Anda di halaman 1dari 3

NAMA : ANDI MAULINA

NIM : A031181329
MATA KULIAH : MANAJEMEN PAJAK

Ringkasan Materi Kuliah (RMK)


MATERI 12 – PEMERIKSAAN PAJAK

DEFENISI
Menurut ketentuan Pasal 1 ayat (24) UU No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata
Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 16 Tahun 2000 (UU KUP), disebutkan
bahwa yang dimaksud dengan pemeriksaan pajak adalah serangkaian kegiatan untuk mencari,
mengumpulkan, mengolah data dan/atau keterangan lainnya untuk menguji kepatuhan pemenuhan
kewajiban perpajakan dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan.

RUANG LINGKUP
Sesuai Pasal 3 ayat (1) PerMenKeu No. 199/PMK.03/2007, ruang lingkup pemeriksaan pajak
untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dapat meliputi satu, beberapa atau
seluruh jenis pajak, baik untuk satu atau beberapa masa pajak, bagian tahun pajak atau tahun pajak
dalam tahun-tahun lalu maupun tahun berjalan. Sedangkan ruang lingkup pemeriksaan pajak untuk
tujuan lain dapat meliputi penentuan, pencocokan atau pengumpulan materi yang berkaitan dengan
tujuan pemeriksaan.

PEDOMAN PEMERIKSAAN PAJAK


Pedoman pemeriksaan pajak adalah Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
199/PMK.03/2007 tanggal 28 Desember 2007 tentang Tata Cara Pemeriksaan Pajak, ketentuan
tersebut mengatur secara umum kebijakan dan pedoman pemeriksaan pajak. Dalam melaksanakan
pemeriksaan, pemeriksa pajak harus mengetahui pedoman pemeriksaan pajak yang meliputi 3 hal,
yaitu:
1. Pedoman Umum Pemeriksaan Pajak
2. Pedoman Pelaksanaan Pemeriksaan
3. Pedoman Laporan Pemeriksaan Pajak

NORMA PEMERIKSAAN PAJAK


Norma pemeriksaan pajak dibuat tidak lain dimaksudkan agar pemeriksa pajak dan Wajib Pajak
yang akan diperiksa masing-masing mengetahui hak dan kewajibannya dalam pemeriksaan serta
adanya kepastian hukum dalam rangka pelaksanaan undang-undang perpajakan. Norma pemeriksaan
dimaksud adalah sebagai berikut:
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : MANAJEMEN PAJAK

1. Norma Pemeriksaan Pemeriksa Pajak dalam rangka Pemeriksaan Lapangan.


2. Norma Pemeriksaan Pemeriksa Pajak dalam rangka Pemeriksaan Kantor
3. Norma Pemeriksaan Berkaitan dengan Pelaksanaan Pemeriksaan
4. Norma Pemeriksaan Berkaitan dengan Wajib Pajak

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN PAJAK


Dalam pelaksanaan pemeriksaan, Keputusan Menteri Keuangan No. 545/KMK.04/2000 juga
telah menetapkan adanya wewenang pemeriksa pajak, yaitu sebagai berikut:
1. Wewenang Pemeriksa Pajak dalam melakukan Pemeriksaan Lapangan
2. Wewenang Pemeriksa Pajak dalam melakukan Pemeriksaan Kantor

PENGERTIAN TINDAK PIDANA PAJAK


Pengertian tindak pidana pajak seringkali disebut dengan istilah ‘delik’. Kata delik berasal dari
bahasa Latin yaitu ‘delictum’ dan bahasa Belanda disebut ‘delict’. Sementara itu, dalam bahasa
Indonesia delik diartikan sebagai perbuatan yang dapat dikenakan hukuman karena merupakan
pelanggaran terhadap undang-undang.Dalam konteks hukum pajak, pengertian tindak pidana pajak
mempunyai arti suatu peristiwa atau tindakan melanggar hukum atau undang-undang pajak yang
dilakukan oleh seseorang yang tindakannya tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan oleh undang-
undang pajak telah dinyatakan sebagai suatu perbuatan pidana yang dapat dihukum.

PENUNTUTAN TINDAK PIDANA PAJAK


Penuntutan tindak pidana pajak merupakan rangkaian hukum berikutnya setelah proses hukum
berikutnya setelah proses hukum penyidikan berjalan tuntas. Proses penuntutan dalam tindak pidana
pajak adalah sama dengan tindak pidana umum lainnya. Setelah proses penyidikan pajak selesai
dilakukan, maka penyidik pajak akan menyampaikan hasil penyidikannya kepada penuntut umum.
Sesuai hukum acara pidana, penuntut umumlah yang menentukan kebijakan suatu penuntutan,
termasuk penuntutan tindak pidana di bidang perpajakan.

Dengan kata lain, penuntut umum yang menentukan apakah hasil penyidikan yang dilakukan
oleh penyidik pajak (Penyidik Pegawai Negeri Sipil/PPNS Ditjen Pajak) sudah lengkap atau belum.
Apabila penuntut umum belum menyatakan lengkap, maka penyidik pajak harus melengkapi berkas
penyidikannya.

Sesuai pasal 1 butir 6 KUHAP, penuntut umum adalah jaksa yang diberi wewenang oleh
undang-undang untuk melakukan penuntutan dan melaksanakan penetapan hakim. Jaksa adalah
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : MANAJEMEN PAJAK

pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk bertindak sebagai penuntut umum serta
melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Dengan demikian,
yang bertindak melakukan penuntutan tindak pidana perpajakan adalah jaksa yang diberi wewenang
oleh undang-undang. Pengertian penuntutan itu sendiri adalah tindakan penuntut umum untuk
melimpahkan perkara ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menurut cara yang diatur
dalam undang-undang dengan permintaan supaya diperiksa dan diputus oleh hakim di sidang
pengadilan.

Anda mungkin juga menyukai