Anda di halaman 1dari 40

MAKALAH

PERKEMBANGAN DAN KEDUDUKAN ILMU


ADMINISTRASI DALAM MENINGKATKAN AKTIFITAS
ORGANISASI

Disusun oleh:
KELOMPOK 1
1. Frieska Triwulandari (061930600143)
2. Raissa Maharani (061930600145)
3. Adelia Putri Rahmatullah (061930601541)
KELAS: 2NF
DOSEN: Dra. Elvia Zahara, M.M.
NIP. 195808231988112001

Jurusan Administrasi Bisnis


Program Studi Administrasi Bisnis
Politeknik Negeri Sriwijaya
2020

i
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang telah memberikan kami
kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Tanpa pertologan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup unutk menyelesaikan
makalah ini dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada
baginda tercinta kita, Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafa’atnya di
akhirat.
Tidak lupa, Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan
nikmat sehat-Nya, naik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga
penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari mata
kuliah Pengantar Ilmu Administrasi dengan judul makalah “Perkembangan dan
Kedudukan Ilmu Administrasi dalam Menigkatkan Aktifitas Organisasi”.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna
dan masih banyak terdapat kesalahan didalamnya. Untuk itu, penulis
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah
ini natinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian apabila terdapat
banyak kesalahan pada makalah ini, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yaitu khususnya
kepada dosen Pengantar Ilmu Administrasi kami yang telah membimbing dalam
menulis makalah ini.
Demikian, semoga makalah kami bermanfaat bagi para pembaca. Atas
perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Palembang, 28 Juli 2020

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Ruang Lingkup
1.4 Tujuan dan Manfaat
1.4.1 Tujuan
1.4.2 Manfaat
1.5 Metodelogi
1.6 Sistematika Penulisan
BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1 Administrasi Bisnis
2.1.1 Administrasi Dalam Arti Sempit
2.1.2 Administrasi Dalam Arti Luas
2.1.3 Cakupan Administrasi Bisnis
2.1.4 Tujuan Administrasi Bisnis
2.1.5 Ciri dan Karakteristik Administrasi Bisnis
2.1.6 Ruang Lingkup Administrasi Bisnis
2.1.7 Administrasi Sebagai Ilmu
2.1.8 Ilmu Administrasi Bisnis
2.1.9 Objek, Subjek, dan Metode Ilmu Administrasi Bisnis
2.1.10 Peran Ilmu Administrasi
2.2 Organisasi
2.2.1 Organisasi Secara Umum
2.2.2 Jenis-Jenis Organisasi
2.2.3 Tujuan Organisasi
2.2.4 Manfaat Organisasi

iii
2.2.5 Ciri-Ciri Organisasi
2.2.6 Unsur Organisasi
2.2.7 Bentuk-Bentuk Organisasi
2.2.8 Prinsip-Prinsip Organisasi
BAB 3 PEMBAHASAN
3.1
3.2
BAB 4 KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran

iv
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Administrasi merupakan ilmu pengetahuan yang baru berkembang sejak akhir
abad yang lalu (abad XIX), tetapi administrasi sebagai suatu seni atau administrasi
dalam praktik, timbul bersamaan dengan timbulnya peradaan manusia. Sebaigai
ilmu pengetahuan, administrasi termasuk kepada cabang ilmu-ilmu sosial. Secara
etimologis administrasi berasal dari kata “ad” yang berarti intensif dan
“ministraire” yang berarti melayani. Kata administrasi juga sering dipahami
berasal dari bahasa Belanda yaitu “asministratite” yang meliputi kegiatan
pembukaan ringan, mencatat , menyurat, mengetik, agenda dan sebaginya yang
bersifat teknis ketatausahaan. Kata administrasi dalam bahasa inggris disebut
dengan istilah administration yang memilki bentuk infinitif “to adminster”.
Administrasi juga berkatian pada bidang perkantoran ialah sebagai fungsi
merupakan turunan dari seni dan ilmu meanajemen yang berkaitan dengan
pelaksanaan perkerjaan kantor secara efisien, kapanpun, serta dimanapun
perkerjaan tersebut dilakukan (Leffingwell dan Robbinson, 1950). Administrasi
perkantoran merupakan salah satu fungsi dalam organisasi yang berkaitan dengan
penyelenggaraan tata pelayanan komunikasi dan perekembngan dari suatu
organisasi. Administrasi juga dapat dipahami sebagai sebuah proses yang
melibatkan fungsi-fungsi administrasi dalam rangka melaksanakan kegiatan
operasional kantor sehingga berbagai tujuan yang sudah ditetapkan oleh kantor
dapat dicapai dengan optimal.
Adminitrasi dapat diartikan sebuah kegiatan yang berhubungan dengan
pelaksanaan perkerjaan perkantoran yang meliputi bidang catat mencatat, ketik
mengetik, membuat surat, dan juga membuat agenda lainnya untuk mencapai
tujuan tertentu dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada.
Secara sederhana organisasi dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yang
merupakan wadah atau sarana untuk mencapai berbagai tujuan atau sasaran
organisasi memiliki banyak komponen yang melandasi diantarnya terdapat
banyak orang, tata hubungan kerja, spesialis pekerjaan dan kesadaran rasional dari

1
anggota sesuai dengan kemampuan dan spesialisasi masing-masing. Berbeda
dengan menurut Hasibuan (2011:120), adalah suatu system perserikatan formal,
berstuktur, dan terkoordinasi dari sekelompok orang yang berkerja sama dalam
mencapai tujuan tertentu.
Organisasi berarti sekumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan tujuan
maupun kepentingan dalam suatu wadah yang sama untuk tujuan bersama,
sehingga dengan organisasi tersebut diharapkan anggota dari setiap organisasi itu
dapat saling berkerja sama dalam menyelesaikan tugas yang ada.
Dalam administrasi terdapat pula ilmu administrasi yang berarti ilmu yang
mempelajari mengenai suatu pengendalian ataupun pengorganisasian pekerjaan di
sebuah organisasi maupun di sebuah perkantoran agar dapat mencapai tujuan
dengan baik dan sesuai dengan apa yang di rencanakan sebelumnya. Ilmu
Administarsi ini berkatian erat dengan jalannya sebuah aktifitas organisasi,
dimana organisasi itu sendiri merupakan suatu kumpulan atau sekumpulan orang
yang berada pada satu wadah tertentu dengan tujuan yang sama untuk mencapai
tujuan bersama. Dengan adanya tujuan tersebut tentunya sebuah organisasi
menginginkan tujuan yang tercapai sesuai dengan rencana yang ada, sehingga
diperlukan peranan ilmu administrasi di dalam menigkatkan aktifitas organisasi.
Berdasarkan uraian diatas dapat di artikan bahwa kami tertarik untuk
membuat makalah yang berjudul perkembangan dan kedudukan ilmu administrasi
dalam meningkatkan aktifitas organisasi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana perkembangan dan kedudukan ilmu administrasi dalam
meningktakan aktivitas organisasi?
2. Kurang baiknya perkembangan dan kedudukan ilmu administrasi dalam
meningkatakan aktivitas organisasi?

1.3 Ruang Lingkup

2
Adapun ruang lingkup yang akan dibahas pada makalah ini yaitu mengenai
perkembangan dan kedudukan ilmu administrasi dalam meningkatkan aktivitas
organisasi.

1.4 Tujuan dan Manfaat


1.4.1 Tujuan
1. Untuk mengetahui sejauh manakah peran dan kedudukan ilmu admnistrasi
dalam meningkatkan aktifitas organisasi..
2. Untuk melihat apa saja kendala yang dihadapi dalam mengembangkan ilmu
administrasi di sebuah organisasi tersebut.

1.4.2 Manfaat
1. Agar perusahaan mampu meningkatkan aktifitas organisasi melalui
perkembangan dan kedudukan ilmu administrasi di organisasi tersebut.
2. Agar perusahaan dapat memperbaiki perkembangan dan kedudukan ilmu
administrasi dalam meningktakan aktivitas organisasi.

1.5 Metodelogi
Dalam membuat makalah berjudul Perkembangan dan kedudukan ilmu
administrasi dalam meningkatkan aktivitas organisasi ini kami menggunakan
metodologi library research and descriptif. Metodelogi Library Research
merupakan penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literartur
(kepustakaan), baik berupa buku,, catatan, maupun laporan hasil penelitian dari
penelitan terdahulu.

Sedangkan Metodologi Library Deskriptif adalah prosedur pemecahan maslah


yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam
penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat, dan yang lainnya yang pada
saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya.

1.6 Sistematika Penulisan

3
Bab 1 Pendahuluan
Dalam bab ini membahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah,
ruang lingkup, tujuan dan manfaat, metodelogi penelitian yang dilakukan serta
sistematika penulisan untuk menjelaskan pokok-pokok pembahasan.

Bab 2 Landasan Teori


Bab ini berisi uraian teori yang berhubungan dengan judul dari makalah yang
dibuat.

Bab 3 Pembahasan
Bab ini berisi pembahasan dari rumusan masalah yang telah dibuat sebelumnya.

Bab 4 Penutup
Bab ini mengemukkakan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan dan saran-
saran yang diusulkan untuk menegebangkan lebih lanjut agar tercapai hasil yang
baik.

4
BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 Administrasi Bisnis


2.1.1 Administrasi Bisnis Dalam Arti Sempit
Administasi dalam arti sempit merupakan penyusunan dan pencatatan data dan
informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan serta
mempermudah mendapatkan kembali secara keseluruhan dan dalam hubungannya
satu sama lain. Data dan informasi berkaitan dengan kegiatan organisasi, baik
untuk kepentingan intern dan ekstern. Administrasi dalam arti smepit lebih tepat
disebut dengan tata usaha (clerical work or office work).

2.1.2 Administrasi Bisnis Dalam Arti Luas


Istilah administrasi berhubungan dengan kegiatan kerjasama yang dilakukan
sekelompok orang atau suatu organisasi sehingga tercapai tujuan yang efektif dan
efisien seperti yang diharapkan. Secara hakiki kehidupan manusia saling
membutuhkan satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan baik yang bersifat
fisiologis maupun kebutuhan biologis dan psikologis. Akan tetapi untuk
memenuhi kebutuhan tersebut setiap individu haruslah berkerja sama dan saling
melengkapi. Kerjasama merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh sekelompok
orang secara bersama, teratur dan terarah berdasarkan pembagian tugas dan
tanggung jawab sesuai dengan kesepakatan bersama.

2.1.3 Cakupan Administrasi Bisnis


Cakupan bidang utama administrasi bisnis meliputi operasi, logistik, pemasaran,
sumber daya manusia, dan manajemen. Jabatan yang terkait dengan administrasi
bisnis diantaranya staf pendukung bisnis, manajer kantor, hingga CEO.

2.1.4 Tujuan Administasi Bisnis


Tujuan administrasi bisnis/niaga adalah untuk menjalin suatu ikatan diantara
beberapa orang, membuat kesepakatan atas kerjasama yang saling
menguntungkan antara dua orang atau lebih dengan memanfaatkan segala sumber
daya yang ada, yang dilakukan guna untuk mencapai dan mendapatkan tujuan
demi memperoleh keuntungan.

2.1.5 Ciri dan Karakteristik Administrasi Bisnis


Untuk dapat membedakan bentuk administrasi ini dengan administrasi lainnya
maka hal yang perlu dilakukukan adalah mengenali karakteristiknya terlebih
daluhu. Adapun karakteristik dari administrasi bisnis sebagai berikut:
1. Terdapat banyak pihak
Agar administrasi dapat berjalan dengan berjalan degan maksimal maka
diperlukan peran dari berbagai pihak-pihak tertentu. Ada yang dikelola hanya
dua orang saja dan ada pula yang lebih, semua tergantung pada skala bisnis
yang dijalankan. Selain itu, pihak-pihak tersebut juga harus mempunyai
kemampuan dalam administrasi bisnis karena hal itu akan mempengaruhi
kesepakatan yang akan dilakukan.
2. Adanya kerjasama
Manusia pada umumnya saling membutuhkan satu sama lain, tak
terkecualikan pada administrasi yang satu ini. Agar segala tujuan dapat
tercapai dengan maksimal maka kita perlu melakukan kerjasama dengan
orang atau pihak lainnya. Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan untuk
membangun kerjasama tersebut, seperti halnya komunikasi, sopan santun dan
lain sebagainya.
3. Adanya kegiatan usaha
Untuk dapat memulai administrasi bisnis maka diperlukan suatu proses usaha
terlebih dahulu. Dalam usaha tersebut kita dapat memperoleh data, keperluan
surat niaga, pegawai, agenda dan lain sebagainya.
4. Adanya bimbingan dan pengawasan
Struktur organisasi dalam suatu usaha merupakan hal yang paling penting
karena dengan begitu perusahaan dapat menjadi maksimal, teratur dan
sebagainya. Selain daripada hal itu, hal lainnya yang lebih penting adalah
sosok pemimpin dalam usaha tersebut. Bagaimana ia dapat membimbing para
pegawainya agar dapat bekerja sesuai dengan apa yang semestinya dan
melakukan pengawasan agar bisnisnya dapat berjalan sesuai dengan yang
telah ditargetkan.
5. Memiliki target
Dengan adanya target dalam administrasi bisnis ini maka pemimpin
membutuhkan sarana prasarana dan tenaga kerja yang kompeten dalam
bidangnya. Setiap pemimpin usaha pasti memiliki target tertentu agar
usahanya dapat berkembang dan sebagainya.

2.1.6 Ruang Lingkup Administrasi Bisnis

Menurut Prayudi Atmosudidjo, yang termasuk di dalam ruang lingkup


administrasi bisnis diantaranya yaitu:

 Organisasi
 Manajemen
 Tata usaha
 Sejarah administrasi
 Ensiklopedia administrasi
 Filsafat administrasi

Menurut Drs. Soekarno, yang termasuk dalam ruang lingkup administrasi niaga


diantaranya yaitu:

 Administrasi perusahaan
 Administrasi non perusahaan

Menurut The Liang Gie, yang termasuk dalam ruang lingkup administrasi niaga
diantaranya yaitu:

 Administrasi penjualan
 Administrasi periklanan
 Administrasi kepasaran
 Administrasi keproduksian
 Administrasi perbankan
 Administrasi perhotelan
 Administrasi pengangkutan

Menurut Sondang P. Siagan, yang termasuk dalam ruang lingkup administrasi


niaga diantaranya yaitu:

 Manajemen
 Manajemen produksi
 Industrial relation
 Bussines education
 Traffic management

2.1.7 Administrasi Sebagai Ilmu

Administrasi sebagai ilmu pengetahuan (scence) baru berkembang sejak akhir


abad ke 19, tetapi administrasi sebagai suatu seni (art) atau administrasi dalam
praktek, timbul bersamaan dengan timbulnya peradaban manusia. Sebagai ilmu
pengetahuan, administrasi merupakan suatu fenomena masyarakat yang baru,
karena beru timbul sebagai suatu cabang dari ilmu-lmu sosial, termasuk
perkembangannya di Indonesia. Sekalipun adrninistrasi sebagal ilmu pengetahuan
baru manusia. Sebagal ilmu pengetahuan, administrasi merupakan satu.
berkembang di Indonesia, dengan membawa prinsip-prinsip yang universal, akan
tetapi dalam prakteknya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi Indonesin
dengan memperhatikan faktor faktor yang mempunyai pengaruh (impact)
terhadap perkembangan ilmu administrasi sebagai suatu disiplin ilmiah yang
berdiri sendiri. Administrasi ditelaah secara ilmiah banu mulai dilakukan akhir
abad 19 atau awal abad 20, yang dipelopori oleh F.W. Taylor dan Henry Fayol.
Tahap ini akhimya dikenal sebagal gerakan Scentific Management. Tentang
tahapan perkembangan administrasi dan manajemen mempertihatkan adanya
kesamaan dan sekaligus perbedaan pengklasifikasian.

Pemikiran dan teori administrasi atau manajemen dibagi dalam tiga fase kategori:

1. Teori klasik atau tahap scientific, yang terdiri dari:

a. Manajemen ilmiah (Scientific Management)

b. Teori Administrasi (Administrative Theory)

c. Teori Birokrasi (Bureaucratic Theory)

2. Teori Neo Klasik

Human relations approach (pendekatan hubungan-hubungan manusia)

3. Teori Modem atau Kontemporer atau tahap ilmu:

a. Behavioral approach (pendekatan perilaku)

b. Process approach

c. System approach

d. Contingency approach (pendekatan kontingensi)

2.1.8 Ilmu Administrasi Bisnis


Merupakan ilmu sosial yang mempelajari tentang proses dan aktifitas kerjasama
antara dua orang atau lebih dalam upaya untuk mencapai tujuan tertentu dalam
suatu organisasi, yang bersifat secara kooperatif fan terorganisasi. Dengan kata
lain, ilmu administrasi bisnis juga berfokus pada perilaku manusia.

2.1.9 Objek, Subjek dan Metode Ilmu Administasi Bisnis


Di dalam Ilmu Administrasi Bisnis mempunyai objek, subjek dan metode. Objek
administrasi bisnis adalah manusia dan perilakuna, subjek yang dipelajari dalam
administrasi bisnis adalah bentuk, bagian, dan mekanisme kerja sama, sedangkan
metode yaitu cara atau ide yang dikembangkan dalam upaya mencapai tujuan
kerjasama yang dilakukan.

2.1.10 Peran Ilmu Administrasi


Menurut Lepawsky (1960) menjelaskan terdapat enam peranan administrasi
dalam kehidupan dan perkembangan masyarakat, yaitu:
1. Peningkatan kemampuan (the improvment of ability)
Administrasi sebagai studi ilmiah yang serius diperlihatkan dari kurangnya
kemampuan administrasi (administrative ability) dan efisiensi manajerial
(managerial effeciency).
2. Stabilitasi dalam masyarakat (the stabilizing in society)
Fungsi pokok dari administrasi adalah menjamin stabilitas institusi-institusi
sosial.
3. Peran dalam perubahan sosial (the role in social change)
Fungsi pokok dari administrasi adlah menjamin stabilias sosial dengan
menyediakan fasilitas bagi perubahan sosial.
4. Perubahan manajerial terbesar (the great of a managerial revolution)
Kualitas pokok dari the emerging society adalah dalam hal karakter
manajemen, bahwa dalam kenyataan manajer memiliki kesiapan untuk
mengambil alih (take over) masyarakat modern.
5. Prospek evolusi managerial (the prospect of managerial evolution)
Secara umum atribut dan posisi manajer dari satu masyarakat demokratik
akan mengalami perubahan, dan bagian terpenting dari pemerintahan atau
bisnis adalah bagian managerial.
6. Kunci masyarakat modern (the key to modern society)
Masyarakat modern merupakan masyarakat yang sangat besar. Setiap
perusahaan harus mempunyai administrasi yang baik, karena administrasi
merupakan kunci untuk kekuasaan dalam masyarakat.
2.2 Organisasi
2.2.1 Organisasi Secara Umum

Secara etimologis, kata organisasi berasal dari bahasa Yunani “organon”, yang


dapat diterjemahkan sebagai “alat atau instrumen”. Organisasi adalah sistem yang
dirancang untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Dalam artian yang lain
organisasi merupakan sebuah wadah atau tempat berkumpulnya sekelompok
orang untuk bekerjasama secara rasional dan sistematis, terkendali, dan terpimpin
dengan memanfaatkan sumber daya, dalam rangka untuk mencapai tujuan, seperti;
uang, mesin, metode/ cara, lingkungan, sumber daya manusia, dan sumber daya
lainnya.

Sistem ini dapat terdiri dari subsistem terkait lainnya yang memenuhi fungsi
spesifik. Dengan kata lain, suatu organisasi adalah kelompok sosial yang terdiri
dari beberapa orang, tugas, dan administrasi, yang berinteraksi dalam kerangka
struktur sistematis untuk memenuhi tujuannya. Di dalamnya ada satu set elemen
yang secara langsung terkait dengan organisasi, seperti pelanggan, pemasok,
pesaing, dll.

Di sisi lain, ada seseorang yang memainkan peran kunci dalam kepemimpinan,
perencanaan, kontrol peran sumber daya manusia, sumber daya keuangan dan
teknologi. Jadi, sekelompok orang dalam suatu organisasi memiliki peran masing-
masing. Divisualisasikan dalam arti yang luas, organisasi kemudian muncul
sebagai ruang kegiatan sosial par excellence yang secara historis telah
memungkinkan pencapaian berbagai tujuan, seperti organisasi pemerintah,
budaya, politik, militer dan ekonomi.

2.2.2 Jenis Jenis Organisasi

Jenis-jenis dan pengertian organisasi dalam berbagai bidang adalah sebagai


berikut:
1. Organisasi Bisnis

Dalam dunia bisnis, organisasi dipahami sebagai entitas sosial yang dibentuk oleh
dua orang atau lebih yang bekerja secara terkoordinasi dalam lingkungan
eksternal tertentu, yang bertujuan pada tujuan kolektif. Organisasi ini terdiri dari
pembagian tugas dan penugasan tanggung jawab. Tiga jenis utama organisasi
bisnis adalah kepemilikan perseorangan, kemitraan, dan korporasi, contoh: PT,
CV, firma, dll.

2. Organisasi Sosial

Organisasi sosial dilihat sebagai sekelompok orang yang saling terhubung yang
memiliki ide-ide yang sama, yang memungkinkan mereka bekerja untuk proyek
yang sama. Beberapa contoh organisasi sosial adalah pemerintah, keluarga,
komunitas, kelompok agama, universitas, sekolah, dan lain-lain.

3. Organisasi Politik

Suatu organisasi politik dipahami sebagai asosiasi atau gerakan politik yang
fungsinya untuk mengekspresikan ideologi suatu rakyat dalam hal-hal publik
tertentu yang menjadi kepentingan umum.

4. Organisasi Teknis

Organisasi teknis terdiri dari sekelompok orang yang harus memenuhi tugas-tugas
tertentu secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jasa konstruksi,
industri atau bidang jasa lainnya termasuk dalam organisasi ini. Ketika organisasi
teknis melakukan proyek baru, sekelompok orang merencanakan dan
mengevaluasi kegiatan. Sementara yang lain menunggu tanggapan analisis
tersebut untuk memenuhi tugasnya dengan cara yang terencana untuk memastikan
kualitas manajemen dan hasil yang sukses.

2.2.3 Tujuan Organisasi

Mengacu pada pengertian organisasi, tujuan organisasi tidak hanya fokus pada
tercapainya visi dan misi perusahaan saja, namun juga peningkatan penghasilan
yang melebihi biaya produksi. Tujuan organisasi berpengaruh dalam
mengembangkan organisasi baik dalam perekrutan anggota, dan pencapaian apa
yang ingin dilakukan dalam berjalannya organisasi tersebut.

A. Secara umum, beberapa tujuan organisasi adalah sebagai berikut ini:

 Sebagai wadah untuk bersama-sama mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.
 Meningkatkan kemampuan, kemandirian, dan sumberdaya yang dimiliki.
 Sebagai wadah bagi individu-individu yang ingin memiliki jabatan,
penghargaan, dan pembagian kerja.
 Sebagai wadah untuk mencari keuntungan secara bersama-sama.
 Organisasi berperan dalam pengelolaan lingkungan secara bersama-sama.
 Organisasi dapat membantun individu-individu untuk menambah pergaulan dan
memanfaatkan waktu luang dengan baik.
 Sebagai wadah untuk memiliki kekuasaan dan pengawasan.

B. Tujuan organisasi secara umum dibagi menjadi tiga, diantarnya:

1. Tujuan Organisasi Jangka Pendek


Ini merupakan tujuan organisasi yang harsu tercapai dalam waktu cepat dan
berkala, biasanya dalam enam bulan hingga satu tahun. Tujuan organisasi jangka
pendek ini nantinya menjadi acuan untuk mencapai tujuan jangka menengah dan
jangka panjang. Periode waktu tujuan janka pendek ini disesuaikan dengan
periode keuangan sebuah organisasi, biasanya per enam bulan atau per tahun.
Biasanya disebut dengan tujuan operasional. Contoh: Peningkatan omset sebesar
30% dalam waktu enam bulan.

2. Tujuan Organisasi Jangka Menengah

Ini merupakan tujuan organisasi yang harus tercapai dalam waktu menengah atau
lebih lama dari tujuang jangka pendek. Periode waktu pencapaian jangka
menengah ini adalah satu tahun hingga tiga tahun. Tujuan organisasi jangka
menengah ini merupakan rangkaian pencapaian tujuan organisasi jangka pendek.
Biasa disebut dengan tujuan taktis. Contoh: Peningkatan pangsa pasar sebesar
20% dalam waktu satu tahun.

3. Tujuan Organisasi Jangka Panjang

Ini adalah tujuan atau hasil akhir yang ingin dicapai oleh sebuah organisasi yang
dapat terealisasi setelah melakukan misi organisasi. Periode waktunya adalah 3
tahun hingga 5 tahun. Tujuan jangka panjang ini dapat diraih bila berhasil
mencapai tujuan jangka menengah. Biasanya disebut dengan tujuan strategis.

2.2.4 Manfaat Organisasi

Mengikuti dan menjadi anggota dalam organisasi memiliki manfaat antara lain
sebagai berikut :
1. Tercapainya sebuah tujuan
2. Melatih mental bicara di publik
3. Mudah memecahkan masalah
4. Melatih leadership
5. Memperluas pergaulan
6. Kuat dalam menghadapi tekanan
7. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan
8. Membentuk karakteristik dengan seseorang
9. Mampu dalam mengatur waktu dengan baik
10. Sebagai ajang dalam pembelajaran kerja yang sebenarnya

2.2.5 Ciri-Ciri Organisasi

Berdasarkan pada pengertian organisasi dan tujuannya, maka kita dapat


mengetahui ciri-ciri organisasi tersebut. Beberapa ciri organisasi diantaranya
adalah:

1. Terdiri Dari Sekelompok Orang

Sebuah organisasi pasti memiliki anggota yang terdiri dari dua orang atau lebih.

2. Memiliki Tujuan

Alasan mengapa beberapa orang bekerjasama membentuk organisasi adalah


karena memiliki tujuan bersama yang ingin diwujudkan. Dengan adanya tujuan
tersebut, para anggota organisasi akan saling bahu membahu dalam melakukan
usaha untuk mencapai tujuan.

3. Saling Bekerjasama
Untuk mencapai tujuan organisasi maka para anggotanya harus saling
bekerjasama. Tanpa adanya kerjasama antar anggota organisasi maka tujuan tidak
dapat tercapai secara efektif dan efisien.

4. Adanya Peraturan

Setiap organisasi pasti memiliki peraturan masing-masing. Peraturan ini bertujuan


untuk mengatur dan membatasi sumberdaya yang dimiliki agar saling bersinergi
dalam proses pencapaian tujuan dan menciptakan manajemen yang baik dalam
organisasi.

5. Pembagian Tugas dan Tanggungjawab

Dengan adanya peraturan tentu harus disertai dengan pembagian tugas dan
tanggungjawab yang jelas pada setiap anggota organisasi. Pembagian tugas
tersebut bisa dilakukan dengan pembentukan beberapa divisi yang
bertanggungjawab pada beberapa tugas dan tanggungjawab.

2.2.6 Unsur Organisasi

Agar sebuah organisasi berjalan dengan baik, maka harus terdapat

beberapa unsur penting di dalamnya. Berikut ini adalah unsur-unsur organisasi


secara umum:

1. Personil (Man)

Ini adalah unsur terpenting di dalam sebuah organisasi dimana masing-masing


personil memiliki tingkatan dan fungsi tersendiri.
2. Kerjasama (Team Work)

Organisasi hanya bisa mencapai tujuan bersama bila para anggotanya melakukan
tugas dan tanggungjawab secara bersama-sama.

3. Tujuan Bersama

Ini adalah sasaran yang ingin dicapai oleh sebuah organisasi, baik dari sisi
prosedur, program, pola, hingga hasil akhir dari pekerjaan organisasi tersebut.

4. Peralatan (Equipment)

Untuk mencapai tujuan diperlukan sarana dan prasarana berupa kelengkapan


sebuah organisasi, seperti; kantor/ gedung, material, uang, sumber daya manusia,
dan lainnya.

5. Lingkungan (Environment)

Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh pada sebuah organisasi. Misalnya


sosial budaya, kebijakan, anggaran, peraturan, dan kondisi ekonomi.

7. Sumber Daya Alam


Selain lingkungan, sumber daya alam juga merupakan unsur penting yang harus
terpenuhi agar organisasi berjalan dengan baik. Beberapa contohnya adalah; air,
keadaan iklim, kondisi tanah, cuaca, flora dan fauna.

2.2.7 Bentuk-Bentuk Organisasi

Ada beberapa bentuk-bentuk organisasi, antara lain :


1. Organisasi Pola Lini (Lini Organization)

Dalam bentuk ini garis komando terbentang lurus dari atas (pucuk pimpinan)
sampai kepada pelaksana di bawah, dan garis pertanggung jawaban baik secara
ketat menurut hirarkis dari bawah, melalui unsure-unsur di tengah samapai ke
atas. Dalam pola organisasi ini terdapat  garis wewenang yang berhubungan
langsung dengan vertical antara bawahan dan atasan.

2. Organisasi Berpola Staf (staf Organization)

Dalam pola ini semua hak, kekuasaan, dan tanggung jawab dibagi habis pada unit
kerja yang ada secara bertingkat dibawahnya. Setiap unit memperoleh sebagian
hak dalam menentukan kebijaksanaan sepanjang tidak bertentangan dengan
kebijaksanaan umum dan pucuk pimpinan atau pimpinan tertinggi. Hak tersebut
tentunya berkenaan dengan bidang tugasnya masing-masing. Masing-masing
pimpinan mempunyai hak penuh atas bagian yang dipimpinnya juga
mempertanggung jawabkannya kepada pimpinan tertinggi.

3. Organisasi Pola Lini dan Staf (line and staf organization)

Pola ini merupakan gabungan dari kedua pola organisasi tersebut di atas. Yaitu
menempatkan menempatkan pucuk pimpinan sebagai pemegang hak dan
kekuasaan tertinggi, namun tidak semua hak/tanggung jawab tersebut
dilimpahkan sepenuhnya pada bagian/unit kerja yang ada.

2.2.8 Prinsip-Prinsip Organisasi


Berikut ini merupakan asas-asas atau prinsip-prinsip organisasi sebagai berikut :
1. Organisasi harus memiliki tujuan yang jelas
Sebelumnya juga sudah dijelaskan bahwa tujuan yang jelas yang benar-benar
urgen bagi setiap organisasi agar terarah apa yang dicita-cita orang-orang yang
berada diorganisasi tersebut.

2. Skala Hirarki

Skala Hirarki dapat diartikan sebagai perbandingan kekuasaan disetiap bagian


yang ada. Kekuasaan yang terukur, jika jelas berapa banyak bawahan dan jenis
pekerjaan apa saja yang menjadi titik tumpu sebuah organisasi. Artinya tidak
sama antara kepala sekola dengan pembantu kepala sekolah dalam ukuran hirarki
kekuasaan. Yang hanya bisa memerintah bawahan adalah atasan. Itu yang menjadi
tolak ukur di manapun organisasi itu berdiri.

3. Kesatuan perintah/komando

Untuk sentralisasi organisasi, kesatuan perintah itu terletak di pucuk pimpinan


tertinggi. Jika disekolah, maka kepala sekolahlah yang bisa memerintah seluruh
komponen sekolah, tetapi untuk desentralisasi, pembantu kepala sekolah atau guru
yang mempunyai peran mengkomandokan bagian kekuasaan.

4. Pelimpahan wewenang
1. Secara permanen yang ditandai dengan Surat Keputusan Tetap
(SK)
2. Secara sementara yang sifatna dadakan. Contoh kepala sekolah
berhalangan menghadiri undangan rapat di Depdiknas tentang UIN, amak
yang berhak menggantikan adalah PKS I yang sifatnya sementara.

5. Pertanggung Jawaban
Dalam melakukan tugas, semua bawahan bertanggung jawab untuk melaksanakan
tugas dan hasil kerjanya. Juga bertanggung jawab atas kemajuan organisasi
kepada bawahannya. Jadi semua pihak bertanggung jawab pada setiap apa yang
dia kerjakan.

6. Pembagian pekerjaan

Pembagian Pekerjaan sangat diperlukan untuk menutupi ketidakmampuan setiap


orang untuk mengerjakan semua pekerjaan yang ada dalam organisasi. Perlu
adanya spesialisasi pekerjaan yang disuaikan dengan keahlian masing-masing.
Kegiatan-kegiatan itu perlu dikelompokkan dan ditentukan agar lebih efektif
dalam mencapai tujuan organisasi.

7. Rentang pengendalian

Jenjang atau rentang pengendalian berkaitan dengan jumlah bawahan yang harus
dikendalikan seorang atasan. Oleh sebab itu tingkat-tingkat kewenangan yang ada
harus dibatasi seminimal mungkin sehingga tidak semua merasa menjadi atasan.

8. Fungsional

Bahwa seorang dalam organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan
wewenang nya, kegiatannya, hubungan kerjanya, serta tanggung jawabnya dalam
pencapaian tujuan organisasi.

9. Pemisahan
Prinsip pemisahan ini berkaitan dengan beban tugas individu yang tidak dapat
dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain. Kecuali ada hal-hal tertentu
diluar kuasa manusia, misal sakit.

10. Keseimbangan

Prinsip ini berhubungan dengan keseimbangan antara struktur organisasi yang


efektif dengan tujuan organisasi. Keseimbangan antara beban tugas, imbalan,
waktu bekerja dan hasil pekerjaan.

11. Flexibelitas

Suatu pertumbuhan dan perkembangan organisasi tergantung pada dinamika


kelompok. Keseimbangan penugasan dengan imbalan perlu diperhatikan dengan
baik dalam memenuhi tujuan organisasi.

12. Kepemimpinan
Kepemimpinan sangat berarti bagi sebuah organisasi. Semua aktivitas dijalankan
oleh pemimpin. Pemimpin juga bertanggung jawab atas kemajuan dan
kemunduran organisasi. Seluruh fungsi-fungsi manajemen akan dikendalikan
sepenuhnya oleh pemimpin. Oleh karena itu, kepemimpinan dianggap sebagai inti
dari organisasi ataupun manajemen.
BAB 3
PEMBAHASAN

3.1 Perkembangan Ilmu Administrasi


Pada era bisnis yang makin kompleks dan ditunjang dengan teknologi pendukung
yang makin canggih diperlukan suatu pranata yang mendukung itu semua. Dari
kegiatan pencatatan sampai dengan terjadinya transaksi bisnis hingga menjaga
relationship dengan pelanggan semua harus dilakukan dalam sebuah sistem yang
teratur. Hal yang tidak bisa terlewatkan untuk mengelola itu semua dikenal
dengan sebutan Administrasi. Pada era bisnis yang makin kompleks da ditunjang
dengan teknologi pendukung yang makin canggih diperlukan suatu pranata yang
mendukung itu semua. Dari kegiatan pencatatan sampai dengan terjadinya
transaksi bisnis hingga menjaga relationship dengan pelanggan semua harus
dilakukan dalam sebuah sistem yang teratur. Hal yang tidak bisa terlewatkan
untuk mengelola itu semua dikenal dengan sebutan Administrasi.

Pada beberapa buku dan tulisan mengenai administrasi diketahui sebagai berikut,
perkembangan administrasi dan managemen sebagai seni dapat dibagi menjadi
tiga fase utama, yaitu :
1. Fase pra-sejarah yang berakhir pada tahun 1 M.,
2. Fase sejarah yang berakhir pada tahun 1886, dan
3. Fase modern yang dimulai pada tahun 1886 dan yang masil berlangsung hingga
sekarang ini.

Fase terakhir daripada perkembangan administrasi dan managemen diberi nama


"Fase Modern" yang ditandai oleh lahirnya Gerakan Managemen Ilmiah yang
dipelopori oleh Frederick W.Taylor, di Amerika Serikat.
Gerakan Managemen Ilmiah tersebut lahir pada tahun 1886 karena pada tahun
itulah. Taylor, sebagai seorang sarjana pertambangan, yang bekerja pada Midvale
Steel Company di Philadelphia mulai mengadakan penyelidikan-penyelidikan
dalam rangka usahanya mempertinggi efisiensi perusahaan dan meningkatkan
produktifitas para pekerja.
Di Perancis terdapat pula seorang alnli pertambangan yang bernama Henri Fayol
yang bekerja pada salah satu perusahaan tambang di sana. Karena
ketidakmampuan pimpinan perusahaan untuk menggunakan sumber-sumber yang
tersedia bagi perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, perusahaan
terancam oleh kehancuran.

Administrasi sebagai ilmu pengetahuan baru berkembang sejak akhir abad ke-XIX
dan sebagai ilmu pengetahuan administrasi merupakan cabang dari ilmu-ilmu
sosial. Menurut Charles A. Beard bahwa “tidak ada satu hal untuk abad modern
sekarang yang lebih penting dari administrasi. Kelangsungan hidup pemerintahan
yang beradab dan malahan kelangsungan hidup dari peradaban itu sendiri akan
sangat tergantung atas kemampuan kita untuk membina dan mengembangkan
suatu filsafat administrasi yang mampu memecahkan masalah-masalah
masyarakat modern”.

Terkait dengan usaha yang berkembang dengan pesat dimasyarakat maka


administrasi pun berkembang mengikuti area dimana proses kegiatan
berlangsung. Bisa jadi dia berada pada ranah kenegaraan sehingga
berkembanglah ilmu administrasi negara, ketika pada ranah hukum maka
munculah ilmu administrasi hukum, begitu pula pada ranah bisnis. Jika masuk
dalam ranah bisnis tentu erat kaitannya dengan mengelola sebuah usaha
mendatangkan agar menghasilkan keuntungan (profit motive). Pada saat ini
perkembangan administrasi bisnis terkait erat dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi. Tak bisa dipungkiri administrasi bisnis sebagai
sebuah ilmu yang baru abad lalu berkembang tentu memiliki interdependensi
(keterkaitan) dengan perkembangan kedua tersebut. Salah satu bagian dari bagian
ilmu adminstrasi bisnis yang berkembang ialah ilmu manajemen. Sebagai contoh
manajemen produksi jelas terkait dengan ilmu pengetahuan dan terknologi.
Bicara manajemen produksi pada saat ini telah berkembang tehnik produksi yang
telah begitu canggih dan menggunakan tehnologi tinggi. Cabang lain dari
administrasi bisnis yang berkembang diantaranya masalah etika bisnis (business
ethic). Etika bisnis muncul ketika masyarakat bisnis mulai menyadari bahwa
mencari keuntungan dari sebuah bisnis sah-sah saja tapi tetap perlu memiliki
rambu-rambu etika mana hal-hal yang boleh dan pantas dilakukan, serta pantas
atau harus dihindari dalam berbisnis.

Banyak kekacauan dalam dunia usaha terjadi karena tata laksana bisnis tidak
dipatuhi sebgaimana telah digariskan. Artinya administrasi bisnis yang memang
seharusnya dilakukan pada bidang tersebut tidak dipenuhi. Bisa dibayangkan
bagaimana sebuah perusahaan raksasa seperti PERTAMINA dalam
mendistribusikan BBM tidak teradministrasi dengan baik berapa besar kerugian
bagi negara yang akan timbul.

Benang merah yang dapat kita tarik ialah administrasi bisnis baik sebagai ilmu
maupun sebagai sebuah proses, sangat mempengaruhi dalam kegiatan usaha.
Sebagai sebuah ilmu dia akan berkembang terus karena mengikuti perkembangan
jaman. Sebagai sebuah proses tentu takkan berhenti di tengah jalan tapi terus
bergulir hingga mencapai titik tertentu walapun sulit untuk diprediksi. Adalah
kewajiban kita sebagai akademisi untuk mencermati segala perubahan agar kian
hari kita kian bijak dalam mensikapi perubahan tersebut.

3.2 Kedudukan Ilmu Administrasi


Kedudukan administrasi penting dalam suatu negara yang telah maju apalagi bagi
negara yang sedang berkembang. Yang mana administrasi akan memberi
sumbangan pengalaman dibidang apapun telah mengajarka kepada negara-negara
itu bahwa masalah kemajuan negara bukanlah dititik beratkan hanya pada modal
yang cukup sumber-sumber alam dan kekayaan bumi yaang berlimpah-limpah
tenaga kerja manusia yang belebih-lebihan tetapi sangat dibutuhkan peranan/
kedudukan adminstrasi. Administrasi merupakan modal yang berhargan sekali
bagi negara-negara tersebut untuk melaksanakan tugas dalam mencapai tujuan
apalagi asas utama administrasi adalah daya guna kerja berarti bahwa manusia
ingin mencapai suatu hasil secara maksimum atau terbaik dengan
menyelenggarakan sesuatu keja atau usaha secara minimum atau teringan dalam
mencapai tujuan yang telah ditentukaan sebelumnya.

Disamping administrasi penting bagi suatu negara maka admnistrasi jugaa penting
bagi badan-badaan atau organisasi perusahaaan dan perindustrian juga bagi
lembaga-lembaga seperti lembaga peradilan lembaga permasyarakatan bahkan
pembrontak dan orang matipun membutuhkan admnistrasi.

Sehingga dapat dikatakan bahwa dimana ada terdapat kegiatan dari orang-orang
yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama maka disana terdapat
administrasi.

Kedudukan administrasi, dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:


1.      Administrasi sebagai Seni
Sebagaimana dikemukakan pada uraian dimuka, bahwa gerakan manajemen
ilmiah yang dipelopori F.W. Taylor tahun 1886 menandai berakhirnya status
administrasi dan manajemen sebagai seni  semata-mata, dan mulai berdwistatus,
yaitu disamping sebagai seni juga sebagai ilmu.

Istilah “seni” atau art ini berasal dari  bahasa Latin yang berarti “skill”atau
keahlian, kemahiran yang timbul dari dalam untuk mewujudkan sesuatu. Dengan
demikian, administrasi dan manajemen yang dianggap seni adalah keahlian atau
kemampuan kerja untuk mencapai sesuatu hasil yang diinginkan atau dengan kata
lain administrasi dan manajemen ditinjau dari segi praktisnya.
Menurut The Liang Gie dalam buku Kamus Administrasi menjelaskan mengenai
hal ini sebagai berikut : Pengertian seni Administrasi biasanya dilawankan dengan
ilmu Administrasi (The Science of Administration). Di sini, seni administrasi
diartikan sebagai penggunaan kemahiran, kecerdikan, pengalaman, firasat dan
penerapan pengetahuan secara sistematis yang dilakukan oleh seorang pejabat
pimpinan dalam suatu usaha kerja sama sehingga tujuan usaha itu tercapai.

2.      Administrasi sebagai Ilmu


Disamping administrasi dan manajemen sebagai seni juga sebagai ilmu.
Administrasi sebagai ilmu melalui perjuangan yang cukup lama dan diawali
dengan praktek, ingat penyelidikan yang dilakukan oleh F.W. Taylor dan Henri
Fayol yang kemudian melahirkan teori-teori yang sangat diperlukan dalam usaha
meningkatkan efesiensi perusahaan. Kemudian perkembangan selanjutnya,
administrasi tergolong sebagai ilmu karena telah memenuhi syarat-syarat ilmu
pengetahuan.
Adapun syarat-syarat yang dimaksud adalah :
a.    Tersusun secara sistematis
b.    Obyektif-rasionil sehingga dapat dipelajari
c.    Menggunakan metode ilmiah
d.   Mempunyai prinsip-prinsip tertentu
e.    Dapat dijadikan teori.

Semua syarat-syarat tersebut telah dipenuhi oleh Administrasi, seperti sistematika


dapat dilihat dari segi unsur-unsurnya, obyek permasalahannya yaitu soal-soal
kegiatan manusia dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan, hal ini dapat ditelaah secara obyektif dan rasionil. Sedangkan
mengenai metode penyelidikannya meliputi pengamatan, percobaan dan analisis.
Dan prinsip-prinsipnya ialah dari segi efesiensi.

Selanjutnya sebagai bukti administrasi dan manajemen sebagai ilmu pengetahuan


ialah adanya lembaga-lembaga pendidikan yang membina ilmu administrasi ini.
Seperti AIA  (Akademi Ilmu Administrasi), STAN (Sekolah Tinggi Administrasi
Negara), Jurusan Administrasi Niaga/Negara dari perguruan tinggi baik yang
berstatus negeri maupun swasta.
Disamping itu sebagai bukti pula beberapa sarjana yang berpendapat bahwa
Administrasi sebagai ilmu diantaranya dapat dikemukakan sebagai berikut :
Luther Gullick, beliau mengatakan bahwa Administrasi berkenaan dengan
terciptanya tujuan yang telah ditentukan. Jadi ilmu Administrasi adalah system
pengetahuan, dengan pengetahuan tersebut manusia dapat mngerti hubungan-
hubungan, meramalkan akibat-akibat dengan mempengaruhi hasil-hasil pada
suatu keadaan di mana orang-orang secara teratur bekerja sama untuk tujuan
bersama. Dalam ilmu Administrasi, baik Administrasi negara, Administrasi
swasta hal baik menjadi asasnya ialah efisiensi. Tujuan pokok lmu Administrasi
adalah terselenggaranya pekerjaan dengan penggunaan tenaga manusia dan benda
yang sedikit-dikitnya.

Siagian (1977) mengemukakan pula bahwa, ilmu pengetahuan didefenisikan


sebagai suatu obyek ilmiah yang memiliki sekelompok prinsip, dalil dan rumus
melalui percobaan-percobaan yang sistematis dilakukan berulang kali telah teruji
kebenarannya, prinsip-prinsip, dalil-dalil dan rumus-rumus mana dapat diajarkan
dan dipelajari. Administrasi adalah suatu obyek ilmiah, yang telah memiliki
prinsip-prinsip, rumus-rumus, dalil-dalil sehingga ia merupakan ilmu
pengetahuan.
Akan tetapi harus diingat bahwa ilmu Administrasi yang tergolong kedalam ilmu-
ilmu sosial mempunyai karakterstik yang berbeda dengan karateristik  ilmu-ilmu
eksakta. Ilmu-ilmu eksakta mempunyai karateristik utama, yaitu bahwa
keseluruhan prinsip-prinsip, rumus-rumus dan dalil-dalilnya berlaku universal dan
dapat diterapkan melalui proses adopsi karena prinsip-prinsip, rumus-rumus dan
dalil-dalil tersebut tidak mengenal batas waktu dan tempat. Dimanapun,
bilamanapun dan oleh siapapun diterapkan pasti mendatangkan hasil yang sama.
Misalnya, jumlah sudut suatu segi tiga berjumlah 180 derajat.

Sebaliknya, ilmu-ilmu sosial memang juga mempunyai prinsip-prinsip, rumus-


rumus dan dalil-dalil yang bersifat universal. Akan tetapi didalam penerapannya
harus di sesuaikan dengan kondisi, tempat, waktu, dan manusia agar memberikan
hasil yang diharapkan. Satu-satunya rumus yang sungguh-sungguh berlaku bagi
ilmu-ilmu sosial ialah : Dalam ilmu-ilmu sosial satu-satunya kepastian adalah
ketidakpastian. Memperhitungkan faktor keadaan, tempat, waktu, dan manusia
dan ilmu Administrasi disebut memperhitungkan faktor-faktor ekologis
( lingkungan ).

Dengan demikian jelas sekali bahwa Administrasi disamping sebagai seni, juga
sebagai ilmu. Hal ini diakui oleh  Siagian  di mana beliau mengemukakan sebagai
berikut : “ Administrasi sekarang ini dikenal sebagai Artistic Science karena
didalam penerapannya seninya masih tetap memegang peranan yang menentukan,
sebaliknya seni Administrasi dikenal sebagai suatu Scientific Art, karena seni itu
sudah didasarkan atas sekelompok prinsip-prinsip yang telah teruji kebenarannya
“.

3.      Administrasi sebagai Bidang Studi atau Disiplin Akademik


Perkembangan dewasa ini menunjukkan bahwa disiplin ilmu administrasi telah
diajarkan dan sekaligus menjadi bidang studi dan kajian dalam Fakultas Ilmu
Administrasi dengan spesialisasi administrasi negara dan administrasi niaga.

4.      Administrasi sebagai Profesi


Hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
a.       Profesi memiliki badan pengetahuan dan teori yang esoterik artinya tidak
dimiliki oleh sembarang orang kecuali yang sudah pernah mendapatkannya
b.      Profesi merupakan suatu keahlian yang diperoleh melalui proses pendidikan
formal yang ketat, melalui latihan dan pengalaman dalam praktek
c.       Profesi memiliki kode etik yang ketat yang mengatur hubungan antar
anggota profesional dan anggota profesional dan pelanggan, konsumen atau klien
d.      Profesi mempunyai tanggung jawab dan dedikasi sosial dan institusional
atau organisasional sesuai dengan kode etik
e.       Profesi memiliki perhimpunan yang mendapat pengakuan dari Pemerintah,
masyarakat dan lingkungan
f.       Untuk memasuki profesi ditetapkan berdasarkan kriteria dan syarat-syarat
tertentu.

3.3 Perkembangangan dan Kedudukan Ilmu Administrasi dalam


Meningkatkan Aktifitas Organisasi
Administrasi memiliki kaitan yang erat dengan organisasi, administrasi
merupakan bagian dari aktifitas organisasi namun organisasi juga dapat dikatakan
sebagai hasil atau bagian dari administrasi. Dalam perkembangan organisasi,
administrasi memiliki perbedaan yang jelas dengan manajemen yang juga
merupakan aktifitas organisasi. Pengertian organisasi (Robbins,1990:4) adalah
suatu entitas sosial yang secara sadar terkoordinasi, memiliki suatu batas yang
relatif dapat diidentifikasi, dan berfungsi secara relatif kontinu
(berkesinambungan) untuk mencapai suatu tujuan atau seperangkat tujuan
bersama. Definisi tersebut dapat diartikan bahwa organisasi merupakan orang-
orang yang berkumpul atau terdiri dari kelompok-kelompok yang bersatu menjadi
sebuah kesatuan, yang dimana meraka secara sadar saling berkerja sama untuk
mencapai sebuah tujuan bersama dalam suatu sistem dan peraturan-peraturan yang
sudah disepakati bersama. Beberapa orang yang terkumpul dalam kesatuan tetapi
tidak memiliki tujuan ataupun rules dalam menjalankan aktifitasnya, sekumpulan
tersebut belum bisa dikatakan sebuah organisasi.

Berbagai kebutuhan organisasi modern seperti sekarang ini sangat membutuhkan


administrasi . Setiap organisasi yang ada, baik itu organisasi pemerintah maupun
organisasi swasta tidak bisa melewatkan administrasi sebagai suatu proses
kebiasaan sehari-hari. Administrasi sangat berperan sekali bagi organisasi,
diantaranya adalah untuk mempermudah suatu pekerjaan, menghimpun data,
kegiatan surat menyurat, serta memperlancar proses kemudahan suatu birokrasi
atau institusi.
Ilmu administrasi sudah mencakup hal-hal penting dalam kehidupan organisasi.
Administrasi mampu menanggapi isu-isu pokok dalam organisasi dan mampu
memformulasikan ke dalam suatu rumusan kebijaksanaan, serta cakap
melaksanakan kebijakan tersebut dalam kehidupan sehari hari. Keteraturan
kehidupan organisasi menjadi acuan suksesnya administrasi sehingga mampu
menunjang kehidupan organisasi yang mempunyai kinerja yang baik.

Pentingnya peran administrasi terhadap organisasi juga disebabkan:


1.   Dalam kehidupan masyarakat modern, terjadi perubahan pola kehidupan di
segala bidang menjadi pola kehidupan berdasarkan kerjasama keorganisasian.
2.   Pola kehidupan keorganisasian (organizational life) ini berkaitan dengan pola
kehidupan modern dan tata cara berpikir serta bekerja secara rasional.
3.   Cara berpikir dan bekerja secara rasional ini berkaitan dengan ilmu
pengetahuan dan teknologi modern.
4.   Cara berpikir modern dan bekerja secara rasional dimaksudkan untuk
menghasilkan keefektifan (effectiveness) dan keefisienan (efficiently) pencapaian
tujuan.
5.   Berpikir dan bekerja secara rasional dengan teknologi modern dan dengan
pola kehidupan berorganisasi modern kearah efisiensi dan efektivitas memerlukan
administrasi (Prajudi Atmosudirjo, 1980: 24).

Administrasi dalam organisasi sejatinya memiliki peranan kunci dalam proses


organisasi tersebut, bahkan menjadi parameter kemajuan organisasi itu sendiri.
Jika administrasi bisa berjalan dengan baik, maka  sebuah organisasi akan
mengalami peningkatan kualitas. Sebaliknya, jika administrasi mengalami
masalah, maka organisasi akan mengalami krisis identitas yang harus segera
dibenahi.

Padahal administrasi adalah proses yang menyeluruh yang melibatkan semua


pihak untuk mewujudkan cita-cita bersama. Dalam ungkapan lain, administrasi
merupakan proses integrasi seluruh kekuatan untuk mewujudkan cita-cita
bersama.
Oleh sebab itu, penguatan kualitas administrasi dalam organisasi sangat
dibutuhkan mengingat tantangan global yang semakin kompleks. Juga masih
banyaknya insan pendidikan yang belum memahami unsur-unsur administrasi
dalam menjalankan sebuah organisasi.

Dari penjelasan diatas, menurut kami belajar ilmu administrasi baik hanya sekadar
ilmu dasar maupun ilmu tingkat ahli (spesialis), adalah sesuatu yang penting dan
harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin berkecimpung dalam dunia sosial-
politik dan organisasi di dalam masyarakat. Pentingnya ilmu administrasi
dikarenakan pada setiap organisasi (wadah administrasi), sangat diperlukan
keahlian administrasi untuk mengelola dan mengatur perencanaan dan kegiatan
kerjasama antar anggota organisasi, agar tujuan dari organisasi tersebut dapat
berjalan lurus dan sebagaimana mestinya. Tanpa adanya ilmu administrasi, suatu
organisasi tidak akan berjalan baik dikarenakan tidak adanya pengelolaan dan
kerjasama yang baik, sehingga dampaknya adalah tidak berjalannya tujuan
organisasi, yang akan berakhir pada kehancuran organisasi tersebut (bubar).
Organisasi yang dimaksud bukan hanya organisasi tingkat pemerintah pusat dan
daerah. Pentingnya ilmu administrasi berlaku bagi semua organisasi, bahkan
sampai organisasi tingkat terkecil sekalipun, yaitu keluarga.

3.4 Kurang Baiknya Perkembangan dan Kedudukan Ilmu Administrasi


dalam Meningkatkan Aktivitas Organisasi
Dalam meningkatkan aktivitas organisasi, peran dari perkembangan dan
kedudukan ilmu administrasi sangatlah penting. Tanpa adanya ilmu administrasi
dalam aktivitas organisasi akan menimbulkan tidak optimalnya aktivitas tersebut
dan akan menimbulkan beberapa masalah. Namun apabila penguasaan dalam hal
perkembangan dan kedudukan ilmu administrasi tidak optimal atau hanya
setengah-setengah, maka akan berdampak terhadap peran dari perkembangan dan
kedudukan administrasi tersebut yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan
dan direncanakan pada aktivitas organisasi serta akan berakibat pada tidak
optimalnya penerapan ilmu administrasi dalam meningkatkan aktivitas organisasi.
Secara umum, terdapat enam peranan ilmu administrasi dalam kehidupan yang
juga berhubungan erat dengan aktivitas organisasi. Namun peranan ilmu
administrasi dan permintaan masyarakat mungkin timbul dengan sebab seperti
reaksi dari peran administrasi yang lamban, kurangnya inisiatif administrator,
inkoherensi aksi dari peran ilmu administrasi, serta pengambilan keputusan yang
seringkali tidak tepat atau tergesa-gesa sehingga tidak terlalu optimal.

Maka dari itu sebagai organisator yang baik, kita patut mempelajari dan
memahami secara keseluruhan dasar-dasar peran perkembangan dan kedudukan
ilmu administrasi dalam meningkatkan aktivitas organisasi guna menunjang
keoptimalan kinerja aktivitas organisasi. Berikut enam peranan administrasi dalam
kehidupan yang berkaitan dengan aktivitas organisasi:
1. The Universal Importance of Administration
Melalui pengetahuan administrasi, manusia dapat memahami perencanaan,
pengorganisasian, system komando, koordinasi, dan pengontrolan yang
menjadi dasar ketenaga kerjaan.

2. The Stabilizing Role of Administrasi in Society


Paul Pigors, seorang tokoh administrasi, seorang tokoh administrasi,
berpendapat bahwa fungsi primer dari ilmu administrasi adalah menjaga
stabilitas institusi sosial.

3. The Role of Administration in Social change


Brooke Adam mengatakan fungsi utama dari ilmu administrasi adalah
menjamin stabilitas sosial dengan memfasilitasi perubahan sosial.

4. The Threat of Managerial Revolution


James Burnham menyatakan bahwa kualitas esensial dari masyarakat
berkembang adalah karakter manajerialnya untuk menjadi modern.
5. The Prospect of Managerial Evolution
Charles Merriem mengakui bahwa masyrakat demokratik suatu saat akan
memberikan atribut manajer pada pihak selain pemerintah.

6. Administration as The Key to Modern Society


Charles A. Beard menyatakan bahwa masyarakat modern adalah besar yang
tenang di bawah ilmu administrasi sebagai kunci pengabdian kekuasaan.

Admininistrasi sendiri penting dipelajari karena beberapa sebab, yaitu:


1. Perubahan pola kehidupan di segala bidang.
2. Ketertaitan pola kehidupan beroganisasi dengan cara berpikir
rasional.
3. Ketertaitan pemikiran rasional dengan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
4. Keinginan mencapai efektifitas dan efesiensi.
5. Kebutuhan administrasi akan administrasi untuk mencapai
efektifitas dan efesiensi.

Dalam sebab-sebab di atas, dapat diketahui bahwa ilmu administrasi adalah studi
tentang efektifitas dan efesiensi dalam lingkup aktivitas organisasi dalam
mencapai tujuan. Efektif berarti mencapai tujuan tepat sesuai dengan target dan
efisien berarti hasil atau output yang diperoleh lebih besar daripada input yang
digunakan.

Dengan mempelajari dan memahami peranan ilmu administrasi dalam kehidupan,


kita dapat mencegah terjadinya kemungkinan masalah yang akan timbul dalam
meningkatkan aktivitas organisasi secara optimal dan matang.
BAB 4
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Administrasi dalam organisasi sejatinya memiliki peranan kunci dalam proses
organisasi tersebut, bahkan menjadi parameter kemajuan organisasi itu sendiri.
Jika administrasi bisa berjalan dengan baik, maka  sebuah organisasi akan
mengalami peningkatan kualitas. Sebaliknya, jika administrasi mengalami
masalah, maka organisasi akan mengalami krisis identitas yang harus segera
dibenahi.

Oleh sebab itu, penguatan kualitas administrasi dalam organisasi sangat


dibutuhkan mengingat tantangan global yang semakin kompleks.

Perkembangan dan kedudukan Ilmu Administrasi sangat berperan sekali bagi


peningkatan aktifitas suatu organisasi, diantaranya adalah untuk mempermudah
suatu pekerjaan, menghimpun data, kegiatan surat menyurat, serta memperlancar
proses kemudahan suatu oraganisasi tersebut.

Ilmu Administrasi mampu menanggapi isu-isu pokok dalam organisasi dan


mampu memformulasikan ke dalam suatu rumusan kebijaksanaan, serta cakap
melaksanakan kebijakan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Keteraturan
kehidupan organisasi menjadi acuan suksesnya administrasi sehingga mampu
menunjang kehidupan organisasi yang mempunyai kinerja yang baik.

4.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA