Anda di halaman 1dari 6

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 2

Nama Mahasiswa : FERONIKA YULIBERTHA GULTOM

Nomor Induk Mahasiswa : 837529446


Kode/Nama Mata Kuliah : PDGK4104/Perspektif Pendidikan SD

Kode/Nama UPBJJ : 74 / UPBJJ MALANG


Masa Ujian : 2020/21.1(2020.2)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
1. Rancanglah sebuah kegiatan pembelajaran di sekolah dasar dengan cara belajar menemukan,
menyimak, meniru, merangkai, menghafal, mengamalkan, dan menganalisis untuk siswa
sekolah dasar!
JAWABAN :

KB 1: Bentuk – Bentuk Kegiatan Belajar Yang Biasa Dilakukan Siswa Sekolah Dasar
A. Belajar Menemukan Karakteristik belajar siswa SD dapat dilihat dari bentuk – bentuk kegiatan
belajar yang biasa dilakukan oleh siswa di SD tempat mereka belajar sehari – hari. Bentuk –
bentuk kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa SD diharapkan dapat mengembangkan
kemampuan siswa untuk belajar menemukan, menyimak, meniru, menghafal, merangkai,
mengamalkan, menganalisis, merespon, mengorganisasikan, mengambil keputusan, berlatih,
menghayati, dan mengamati. Kegiatan pengembangan masing – masing kemampuan belajar
pada siswa SD dapat dilakukan dengan berbagai cara, sesuai dengan karakteristik siswa dan
kreatifitas guru, sehingga dengan demikian diharapkan kemampuan belajar siswa SD dapat
berkembang secara maksimal. Untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam belajar
menemukan, guru dapat menerapkan metode discovery learning yang dikemukakan oleh
Bruner, selain itu dapat juga menggunakan metode eksperimen ( experimental method ).
B. B. Belajar Menyimak Pada kegiatan belajar menyimak, biasanya dilakukan pada mata pelajaran
Bahasa Indonesia melalui permainan katan dan pertanyaan. Sedangkan untuk
mengembangkan kemampuan belajar meniru, guru dapan menggunakan kegiatan bermain
peran mengenai pekerjaan / profesi yang ada di sekitar siswa. Contoh kegiatan belajar yang
dapat dilakukan oleh guru untuk belajar menyimak siswa adalah sebagai berikut:
a. Bermain dengan kata, dengan cara mengajak siswa bermain dengan bahasa, seperti
bercerita, membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena
dapat membantu siswa mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal – hal lainnya
dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya. Cara lain adalah dengan
melakukan permainan “kuda bisik”. Melalui permainan ini, siswa dituntut untuk
menyimak apa yang disampaikan oleh temannya untuk kemudian diteruskan
kepada teman yang lain.
b. Bermain dengan pertanyaan, misalnya, guru memancing keingintahuan dengan
berbagai pertanyaan. Setiap kali muncul jawaban, kejar dengan pertanyaan , hingga
didapatkan hasil yang paling akhir atau kesimpulan.
c. Bermain dengan gambar, misalnya membuar gambar, merancang, dan melihat
gambar, slide, video, atau film.
d. Bermain dengan musik, misalnya menggali informasi, melalui syair atau kata – kata
yang terdapat pada lagu tersebut.
C. Belajar Meniru Anak – anak merupakan pribadi yang sangat suka meniru ( modelling ) dari
lingkungan sekitarnya. Guru dan orang tua merupakan lingkungan yang paling dekat dengan
anak. Anak akan banyak sekali belajar melalui melihat, mengamati, menginternalisasi, hingga
meniru dalam bentuk perilaku, bahkan hingga perilaku hasil meniru itu menetap sebagai
suatu kebiasaan dan kegemaran. Oleh karena itu, sebagai guru hendaknya selalu memberi
contoh yang baik karena budaya meniru siswa tersebut. Siswa akan berperilaku sesuai dengan
apa yang biasa dilihatnya. Contohnya siswa bermain peran sabagai polisi lalu lintas, dokter,
guru, ibu rumah tangga sesuai dengan apa yang biasanya mereka lihat sehari – hari.
D. Belajar Menghafal Pada pengembangan kemampuan mengahafal, hendaknya siswa diberi bekal
pengetahuan dan berpikir logis serta sistematis, sehingga siswa tidak hanya berada pada
tingkatan ingatan dan pemahaman saja. Kecenderungan siswa belajar dengan metode
menghafal ini disebabkan oleh budaya yang terjadi di sekolah yang pada umumnya
didominasi oleh komunikasi satu arah, yaitu guru ke siswa dan kurang merangsang rasa ingin
tahu, prakarsa maupun individualisasi. Siswa menjadi penerima yang pasif. Walaupun
kurikulum Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) telah dicanangkan sebagai dasar strategi proses
belajar mengajar, namun dalam praktik di lapangan yang terjadi masih dalam pola siswa
Datang, Duduk, Dengar, Catat dan Hafal (D3CH) dan siswa tidak dibiasakan untuk belajar
secara aktif. Lambat laun siswa menjadi cenderung suka mencari gampangnya saja dalam
belajar. Hal ini akan terpola dalam banyak bentuk kebiasaan belajar, sehingga siswa
kehilangan sense oflearning atau kepekaan untuk belajar. Oleh karena itu, guru sebagai
pendidik harus membenahi metode belajar siswa. Disamping memberi bekal keterampilan
belajar, guru harus berusaha membiasakan siswa menggunakan metode berfikir logis dan
sistematis pada siswa dalam belajarnya.
E. Belajar Merangkai Untuk meningkatkan kemampuan merangkai , guru dapat menggunakan
permainan aneka jenis binatang dengan karakteristiknya. Sedangkan untuk mengembangkan
kemampuan mengamalkan, biasanya diterapkan pada mata pelajaran PPKn dan Agama
karena pada mata pelajaran tersebut siswa diajarkan tentang nilai – nilai moral dan
pengalamannya dalam kehidupan sehari – hari.
F. Belajar Mengamalkan Kegiatan belajar mengamalkan biasanya erat kaitannya dengan mata
pelajaran PPKn dan Agama, karena pada mata pelajaran tersebut anak diajarkan tentang nilai
– nilai moral dan perilaku yang hendaknya ditampilkan pada saat mereka bersosialisasi di
masyarakat. Contohnya pada saat mempelajari tentang sikap saling hormat – menghormati
antara penganut agama yang satu dengan yang lain, siswa diajak untuk menanamkan nilai
yang terkandung dari pelajaran tersebut dalam kehidupannya sehari – hari dengan cara
menghormati teman yang sedang berpuasa, memberi selamat hari raya kepada teman yang
sedang merayakan hari besar agamanya, dan lain –lain. G. Belajar Menganalisis Kegiatan
yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengembangkan kemampuan belajar menganalisis
pada siswa SD adalah dengan menggunakan permainan teka –teki atau tebak – tebakan,
sehingga anak terbiasa menganalisis suatu permasalahan berdasarkan informasi yang tersedia
dan mencari jawabannya. Manfaat dari permainan teka – teki ini adalah:
1. Mengasah daya ingat
2. Belahar klarifikasi
3. Mengembangkan kemampuan analisis
4. Menghibur
G. Belajar Merespon Respon merupakan tanggapan yang diberikan oleh seseorang sebagai reaksi
dari suatu tetentu. Contoh kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan merespon bagi
siswa SD adalah dengan memberikan pertanyaan – pertanyaan seputar peristiwa yang terjadi
di sekitarnya. Misalnya bagaimana respon/tanggapan yang diberikan siswa apabila temannya
sedang ditimpa musibah banjir, gempa bumi, atau tanah longsor.
H. Belajar Mengorganisasikan Belajar mengorganisasikan disini sesuai dengan teori belajar
humanistik yang dikemukakan Carl Rogers. Menurut Rogers yang penting dalam proses
pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran,
yaitu: 1. Manusia memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar 2. Siswa akan mempelajari
hal – hal yang bermakna bagi dirinya 3. Pengorganisasian bahan pengajaran berarti
mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siwa. Belajar yang
bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses. Dalam rangka
mengembangkan kemampuan mengorganisasikan, guru dapat membiasakan siswa berpikir
dalam bentuk skema, kemudian mengorganisasikan informasi atau pengetahuan yang
diperolehnya ke dalam pemikirannyamasing – masing. Pengembangan mengorganisasikan ini
sesuai dengan teori humanistik yang dikemukakan oleh Rogers.
I. Belajar Mengambil Keputusan Pengembangan kemampuan untuk mengambil keputusan dapat
dilakukan dengan metode problem solving atau pemecahan masalah. Sementara untuk
mengembangkan kemampuan berlatih, guru dapat menggunakan metode bermain peran
dengan cara mengajak siswa untuk praktik jual beli di warung sekolah.
J. Berlatih Untuk membiasakan anak berlatih melakukan kegiatan sehari –hari, guru dapat
mengadakan kegiatan bermain peran, misalnya melakukan transaksi jual beli, seperti yang
diterapkan di sekolah alam Ar-Ridho dalam pembelajaran matematika. Contoh lainnya adalah
seorang guru melakukan praktik mengajar mata pelajaran IPS di SDN Kalisalak II Kebasen dan
SD Gombong V, Kebumen. Salah satub kegiatannya adalah siswa diajak ke warung deket
sekolah, dengan menanyakan berbagai jenis barang, harga beli dan harga jual.
K. Belajar Menghayati Kegiatan belajar menghayati biasanya dilakukan pada saat mengajarkan
mata pelajaran kesenian. Pada mata pelajaran ini, siswa diajarkan bagaimana menghayati
suatu peran (drama) dan menghayati sebuah lagu, sehingga dengan melakukan penghayatan
tersebut, siswa dapat memahami karakter atau sifat dari tokoh yang diperankan atau makna
yang terkandung dari sebuah lagu. M. Belajar Mengamati Untuk membelajarkan anak tentang
kemampuan mengamati, contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah mengajak anak untuk
mengenal ekosistem perairan laut yang memilki keanekaragaman hayati tinggi, yang menjadi
sumber pangan, mineral, penghasilan, dan bibit budi daya serta berfungsi menyerap karbon
dari udara. Kegiatan ini diterapkan dengan metode Edutainment (edukasi dan entertainment)
seperti yang dilakukan oleh Gelanggang Samudra Ancol.

Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto


2. Tujuan dari program bimbingan dan konseling di SD adalah memberikan kemudahan belajar
untuk anak usia SD. Tentunya pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SD ini
sangatlah diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik antara guru dengan orangtua siswa.
Menurut pendapatmu, bagaimana cara pelaksanaan program bimbingan di SD yang melibatkan
peran orangtua siswa?
JAWABAN :
 orang tua atau wali murid dapat mengantarkan atau menjemput siswa/ anak mereka untuk
pulang ke rumah dan pada saat menunggu anak nya mereka dapat ber interaksi dengan
guru / walikelas yang tahu keseharian anak dalam kelas ataupun orang tua wali yang lainnya
 bimbingan harus dilakukan secara terencana , dan perlu dirumuskan tentang tujuan ,a ktivitas
metode dan penelitian keberhasilan dalam bimbingan

3. Pelaksanaan pendidikan di sekolah dasar sering kali ditemukan kemajemukkan dan keunikan
maasing-masing anak usia SD, salah satu keunikkan yang sering ditemui yaitu anak berbakat.
Rancanglah desain model layanan bimbingan untuk anak berbakat di sekolah dasar!
JAWABAN :
Ada 2 jenis yaitu Adaptasi lingkungan dan adaptasi program
1. Adaptsi lingkungan berupa :
 Kelas pengayaan
 Guru konsultan
 Ruangan Sumbr belajar
 Studi mandiri
 Keas khusus
2. Adapatasi Program berupa :
 Melalui percepatan / akselerasi
 Melalui pengayaan
 Pencanggihan materi pelajaran
 Pembaruan
 Modifiaksi kurikulum sebagai alternatif

4. Ratna adalah seorang ibu yang berlatar belakang pendidikan sarjana pertanian dan memiliki
lima orang anak kandung. Seiring berjalannya waktu, Bu Ratna memutuskan untuk membangun
sekolah dasar swasta dan menjadi salah satu pengajar di sekolah dasar tersebut. Coba saudara
analisis profil kompetensi guru SD apa yang tidak dimiliki bu Ratna!
JAWABAN :
Profil Kompetensi guru SD yang tidak dimiliki oleh Bu Ratna yaitu :
1) Belum memiliki / menguasai subtansi dan metodelogi dasar keilmuan 5 pembelajaran SD/MI
2) Belum memiliki / mampu mengembangkan substasni dan metodelogi dasar keilmuan 5 mata
pelajaran SD/MI
Karna bu Ratna Lulusan Sarjana Pertanian bukan Sarjana Ilmu pendidikan

5. Kurikulum merupakan perangkat rencana, tujuan, materi dan bahkan cara mengajar yang
digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pendidikan di sekolah. Tentunya pengembangan
kurikulum ini memiliki prinsip-prinsip yang harus dipenuhi. Uraikanlah prinsip-prinsip
pengembangan kurikulum di sekolah dasar!
JAWABAN :
Sukmadinata mengemukakan empat prinsip pengembangan kurikulum yaitu relevansi, fleksibilitas,
efisiensi, efektivitas, dan prinsip berkesinambungan.
1.      Prinsip Relevansi
Prinsip relevansi sesuai dengan arti katanya prinsip ini menuntut kurikulum sesuai dengan
tuntutan dan kebutuhan perkembangan peserta didik dan perkembangan masyarakat berkenaan
dengan tuntutan dan kebutuhan perkembangan peserta didik kurikulum SD dituntut untuk sesuai
dengan tugas perkembangan peserta didik usia SD serta sesuai dengan proses belajar peserta
didik SD sementara itu berkenaan dengan tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat
kurikulum juga harus mampu mempersiapkan peserta didik untuk dapat mengikuti dan
beradaptasi dengan perkembangan masyarakat

2.      Prinsip Efektivitas
Prinsip efektivitas prinsip efektivitas dalam pengembangan kurikulum mengacu pada sejauh
mana kurikulum yang dirancang dapat diimplementasikan atau dilaksanakan dan dicapai di
sekolah.
3.      Prinsip Efisiensi
Makna efisiensi secara umum makna efisiensi berkenaan dengan penggunaan sumber daya
dalam rangka pencapaian tujuan dan menerapkan prinsip ini dalam pengembangan kurikulum
kurikulum yang dirancang dapat dilaksanakan dengan lancar dan optimal.
4.      Prinsip Fleksibilitas
Prinsip fleksibilitas penerapan prinsip fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum menurut
kurikulum dapat disesuaikan dengan kondisi dan situasi sekolah tempat kurikulum
diimplementasikan.
5.      Prinsip berkesinambungan
Prinsip berkesinambungan prinsip ini didasarkan pada pandangan bahwa perkembangan dan
proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. Oleh karena itu kurikulum yang
dikembangkan neneknya berkesinambungan antara 1 tingkatan kelas dengan kelas berikutnya
antara suatu jenjang pendidikan dengan jenjang pendidikan berikutnya.

Anda mungkin juga menyukai