Anda di halaman 1dari 14

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Suatu Pembelian Barang Atau Jasa

A. Latar Belakang

Seiring dengan peningkatan pengetahuan, konsumen semakin lebih tahu cara


membelanjakan uangnya. Konsumen dapat membeli produk yang mereka butuhkan sesuai
dengan jumlah yang diinginkan. Konsumen dapat menyesuaikan pembelian produk dengan
uang yang mereka miliki karena konsumen semakin mengetahui prioritas kebutuhan mereka
akan produk tertentu.
Perilaku konsumen merupakan sebuah fenomena yang unik untuk dipelajari dan
diamati. Perilaku konsumen dapat dikatakan sebagai muara dari berbagai teori ekonomi, karena
semua kegiatan ekonomi akan berkaitan dan berakhir kepada sikap atau perilaku konsumen.
Berbagai teori mengenai perilaku konsumen, salah satu perilaku konsumen yang sangat
berpengaruh dalam kegiatan ekonomi adalah keputusan pembelian, karena tujuan dari sebuah
kegiatan ekonomi mulai dari produk hingga pemasaran bertujuan agar konsumen melakukan
pembelian atas produk tersebut.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi konsumen sebelum memutuskan pembelian di
suatu pengusaha. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari internal konsumen maupun
eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi konsumen di antaranya adalah lokasi, produk,
harga, kualitas pelayanan dan promosi dari pihak pengusaha. Prestasi Top Brand Award yang
telah diraih pengusaha selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa pengusaha yang
paling dikenal dikalangan masyarakat. Hal ini merupakan prestasi yang harus dipertahankan
dari ancaman pesaing.
B. Tujuan

• Mengetahui cara menetralkan harga pasar ?

• Mengetahui cara meningkatkan mutu produk ?

• Mengetahui cara melakukan promosi dalam pemasaran produk ?

• Mengetahui cara melakukan pelayanan yang baik terhadap konsumen ?


C. Manfaat

Dari makalah ini didaptkan manfaat berupa untuk menambah pengetahuan kepada
penulis dan pembaca karena dengan adanya makalah ini penulis dan pembaca dapat lebih
meningkatkan suatu beberapa factor yang dapat menjadi acuan agar penulis dan pembaca
melakukan suatu peningkatan agak tidak terjadi pemutusan pembelian barang atau jasa pada
suatu consumen.

D. Teori Pendukung

Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat dewasa ini menyebabkan pengusaha
harus menghadapi persaingan yang ketat. Dalam era perkembangan zaman yang semakin cepat
dan batas yang semakin tipis membuat manusia menuntut untuk diperhatikan lebih customized
(Cespedes, 1995). Terlebih lagi dalam hal pemenuhan terhadap kebutuhan, konsumen sekarang
ini cenderung lebih individualis dan menuntut sesuatu hal yang lebih bersifat pribadi atau
personal. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut perusahaan dituntut mampu memahami
keinginan dan kebutuhan konsumen agar tetap survive. Diterima tidaknya produk yang dijual
sangat tergantung pada persepsi konsumen atas produk tersebut. Jika konsumen merasa produk
tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya pasti konsumen akan membeli produk
tersebut.
Perkembangan dunia bisnis yang dibarengi dengan perubahan pola pikir konsumen
yang dinamis mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk. Keberadaaan
konsumen memberikan pengaruh terhadap tujuan akhir pencapaian perusahaan, yaitu
memperoleh kentungan atau laba melalui pembelian produk disertai dengan kepuasan
konsumen yang akan berakhir dengan terjadinya pembelian secara terus-menerus. Karena hal
inilah yang menyebabkan perusahaan harus memahami faktor penyebab terjadinya keputusan
konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk agar konsumen membeli barang dan jasa
perusahaan pada saat mereka membutuhkan.
Konsumen merupakan faktor penting bagi pengusaha. Pengusaha harus benar-benar
memfokuskan perhatian kepada konsumen karena dalam persaingan yang begitu sengit dewasa
ini, konsumen tidak saja mendapat tawaran produk dari satu pengusaha, tetapi juga dari
berbagai pengusaha pesaing lainnya yang menawarkan produk sejenis. Pengusaha harus
memiliki strategi menarik yang berbeda dengan pesaing agar produknya selalu diminati dan
dibeli konsumen. Bahkan sekarang ini, jumlah penawaran produk lebih besar dibanding jumlah
permintaan konsumen. Hal ini yang menunjukkan bahwa produsen tidak bisa lagi hanya
berdiam diri tanpa perlu mencari informasi mengenai konsumennya.
Sebelum merencanakan pemasaran, suatu perusahaan perlu mengidentifikasi
konsumen, sasarannya dan proses keputusan mereka. Walaupun banyak keputusan pembelian
melibatkan hanya satu pengambilan keputusan, keputusan yang lain mungkin melibatkan
beberapa pesarta yang memerankan peran, pencetus ide, pemberi pengaruh, pengambil
keputusan, pembeli dan pemakai. kriteria pembelian mereka dan pengaruh mereka terhadap
pembeli berdasarkan program pemasaran yang harus dirancang untuk menarik konsumen.
E. Pembahasan

Keputusan pembelian adalah tindakan yang dilakukan konsumen untuk melakukan


pembelian sebuah produk. Oleh karena itu, pengambilan keputusan pembelian konsumen
merupakan suatu proses pemilihan salah satu dari beberapa alternatif penyelesaian masalah
dengan tindak lanjut yang nyata. Setelah itu konsumen dapat melakukan evaluasi pilihan dan
kemudian dapat menentukan sikap yang akan diambil selanjutnya. Dalam sebuah keputusan
pembelian terdapat beberapa peran konsumen yaitu inisiator, influencer, decider, buyer, user.
Pengusaha perlu mengenal peranan tersebut karena semua peranan mengandung implikasi
guna merancang produk, menentukan pesan dan mengalokasikan biaya anggaran promosi serta
membuat program pemasaran yang sesuai dengan pembeli (Swastha dan Handoko, 2011).
Terdapat empat faktor yang mempengaruhi perilaku keputusan pembelian konsumen
yaitu budaya, sosial, pribadi dan psikologis (Kotler, 2003:202) Adapun yang menjadi faktor-
faktor keputusan pembelian yang dipertimbangkan peneliti adalah lokasi, kelengkapan produk
dan harga. Lokasi merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan sebuah usaha karena
mempengaruhi biaya usaha. Lokasi usaha harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin. Jika
pengusaha salah dalam memilih lokasi, maka pengusaha akan menanggung resiko berupa
kerugian atau tidak tercapai sasaran dan tujuan yang diinginkan oleh perusahaan.
Faktor kedua selain lokasi adalah kelengkapan produk. Setiap konsumen menginginkan
barang yang lengkap ketika konsumen memasuki satu tempat belanja. Kalau memang ada,
konsumen menginginkan satu tempat belanja yang dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginannya secara sekaligus untuk berbagai jenis barang atau jasa. Konsumen selalu ingin
efisien. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan memperhatikan lebar dan kedalaman produk,
kualitas dan lengkap karena menyediakan produk yang lengkap adalah penting sebab adanya
kecendrungan dalam diri konsumen yang menghendaki barang-barang bersifat substitusi dan
komplementer, sehingga dengan lengkapnya produk tersebut, konsumen dapat leluasa memilih
apa yang menjadi kebutuhannya karena apa yang dibutuhkan konsumen sudah tersedia di satu
tempat belanja tersebut.
Faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah harga. Harga dapat
menjadi indikator kualitas produk. Konsumen biasanya mengidentikkan harga produk yang
mahal dengan kualitas yang baik dan apabila harga produk murah, maka konsumen meragukan
kualitasnya. Ketika seseorang berbelanja, hal awal yang sering diperhatikan adalah harga,
disusul dengan beberapa faktor lain.

Penetapan harga pada suatu produk haruslah sesuai dan wajar. Tingginya harga yang
ditawarkan harus sesuai dengan manfaat yang akan diterima oleh konsumen yang
mengkonsumsinya. Harga yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen. Harga yang terlalu tinggi akan membuat konsumen beralih
ke produk lain yang sejenis tetapi dengan harga yang lebih murah, begitu sebaliknya, jika harga
yang ditawarkan terlalu rendah maka konsumen akan ragu dengan kualitas produk yang
ditawarkan sehingga menunda keputusan untuk membeli produk tersebut

Kebanyakan orang beranggapan bahwa pemasaran hanyalah menjual dan


mengiklankan. Sesungguhnya penjualan dan iklan hanyalah puncak dari pemasaran. Saat ini
pemasaran harus dipahami tidak dalam pemahaman kuno sebagai membuat penjualan, tetapi
dalam pemahaman modern yaitu memuaskan kebutuhan pelanggan. Bila pemasar memahami
kebutuhan pelanggan, mengembangkan produk dan jasa yang menyediakan nilai yang unggul
bagi pelanggan, menetapkan harga, mendistribusikan, dan mepromosikan produk dan jasa itu
secara efektif, maka produk dan jasa itu akan mudah untuk dijual.

Pemasaran juga merupakan faktor dominan dalam suatu siklus perekonomian dan
berakhir pada pemenuhan kebutuhan konsumen. Oleh sebab itu, maka pelaksanaan pemasaran
harus mampu melihat kebutuhan, selera dan keinginan konsumen berdasarkan informasi pasar
yang tepat, cepat dan akurat. Ketersediaan infomasi pasar merupakan salah satu komponen
yang strategis agar mampu mengembangkan pemasaran lebih luas, dengan demikian dapat
dikatakan bahwa aspek pemasaran merupakan salah satu kunci atau penentu bagi keberhasilan
perusahaan.

Adapun definisi pemasaran menurut Philip Kotler (2005:10) yaitu: Pemasaran adalah
proses sosial yang dengan mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan
produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain.Drucker (dalam Kotler dan Armstrong, 2008
: 6) ”tujuan pemasaran adalah membuat penjualan tidak diperlukan lagi”. Penjualan dan iklan
hanyalah bagian dari bauran pemasaran yang lebih besar seperangkat sarana pemasaran yang
bekerjasama untuk memuaskan kebutuhan pelanggan.

Faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah promosi. Promosi ialah
usaha yang dilakukan oleh marketer untuk berkomunikasi dengan calon pembeli. Dengan
promosi yang baik diharapkan konsumen akan mengenal produk yang akan dibeli sehingga
terjadi komunikasi antara produsen dengan konsumen. Saat dilakukannya promosi biasanya
bagian pemasaran akan memberitahukan kualitas produk dan harga kepada konsumen yang
akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Bentuk- bentuk promosi yang dilakukan
pihak Bernique Tiramisu Almond Whitr yaitu media sosial (seperti facebook, shopee, tokko)

Industri coklat merupakan salah satu industri yang peluangnya cukup besar dengan
persaingan yang semakin meningkat. Berbagai merek coklat seperti Silverqueen, Cadbury,
Toblerone, dan lain-lain mencoba bersaing dalam pasar coklat. Para produsen bersaing dalam
membuat produk coklat, dan mempromosikannya sehingga konsumen dihadapkan pada
beberapa jenis coklat dengan harga, kualitas serta merek yang berbeda.

Pengertian Manajemen Pemasaran

Pemasaran merupakan fungsi pokok yang penting bagi perusahaan guna memenuhi
kebutuhan. Selain itu kegiatan pemasaran merupakan kunci utama bagi keberhasilan suatu
produk, demikian halnya dengan pemasaran pada PT.Kota Mas Permai cabang Pekanbaru.

Menurut M. Taufik Amir dalam Gita Riana (2011:13) pemasaran lebih mengutamakan
kepuasaan pelanggan. Lagi pula perusahaan mengawakilinya dengan mencari tahu kebutuhan
dan keinginan pelanggan, barulah kemudian dicari tahu produk yang dapat memuaskan
kebutuhan dan keinginan itu. Sofjan assauri (2007:23) mengatakan bahwa perkembangan
dunia usaha saat ini di tandai dengan semakin tajamnya persaingan, oleh karena itu peran
pemasaran semakin penting dan merupakan ujung tombak setiap perusahaan. Dan pemasaran
itu sendiri menurut America Marketing Association adalah hasil kerja kegiatan usaha yang
langsung berkaitan dengan mengalirnya barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

Menurut Kotler (2001 : 347), Pemasaran adalah subyek bagi semua orang dan pada
segala masa. Kita semua hidup dengan mempertukarkan sesuatu. Bagaimana transaksi dimulai,
dimotivasikan, dan dikonsumsikan, kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan
kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

Konsep pemasaran menyatakan bahwa kunci untuk mecapai tujuan organisasional


adalah terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (target markets) dan
pemberian kepuasaan yang dinginkan secara lebih efisien dari yang dilakukan para pesaing.

Citra Merek (Brand Image) Membicarakan citra maka dalam pikiran kita yaitu dapat
berupa citra produk, perusahaan, atau apa saja yang kita bentuk dalam pikiran kita. sedangkan
disini kita akan membahas tentang citra merek (brand image) dimana suatu merek itu dapat
disukai dan dikenal oleh konsumen apabila merek tersebut mempunyai citra yang baik dimata
konsumen.

Citra yang buruk dapat menimbulkan terhadap produk tersebut menjadi tidak
berkuallitas,sehingga konsumen ragu untuk membeli dan mengkomsumsi produk
tersebut.dalam membentuk citra suatu merek, kita memasuki dunia presepsi. Citra adalah
presepsi yang relatif konsisten dalam jangka panjang.tidak mudah membentuk citra, tetapi
sekali terbentuk tidak pula mudah mengubahnya (Simamora ,2004 :112)

Citra menurut Kotler dan Keller (2009:406) adalah sejumlah keyakinan, ide, dan kesan
yang dipegang oleh seseorang tentang sebuah objek. Sedangkan citra merek adalah persepsi
dan keyakinan yang dipegang oleh konsumen, seperti yang dicerminkan asosiasi yang tertanam
dalam ingatan konsumen (Kotler dan Keller, 2009:403). Feldwick dalam Tjiptono (2005:49)
menyatakan bahwa “Brand image atau brand description, yakni deskripsi tentang asosiasi dan
keyakinan konsumen terhadap merek tertentu”.

Rangkuti (2004:337) mengemukakan bahwa “citra merek adalah sekumpulan asosiasi


merek yang terbentuk di benak konsumen.” Menurut Aaker dalam Simamora (2004), “citra
merek adalah seperangkat asosiasi unik yang ingin diciptakan atau dipelihara oleh pemasar.
Asosiasi–asosiasi itu menyatakan apa sesungguhnya merek dan apa yang dijanjikan kepada
konsumen.”

Faktor-faktor pendukung terbentuknya brand image dalam kaitannya dengan asosiasi


merek (Keller,2003)

1. Favorability of brand association /


Keunggulan asosiasi merek. Salah satu faktor pembentuk brand image adalah
keunggulan produk, dimana produk tersebut unggul dalam persaingan.

2. Strength of brand association / Familiarity of brand association / kekuatan asosiasi


merek contoh membangun kepopuleran merek dengan strategi komunikasi melalui periklanan
atau media komunikasi lain.

3. Uniquenees of brand association / keunikan asosiasi merek merupakan keunikan-


keunikan yang ada dimiliki oleh produk tersebut.

Keller dalam shimp et al (2000:)

328) komponen indikator yang terdapat dalam citra merek (brand image) adalah
asosiasi merek, dukungan, kekuatan, dan keunikan suatu merek.yaitu sebagai berikut :

1. Asosiasi merek (brand association) Menurut Rangkuti (2004) mendefinisikan bahwa


asosiasi merek segala hal yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah merek. Asosiasi
merupakan atribut yang ada didalam merek dan akan lebih besar apabila pelanggan mempunyai
banyak pengalaman berhubungan dengan merek tersebut. Berbagai asosiasi yang diingat oleh
konsumen dapat dirangkai sehingga dapat membentuk citra merek. Dalam asosiasi merek
mencakup tentang nilai yang dirasakan,harga, kualitas layanan, faktor emosional dan
kemudahan yang dirasakan terhadap merek tersebut.

2. Dukungan asosiasi merek

Dukungan asosiasi merek merupakan respons konsumen terhadap atribut, mamfaat,


serta keyakinan dari suatu merek produk berdasarkan penilaian mereka atas produk. Atribut
produk berkaitan dengan fungsi produk, tetapi berkaitan dengan citra merek. Dukungan
asosiasi merek tersebut ditunjukan dengan presepsi konsumen terhadap produk yang
menganggap bahwa produk yang dikonsumsi itu baik dan bermamfaat bagi konsumen.

3. Kekuatan asosiasi merek

Setelah mengkonsumsi sebuah produk, konsumen akan mengingat kesan yang


ditangkap dari produk tersebut. Jika konsumen telah merasakan mamfaatnya, ingatan
konsumen terhadap produk tersebut akan lebih besar daripada ketika konsumen belum
menggunakannya. Itulah yang membuat ingatan konsumen semakin kuat terhadap asosiasi
sebuah merek. Kekuatan asosiasi merek ditunjukan dengan reputasi baik yang dimiliki produk
tersebut dimata konsumen, produk tersebut dirasa memiliki mamfaat eksperesi diri dan
menambah rasa percaya diri konsumen.

4. Keunikan asosiasi merek

Jika sebuah produk mempunyai ciri khas yang membedakannya dari produk
lain,produk tersebut akan diingat oleh konsumen. Ingatan konsumen itu akan semakin kuat jika
konsumen sudah merasakan mamfaat dari sebuah produk dan merasa bahwa merek lain tidak
akan bisa memuaskan keinginannya tersebut.

Keputusan Pembelian

Pengertian keputusan pembelian menurut Kotler & Armstrong (2001 :226), keputusan
pembelian adalah tahap proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar
membeli.pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung
terlibat dalam mendapatkan mempergunakan barang yang akan dibeli.

Menurut Schiffman,kanuk (2004:547), keputusan pembelian adalah pemilihan dari dua


atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian, artinya bahwa seseorang dapat membuat
keputusan, harus tersedia beberapa alternatif pilihan. Konsumen dalam mengambil keputusan
untuk membeli suatu produk yang ditawarkan banyak dipengaruhi oleh presepsinya terhadap
price, product, promotion, place (markeing mix) yang telah ditetapkan oleh perusahaan selama
ini (Kotler,2005).

Keputusan untuk membeli dapat mengarah pada bagaimana proses pengambilan


keputusan itu dilakukan. Proses pengambilan keputusan pembelian yang akan dilakukan oleh
konsumen yang akan melalui beberapa tahap, Menurut Philip Kotler (2007:223) keputusan
pembelian merupakan “beberapa tahapan yang dilakukan oleh konsumen sebelum melakukan
keputusan pembelian suatu produk” Koler (2005:224) menyebutkan tahapan-tahapan proses
pengambilan keputusan pembelian, secara umum proses itu dapat dilihat pada Gambar berikut
: Dilihat dari gambar diatas, dikatakan bahwa konsumen melewati kelima tahap seluruhnya
pada setiap pembelian. Adapun dalam pembelian yang lebih rutin, konsumen sering kali
melompati atau membalik beberapa tahap ini. Secara rinci tahap-tahap tersebut dapat diuraikan
sebagai berikut :

1) Pengenalan Masalah
Proses membeli diawalai pada saat pembelian menyadari adanya masalah
kebutuhan.Pembelian menyadari terdapat perbedaan antara kondisi sesungguhnya dengan
kondisi yang diinginkannya. Kebutuhan normal seseorang atau rangsangan eksternal seseorang
yaitu rasa lapar dan dahaga. Sehingga suatu tingkatan kebutuhan tertentu dan berubah menjadi
dorongan.

2) Pencarian Informasi

Seorang konsumen yang mulai timbul minatnya akan terdorong untuk mencari
informasi yang lebih banyak. kita dapat membedakan dua tingkatan yaitu tingkatan pencarian
informasi yang sedang-sedang saja yang disebut perhatian meningkat. Pencarian informasi
aktif dimana dimana mencari bahan-bahan bacaan, menelpon teman- temannya, dan
melakukan kegiatan mencari untuk mempelajari yang lain. Umumnya jumlah akivitas
pencarian konsumen akan meningkat bersamaan dengan konsumen berpindah dari situasi
pemecahan masalah yang terbatas ke pemecahan masalah yang eksensif.

3) Evaluasi Alternatif

Bagaimana konsumen memproses informasi tentang pilihan merek untuk membuat


keputusan akhir. Ternyata, tidak ada proses evaluasi yang sederhana dan tunggal yang
digunakan oleh konsumen bahkan oleh satu konsumen pada seluruh situasi pembeli. Sekarang
sifat kognitif, yaitu perusahaan memandang konsumen sebagai pembentuk penilaian terhadap
produk terutama pada pertimbangan yang sadar dan rasional.

4) Keputusan Membeli

Pada tahap evaluasi konsumen membentuk preferensi terhadap merek- merek pada
perangkat pilihan. Konsumen juga membentuk tujuan pembeli untuk mereka yang paling
disukai. Walaupun demikian, dua faktor berikut dapat mempengaruhi tujuan membeli dan
keputusan membeli.Faktor yang utama adalah sikap orang lain, sejauh mana sikap orang lain
akan mengurangi alternaif pilihan seseorang akan tergantung pada intensitas sikap negatif
orang lain terhadap alternatif yang paling disukai konsumen dan motivasi konsumen untuk
menuruti keinginan orang lain. Semakin tinggi intensitas sikap orang lain tersebut akan
semakin dekat hubungan orang tersebut dengan konsumen, maka semakin besar kemungkinan
konsumen akan menyesuaikan tujuan pembeliannya. Tujuan pembelian dipengaruhi juga oleh
faktor-faktor keadaan yang tidak terduga. Konsumen membentuk tujuan pembelian
berdasarkan faktor-faktor seperti pendapatan keluarga yang diharapkan, harga yang
diharapkan. Pada saat konsumen ingin bertindak, faktor-faktor keadaan yang tidak terduga
mungkin timbul dan mengubah tujuan membeli.

5) Prilaku Pasca Pembelian

Sesudah melakukan pembelian terhadap suatu produk, konsumen akan mengalami


beberapa tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. Konsumen juga akan terlibat dalam tindakan
sesudah pembelian dan penggunaan yang akan menarik minat pemasar. Proses pengambilan
keputusan dapat dipandang sebagai tiga tahap yang berbeda namun berhubungan satu sama
lain: tahap memasukan (input),tahap proses, dan tahap keluaran (output).Tahap masukan
mempengaruhi pengenalan konsumen terhadap kebutuhan atas produk dan terdiri dari sumber
informasi utama. Tahap proses model ini memfokuskan pada cara konsumen mengambil
keputusan. Dan tahap keluaran dalam model dalam model pengambilan keputusan konsumen
terdiri dari dua macam kegiatan setelah pengambilan keputusan yang berhubungan era : prilaku
membeli dan evaluasi setelah membeli.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen

Menurut Nugroho (2013 :10) faktor- faktor yang mempengaruhi terhadap pembelian
konsumen:

1. Faktor Kebudayaan

Merupakan faktor penentu yang paling dasar atas keinginan dan prilaku
seseorang.faktor budaya mencakup :

a. Sub budaya

Sub budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis kelompok nasionalisme,kelompok


keagamaan,kelompok ras dan kelompok geografis.

b. Kelas Sosial

Adalah kelompok yang relative homogeny dan bertahan lama dalam suatu masyarakat,
yang tersusun secara hierarki dan yang keanggotaanya mempunyai nilai, minat dan prilaku
serupa.

2. Faktor sosial

Faktor sosial mencakup ;


a. Kelompok Referensi terdiri dari seluruh kelompok yang memiliki pengaruh langsung
ataupun tidak langsung terhadap sikap atau prilaku seseorang.

b. Keluarga mencakup keluarga orientasi yaitu orang tua seseorang dan keluarga
prokeasi yaitu pasangan seseorang dan anak-anak seseorang

c. Peran dan Status adalah posisi seseorang dalam setiap kelompok secara umum
berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya keluarga, club, dan organisasi.

3. Faktor pribadi

a. Umur dan tahapan dalam siklus hidup adalah kosumsi seseorang juga dibentuk oleh
tahapan siklus hidup keluarga.

b. Pekerjaaan mengidentifikasikan kelompok- kelompok pekerja yang memiliki minat


diatas rata-rata tahapan produk dan jasa tertentu.

c. Keadaan Ekonomi terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan, kemampuan


untuk meminjam dan sikap terhadap mengeluarkan lawan menabung.

d. Gaya Hidup adalah pola hidup didunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat, dan
pendapat seseorang.

e. Kepribadian dan Konsep diri Adalah karakteristik psikologi yang berbeda dan setiap
orang yang memandang responsnya terhadap lingkungan yang relative konsisten.

5. Faktor psikologis

a. Motivasi merupakan dorongan oleh kebutuhan tertentu pada saat-saat tertentu.

b. Persepsi sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan,


mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti.

c. Proses belajar menjelaskan perubahan dalam prilaku seseorang yang timbul dari
pengalaman

d. Kepercayaan dan Sikap adalah suatu gagasan deskriftif yang dimiliki seseorang
terhadap sesuatu.

Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian

Menurut Rangkuti (2004) mendefinisikan citra merek sebagai kesekumpulan asosiasi


merek yang terbentuk dibenak konsumen. Dengan kata lain, citra merek adalah seperangkat
ingatan yang ada dibenak konsumen mengenai sebuah merek, baik itu positif maupun
negatif.Ingatan terhadap sebuah merek dapat berupa atribut produk dan mamfaat yang
dirasakan oleh konsumen.

Keller dalam shimp et al (2000: 328) komponen yang terdapat dalam citra merek (brand
image) adalah asosiasi merek, dukungan, kekuatan, dan keunikan suatu merek. Menurut Kotler
(2005 :224) yaitu tentang proses pengambilan keputusan pembelian yang terdiri dari :

1. Pengenalan Masalah

2. Pencarian Informasi

3. Penilaian Alternatif

4. Keputusan Pembelian

5. Prilaku Pasca Pembelian

Dari semua komponen ini juga mempengaruhi kepada keputusan pembelian seseorang
terhadap suatu produk atau barang yang diawarkan.sehingga keputusan konsumen dapat
dipengaruhi oleh banyaknya faktor yang ada.

F. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas telah didapatkan beberapa kesimpulan mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan konsumen dalam pemilihan produk.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen tersebut, sebagai berikut :

1. Kebudayaan.

Kebudayaan ini sifatnya sangat luas, dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia.
Kebudayaan adalah simbul dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia,
diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam
masyarakat yang ada.

1. Kelas sosial.

Pembagian masyarakat ke dalam golongan/ kelompok berdasarkan pertimbangan tertentu,


misal tingkat pendapatan, macam perumahan, dan lokasi tempat tinggal.
1. Kelompok
referensi kecil. Kelompok ‘kecil’ di sekitar individu yang menjadi rujukan bagaimana
seseorang harus bersikap dan bertingkah laku, termasuk dalam tingkah laku pembelian,
misal kelompok keagamaan, kelompok kerja, kelompok pertemanan, dll.
2. Keluarga.
Lingkungan inti dimana seseorang hidup dan berkembang, terdiri dari ayah, ibu dan
anak. Dalam keluarga perlu dicermati pola perilaku pembelian yang menyangkut:
– Siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli.

- Siapa yang membuat keputusan untuk membeli.

- Siapa yang melakukan pembelian.

- Siapa pemakai produknya.

1. Pengalaman.
Berbagai informasi sebelumnya yang diperoleh seseorang yang akan mempengaruhi
perilaku selanjutnya.
2. Kepribadian
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukan
tanggapan untuk beringkah laku.
3. Sikap dan kepercayaan.

Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk
dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaan adalah keyakinan
seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya.

1. Konsep diri.

Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri, dan pada saat yang
sama ia mempunyai gambaran tentang diri orang lain.
G. Daftar Pustaka

Dzikra, Faira Medina . 2017. The Effect Of Brand Image Decisions To Purchase Silverqueen
Chocolate In PT. Kota Mas Permai Branches Pekanbaru (Study Cases Of Outlets Sellers In
Panam). STIE Riau

Gariswasita, Andhika. 2015. Pengarus Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada
Five Points Coffee Nad Chocolate Semarang). Universitas Dian Nuswantoro

Jelita, Ria Novalia dan Demak Claudia Yosephine Simanjuntak. 2020. Pengaruh Promosi Dan Kualitas
Produk Terhadap Keputusam Pembelian Produk Coklat Pada PT. Permata Niaga Medan.
Universitas Prima Indonesia

Kotler & Amstrong. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran (Jilid I). Jakarta: Erlangga.

Kotler & Amstrong. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran (Jilid II). Jakarta: Erlangga.

Sulistyawati, Eka. 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam
Keputusan Pembelian Produk Patung Kayu, Penelitian Program Pasca Sarjana, Universitas
Brawijaya.

Swastha, Basu dan Hani Handoko. 2011. Manajemen Pemasaran - Analisis Perilaku Konsumen. Edisi
ke Enam. BPFE. Yogyakarta

Zaelani, Abdul dan Lucky Hikmat Maulana. 2017. Pengaruh Celebrity Endorse Dan Pesan Iklan
Terhadap Keputusan Pembelian Ice Cream Walls Cornetti Disc Chocolate Di Kota Bogor.
Universitas Djuanda Bogor