (ditentukan asisten).
9. Masukan kawat spiral ke dalam kalorimeter, setelah rangkaian
diperiksa oleh asisten.
10. Kalorimeter diaduk dan tunggulah sebentar.
11. Dibaca dan mencatat temperatur kalorimeter dengan seksama
sebelum ada arus listrik.
12. Dialirkan arus listrik dan aduklah kalorimeter setiap saat.
13. Baca dan catat kuat arus & temperatur kalorimeter setiap 30 detik.
14. Jangan lupa kalorimeter diaduk perlahan-lahan dan teratur (periodik).
15. Arus dihentikan jika temperatur kalorimater temperatur kalorimeter
telah naik kira-kira 5 ℃.
3.2.4. PENGULANGAN DAN PENERAAN
16. Diukur percobaan 8 sampai 15 dengan kuat arus yang berlainan.
17. Diperiksa setiap kuat arus yang dipakai dengan alat presisi.
18. Diukur pula beda tegangan antara kedua ujung tahanan a dan b untuk
setiap harga I.
19. Diukur tegangan sumber arus.

BAB IV
DATA PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
4.1. DATA PERCOBAAN AWAL
Tabel-1 Massa
Massa (m ± ∆ m)gram
Berat Bejana ( 76,3 ±0,005 ) gram
Berat pengaduk ( 17,5 ±0,005 ) gram
Berat Bejana + air ( 208,3 ± 0,005 ) gram

4.2. DATA PERUBAHAN SUHU

PERCOBAAN 1

4.2.1 DATA PERUBAHAN SUHU DENGAN ARUS 1,04 A

Tabel-2 Perubahan suhu setelah 5 menit diberi arus 1,04 A


Arus (A) Tegangan (V) Waktu (s) Suhu per 30
(I ± ∆ I ¿ (V ± ∆ V ) (5 menit) detik (T ℃ ¿
( 1,04 ± 0,04 ) A ( 23,5 ± 0,005 ) V 0 26,5
30 28,1
60 29,7
90 30,5
120 31,3
150 32,9
180 33,4
210 34,4
240 35,1
270 36,5
300 37,7

Percobaan 1 dengan 1,04 A


40 36.5 37.7
34.4 35.1
35 32.9 33.4
29.7 30.5 31.3
30 28.1
26.5
Pertambahan Suhu

25
Percobaan 1
20
Linear (Percobaan 1)
15
10
5
0
0 50 100 150 200 250 300 350
Waktu

Gambar-2 Diplot grafik temperatur terhadap waktu

Tabel-3 Data perubahan suhu setelah 5 menit diberi arus 1,04 A


Arus (I) T T2 t t2
( 1,04 ± 0,04 ) A 26.5 702.25 0 0

28.1 789.61 30 900


29.7 882.09 60 3600
30.5 930.25 90 8100
31.3 979.69 120 14400
32.9 1082.41 150 22500
33.4 1115.56 180 32400
34.4 1183.36 210 44100
35.1 1232.01 240 57600
36.5 1332.25 270 72900

37.7 1421.29 300 90000


2
∑ T =356,1 ℃ ∑T =11650,77 ℃ ∑ t=1650 ∑ t 2=346500
PERCOBAAN 2

4.2.2 DATA PERUBAHAN SUHU DENGAN ARUS 1,44 A

Tabel-4 Perubahan suhu setelah 5 menit diberi arus 1,44 A


Arus (A) Tegangan (V) Waktu (s) Suhu per 30
(I ± ∆ I ¿ (V ± ∆ V ) (5 menit) detik (T ℃ ¿
( 1,44 ± 0,04 ) A ( 32,4 ± 0,005 ) V 0 37,7
30 38,4
60 39,7
90 40,6
120 41,6
150 42,3
180 43,4
210 44,2
240 45,3
270 46,7
300 48,3

Percobaan 2 dengan 1,44 A


60

50 46.7 48.3
42.3 43.4 44.2 45.3
f(x) = 0.0339.7 40.6 41.6
x + 37.47
37.7R² 38.4
40 = 0.99
Percobaan 2
Suhu

30
Linear (Percobaan 2)
20

10

0
0 50 100 150 200 250 300 350
Waktu

Gambar-3 Diplot grafik temperatur terhadap waktu

Tabel-5 Data perubahan suhu setelah 5 menit diberi arus 1,44A


Arus (I) T T2 t t2
( 1,44 ± 0,04 ) A 37.7 1421.29 0 0

38.4 1474.56 30 900


39.7 1576.09 60 3600
40.6 1648.36 90 8100
41.6 1730.56 120 14400
42.3 1789.29 150 22500
43.4 1883.56 180 32400
44.2 1953.64 210 44100
45.3 2052.09 240 57600
46.7 2180.89 270 72900

48.3 2332.89 300 90000


2
∑ T =468,2℃ ∑ T =20043,22 ℃ ∑ t=1650 ∑ t 2=346500

PERCOBAAN 3

4.2.3 DATA PERUBAHAN SUHU DENGAN TANPA ARUS

Tabel-6 Data perubahan suhu setelah 5 menit diberi arus OFF


Arus (A) Tegangan (V) Waktu (s) Suhu per 30
(V ± ∆ V ) (5 menit) detik (T ℃ ¿
Off Off 0 48,3
30 46,3
60 45,9
90 45,0
120 44,5
150 43,0
180 42,7
210 42,3
240 41,8
270 41,2
300 40,5
Percobaan 3 Tanpa Arus
50
48.3
48
46.3 45.9
f(x) = − 0.02 x + 47.36
46 R² = 0.97 45
44.5
44 43 42.7 42.3 Percobaan 3
Suhu

41.8
42 41.2 Linear (Percobaan 3)
40.5
40

38

36
0 50 100 150 200 250 300 350
Waktu

Gambar-4 Diplot grafik temperatur terhadap waktu

Tabel-7 Data perubahan suhu setelah 5 menit diberi arus OFF


Arus (I) T T2 t t2
OFF 48,3 2332,89 0 0

46,3 2143,69 30 900


45,9 2106,81 60 3600
45,0 2025 90 8100
44,5 1980,25 120 14400
43 1849 150 22500
42,7 1823,29 180 32400
42,3 1789,29 210 44100
41,8 1747,24 240 57600
41,2 1697,44 270 72900

40,5 1640,25 300 90000


2
∑ T =468,2℃ ∑ T =19345,86 ℃ ∑ t=1650 ∑ t 2=346500

4.3. HASIL PERHITUNGAN

PERCOBAAN 1
Tabel-8 Nilai Tegangan Pada Kabel
N X1 X 12
1 0.05 0.0025
2 0.04 0.0016
3 0.05 0.0025
∑N 0.014 0.006701
0.014
X́ = =0.047 V
3

2
1
n ( ∑ V 2 ) −¿ ¿ ¿∆ V = 1 3 ( 0,006701 )−( 0,014 ) ¿ 1 0,020103−0,019881
∆V =
n√
1 0,000222
3 √ 3−1
1
3√ 2
0,0105
¿
3√
NILAI RALAT
2
¿
3
√ 0,000111=
3
=0,005 V

( V ± ∆ V ) ¿ ( 0,05 ± 0,0035 ) V

I = 1,04 A
1
∆ I = 1,04=0,5 A
2
V 23,5
R= = =22,50Ω
I 1,04

∆ R= |1I ∆ V |+ ⌈ VI ∆ I ⌉
2

1 23,5
=| 0,0035|+ ⌈ 2
0,5 ⌉
1,04 ( 1,04)
0,0035 11,75
=| |+⌈ ⌉
1,04 1,08
= 0,003 + 10,870 = 10,873Ω

NILAI RALAT
( R ± ∆ R )=( 22,50 ± 10,873 ) Ω

4.3.1 PERHITUNGAN TABEL 3 SUHU DAN WAKTU


1
∆ T =T akhir −T awal∆ T =37,7−26,5¿ 11,2 ℃ ∆ T = n ( ∑ T 2 ) −¿ ¿ ¿

n
2
1 11 ( 11650,77 ) −( 356 ) ∆ T = 1 128158,47−126736 ∆ T = 1 1422,47
∆T=
11
1
√ 11−1
1
11 √ 10 11 10 √
¿ √ 14224,7¿ ×119,27 ¿ 10,84 ℃
11 11

NILAI RALAT
∆ T ± ∆T =(10,48 ±11,2) ℃

2
1
n ( ∑ t 2 ) −¿ ¿ ¿∆ t= 1 11 ( 336500 )−( 300 ) ∆ t= 1 3701500−90000
∆ t=
11
1

1
11 √ 11−1 11 √10

∆ t= √ 361150¿ ×600,95
11 11

¿ 54,63 sekon

4.3.2 NILAI ENERGI LISTRIK(W)

W =0,24. I 2 . R . t

W =2,4 × ( 1,04 )2 × 22,50× 30 0

W =2,4 ×1,08 ×22,50 × 30 0

¿ 1749,6 kalori

= 729 joule

∆ Q= |∂Q
∂V
. ∆ V | +|
2Q
I
. ∆ I| + |
∂Q
∂t
. ∆ t|

= |I t ∆ V | + |V t ∆ I | + |V I ∆t |

= |1,04 300 0,005| + |23,5 300 0,04|+|23,5 1,04 0|


= 1,56 + 282 + 0

= 283,56

NILAI RALAT

( Q ± ∆ Q ¿=( 729± 283,56 ) kalori

PERCOBAAN 2

Tabel-9 Nilai Tegangan Pada Kabel


N X1 X 12
1 0.11 0,0121
2 0.12 0.0144
3 0.13 0.0169
∑N 0.36 0.0434
0.36
X́ = =0.12 V
3

2
1
n ( ∑ V 2 ) −¿ ¿ ¿∆ V = 1 3 ( 0,0434 )−( 0,36 ) ¿ 1 0,1302−0,1296
∆V =
n√ 3√
1 0,0006 ¿ 1 0,01732= 0,01732 =0,005 V
3−1 √3 2

¿
3√ 2 3

3

NILAI RALAT
( V ± ∆ V )=( 32,4 ± 0,005 ) V

I = 1,44 A
1
∆ I = 1,44=0,72 A
2
V 32,4
R= = =22,50 Ω
I 1,44
1 V
| |
∆ R= ∆ V + ⌈ 2 ∆ I ⌉
I I
1 32,4
= |
1,44|0,005 + ⌈
(1,44)2
0,72⌉
= |0,005
1,44 |+⌈
23,328
2,0736

= 0,003 + 11,25
= 11,253Ω

NILAI RALAT
( R ± ∆ R )=( 22,50 ± 11,253 ) Ω

4.3.3 PERHITUNGAN TABEL 5 SUHU DAN WAKTU


1
∆ T =T akhir −T awal∆ T =48,3−37,7¿ 10,6 ℃ ∆ T = n ( ∑ T 2 ) −¿ ¿ ¿

n
2
1 11 ( 20043,22 )−( 468,2 ) ∆ T = 1 220475,42−219211,24
∆T=
11 √ 11−1 11 √ 10
1 1264,18 ¿ 1 12641,8¿ 1 ×112,435
∆T=
11 √
10 11

11
¿ 10,22℃

NILAI RALAT
∆ T ± ∆T =(10,22± 10,6)℃
2
1
n ( ∑ t 2 ) −¿ ¿ ¿∆ t= 1 11 ( 336500 )−( 300 ) ∆ t= 1 3701500−90000
∆ t=
n√
1 1
11 √ 11−1 11 √ 10

∆ t= √ 361150¿ ×600,95
11 11

¿ 54,63 sekon

4.3.4 NILAI ENERGI LISTRIK(W)

W =0,24. I 2 . R . t

W =2,4 × ( 1,44 )2 × 22,50× 30 0

W =2,4 ×2,073 ×22,50 × 30 0

¿ 20152,9 kalori
= 8397,04 joule

∆ Q= |∂Q
∂V
. ∆ V | +|
2Q
I
. ∆ I| + |
∂Q
∂t
. ∆ t|

= |I t ∆ V | + |V t ∆ I | + |V I ∆t |

= |1,44 300 0,005| + |32,4 300 0,04|+|32,4 1,44 0|

= 2,16 + 388,8 + 0

= 390,96

NILAI RALAT
( Q ± ∆ Q ¿=( 8397,04 ± 390,96 ) kalori

PERCOBAAN 3

4.3.5 PERHITUNGAN TABEL 7 SUHU DAN WAKTU


1
∆ T =T akhir −T awal∆ T =48,3−40,5¿ 7,8 ℃ ∆ T = n ( ∑ T 2 ) −¿ ¿ ¿

n
2
1 11 ( 19345,86 )−( 468,2 ) ∆ T = 1 212804,46−219211,24
∆T=
11 √ 11−1 11 √ 10
1 −6406,78 ¿ 1 −64067,8¿ 1 ×tidak ada hasil
∆T=
11 √10 11

11
¿ 0,09 ℃

NILAI RALAT
∆ T ± ∆T =(0,09 ±7,8)℃

2
1
n ( ∑ t 2 ) −¿ ¿ ¿∆ t= 1 11 ( 336500 )−( 300 ) ∆ t= 1 3701500−90000
∆ t=
n√
1 1
11 √ 11−1 11 10√
∆ t= √ 361150¿ ×600,95
11 11

¿ 54,63 sekon
4.3.6 NILAI ENERGI LISTRIK(W)

TIDAK MEMILIKI NILAI

BAB V
KESIMPULAN

Dengan demikian, berdasarkan hasil praktikum fisika dasar tentang


hokum joule ini dapat dibuktikan bahwa jika suatu kawat tahanan listrik
dicelupkan pada zat cair akan terjadi perpindahan kalor antara kawat tahanan
lisrik dan zat cair. Semakin lama waktu yang diujikan, maka nilai kalornya
semakin besar dan suhunya meningkat. Percobaan pertama memiliki nilai
kalor 1749,6 kalori dan energi listrik 729 joule, percobaan kedua meiliki nilai
kalor 20152,9 kalori dan energi listrik 8397,04 joule sedangkan percobaan
ketiga tidak memiliki nilai keduanya
Dan dari praktikum ini hubungan kalor berbanding lurus atau
sebanding dengan kenaikan suhu jika masa dan kalor jenis zat tetap. Dari
hasil pengujian nilai kalor yang telah dilakukan terjadi perbedaan dengan
nilai kalor teoritis.

DAFTAR PUSTAKA
1. Suci, Diah Ayu Kinasih. 2017. “Laporan Fisika Dasar Hukum Joule (L2)”,
https://www.slideshare.net/DiahAyuKinasih/laporan-fisika-dasar-hukum-
joule-l2,
2. Gurnita, Akbar Yuzar. 2018. “Fisika Dasar Hukum Joule”,
https://docs.google.com/file/d/12KSGFGpYT03Z9LvpzGgw3di8F7kQQ9-c/edit?
usp=docslist_api&filetype=msword
3. Pdf Academia Laporan joule

Anda mungkin juga menyukai