Anda di halaman 1dari 3

INISIASI 8

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BISNIS

Apakah Manfaat Sistem Informasi Bagi Bisnis? Saat ini, dan bisa jadi ke depan, bahwa salah satu aset
perusahaan bisnis modern yang sangat berharga adalah sistem informasi yang memiliki tingkat respon
tinggi serta fokus kepada para penggunanya dari segala aspek. Sistem informasi yang dibangun dengan
baik dan benar antara lain dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi stok 19 material produksi,
menghilangkan kegiatan yang tidak memiliki manfaat (nilai tambah), meningkatkan layanan dan
kepuasan pelanggan, mengkoordinasikan setiap bagian dalam perusahaan serta meningkatkan kualitas
kebijakan manajemen.
Sedangkan secara umum manfaat-manfaat tersebut dapat dikategorikan sebagai manfaat berwujud
(tangible benefit) dan manfaat tak berwujud (intangible benefit).
1. Tangible Benefit Sebuah sistem informasi yang dibangun dan dipelihara dengan baik akan
memberikan manfaat berwujud yang secara faktual dapat dilihat pergerakannya melalui
pendapatan yang diraih serta biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Indikator dari
keberhasilan/manfaat yang berdampak pada peningkatan pendapatan adalah meningkatnya
penjualan dalam pasar yang sudah ada serta perluasan ke pasar yang baru. Sistem informasi yang
baik dapat digunakan tidak hanya untuk penyimpanan data secara elektronik saja tetapi harus
mampu mendukung proses analisis yang diperlukan oleh manajemen. Sehingga dengan dukungan
sistem informasi yang baik maka dapat diperoleh informasi yang akurat, terpercaya, mutakhir dan
mudah diakses mengenai kondisi penjualan perusahaan.
2. Intangible Benefit Seringkali manfaat tak berwujud inilah yang menjadi titik kritis pada jalannya
roda bisnis sebuah perusahaan. Karena bersifat tak berwujud, aspek-aspek berikut seringkali
diabaikan atau tidak terlacak resistensinya, yaitu:
 Peningkatan mutu dan jumlah keputusan manajemen Tidak dapat dimungkiri bahwa setiap
pengambilan keputusan sangat bergantung kepada informasi yang mendukung kebijakan yang
akan diambil tersebut. Hal tersebut hanya dapat terwujud jika sistem informasi dapat menyajikan
informasi yang relevan, akurat, terkini dan dapat diambil setiap saat.
 Peningkatan mutu dan jumlah respon atas kondisi pesaing Aspek intelijen bisnis adalah hal yang
sangat penting sejak kurun waktu yang lama dengan berbagai format dan keperluannya. Untuk
mencapai titik respon yang cepat dan tepat atas dinamika para pesaing maka diperlukan sistem
informasi yang mampu mengumpulkan semuanya.
 Peningkatan efisiensi dan keluwesan operasional Pemilik bisnis mana yang tidak menginginkan
ini? Semakin efisien dan luwesnya sebuah operasional maka hal ini menunjukkan semakin
rendahnya biaya yang dikeluarkan untuk menjalankannya. Hal tersebut dapat dicapai karena
dipangkasnya rantai birokrasi dalam perusahaan setelah implementasi sistem informasi yang
baik.
 Peningkatan mutu komunikasi internal dan eksternal Sebuah sistem informasi yang baik tentunya
harus didukung oleh sistem jaringan komunikasi data elektronik yang handal juga. Dengan
penerapan sistem informasi yang baik maka setiap pihak baik di dalam maupun di luar
perusahaan dapat bertukar informasi secara lebih efektif dan efisien.
 Peningkatan mutu perencanaan Perencanaan adalah proses yang penting bagi bisnis. Namun
apapun perencanaan yang akan dibuat maka tentunya diperlukan dukungan informasi yang
memadai dalam melaksanakannya. Jika tidak maka perencanaan tersebut dapat kehilangan arah
dan tidak mencapai sasarannya karena kesalah informasi yang menjadi basisnya.
 Peningkatan mutu pengendalian dan pengawasan Dengan sistem informasi yang dibangun dan
dipelihara dengan baik maka setiap aktivitas di dalam lingkungan bisnis dapat terus-menerus
dipantau. Pemantauan tersebut tentunya berdampak pada peningkatan pengendalian atas setiap
prosedur dan kegiatan yang terjadi di dalam perusahaan.
Dari teknlogi informasi (TI) sampai perguruan tinggi, guru dan siswa/mahasiswa menggunakan teknologi
untuk memfasilitasi belajar, menambahkan hiburan ke dalam pengajaran keahlian-keahlian dasar, dan
untuk mengakses sumber daya dari seluruh dunia. Pada level perguruan tinggi, mahsiswa menyampaikan
tugas dalam Disket atau melalui Internet. Mereka bisa berkolaborasi mengerjakan tugas-tugas kelompok
melalui komputer, membeli buku teks berbentuk CD-ROM, dan men-download materi perkuliahan, tugas,
dan informasi-informasi lain dari situs-situs Web.
Perusahan dapat menciptakan produk-produk homogen dan tidak mrembutuhkan jasa individual yang
akan sangat mempengaruhi peningkatan popularitas Internet.

Teknologi informasi merupakan sektor bisnis yang berkaitan dengan komputasi, termasuk hardware,
software, telekomunikasi, dan umumnya apapun yang menyangkut informasi atau sistem yang
memudahkan berjalan nya komunikasi. Disamping itu teknologi informasi tentunya berkaitan dengan
manajamen data, baik berupa text, gambar, audio, video, dan juga hal-hal berbau internet yang telah
menjadi bagian tak terpisahkan dalam aktivitas sehari-hari. TI terus berkembang pesat dan digunakan
dalam berbagai bidang kehidupan manusia.
Manfaat yang didapat dengan menggunakan teknologi informasi di dunia bisnis adalah kemudahan dan
efesiensi diiringi maksimal nya produktifitas perusahaan. Selain itu, komunikasi juga akan semakin
lancar, penyimpanan data yang lebih modern (elektronik) dan proteksi terhadap berkas-berkas penting.
Berikut dijabarkan beberapa manfaat teknologi informasi dalam dunia bisnis :
Menyimpan Sekaligus Melindungi Informasi Penting
Teknologi informasi menciptakan sistem penyimpanan yang lebih modern dan canggih sehingga dapat
melindungi data-data penting perusahaan. Berdasarkan Grziado Business Report, yang dipublikasikan
oleh Pepperdine University, keamanan data pelanggan dan pasien menjadi hal vital bagi integritas bisnis.
Sistem penyimpanan yang berisi informasi-informasi penting hanya memperbolehkan pengguna tertentu
untuk mengakses nya, sehingga akan bebas dari serangan peretas. Hal tersebut dapat menunjang
kelancaran dan keamanan bisnis dalam perusahaan.
Secara historis, perusahaan modern telah memusatkan penyimpanan informasi-informasi penting di pusat
data (data center) mereka. Evolusi sistem yang semakin canggih membuat banyak perusahaan
mengadopsi dan mengembangkan sendiri server dan penyimpanan milik mereka. Pusat data merupakan
tempat utama untuk mengelola jumlah data yang jumlahnya sangat banyak. Infrastruktur dari pusat data
terdiri dari komponen hardware, seperti perangkat komputer,sistem penyimpanan, perangkat jaringan dan
sebagainya, komponen software, seperti aplikasi, sistem operasi, dan manajemen software.
Disamping itu kontrol lingkungan juga termasuk, seperti pendingin ruangan, pemadam api, ventilasi dan
lain-lain. Perusahaan besar akan memiliki lebih dari satu data centre guna menjamin kelancaran proses
distrubusi data dan sebagai backup jika terjadi bencana dan hal-hal di luar dugaan.
Otomatisasi Proses
Dalam dunia bisnis tentunya semua stakeholder menginginkan tuntasnya pekerjaan dalam waktu
sesingkat mungkin. Teknologi informasi hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi bisnis
perusahaan dengan mengembangkan otomatisasi proses. Karyawan dapat bekerja lebih leluasa saat
komputer sedang mengerjakan report, membuat query, merekam proyek dan memonitor finansial.
Dunia bisnis modern mengenal istilah Business Process Automation (BPA), yaitu merupakan
pendekatan proses bisnis yang lebih efektif, efesien, stabil, hemat biaya, dan produktif.
Dalam praktiknya, BPA digunakan sebagai alur kerja logistik untuk beberapa proses dalam perusahaan,
seperti sumber daya manusia, penjualan, finansial, manajemen, operasi dan sebagainya. BPA
mengandalkan teknologi informasi dalam implementasinya. Pemilihan teknologi yang tepat akan
berdampak pada tereliminasi nya proses tidak penting, alokasi biayayang lebih akurat, manajemen
finansial yang rapih dan pada akhirnya memaksimalkan produktifitas perusahaan.
Membangun Komunikasi
Dewasa ini, banyak perusahaan yang menyediakan layanan berbasis web demi memperluas
jangkauan pasar dan memberikan rincian lebih terkait bisnis mereka. Selain itu tidak sedikit yang
menggunakan komunikasi virtual untuk menjangkau para customer, baik berupa
layanan konsumen, promosi hingga penjualan produk, semua serba digital.
Beberapa dampak dari penggunaan teknologi informasi dalam hal komunikasi bisnis antara lain;
 Menguatnya hubungan dengan pelanggan:  Dengan adanya teknologi (komunikasi)
maka pelanggan akan mendapat akses yang lebih mudah dan jangkauan yang semakin dekat dengan
layanan produk perusahaan. Misalnya melaui sebuah website, pelanggan akan mendapatkan banyak
informasi, memberi masukan (feedback), atau mungkin membeli produk/layanan.
Dengan demikian, perusahaan dapat lebih baik dalam memahami kebutuhan pelangganmereka.
 Efektif dan mengurangi biaya: Bisnis yang dijalankan tidak lagi memakan biaya yang banyak dalam
berkomunikasi. Membangun data centre akan membantu dalam memperoleh informasi karyawan secara
real-time juga dapat menganalisis finansial dan mengelola nya dengan rapih. Contoh sederhana
efektifitas komunikasi dengan bantuan teknologi informasi adalah e-mail yang secara sederhana
memudahkan komunikasi bisnis dalam perusahaan.
 Set-Up jaringan: Di era modern, perusahaan telah banyak memangkas waktu dan biayadengan
menciptakan information sharing network. Dalam kasus ini, berjalan nya bisnis tidak lagi perlu
menyediakan perangkat komunikasi sebanyak jumlah karyawan nya. Melainkan dengan
adanya information sharing network, seluruh karyawan terpusat pada satu data centre, dimana mereka
dapat menyimpan dan me-retrieve seluruh data yang diinginkan.
 Menguatnya hubungan antar karyawan, karyawan yang berpengalaman dalam bidang IT bisa
mengedukasi bagian lainnya, sehingga bisa bekerja sama dalam menyelesaikan projek. Selain itu, ini juga
bisa memberikan bagi pekerja untuk mengekspresikan ide dalam menyelesaikan masalah yang muncul.
 Menghubungkan dengan perusahaan lain: IT juga membantu para pebisnis untuk bekerja sama atau
terkoneksi. Program perangkat lunak perangkat keras memungkinkan untuk terciptanya hubungan antar
perusahaan tanpa mengirimkan lokasi aktual mereka. Dan memungkinkan terjadinya hubungan B2B
(Business to Business) dimana mereka bisa memasarkan produk kepada perusahaan lain.
Memungkinkan Bisnis berjalan setiap saat dan dimana saja.
Dengan adanya TI memungkinkan bisnis akan tetap berjalan setiap saat dan dimana saja. Dahulu sebelum
adanya TI maka proses bisnis akan sangat sulit dilakukan. Hanya waktu waktu tertentu dan tempat untuk
berbisnis pun terbatas. Contohnya ketika kita akan membeli suatu barang atau ingin menjual barang kita
harus bertemu dengan pembeli/ penjual untuk melakukan kesepakatan. Hal tersebut membuat batasan
tempat menjadi sempit yakni hanya daerah sekitar saja.
Dan waktu nya pun terbatas yakni ketika toko atau penjual sedang membuka lapaknya. Namun lihatlah di
zaman TI ini ketika kita ingin membeli suatu barang kita hanya perlu membuka ponsel melakukan
beberapa sentuhan untuk memilih barang dan kita dapat membelinya secara langsung tanpa bertemu
langsung dengan penjual. Hal tersebut memungkinkan kita melakukan kegiatan bisnis kapan saja tanpa
batasan waktu. Hal seperti itulah yang membuat bisnis kini tidak memiliki batasan waktu maupun batasan
tempat.