Anda di halaman 1dari 17

CRITICAL BOOK REVIEW

Pemrograman dan Simulasi Fisika

Difusi dan Dispersi


Dosen Pengampu :

Budiman Nasution,S.Pd,M.Si

DISUSUN

ISWARI AFALA 4183540001

NONDIK FISIKA 2018


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN

1
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat dan limpahan rahmat-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
Critical Book Review mata kuliah Pemrograman dan Simulasi Fisika ini dengan
baik dan tepat waktu. Lewat tugas Critical Book Review ini saya ingin
memberikan pengetahuan yang dapat menambah wawasan kita

Saya juga mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah


Pemrograman dan Simulasi Fisika atas bimbingan dan pengajaran yang diberikan
sehingga saya dapat mengerjakn tugas Critical Book Review ini dengan baik.
Serta kepada teman-teman yang telah membantu dan memberikan semangat
dalam proses pengerjaannya.

Dalam Critical Book Review ini saya menyadari masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu saya mengharapkan saran dan kritik untuk perbaikan dan
kesempurnaan makalah Critical Book Review ini kemudian. Semoga Critical
Book Review ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca
pada umumnya.

Akhir kata, penulis mengucapkan semoga Ccritical Book Review ini dapat
bermanfaat bagi kita semua. Terima Kasih

Medan, Oktober 2020

ISWARI AFALA

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................................2
BAB I.................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.............................................................................................................4
1.1 Latar Belakang.........................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................4
1.3 Tujuan......................................................................................................................4
1.4 Identitas Buku..........................................................................................................5
BAB II...............................................................................................................................7
PEMBAHASAN................................................................................................................7
2.1 review buku utama...................................................................................................7
2.1.1 Dissipation.........................................................................................................7
2.1.2 Dispersi...............................................................................................................10
2.3 review buku pembanding 1....................................................................................10
2.3.1. Difusi..............................................................................................................10
2.3.2 Gelombang Dispersi........................................................................................11
2.4 review buku pembanding 2........................................................................................12
2.4.1 Hubungan Dispersi..............................................................................................12
2.4.2 Disipasi................................................................................................................13
BAB III...............................................................................................................................14
3.2 kelebihan dan kekurangan buku utama...................................................................15
3.3 kelebihan dan kekurangan buku pendamping 1......................................................15
3.4 kelebihan dan kekurangan buku pendamping 2.....................................................15
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................16

3
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Buku ini untuk Mahasiswa fisika unimed khususnya materi Disipasi dan
Dispersi pada mata kuliah Pemrograman dan Simulasi Fisika. Untuk
mengetahui apa itu disipasi dan dispersi lebih jauh lagi maka saya mereview
isi dari buku ini tentang disipasi dan dispersi.
Dalam buku ini disajikan pembahasan mengenai materi siklus carnott dan
siklus otto, oleh karena itu pada Critical Book Review ini kami akan meriview
isi buku ini mengenai Termodinamika sebagai bahan untuk menyelesaikan
tugas Critical Book Review kami.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana isi dan cara pemaparan materi dari buku tersebut ?
2. Apakah buku tersebut mudah untuk dipahami mahasiswa ?
3. Seberapa lengkap pembahasan buku tersebut ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui bagaimana isi dan cara pemaparan materi dari buku tersebut
2. Mengetahui seberapa mudah mahasiswa untuk memahami buku tersebut.
3. Mengetahui seberapa lengkap materi yang dibahas di buku tersebut.
4. Membandingkan kelebihan dan kekurangan kedua buku dari beberapa
aspek.

4
1.4 Identitas Buku

BUKU UTAMA :
Judul Buku : Finite Difference Schemes and Partial Differential Equation

Penulis : John C. Strikwerda

Penerbit : Wadsworth & Brooks/Cole Advanced Books & Software

Tahun Terbit : 1989

ISBN : 0-89871-567-9

Tebal Buku : 448 Halaman

BUKU PEMBANDING 1 :

Judul Buku : Finite Difference Methods for Ordinary and Partial Differential
Equations

Penulis : Randall J. LeVeque

Penerbit : Society for Industrial and Applied Mathematics

Tahun Terbit : 2007

ISBN : 978-0-898716-29-0

Tebal Buku : 356 Halaman

5
BUKU PEMBANDING 2 :

Judul Buku : finite difference and spectral methods for ordinary and partial
differential equations

Penulis : Lloyd N Trefethen

Penerbit : ll Cornell University

Tahun Terbit : 1994

ISBN :-

Tebal Buku : 299 Halaman

6
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 review buku utama

2.1.1 Dissipation

Untuk banyak perhitungan, terutama untuk persamaan non-linier, osilasi frekuensi


tinggi berskala kecil ini dapat memiliki peran yang signifikan dalam mengurangi
akurasi solusi. Definisi disipasi biasanya diberikan dengan asumsi urutan yang
lebih rendahnya telah dihapus. Ini juga diasumsikan dalam definisi disipasi yang
diberikan selanjutnya. Perhatikan juga bahwa kami menyertakan skema satu
langkah dan skema multistep dalam definisi.

Definisi 5.1.1. Skema adalah disipatif dari orde 2r jika terdapat konstanta positif
c, tidak bergantung pada h dan k, sehingga setiap faktor amplifikasi gv(θ)
memenuhi :

Skema yang merupakan disipatif order 2r juga dikatakan memiliki disipasi order
2r. Mirip dengan persamaan diatas, kami mencatat bahwa itu setara dengan :

untuk beberapa c '.


Skema Lax-Wendroff memenuhi :

7
Seringkali definisi disipasi diberikan dengan mengganti kuantitas (sin θ) 2r di pers
pertama oleh \ θ \ 2r , dengan θ dibatasi besarannya menjadi lebih kecil -:> »dalam
phi . Definisi tersebut setara; kami lebih suka bentuk pers. pertama, karena itulah
bentuk yang sebenarnya terjadi dalam evaluasi \ g (θ) \ untuk sebagian besar
skema.

Disipasi dapat ditambahkan ke skema nondissipatif mana pun, seperti yang


akan kami tunjukkan, dan ini menyediakan kami dengan beberapa kendali atas
properti skema. Dalam menambahkan disipasi ke skema nondissipatif, kita harus
berhati-hati untuk tidak mempengaruhi urutan akurasi secara merugikan. Untuk
Misalnya, skema lompatan yang dimodifikasi

Untuk menunjukkan bahwa skema apa pun dapat memiliki disipasi yang
ditambahkan padanya, kami mempertimbangkan polinomial amplifikasi dan
memodifikasinya seperti dalam rumus. Lebih tepatnya, skema
sesuai dengan

Gambar 5.1 dan 5.2 menunjukkan efek menambahkan disipasi ke skema


lompatan. Itu
solusinya adalah perambatan pulsa linier sepotong-sepotong sederhana.
Perhatikan bahwa disipasi menghilangkan sebagian besar osilasi di sebelah kiri
pulsa. Itu tidak menghilangkan osilasi yang lebih besar di belakang pulsa.

8
9
2.1.2 Dispersi

Untuk memperkenalkan ide dispersi, kita melihat kembali persamaan (1.1.1) dan
memperhatikan bahwa kita bias tulis solusinya sebagai

Dari sini kita


menyimpulkan bahwa transformasi Fourier solusi memenuhi

Sebagai prinsip umum, persamaan diferensial parsial hiperbolik adalah yang terbaik

|αλ| mendekati batas stabilitas untuk menjaga dispersi dan disipasi kecil. Jika ya

tertarik pada frekuensi tertentu, katakanlah Ѯo. maka kita harus memilih h sehingga hѮo
jauh bkurang dari n untuk mendapatkan hasil yang akurat, baik dalam kecepatan
gelombang (dispersi) maupun dalam amplitudo (disipasi). Untuk skema leapfrog dan
Lax-Wendroff untuk (1.1.1) dengan aX sama dengan 1, skema tidak memiliki kesalahan
dispersi. Ini adalah kasus luar biasa, dan memang demikian tidak terjadi untuk persamaan
koefisien variabel atau sistem nontrivial

2.3 review buku pembanding 1

2.3.1. Difusi

Kecepatan α harus benar-benar dianggap sebagai kecepatan rata-rata, kecepatan rata-


rata yang dimiliki oleh sekitar 1023 molekul dalam setetes fluida. Tapi molekul individu
memantul ke berbagai arah dan molekul zat yang kita lacak akan cenderung menyebar
di sekitar cairan, seperti setetes tinta menyebar di air.

Akan cenderung ada gerakan bersih dari daerah yang kepadatannya besar ke daerah di
mana

10
itu lebih kecil, dan sebenarnya dapat ditunjukkan bahwa fluks (dalam satu dimensi)
sebanding dengan

ux. Fluks pada titik x sekarang bergantung pada nilai ux pada titik ini, bukan pada

nilai u, jadi kami menulis

f(ux) = -kux

Persamaan diatas dikenal sebagai hukum Fick. Menggunakan fluks ini


menjadi

Ut = kuxx

Jika f = -k(x)ux persamaan diatas menjadi

Ut = (k(x)ux)x

Jika fluksnya adalah , memberikan persamaan adveksi-


difusi

2.3.2 Gelombang Dispersi

Sekarang perhatikan persamaannya

Ut = uxxx

Transformasi Fourier sekarang mengarah ke ODE

Namun, saat kita bergabung kembali dengan invers Fourier transform yang kita peroleh

11
Memperluas analisis ini ke persamaan

Dapat ditemukan solusinya adalah

2.4 review buku pembanding 2

2.4.1 Hubungan Dispersi

Setiap skalar tergantung waktu persamaan diferensial parsial linier dengan Koefisien
tetap pada domain ruang tak terbatas mengakui solutio gelombang bidang

Sebagai contoh di sini sekali lagi adalah hubungan dispersi untuk model equa tions dari
x dan juga untuk gelombang orde dua

12
Untuk PDE urutan pertama di t hasil

2.4.2 Disipasi
Meskipun persamaan diferensial parsial dapat menghemat energi dalam norma L its
Meskipun persamaan diferensial parsial dapat menghemat energi dalam norma L-nya
Model beda hingga akan sering kehilangan energi saat t meningkat terutama pada
bilangan gelombang sebanding dengan ukuran grid Properti ini adalah disipasi numerik
dan seringkali menguntungkan karena cenderung memerangi ketidakstabilan dan osilasi
yang tidak diinginkan Faktanya articial disipasi sering ditambahkan ke formula non-
sisipatif untuk mencapai tujuan tersebut

Dengan persamaan Parseval, L 2


norma superposisi gelombang ditentukan oleh
superposisi faktor-faktor tersebut

13
BAB III
PENUTUP

3.1 kesimpulan

14
Ketiga buku ini sulit untuk dipahami mahasiswa karena dari segi pembahasan tidak
adanya penurunan rumus – rumus tersebut disamping itu faktor lain nya ialah bahasa
nya itu sendiri. Walaupun demikian ketiga buku ini memiliki pembahsan yang hampir
mirip dan saling melengkapi dan kurang cocok untuk sebagai bahan pegangan
mahasiswa

3.2 kelebihan dan kekurangan buku utama


Kelebihan

 Pembahasan buku ini mudah dipahami dan singkat padat jelas.


 Dibahas secara ringkas.

Kekurangan

 Tidak ada penjelasan variable – variable di rumus nya.


 Kurang mendalam membahas materinya

3.3 kelebihan dan kekurangan buku pendamping 1


Kelebihan

 Penjelasannya ringkas
 Tata layput lebih bagus

Kekurangan

 Sulit dipahami materinya


 Tidak lengkap pembahasan rumusnya

3.4 kelebihan dan kekurangan buku pendamping 2


Kelebihan

 Ada grafik untuk menjelaskan lebih dari pembahasannya


 Formula atau definisi langsung di kotakkan

15
Kekurangan

 Lebih sulit dipahami karena hanya menjelaskan formula nya saja

DAFTAR PUSTAKA

Leveque, R. (2007). Finite Difference Methods for Ordinary and Partial Differential .
Washington: Society For Industrial and Applied Mathematic.

Strikwerda, J. (1989). Finite Difference Schemes and Partial Differential Equation.


Philadelphia: Wadsworth.

Trefethen, L. (1994). finite difference and spectral methods for ordinary and partial
differential equations. New York: Cornell University.

16
17