Anda di halaman 1dari 5

Jenis-jenis Usaha Jasa Profesi dan

Profesionalisme
Dalam kehidupan sehari-hari, Anda tentu tidak asing lagi dengan usaha di bidang
jasa. Misalnya usaha jasa perjalanan wisata. Usaha jasa tersebut membantu
seseorang atau instansi untuk mewujudkan perjalanan ke suatu tempat yang
belum pernah dikunjungi. Usaha bidang jasa juga dapat berupa konsultan yang
dijalankan seseorang berdasarkan bidang keahliannya. Seseorang yang
menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam
bidang yang dijalaninya serta menerima gaji sebagai upah atas jasanya disebut
profesional.

Apakah Anda tahu jasa itu sendiri? Secara umum, jasa adalah pemberian suatu
kinerja atau tindakan tak kasat mata dari suatu pihak kepada pihak lain. Pada
umumnya jasa produksi dan di konsumsi secara bersamaan, dimana interaksi
antara pemberi jasa dan penerima jasa memengaruhi hasil jasa tersebut. Dalan
pengertian yang lain, jasa adalah kegiatan yang dapat diidentifikasikan, yang
bersifat tak teraba, yang direncanakan untuk pemenuhan kepuasan konsumen.
Jasa dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang diproduksi dan dikonsumsi secara
simultan. Jadi, jasa tidak pernah ada dan hasilnya dapat dilihat setelah terjadi.

Banyak hal yang terjadi di sekitar Anda, salah satunya sebuah kegiatan yang
dilakukan oleh seseorang. Profesi dan profesionalisme diantaranya, profesi dalam
bahasa inggris yaitu Profession atau bahasa latin Profecus yang berarti mengakui,
pengakuan, menyatakan mampu, atau ahli dalam melaksanakan pekerjaan
tertentu. Secara terminologi, profesi dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan yang
mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada
pekerjaan mental. Profesi juga sebagai pekerjaan yang membutuhkan pelatihan
dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya
memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus
untuk bidang profesi tersebut. Contohnya profesi dalam bidang hukum,
kedokteran, keuangan, militer, teknik, desainer dan tenaga pendidik.

Sedangkan untuk profesionalisme sendiri adalah komitmen para profesional


terhadap profesinya. Komitmen tersebut ditunjukan dengan kebanggaan dirinya
sebagai tenaga profesional, usaha terus-menerus untuk mengembangkan
kemampuan profesional dan seterusnya. Selain itu, profesionalisme juga dapat
diartikan sebagai kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik
dan benar juga komitmen dari para anggota dari sebuah profesi untuk
meningkatkan kemampuan dari seorang karyawan. Nah pada uraian di bawah ini
Anda bisa lihat jenis-jenis usaha jasa profesi dan profesionalisme yang bisa
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

6 Jenis Usaha Jasa Profesi dan Profesionalisme

Berikut beberapa contoh usaha jasa profesi dan profesionalisme.

1. Software Engineer

Seorang software engineer memerlukan keahlian lebih mendalam dalam hal SDLC
(Software Development Life Cycle), yaitu seluruh proses yang harus dijalani dalam
pengembangan software. Pada level tertentu, seorang software egineer juga harus
menguasai menejemen proyek software development. Untuk itulah para ahli dalam
bidang software egineering menyusun berbagai metodologi untuk mengoptimalkan
software development process agar dapat menghasilkan produk software yang
sesuai dengan tuntunan perkembangan zaman. Keahlian unik seorang software
engineer adalah kemampuan untuk merekomendasikan dan menerapkan
metodologi software development terbaik dalam sebuah proyek.
2. Akuntan Publik

Akuntan publik adalah seorang akuntan yang mendapatkan izin dari Menteri
Keuangan guna memberikan layanan jasa akuntan publik di Indonesia. Ketentuan
ini telah diatur dalam UU No. 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan juga
Permenkeu No. 17/PMK01/2008 mengenai Jasa Akuntan Publik.

Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa
assurance, jasa atestasi, dan jasa nonassurance. Jasa assurance adalah jasa
profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil
keputusan. Jasa atestasi terdiri dari audit, pemerikasaan (examination), review, dan
prosedur yang disepakati (agreed upon procedure). Jasa atestasi adalah suatu
peryataan pendapat, pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang
apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material, dengan kriteria
yang telah ditetapkan. Sedangkan jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan
oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat,
keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Contoh jasa
nonassurance yang dihasilkan okeh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi,
jasa perpajakan, dan jasa konsultasi.

3. Arsitek

Arsitek adlah seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau ahli
lingkungan binaan (sebuah perancang skema atau rencana). Dalam penerapan
profesi ini, arsitek berperan sebagai pendamping, atau wakil dari pemberi tugas
(pemilik bangunan). Arsitek harus mengawasi agar pelaksanaan di lapangan/proyek
sesuai dengan bestek dan perjanjian yang telah dibuat. Dalam proyek yang besar,
arsitek berperan sebagai direksi dan memiliki hak untuk mengontrol pekerjaan
yang dilakukan kontraktor. Bilamana terjadi penyimpangan di lapangan, maka
arsitek berhak menghentikan, memerintahkan perbaikan atau membongkar bagian
yang tidak memenuhi persyaratan yang disepakati.
4. Dokter

Dokter merupakan seorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan


orang-orang sakit dengan pendidikan dan pelatihan khusus dan mempunyai gelar
dalam bidang kedokteran. Tugas seorang dokter melakukan pemerikasaan pada
pasien untuk mendiagnosis penyakit pasien secara cepat dan memberikan tetapi
secara cepat dan tepat.

Etika  profesi kedokteran merupakan kesadaran dan pedoman yang mengatur


prinsip-prinsip moral dan etik dalam melaksanakan kegiatan profesi kedokteran,
sehingga mutu dan kualitas profesi kedokteran merupakan dalam hubungan
dengan pasien, keluarga, masyarakat, teman sejawat, dan mitra kerja.

5. Konsultan

Konsultan (istilah alternatif: pakar runding) adalah seorang tenaga profesional yang
menyediakan jasa kepenasihatan (consultancy service) dalam bidang keahlian
tertentu, misalnya akuntansi, pajak, lingkungan, biologi, hukum, koperasi dan lain-
lain. Perbedaan antara seorang konsultan dengan ahli biasa adalah sang konsultan
bukan merupakan pegawai perusahaan sang penggunalayan (client), melainkan
seseorang yang menjalankan usahanya sendiri atau bekerja di sebuah perusahaan
kepenasihatan, serta berurusan dengan berbagai penggunalayan dalam satu
waktu.

6. Guru

Guru merupakan seseorang yang memberi ilmu. Menjadi seorang guru dituntut
suatu keahlian mengajar, mengelola kelas, dan merancang pengajaran. Denga kata
lain dapat diartikan, Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia
dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal.
Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru
dapat juga dianggap seorang guru.

Uraian diatas merupakan ulasan singkat mengenai jenis usaha profesi dan
profeisonalisme yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu diharapkan
Anda dapat memahami dan menerapkan berbagai jenis usaha jasa tersebut
dengan sepenuhnya. Demikian, semoga uraian ini bermanfaat bagi Anda semua.