Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ricky Pande Rajagukguk

NIM : 1803100149
Kelas : V C

Korupsi dapat didefinisikan dengan berbagai cara. Namun demikian, bila dikaji secara
mendalam, akan segera diketahui bahwa hampir semua definisi korupsi mengandung dua
unsur berikut di dalamnya: Pertama, penyalahgunaan kekuasaan yang melampaui batas
kewajaran hukum oleh para pejabat atau aparatur negara; dan Kedua, pengutamaan
kepentingan pribadi atau klien di atas kepentingan publik oleh para pejabat atau aparatur
negara yang bersangkutan (Braz dalam Lubis dan Scott, 1985).
Korupsi secara implisit adalah menyalahgunakan wewenang, jabatan atau amanah secara
melawan hukum untuk memperoleh keuntungan atau manfaat pribadi dan atau kelompok
tertentu yang dapat merugikan kepentingan umum.
Korupsi merupakan suatu bentuk perbuatan yang dikategorikan berupa penyuapan, manipulasi
dan lainnya. Dalam kajian hukum di Indonesia, korupsi tergolong dalam perbuatan tindak
pidana seperti tertuang dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001. Dilihat dari
dampaknya, perbuatan ini tidak hanya mempengaruhi moralitas manusia secara personal,
tetapi juga menyangkut kepentingan umum.
Dimana rusaknya sendi-sendi kehidupan dalam segala aspek mampu menciptakan
kemerosotan nilai-nilai moralitas dan kesenjangan sosial yang paling parah, seperti kemiskinan,
tidak kejahatan yang parah dan lainnya. Hal ini menyebabkan pengrusakan terhadap
kemaslahatan umum dan bertentangan dengan tujuan pensyari’atan. Akibat dari dampak
tersebut, Islam melarang dan mengharamkan perbuatan tersebut dan dapat diganjar dengan
sanksi yang berat. 
Sejarah sudah menuliskan bahwa perguruan tinggi sudah menjadi bagian dari persoalan
korupsi. Sejumlah perguruan tinggi dan sivitas akademikanya terseret dalam lingkaran korupsi.
Bila dicermati aktor yang sedang terlilit korupsi biasanya adalah pimpinan, rektor, dekan, dan
pejabat struktural. Pimpinan ini adalah bagian dari pejabat pembuat komitmen (PPK). Sebagai
pimpinan yang memiliki kuasa sangat rawan untuk disalahgunakan. Penyalahgunaan
kekuasaan merupakan pintu masuk terjadi perilaku koruptif di perguruan tinggi. Agar perilaku
koruptif tidak menyebar dan terdesentralisasi secara massif, maka diperlukan penguatan
kelembagaan dan komitmen seorang pimpinan untuk tidak mentoleransi. Sejumlah cara sudah
dilakukan dalam mengurangi perilaku korupsi, misalnya membuat perencanaan yang baik,
penggunakan sistem online dalam lelang barang dan jasa, ketaulatan seorang pimpinan.
Sebagai tambahan, pemimpin perguruan tinggi juga perlu mensosialisasikan semangat anti-
korupsi secara menyeluruh kepada semua sivitas akademika.

definisi koruptor dapat diperoleh untuk mengkaji doktrin pertanggungjawaban pidana yang
harus dianut serta implikasi terhadap pemidanaannya untuk kepentingan baik koruptor maupun
bangsa dan negara Indonesia.Khusus kajian pertanggungjawaban pidana, didapatkan bahwa
seorang koruptor adalah penjahat yang paling banyak menimbulkan akibat hukum, dan dalam
skala yang lebih luas, kerugian di bidang moral, sosial dan ekonomi pada perkembangan
bangsa dan negara, sehingga diperlukan suatu strategi dan pedoman khusus yang hidup demi
memberikan rasa kemanfaatan, keadilan serta kepastian baik melalui kepastian hukum maupun
undang-undang. Dalam situasi yang pelik, bahkan didapatkan bahwa diperlukannya suatu
penambahan pada dasar filosofis, yuridis serta sosiologis dalam Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 terkait tindak pidana serta kejahatan korupsi untuk
meminimalisir, dan dalam jangka panjang, memberantas korupsi sampai ke akarnya.Pada
penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian normatif dengan pendekatan campuran
empiris-normatif untuk melihat fenomena korupsi serta gejala sosial dan hukum terhadap
peradilan tindak pidana korupsi di Indonesia selama kurang lebih 50 tahun terakhir sejak era
modernisasi, yang ditandai dengan meluasnya korporasi dan pengaruh perkembangan ekonomi
dan sosial di tengah-tengah negara ini.

 

tahun terakhir sejak era modernisasi, yang ditandai dengan meluasnya korporasi dan pengaruh
perkembangan ekonomi dan sosial di tengah-tengah negara ini.