Anda di halaman 1dari 11

Modul 5

Prosedur Klinis dan Laboratoris Pembuatan Gigi Tiruan Cekat Jembatan

SKENARIO 5

Ternyata Sementara……

Drg Brigette sedang melakukan perawatan untuk pembuatan jembatan konvensional


metal akrilik untuk kehilangan gigi 36 pada pasiennya yang bernama Edu (32 tahun). Setelah
melakukan preparasi pada gigi 35 dan 37 dengan mengikuti prinsip-prinsip preparasi, drg Bridge
memasang retraction cord di sulkus gingival, selanjutnya melakukan pencetakan dengan bahan
cetak elastomer. Edu heran cepat sekali gigi tiruan jembatannya selesai karena drg Brigette
langsung memasang jembatan pada gigi nya. Ternyata yang dipasang adalah jembatan sementara
yang dipakai selama pembuatan jembatan definitifnya berlangsung.

Setelah pemasangan jembatan sementara selesai, drg Brigette menjelaskan masih ada
tahapan kerja yang akan dilakukan pada kunjungan sebelum gigi tiruan jembatannya selesai.

Bagaimana anda menjelaskan prosedur pembuatan gigi tiruan jembatan Edu?

Langkah 1 : Mengklarifikasi terminology yang tidak diketahui dan mendefinisikan hal-hal


yang dapat menimbulkan kesalahan Interpretasi.

1. Retraction cord : Suatu benang tipis (benang retraksi) dibasahi vasokonstriktor diletakkan
di sulkus gingival untuk memperoleh hasil cetakan yang akurat.
2. Jembatan definitive : Jembatan permanen yang dipasang pada gigi pasien.
3. Jembatan sementara : Jembatan tidak permanen yang melindungi gigi sebelum jembatan
definitive selesai.

Langkah 2 : Menentukan Masalah


1. Bagaimanakah disain kasus pada skenario ?
2. Apa saja yang termasuk pada prinsip preparasi ?
3. Kenapa drg.Brigette menggunakan bahan cetak elastomer? Apakah ada bahan cetak lain ?
4. Bagaimana cara pemasangan retraction cord pada sulkus gingival ?
5. Apa saja tahap yang dilakukan sebelum gigi tiruan Edu selesai ?
6. Bagaimana tahap-tahap pembuatan gigi tiruan sementara ?
7. Apa perbedaan jembatan sementara dengan definitive ?
8. Apa saja tahap pekerjaan dari awal hingga akhir perawatan ?
9. Bagaimana prosedur pembuatan jembatan definitive berdasarkan bahan?

Langkah 3 : Menganalisis masalah melalui brain storming dengan menggunakan prior


knowledge

1. Bagaimana disain kasus pada skenario ?


Disain mahkota sementara, tidak berbeda dengan mahkota definitive. Hanya dari bahan
saja yang berbeda. Untuk gigi molar,bagian cusp nya jangan dihilangkan dan dibentuk
kembali groove nya.
Pada mahkota sementara pontiknya berbentuk saddle, sedangkan pada mahkota definitif
pontiknya berbentuk modified ridge lap.

2. Apa saja yang termasuk pada prinsip preparasi ?


Prinsip preparasi terbagi 3, yaitu :
a. Biologis  berkaitan dengan ketahanan jaringan.
- Preparasi tidak terkena gingival dan gigi sebelahnya,jika over preparasi akan
dapat merusak pulpa.
- Pengambilan jaringan yang optimal.
Misalnya gigi mengalami drifting, ambil garis sumbu dan garis tegak nya.
Kemudian garisnya dibagi dua yang akan menentukan arah preparasi yang akan
dibuat.
b. Mekanis  berkaitan dengan retensi dan resistensi.
Pada bagian proksimal membentuk sudut 6°.
c. Estetik : Pengurangan pada permukaan labial agar mendapatkan estetik.
Prinsip preparasi ada 5, yaitu :
a. Preservation of tooth surface
b. Retensi and resistensi
c. Structural durability
d. Marginal integrity
e. Preservation of periodontium

Prinsip preparasi lainnya selain 3 diatas adalah;

1. Kesejajaran antara kedua abutmen pada waktu pemasukan jembatan


 Kemiringan tidak boleh lebih 25 derajat
 Jika lebih dari 25 derajat gigi harus diluruskan atau dinon vitalkan
2. Pengambilan jaringan seoptimal mungkin

3. Kenapa drg.Brigette menggunakan bahan cetak elastomer? Apakah ada bahan cetak lain ?
Drg. Brigette menggunakan bahan cetak elastomer karena bahan cetak ini digunakan
untuk pencetakan fungsional, dengan viskositas yang tinggi dan tidak mudah sobek.
Bahan cetak lain, yaitu agar hidrokoloid. Sedangkan alginate, hanya untuk pencetakan
anatomis dan mudah sobek.

4. Bagaimana cara pemasangan retraction cord pada sulkus gingival ?


Prosedur :
a. Isolasi gigi yang dipreparasi dengan cotton roll, saliva evacuator, dan keringkan
daerah kerja dengan semprotan udara.
b. Potong benang, cukup untuk melingkari gigi.
c. Masukkan benang kedalam larutan astringent.
d. Lingkarkan benang disekeliling gigi dan masukkan dalam sulkus dengan instrument
yang cocok. Mulai dari proksimal area.
e. Tekanan berlebihan dihindari, karena dapat merobek permukaan gusi sehingga dapat
menyebabkan terjadinya resesi.
f. Pengulangan penggunaan benang dihindari agar tidak terjadinya resesi gusi.

Benang retraksi dimasukkan kedalam sulkus melalui dua cara, yaitu secara mekanis
dan kimia. Secara mekanis dengan cara benang benang dimasukkan kedalam sulkus dan
meregangkan serat periodontal.

Sedangkan secara kimia, benang dicelupkan dalam larutan astringent (garam


aluminium/besi) sehingga terjadi iskemi dan pengerutan gusi.

Jika terjadi pendarahan ringan bisa dihentikan dengan bahan hemostatik :

a. Kontrol pendarahan dengan syringe :


- Isi syringe dengan larutan fero sulfat dan pasang ujung infus yang terdiri drai
serat cotton untuk mengontrol aliran medikamen.
- Gosok ujung selama 30 detik pada area pendarahan
- Irigasi area dengan air dan keringkan dengan semprotan udara. Lihat apa
pendarahan berkurang. Ulang jika perlu dan letakkan benang retraksi.
- Sebelum benang dilepas, lembabkan benang dengan air untuk mengurangi resiko
keluarnya bekuan darah dan pendarahan baru. Keringkan jaringan dan lakukan
pencetakan.

b. Pasta retraksi :
- Alternatif selain benang
- Pasta mengandung aluminium klorida
- Injeksikan pada sulkus dengan alat pistol aplikasi khusus
- Keuntungan : Hemostatik baik, lebih nyaman disbanding menggunakan benang.

c. Elektrosurgery
- Pembuangan sedikit jaringan gusi
- Lapisan epitel dalam gusi dibuang untuk akses margin subgingiva mahkota dan
mengontrol pendarahan postsurgikal.
5. Apa saja tahap yang dilakukan sebelum gigi tiruan Edu selesai ?
Tahap yang dilakukan sebelum gigi tiruan Edu selesai adalah pola malam. Ada dua cara
pembuatan pola malam :
a. Pembuatan malam di rahang
b. Cast and die

6. Bagaimana tahap-tahap pembuatan gigi tiruan sementara ?

Dalam pembuatan jembatan dibutuhkan beberapa kali kunjungan ;


Kunjungan 1 : pasien datang dicetak isi gips  model studi
Tentukan diagnosa, rencana perawatan (preparasi, jenis gigi tiruan dll)
Kunjungan 2 : Preparasi , bite record, pembuatan mahkota sementara

Langakah pembuatan mahkota sementara


1. Model studi yang Drg dapat pada kunjungan pertama dibuatkan pontik.
2. Kemudian cetak didapatkan cetakan negatif
3. Setalah itu gigi dipreprasi
4. Cetakan negatif tadi diisi akrilik dan di cetak ke gigi hasil preparasi yang telah diolesi
vaselin agar tidak melakat.
5. Semen kan dengan Zink Oksida Eugenol

7. Apa perbedaan jembatan sementara dengan definitive ?


Pada jembatan sementara menggunakan self curing akrilik yang sifatnya sementara dan
membutuhkan waktu yg tidak lama dalam proses pembuatannya. Sedangkan pada
jembatan definitive menggunakan heat curing akrilik yang lebih tahan lama dan
membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses pembuatannya.

8. Apa saja tahap pekerjaan dari awal hingga akhir perawatan ?


- Cetak rahang pasien
- Dibuatkan mahkota sementara
- Dibuatkan model malam
- Try-in pola malam
- Kalau udah cocok dikirim ke lab
- Pada kunjungan ke-3 dilakukan insersi. Evaluasi dan control pada kunjungan
selanjutnya.
9. Bagaimana prosedur pembuatan jembatan definitif berdasarkan bahan?
- Cetak rahang pasien
- Dibuatkan mahkota sementara
- Dibuatkan model malam
- Try-in pola malam
- Kalau udah cocok dikirim ke lab
- Pada kunjungan ke-3 dilakukan insersi. Evaluasi dan control pada kunjungan
selanjutnya.
- Untuk bahan dari metal  2 kali pengiriman ke labor

Learning Objective

1. MMMM prinsip preparasi


2. MMMM teknik pencetakan dan penggunaan retraction cord
3. MMMM try in pola malam
4. MMMM prosedur pembuatan dan pemasangan jembatan sementara
5. MMMM prosedur pembuatan dan pemasangan jembatan definitive

STEP 7

1. MMMM Prinsip – Prinsip Preparasi


a. Prinsip Mekanis
- Retensi dan resistensi
Restorasi dapat bertahan pada gigi penyangga dan harus dapat menahan gaya
vertikal saat berfungsi
- Prinsip kesejajaran
Tidak boleh ada halangan saat insersi gigi tiruan jembatan pada gigi yang telah
dipreparasi.
- Durabilitas/ Daya tahan struktural
Harus dapat menahan tekanan gaya oklusal dan dapat menutup seluruh ruangan
agar didapatkan keadaan yang harmonis sertakontur aksial yang normal sehingga
tidak terjadi patologis periodontal

b. Prinsip Biologis
- Pencegahan kerusakan jaringan lunak
- Mempunyai rungan yang cukup
- Adaptasi margin

c. Prinsip Higienis
Desain preparasi harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dibersihkan.
Sehingga tidak terjadi impaksi makanan disekitar retainer dan pontik.

d. Prinsip Estetika
Pontik sebaiknya mengunakan warna, ukuran, dan bentuk yang tepat serta
memiliki susunan karakteristik yang tepat.

2. MMMM Teknik Pencetak Pencetakan dan Penggunaan Retraction Cord

Retraksi gingiva adalah usaha pendorongan gingiva gigi penyangga ke arah lateral dengan
maksud agar tepi akhir preparasi gigi dapat tercetak dengan baik.

Cara Retraksi gingiva:


1.  Daerah preparasi keringkan
2.  Benang direndam dengan bahan kimia selama 2 menit
3.  Potong benang 5 cm seperti U
4.  Tempatkan melingkar pada gigi penyangga
5.  Tekan benang ke dalam celah gusi dengan menggunakan instrument tumpul atau plastis
instrumen
6.   Penekanan dimulai dari mesio-proksimal terus palatal akhirnya ke distal
7.   Kembali ke permukaan bukal sampai mesio proksimal
8.   Potong kelebihan benang.
9. Setelah 5 sampai 10 menit benang diambilte dan terlihat ruang antara gingival tepi akhir
preparasi

Retraksi gingival teknik ;


1. Retraksi gingival manual
2. Pasta retraksi
3. Elektro surgery  pembuangan sedikit jaringan gusi  memudahkan akses ke
subgingiva dan mencegah terjadinya pendarahan
4. Laser jaringan lunak

3. MMMM try in pola malam


Memodelir malam = membuat pola malam dan wax-up.
Try-in pola malam terbagi dua, yaitu pembuatan pada rahang dan cast & die.
Try in dalam mulut untuk melihat kesesuaian kontak, oklusi, dan keharmonisan.
Membuat model malam (wax contouring) sehingga menyerupai bentuk anatomis dari
gingival dan jaringan lunak yang asli.

4. MMMM prosedur pembuatan dan pemasangan jembatan sementara


Ada 2 cara ;
a. Direct
Jika secara direct, maka sebelum preparasi, pada gigi yang mengalami karies
ditutupi dengan malam mengikuti bentuk anatomi normal,kemudian dicetak.
Setelah dipreparasi cetakan negatif dari gigi tersebut diisi dengan resin akrilik
kemudian dipasangkan ke gigi yang dipreparasi yang sudah diberi vaselin agar
tidak menempel.setelah sedikit mengeras resin akrilik dirapikan seperlunya
(dipotong bagian yang berlebih) dan setelah full seting akrilik dilepas kemudian
dipoles.
b. Indirect
Pada teknik indirect tahap tahap diatas dilakukan pada model gigi bukan didalam
mulut, setelah selesai kemudian dipoles.

     Penyemenan jembatan sementara : dengan semen zinc oxide eugenol yang cukup
tebal. Dicampur sedikit vaselin untuk mengurangi kekuatan semen dan akan
mempermudah pembongkaran kembali nantinya. Setelah penyemenan selesai, sisa-sisa
semen dihilangkan sebab dapat mengiritasi jaringan lunak.

5. MMMM prosedur pembuatan dan pemasangan jembatan definitive

Dalam pembuatan gigi tiruan jembatan perlu diperhatikan;


1. Pemeriksaan, diagnosis , rencana perawatan dan prognosis kasus yang ada
2. Preparasi gigi abutment
Sangat penting diperhatikan prinsip dan syarat preparasi yaitu prinsip kesejajaran gigi
penyangga
3. Marginal fitness & intergrity
Diperiksa menggunaan sonde half-moon apakah tepi servikal restorasinya terbuka
(terlalu pendek) atau mukosa berwara pucat (terlalu panjang)
4. Kontak proksimal
Kontak tidak boleh terlalu menekan, overhanging, atau overkontur. Pengecekan
dilakukan dengan menggunakan dental floss
5. Stabilitas dan adaptasi ke mukosa gingival
Tidak goyang, memutar ataupun terungkit pada gigi penyangga.
6. Penyesuaian oklusal
Pemeriksaan dengan menggunakan kerts artikulasi, pasien disuruh menggigit kertas
tersebut dalam kondisi oklusi sentrik.
7. Pembuatan catatan gigitan
Berfungsi untuk mendapatkan hubungan model RA dan RB didalam mulut pasien.
Sehingga GTC dapat dikatan stabil oklusinya.
8. Penentuan warna (shade)
Dengan menggunakan shade guide, untuk mendapatkan warna yang sesuai dengan
warna warna yang ada disekitarnya.

Prossesing Mahkota dan Bridge


1.       Penanaman dalam Kuvet (Flasking)
Cara kerja :
-          Model malam atau die ditanamkan di tengah kuvet bawah yang telah diisi
gips putih dengan bagian labial menghadap ke atas.
-          Permukaan gips dihaluskan.
-          Permukaan gips dan model malam diolesi vaselin sebagai separating
medium.
-          Olesi model malam dengan gips menggunakan kuas, tunggu keras.
-          Pasang kuvet atas dan isi dengan gips, dipres agar tidak lepas.
2.      Mengeluarkan malam (Wax Elimination)
Cara kerja :
-          Kuvet direbus utnuk mengeluarkan malam atau kuvet yang dipres dan gips
sudah mengeras, dibuka lalu wax dihilangkan dengan mengalirkan air
panas.
-          Setelah kuvet dibuka, wax harus sudah tidak ada lagi dalam permukaan
gips.
-          Dinginkan permukaan kuvet.

3.      Pengisian aklirik (Packing)


-          Ruangan cetakan model malam (mould) dan sekitarnya diolesi Could
Mould Seal (CMS) tunggu kering.
-          Pengisian aklirik yang sudah diaduk, sambil mengetok kuvet.
-          Tutup bagian atas aklirik dengan selopan atau plastic, tutup dengan kuvet
atas, press lalu buka dan potong kelebihan aklirik dengan pisau model.
-          Pasang dan tutup kuvet atas lalu press.

4.      Pengisian akrilik (Prossesing)


-          Kuvet dalam keadaan dipress dimasukkan ke dalam wadah perebusan

-          Polimerisasi dengan cara direbus 1 jam

5.      Membuka kuvet (Deflasking)


-          Keluarkan  model (dai) dengan tang potong gips atau gergaji kecil.
-          Gips yang masih melekat dibersihkan dengan brush.

6.      Finishing
-          Membersihkan sisa aklirik dengan bur protesha (cardide bur, disc bur) dan
kertas pasir.

7.      Polishing
-          Menghaluskan, melicinkan, dan mengkilatkan mahkota (stone bur,
rubbercup, wool bur dengan bubuk pumis)
Daftar Pustaka

http://www.jdentistry.ui.ac.id
repository.usu.ac.id
repository.unhas.ac.id