Anda di halaman 1dari 10

Tugas 3

Mata Kuliah : Psikologi Sosial


Nama : MUNTASIR
NIM : 030693539

1. Jelaskan cara - cara penanganan konflik antar kelompok, lalu bagaimana cara yang efektif
dalam menangani konflik ras, agama dll yang sering terjadi antar kelompok atau suku di
Indonesia.
Jawaban
Konflik antar kelompok adalah pertentangan yang terjadi antara dua kelompok atau lebih
yang disebabkan oleh kepentingan yang sama. Penyebab konflik dapat berasal dari faktor
internal dan eksternal kelompok. Konflik antar kelompok memiliki dampak bagi
kelompok, baik yang menang maupun kalah. Bagi yang menang dapat meningkatkan
loyalitas dan identitas sosial dan bagi yang kalah dapat menimbulkan perpecahan dalam
kelompok. Ada tiga cara penanganan konflik antar kelompok sebagai berikut :
a. Konsiliasi
Konsilisasi adalah sebagai bentuk pengendalian konflik yang dilakukan melalui
lembaga-lembaga tertentu untuk memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan
yang adil di antara pihak-pihak yang bertikai
b. Mediasi
Mediasi dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk
pihak ketiga sebagai mediator. Pihak ketiga ini akan memberikan pendapatnya
mengenai cara terbaik dalam menyelesaikan konflik mereka.
c. Abitrasi
Abitrasi dilakukan apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat untuk
menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan
keputusan terbaik untuk menyelesaikan konflik.
Sedangkan Georg Simmel menyatakan bahwa ada cara lain yang dapat digunakan
dalam upaya menyelesaikan konflik, yakni:
 Kemenangan suatu pihak atas pihak lain.
 Kompromi atau perundingan di antara pihak-pihak yang bertikai, sehingga tidak ada
pihak yang sepenuhnya menang dan tidak ada pihak yang merasa kalah. Contohnya,
perundingan di Helsinki, Finlandia yang menyelesaikan masalah GAM (Gerakan
Aceh Merdeka) dengan Republik Indonesia. Di perundingan tersebut, mencapai
kesepatakan bahwa Nangroe Aceh Darussalam masih menjadi bagian dari Republik
Indonesia.
 Rekonsiliasi antara pihak-pihak yang bertikai. Hal ini akan mengembalikan rasa
saling percaya di antara pihak-pihak yang bertikai tersebut. Contohnya dalam
penyelesaian konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia mengenai kepulauan
Sipadan dan Ligitan.
 Saling memaafkan satu pihak dengan pihak yang lain.
 Kesepakatan untuk tidak berkonflik.
Sumber : https://blog.ruangguru.com/cara-mengatasi-konflik-di-masyarakat

Sedangkan cara menangani konflik Sara adalah sebagai berikut :


a. Mengendalikan Emosi
Ketika kita mendengar orang menghina kita atau sesuatu yang berhubungan erat
dengan kita, seringkali kita merasa tersinggung. Oleh sebab itu, kita harus berusaha
mengendalikan emosi. Jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, namun
dengan kebaikan. Pada waktu diejek, jangan mengutuk, memukul, menampar,
menonjok, mengeluarkan kata-kata kotor, dan sebagainya. Hal pertama yang harus
dilakukan ketika perasaan kita dicampur aduk oleh orang yang menyebalkan adalah
menenangkan hati. Setelah itu berdoa mohon kesabaran dari Tuhan, menasihati orang
kejam itu secara sopan, dan mendoakan orang tersebut agar ia dapat bertobat.
Menasihati orang secara sopan dan terbuka itu lebih baik daripada hanya
membiarkannya, membalasnya, memukulnya, atau menggosipkannya di belakang
karena nasihat bisa membuat orang lain memperbaiki dirinya. Bayangkan saja kalau
kejahatan dibalas dengan kejahatan itu tidak akan pernah berujung, selalu ada
kelanjutan dari perseteruan itu dan balas dendam. Selain itu, cap negatif dari orang
jahat itu terhadap kita akan semakin buruk. Hal ini tidak akan menyelesaikan masalah,
malah cuma menambah dan memperbesar konflik saja. Orang yang disakiti juga akan
menyakiti orang-orang lain yang tak bersalah akibat emosi yang meluap-luap dari
hatinya.
b. Jangan memanggil orang lain dengan julukan berdasarkan sara
Hal ini mungkin tidak bermasalah bagi beberapa orang karena kedekatan atau canda
gurau saja. Namun, julukan dapat pula menyinggung perasaan orang lain. Misalnya,
orang tertawa sambil memanggil seseorang yang belum terlalu dekat dengannya dan
berkata “orang kaya baru” atau “orang China bermata sipit”. Orang yang dipanggil
sembarangan itu dapat tersinggung perasaannya jika orang tersebut memiliki perasaan
yang sensitif. Bahkan ada kemungkinan ia langsung mengungkapkan perasaan
marahnya dan bertengkar dengan orang yang memanggilnya dengan julukan itu.
Sedekat apapun hubungan kita dengan seseorang, sebisa mungkin jangan
menyinggung atau memberi julukan berkaitan dengan masalah SARA ini agar tidak
melukai hatinya.
c. Jangan menghakimi dan berpikiran negatif tentang suku, agama, ras, dan golongan
yang berbeda.
Saat menjumpai beberapa orang dari golongan tertentu yang memiliki sifat buruk
sama, jangan pernah menghakimi atau menghina golongan tersebut. Sebagai contoh,
orang kaya di sekitar rumah Anda semuanya suka membuang sampah sembarangan.
Lalu Anda langsung menyimpulkan bahwa orang kaya itu tidak bertanggung jawab.
Hal ini tidak boleh dilakukan karena tidak semua orang seperti itu. Kesimpulan yang
didapat tidak menyeluruh, tapi hanya dari sudut pandang Anda saja. Masih ada
banyak orang kaya yang bertanggung jawab dan membuang tempat sampah pada
tempatnya. Itu adalah pandangan subjektif yang tidak adil dan sangat picik dengan
menyamaratakan orang lain berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan tertentu.
Dengan menghakimi orang lain, berarti merasa lebih baik darinya padahal semua
orang sama-sama pernah berbuat dosa dan memiliki kelemahan. Orang yang suka
menghakimi orang lain adalah orang yang sombong dan tidak menghormati Tuhan.
Menghakimi itu hak khusus Tuhan saja, bukan manusia. Dengan memandang rendah
dan menghakimi orang lain berarti sama dengan mengambil alih kekuasaan Tuhan.
Padahal bagaimanapun juga, hak Sang Pencipta Yang Kudus dan Sempurna tidak bisa
diminta oleh manusia yang penuh noda. Jangan suka mencari-cari kesalahan orang
lain dan membesar-besarkan nya, tetapi introspeksi diri sendiri terlebih dulu. Apakah
ada tindakan kita yang salah sehingga membuat orang lain membenci kita. Jika ada,
perbaiki karakter pribadi dan jadi orang yang lebih bijaksana.  Ketika ada orang dari
suku, agama, ras, dan golongan yang berbeda, bertemanlah dengan orang tersebut.
Jangan pernah menjauhi dan membeda-bedakan orang. Jangan pula membanding-
bandingkan antara suku, agama, ras, dan golongan satu dengan yang lainnya. Tiap
suku, agama, ras, dan golongan memiliki keunikan, kelebihan, dan kekurangan
masing-masing.
d. Jangan memaksakan kehendak pada orang lain
Pemaksaan yang saya maksud di sini, khususnya berkaitan dengan agama. Ada orang
yang berpikir bahwa ia memeluk agama yang terbaik. Mungkin memang benar
demikian. Jika ingin bersaksi tentang iman di agama tertentu boleh-boleh saja. Hal ini
sering saya dan teman-teman saya lakukan. Namun yang salah adalah jika seseorang
memaksakan kehendak pada orang lain untuk memeluk agamanya dengan menjelek-
jelekkan agama lain. Jika orang lain mau percaya, itu bagus. Namun bila tidak
percaya pun juga tidak menjadi masalah. Bersaksi bukan keberhasilan mengajak
orang masuk agama tertentu tapi bersandar pada Tuhan yang mampu mengubahkan
hati. Selain itu, kita juga menceritakan tentang kebenaran firman Tuhan baik dari
Kitab Suci maupun pengalaman rohani. Jangan pernah memaksakan kehendak pada
orang lain, apalagi dengan melakukan pengancaman, pengeboman, penyogokan, teror,
kekerasan, dan lain-lain. Semua itu hanya akan memperkeruh suasana. Tuhan tidak
ingin umat Nya saling menghancurkan sebab kejahatan dan pemaksaan itu juga pasti
meremukkan hati Tuhan yang sangat memperhatikan umat Nya.
e. Menghormati dan mengasihi orang lain
Apakah Anda ingin dihina oleh orang lain? Saya percaya tidak ada orang yang ingin
dihina dan disepelekan. Oleh sebab itu, kita harus menyadari akan hal ini. Jangan
menghina dan menjauhi orang lain bila Anda tidak mau dihina dan dijauhi. Jangan
menyuruh-nyuruh orang lain jika Anda tidak ingin disuruh-suruh. Jangan memukul
orang kalau tidak mau dipukul. Jangan pamer dan menyombongkan kelebihan diri
jika Anda tidak suka orang yang suka pamer. Seorang pelukis yang lukisannya
diinjak-injak akan sedih karena hasil karyanya diremehkan, padahal ia telah berjuang
keras untuk membuat karya terbaik. Jangan memperlakukan orang lain secara kasar
karena itu bukan hanya menyakiti hati sesamamu, melainkan juga hati Tuhan yang
telah menciptakan manusia. Hormati dan kasihi orang lain seperti menghormati dan
mengasihi diri sendiri dan juga Sang Pencipta kita. Maafkan dan ampuni orang yang
bersalah pada kita walaupun mereka tidak minta maaf. Ini memang sulit. Tetapi
tetaplah beriman bahwa bersama Tuhan, tidak ada yang tak mungkin asal hati kita
benar-benar mau tulus mengasihi sesama dan menyenangkan hati Nya. Tiap ada
kemauan untuk damai, selalu ada jalan.
f. Melakukan dan memikirkan hal-hal positif secara bersama-sama
Satu hal penting yang wajib diingat oleh setiap warga Indonesia adalah:
keanekaragaman suku, agama, ras, dan golongan itu memperlengkapi kesatuan
Indonesia. Jika tubuh hanya terdiri dari mata saja, tubuh tidak dapat melakukan
aktivitas lain selain melihat. Demikian pula dengan bangsa ini. Jika hanya terdiri dari
satu suku saja, maka terasa kurang lengkap dan miskin budaya. SARA seharusnya
semakin memperkaya budaya negeri kita tercinta dan jangan sampai memecahkan
persatuan yang telah terbina selama ini. Berpikirlah positif terhadap suku, agama, ras,
dan golongan lain. Mari kita lakukan hal-hal positif seperti ramah tamah dengan
banyak orang, diskusi kenegaraan, bakti sosial, dan gotong royong bersama-sama
dengan orang-orang dari suku, agama, ras, dan golongan yang sama maupun berbeda.
Kegiatan-kegiatan tersebut dapat memupuk semangat nasionalisme, rasa
kekeluargaan, dan kebersamaan antar masyarakat Indonesia.
Sumber : https://www.kompasiana.com/priskiladewisetyawan/
55186dc2813311cb669def6d/ upaya- mengatasi-konflik-sara-di-indonesia

2. Dalam kehidupan sehari - hari anda tentu sering melihat atau memahami perubahan
sosial. Cobalah identifikasi salah satu perubahan sosial tersebut, kemudian uraikan
masing - masing aspeknya.
Jawaban
Perubahan sosial merupakan salah satu kajian sosiologi yang paling dinamis, hal ini
dikarenakan perubahan selalu terjadi dan terkadang tidak bisa dihindari. Perubahan sosial
berbeda dengan perubahan lainnya. Yang menjadi pembeda perubahan sosial dengan
perubahan lainnya adalah perubahan sosial menekankan perubahan yang terjadi pada
aspek kultural atau budaya serta aspek struktural (struktur masyarakat), dan dampaknya
terhadap kehidupan sosial.
Menurut Soerjono Soekanto, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan di suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem
sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok di
masyarakat.
Berikut adalah identifikasi perubahan sosial yang terjadi di masyarakat
a. Disfusi
Difusi merupakan proses penyebaran berbagai unsur pembentuk kebudayaan, baik
berupa ide, keyakinan, dan lain sebagainya. Hal ini disebarkan dari individu ke
individu yang lain, atau bahkan lebih luas dari pada itu. Difusi dibedakan menjadi dua
macam yakni difusi intramasyarakat dan difusi antarmasyarakat.
Difusi intramasyarakat merupakan difusi unsur kebudayaan antarindividu atau
golongan dalam masyarakat yang dipengaruhi beberapa faktor seperti adanya
pengakuan bahwa unsur budaya baru tersebut memiliki banyak kegunaan.
Kemudian, difusi antarmasyarakat ialah difusi unsur kebudayaan dari satu masyarakat
ke masyarakat yang lain. Difusi antarmasyarakat terjadi karena adanya kontak sosial
antarmasyarakat hingga timbul pengakuan akan kegunaan unsur kebudayaan baru
tersebut.
b. Akulturasi
Akulturasi dapat diartikan sebagai sebuah proses masuknya suatu kebudayaan asing
ke dalam sekelompok masyarakat, hingga unsur kebudayaan asing itu dapat diterima
dan diolah ke dalam kebudayaan masyarakat tersebut. Cepat atau lambatnya unsur
kebudayaan asing dapat diterima kelompok masyarakat bergantung kepada cara
masuk dari budaya tersebut. Jika, unsur kebudayaan tersebut masuk dengan cara
pemaksaan, maka akulturasi akan berjalan cukup lama. Namun, jika melalui proses
yang damai, maka unsur kebudayaan tersebut relatif lebih cepat diterima.
c. Asimilasi
Asimilasi timbul jika ada dua individu atau kelompok masyarakat dengan latar
budaya berbeda berinteraksi dengan intensif dalam jangka waktu lama. Dengan begitu
lama-kelamaan, salah satu budaya individu atau kelompok masyarakat tersebut akan
hilang. Proses perubahan sosial dengan bentuk asimilasi ini merupakan usaha untuk
mengurangi perbedaan antargolongan masyarakat guna mencapai suatu tujuan demi
kepentingan bersama.
d. Akomodasi
Akomodasi dapat dipahami sebagai keadaan yang menunjukkan keseimbangan dalam
hubungan sosial antara individu dengan kelompok-kelompok yang berkaitan dengan
norma atau nilai yang berlaku di masyarakat.
Sumber : https://blog.ruangguru.com/mengetahui-proses-perubahan-sosial
Sedangkan aspek-aspek perubahan sosial adalah sebagai berikut :
a. Demokratis
Terjadinya reformasi secara besar-besaran yang mencakup kondisi penduduk
Indonesia dan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di seluruh wilayah Negara
Indonesia ini telah menyebabkan terjadinya perubahan dasar yang melingkupi segala
aspek kehidupan manusia seperto pada bidang politik, ekonomi, hukum, kebudayaan
dan juga pendidikan. Adanya sistem pemerintahan yang merubah seluruh
penyelenggaraan sentralistik dengan menghapuskan segala bentuk inisiatif atau
parakarsa, kreativitas, segala macam keseragaman baik secara pribadi maupun
bermasyarakat.
Oleh karena itu, dewasa ini kita membuthkan sesuatu yang  mendorong
pengaktualisasi dan peningkatan segala bentuk aspirasi masyarakat. Terjadinya
kehidupan masyarakat yang baru ini dapat memberikan banyak kesempatan kepada
masyarakat, ciri-ciri kelompok sosial, organisasi dan seluruh warga untuk terus
memberikan pendapat, mengambil peran secara aktif namun sesuai dengan kapasitas
masing-masing. Akan tetapi hal tersebut tidak boleh kelaur dari jalur atau
menyimpang dari hal-hal yang mnegatur dan berlaku sebagai falsafah kehidupan
bernegara dan berbangsa Indonesia
b. Globalisasi
Dewasa ini, seluruh umat manusia di dunia dihadapkan pada sebuah tantangan-
tantangan penyebab terjadinya konflik yang meliputi perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat masalah kesejahteraan material dan
spiritual yang semakin kompleks serta pada cepatnya perubahan sosial. Globalisasi ini
telah menempatkan manusia untuk memasuki dan mempelajari seluruh kehidupan
masyarakat globa yang terjadi di seluruh aspek kehidupan masyarakat sepert politik,
ekonomi, budaya dan teknologi.
c. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi
seluruh kehiduapan masyarakat secara global. Hasil dari penelitian-penelitian terbaru
menyebutkan bahwa adanya kenyatan yang mutlak dan tidak bisa dihindari bahwa
kehidupan manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan teknologi, maka akan menghasilkan berbagai perangkat seperti halnya
transportasi, telekomunikasi, komputer dan peralatan perang. Akibat dari dampak
positif dan negatif perubahan sosial ,kemajuan yang cepat dan lebih mudah antara
beberpaa bidang terebut dapat senantiasa memenuhi kebutuhan manusia secara cepat
dan lebih mudah disamping adanya suatu penciptaan yang terjadi di berbagai bidang
seperti kesehatan, pemukiman, aspek pendidikan dan sebagainya.
Sumber : https://materiips.com/aspek-aspek-perubahan-sosial
3. Jelaskan aplikasi psikologi sosial pada perilaku hidup sehat, bidang lngkungan hidup serta
berikan contoh kasusnya! 
1. Aplikasi Psikologisi Sosial pada Perilaku Hidup Sehat
Dalam bidang kesehatan, psikologi sosial menjadi salah satu faktor yang
menyebabkan proses pelayanan kesehatan mengikuti apa yang dipercaya dalam nilai-
nilai masyarakat. Terdapat implementasi konsep dasar psikologi sosial dalam
kehidupan masyarakat yang harus diperhatikan. Tentu saja hal ini akan cukup
berpengaruh bila perkembangan ilmu kesehatan tidak bisa diterima dengan baik
kepada masyarakat. Supaya lebih jelas, simak beberapa macam penerapan psikologi
sosial berikut ini:
a. Pendidikan Kesehatan
Psikologi sosial dapat digunakan untuk melakukan pendidikan kesehatan
tertentu. Ini akan sangat bermanfaat terutama dalam memberikan pendekatan
agar pendidikan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan bisa berjalan
dengan baik. Layaknya bertamu, seseorang pada saat akan memberikan edukasi
harus melalui pendekatan-pendekatan yang santun supaya apa yang akan
disampaikan benar-benar menjadi sesuatu hal yang dipahami sebagai hal yang
penting.
b. Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan sebenarnya hampir mirip dengan pendidikan kesehatan. Pada
dasarnya, dalam promosi kesehatan akan diberikan edukasi untuk menjaga yang
sehat agar tetap sehat bahkan hingga meningkat, serta yang sakit supaya tidak
memberat sakitnya atau bahkan bisa lebih meningkat lagi derajat kesehatannya.
Psikologi sosial bisa digunakan untuk melaksanakan promosi kesehatan ini.
c. Keyakinan Kesehatan
Kepercayaan masyarakat yang ada mengenai konsep sehat versi mereka tentu
sangat beragam. Biasanya ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau pun
budaya yang sudah ada. Psikologi sosial dapat membantu untuk menelaah sikap-
sikap ini supaya bisa diluruskan dengan harapan derajat kesehatan suatu
kelompok masyarakat bisa meningkat. Tantangannya memang besar, namun jika
dilakukan dengan tepat maka ini bisa sangat efektif sekali.
d. Budaya dan Kesehatan
Hampir sama dengan penjelasan sebelumnya, psikologi sosial juga memiliki
kajian mengenai budaya dan kesehatan seseorang. Seseorang mungkin akan
memiliki keyakinan yang kuat. Kita ambil saja contoh seperti misalnya ada
individu yang lebih memilih berobat ke tabib atau dukun dibandingkan datang
ke fasilitas kesehatan pemerintah. Ini tidak bisa disalahkan sepenuhnya sebab
hal demikian sudah menjadi bagian dari pola yang ada dalam masyarakat.
e. Identifikasi Penyakit
Penerapan psikologi sosial dalam bidang kesehatan selanjutnya bisa digunakan
untuk melakukan identifikasi penyakit tertentu. Ini merupakan salah satu
kelebihan dalam penerapan yang ada. Tenaga kesehatan mungkin perlu
mengkaji lebih banyak lagi tentang bagaimana perilaku seseorang yang sakit
dalam mencari pertolongan kesehatan, adakah fasilitas kesehatan terdekat dan
lain sebagainya.
f. Peningkatan Sistem Kesehatan
Sistem kesehatan bisa ditingkatkan dengan adanya psikologi sosial di bidang
kesehatan. Harapannya adalah, bila pendekatan yang dilakukan berhasil diterima
di lingkungan masyarakat maka akan terjadi perubahan sikap. Misalnya dari
yang semula tidak mau mendatangi fasilitas kesehatan, lambat laun mulai mau
untuk memeriksakan diri karena kesadarannya sendiri.
g. Pencegahan dan Perawatan Orang Sakit
Karena sistem kesehatan yang sudah meningkat, maka proses pencegahan dan
perawatan orang sakit bisa ditingkatkan melalui aplikasi psikologi sosial dalam
bidang kesehatan ini. Masyarakat mau menerima hal-hal yang menurut mereka
bermanfaat dan memang penting untuk kelangsungan hidup mereka. Derajat
kesehatan bisa meningkat hanya dengan mengkaji lebih banyak lagi mengenai
maslaah kesehatan yang ada melalui pendekatan-pendekatan psikologi sosial
yang ada.
h. Identifikasi Stress
Seiring dengan peningkatan sistem kesehatan yang ada, maka identifikasi stres
bisa dilakukan pula dengan menggunakan psikologi sosial. Pendekatan ini
memungkinkan untuk melakukan identifikasi lebih dini mengenai stress yang
mungkin dialami oleh seseorang. Harapannya adalah, semakin cepat identifikasi
stress dilakukan maka semakin cepat pula pencegahan terhadap seseorang
mengalami gangguan psikologis. Kesehatan tidak selalu dilihat dari fisik semata,
melainkan juga bagaimana dari segi psikologis.
i. Identifikasi Sistem Koping
Sistem koping bisa diidentifikasi untuk mengetahui sejauh mana dukungan yang
bisa diterima oleh seseorang dalam suatu masyarakat. Stress bisa saja terjadi
akibat sistem koping yang kurang bagus. Dalam bidang kesehatan, psikologi
sosial dapat digunakan untuk melakukan identifikasi ini. Yang jelas, sistem
koping memang sangat berpengaruh dalam hal memberikan pemahaman yang
tepat untuk pencegahan stress ataupun masalah lainnya.
j. Identifikasi Sumber Dukungan
Sumber dukungan juga bisa dikaji melalui psikologi sosial. Ini merupakan hal
yang cukup penting pula untuk dipelajari. Psikologi sosial mampu menelaah hal-
hal apa saja yang sekiranya memang cukup berpengaruh dalam kelompok
masyarakat terkait dengan sumber dukungan yang ada.
Sumber :  https://dosenpsikologi.com/penerapan-psikologi-sosial-dalam-bidang-
kesehatan
 
Contoh Kasus dalam bidang kesehatan yaitu tentang rokok dimana Diseluruh
dunia kurang lebih 1 miliar laki-laki dan 250 juta perempuan adalah perokok
80% perokok tinggal di negara berkembang MENGAPA ORANG MEROKOK
Faktor psikososial merupakan faktor utama yang mendorong remaja untuk mulai
merokok. Remaja lebih terdorong untuk merokok apabila orang tua, teman, dan
bintang film idolanya merokok Remaja yang harga dirinya rendah, nakal, dan
pencari sensasi, akan lebih tergerak untuk merokok.

Anda mungkin juga menyukai