Anda di halaman 1dari 20

NAMA : NADIA EFFNES

NIM : 030430662
UPBJJ : SAMARINDA
JURUSAN : MANAJEMEN
TAHUN : 2020

EKSI 42030 / TUGAS 3


TEORI PORTOFOLIO DAN ANALISA INVESTASI

Skor
No Tugas Tutorial Sumber Tugas Tutorial
Maksimal
1 Jelaskan CAPM (Capital Asset Pricing 35 • BMP TPAI hal. 7.3-74
Model), sebutkan asumsi-asumsi • https://core.ac.uk/download/pdf/22
dalam praktek model CAPM dan 9847361.pdf, hal 11
jelaskan apakah model CAPM realistis • https://pintarsaham.id/model-
diterapkan? keseimbangan-atau-capital-asset-
pricing-
model/#:~:text=Asumsi%2Dasumsi%2
0model%20CAPM%3A&text=Semua
%20investor%20mempunyai%20distri
busi%20probabilitas,%2C%20pajak%
20pendapatan%2C%20dan%20inflasi.

2 Dalam memulai online trading, apa 30 • BMP TPAI hal 8.4-8.33


pertimbangan yang dilakukan investor
dalam memilih pialang dan jelaskan
praktik transaksi beli dan jual saham
secara online/daring melalui pialang.
3 Untuk memaksimalkan return dan 35 • BMP TPAI hal. 9.3-9.8
meminimalkan risiko, maka investor
melakukan manajemen portofolio,
jelaskan proses dalam manajemen
portofolio tersebut.
* coret yang tidak sesuai
JAWABAN

1. Jelaskan CAPM (Capital Asset Pricing Model), sebutkan asumsi-asumsi dalam


praktek model CAPM dan jelaskan apakah model CAPM realistis diterapkan?

Model penetapan harga asset modal (CAPM) adalah sebuah alat untuk memprediksi
keseimbangan imbal hasil yang diharapkan dari suatu asset beresiko. Model CAPM
diperkenalkan oleh Treynor, Sharpe dan Litner. Model CAPM merupakan
pengembangan teori portofolio yang dikemukan oleh Markowitz dengan
memperkenalkan istilah baru yaitu risiko sistematik (systematic risk) dan risiko
spesifik/risiko tidak sistematik (spesific risk /unsystematic risk).

Pada tahun 1990, William Sharpe memperoleh nobel ekonomi atas teori pembentukan
harga aset keuangan yang kemudian disebut Capital Asset Pricing Model (CAPM).
Sharpe et., al. (2005:405) mengungkapkan bahwa Capital Asset Pricing Model (CAPM)
merupakan model penetapan harga aktiva equilibrium yang menyatakan bahwa
ekspektasi return atas sekuritas tertentu adalah fungsi linear positif dari sensitivitas
sekuritas terhadap perubahan return portofolio pasarnya.

Capital Asset Pricing Model menyatakan bahwa dalam keadaan ekuilibrium, portofolio
pasar adalah tangensial dari rata-rata varians portofolio. Sehingga strategi yang efisien
adalah passive strategy. Capital Asset Pricing Model berimplikasi bahwa premium risiko
dari sembarang aset individu atau portofolio adalah hasil kali dari risk premium pada
portofolio pasar dan koefisien beta.

Sederhananya begini, “Pada CAPM, risk and return berhubungan positif dan linear”.
Artinya, apabila semakin besar risiko investasi tersebtu, maka investor akan
mengharapakan tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Jika kita berpikir rasional
sebagai investor, kita tidak akan memilih investasi yang beresiko tinggi tanpa
mengharapkan tingkat pengembalian yang tinggi pula.

Sensitivitas sekuritas itu artinya adalah risiko sekuritas itu sendiri yang dilambangkan
dengan Beta (β). Sementara itu, portofolio pasar di Indonesia dapat diwakilkan oleh
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG ini sendiri merupakan suatu indeks yang
mengukur pergerakan pasar saham di Indonesia.

Apabila IHSG menurun, maka rata-rata saham emiten juga menurun dan begitu pula
sebaliknya. Hal ini tergantung pada tingkat sensitivitas sekuritas tersebut terhadap
IHSG. Sensitivitas sekuritas terhadap perubahan return portofolio pasar dapat pula
disebut sebagai systematic risk atau market risk.
Asumsi-asumsi yang mendasari terbentuknya CAPM terangkum dalam Husnan
(2015:140) sebagai berikut:

1. Tidak Ada Biaya Transaksi. Dengan demikian, siapapun dapat membeli atau
menjual sekuritas tanpa dibebankan dengan biaya transaksi.
2. Fully Divisibel. Artinya investasi sepenuhnya dapat dibagi-bagi. Dengan kata
lain, investor dapat berinvestasi sekecil apapun pada seluruh jenis sekuritas.
3. Tidak Ada Pajak Penghasilan. Artinya, investor akan merasa indifferent antara
memperoleh dividen atau memilih capital gain.
4. Investor tidak dapat mempengaruhi harga saham dengan tindakan membeli
atau menjual saham.
5. Investor bertindak atas pertimbangan expected value menggunakan
standard deviasi return
6. Diperbolehkan Short Sales. Artinya, investor dapat membeli dan menjual
sekuritas dalam waktu yang singkat dengan mengharapkan Capital Gain.
7. Terdapat riskless lending and borrowing rate. Artinya, investor dapat
menyimpan dan meminjam aset dengan tingkat bunga yang sama.
8. Pengharapan yang homogen. Artinya, investor sepakat mengenai expected
return, standard deviasi, dan koefisien korelasi antar return.
9. Semua aktiva dapat diperjualbelikan.

Capital Asset Pricing Model (CAPM) – Pembentukan Model


Merujuk pada asumsi-asumsi yang digunakan, maka dalam CAPM hanya risiko
sistematis atau market risk yang diperhitungkan sebagai tingkat risiko. Jika
digambarkan dalam grafik, maka hubungan expected return dan risiko dapat dilihat
pada grafik berikut:

1. Perhatikan Titik M, ini merupakan tingkat pengembalian yang diharapkan pada


portofolio pasar sebesar E(Rm) dengan risiko sebesar βm = 1 (satu).
2. Security Market Line (SML) merupakan garis pasar sekuritas yang
menunjukkan bahwa risk and return berhubungan positif linear.
Perhatikan SML sebelah kiri Titik M. Semakin kecil Risiko Sistematis (β),
maka expected return portofolio atau sekuritas tersebut akan semakin kecil.
Sementara itu, SML sebelah kanan Titik M menunjukkan bahwa semakin
besar β, maka expected return portofolio atau sekuritas tersebut akan semakin
besar.
3. Rf merupakan Risk Free Rate atau disebut pula sebagai investasi bebas risiko.
Di Indonesia Rf dapat diwakilkan dengan Suku Bunga Deposito atau BI Rate.
Perhatikan posisi Rf yaitu berada pada β = 0 (nol). Selain itu, SML dimulai dari
Titik Rf sehingga Rf merupakan intercept dari SML.
4. Risk Premium merupakan selisih dari Expected Return Market dengan Risk
Free Rate. Hal ini menandakan bahwa Risk Premium merupakan kelebihan
yang akan diterima investor apabila berinvestasi pada aset berisiko dengan risiko
sebesar β. Sehingga, Risk Premium merupakan Slope dari SML.

Kelebihan CAPM
Dalam penggunaannya, CAPM memiliki kelebihan tersendiri dalam memberikan nilai
atas return saham. Kelebihan tersebut sebagai berikut:
a. Dapat dipergunakan untuk perhitungan jangka pendek;
b. Data yang dibutuhkan mudah didapatkan;
c. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengestimasi return

Kekurangan CAPM
Sebagai suatu model asset pricing yang cukup mudah digunakan, CAPM memiliki
kekurangan yaitu hanya memperhitungkan market risk sebagai risiko tunggal dalam
mengestimasi return saham. Dengan demikian, hasil estimasi kurang akurat.

Sekali lagi kami tekankan bahwa pemilihan indeks pasar yang tepat akan menentukan
bias atau tidaknya hasil estimasi CAPM.
Apakah Model CAPM Realistis Dapat Diterapkan
Penting untuk diketahui, jika sobat menggunakan CAPM untuk mengestimasi
return saham, gunakanlah Indeks Pasar (portofolio pasar) yang benar-benar dapat
mewakilkan sampel.

Contohnya, jika sobat menggunakan saham LQ-45 sebagai sampel dalam penelitian,
maka gunakanlah Indeks LQ-45 sebagai portofolio pasarnya. Jika sobat menggunakan
IHSG sebagai portofolio pasar, maka hasil CAPM cenderung “Bias”.

Perhitungan yang bias seringkali ditemui ketika sensitivitas sekuritas terhadap portofolio
pasar bernilai negatif. Karena, dalam investasi tidak ada risiko sistematis yang bernilai
negatif.

Apabila bernilai negatif, maka hubungan risk and return menjadi tidak positif linear.
Melainkan negatif linear. Dengan demikian, berhati-hatilah dalam memilih portofolio
pasar yang benar-benar dapat mewakilkan sampel.

Sementara itu, pada persamaan rumus CAPM, nilai β merupakan systematic


risk atau market risk. Jika β bernilai negatif, tentunya hubungan risk and return menjadi
negatif linear bukan positif linear. Lalu, Apakah ada bunga deposito atau BI Rate yang
bernilai negatif. Hal inilah yang membuat CAPM menjadi sulit diterapkan di Indonesia
mengingat Bunga Deposito di Indonesia tidak pernah Negatif.

Sumber:
❖ Sharpe, William F. et., all. 2005. Investasi. Edisi Keenam, Jilid 1. Indeks
(terjemahan). Jakarta.
❖ Husnan, Suad. 2016. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Kesepuluh.
Yogyakarta: BPFE
❖ https://pintarsaham.id/model-keseimbangan-atau-capital-asset-pricing-
model/#:~:text=Asumsi%2Dasumsi%20model%20CAPM%3A&text=Semua%20i
nvestor%20mempunyai%20distribusi%20probabilitas,%2C%20pajak%20pendap
atan%2C%20dan%20inflasi
❖ https://mjurnal.com/skripsi/capital-asset-pricing-model-teori-dan-konsep/
2. Dalam memulai online trading, apa pertimbangan yang dilakukan investor
dalam memilih pialang dan jelaskan praktik transaksi beli dan jual saham secara
online/daring melalui pialang.

Ada tujuh hal yang harus di pertimbangkan dalam memilih pialang:

1. Pialang Saham Terdaftar Di OJK


Pastikan perusahaan itu mempunyai izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE). Dengan demikian, jika terjadi masalah
yang merugikan, seperti kasus penipuan, investor bisa melakukan pengaduan
kepada OJK.

2. Mendapatkan Pelayanan yang Baik


Pada saat melakukan transaksi, tentu saja menginginkan sebuah solusi jika
terdapat masalah atau hal-hal yang kurang paham. Maka, perusahaan sekuritas
wajib memberikan pelayanan maksimal dengan menyediakan customer service
yang andal dan mampu memberikan pelayanan yang baik dan dengan ramah
menjelaskan serta menjawab semua pertanyaan investor.

3. Komisi Transaksi Terjangkau


Sebagai investor, akan dibebani komisi transaksi atau disebut fee trading setiap
transaksi jual beli saham. Pialang saham memotong komisi tersebut secara
otomatis dari uang yang ada pada rekening efek investor. Komisi transaksi
berbeda-beda pada setiap pialang saham.

Jangan sampai keuntungan yang di dapatkan malah habis terpotong oleh komisi
yang harus diberikan. Apalagi untuk yang cenderung tipe investor jangka
panjang maka aspek biaya ini perlu dipertimbangkan. Biasanya rincian komisi
akan dicantumkan pada website perusahaan sekuritas yang transparan sehingga
tak akan kaget lagi.

4. Setoran Terjangkau
Setiap perusahaan sekuritas memberikan ketetapan jumlah setoran minimum
yang berbeda. Setoran minimum masuk ke Rekening Dana Investor (RDI) milik
investor. Persyaratan setoran minimum bermacam-macam. Sebagai investor,
kamu dapat memilih perusahaan sekuritas yang memberikan persyaratan
setoran minimum sesuai kondisi finansialmu.

5. Memiliki Banyak Nasabah


Bagus atau tidaknya perusahaan sekuritas memang tidak dapat diukur dengan
banyaknya jumlah nasabah. Tapi, reputasi suatu perusahaan sekuritas dapat
ditunjukkan dengan seberapa banyak jumlah nasabah yang dimiliki karena
menunjukkan kinerjanya.
6. Menyediakan Layanan Online Trading
Dahulu kita melihat investasi saham identik dengan orang yang sibuk lewat
telepon. Namun sekarang zaman sudah berganti dan semua diharapkan bisa
dilakukan secara online. Begitu pula kala kamu memilih pialang saham untuk
investasi.

Dengan adanya layanan online trading, maka transaksi saham menjadi lebih
praktis. Transaksi dapat di lakukan kapan saja dan di mana saja. Fitur smart
order biasa dimiliki oleh layanan online trading yang bagus. Dapat meliputi
fasilitas charting demi memudahkan fitur auto stoploss order. Fitur tersebut dapat
melindungi modal investor dan sangat membantu untuk membatasi kerugian.

7. Memahami Struktur Permodalan Pialang Saham


Sebagai calon investor, perlu mengetahui nilai MKBD (Modal Kerja Bersih
Disesuaikan) pialang saham. Sekuritas akan semakin kuat dan kredibel jika
modal yang dimiliki besar. Sebaliknya, jika modal yang dimiliki sangat terbatas
maka kamu boleh mempertanyakan kredibilitasnya. Akan sangat lebih baik jika
mencari tahu lebih banyak soal perusahaan sekuritas terpercaya sebelum benar-
benar menjatuhkan pilihan.

Cara Transaksi Jual Beli Saham Online


Sejumlah langkah perlu diperhatikan untuk bisa beli saham secara online. Bagaimana
jika ingin tahu cara beli saham bca, atau beli saham unilever, lalu cara bermain saham
online gratis. Ada 12 langkah yang penting, yaitu:

1. Pilih Broker Saham


Paling awal adalah Anda harus menentukan dan memilih broker saham. Ada
banyak broker atau disebut ‘Anggota Bursa’ yang merupakan member di Bursa
Efek Indonesia (BEI). Mana yang sebaiknya dipilih ? Tidak ada rumus baku
karena pada dasarnya semua broker yang tercatat di BEI mumpuni secara
keuangan karena harus memenuhi modal minimum sesuai ketentuan OJK.

Tetapi, karena fokus kita adalah jual beli saham online, pilih broker yang memiliki
aplikasi saham online bagus dan bisa diandalkan. Beberapa broker menyediakan
dummy-trade yang bisa Anda coba gunakan untuk mengevaluasi apakah aplikasi
jual beli saham milik broker tersebut bagus atau tidak.

Berikut ini adalah daftar aplikasi main saham online untuk pemula, yaitu:
❖ Stockbit
❖ Ipotultima dari Indopremier
❖ Most dari Mandiri Sekuritas
❖ BNI Sekuritas
❖ Mirae Sekuritas

Semua diatas adalah aplikasi saham ojk, yang sudah resmi terdaftar.
2. Buka Rekening Saham
Setelah memilih broker, langkah berikutnya adalah membuka rekening saham.
Membuka rekening wajib karena jika tidak, Anda tidak bisa melakukan transaksi
saham. Broker yang baik memberikan fasilitas pembukaan rekening secara
online dimana Anda cukup mengisi formulir pembukaan rekening secara online
dan mengirimkan dokumen tersebut setelah ditandatangani.

3. Buka Rekening Dana Nasabah


Selain buka rekening saham di broker, berbarengan dengan itu, yang tidak kalah
penting adalah pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN). Kalau rekening
saham untuk Anda bisa melakukan jual beli saham, RDN adalah rekening
khusus yang dibuat di bank untuk menyimpan dana transaksi jual beli saham.

Setoran modal untuk transaksi saham dan hasil penjualan saham disimpan di
RDN. Meskipun rekening saham sudah dibuka, tetapi jika RDN belum dibuat,
Anda tidak bisa mulai transaksi saham.

4. Setor Modal
Setelah rekening saham dan RDN berhasil dibuka, Anda perlu menyetor dana
untuk melakukan transaksi saham. Setoran modal dilakukan ke RDN. Jumlah
setoran tergantung jumlah transaksi saham yang akan dilakukan.

Pengalaman saya untuk transaksi pertama kali, Anda harus melakukan deposit
terlebih dahulu, baru bisa melakukan transaksi perdagangan saham. Setelah
transaksi pertama berhasil, transaksi berikutnya Anda bisa melakukan settlement
atau pembayaran kewajiban dalam waktu 2 hari sejak transaksi.

5. Transaksi Beli Saham Online


Setelah dana disetor dan efektif di RDN, Anda bisa melakukan transaksi beli
saham. Cara beli saham di aplikasi online adalah sbb:

a. Tentukan saham yang ingin Anda beli dan pilih saham tersebut.
Sebaiknya Anda ingat kode sahamnya karena akan lebih mudah.
b. Pada saat melakukan order, Anda akan diminta menentukan di harga
berapa akan membeli saham pilihan Anda tersebut dan dalam aplikasi
akan terlihat harga penawaran (bid) dan harga penjualan (offer).
c. Jika ingin langsung pembelian efektif, Anda pasang harga beli sama
dengan harga penjualan (offer) terendah, maka Anda akan mendapatkan
saham tersebut.
d. Jika ingin harga beli yang lebih murah, maka Anda pasang di harga
dibawah harga jual terendah, yang artinya Anda harus mengantri sampai
ada penjual yang mau menurunkan harga jual ke harga beli yang Anda
pasang.
e. Pemasangan order beli Anda mengikuti prioritas harga dan waktu.

Setelah transaksi berhasil, Anda bisa cek di halaman Portofolio yang


menunjukkan kepemilikan saham Anda saat ini (harga rata-rata, jumlah lembar
saham dan nilai investasi saham).

6. Transaksi Jual Saham Online


Saham yang Anda miliki bisa dijual lewat aplikasi saham online di broker. Cara
menjual saham adalah:
a. Pilih saham yang Anda miliki lalu tentukan harga jual dan jumlah lembar
saham yang akan dijual
b. Penentuan harga jual menentukan seberapa cepat transaksi bisa
dilakukan. Jika ingin segera menjual saham, Anda pasang di harga beli
tertinggi di pasar saat itu. Tetapi, jika ingin hasil penjualan yang lebih
besar, Anda bisa pasang di harga jual yang lebih tinggi, namun
konsekuensinya

7. Merubah Order Saham Online

Pada saat melakukan perdagangan saham, Anda bisa merubah atau ‘amend’
harga beli atau harga jual. Dalam aplikasi saham online tersedia fasilitas untuk
melakukan perubahan tersebut.

Jika posisi yang Anda pasang tidak tereksekusi, sementara Anda sudah ingin
segera membeli atau menjual saham tersebut, maka Anda bisa lihat posisi harga
jual dan beli yang tersedia pasar saat itu dan melakukan perubahan harga –
amend – sesuai dengan kondisi pasar saat itu.

8. Settlement Transaksi
Dalam jual beli, Anda harus membayar saat transaksi dilakukan. Ada uang ada
barang. Hal berbeda di bursa saham. Di bursa, penyelesaian transaksi –
settlement – dilakukan dalam waktu T+2 atau dua hari perdagangan sejak
transaksi dilakukan. Untuk mudahnya, berikut ini saya berikan contohnya.
Trade Confirmation Broker Saham

Diatas ini adalah ‘Trade Confirmation’ Beli Saham yang dikirim broker setiap kali
Anda menyelesaikan transaksi perdagangan saham. Hal yang penting
diperhatikan:
a. Transaksi dilakukan pada 14 Nov 2019
b. Total pembelian saham adalah Rp 21.2 juta untuk dua saham, Bank BNI
dan HM Sampoerna.
c. Broker menyebutkan kewajiban harus ditransfer ke rekening dana saham
pada 18 Nov 2019, dengan perhitungan 14 Nov hari Kamis, 15 Nov hari
Jumat dan 18 Nov hari Senin. Jadi, penyelesain harus di hari ke-2
perdagangan sejak transaksi dilakukan.
d. Jika settlement tidak diselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan,
denda akan dibebankan sebesar 45% per tahun.

Berapa fee transaksinya ?

9. Fee Transaksi Saham


Dalam perdagangan saham, Anda harus membayar fee atas transaksi
perdagangan saham ke broker yang mengeksekusi order transaksi. Apa biaya
transaksi saham yang harus Anda bayar ketika melakukan transaksi
perdagangan saham ? Bisa lihat di Trade Confirmation yang disampaikan diatas,
komponen biaya transaksi adalah:
a. Brokerage Fee 0.15% dari nilai transaksi
b. Pajak atas fee transaksi 10%
c. Fee Bursa Efek Indonesia
d. Fee KPEI

Total transaksi Rp. 21,250,000 dengan tambahan biaya Rp 31,875 sehingga


total yang harus dibayar adalah Rp 21,281,875.
Sekilas fee transaksi saham terlihat kecil untuk satu kali transaksi. Tetapi, hal
yang wajib diperhatikan adalah jika Anda melakukan transaksi saham berulang –
ulang, dalam posisi beli dan jual, fee transaksi akan menimbulkan biaya yang
tidak sedikit, yang pada ujungnya memakan profit Anda.

10. Analisa Fundamental

Data Fundamental Saham di Broker

a. Bagaimana menentukan harga wajar saham atau fair-value ?


b. Tetapi, sebelum itu, kenapa Anda harus tahu harga fair-value ?

Karena berdasarkan harga fair-value tersebut Anda bisa memutuskan apakah


harga suatu saham masih murah (sehingga perlu dibeli) atau sudah mahal
(sehingga perlu ditunggu sampai harganya turun).

Salah satu metode menentukan nilai atau harga saham disebut sebagai
Fundamental Analysis atau Analisa Fundamental. Analisa fundamental
menggunakan laporan keuangan sebagai basis dalam menentukan dan
menghitung harga saham yang wajar tersebut ada di harga berapa. Dalam
melakukan analisa fundamental dibutuhkan pemahaman laporan keuangan yang
baik dan pengetahuan soal bisnis saham tersebut.

Saya menyarankan menggunakan analisa fundamental untuk memilih saham


karena menurut saya membeli saham itu membeli bisnis yang mana evaluasi
dilakukan atas kinerja dan keuangan perusahaan. Sudah banyak broker yang
menyediakan data laporan keuangan dan perhitungan rasio keuangan secara
online, sehingga Anda tinggal melakukan analisis dan tidak perlu mengumpulkan
data lagi. Anda bisa lihat dalam gambar diatas, contoh fasilitas data dan rasio
keuangan yang disediakan salah satu broker online.
11. Stock Screener
Berikut ini adalah salah satu contoh hasil stock screener kriteria saham dengan
ROE tinggi

Stock Screener di Broker Saham

Bagaimana memilih saham dengan mudah ?

Tidak mudah mengingat ada banyak saham di bursa. Tetapi, Anda bisa memulai
dengan menggunakan fitur stock screener, tersedia secara gratis di broker, yang
memfilter saham berdasarkan kriteria yang Anda pilih. Saya merasakan bahwa
stock screener sangat membantu karena saya tidak harus mengecek saham
satu persatu.

Ada beberapa cara menentukan kriteria dalam stock screener:


a. Pertama, Anda menentukan kriteria sendiri berdasarkan pengalaman atau
diskusi dengan pihak lain, yang dengan cara manual ini Anda bisa
membuat daftar saham pilihan yang sesuai dengan keinginan.
b. Kedua, Anda bisa menggunakan preset kriteria, yaitu kriteria yang umum
digunakan dan sudah dikenal, berdasarkan gaya guru investasi seperti
Warren Buffet, William O’Neil dan lain-lain yang bisa langsung digunakan.

Mana yang strategi yang sebaiknya Anda pilih, saran saya, sesuaikan dengan
pengetahuan dan kenyakinan Anda tentang kriteria pemilihan saham.
12. Diversifikasi
Diversifikasi adalah kunci dalam investasi saham.

Cara untuk mengelola resiko dalam investasi saham adalah tidak menempatkan
investasi dalam satu atau dua saham, tetapi membagi atau mendiversifikasikan
ke banyak saham. Tujuannya agar ketika harga saham anjlok, Anda masih
punya stamina untuk bertahan karena tidak semua investasi saham Anda anjlok.

Salah satu strategi diversifikasi yang terkenal adalah membeli index fund, yaitu
beli semua saham sesuai bobot yang terdapat dalam indeks, sehingga
keuntungan mengikuti keuntungan indeks. Index fund bisa dibeli di Bursa Efek
Indonesia dengan membeli ETF (Exchange Traded Fund).

sumber Kontan.co.id
Exchange Traded Fund (ETF) adalah salah satu saham yang diperdagangkan di
BEI, namun memiliki keunikan karena bukan seperti layaknya saham yang
dikeluarkan perusahaan. ETF adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi
Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek.

Meskipun ETF pada dasarnya adalah reksa dana, produk ini diperdagangkan
seperti saham-saham yang ada di bursa efek. ETF merupakan penggabungan
antara unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana dengan mekanisme saham
dalam hal transaksi jual maupun beli.

Salah satu manfaat ETF adalah membantu diverifikasi.

Kita tahu bahwa diverifikasi itu penting dalam investasi saham tetapi masalahnya
untuk bisa melakukan diversifikasi ke banyak saham membutuhkan nilai
investasi yang tidak kecil karena ada minimum investasi di BEI, yaitu 100 lembar
saham.

Kesulitan ini diatasi dengan membeli ETF.

Dengan beli ETF, Anda cukup beli 1 saham, yang sebenarnya di belakangnya
adalah puluhan saham, tergantung indeks yang menjadi dasar ETF tersebut.

Contohnya, ETF Reksa Dana Premier ETF LQ-45, yang Anda cukup beli 1 lot
saham ETF ini, tetapi sebenarnya Anda sudah investasi di puluhan saham
unggulan indeks LQ 45, yang berjumlah 45 saham.

Harga ETF Reksa Dana Premier ETF LQ-45 tergantung pada pergerakan harga
ke 45 saham yang menjadi anggota indeks LQ 45.

Sumber:
❖ http://www.juruscuan.com/investasi/72-tips-memilih-broker-saham-terbaik
❖ https://duwitmu.com/saham/cara-beli-saham-online/amp/
❖ https://ajaib.co.id/contoh-transaksi-jual-beli-saham-dan-investasi-saat-krisis/
3. Untuk memaksimalkan return dan meminimalkan risiko, maka investor
melakukan manajemen portofolio, jelaskan proses dalam manajemen portofolio
tersebut.

Cara Evaluasi Portofolio Saham


Cara mengevaluasi portofolio saham yang telah kita beli dapat dilakukan dengan
mengukurnya berdasarkan kinerja yang memperhitungkan risk and reward. Jadi tidak
hanya returnnya saja namun juga risiko dari portofolionya.

Investor yang rasional akan memilih portofolio yang efisien, karena merupakan
portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu dengan
return ekspektasi atau return portofolio.

Portofolio yang efisien adalah portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar
dengan tingkat risiko yang sudah pasti atau portofolio yang mengandung risiko terkecil
dengan tingkat return ekspektasi yang sudah pasti.

Investor memilih portofolio yang memberi kepuasan melalui risiko dan return, dengan
memilih sekuritas yang berisiko.

Portofolio optimal merupakan sesuatu yang unik atas investasi pada aset berisiko.
Investasi yang realistis akan melakukan investasi tidak hanya pada satu jenis investasi,
akan tetapi melakukan diversifikasi pada berbagai investasi dengan pengharapan akan
meminimalkan risiko dan memaksimalkan return.

Risk-Adjusted Performance
Dengan berdasarkan pada teori pasar modal, beberapa ukuran kinerja portofolio sudah
memasukkan faktor return dan risiko dalam perhitungannya.
Beberapa ukuran kinerja portofolio yang sudah memasukkan faktor risiko, antara lain :
❖ Indeks Sharpe,
❖ Indeks Treynor, dan
❖ Indeks Jensen.

Pengukuran Kinerja Portofolio


Perkembangan konsep pengukuran kinerja portofolio terjadi pada akhir tahun 60-an
yang dipelopori oleh Wiliam Sharpe, Trenor, dan Michael Jensen. Konsep ini
berdasarkan teori Capital Market

Ketiga ukuran ini dikenal dengan istilah composite (risk-adjusted) measure of portofolio
performance karena mengkombinasikan antara return dan risk dalam suatu
perhitungan. Ketiga ukuran kinerja tersebut adalah sebagai berikut:

1) Ukuran Kinerja Sharpe


Salah satu metode yang digunakan untuk membandingkan kinerja portofolio
dengan menggunakan konsep dari Garis Pasar Modal/ Capital Market Line (CML)
atau lebih dikenal dengan istilah Reward to Variability Rasio (RVAR).
Dimana Sharpe menyatakan series kinerja portofolio dihitung merupakan hasil
bersih dari portofolio dengan tingkat bunga bebas risiko per unit risiko dengan diberi
simbol Sp. Indeks kinerja Sharpe dipakai untuk mengukur premi risiko untuk setiap
unit risiko pada portofolio.

Indeks Sharpe dihitung dengan formula sebagai berikut:

Sp = (Rp – Rf) / σp

Keterangan:
Sp = indeks portofolio Sharpe.
Rp = rata-rata return portofolio p atau tingkat pengembalian pasar.
Rf = rata-rata return bebas risiko tingkat bunga bebas risiko.
σp = total risiko yaitu hasil jumlah dari risiko sistematik dan risiko unsistematik
= atau standar deviasi return portofolio p.

Premi risiko portofolio, Rp – Rf merupakan kompensasi untuk memikul resiko.


Indeks Sharpe merupakan rasio kompensasi terhadap total risiko. Jika portofolio
sangat diversifikasi maka total risiko hampir sama dengan risiko sistematik
dikarenakan risiko tidak sistematik mendekati nol.

Hal ini juga dapat disebut bila portofolio sama dengan portofolio pasar maka total
risiko sama dengan risiko sistematis atau risiko pasar atau dapat disebut dengan
beta.

Indeks Sharpe dapat digunakan untuk membuat peringkat dari beberapa portofolio
berdasarkan kinerjanya. Semakin tinggi indeks Sharpe suatu portofolio dibanding
portofolio lainnya, maka semakin baik kinerja portofolio tersebut.

Cara lain untuk melihat perbandingan kinerja diantara sejumlah portofolio adalah
dengan menempatkan masing-masing Indeks Sharpe portofolio ke dalam titik-titik
dalam grafik garis pasar modal

2) Ukuran Kinerja Treynor


Treynor sebagai salah satu indeks yang digunakan untuk mengukur kinerja
portofolio, Treynor mengansumsikan bahwa portofolio sangat diversifikasi dikenal
dengan istilah Reward to Valatility Ratio (RVOR). Oleh karenanya indeks Treynor
menyatakan series kinerja portofolio dihitung merupakan hasil bersih dari portofolio
dengan tingkat suku bunga bebas risiko per unit risiko pasar portofolio tersebut
dengan diberi simbol Tp.
Indeks kinerja Treynor dihitung dengan formula berikut:

Tp = (Rp – Rf) / (βp . s)

Keterangan:
Tp = Indeks Treynor portofolio.
Rp = Rata-rata return portofolio p atau tingkat pengembalian pasar.
Rf = Rata-rata tigkat return bebas risiko.
βp = Risiko pasar dari portofolio atau beta portofolio p.

Indeks Treynor juga merupakan suatu rasio kompensasi terhadap risiko. Tetapi
dalam Indeks Treynor, risiko diukur tidak dengan total risiko melainkan hanya risko
sistematis.

Dalam menghitung indeks Treynor ini maka asumsi yang harus diperhatikan bahwa
hasilnya memberikan evaluasi pada satu periode, karena tingkat pengembalian
portofolio dan risiko membutuhkan periode yang panjang. Bila periode yang
dipergunakan cukup pendek maka risiko yang dihitung dengan beta memberikan
hasil yang tidak wajar atau tidak representatif.

Dengan membandingkan dengan Indeks Sharpe, dapat dilihat adanya perbedaan


antara peringkat kinerja portofolio dengan menggunakan Indeks Sharpe dengan
menggunakan Indeks Treynor. Hal ini dikarenakan besarnya standar deviasi dan
beta portofolio yang berbeda.

Dari gambar tersebut, maka Indeks Treynor besarnya sama dengan slope garis
yang menghubungkan posisi portofolio dengan tingkat return bebas risiko.

Portofolio yang mempunyai Indeks Treynor yang lebih kecil dari Indeks Treynor
pasar akan terletak di bawah garis pasar sekuritas, dan hal ini menunjukkan bahwa
kinerja portofolio tersebut berada di bawah kinerja pasar.

Sebaliknya portofolio yang berada diatas garis pasar sekuritas mempunyai kinerja
diatas kinerja pasar. Semakin besar slope garis atau semakin besar Indeks Treynor
yang dimiliki sebuah portofolio, berarti kinerja portofolio tersebut akan menjadi
relatif lebih baik dibandingkan portofolio yang mempunyai Indeks Treynor lebih
kecil.

3) Ukuran Kinerja Jensen


Sebagai salah satu ukuran kinerja portofolio, Jensen sangat memperhatikan CAPM
dalam mengukur kinerja portofolio tersebut yang sering disebut dengan Jesen
ALPHA (Differential Return Measure).
Jesen ALPHA merupakan sebuah ukuran absolut yang mengestimasikan tingkat
pengembalian konstan selama periode investasi dimana memperoleh tingkat Jesen
ALPHA pengembalian diatas (dibawah) dari buy-hold strategy dengan risiko
sistematik yang sama. Adapun formula Jensen ALPHA sebagai berikut:

Jp = Rp - [Rf + bp (Rm - Rf)]

Semakin tinggi ap yang positif maka kinerja portofolionya semakin baik.


Jensen ALPHA dapat dihitung dengan cara lain yaitu dengan menyederhanakan
persamaan diatas menjadi persamaan dibawah ini:

Rp – Rf = ap + bp (Rm - Rf)

Persamaan diatas memperlihatkan adalah risiko premium portofolio dipengaruhi


oleh risiko market premium. Nilai a dan b pada persamaan diatas diestimasikan
sesuai dengan model yang dikenal dengan regresi. Baca juga artikel : Apa yang
dimaksud dengan Perang Dagang.

Oleh karenanya data asli runtun waktu dari portofolio, tingkat pengembalian pasar
dan tingkat bunga bebas risiko harus tersedia. Nilai a yang tertinggi dan siginifikan
merupakan portofolio yang terbaik dari portofolio yang ada.

Ada pula, persamaan Indeks Jensen secara umum adalah:

Jp = Rp – [ Rf + (RM – Rf ) βp ]

Keterangan:
Jp = Indeks Jensen portofolio Rf = rata-rata tingkat return bebas risiko
Rp = rata-rata return portofolio p Βp = beta portofolio p

Indeks Jensen adalah kelebihan return diatas atau di bawah garis sekuritas
(security market line). Indeks Jensen secara mudahnya dapat diinterpretasikan
sebagai pengukur berapa banyak portofolio ‘mengalahkan pasar’.

Indeks yang bernilai positif berarti portofolio memberikan return yang lebih besar
dari return harapannya (berada diatas garis pasar sekuritas) sehingga merupakan
hal yang bagus karena portofolio mempunyai return yang relatif tinggi untuk tingkat
risiko sistematisnya. Demikian juga sebaliknya, indeks yang bernilai negatif
menunjukkan bahwa portofolio mempunyai return yang relatif rendah untuk tingkat
risiko sistematisnya.
Indeks Jensen merupakan selisih antara return portofolio dengan return portofolio
yang tidak dikelola dengan cara khusus (hanya mengikuti return pasar). Sehingga
persamaan awal kemudian dimodifikasi menjadi:

Jp = (Rp – Rf) – [βp (RM – Rf) ]

Persamaan diatas memperlihatkan bahwa Indeks Jensen merupakan selisih return


abnormal portofolio p selama satu periode dengan premi risiko portofolio yang
seharusnya diterima dengan menggunakan tingkat risiko sistematis tertentu dan
model CPAM. Oleh karena itu nilai Indeks Jensen bisa saja lebih (positif), lebih kecil
(negatif), atau sama (nol).

Sumber:
❖ https://pintarsaham.id/cara-melakukan-evaluasi-portofolio-saham/
❖ https://www.belajarcuan.com/2018/08/manajemen-portofolio-saham-dan.html
❖ https://id.investing.com/analysis/cara-mengatur-portofolio-saham-yang-baik-
dengan-diversifikasi-200200037
❖ https://ajaib.co.id/pentingkah-memiliki-portofolio-saham-ini-jawaban-pastinya/

Anda mungkin juga menyukai