Anda di halaman 1dari 5

NAMA : RESTU ARIMBI

NIM : 825852844
SEMESTER :7
TUGAS :3
MATA KULIAH : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DI SD

1. Buatlah bagan hubungan antara mendengarkan (menyimak), berbicara, membaca, dan


menulis merupakan 4 aspek keterampilan berbahasa yang saling berkaitan! Berikan
penjelasan makna bagan yang Anda buat! 
Jawab:

Mendengarka
n

Menulis Keterampilan Berbicara

Berbahasa

Membaca

Mendengarkan, menulis, membaca dan berbicara Merupakan satu kesatuanyang tidak dapat
dipisahkan.
Hubungan antara Menyimak dan Berbicara
- keduanya merupakan kegiatan komunikasi tatap muka langsung dua arah
- ujaran biasanya dipelajari melalui menyimak dan meniru (imitasi)
- kata-kata anak biasanya ditentukan oleh stimulan yang ditemui (misal kehidupan desa tau
kota)
- ujaran anak mencerminkan pemakaian bahasa disekitarnya baik di rumah, sekolah atau
lingkungan masyarakat
- anak dapat memahami kalimat lebih panjang dan rumit daripada kalimat yang
diucapkannya
- meningkatkan menyimak berarti meningkatkan kualitas keterampilan berbicara
- ujaran anak baik dan benar bila terbiasa menyimak ujaran yang baik dan benar
- berbicara dengan alat peraga membantu penyimak menangkap informasi
Hubungan antara Menyimak dan Membaca
- Keduanya merupakan alat untuk menerima komunikasi
- Perbedaan keduanya, menyimak menerima informasi dari sumber lisan, membaca dari
sumber tertulis
- Keterampilan menyimak mempengaruhi keberhasilan membaca efektif
- Pengajaran membaca disampaikan oleh guru secara lisan
- Anak yang kesulitan membaca lebih banyak belajar dengan menyimak
- Menyimak pemahaman lebih mudah diikuti oleh anak daripada membaca pemahaman
- Anak membutuhkan bimbingan dalam menyimak
- Kosakata simak yang terbatas berkaitan dengan kesukaran membaca
- Ada korelasi antara kosakata baca dan kosakata simak
- Pendengaran yang kurang baik merupakan salahsatu penyebab ketidakpahaman dalam
membaca
- Menyimak sesuatu secara mendadak tidak lebih baik daripada membaca
- Terdapat hubungan antara tujuan menyimak dan kegiatan membaca
Hubungan antara Menyimak dan Menulis
- Bahan informasi yang digunakan dalam menulis didapatkan melalui kegiatan menyimak.
- Menyimak dapat menimbulkan kreatifitas menulis
- Dengan melakukan kegiatan menyimak dengan baik maka seseorang akan memiliki
pengetahuan yang luas sehingga dengan mudah penyimak dapat menulis dengan baik
- Keterampilan menulis mendorong seseorang untuk menggunakan kaidah berfikir dalam
kegiatan menyimak
Hubungan antara Berbicara dan Membaca
- Performansi atau penampilanmembaca berbeda dengan kecakapan bahasa lisan
- Ujaran tunaaksara/buta huruf dapat mengganggu pelajaran membaca bagi anak
- Ujaran membentuk suatu dasar bagi pembelajaran membaca dan membaca membantu
meningkatkan bahasa lisan
- Kosakata khusus mengenai bahan bacaan perlu dipahami sebelum memulai aktifitas
membaca
Hubungan antara Berbicara dan Menulis
- Keduanya merupakan alat untuk mengekspresikan makna
- Ujaran merupakan dasar bagi ekspresi tulis
- Diskusi dapat dilakukan sebelum seseorang menulis tentang topik yang belum
dikuasainya
- Ekspresi tulis lebih terstruktur, tetap, dan jelas dibandingkan ekspresi lisan
- Membuat catatan dan bagan atau kerangka ide yang akan disampaikan dalam suatu
pembicaraan akan membantu seseorang dalam mengutarakan idenya kepada pendengar
Hubungan antara Membaca dan Menulis
Hubungan antara membaca dan menulis yaitu membaca adalah merupakan proses awal yang
melatih dan meningkatkan keterampilan bahasa lisan sehingga mampu mengembangkan
keterampilan bahasa tulis dalam bentuk karya sastra.  Secara garis besar hubungan antara
membaca dan menulis adalah sebagai berikut :
- Menulis adalah kegiatan menyampaikan gagasan, pesan, informasi, sedangkan membaca
adalah kegiatan memahami gagasan, perasaan, informasi dalam tulisan
- Sebelum menulis, seringkali penulis melakukan aktifitas membaca
- Dalam kegiatan membaca, seringkali pembaca menulis atau membuat catatan, bagan,
rangkuman, atau komentar
- Seringkali kita menulis apa yang kita baca dan membaca apa yang kita tulis

2. Apa yang dimaksud dengan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa? 


Jawab:
Pendekatan komunikatif adalah pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang
menekankan pada kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dalam situasi keseharian.
Pembelajaran bahasa yang bertujuan agar siswa mampu berkomunikasi menggunakan
bahasa target memiliki faktor-faktor penentu komunikasi yang perlu diperhatikan. Faktor-
faktor tersebut meliputi siapa berbicara dengan siapa, tujuan, tempat, waktu, konteks
kebudayaan dan suasana, jalur dan media, peristiwa berbahasa.
3. Jelaskan perbedaan disertai contoh antara menyimak ekstensif dan menyimak intensif! 
Jawab:
Menyimak ekstensif  ialah proses menyimak yang dilakukan hanya karena kebetulan
dan tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh dan biasanya terjadi dalam kehidupan
sehari-hari, seperti: menyimak radio, televisi, percakapan orang, pengumuman, dan
sebagainya. Sedangkan menyimak intensif  adalah kegiatan menyimak yang  dilakukan
dengan sungguh-sungguh dan penuh konsentrasi untuk menangkap makna dan informasi
yang dikehendaki, dan terjadi tidak dengan kebetulan melainkan keinginan sendiri untuk
menyimak. 
Menyimak ekstensif meliputi:
Menyimak Sosial, Contoh : Seorang anak jawa menyimak nasehat neneknya dengan
sikap dan bahasa yang santun.
Menyimak Sekunder, Contoh : Jika seorang pembelajar sedang membaca di kamar, ia
juga dapat mendengarkan percakapan orang lain, suara siaran radio, suara televisi dan
sebagainya, suara tersebut sempat terdengar oleh pembelajar tersebut.
Menyimak Estetik, Contoh : Menyimak pembaca puisi, rekaman drama, cerita, syair lagu,
dan sebagainya.
Menyimak Pasif, Contoh : Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mendengarkan
Bahasa Daerah, setelah itu dalam masa dua atau tiga tahun ia sudah mahir memahami
pesan dalam Bahasa Daerah tersebut.
Menyimak intensif meliputi:
Menyimak Kritis, Contoh: Orang yang menghadiri seminar akan memberikan tanggapan
terhadap isi seminar.
Menyimak Konsentratif, Contoh: Saat mahasiswa melaksanankan tes toefl sesi
listening,ia melakukan simak konsentratif agar dapat memahami maksud sang pembicara
dengan tepat.
Menyimak Kreatif, Contoh: Menyimak pembacaan puisi,cerpen,drama,film,lawak,dsb.
Menyimak Eksploratif, Contoh: Pak Nadus membaca surat kabar pos Kupang dengan
penuh perhatian untuk mencari informasi tentang Pemerkosaan anak SMP 5 Kota
Kupang.
Menyimak Introgatif, Contoh: Seseorang yang di introgasi oleh Polisi karena telah
melakukan kejahatan.
Menyimak Selektif, Contoh: Menyimak acara televisi dan memilah-milah mana yang
boleh di tonton oleh anak kecil dan mana yang di larang.

4. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis berbicara beserta contohnya (lingkupnya). 


Jawab:
Keterampilan berbicara memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan situasi,
tujuan, metode penyampaian, jumlah penyimak dan peristiwa khsus. Akan tetapi pada
umumnya jenis-jenis berbicara yaitu, wawancara, diskusi, pidato, dan debat. Berbicara
sebagai semi menekankan penerapannya sebagai komunikasi dalam masyarakat, dan
yang menjadi perhatiannya yaitu, berbicara dimuka umum, diskusi kelompok, debat.
Keraf dalam Saddhono & Slamet (2014:55), mengungkapkan bahwa jenisjenis berbicara
ada tiga macam, yaitu persuasif, instruktif, dan rekreatif. Jenis-jenis berbicara tersebut
menghendaki reaksi dari para pendengar yang beraneka. Berbicara persuasif
menghendaki reaksi dari para pendengar untuk mendapatkan inspirasi atau
membangkitkan emosi; untuk mendapatkan persesuaian pendapat, intelektual, dan
keyakinan; untuk mendapatkan tindakan atau perbuatan tertentu dari pendengar
(bertindak). Berbicara instruktif menghendaki reaksi dari pendengar berupa pengertian
yang tepat. Sedangkan berbicara rekreatif menghendaki reaksi dari pendengar berupa
minat dan kegembiraan. Macam berbicara dibedakan berdasarkan situasi, tujuan, metode
penyampaian, jumlah penyimak dan peristiwa khusus. Selain itu Pada pembelajaran
keterampilan berbicara, terdapat berbagai kegiatan, antara lain: bercerita berdasar
gambar, berbicara berdasarkan rangsang suara, wawancara, diskusi, pidato, dan debat
(Chotimah, 2017)