Anda di halaman 1dari 3

Tugas 1

Pemasaran Jasa EKMA4568.08


Slamet Budiarto
S1 Manajemen
030328993
UPBJJ-Malang

1. Jelaskan karakteristik jasa dan implikasinya terhadap pemasaran!


2. Jelakan dampak perubahan kekuatan politik, ekonomi, sosial, budaya dan teknologi
terhadap peningkatan bisnis jasa!
3. Jelaskan 3 tahapan proses konsumsi jasa menurut Lovelock dan Writz (2014)! Dan
berikan contoh!
4. Jelaskan keterkaitan antara Positioning-Branding-differensiasi jika diaplikasikan pada
kasus perusahaan misal hotel Santika
5. Jelaskan dimensi-dimensi inovasi yang jasa yang diperhatikan oleh penyedia jasa dan
berikan contohnya!

Jawaban

1. Keunikan karakteristik jasa dibandingkan produk terletak pada sifat, yaitu ;


 Tidak berwujud, artinya tidak seperti produk fisik, jasa tidak tidak dapat dilihat,
dirasakan, disentuh diraba, didengar seperti yang dirasakan suatu produk.
Implikasi : jasa tidak dapat disimpan, jasa tidak dapat dengan mudah dipatenkan,
jasa tidak bisa selalu dipamerkan atau dikomunikasikan, dan penetapan harga sulit
dilakukan.
 Tidak terpisahkan, jika pada produk fisik aktivitas produksi dan konsumsi
dilakukan terpisah, maka pada produk jasa umumnya produksi dan konsumsi
dilakukan bersamaan, artinya baik penyedia jasa dan konsumen menjadi bagian
dari produksi.
Implikasi ; konsume saling mempengaruhi, karyawan mempengaruhi outcome
jasa, produksi masal sulit dilakukan.
 Bervariasi, hal ini disebabkan karena kualitas jasa tergantung pada siapa yang
menyediakan , kapan, dimana dan kepada siapa.
Implikasi ; tindakan konsumen mempengaruhi hasil jasa dan kepuasan, kualitas
jasa bergantung pada sejumlah faktor yang tidak bisa dikontrol
 Dapat musnah, yaitu jasa tidak dapat disimpan dan tidak tahan lama,
dikembalikan dan dijual.
Implikasi ; kesulitan sinkronisai permintaan dan penawaran, jasa tidak dapat
ditukar, dijual dan disimpan
2. Dampak pada bisnis jasa karena ;
 Politik
Regulasi pemerintah sangat berpengaruh terhadap sektor jasa. Berbagai ketentuan
pemerintah seperti peraturan, penentuan produk, atribut, prosedur, inspeksi,
geografi dan program standar harus diikuti pleh pelaku bisnis.
 Ekonomi
Tingginya inflasi berdampak penurunan daya beli masyarakat dan menurunnya
pengeluaran konsumen untuk membeli barang/jasa. Perusahaan jasa perlu
mencermati lingkungan ekonom yang sangat dinamis karena berdampak pada
perubahan perilaku konsumen dan pesaing.
 Sosial budaya
Meningkatnya populasi lansia, pertumbuhan dual income family,dan
meningkatnya jumlah wanita pekerja adalah keadaan sosial yang sangat
berpengaruh bagi perkembangan industri jasa.
 Teknologi
Teknologi berbasis komputer yang mengalami kemajuan pesat mendorong secara
dramatis komunikasi bisnis dan mempercepat pengambilan keputusan.
Produktivitas dapat ditingkatkan sebab waktu yang dapat dihemat untuk
menunggu dokumen dan kecepatan informasi. Teknoloni secara mudah dapat
digunakan untuk memonitoring dan mengavaluasi keadaan pasar terutama
perubahan pada konsumen.

3. Konsumsi jasa dibagi menjadi 3 tahap, yaitu ;


 Tahap pra-pembelian, tahap ini diawali dengan timbulnya kebutuhan, kesadaran
pelanggan otensial akan suatu kebutuhan, dilanjutkan dengan pencarian informasi
dan evaluasi sejumlah alternatif untuk memutuskan apakah pelanggan akan
membeli suatu layanan.
 Transaksi interaksi jasa, yaitu setelah mengambil keputusan pembelian,
pelanggan melangkah ke tahap inti dari pengalaman layanan inti.
 Pasca transaksi interaksi jasa, pada tahap ini pelanggan menilai kinerja layanan
yang telah mereka alami dan membandingkan dengan ekspektasi mereka
sebelumnya.

4. Pendekatan PDB (Positioning, Differentiation dan Brand) yang merupakan inti dari
Marketing dan di Indonesia konsep tersebut dipopulerkan oleh Tokoh Marketing kelas
dunia asal Surabaya yaitu Pak Hermawan Kartajaya. Positioning adalah bagaimana suatu
produk, merek atau perusahaan diposisikan di benak kita (konsumen) dan berikutnya
Differentiation adalah bagaimana produk tersebut memiliki perbedaan – perbedaan untuk
mendukung terbangunnya positioning yang kokoh, setelah itu barulah akan terbangun
Brand Yang Strong dan Powerful.
Hotel Santika sukses memiliki Positioning sebagai hotel yang nyeni dan unik karena
secara konsisten menciptakan perbedaan-perbedaan (Differentition) dalam banyak hal
untuk mendukung positioningnya tersebut dan menjadikan Hotel Santika sebagai Brand
yang powerful.
5. Terdapat lima variabel/dimensi utama yang disusun sesuai dengan urutan tingkat
kepentingan relatifnya, yaitu :
 Reliabilitas (rebility), berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk
memberikan pelayanan yang akurat sejak pertama kali tanpa membuat kesalahan
apapun dan menyampaikan jasanya sesuai dengan waktu yang disepakati.
 Daya tanggap (responssiveness), berkenaan dengan kesediaan dan kemampuan
para karyawan untuk membantu para pelanggan dan merespons permintaan
mereka, serta menginformasikan kapan jasa akan diberikan dan kemudian
memberikan jasa secara cepat.
 Jaminan (assurance), yakni perilaku para karyawan mampu menumbuhkan
kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan dan perusahaan bisa menciptakan
rasa aman bagi para pelanggannya. Jaminan juga berarti bahwa para karyawan
selalu bersikap sopan dan menguasai pengetahuan dan keterampilan yang
dibutuhkan untuk menangani setiap pertanyaan atau masalah pelanggan.
 Empati (empathy), berarti perusahaan memahami masalah para pelanggannya
dan bertindak demi kepentingan pelanggan, serta memberikan perhatian personal
kepada para pelanggan dan memiliki jam operasi yang nyaman.
 Bukti fisik (tangibles), berkenaan dengan daya tarik fasilitas fisik, perlengkapan,
dan material yang digunakan perusahaan, serta penampilan karyawan.

Anda mungkin juga menyukai