Anda di halaman 1dari 5

NAMA : ANDI MAULINA

NIM : A031181329
MATA KULIAH : PENGAUDITAN I

Ringkasan Materi Kuliah (RMK)


PENGAMBILAN SAMPEL AUDIT DALAM UJI PENGENDALIAN

KONSEP DASAR SAMPLING AUDIT


AU 350.01 mendefinisikan sampling audit sebagai “penerapan prosedur audit terhadap
unsur-unsur suatu saldo akun atau kelompok transaksi yang kurang dari 100% dengan tujuan
untuk menilai beberapa karakteristik saldo akun atau kelompok transaksi tersebut”. Sampling
audit diterapkan baik untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantive, namun bukan
berarti dapat diterapkan untuk seluruh prosedur audit yang dapat digunakan dalam pengujian-
pengujian tersebut. Contoh, sampling audit secara luas di gunakan dalam pemeriksaan (vouching),
konfirmasi (confirming), dan penelusuran (tracing), tetapi hal tersebut tidak biasa digunakan
dalam pengajuan pertanyaan, observasi, dan prosedur analitis.

Ketidakpastian dan Sampling Audit


Ketidakpastian yang melekat dalam audit sering disebut sebagai risiko audit. Sampling audit
menerapkan dua komponen risiko audit, yaitu:
1. Risiko pengendalian adalah risiko bahwa pengendalian intern tidak dapat mendeteksi
atau menghindari salah saji material dalam asersi laporan keuangan.
2. Pengujian rincian risiko merupakan risiko bahwa salah saji material tidak akan
diungkapkan dengan pengujian rincian oleh auditor.

Risiko Sampling dan Non-sampling


Timbul dari kemungkinan bahwa, jika suatu pengujian atas pengendalian atau pengujian
substantif terbatas pada sampel, kesimpulan auditor mungkin menjadi lain dari kesimpulan
yg akan dicapainya jika cara pengujian yg sama diterapkan terhadap semua unsur saldo
rekening/kelompok transaksi. Dalam melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian
substantive. Terdapat 2 tipe resiko sampling yg bisa terjadi, yaitu:
1. Pengujian Pengendalian
1) Resiko penentuan tingkat resiko pengendalian yg terlalu rendah
2) Resiko penentuan tingkat resiko tinggi pengendalian yang terlalu tinggi
2. Pengujian Substantif
1) Resiko keliru menerima
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : PENGAUDITAN I

2) Resiko keliru menolak

Sedangkan, resiko nonsampling meliputi semua aspek resiko audit yg tidak berkaitan dengan
sampling. Sumber resiko samplung meliputi:
• Kesalahan manusia, seperti gagal mengenali kesalahan dalam dokumen
• Ketidaktepatan penerapan prosedur audit terhadap tujuan
• Kesalahan dalam menafsirkan hasil sampel
• Kesalahan karena mengandalkan pada informasi keliru yg diterima dari pihak lain,
seperti jawaban konfirmasi yg tidak benar.

Sampling Nonstatistik dan Sampling Statistik


Dalam melakukan pengujian audit sesuai dengan standar audit, auditor bisa menggunakan
sampling nonstatistik atau sampling statistic ataupun keduanya.
• Dalam sampling nonstatistik, auditor menentukan ukuran sampel dan mengevaluasi
hasil sampel sepenuhnya berdasarkan kriteria subyektif serta pengalamannya.
• Dalam sampling statistik, mungkin diperlukan biaya cukup besar untuk melatih
auditor dalam penggunaan statistik dan merancang serta menerapkan rencana
sampling. Namun demikian, sampling statistik akan bermanfaat bagi auditor dalam
merancang sampel yang efisien, mengukur kecukupan bukti yang diperoleh, dan
menilai hasil sampel.

Teknik Sampling Audit


Auditor dapat menggunakan sampling untuk memeperoleh informasi tentang beberapa
perbedaan karakteristik populasi. Namun demikian, kebanyakan sampel audit mengarah
pada Tingkat Penyimpangan (deviation rate) dan Jumlah uang. Pada saat sampling statistik
dugunakan, teknik sampel ini masing-masing ditunjukkan sebagai sampling atribut dan
sampling variabel.

SAMPLING NONSTATISTIK UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN


Pengendalian yang Dapat Diuji dengan Sampling Nonstatistik
1. Pengujian prosedur pengendalian dengan program komputer (Testing Computer-
Programmed Control Procedures)
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : PENGAUDITAN I

Untuk prosedur pengendalian yang diprogram secara spesifik sesuai kehendak, biasanya
cukup bagi auditor untuk menguji pengendalian yang diprogram dengan hanya dua
transaksi yang sesuai. Namun pengujian ini dilakukan ketika auditor menilai risiko
pengendalian dengan rendah.
2. Pengujian prosedur pengendalian umum komputer (Testing Computer General Control

Procedures)
Prosedur pengendalian umum komputer meliputi pengendalian organisasi dan operasi,
pengembangan sistem dan pengendalian dokumentasi, pengendalian perangkat keras
(hardware) dan sistem perangkat lunak (system software), pengendalian akses, serta
pengendalian data dan prosedur.

Pengujian Prosedur TIndak Lanjut Manual


Prosedur pengendalian berprogram komputer biasanya memberikan pengecualian untuk
tindak lanjut manual. Hal itu dapat menunjukan pengecualian pada layar komputer dan tidak
dapat memproses lebih lanjut sebuah transaksi sampai pengecualian tersebut dikoreksi.
Sampling nonstatistik merupakan cara yang tepat untuk memilih laporan pengecualian
dengan tujuan menguji efektivitas prosedur tindak lanjut manual.

Langkah-langkah Sampling Nonstatistik


Sampel nonstatistik tepat digunakan ketika auditor menginspeksi ringkasan laporan yang
dapat memberikan bukti tentang efektivitas pengendalian umum, prosedur tindak lanjut
manual, atau pengendalian manajemen. Langkah-langkah yang tercakup dalam rencana
sampling nonstatistik meliputi hal-hal berikut ini:
1. Menentukan Tujuan Audit dan Prosedur Audit
2. Menentukan Populasi dan Unit Sampling
3. Menspesifikasi Pengendalian yang Dikehendaki dan Bukti Efektivitas Operasi
4. Menggunakan Pertimbangan Profesional untuk Menentukan Ukuran Sampel
5. Menggunakan Pertimbangan Profesional untuk Menentukan Metode Pemilihan Sampel
6. Menerapkan Prosedur Audit untuk Pengujian Pengendalian
7. Evaluasi Hasil
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : PENGAUDITAN I

MERANCANG ATRIBUT SAMPEL STATISTIK UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN


Langkah-langkah dalam rencana sampling statistik untuk pengujian pengendalian adalah
sebagai berikut:
1. Menentukan tujuan audit
2. Menentukan populasi dan unit yang sampling
3. Menspesifikasi atribut-atribut yang dikehendaki
4. Menentukan ukuran sampel
5. Menentukan metode pemilihan sampel
6. Melaksanakan rencana sampling
7. Mengevaluasi hasil sampel

MEMBUAT ATRIBUT SAMPEL SECARA STATISTIK DAN MENGEVALUASI HASIL-HASILNYA


Membuat sampel mencakup penggunaan kembali item-item yang dipilih untuk sampel
tersebut dan melakukan pengujian pengendalian berdasarkan sampel-sampel tersebut.
Pengevaluasian hasil-hasilnya mencakup penentuan mengenai ada tidaknya sampel yang
mendukung risiko pengendalian yang direncanakan berdasarkan frekuensi penyimpangan dari
pengendalian yang diobservasi dalam sampel tersebut.

Melaksanakan Rencana Sampling


Setelah rencana sampling dirancang, item-item sampel di pilih dan diuji untuk menentukan
sifat dan penyimpanan dari pengendalian. Penyimpanan meliputi kesalahan dokumen, tidak
ada inisial yang menunjukkan kinerja pengendalian, ketidaksesuaian dalam dokumen dan
cacatan yang berkaitan, tidak adany aharga dengan pengerjaan kembali (reperformance)
oleh auditor.

Mengevaluasi Hasil Sampel


Deviasi yang ditemukan dalam sampel harus ditabulasi, diringkas dan dievaluasi. Dalam
melakukan evaluasi atas faktor-faktor berikut perlu dipertimbangan profesional untuk
mendapatkan kesimpulan secara keseluruhan, yaitu:
1. Menghitung tingkat deviasi sampel, setiap pengendalaian yang diuji, dihitung dengan
membagi jumlah deviasi yang ditemukan dengan ukuran sampel yg diperiksa. Tingkat
NAMA : ANDI MAULINA
NIM : A031181329
MATA KULIAH : PENGAUDITAN I

deviasi ini adalah estimasi terbaik auditor tentang tingkat deviasi sesungguuhnya dalam
populasi.
2. Menentukan batas atas deviasi
3. Batas atas deviasi, menunjukkan tingkat deviasi maksimum dalam populasi berdasarkan
jumlah deviasi yang ditemukan dalam sampel.
4. Menentukan cadangan untuk resiko sampling, ditambahkan pada tingkat deviasi sampel
sehingga bisa ditetapkan batas atas deviasi yang akan lebih besar dari tingkat deviasi
populasi sesungguhnya.
5. Mempertimbangkan aspek kualitatif dari deviasi, dengan dianalisis untuk menentukan
sifat dan penyebab deviasi.

PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN LAINNYA
Sampling Penemuan
Sampling penemuan adalah bentuk dari sampling atribut yang dirancang untuk menemukan
sedikitnya satu pengecualian jika tingkat penyimpangan dalam populasi sama atau diatas
tingkat yang ditentukan. Metode ini digunakan untuk mencari penyimpangan penting yang
menunjukkan adanya ketidaksesuaiaan dengan ketentuan, sampling ini tepat digunakan
ketika tingkat penyimpangan yang diharapkan sangat rendah dan auditor menginginkan
sebuah sampel yang akan memberikan kemungkinan tertentu dari satu keterjadian.
Sampling penemuan bermanfaat ketika auditor:
1. Sedang menguji sebuah populasi besar yang terdiri dari item-item berisi proporsi risiko
pengendalian yang sangat tinggi.
2. Curiga bahwa telah terjadi ketidaksesuaian dengan ketentuan.
3. Mencari bukti tambahan dalam sebuah kasus untuk menentukan apakah ketidaksesuaian
dengan ketentuan merupakan kejadian yang terisolasi atau bagian dari pola yang
berulang-ulang.

Anda mungkin juga menyukai