Anda di halaman 1dari 31

RESUME PENELITIAN PENDIDIKAN I

“Jenis-Jenis Penelitian berdasarkan Metode atau Rancangan Penelitian”

Oleh Kelompok 3

18 BKT 13

Elva Riani (18129171)

Fajriati Syahnur (18129177)

Indri Yulia (18129117)

Rita Indah Mesrayani (18129078)

Dosen Pengampu : Prof. Dr. YalvemaMiaz, M.A., Ph,D

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2020
2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunianya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sederhana yang berjudul
Jenis-Jenis Penelitian berdasarkan Metode atau Rancangan Penelitian.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata
kuliah Penelitian Pendidikan. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah
wawasan tentang jenis-jenis penelitian berdasarkan metode atau rancangan penelitian
bagi para pembaca dan dan juga bagi penulis.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.Semoga Allah
SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.Amin.

Bukittinggi, Oktober 2020

Kelompok 3

i
.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………..i

DAFTAR ISI…………...…………………………………………………………….ii

BAB IPENDAHULUAN……….……………………...…………………………….1

A. Latar Belakang………..……………………………………………………….1

B. Rumusan Masalah……….…………………………………………………….1

C. Tujuan Penulisan………………………………………………………………2

BAB IIPEMBAHASAN……….……………………………………………………..i

A. Penelitian Historis…………………………………………………………..….3

B. Penelitian Deskriptif……………………………………………..……….……5

C. Kasus Lapangan/survey……………………………….………………….……7

D. Kolerasional………………………………………………….………......…….9

E. Kausal Komparatif………………………………………….…………….…..10

F. Ekperimen Murni (True Eksperimen)………………………....……….…….14

G. Eksperimental Semu (Quasi Experimental)…………………….....…………15

ii
H. Campuran…………………………………………………………….………16

I. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)………………………………...…………..18

BAB III PENUTUP….....…………………………………………………………..19

A. Simpulan………………………………………………….…………………..24

B. Saran…………………………….........………………………………………25

Daftar Rujukan……………………………………………………………………..26

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penelitian adalah setiap usaha untuk mencari pengetahuan (ilmiah) baru menurut
prosedur yang sistematis dan terkontrol melalui data empiris (pengalaman), yang artinya
dapat beberapa kali diuji dengan hasil yang sama. Penelitian sangat bermanfaat bagi kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi, yang pada gilirannya akan sangat berguna bagi kesejahteraan
masyrakat dan kemajuan bangsa. IPTEK membantu untuk menjelaskan, meramalkan dan
mengendalikan gejala yang ada di sekeliling kita.

Suatu konfrensi UNESCO di Jenewa pada tahun 1963 antara lain menyimpulkan bahwa
pengembangan pembangunan di suatu negara memerlukan mobilisasi sumber daya alamnya
dan koordinasi dari semua aktifitas dalam ilmu pengetahuan dasar maupun ilmu pengetahuan
terapan dalam bidang ilmu-ilmu alam, sosial dan humaniora.

Pengembangan sendiri hendaknya endogen dan bukan merupakan impor teknologi dari
luar. Jadi haruslah berdasarkan ilmu pengetahuan yang dimiliki sendiri dan kultur ilmu
pengetahuan setempat. Bagi Indonesia sebagai salah satu negara berkembang hal tersebut
disara sangat penting.Penelitian terus dikembangkan pemerintah untuk menemukan
pemecahan masalah dan pengelolaan sumber daya yang ada. Untuk itu, penting kiranya
masyarakat mempelajari bagaimana cara menyusun sebuah penelitian yang baik dan benar.
Penulis ingin menjabarkan secara lebih rinci mengenai metodologi penelitian sebagai langkah
awal mengenal dan mempelajari penelitian.Hal ini difokuskan agar masyarakat mengerti
bagaimana metodologi penelitian itu sendiri, yang penulis ambil dari beberapa literatur dan
pendapat ahli mengenainya utamanya mengenai jenis dan desain penelitian. Kedua hal
tersebut secara lebih terperinci akan dijelaskan pada bab pembahasan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa sajakah jenis-jenis penelitian berdasarkan metode ?
2. Apa pengertian dari setiap jenis-jenis penelitian metode ?
3. Apa langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam setiap jenis penelitian ?

1
4. Bagaimana penjelasan mengenai jenis-jenis penelitian ?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui jenis-jenis penelitian
2. Untuk mengetahui pengertian dari setiap jenis-jenis penelitian
3. Untuk mengetahui langkah-langkah yang di lakukan dalam setiap jenis penelitian
4. Untuk mengetahui secara rinci penjelsan jenis-jenis penelitian

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Penelitian Historis
1. Pengertian Penelitian Historis
Menurut Borg dan Gall dalam Djamal (2015:103)Penelitian sejarah adalah
penyelidikan secara sistematis terhadap dokumen dansumber-sumber lain yang
mengandung fakta tentang pertanyaan-pertanyaan sejarawandi masa lampau. Sementara itu
menurut Wiersman dalam Djamal (2015:103) dalambuku yang sama mengungkapkan
bahwa penelitian sejarah adalah proses penyelidikansecara kritis terhadap peristiwa masa
lalu untuk menghasilkan deskripsi dan penafsiranyang tepat dan benar tentang peristiwa-
peristiwa tersebut.Penelitian historis berupaya merekonstruksi tentang fakta di masa
lampautentang apa, siapa, kapan, di mana dan bagaimana secara obyektif, sistematis dan
akuratyang dilaksanakan pada waktu sekarang. Proses rekonstruksi dilakukan
berdasarkanhasil catatan-catatan di lapangan, artefak-artefak serta laporan-laporan verbal
pelakuatau saksi sejarah.
Penelitian historis merupakan penelitian mengenai pengumpulan dan evaluasi data
secara sistematis berkaitan dengan dengan kejadian masa lampau untuk menguji kebenaran
hipotesis yang berkaitan dengan sebab akibat atau kecendrungan kejadian-kejadian yang
dapat membantu menggambarkan atau menerangkan kejadian masa  kini dan
mengantisipasi kejadian dimasa yang akan  datang. Peneitin ini menggambarkan kejadian
masa lalu yang kemudian digunakan untuk menjadi proses pembelajaran masyarakat
sekarang.
Cakupan dan sasaran penelitian sejarah sebenarnya dapat luas, termasuk kehidupan
seseorang, gagasan bersama kelompok masyarakat, pergerakan sosial, perkembangan 
institusi dan kehidupan masyarakat masa lampau.

2. Langkah-langkah penelitian historis


a. Menetukan permasalahan penelitian.
b. Menyatakan tujuan penelitian.

3
c. Mengumpulkan data.
d. Evaluasi data.
e. Melaporkan hasil penelitian.

Sedangkan menurutWierma dalam Djamal (2015:104) Tahapan-tahapan yang


biasa dilakukan dalam penelitian historis menurutada empat langkah yaitu; (1)
mengidentifikasimasalah di mana meliputi merumuskan hipotesis dan pertanyaan, (2)
mengumpulkandan mengevaluasi bahan-bahan sumber yang di dalamnya ialah
merumuskan kembalihipotesis dan pertanyaan, (3) melakukan sintesis informasi dari
bahan-bahan sumber,atau pada bagian ini dapat pula melakukan revisi hipotesis, kemudian
(4) analisispenafsiran, merumuskan kesimpulan (menerima hipotesis atau menolak).

3. Sumber-sumber  data  dalam penelitian historis


a. Sumber data primer yaitu data yang diperoleh dari cerita para pelaku  peristiwa  itu
sendiri, dan atau saksi mata  yang mengalami peristiwa tersebut.  Sumber tersebut dapat
berupa dokumena asli, relief, dan benda-benda peninggalan masyarakat masa  lampau.
b. Sumber data  skunder yaitu data atau informasi diperoleh dari sumber lain yang
mungkin    tidak berhubungan langsung dengan peristiwa tersebut, sumber tersebut
dapat berupa buku-buku, catatan  yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Dari adanya sumber data primer dan sekunder ini, sebaiknya peneliti lebih
memberikan bobot pada  sumber data primer terlebih dahulu, baru kemudian  pengetahuan,
data sekunder, data tersier, dan seterusnya.

4. Pengumpulan  data penelitian  historis


Pada  penelitian ini tinjauan  literatur dan prosedur penelitian  merupakan suatu hal
yang penting.  Pada penelitian ini literature mencakup semua jenis komunikasi tertulis.
Komunikasi tertulis dapat berupa  dokumen resmi, rekaman, surat-surat, dan dokumen-
dokumen lain. Jika memungkinkan pada penelitian ini dapat melibatkan wawancara
dengan orang  yang  ambil bagian dalam suatu kejadian atau proses  yang sedang
diselidiki.

4
5. Analisis data penelitian historis
Semua sumber data harus dianalisis dengan teliti secara ilmiah untuk menentukan
keotentikan dan keakuratan penelitian tersebut. Hal tersebut untuk menghindari
diterimanya statemen  orang-orang  terkenal.
Dalam menetapkan keakuratan dokumen,  setidaknya  ada 4 faktor yang harus
dipertimbangakan yaitu :
a. Pengetahuan dan kompetensi pengarang.
b. Selang waktu antara kejadian dan penulisan kejadian.
c. Motif  yang  biasa dari pengarang.
d. Kosistensi dari data.

B. Penelitian Deskriptif
1. Pengertian Penelitian deskriptif
Penelitian Deskriptif yaitu penelitian yang berusaha mendekripsian suatu
gejala,peristiwa yang terjadi pada saat sekarang (masalah aktual). Dalam penelitian ini,
penelitiberusaha memotret peristiwa yang menjadi pusat perhatiannya kemudian
dilukiskansebagaimana adanya. Masalah yang diteliti adalah masalah yang terjadi pada
saatpenelitian dilaksanakan, sehingga pemanfaatan temuan penelitian ini berlaku pada
saatitu dan belum tentu relevan jika digunakan dimasa yang akan datang. Karena
itupeneltian deskriptif tidak selamanya menuntut hipotesis.

2. Tujuan Penelitian Deskriptif


Adapun tujuan penelitian iniadalah untuk membuat pencandraan secara sistematis,
faktual dan akurat mengenaifakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu

3. Langkah-langkah pokok Penelitian Deskriptif


a. Perumusan masalah, yaitu diawali dengan pengajuan pertanyaan-pertanyaanpenelitian
yang jawabannya harus dicari di lapangan.

5
b. Menentukan jenis informasi /data yang diperlukan apakah data kualitatif atau
datakuantitatif. Data kuantitatif adalah data numerik dalam bentuk angka, bilangan ,skor
atau frekuensi.
c. Menentukan prosedur pengumpulan data. Dalam hal ini ada dua unsur pokok yaitu
instrumen dan sumber data atau sampel dari mana informasi diperoleh. Dalam
penelitian ada sejumlah instrumen yang dapat dipergunakan antara lain: tes,wawancara,
observasi, angket/kuesioner, sosiometri. Sedangkan sumber datadapat dibagi dua yaitu :
data yang bersumber dari lapangan dan data yangbersumber dari dokumen.Beberapa
langkah penting dalam pengumpulan data yaitu: 1) seleksi data (memilihdata yang
valid), 2) mendapatka sumber pertama/asli, dan 3) meninjau danmenginterpretasikan
data.
d. Menentukan prosedur pengolahan data, khususnya dalam pengolahan datakuantitatif,
pengolahan memerlukan statistik, seperti persen, kuartil, modus, mean,media,
simpangan baku atau korelasi. Prosedur yang digunakan yaitu:
1) pemeriksaan data,
2) klasifikasi data,
3) tabulasi data,
4) menghitung data,
5) perhitungan statistik tertentu,
6) visualisasi (dalam bentuk bagan, tabel, diagramatau grafik),
7) menafsirkan data sesuai dengan pertanyaan penelitian.
e. Menarik Kesimpulan, yang dilakukan dengan cara menjawab pertanyaan penelitiandan
mensintesiskan semua jawaban dalam satu kesimpulan.

4. Jenis penelitian deskriptif


a. Studi kasus, yaitu mempelajari secara intensif seseorang yang berkasus.
b. Studi pengembangan, yaitu mempelajari karakteristik individu dan bagaimana
karakteristik itu berubah dalam pertumbuhannya (intelektual, emosional, sosial dan
kepribadian)
c. Survey, yaitu mengungkap jawaban melalui pertanyaan apa, bagaimana, berapa(bukan
mengapa) tentang variabel dan bukan tentang individu.

6
d. Studi korelasi, yaitu mempelajari hubungan dua variabel atau lebih yang
dinyatakandengan derajat hubungan variabel dalam satu indeks yang dinamakan
koefisienkorelasi (r).

C. Kasus Lapangan/survey
1. Pengertian Penelitian Survey
Menurut Latif (2010: 147) penelitian dengan rancangan surveydigunakan untuk
menggambarkan opini, sikap, persepsi, pilihan populasiyang diteliti.Populasi yang dipilih
biasanya dalam jumlah besar sehinggadiperlukan pengambilan sampel secara acak.
Instrument yang digunakanbisa berupa angket, tes, observasi, kadang-kadang diikuti
wawancara.Penelitian survey merupakan cara suatu pengumpulan data yangdilakukan
dengan menggunakan kuesioner namun tidak menutupkemungkinan bisa juga didukung
dengan observasi atau wawancarasebagai instrument pendukung yang diajukan pada
responden dalam berbentuk sample dari sebuah populasi.
Dalam penelitian survey penelitimeneliti karakteristik atau hubungan sebab akibat
antar variabel tanpaadanya intervensi peneliti.Dalam penelitian survey, biasanya digunakan
rumus statisticsederhana untuk menganalisa data yaitu antara lain Mean (M) menunjukan
rata-rata, Median (Med) menunjukan nilai tengah dalamsatu distribusi nilai, mode
menunjukan nilai yang paling banyak muncul,Standard Deviasi(SD) menunjukan rata-
ratadeviasi masing-masing nilaidari mean, dan Prosentase (%) menunjukan proporsi
kelompok tertentudalam populasi ( Borg, W.R: 220)
Penelitian survey adalah proses untuk menggambarkan limakomponen informasi
ilmiah dengan menggunakan beberapa langkah adalah (1) teori, (2) hipotesis, (3) observasi,
(4) generalisasi empiris/kesimpulan dari data yang yang telah disederhanakan, (5)
penerimaanatau penolakan hipotesis.

2. Karakteristik Penelitian Survei


Adapun karakteristik dari penelitian survei, yaitu:
a. Tujuan utama survei adalah untuk menghasilkan statistik, deskriptif kuantitatif, atau
deskripsi dalam angka tentang berbagai aspek populasi yang diteliti.
b. Cara utama dalam pengumpulan informasi adalah dengan mengajukan pertanyaan
kepada orang yang jawabannya kemudian merupakan daya yang akan dianalisis.

7
c. Biasanya informasi itu dikumpulkan dari sebagian saja dari populasi atau sampel, bukan
dari seluruh subyek yang menjadi anggota populasi.

3. Ciri-ciri penelitian deskripsi (survai)


Ciri-ciri penelitian deskriptif menurut Masyhuri & Zainuddin (2008)
a. Memberikan gambaran terhadap fenomena-fenomena
b. Menerangkan hubungan (korelasi)
c. Menguji hipotesis yang diajukan
d. Membuat prediksi (forcase) kejadian
e. Memberikan arti atau makna atau implikasi pada suatu masalahyang diteliti. Jadi
penelitian deskripsi mempunyai cakupan yanglebih luas.

4. Langkah-langkah penelitian survey


a. Menentukan rumusan pertanyaan penelitian
b. Membuat desain survey
c. Mengembangkan instrument survey
d. Menentukan sample
e. Melakukan pre- test
f. Mengumpulkan data
g. Mengedit data
h. Pengujian hipotesis
i. Menyimpulkan teori-teori yang ada dengan fakta-fakta yangempiris
j. Penyusunan atau formulasi konsep
k. Membuat kesimpuklan dan rekomendasi

5. Contoh dalam penelitian survey


Latif (2010: 147), topic yang biasa diteliti dengan survey antaralain,
a. Tanggapan para siswa, guru, dan orang tua siswa di Jombangterhadap kebijakan
pemerintah melakasanakan program RSBI.
b. Penilaian para siswa terhadap kualifikasi para guru di tingkat SMPdan SMA di Jawa
Timur.

8
c. Pembelajaran bahasa Inggris di TK dan SD di Jawa Timur.
d. Pilihan orang tua dalam menyekolakan anak-anak mereka keTaman Kanak-Kanak.
e. Penilaian para dosen di Malang terhadap UAN.
f. Persoalan pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP dan SMA dikota Malang.
g. Sikap siswa SD di kota Malang terhadap penggunaan Bahasa Jawadi lingkungan
sekolah.

6. Kelebihan Penelitian Survei


Kelebihan dari penelitian survei, yaitu:
a. Penelitian survai bersifat sebaguna (versatility), dapat digunakan untuk menghimpun
data hampir dalam setiap bidang dan permasalahan.
b. Penggunaan survei cukup efisien (efficiency) dapat menghimpuninformasi yang dapat
dipercaya dengan biaya yang relatif murah.
c. Survai menghimpun data tentang populasi yang cukup besar darisampel yang relatif
kecil.
d. Dapat digunakan berbagai teknik pengumpulan data seperti angket,wawancara, dan
observasi.

7. Kelemahan Penelitian Survei


Adapun kekurangan dari penelitian Survai, yaitu:
a. Mutu informasi sangat bergantung pada kemampuan dan kemauan responden untuk
bekerja sama, khususnya jika topik yang sedang diteliti terlalu sensitive
b. Terlalu sering para responden merasa diharuskan mengajukan opinipadahal mereka
tidak memilikinya, sehingga keabsahan jawabanmenjadi sulit
c. Para responden juga bisa menerjemahkan pertanyaan atau konsepsecara berbeda dari
yang dimaksud oleh peneliti

9
D. Kolerasional
1. Pengertian Penelitian Kolerasional
Creswell (2008) berpendapat penelitian korelasi adalah penelitian yang memberikan
kesempatan untuk memprediksi skor atau capaian tertentu karena adanya skor atau capaian
yang lain dan menerangkanhubungan antar variabel.
Ada dua kata kunci dalam penelitian korelasional, yaitu hubungan (correlation)
danprediksi atau ramalan (prediction). Suatu korelasi adalah uji statistic untuk
menentukan kecenderungan atau pola untuk dua (atau lebih) variabel atau dua set data
bervariasi secara konsisten.Perbedaan penelitian korelasi dengan penelitian eksperimen
dapatdilihat dari rumusan masalah dalam penelitian, misalnya “ apa hubungan antara
kemampuan memahami membaca siswa dan penguasaan kosakata siswa?” bukan apakah
membaca dapat dipahami dengan mudah kalau disandingkan meningkatnya pengusaan
kosa katapada siswa? Dari contoh tersebut dapat dikatakan bahwa tujuanpenelitian
korelasi adalah untuk mengidentifikasikan hubungan prediktifdengan menggunakan
teknik korelasi atau statistic.
Dapat disimpulkan bahwa penelitian korelasional adalah penelitian yangbertujuan
untuk mengkaji sejauh mana variasi dalam suatu factor berkaitan dengan variasi di dalam
satu atau beberapa faktor lainberdasarkan pada koefisien korelasi.
Tuckman, B.W. (1978) berpendapat bahwa penelitian korelasional pada prinsipnya
hanya mencari hubungan atau korelasi (r) antarvariabel.Dalam penelitian korelasional ada
dua variabel utama yaituvariabel bebas (independent variable) dan variabel terikat
(independentvariable), Variabel bebas berfungsi untuk mempengaruhi variabel terikatatau
keberadan variabel terikat bergantung pada variabel bebes.Umumnya variabel bebas
disimbolkan dengan notasi dengan huruf (X)dan variabel terikat dinotasikan dengan
huruf (Y). Misalnya mencarihubungan antar interaksi verbal (X) kemahiran berbicara (Y)
atau tingkatkecemasan (X) dengan kualitas menulis bahasa kedua (Y).

2. Tujuan penelitian korelasional


Secara khusus, tujuanpenelitian korelasional adalah:
a. Untuk mencari bukti terdapat tidaknya hubungan (korelasi) antar variabel,

10
b. Bila sudah ada hubungan, untuk melihat tingkat keeratan hubungan antar variabel, dan
c. Untuk memperoleh kejelasan dan kepastian apakah hubungan tersebut
berarti(meyakinkan/significant) atau tidak berarti (insignificant).

3. Contoh penelitian korelasi


Korelasi antara prestasi membaca pemahaman dengan penguasaanterhadap kosa
kata; Suatu kajian untuk memprediksi keberhasilan studidi perguruan tinggi berdasarkan
pola interkoneksi antara kualitasperguruan tinggi dan kualitas SLTA.

4. Kelebihan dari penelitian korelasional


Kelebihan dari penelitian korelasional adalah bahwa halitumemberikan informasi
tentang kekuatan hubungan antaravariabel.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara dua variable atau lebih.Metode yang biasa digunakan adalah korelasi
atauregresi.Dengan penelitian ini dapat dibangun suatu teori yang dapatberfungsi untuk
menjelaskan hubungan, meramalkan data danmengontrol suatu gejala.Pada penelitian ini
minimal terdapat duavariable yang dihubungkan dimana pada metode regresi
yangdihubungkan adalah variable terikat dan bebas.Penelitian korelasionalberguna dalam
berbagai penelitian.Yang paling bergunaaplikasi korelasiadalah (1) mengkaji hubungan,
(2) menilai konsistensi, dan (3) prediksi.

5. Manfaat Hasil Penelitian Korelasi


Salah satu manfaat penelitian korelasi adalah untuk memprediksitingkat satu variable
dari variable lain yang memiliki hubungan korelasitinggi dan positif.Jika misalnya hasil
penelitian menunjukan bahwahubungan korelasional antara kemampuan membaca dan
kemampuanmenulis siswa SMP tinggi dan positif, maka nilai kemampuan membacabisa
digunakan untuk memprediksi nilai kemempuan menulis.Dansemakin tinggi koefesien
korelasi semakin kuatlah prediksinya.

6. Karakteristik Penelitian Korelasi


Menurut Sukardi (2004:166) penelitian korelasi mempunyai tigakarakteristik penting
untuk para peneliti yang hendakmenggunakannya.Tiga karakteristik tersebut adalah

11
sebagai berikut. a) Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti
tidakmungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel sepertidalam penelitian
eksperimen.b) Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting(lingkungan)
nyata.c) Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yangsignifikan.

E. Kausal Komparatif
1. Pengertian Penelitian Kausal Komparatif
Causal compararative research (penelitian kausal komparatif)adalah pendekatan
dasar kausal komparatif melibatkankegiatanpeneliti yang diawali denganmengidentifikasi
pengaruh variabel satuterhadap variabel lainnya, kemudian dia berusaha
mencarikemungkinan variabel penyebabnya. Atau dengan kata lain dalampenelitian kausal
komparatif peneliti berusaha mencermatipertanyaan penelitian what is the effect of X?
Sebagai contoh, apapengaruh yang terjadi, jika seorang anak tanpa mengikuti
sekolahtaman kanak-kanak, kemudian langsung masuk kelas satu sekolahdasar?
Dalamkasus pendidikan apa yang terjadi bila mahasiswa baruyang berasal dari SMU, tanpa
melalui kuliah matrikulasi langsungmengambil mata kuliahteknik, sebagaihalnya
mahasiswa dari SMK.
Kausal komparatif merupakan salah satu bentuk penelitian non-eksperimental yang
membandingkan sampel-sampel yang dapat diperbandingkan tetapi mempunyai perbedaan
pada variabel kritis tertentu. Sedangkan yang dimaksud penelitian non-eksperimental
adalah studi empirik sistematik yang variabel-variabel independennya tidak harus di
kontrol secara langsung, karena manifestasinya telah terjadi atau karena variabel-variabel
ini dasarnya memang tidak dapat di manipulasi.
Contoh masalah yang dapat diteliti menggunakan studi kausal kompratif :
a. Studi karakteristik kepribadian remaja laki-laki yang sering terlibat tawuran
(perkelahian massal) dan yang tidak
b. Studi insiden kanker paru-paru pada pria perokok berat dan yang bukan perokok
c. Studi mengenai perilaku agresif remaja laki-laki yang melihat televisi kurang dari satu
jam per hari atau lebih

12
d. Perbandingan kinerja akademik siswa kelas enam yang selama jangka wktu tiga tahun
terakhi pernah mengalami diet defisiensi nutrisi dibanding siswa-siswa kelas yang sama
yang diet nutrisinya memadai.

Terlihat dari contoh-contoh itu tipe penelitian kausal kompratif memungkinkan dikaji
pengaruh variabel yang tidak dapat dimanipulasi secara eksprimental terhadap subjek
manusia. Metode kausal kompratif berguna dalam mengidentifikasi kemungkinan
penyebab, tetapi hasil dari studi semacam itu tidak dapat memberikan bukti yang kuat
bahwa variabel yang diteliti benar-benar merupakan penyebab variabel yang lain.

2. Kelebihan dan kekurangan


Kelebihan dan kekurangan penelitian kausal komparatif Ritz (dalam Emzir, 2010:
123-125) antara lain :
a. Kelebihan Penelitian kausal komparatif
1) Metode kausal komparatif adalah suatu penelitian yang baik untuk berbagai keadaan
kalau metode yang lebih kuat, yaitu metode eksperimental, tak dapat digunakan
ketika:
a) Apabila tidak memungkinkan untuk memilih, mengontrol dan memanipulasikan
faktor-faktor yang perlu untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat secara
langsung.
b) Apabila pengontrolan terhadap semua variabel kecuali variabel bebas sangat tidak
realistis dan dibuat-buat, yang mencegah interaksi normal dengan lain-lain
variabel yang berpengaruh.
c) Apabila kontrol di laboratorium untuk berbagai tujuan penelitian adalah tidak
praktis, terlalu mahal, atau dipandang dari segi etika diragukan/ dipertanyakan.

2) Studi kausal-komparatif menghasilkan informasi yang sangat berguna mengenai


sifat-sifat gejala yang dipersoalkan: apa sejalan dengan apa, dalam kondisi apa, pada
perurutan dan pola yang bagaimana dan yang sejenis dengan itu.

13
3) Perbaikan-perbaikan dalam hal teknik, metode statistik, dan rancangan dengan
kontrol parsial, pada akhir-akhir ini telah membuat studi kausal-komparatif itu lebih
dapat dipertanggung jawabkan.

b. Kekurangan Penelitian Kausal Komparatif


1) Setiap rancangan ex post facto adalah tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas.
Dalam batas-batas pemilihan yang dapat dilakukan, peneliti harus mengambil fakta-
fakta yang dijumpainya tanpa kesempatan untuk mengatur kondisi-kondisinya atau
memanipulasikan variabel-variabel yang mempengaruhi fakta-fakta yang
dijumpainya itu. Untuk dapat mencapai kesimpulan yang sehat, peneliti harus
mempertimbangkan segala alasan yang mungkin ada atau hipotesis-hipotesis saingan
yang mungkin diajukan yang dimungkinkan mempengaruhi hasil-hasil yang dicapai.
Sejauh peneliti dapat dengan sukses membuat justifikasi kesimpulannya terhadap
alternatif-alternatif lain itu, dia ada dalam posisi yang secara relatif kuat.
2) Sulit untuk memperoleh kepastian bahwa faktor-faktor penyebab yang relevan telah
benar-benar tercakup dalam kelompok faktor-faktor yang sedang diselidiki.
3) Kenyataan bahwa faktor penyebab bukanlah faktor tunggal, melainkan kombinasi
dan interaksi antara berbagai faktor dalam kondisi tertentu untuk menghasilkan efek
yang disaksikan, menyebabkan masalah menjadi sangat kompleks.
4) Suatu gejala mungkin tidak hanya merupakan akibat dari sebab-sebab ganda, tetapi
dapat pula disebabkan oleh sesuatu sebab pada kejadian tertentu dan oleh lain sebab
pada kejadian lain.
5) Apabila saling hubungan antara dua variabel telah diketemukan, mungkin sulit untuk
menentukan mana yang sebab dan mana yang akibat.
6) Kenyataan bahwa dua atau lebih faktor saling berhubungan tidaklah selalu memberi
implikasi adanya hubungan sebab-akibat. Kenyataan itu mungkin hanyalah karena
faktor-faktor tersebut berkaitan dengan faktor lain yang tidak diketahui atau tidak
terobservasi.
7) Menggolong-golongkan subjek ke dalam kategori dikotomi (misalnya: golongan
pandai dan golongan bodoh) untuk tujuan pembandingan, menimbulkan persoalan-
persoalan, karena kategori-kategori seperti itu bersifat kabur, bervariasi dan tidak

14
mantap. Seringkali penelitian yang demikian itu tidak menghasilkan penemuan yang
berguna.
8) Studi komparatif dalam situasi alami tidak memungkinkan pemilihan subjek secara
terkontrol. Menempatkan kelompok yang telah ada yang mempunyai kesamaan
dalam berbagai hal kecuali dalam hal dihadapkannya pada kepada variabel bebas
adalah sangat sulit.

F. Ekperimen Murni (True Eksperimen)

Eksperimental Murni (True experimental)Dalam eksperimen murni (true experimental)


pengujian variable lbebas dan variabel terikat dilakukan terhadap sampel
kelompokeksperimen dan kelompok kontrol.Subjek-subjek yang diteliti dalamkedua
kelompok tersebut (juga pada masing-masing kelompok) diambilsecara acak. Pengambilan
sampel secara acak, hanya mungkin apabilasubjek-subjek tersebut memiliki karakteristik yang
sama. Dalampelaksanaan penelitian, kesamaan karakteristik subjek tersebut memangdibuat
sama atau disamakan. Penyamaannya dilakukan melalui pengujiankecerdasan, bakat,
kecakapan, latar belakang pengetahuan, ketahananfisik dll.Pengujian tersebut dalam bidang
sosial termasuk bidangpendidikan, seringkali tidak bisa dilakukan terhadap semua
karakteristikdan kemampuan.Apabila tidak bisa dilakukan pengujian, maka
kesamaan(penyamaan) karakteristik tersebut didasarkan atas asumsi ataukeyakinan
peneliti.Asumsi tersebut diambil berdasarkan alasan atauargumentasi yang kuat, yang diambil
dari hasil-hasil penelitian terdahulu,fakta-fakta atau alasan logis yang kuat. (Sudjana,2010)

Rancangan dengan menggunakan eksperimental murni (trueexperimental)mempunyai


karakteristik sbb :
1. Pemilihan sample secara acak
2. Terdiri dari kelompok eksperimental dan control
3. Kedua kelompok diberi perlakuan berbeda\

Yang termasuk desain True experimental adalah sebagai berikut :


1. Desain Dengan Kelompok Kontrol Hanya Post Test Tanpa Pre Tes ( Post Test Only
Control Design)

15
2. Desain Pretes- Postes Menggunakan Kelompok Kontrol ( Pre Test – Post Test Control
Group Design)
3. Desain Solomon

G. Eksperimental Semu (Quasi Experimental)

Ekperimental semu (Quasi) ini merupakan pengembangan dariTrue eksperimental


design yang sulit dilaksanakan khususnya di bidangsosial maupun pendidikan.desain ini
mempunyai kelompok kontrol tetapitidak berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-
variabel luaryang mempengaruhi hasil penelitian eksperimen. Walaupun demikian,desain ini
lebih baik dari pre- eksperimen desain. Experimental semumerupakan bentuk desain yang
melibatkan dua kelompok palingsedikitnya.Satu kelompok sebagai kelompok eksperiment
dan satukelompok lainnya sebagai kelompok kontrol.

Pelaksanaan penelitianpada kelompok eksperimental semu adalah (1) kelompok tersebut


diberiperlakuan .kelompok eksperiment diberi perlakuan dengan menggunakanstrategi
pembelajaran yang akan diuji keefektifannya dan kelas controljuga diberi perlakuan dengan
strategi pembelajaran yang sudah ada .(2)kemudian dua kelompok tersebut diberi test akhir
atau post test. Untukmenganalisa hasil data empiris maka hasil test akhir
kelompokeksperiment dan kelompok kontrol dibandingkan dengan uji hipotesisstatistic dan
jika hasilnya lebih tinggi post test maka disimpulkan bahwaperlakuan atau treatment yang
diberikan efektif dan jika nilai preteslebih tinggi dibanding post test maka dapat disimpulkan
perlakuan atautreatment yang diterapkan tidak efektif.

Rancangan dengan menggunakan eksperimental semu (quasi experimental) mempunyai


karakteristik sbb :
1. Diberikan Perlakuan
2. Kelompok dimanipulasi
3. sample tidak acak ( non random)

16
Yang termasuk desain eksperimental semu (Quasi experimental)adalah sebagai
berikut :
1. Desain pretes-postes menggunakan kelompok kontrol tanpapenugasan
random ( Nonequivalent control group design).
2. Desain rangkaian waktu dengan kelompok kontrol (Time series design with control)
3. Desain kontra balans ( Counterbalance )(Champbell,1996)

H. Campuran
1. Pengertian Penelitian Campuran/gabungan
Menurut pendapat Sugiyono (2011 : 404) menyatakan bahwa metode penelitian
kombinasi (mixed methods) adalah suatu metode penelitian yang mengkombinasikan atau
menggabungkan antara metode kuantitatif dan metode kualitatis untuk digunakan secara
bersama-sama dalam suatu kegiatan penelitian,sehingga diperoleh data yang lebih
komprehensif,valid,reliable,dan objektif.
Penelitian campuran atau disebut juga dengan mixed method. Pelaksanaan penelitian
metode campuran ini denganmenggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Penelitian campuran merupakan suatu prosedur untuk mengumpulkan,menganalisis, dan
mencampur metode kuantitatif dan kualitatif dalam suatupenelitian atau serangkaian
penelitian untuk memahami permasalahan penelitian,(Creswell, 2015: 1088). Hal ini
senada dengan (Johnson & Christensen, 2014:488) bahwa penelitian campuran adalah
kelas studi penelitian di mana penelitimencampur atau menggabungkan kuantitatif dan
pendekatan penelitian kualitatifdan teknik dalam studi penelitian tunggal.Menurut Fraenkel
& Wallen (2009), metode penelitian campuran melibatkan penggunaan metode kuantitatif
dan kualitatif dalam satu penelitian, kedua metode memberikan pemahaman yang lebih
lengkap tentang masalah-masalah penelitian.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode penelitian campuran adalah metode penelitian
kombinasi antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam satu kegiatan penelitian
untuk menyelesaikan masalah penelitian dengan ditandai adanya data yang lebih
komprehensif, valid, reliabel, dan objektif.Penelitian campuran menghasilkan fakta yang
lebih komprehensif dalam meneliti masalah penelitian.Hal tersebut disebabkan oleh
kebebasan peneliti untuk menggunakan semua alat pengumpul data sesuai dengan jenis

17
data yang dibutuhkan.Sedangkan kuantitatif atau kualitatif hanya terbatas pada jenis alat
pengumpul data tertentu saja(Creswell, 2012).
Penelitian ini berguna untukmenggambarkan fenomena yang kompleks, dapat
melihat perbandingan antarkasus, dan penelitian ini mampu menganalisis hasil gabungan
dari penelitiankuantitatif dan kualitatif sehingga data akan semakin jelas dan saling
melengkapi.

2. Tujuan Penelitian Campuran


Tujuan metode penelitian campuran meliputi tujuan penelitian secara keseluruhan,
informasi mengenai unsur penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif, dan alasan atau
rasionalisasi mencampur dua unsur tersebut guna meneliti suatu isu atau masalah
penelitian. Secara umum tujuan dari penggunaan metode penelitian campuran, yaitu:
a. Untuk lebih memahami isu atau masalah penelitian dengan mengtriangulasikan data
kualitatif yang berupa perincian-perincian deskiriptif dengan data kuantitatif yang
berupa angka-angka.
b. Untuk mendapatkan hasil-hasil statistik kuantitatif dari suatu sampel tertentu, kemudian
menindaklanjutinya dengan mengobservasi atau mewawancarai sejumlah individu guna
memperoleh penjelasan lebih mendalam tentang hasil statistik yang sudah didapatkan.
c. Untuk mengeksplorasi suatu pandangan partisipan (kualitatif) untuk selanjutnya
dianalsis berdasarkan sampel yang luas (kuantitatif)(Creswell, 2012).

I. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Suhardjono (2008: 58):PTK merupakan penelitian tindakan yang dilakukan
dengan tujuanmemperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelas. Hasil penelitiankemudian
dibuat laporan sesuai dengan kondisi nyata yang dilakukanpara guru di kelasnya dalam
upaya meningkatkan mutu pembelajarandengan metode, strategi atau model pembelajaran
yang disesuaikandengan kondisi kelas dan karakteristik materi pelajaran.
Menurut Arikunto (2010: 1) :Tujuan Penelitian Tindakan adalah untuk
menyelesaikan masalah melaluisuatu perbuatan nyata, bukan hanya mencermati fenomena
yang tertentukemudian mendeskripsikan apa yang terjadi dengan fenomena
yangbersangkutan.

18
Terkait dengan pengertian PTK ini, ada beberapa rumusan definisi PTKyang perlu
dipahami sebelum PTK dilaksanakan. Dadang Iskandar (2015:1-6) dalam bukunya
menyatakan pendapat menurut para ahli sebanggai berikut:
a. Dave Ebbutt dalam Dadang Iskandar (1985: 156) Penelitian tindakan merupakan
pembelajaran sistematis untuk meningkatkanpraktik pendidikan dengan elompok
peneliti dimana tindakan dalam praktik dan refleksi mempengaruhi tindakan yang
dilakukan.
b. Kemmis dan Mc Taggart dalam Dadang Iskandar (1988 :6) Penelitian tindakan adalah
bentuk penyelidikan refleksi diri yangdilakukan peneliti dalam situasi sosial
(mencangkup pendidikan)untuk meningkatkan rasionalitas dan keadilan sosial atau
praktikpendidikan, pemahaman praktik, situasi berlangsungnya praktik.
c. Jhon Elliot dalam Dadang Iskandar (1991: 69) Penelitian tindakan adalah penelitian
situasi sosial untuk meningkatkan kualitas tindakan yang dilakukan.
d. Kemendikbud dalam Dadang Iskandar (2015: 1) Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
adalah penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru dengan tujuan memperbaiki mutu
praktik pembelajaran di kelasnya.

Definisi di atas dapat dipahami bahwa PTK merupakan penelitian tindakanyang


dilakukan atas dasar persoalan pembelajaran yang muncul di kelas gunameningkatkan
proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

2. Kelebihan dan kekeurangan PTK


Berikut ini dipaparkan kelebihan dan kekurangan penelitian tindakan kelas menurut
Muhammad Asrori (2008).
a. Kelebihan Penelitian Tindakan Kelas
Ada sejumlah kelebihan penelitian tindakan kelas jika dilaksanakan dengan baik dan
benar, yaitu sebagai berikut:
1) Kerja sama dengan teman sejawat dalam penelitian tindakan kelas dapat
menimbulkan rasa memiliki. Kerja sama ini memberikan wahana untuk menciptakan
kelompok dasar yang baru di antara para dan mendorong lahirnya rasa berkaitan

19
antara mereka untuk saling tukar pikiran dan saling memberikan masukan dalam
upaya memperbaiki proses pembelajaran yang selama ini sama-sama dilaksanakan.
Guru akan saling termotivasi antara satu dengan yang lain. Apalagi, jika hasil diskusi
dengan teman sejawat itu mampu menghasilkan perbaikan yang nyata pada proses
pembelajaran dan hasil belajar siswanya.
2) Kerja sama dalam penelitian tindakan kelas mendorong berkembangnya pemikiran
kritis dan kreativitas guru. Melalui diskusi dan interaksi dengan teman sejawat atau
peneliti dari perguruan tinggi kependidikan atau orang lain dalam melakukan
penelitian tindakan kelas, guru itu akan dapat menemukan dan mengembangkan
kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan cara
demikian itu guru akan dapat menerima dirinya sendiri secara wajar. Melalui diskusi
dengan teman sejawat atau peneliti dari perguruan tinggi kependidikan guru akan
dapat melihat lebih banyak cara memandang masalah, lebih banyak saran-saran dan
dan pemikiran untuk penyelesaian masalah pembelajaran yang dihadapi, lebih
banyak analisis dan kritikan terhadap rencana tindakan yang diajukan. Situasi
keterbukaan seperti ini dapat mendorong berkembangnya pemikiran kritis dan
kreativitas pada diri guru.
3) Kerja sama dalam penelitian tindakan kelas meningkatkan kemampuan guru untuk
membawa kepada kemungkinan untuk berubah. Mencoba sesuatu yang baru pasti
mengandung resiko.hasil Penelitian tentang dinamika kelompok menunjukkan bahwa
seseorang yang merupaka anggota kelompok lebih mudah berubah daripada
perorangan (bukan sebagai anggota kelompok). Orang yang ingin berubah harus
terlibat dalam setiap aspek penelitiannya, dari identifikasi masalah, perencanaan
tindakannya, menerapkan rencana tindakan yang telah disusun, melakukan
pengamatan atau pengumpulan data, menganalisis data dan melakukan refleksi,
sampai pada pengambilan kesimpulan dan pemaknaan hasil. Asumsi dasar dari
gerakan penelitian tindakan kelas adalah bahwa cara yang menjanjikan untuk
memulai dan menjamin terjadinya perubahan adalah dengan melibatkan seseorang
dalam keseluruhan proses penelitian tersebut secara berkelanjutan. Dengan cara ini
berarti guru sebagai peneliti terlibat secara aktif dalam memikirkan perubahan dan
perbaikan pembelajaran yang selama ini dilakukan untuk mewujudkan hasil belajar

20
siswa yang lebih baik. Proses berpikir dan sekaligus bertindak secara aktif dan
berkelanjutan seperti ini berarti mamacu guru untuk membiasakan mengubah dirinya
sendiri, Sebab jika dirinya sendiri belum ada keinginan untuk berubah, maka akan
menjadi sulit untuk melakukan perubahan proses pembelajaran dan hasil belajar
siswa.

b. Kekurangan Penelitian Tindakan Kelas


Selain memiliki sejumlah kelebihan-kelebihan seperti telah dipaparkan di atas,
penelitian tindakan kelas, sebagaimana juga penelitian lainnya, juga mengandung
beberapa kelemahan. Kelemahan-kelemahan tersebut menurut Muhammad Asrori
(2008) adalah sebagai berikut:
1) Kurang mendalamnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik-teknik dasar
penelitian tindakan kelas pada pihak peneliti. Penelitian tindakan kelas dilakukan
oleh praktisi, yang dalam hal ini adalah guru yang selalu peduli terhadap kekurangan
yang ada dalam situasi kerjanya, khususnya kegiatan pembelajaran yang selama ini
dilakukan dan berkehendak untuk memperbaikinya.Karena para guru ini biasanya
berurusan dengan hal-hal yang praktis, pada umumnya mereka kurang dilengkapi
dengan pengetahuan yang mendalam dan keterampilan tentang teknik dasar
penelitian. Kondisi seperti ini akan lebih parah lagi jika pada diri guru berkembang
pikiran atau perasaan bahwa kegiatan penelitian hanya layak dilakukan oleh
masyarakat kampus atau dosen di perguruan tinggi .Akibatnya.para guru pada
umumnya kurang tertarik untuk melakukan penelitian sehingga kurang akrab dengan
kegiatan penelitian atau bahkan cenderung mengalami kesulitan dalam melakukan
penelitian tindakan kelas. Kondisi semacam ini jika dibiarkan berlarut-larut jelas
tidak menguntungkan posisi para guru dalam melakukan penelitian tindakan kelas.
2) Tidak mudah menemukan dan merumuskan masalah yang hendak diteliti. Karena
guru kebanyakan selalu bekerja dengan kegiatan rutin pembelajaran dan jarang
melakukan penelitian, maka tidak jarang guru mengalami kesulitan menemukan dan
merumuskan masalah yang hendak diteliti. Apalagi kalau rumusan masalah itu sudah
dituntut landasan teoritisnya.Mengkaji teoritis dari berbagai literatur merupakan
pekerjaan yang tidak mudah bagi guru yang tidak terbiasa melakukannya.Kesulitan

21
serupa juga dirasakan ketika merumuskan perencanaan tindakan yang tepat untuk
memperbaiki permasalahan tersebut. Rencana tindakan juga menuntut landasan
teoritis agar memiliki pijakan yang kokoh, bukan sekadar tindakan yang dikira-kira
saja. Oleh sebab itu, sering sekali untuk menemukan dan merumuskan masalah serta
rencana tindakan ini disarankan untuk berdiskusi dengan peneliti dari perguruan
tinggi kependidikan.
3) Tidak mudah mengelola waktu antara kegiatan rutin yang sekaligus dilakukan
dengan kegiatan penelitian tindakan kelas. Karena penelitian tindakan kelas
memerlukan komitmen guru sebagai peneliti untuk terlibat dalam prosesnya, maka
faktor waktu ini dapat menjadi faktor yang sangat serius.Guru yang ingin melakukan
penelitian tindakan kelas harus mampu secara cermat mengelola waktunya untuk
melakukan tugas rutin nya dan sekaligus melakukan penelitian tindakan kelas nya.Ini
menjadi sangat penting karena dapat berakibat kepada efisiensi dan keefektifan kerja
guru yang bersangkutan. Sangat boleh jadi faktor pengelolaan waktu ini yang
menyebabkan guru merasa enggan atau berat untuk melakukan penelitian tindakan
kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa nya karena
ada perasaan khawatir justru akan mengganggu kegiatan pembelajaran yang selama
ini telah berjalan lancar.
4) Keengganan atau bahkan kesulitan untuk melakukan perubahan. Pada umumnya
orang merasa enggan, merasa berat, atau bahkan menentang terhadap perubahan
karena perubahan berarti kerja keras.Sangat boleh jadi pada diri guru ada juga yang
berpikiran dan memiliki perasaan semacam ini.Perubahan melalui penelitian
tindakan kelas benar-benar menuntut keseriusan guru, baik dilihat dari aspek pikiran,
tenaga, waktu, dan tentunya sikap untuk berubah.Selama guru merasa sudah mapan
atau sudah merasa cocok dengan situasi kerjanya, selama itu pula para guru sulit
untuk diajak berubah.Padahal penelitian tindakan kelas menuntut adanya kemauan
kuat dari diri guru untuk melakukan perubahan.Keinginan untuk melakukan
perubahan ini dimulai dari adanya ketidakpuasan terhadap kegiatan pembelajaran
yang selama ini dilakukan dan dianggap sudah menjadi suatu kemapanan.
5) Tuntutan terhadap penelitian tindakan agar dia dapat meyakinkan orang lain bahwa
model, metode, strategi, atau teknik-teknik pembelajaran yang ditelitinya benar-

22
benar berjalan secara efektif dan membawa kepada perubahan dan peningkatan
kualitas secara nyata. Setelah penelitian itu tercapai guru harus ingat bahwa temuan
penelitiannya hanya berlaku untuk situasi pembelajaran yang ditelitinya. Guru tidak
boleh membuat generalisasi untuk semua kegiatan pembelajaran dari berbagai mata
pelajaran yang berbeda atau kompetensi dasar yang berbeda. Namun, sering terjadi
guru sebagai peneliti tindakan kelas tergoda untuk membuat generalisasi ini.

Meski pun penelitian tindakan kelas memiliki kelemahan-kelemahan sebagaimana


dipaparkan di atas, penelitian tindakan kelas juga dapat menjadi alat yang ampuh bagi guru
untuk mengesahkan model, metode, strategi, atau teknik pembelajaran yang selama ini
telah diterapkan.sebab dengan dilakukannya penelitian tindakan kelas itu berarti sudah
dilakukan upaya perbaikan dan peningkatan kualitas terhadap model, metode, strategi, atau
teknik-teknik pembelajaran tersebut.
Agar penelitian tindakan kelas dapat terlaksana dengan baik, ada sejumlah kondisi
tertentu yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
1) Kesediaan guru untuk mengakui kekurangan atau kelemahan diri berkaitan dengan
kegiatan pembelajaran yang selama ini dilakukan.
2) Kesempatan yang memadai bagi guru untuk menemukan dan mengembangkan
sesuatu yang baru.
3) Dorongan yang kuat dari dirinya sendiri untuk mengembangkan gagasan-gagasan
baru berkenaan dengan kegiatan pembelajaran.
4) Waktu yang tersedia secara memadai dan keseriusan untuk mengelola waktu tersebut
antara kegiatan rutin yang sekaligus juga melakukan penelitian tindakan kelas untuk
mencobakan tindakan-tindakan yang baru.
5) Berkembangnya kepercayaan timbal-balik antara guru dengan siswa, dengan teman
sejawat, dan dengan kepala sekolah.

23
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa :


1. Penelitian historis merupakan penelitian mengenai pengumpulan dan evaluasi data secara
sistematis berkaitan dengan dengan kejadian masa lampau untuk menguji kebenaran
hipotesis yang berkaitan dengan sebab akibat atau kecendrungan kejadian-kejadian yang
dapat membantu menggambarkan atau menerangkan kejadian masa  kini dan
mengantisipasi kejadian dimasa yang akan  datang.
2. Penelitian Deskriptif yaitu penelitian yang berusaha mendekripsian suatu gejala,peristiwa
yang terjadi pada saat sekarang (masalah aktual). Dalam penelitian ini, peneliti berusaha
memotret peristiwa yang menjadi pusat perhatiannya kemudian dilukiskan sebagaimana
adanya.
3. Penelitian survey adalah proses untuk menggambarkan lima komponen informasi ilnliah
dengan menggunakan beberapa langkah adalah (1) teori, (2) hipotesis, (3) observasi, (4)
generalisasi empiris/kesimpulan dari data yang yang telah disederhanakan, (5)
penerimaanatau penolakan hipotesis.
4. Penelitian korelasional adalah penelitian yangbertujuan untuk mengkaji sejauh mana
variasi dalam suatu faktorberkaitan dengan variasi di dalam satu atau beberapa faktor
lainberdasarkan pada koefisien korelasi.
5. Causal compararative research (penelitian kausal komparatif)adalah pendekatan dasar
kausal komparatif melibatkankegiatanpeneliti yang diawali denganmengidentifikasi
pengaruh variabel satuterhadap variabel lainnya, kemudian dia berusaha
mencarikemungkinan variabel penyebabnya
6. Eksperimental Murni (True experimental)Dalam eksperimen murni (true experimental)
pengujian variabel bebas dan variabel terikat dilakukan terhadap sampel
kelompokeksperimen dan kelompok control.
7. Experimental semumerupakan bentuk desain yang melibatkan dua kelompok
palingsedikitnya.Satu kelompok sebagai kelompok eksperiment dan satukelompok lainnya
sebagai kelompok control

24
8. Metode penelitian campuran adalah metode penelitian kombinasi antara metode penelitian
kualitatif dan kuantitatif dalam satu kegiatan penelitian untuk menyelesaikan masalah
penelitian dengan ditandai adanya data yang lebih komprehensif, valid, reliabel, dan
objektif.Penelitian campuran menghasilkan fakta yang lebih komprehensif dalam meneliti
masalah penelitian.
9. PTK merupakan penelitian tindakanyang dilakukan atas dasar persoalan pembelajaran
yang muncul di kelas gunameningkatkan proses pembelajaran sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai.

B. Saran

Dalam pembuatan makalah ini, penulis dapat mengetahui dan memahami tentang
“Jenis-Jenis Penelitian berdasarkan Metode atau Rancangan Penelitian”. Semoga dengan di
susunnya makalah ini dapat menambah pembendaharaan ilmu bagi pembacanya, meskipun
penulis menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih banyak kekurangannya. Untuk itu
saya mohon maaf dan mengharapkan saran dari pembaca.

Daftar Rujukan

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Borg, W.R. Gall,J.P.,Gall,M.D.(1993).Applying Educational Research: Apractical


Guide(3rd Ed) White Plains: Longman Publishing Group.

25
Campbell, Donald Tand Julian C. Stanley,(1996). Experimental and QuasiExperimental
Design For Research. Chicago: Rand Mc. Nally.

Creswell, John W. 2012. Research Design Pendekatan Kualitatif,.Kuantitatif, dan Mixed.


Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 

Djamal, M. 2015. Paradigma Penelitian Kualitatif . Yogyakarta: Mitra Pustaka.

Emzir.2010. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif.Jakarta : Raja


Grafindo Persada.

Iskandar, Dadang & Narsim.2015. Penelitian Tindakan Kelas danPublikasinya. Cilacap: Ihya


Media.

Latief, M.A.2010.Tanya Jawab Metode Penelitian Pembelajaran Bahasa.Universitas Negeri


Malang (UM PRESS).

Masyhuri, & Zainuddin, M. 2008. Metodologi Penelitian PendekatanPraktis dan


Aplikatif.Bandung: PT Refika Aditama.

Mohommad Ashori 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV Wacana Prima.

S Sukadji- Buletin Psikologi journal 5(2), 32-38, 1997. Awas: Studi kausal-kompratif.
Diakses pada 10 Oktober 2020

Sudjana, Nana dan Ibrahim.(2010).Penelitian dan PenilaianPendidikan.Bandung: Sinar


BaruAlgensindo

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Afabeta.

Suhardjono.(2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara

Sukardi.(2004). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi danPraktiknya. Jakarta: Bumi


Aksara.

26

Anda mungkin juga menyukai