Anda di halaman 1dari 4

Jumat, 15 September 2017

resensi buku "senam"

SENAM

- Judul buku

Senam

- Pengarang

Drs. Agus Mahendra, MA

- Penerbit

Direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah

- Tahun terbit

2000

- Tebal buku

143 halaman
Senam merupakan salah satu cabang olahraga yang diperkenal di Indonseia pada tahun 1912 dan
pertama kali diperkenalkan pada masa penjajahan Belanda. Cabang olahraga senam merupakan cabang
olahraga yang mengandalkan kekuatan, kelenturan, kecepatan, dan kelincahan dari tubuh seseorang
pesenam. Senam sendiri merupakan gabungan dari beberapa gerakan yang berintensitas tinggi sehingga
menghaliskan gerakan yang sangat berenergy.

Senam yang dikenal dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan langsung dari bahasa Inggris
Gymnastics, atau Belanda Gymnastiek. Gymnastics sendiri dalam bahasa aslinya merupakan serapan
kata dari bahasa Yunani, gymnos, yang berarti telanjang.

Di Indonesia sendiri senam pada awalnya tidak berkembang dengan baik, karena masih kurangnya
fasilitas yang memadai, namun dengan berjalannya waktu perkembangan senam di Indonesia menjadi
makin maju dan menghasilkan atlet-atlet berprestai di kancah internasional.

Melalui buku ini saya akan menjelaskan berbagai hal yang kaitannya dengan senam. Buku ini terdiri
dari 5 Bab. Di setiap babnya saya akan menjelaskan beberapa hal tentang senam.

Bab 1 mempelajari tetang sejarah senam Indonesia dan pengertian senam. Dari awal masuknya
senam, hingga peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam senam. Serta penjelasan senam hingga
ruang linkup senam itu sendiri.

Ini sedikit penjelasan tentang sejarah dan peristiwa penting yang terjadi dalam senam.

Senam mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1912, ketika senam pertama kali masuk ke Indonesia
pada jaman penjajahan Belanda. Senam yang diperkenalkan pertama kali adalah senam sistem Jerman.
Lalu pada tahun 1916, sistem itu diganti oleh sistem Swedia yang menekankan pada manfaat gerak,
sistem tersebut diperkenalkan oleh seorang perwira kesehatan dari angkatan laut Belanda, bernama Dr.
H. F Minkema. Pada tahun 1918 ia membuka kursus senam Swedia di kota Malang untuk tentara dan
guru.

Masuknya Jepang ke Indonesia pada tahun 1942 merupakan akhir dari kegiatan senam yang berbau
barat di Indonesia. Jepang melarang semua bentuk kegiatan senam di sekolah dan lingkungan
masyarakat, lalu digantikan oleh “Taiso”. Taiso adalah sejenis senam pagi yang harus dilaksanakan di
sekolah-sekolah sebelum pelajaran dimulai, dengan iringan radio yang disiarkan secara serentak.

Peristiwa penting dalam olahraga senam di jaman kemerdekaan terjadi pada tahun 60-an. Peristiwa
pertama adalah didirikannya induk organisasi senam Indonesia pada 14 juli 1963. Induk organisasi
tersebut bernama PERSANI yang merupakan singkatan dari Persatuan Senam Indonesia. Peristiwa kedua
terjadi pada tahun 1964, di mana cabang olahraga senam menjadi salah satu cabor yang
dipertandingkan dalam GANEFO (Games of the New Emerging Forces) yang diartikan sebagai pekan
olahraga negara-negara yang baru muncul. Negara yang berpartisipasi pada cabang olahraga senam
adalah Rusia, Cina, Korea, Mesir, dan tuan rumah Inodesia. Adapun cabang senam yang dipertandingkan
adalah senam artistik. Pada tahun 1969, senam dipertandingkan pertama kalinya di PON VII di Surabaya.

Bab 2 mempelajari tentang karakteristik dan struktur gerak senam. Seperti keterampilan lokomontor,
nonlokomontor, dan keterampilan manipulatif, gerak umum tubuh dan konsep gerak, persyaratan
kualitas fisik dan motorik, dan beberapa keterampilan senam lantai.

Bab 3 mempelajari tentang pola gerakan dominan. Seperti pendekatan pola gerakan dominan,
macam-macam pola gerak dominan, dan prinsip-prinsip mekanika yang mendasari PGD (pola gerak
dominan).

Bab 4 mempelajari tentang didaktik dan metodik khusus senam. Seperti keterampilan pengajaran
senam, gaya-gaya mengajar, metode progresif, dan metode pengajaran senam pendidikan.

Bab 5 mempelajari tentang peraturan dan penelitian senam. Seperti peraturan senam meliputi : jenis
pertandingan dan jumlah medali, cara menilai senam, dan menilai rangkaian wajib.

KELEBIHAN BUKU

Buku ini menyajikan bahasa yang mudah dimengerti, bahasa yang baik, dan menjelaskan dengan
lengkap semua yang berkaitan dengan senam. Penjelasan dalam buku di setiap bab dan materinya
sangat mudah di pahami dan dicerna sehingga memudahkan pembaca untuk memahami buku tersebut.
KEKURANGAN BUKU

Belum lengkapnya contoh gambar pada alat-alat yang di pergunakan dalam senam, sampul buku
tidak menerik sehingga dapat mengurangi minat pembaca untuk membaca buku tersebut.

KESIMPULAN

Buku ini sangat membantu dan bermanfaat bagi para pembaca. Dapat membantu pembaca lebih
memahami apa itu senam, sedangkan untuk pelatih senam atau orang-orang yang bergelut dalam
bidang senam buku ini sangat membantu untuk menambah wawasan tentang senam.

Sumber buku : Perpustakaan FIK UNY http://library.fik.uny.ac.id

Detail : http://library.fik.uny.ac.id/index.php?p=show_detail&id=1503&keywords=senam