Anda di halaman 1dari 8

PENYAKIT DIABETES

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau
penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan
kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam
tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai
kebutuhan tubuh.

Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab
untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah
(memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh
manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.

Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus

Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis
yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar
gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing
manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti
semut.

Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun
tidak semua dialami oleh penderita :

1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)


2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak
sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang
dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang
anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.

Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami
berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita
kencing manis.

Tipe Penyakit Diabetes Mellitus

1. Diabetes mellitus tipe 1


Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan
hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal
ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans
pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.

Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi
insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet
dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada
penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula
darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau
balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah
terserang berbagai penyakit.

2. Diabetes mellitus tipe 2


Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan
semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).
Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin,
resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh
terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.

Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin,
diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan
kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat
badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal
respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan
untuk diberikan.

Kadar Gula Dalam Darah

Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter
(satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit
United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.

Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami
penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami
hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan
hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula
dalam darah dibawah normal.

Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai
level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa
(minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang
dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar
gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas
200 mg/dl.

Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak
tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate,
OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada
baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.

Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes

Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin


(Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu
adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan
(diet).

Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan


difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam
darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan,
diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian
obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila
tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.
Terimakasih atas kunjungannya. Saya akan coba gambarkan beberapa langkah yang di
anjurkan untuk ditegakkannya diagnosa mengarah pada diabetes mellitus.

1. Adanya tanda dan gejala yang dikeluhkan terutama sering buang air kecil, cepat
merasa haus, cepat merasa lapar, berat badan menurun tanpa diketahui sebabnya, dan
luka dibadan yang lama penyembuhannya.

2. Nilai pemeriksaan gula darah secara acak melebihi 140 mg/dL (7,7 Mmol/L).

3. Pemeriksaan urine menunjukkan adanya kandungan glucosa (gula) dalam urin.

Dengan ketiga gambaran keluhan dan pemeriksaan diatas, seseorang disarankan untuk
dilakukan pemeriksaan yang lebih fokus. Yaitu dengan melakukakn pemeriksaan kadar
gula puasa dan 2 jam setelah puasa.

Apabila gula darah puasa {Fasting Blood Sugar (FBS)} >126 mg/dl dan 2 jam setelah
puasa {Random Blood Sugar (RBS)} >140-200 mg/dl, maka disebut Pre-Diabetes.
Namun jika >200 mg/dl dapat didiagnosa Diabetes.

Meskipun kadar gula puasa dalam batas normal, akan tetapi kadar gula 2 jam setelah
puasa >200 mg/dl maka dikatakan menderita diabetes mellitus.

Untuk nilai pemeriksaan gula darah bisa dikatakan hasil diagnosa akurat. Namun jika
hanya dengan keluhan saja seperti sering kencing, munkin saja mengalami hypertropi
(pembesaran) kelenjar prostat. Begitu pula keluhan penurunan berat badan, mungkin saja
penderita mengalami TBC. Luka yang lambat penyembuhannya, terutama pada usia
manula umumnya disebabkan zat gizi yang terkandung dalam kulit sehingga belum tentu
terkena diabetes.

Mencegah Komplikasi Penyakit Kencing Manis

Tanya:
Sudah dua tahun ini saya menderita sakit kencing manis. Saya berumur 52 tahun, berat
badan 61 kg dan tinggi badan 164 cm. Saya pernah minum obat Glucopac tetapi tidak
teratur karena saya merasa tidak ada keluhan. Saya juga merasa bosan karena harus
sering kontrol pemeriksaan gula darah.
Pertanyaan saya:
1. Apakah penyakit kencing manis bisa disembuhkan?
2. Apa saja yang harus saya lakukan supaya gula darah normal?
3. Saya pernah mendengar penyakit ini bisa menimbulkan penyakit lain, bagaimana
caranya mencegah hal ini? Apa saja penyakit lain yang dapat timbul itu?

Tukiman, Gresik

Jawab:
Pertama-tama perlu dipahami bahwa penyakit kencing manis atau diabetes mellitus
adalah penyakit menahun (kronik). Pada penyakit diabetes, tidak digunakan istilah
sembuh, tetapi dikatakan gula darah terkontrol, yaitu dapat dikendalikan dalam batas-
batas normal. Untuk itu, bukan hanya dokter yang berperan, tapi juga pasien, ahli gizi dan
keluarga pasien.
Penyakit Diabetes Tergantung Insulin (IDDM) disebabkan kerusakan sel beta pulau
Langerhans pada kelenjar pankreas akibat proses auto imun, akibatnya produksi insulin
sangat menurun. Beda dengan penyakit Diabetes Tidak Tergantung Insulin (NIDDM)
yang disebabkan kegagalan relatif sel beta dan resistensi insulin. Pada resistensi insulin
terjadi penurunan kemampuan insulin untuk berfungsi normal, sehingga pemakaian
glukosa oleh sel berkurang. Hal ini dibarengi dengan ketidakmampuan sel beta
menambah produksi insulin, sehingga terjadi kekurangan insulin secara relatif.
Penyakit diabetes yang ketiga disebabkan defek genetik, pankreatitis, tumor pankreas,
karena obat, dan sebagainya. Sedangkan penyakit diabetes yang keempat adalah Diabetes
Mellitus Gestasional.
Gejala yang muncul menyertai penyakit ini adalah polifagia (makan banyak), poliuria
(kencing banyak) dan polidipsia (minum banyak). Gejala ini dapat disertai berat badan
menurun dan gejala lain seperti gatal, kesemutan, mata kabur, mudah lelah, luka yang
tidak sembuh, dan sering timbul infeksi kulit atau bisul.
Bagaimana menjaga gula darah normal terus-menerus? Ini adalah pertanyaan yang baik,
karena pada dasarnya sasaran pengobatan penyakit diabetes yang utama adalah senantiasa
menjaga gula darah normal. Dengan gula darah normal terus, kemungkinan timbulnya
penyakit lain atau lebih tepat disebut komplikasi menjadi berkurang. Hal lain yang perlu
dijaga normal adalah lemak darah serta tekanan darah.
Untuk menjaga gula darah normal, upaya yang bisa dilakukan adalah:
1. Perencanaan makan. Kalori yang terukur, dihitung dari berat badan ideal (tinggi badan
– 100) – 10 %. Untuk Anda, perhitungan ini menjadi : (164 – 100) – 10 % = 64 - 6,4 = 57
kg. Jadi, kalori yang dibutuhkan adalah 57 X 30 – 35 kkal = 1700 – 2000 kkal.
Komposisi makanan perlu seimbang, yakni karbohidrat (60 % - 75 %), protein (10% – 15
%), dan lemak (20 - 25 %). Untuk perencanaan makan lebih baik dikonsultasikan kepada
ahli gizi.
2. angkah kedua adalah olahraga, misalnya jalan kaki, jogging, bersepeda, senam, atau
bisa juga renang maupun lain-lain. Olahraga perlu dilakukan bertahap, teratur, dengan
intensitas yang cukup, dan bila perlu dikombinasikan. Frekuensi sebaiknya dilakukan
antara 4 – 6 kali seminggu.
3. Bila dengan dua langkah tersebut, gula darah belum juga mencapai sasaran, maka
ditambahkan obat diabetes atau sering disebut Obat Hipoglikemik Oral (OHO). Obat-obat
ini dapat dipilih oleh dokter tempat Anda berobat.
Berapa target gula darah yang baik? Sebaiknya gula darah puasa antara 80 – 109 mg / dl
dan gula darah sesudah makan (PP) adalah antara 110 – 159 mg / dl (darah vena). Di
samping itu, pemeriksaan HbA1C dijaga agar berada dibawah 6,5 %. Tentu saja gula
darah normal atau tidak, hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan darah di
laboratorium atau bisa diperiksa sendiri bila kita mempunyai alatnya. Selain itu,
pemeriksaan harus dilakukan secara periodik dan teratur.
Sementara komplikasi yang timbul terbagi antara komplikasi akut dan kronik.
Komplikasi akut antara lain kesadaran menurun (koma) karena gula darah sangat rendah
atau karena gula darah sangat tinggi, dan keasaman darah meningkat karena zat keton.
Sedangkan komplikasi kronik dapat berupa kerusakan pembuluh darah besar, pembuluh
darah di otak yang bisa menimbulkan stroke, pembuluh darah jantung dan pembuluh
darah tepi. Juga kerusakan pembuluh darah kecil seperti pada mata yang bisa
menimbulkan kebutaan, dan ginjal yang bisa menyebabkan penurunan fungsi ginjal atau
disebut gagal ginjal kronik
Komplikasi kronik juga bisa berupa gangguan saraf, mudah terkena infeksi dan
kerusakan kaki yang bisa menyebabkan kaki diamputasi.
Untuk membuat penyakit diabetes tidak menjadi parah, pasien perlu melakukan
perubahan gaya hidup berupa diet, olahraga, dan minum obat seumur hidup. Perubahan
gaya hidup memang bukan proses mudah karena itu untuk menjalankan perlu niat dan
tekad kuat untuk mewujudkankannya, selain juga dukungan dari keluarga. Dengan cara
ini, sebenarnya kita telah mengambil keputusan yang sangat berharga, yaitu menghindari
komplikasi penyakit diabetes yang cukup berbahaya itu
Diabetes mellitus atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan kadar
glukosa darah yang melebihi nilai normal (hiperglikemia) akibat tubuh kurang insulin
baik absolut maupun relatif.
Kekurangan insulin absolut yaitu : kadar insulin relatif (kadar insulin dalam darah)
penderita di bawah normal.
Kekurangan insulin relatif : kadar insulin masih normal tetapi tidak efektif, sehingga
menunjukkan adanya gejala kekurangan insulin.

Penyebab Diabetes Mellitus

Umumnya diabetes mellitus disebabkan oleh rusaknya sebagian kecil atau sebagian
besar dari sel-sel beta dari pulau-pulau langerhans pada pankreas yang berfungsi
menghasilkan insulin, akibatnya terjadi kekurangan insulin. Disamping itu diabetes
mellitus juga dapat terjadi karena gangguan terhadap fungsi insulin dalam memasukkan
glukosa ke dalam sel. Gangguan itu dapat terjadi karena kegemukan atau sebab lain yang
belum diketahui.

Gejala Diabetes

Pada dasarnya memang masih terdapat hal-hal yang belum jelas tentang sebab
diabetes mellitus, baik menyangkut penyebab kerusakan pankreas maupun penyebab
resistensi insulin, sehingga sebab sebenarnya dari diabetes mellitus belum diketahui.
Pada tahap awal gejala umumnya ringan sehingga tidak dirasakan oleh penderita.
Gejala diabetes umumnya diketahui sesudah adanya pemeriksaan laboratorium. Pada
tahap lanjut gejala diabetes yang muncul antara lain :
Rasa haus, rasa gatal
Banyak kencing, kesemutan
Berat badan turun, mata kabur
Rasa lapar, kulit kering
Badan lemas, gairah seks lemah, dll.

Komplikasi Penyakit Diabetes Mellitus


Penglihatan kabur atau bahkan buta
Penyakit jantung
Penyakit Ginjal
Gangguan kulit dan syaraf
Pembusukan
Gairah seks menurun

Pengobatan Penyakit Diabetes Mellitus Dengan Tanaman Obat

Tanaman obat memiliki kelebihan dalam pengobatan diabetes karena umumnya


tanaman obat memiliki fungsi konstruktif yaitu
Memperbaiki kerusakan fungsi pankreas
Membangun kembali jaringan yang rusak pada organ pankreas
Meningkatkan efektivitas insulin
Menyembuhkan penyakit komplikasi akibat diabetes

Upaya pengobatan secara spesifik diarahkan untuk perbaikan fungsi pankreas dan
peningkatan efektifitas insulin yang dihasilkan yang berarti pengurangan resistensi
terhadap insulin. Dengan demikian pengobatan diabetes mellitus dengan tanaman obat
adalah upaya menyembuhkan diabetes sehingga bukan sekedar upaya menurunkan gula
darah.
PENYAKIT DIABETES

Penyakit kencing manis atau disebut diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit
menahun yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi nilai normal (hiperglikemia).
Kondisi ini timbul terutama disebabkan adanya gangguan pada metabolisme karbohidrat
(gula) di dalam tubuh. Gangguan metabolisme tersebut antara lain disebabkan oleh
adanya gangguan fungsi hormon insulin di dalam tubuh. Pada penderita DM, gangguan
fungsi hormon insulin, akan menyebabkan pula gangguan pada metabolisme lemak, yang
ditandai dengan meningkatnya kadar beberapa zat turunan lemak seperti trigliserida dan
kolesterol. Peningkatan trigliserida dan kolesterol merupakan akibat penurunan
pemecahan lemak yang terjadi karena penurunan aktivitas enzim-enzim pemecah lemak,
yang kerjanya dipengaruhi oleh insulin.

Oleh karena itu, kondisi hiperglikemia yang terjadi dalam jangka waktu lama akan
menyebabkan perubahan fungsi dan metabolisme tubuh, termasuk metabolisme lemak.
Perubahan-perubahan tersebut dapat menyebabkan kerusakan jaringan, dan kerusakan
jaringan inilah yang akan menimbulkan komplikasi-komplikasi. Sementara itu
komplikasi kronik DM merupakan faktor resiko utama timbulnya penyakit jantung
koroner, penyumbatan pembuluh darah, serebro-vaskuler (stroke), gagal ginjal, gangguan
penglihatan, dan lain-lain.

Oleh karena itu jika dibiarkan tidak terkendali, DM dapat menimbulkan penyakit atau
komplikasi-komplikasi lain yang dapat berakibat fatal. Berbagai hasil penelitian
menunjukkan bahwa peningkatan trigliserida merupakan faktor resiko independen yang
kuat untuk penyakit jantung koroner, dan pada wanita peningkatan trigliserida berkorelasi
dengan peningkatan resiko penyakit jantung koroner mencapai 30 persen.

Penderita DM tidak perlu takut karena resiko timbulnya komplikasi diabetik dapat
diantisipasi dengan jalan mengontrol dan mengendalikan kadar gula darah dalam jangka
panjang. Pengendalian kadar gula darah secara ketat akan memperbaiki pula kadar
trigliserida dan kolesterol pada penderita DM sehingga faktor risiko terkena komplikasi
DM dapat dikurangi.

Pemeriksaan laboratorium merupakan bagian penting dalam menanggulangi DM, baik


untuk menemukan penyebabnya, diagnosis, pemantauan, maupun deteksi dini adanya
komplikasi. Pemeriksaan kadar gula darah di laboratorium yang biasa dilakukan selama
ini, umumnya hanya mencerminkan kadar gula darah sesaat, karena hasil pengukuran
sangat dipengaruhi oleh faktor makanan, olah raga, emosi, maupun oleh obat-obat yang
diminum. Penentuan seseorang menderita DM tidak dapat dilakukan hanya dengan satu
kali pemeriksaan kadar gula darah. Oleh karena itu dokter perlu melakukan pemantauan
melalui beberapa kali pemeriksaan, disamping juga anjuran untuk mengatur pola makan
dan berolah raga. Mengatur pola makan, apalagi atas rekomendasi ahli gizi yang telah
diperhitungkan secara seksama, bertujuan mengelola kadar gula maupun kadar lemak
darah sesuai kebutuhan tubuh. Berolah raga secara teratur dapat juga membantu
menurunkan kadar gula darah karena dengan berolah raga, gula darah dapat dengan
mudah dimetabolisme oleh sel-sel tubuh.

Di dalam tubuh kita terdapat sel-sel darah merah yang mengandung hemoglobin, dengan
fungsi utama mengikat/menangkap oksigen yang sangat diperlukan tubuh. Dalam
keadaan normal, hemoglobin ini dalam kadar tertentu mengikat pula berbagai macam zat
lain, salah satunya ialah mengikat glukosa (gula darah). Ikatan antara hemoglobin dengan
glukosa ini disebut glikohemoglobin dan diberi kode HbA1C. Glikohemoglobin ini
sangat stabil di dalam darah, sehingga pengukuran kadar HbA1C dapat mencerminkan
kadar gula di dalam darah. Oleh karena sel-sel darah merah kita memiliki umur kurang
lebih tiga bulan (120 hari), maka hasil pengukuran HbA1C dapat mencerminkan kadar
gula darah hingga kurang lebih tiga bulan sebelum pemeriksaan.
Berdasarkan hal tersebut, pengukuran kadar HbA1C dapat digunakan sebagai indikator
kontrol diabetes yang sangat bagus. Sebagai gambaran kami sampaikan bahwa
berdasarkan Konsensus DM Indonesia tahun 1998, nilai HbA1C 4 sampai 5,9 persen
menunjukkan pengendalian DM berjalan baik. Dewasa ini telah banyak dokter
menyertakan pemeriksaan HbA1C dalam rujukannya guna memantau kadar gula darah
pasien, apakah cukup terkendali. Pemantauan kadar gula darah melalui pemeriksaan
HbA1C lebih mudah dilakukan karena pasien tidak perlu puasa sebelum pengambilan
darah.

Di bawah ini adalah pengalaman Bapak Suwiran di Jakarta, seorang penderita DM yang
telah berhasil sembuh Setelah Berlatih Falun Dafa:

Di sini saya ingin membagi sedikit pengalaman saya setelah Xiulian Falun Gong,
pengalaman saya dalam peningkatan Xinxing, perubahan pandangan hidup manusia serta
peningkatan kesehatan tubuh saya dan penyembuhan penyakit.

Nama saya Suwiran, umur 68 tahun, mulai belajar Falun Gong bulan November 1997.
Sampai sekarang sudah 3 tahun lebih. Sebelum latihan, saya adalah seorang penderita
kencing manis sekitar 18 sampai 19 tahun lebih. Penyakit kencing manis sangat
merisaukan, badan sangat lemah, tidak bersemangat dan merasa capai, malas, maunya
tidur terus, banyak minum, makan dan kencing. Setelah diperiksa dokter, hasil diagnosa
laboratorium menunjukkan kadar gula mencapai 300-400 derajat (3+/4+), dengan kondisi
begini biasanya penyakit ini sudah termasuk sangat parah. Dokter pesan, kena penyakit
kencing manis harus banyak olahraga, tidak boleh makan gula, makan juga harus
dikurangi.

Setiap hari harus makan obat untuk menurunkan gula. Dokter masih mengatakan sampai
sekarang penyakit kencing manis masih belum dapat disembuhkan, jika tidak menjaganya
baik-baik, masih bisa mengakibatkan timbul penyakit lain, seperti penyakit ginjal,
jantung, darah tinggi, liver, kornea mata dan lain-lain. Selain itu, penyakit seperti pilek,
batuk, sakit kepala, leher pegal, sakit perut dan mencret-mencret juga sering terjadi.
Seluruh badan saya penuh dengan penyakit, setiap hari tidak dapat melepas diri dari obat,
biaya pengobatan juga tak sedikit, beberapa puluh tahun ini, hati saya tidak tenang,
muram, perasaan khawatir dan tidak gembira, dengan obat saya berjuang agar tetap dapat
hidup normal, merasa menjadi manusia sangat tidak berguna, lahir, tua, sakit, mati
memang inilah perjalanan hidup dari manusia biasa.

Pada suatu pagi hari, ketika saya sedang berjalan kaki di pagi hari, saya melihat para
praktisi sedang latihan meditasi di suatu lapangan. Saya mengetahui duduk bermeditasi
adalah suatu metode Gong yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan spiritualitas dan
menyehatkan badan. Saya juga tidak tahu itu adalah Falun Gong. Orang yang memiliki
takdir pertemuan pasti akan mendapatkan Fa. Saya tidak berpikir panjang lagi, langsung
saja saya bergabung dengan mereka Xiulian (latihan kultivasi) Falun Gong, setelah
Xiulian satu masa, saya merasakan semangat lebih baik dari dulu, badan terasa enteng,
hati juga terasa tenang. Tempat latihan kami di Citra I Kalideres, Jakarta Barat, mulai jam
04:30 WIB duduk meditasi satu jam, latihan gerakan satu jam, dilanjutkan membaca
buku Dafa Zhuan Falun beserta buku-buku Guru Li Hongzhi lainnya selama satu jam,
tidak peduli apakah hujan lebat atau angin kencang, panas terik, kami setiap hari tetap
Xiulian, gigih maju sungguh-sungguh berkultivasi.

Dari membaca buku Zhuan Falun saya memahami apa yang dikatakan Guru: "Manusia
sakit, sebenarnya bukanlah berpenyakit, itu disebabkan karena pada masa lalu Anda
berbuat yang tidak baik, disebabkan karena karma yang terakumulasi dalam beberapa kali
kehidupan sebelumnya, hingga terjadilah yang disebut penyakit atau penderitaan lainnya,
hari ini Anda sakit, mengalami penderitaan, sebenarnya Anda sedang membayar
karma…." Saya juga menyadari perkataan Guru: "Berkultivasi tergantung Anda sendiri,
evolusi Gong (energi kultivasi) tergantung pada Shifu", harus berlaku sebagai standar
seorang praktisi, memenuhi persyaratan yang diminta bagi seorang yang Xiulian
(berkultivasi dan berlatih), menyingkirkan keterikatan hati tentang penyakit,
memutuskan, melepaskan konsep tentang berpenyakit, hingga penyakit akan sembuh dan
mencapai kondisi yang tak berpenyakit. Pada awalnya susah memahaminya, akhirnya
saya memutuskan lebih banyak baca buku, banyak belajar Fa, ditambah dengan latihan
lima perangkat metode Gong.

Setelah itu, saya sudah tidak makan obat lagi, tidak juga berobat ke dokter, makanan yang
manis juga makan, ikuti saja sebagai mana mestinya, dalam pikiran saya sudah tidak sakit
lagi, setelah lewat 3 bulan, tak ada refleksi tubuh saya yang tidak baik, tapi dalam hati
masih belum terima, masih ingin tahu apakah saya benar-benar sudah tidak sakit? Saya
lantas menguji dengan alat untuk mengetes kondisi kencing manis saya, wah celaka,
angkanya menunjukkan 288 derajat (3+), yang normal adalah 140-150 derajat, tapi dalam
hati saya berpikir tidak ada apa-apa, pikiran dalam hati tidak berubah, ini adalah Guru
sedang menguji saya. Setelah 3 bulan saya mengetes lagi ingin melihat hasilnya
bagaimana, aneh sekali, alat tes saya ini sudah bermasalah, tak menunjukkan apa-apa,
setelah diperbaiki saya coba lagi, walaupun bisa nyala, tapi tak menunjukkan angka yang
normal, saya berpikir alat ini sudah benar-benar tidak bisa dipakai, oleh sebab itu tidak
usah dihiraukan lagi, sampai sekarang penyakit berat apa pun juga tidak kambuh, setiap
bulan masih bisa menghemat biaya dokter 200.000 rupiah..

Ada orang mengetahui Falun Gong sangat baik, orang datang ingin Xiulian, pada
umumnya juga ingin menyehatkan tubuh menyingkirkan penyakit. Tujuan Xiulian Falun
Gong bukanlah untuk menyehatkan tubuh, menyingkirkan penyakit. Menyehatkan tubuh
dan menyingkirkan penyakit adalah Xiulian Qigong pada tingkat rendah. Ada Dafa
(Maha hukum) dari Guru membimbing kita berkultivasi menuju tingkat tinggi, lebih
banyak membaca buku, lebih banyak belajar Fa, meningkatkan Xinxing, larut dalam Fa,
berevolusi dengan karakteristik alam semesta "Sejati-Baik-Sabar" ditambah dengan
latihan gerakan, secara gigih sungguh-sungguh berkultivasi, Anda akan mengetahui, apa
yang Anda dapat adalah menuju kesempurnaan.