Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN

PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)


TUNE UP TOYOTA AVANZA KM 30.000
DI BENGKEL TKR SMK NEGERI 1 MENGGALA

Laporan ini diajukan sebagai bukti telah terselesainya pelaksanaan Praktik Kerja
Industri (PRAKERIN) dan salah satu syarat untuk mengikuti Uji Kompetensi
Keahlian (UKK)

Disusun oleh :

ANGGA NUR SABANI

NISN : 0028757700

TEKNIK KENDARAAN RINGAN


SMK NEGERI 1 MENGGALA
2020

i
HALAMAN PERSETUJUAN

JUDUL : Tune Up Toyota Avanza Km 30.000 Di Bengkel


TKR SMK Negeri 1 Menggala
NAMA : Angga Nur Sabani
NISN : 0028757700
PROGRAM KEAHLIAN : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Menyetujui

Pembimbing DU/DI Pembimbing Sekolah

Nengah Saputra Wijaya Zara Dwi Mona, S.Pd

Kepala Jurusan Teknik Kendaraan Ringan

Nengah Saputra Wijaya, S.Pd


NIP. 19930401 201902 1 003

ii
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
TUNE UP TOYOTA AVANZA KM 30.000
DI BENGKEL TKR SMK NEGERI 1 MENGGALA

Telah Disahkan Dan Di Uji


Hari :
Tanggal :

Penguji I :................................. ...................................


NIP...........................
Penguji II :................................. ...................................
NIP...........................

Mengetahui

Kepala sekolah, Ketua PRAKERIN

FERDAYANA,S.P.,M.Pd.I. ARLIYANTI, S.P., M.M.


NIP. 19720419 200902 2 001 NIP. 19830315 201101 2 006

iii
MOTTO

 Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit.


 .Janganlah takut untuk melangkah karena jarak 1000 mil dimulai dengan
langkah pertama.
 Kita akan sukses jika belajar dari kesalahan.
 Ingatlah bahwa kesuksesan selalu di sertai dengan kegagalan.
 Ketika anda tidak pernah melakukan kesalahan,itu artinya anda tidak
pernah berani mencoba.

iv
PERSEMBAHAN

Penulis mempersembahkan laporan ini kepada:

1. Orang tua yang selalu mendoakan yang terbaik.


2. Ibu FERDAYANA,S. P.,M.Pd.I, Selaku Kepala SMK Negeri 1 Menggala.
3. Ibu Arliyanti, S.P., M.M. selaku ketua panitia PRAKERIN
4. Bapak Nengah Saputra Wijaya, S.Pd, selaku Ketua Jurusan TKRO.
5. Ibu Zara Dwi Mona,S.Pd selaku pembimbing sekolah
6. Guru-guru SMK Negeri 1 Menggala.
7. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang
telah membantu dalam proses penyusunan laporan ini.

v
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja
Industri (Prakerin) yang telah dilaksanakan di Bengkel TKR SMK N 1 Menggala
Laporan ini disusun sebagai salah satu persyaratan mengikuti Uji Kompetensi di
SMK Negeri 1 Menggala, tahun pelajaran 2020/2021.
Kegiatan Prakerin dimaksudkan sebagai salah satu bekal dalam memasuki
dunia usaha atau dunia industri dan untuk memupuk sikap mental yang lebih baik
dalam melaksanakan kewajiban sebagai penerus bangsa sehingga mampu dan siap
bekerja.
Sehubungnya dengan terlaksananya Prakerin ini tidak lepas dari bantuan
dan dorongan dari semua pihak secara moral maupun material, oleh karena itu
Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu FERDAYANA, S.P., M.Pd.I, Selaku Kepala SMK Negeri 1 Menggala.
2. Ibu Arliyanti, S.P., M.M. selaku ketua panitia PRAKERIN
3. Bapak Nengah Saputra Wijaya, S.Pd, selaku Ketua Jurusan TKRO.
4. Ibu Zara Dwi Mona,S.Pd selaku pembimbing sekolah
5. Guru-guru SMK Negeri 1 Menggala.
6. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu dalam proses penyusunan laporan ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun bagi
pembaca dan masyarakat umum, semoga laporan ini bermanfaat.

Menggala Timur, Oktober 2020

Penyusun

vi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………............................. i
HALAMAN PERSETUJUAN……………….………………………. .............. ii
HALAMAN PENGESAHAN……………….………………………. ............... iii
HALAMAN MOTTO……………….………………………. ............................ iv
HALAMAN PERSEMBAHAN……………….……………………................... v
KATA PENGANTAR………………………………………… .......................... vi
DAFTAR ISI……………………………………………………….. .................. vii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang Kerja Industri (Prakerin)……...…………….................. 1
1.2. Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin)……………………................. 1
1.3. Tujuan Penyusunan laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin)…........... 2
BAB II PROFIL DU/DI........................................................................................ 3
2.1. Profil Bengkel TKR SMK N 1 Menggala……….................................... 3
2.2. Struktur Organisasi Bengkel TKR SMK N 1 Menggala……….............. 3
2.3. Pengaturan Jam Kerja……...………….................................................... 3
2.4. Bidang Jasa dan Produksi……...…………….......................................... 4
2.5. Letak Bengkel TKR SMK N 1 Menggala……...……………................. 4
2.6. Kegiatan yang dilakukan selama Prakerin……...……………................ 4
BAB III KAJIAN TEORI...................................................................................... 5
3.1. Tune Up…..…………………………….................................................. 5
3.2. Pemeriksaan pada Sistem Pelumasan....................................................... 5
3.3. Pemeriksaan pada Sistem Pengapian...................................................... 6
3.4. Pembersihan Saringan Udara................................................................... 13
3.5. Pemeriksaan Sistem Bahan Bakar............................................................ 13
3.6. Pemeriksaan Sistem Pendingin............................................................... 14
BAB IV KEGIATAN PRAKTEK......................................................................... 15
4.1. Tune Up pada Toyota Avanza KM 30.000.............................................. 15
4.2. Alat dan Bahan......................................................................................... 15
4.3. Keselamatan Kerja................................................................................... 15

vii
4.4. Proses Pengerjaan..................................................................................... 16
BAB V PENUTUP............................................................................................... 22
5.1. Kesimpulan……………........................................................................... 22
5.2. Saran-saran………………………………………................................... 22
DAFTAR PUSTAKA………………………………………................................ 23
LAMPIRAN

viii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Praktek Kerja Industri (Prakerin)


Sesuai dengan program pendidikan tiga tahun di Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK), maka siswa-siswi diwajibkan untuk melaksanakan Praktek
Kerja Industri (PRAKERIN). Kegiatan ini dapat dikatakan untuk menguji
pengetahuan dan keterampilan siswa/i serta sikap dalam menghadapi dunia kerja
yang nyata. Dengan ada nya praktek kerja industri ini siswa/i diharapkan dapat
mewujudkan hakikat dari tujuan pendidikan tiga tahun, yaitu menghasilkan
lulusan yang trampil, tangguh, siap pakai, mandiri dan bertanggung jawab.
Dengan adanya praktek kerja industri ini siswa/i dapat mengetahui situasi
dan kondisi kerja dalam bidang industri atau dunia usaha yang sebenarnya. Maka
kelak jika parasiswa/i akan mencari pekerjaan mereka sudah memiliki
pengalaman kerja. Selain tujuan tersebut, praktek kerja industri ini juga memiliki
latar belakang menambah materi atau keilmuan yang belum tersampaikan di
sekolah

1.2. Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin)


1. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan ketrampilan yang
membentuk kemampuan siswa sebagai bekal untuk memasuki lapangan
kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.
2. Meningkatkan pengalaman siswa pada aspek-aspek usaha yang potensial
dalam lapangan kerja antara lain : Struktur organisasi usaha, jenjang
karier, asosiasi usaha yang potensial dalam lapangan kerja antara lain :
struktur organisasi usaha, jenjang karier, asosiasi usaha, manajemen
usaha dan sebagainya.
3. Meningkatkan, memperluas serta memantapkan proses penyerapan
teknologi baru dari lapangan kerja ke sekolah.

1
4. Menumbuhkembangkan dan memantapkan sikap proesionalisme yang
diperlakukan oleh siswa untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan
jurusan atau bidangnya.
5. Memberikan kesempatan siswa untuk memasyarakatkan baik sebagai
pekerja penerima upah (emplove) maupun pekerja mandiri (enteremer)
terutama yang berkenaan dengan disiplin kerja lapangan yang sedang
dilaksanakan.
6. Memperoleh pendidikan dari sekolahan yang akan diterapkan di
lapangan kerja industri kerja atau dunia industri atau sebaliknya.
7. Meningkatkan kemampuan ketrampilan di dalam pelaksanaan praktek
kerja lapangan dan maupun mengembangkan ide-ide yang bagus.
8. Memperoleh masukan dari dunia usaha yang belum diberikan dibangku
sekolah tentang ketrampilan dalam bekerja maupun berorganisasi dalam
berusaha.
9. Dapat menerapkan ajaran yang diberikan oleh Bapak / Ibu Guru waktu di
bangku sekolah di dunia industri / waktu bekerja di lapangan.
10. Mampu menyesuaikan diri dan bersikap baik atau disiplin dalam bekerja
waktu masuk dan sebagainya.

1.3. Tujuan Penyusunan Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin)


1. Siswa mampu memahami dan mengembangkan pelajaran.
2. Menambah perbendaharaan perpusatakan sekolah dan menunjuang
pening -katan pengetahuan siswa angkatan selanjutnya.
3. Mengumpulkan data guna keperluan sekolah dan diri sendiri.
4. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Uji Kompetensi Keahlian
(UKK).
5. Siswa mampu mencari alternatif pemecahan masalah kejuruan sesuai
dengan program study dipilihnya dari karya tulis yang disusun.

2
BAB II
PROFIL DU/DI

2.1. Profil Bengkel TKR SMK N 1 Menggala


Bengkel TKR SMK N 1 Menggala merupakan bengkel milik jurusan teknik
kendaraan ringan yang ada di SMK Negeri 1 Menggala yang dikelola oleh Bapak
Nengah Saputra Wijaya, S.Pd. Bengkel ini memiliki peranan penting bagi jurusan
teknik kendaraan ringan sebagai sarana praktik bagi siswa dan juga unit produksi
yang aktif melayani berbagai macam bidang jasa khususnya kendaraan ringan.

2.2. Struktur organisasi Bengkel TKR SMK N 1 Menggala

KEPALA BENGKEL

NENGAH SAPUTRA WIJAYA

TEKNISI I TEKNISI II

2.3. Pengaturan Jam Kerja


Jadwal pada saat mengikuti Prakerin di Bengkel TKR SMK N 1 Menggala
sebagai berikut :
Hari Masuk : Senin – Sabtu
Jam kerja : Pukul 08.00 – 17.00 (Senin s/d Sabtu)

3
2.4. Bidang Jasa dan Produksi Bengkel TKR SMK N 1 Menggala
Bidang jasa dan produksi yang ada pada bengkel TKR SMK N 1 Menggala
adalah sebagai berikut :
1. Tune Up Konvensional dan EFI
2. SCAN EFI TOYOTA
3. Servis AC Mobil
4. Servis kaki-kaki dan Kemudi
5. Pebaikan sistim kelistrikan
6. Overhoul
7. Las Listrik
8. Body Repair

2.5. Letak Bengkel TKR SMK N 1 Menggala


Letak bengkel berada di tempat yang strategis yang berada di jl.
Lintas Timur Kampung Lebuh Dalam Kecamatan Menggala Timur
Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung

2.6. Kegiatan Yang Dilakukan selama Prakerin


Kegiatan Prakerin pada saat berada di bengkel adalah membantu dan
melakukan pekerjaan yang ada dalam bengkel TKR SMK N 1 Menggala meliputi
servis kendaraan konsumen, pengelasan, perbaikan bodi, dll.

4
BAB III
KAJIAN TEORI

3.1. Tune Up
Tune up merupakan pekerjaan pemeriksaan, dan penyetelan secara berkala
pada mesin yang dilakukan seorang mekanik yang bertujuan untuk
merekondisikan mesin agar performanya dapat maksimal. Tune up harus selalu
dilakukan pada kendaraan sehingga kendaraan selalu siap bila digunakan
kapanpun.

3.2. Pemeriksaan pada sistem pelumasan.

Sistem pelumasan merupakan suatu sistem pada mesin yang berfungsi untuk
mensirkulasikan oli mesin supaya oli mesin dapat melumasi bagian – bagian
mesin yang bergerak. Oli pelumas yang digunakan kekentannya harus sesuai
dengan standar SAE ( Society of Automotive Enginery ) dan kualitasnya harus
sesuai dengan standar API ( American Petroleum Institute ). Oli pelumas yang
banyak digunakan pada kendaraan Toyota pada umumnya digunakan oli mesin
dengan standar SAE 15W – 30 dan standar API SM.
Pekerjaan Tune Up yang harus digunakan pada sistem pelumasan mesin adalah :
1. Pemeriksaan kualitas ( mutu ) dan kekentalan oli mesin.
Pemeriksaan kualitas dilakukan secara visual dengan cara melihat warna oli
mesin. Apabila warna oli mesin telah menghitam, maka oli mesin tersebut
terdapat banyak kotoran sehingga oli mesin harus diganti. Pada kendaraan
Toyota, penggantian oli mesin harus dilakukan tiap 5.000 KM.
2. Pemeriksaan kuantitas/kecukupan oli mesin.
Pemeriksaan kuantitas oli mesin pada oil pan dilakukan dengan menggunakan
oil dip stick. Jumlah  minyak  harus  di  garis  F,  jika  minyak berada di
bawah F maka minyak pelumas harus ditambah.

5
3. Penggantian Oil Filter.
Oil filter pada mesin harus diganti secara rutin, sebab kotoran yang tertumpuk
didalam oil filter dapat menyumbat dan merusak oil filter, sehingga kinerja
oil filter akan memburuk dalam menyaring kotoran pada oli mesin. Pada
kendaraan Toyota, oil filter harus diganti tiap 10.000 KM atau tiap ganti oli
ke 2 dan kelipatannya.

3.3. Pemeriksaan pada Sistem Pengapian.

Sistem pengapian pada kendaraan berfungsi untuk menyediakan nyala api


melalui busi untuk membakar campuran udara - bahan bakar pada akhir langkah
kompresi.
Pekerjaan tune up yang dilakukan adalah :
3.1.1. Pemeriksaan baterai.
Pemeriksaan pada baterai terdiri dari pemeriksaan tegangan baterai,
pemeriksaan berat jenis elektrolit, dan pemeriksaan jumlah elektrolitnya pada
baterai jenis basah.
Pemeriksaan tegangan baterai dilakukan dengan menggunakan AVO
meter. Baterai yang baik mempunyai tegangan normal sebesar 12 volt ( 2 volt
tiap sel ), dan tegangan pengisian baterai maksimal sebesar 14 volt.
Pemeriksaan berat jenis cairan elektrolit ( H2SO4 ) baterai dilakukan dengan
menggunakan hidrometer. Semakin lama baterai digunakan, berat jenis H2SO4
pada cairan elektrolit baterai semakin berkurang karena penguapan,

6
sedangkan kandungan air pada cairan elektrolit semakin bertambah. Bila hal
tersebut terjadi pada baterai, maka baterai tidak dapat menyimpan arus listrik
dengan baik. Berat jenis cairan elektrolit baterai yang nomal ialah 1,25 – 1,27
pada suhu 200C. Pengukuran dilakukan dengan cara menghisap cairan
elektrolit baterai kedalam hidrometer dengan menekan rubber bulbnya,
kemudian baca hasil pengukuran pada float.

Kondisi elektrolit :

Berat jenis pada suhu 200 C Diagnosa Koreksi


Lebih dari 1,30 Sangat tinggi Tambahkan air suling
1,25 – 1,27 Baik -
1,10 – 1,21 Kurang Strum accu
Dibawah 1,10 Sangat kurang Strum accu

Pemeriksaan jumlah elektrolit baterai dilakukan secara visual dengan


melihat apakah ketinggian volume cairan elektrolit dibawah atau tepat pada
garis upper level pada baterai. Bila berada dibawah garis upper level, maka
tambahkan air suling pada baterai hingga ketingginnya tepat pada garis upper
level.

3.1.2. Pemeriksaan Busi


Busi merupakan komponen pada sistem pengapian yang berfungsi
untuk memercikkan bunga api melalui elektroanya pada akhir langkah

7
kompresi. Baik buruknya kondisi busi akan mempengaruhi sempurna atau
tidaknya suatu proses pembakaran pada mesin.
Pemeriksaan busi dilakukan dengan melihat secara visual kondisi
elektrodanya ,melakukan pembersihan ulir dan penyetelan gap / celah antara
elektroda dan massa busi menggunakan feeler gauge busi.
Elektroda busi yang masih baik bentuknya rata atau tidak cacat. Bila
bentuknya tidak rata seperti terpotong ( cacat ), maka elektroda busi tersebut
sudah jelek dan harus diganti. Penggantian busi juga dilakukan bila elektroda
busi sudah hampir habis / terkikis.

Pembersihan bagian ulir busi dilakukan dengan menyikatnya


menggunakan sikat busi kemudian menyemprotnya dengan tekanan angin
dari kompresor. Saat melakukan penyikatan ulir busi, hati – hati jangan
sampai merusak bagian elektrodanya.
Penyetelan celah / gap antara elektroda dan massa busi dilakukan
dengan menggunakan feeler gauge busi. Pada kendaraan Toyota, gap busi
Avanza ,Rush, Agya, Yaris, Etios, Vios dan Kijang EFI yaitu 1,00 mm,
Kijang Innova 1,10 mm, dan Kijang mesin karburator yaitu 0,80 mm.

8
3.1.3. Penyetelan Celah Platina dan Sudut Dwell
Penyetelan celah platina dan sudut dwell hanya dilakukan pada mesin
konvensional, sedangkan pada mesin dengan sistem kontrol elektronik atau
EFI tidak dilakukan sebab mesin EFI tidak lagi menggunakan platina untuk
menghubungkan dan memutuskan arus listrik dari primer koil ke massa.
Mesin EFI dilengkapi dengan igniter yang untuk menyalakan percikan bunga
api pada busi.
Platina pada mesin konvensional ditempatkan pada breaker plate
distributor. Besar nya celah platina di setel untuk mendapatkan sudut dwell
yang tepat. Sudut dwell merupakan sudut lamanya platina pada saat posisi
celah platina tertutup. Sudut dwell harus distel hingga ukurannya antara 46 0 –
580, tetapi sudut dwell yang baik ialah  tepat pada 520. Pengukuran sudut
dwell menggunakan dwell angle tester atau tune up tester.

9
Besar kecilnya sudut dwell akan berbanding terbalik dengan besar
kecilnya sudut platina. Semakin besar sudut dwell, semakin kecil sudut
platinanya, dan semakin kecil sudut dwell, semakin besar sudut platinanya. 
Langkah – langkah penyetelan celah platina adalah sebagai berikut :
 Posisikan rubbing blok pada nok distributor yang rata, tempatkan feller
gauge pada diantara rubbing blok atau pada kontak point.
 Kendorkan  baut  platina  dan  atur  celah  sesuai  dengan  ukuran  feller
gauge.
 Keraskan baut pengikat platina.
 Dengan menggunakan dwell angel tester, periksa sudut dwell apakah
sudut dwell sudah sesuai dengan stadar atau tidak. Bila tidak sesuai, setel
kembali celah platina hingga sudut dwell tepat sesuai standar.

3.1.4. Pemeriksaan Kabel Busi dan Kabel Tegangan Tinggi


Kabel busi berfungsi untuk menghantarkan arus listrik tegangan tinggi
dari distributor ke busi, sedangkan kabel tegangan tinggi berfungsi untuk
menghantarkan arus listrik tegangan tinggi dari ignition koil ke distributor.
Cara pemeriksaannya dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Alat yang
digunakan untuk memeriksa tahanan kabel busi dan kabel tegangan tinggi
adalah AVO meter.

10
Nilai tahanan kabel busi yang baik yaitu < 25 KΩ.
3.1.5. Pemeriksaan Vacuum Advancer dan Governoor Advancer
Vacuum advancer pada sistem pengapian kovensional berfungsi untuk
memajukan timing pengapian berdasarkan besarnya kevakuman pada intake
manifold, dengan cara memajukan platina melawan putaran poros nok
distributor untuk lebih cepat membuka sehingga bunga api pada busi lebih
cepat timbul. Pemajuan timing pengapian terjadi bilamana beban mesin
bertambah.

Pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan vacuum tester atau dengan


menghisap selang pemasukan yang terhubung ke intake manifold. Pada saat
dihisap, breaker plate harus bergerak.

11
Governoor advancer merupakan salah satu komponen pada sistem
pengapian konvensional yang berfungsi untuk memajukan timing pengapian
berdasarkan putaran mesin. Pemajuan timing pengapian dilakukan dengan
cara menggerakkan distributor cam lebih cepat beberapa derajat dari putaran
poros distributor, sehingga pembukaan platina akan terjadi lebih cepat.

Pemeriksaan dilakukan dengan cara memutarkan rotor distributor


berlawanan dengan arah jarum jam. Apabila rotor dapat kembali ke posisinya
semula setelah diputarkan, berarti governoor advancer kondisinya masih baik,
bila tidak berarti kondisinya sudah jelek dan pegas governoor harus diganti.

3.1.6. Pemeriksaan Ignition Coil


Koil merupakan komponen pada sistem pengapian berfungsi untuk
menaikkan tegangan baterai dari 12 volt menjadi 5.000 – 25.000 volt untuk
membangkitkan percikan api pada busi.
Pengukuran tahanan ignition koil dilakukan untuk mengetahui besarnya
tahanan listrik pada kumparan primer dan sekunder koil. Alat yang digunakan
pada proses pengukuran tahanannya yaitu AVO meter. Spesifikasi tahanan
primer koil yaitu 1,3 – 1,6 Ω, sedangkan tahanan sekundernya 10,7 – 14,5
KΩ.

12
3.1.7. Pemeriksaan Timing Pengapian
Timing pengapian adalah saat dimana busi memercikkan bunga api.
Timing pengapian merupakan awal proses pembakaran yang hasil akhirnya
akan mendapatkan tekanan pembakaran maksimal. Pemeriksaan dilakukan
dengan menggunakan alat timing light. Kisaran timing pengapian saat selang
vacuum advancer dilepas ialah 50 – 80 menjelang TMA.

3.4. Pembersihan Saringan Udara

Saringan udara merupakan bagian dari mesin yang berfungsi untuk


memisahkan kotoran dari udara yang akan masuk ke intake manifold. Bila kotoran
tersebut tidak dibersihkan, maka kotoran bersama – sama udara akan masuk ke
mesin dan mengotori mesin dan menyebabkan mesin menjadi tersendat.
Pekerjaan ini dilakukan dengan menyemprotkan permukaan saringan udara
dengan tekanan angin dari kompresor hingga saringan udara bersih dari kotoran
yang menempel.

3.5. Pemeriksaan Sistem Bahan Bakar

Sistem bahan bakar berfungsi untuk mensuplai bahan bakar ke mesin sesuai
dengan kebutuhan mesin. Jumlah bahan bakar yang di suplai ke mesin akan
mempengaruhi baik tidaknya suatu proses pembakaran pada mesin.

13
Pekerjaan – pekerjaan tune up yang berkaitan dengan sistem bahan bakar antara
lain :
1. Pembersihan fuel filter
Fuel Filter berfungsi untuk memisahkan kotoran dari bahan bakar.
Pembersihan dilakukan dengan menyemprotkan bagian dalam fuel filter
dengan tekanan angin dari kompresor. Arah penyemprotan dilakukan dari
saluran masuk fuel filter.
2. Penyetelan campuran bahan bakar – udara pada karburator
Penyetelan campuran bahan bakar – udara pada karburator dilakukan
untuk mendapatkan campuran gas yang ideal sesuai dengan kebutuhan mesin.
Penyetelan dilakukan dengan memutar idle mixture adjusting screw pada
karburator hingga mesin tidak mengeluarkan asap yang berlebihan.

3. Penyetelan Putaran Idle


Putaran idle mesin ialah putaran pada mesin pada saat pedal gas tidak
ditekan. Putaran idle mesin harus distel sesuai dengan putaran idle yang di
rekomendasikan manual book kendaraan yang bersangkutan. Putaran idle di
stel dengan memutar idle adjusting screw.

3.6. Pemeriksaan Sistem Pendingin

Pemeriksaan sistem pendingin dilakukan dengan memeriksa kecukupan air


pendingin, pemeriksaan tutup radiator, kebocoran radiator, dan selang – selang
cairan pendingin.

14
BAB IV
KEGIATAN PRAKTEK

4.1. Tune Up Pada Toyota Avanza KM 30.000


Dalam hal ini, penulis akan membahas tentang pekerjaan – pekerjaan tune
up untuk mesin Toyota Avanza pada KM 30.000. Pekerjaan – pekerjaan yang
dilakukan yaitu :
a. Pemeriksaan Busi
b. Mengganti filter oli mesin
c. Mengganti Oli mesin.
d. Pembersihan saringan udara.
e. Pemeriksaan kecukupan cairan pendingin mesin.
f. Pemeriksaan baterai.

4.2. Alat dan Bahan


a. Alat :
- 1 set kunci yang terdapat pada caddy mekanik, yang terdiri dari
kunci sock, handle, kunci ring, kunci pas, obeng, palu, dan lain –
lain.
- Lift Stall.
- Air gun.
- Corong oli.
- Bak oli.
- Battery tester.

b. Bahan
- 1 unit mobil Toyota Avanza
- Oil Filter
- Oli Mesin TGMO Semi Syntetic ( 4 liter )

4.3. Keselamatan Kerja


a. Keselamatan manusia

15
- Gunakan wearpack yang sesuai dengan badan kita untuk
kenyamanan.
- Gunakan masker dan sarung tangan.
- Gunakan safety shoes untuk melindungi kaki.

b. Keselamatan alat
- Gunakan alat – alat kerja dengan benar dan hati – hati untuk
menghin dari kerusakan pada alat kerja.
- Simpan kembali alat kerja setelah digunakan dalam caddy apabila
telah selesai bekerja, bila masih diperlukan simpan saja di atas
caddy.

c. Keselamatan bahan
- Hindari kerusakan pada bahan kerja.
- Pisahkan bahan kerja yang dibutuhkan dengan bahan kerja yang
rusak.
- Hati – hati dalam menangani bahan kerja.
- Simpan baut – baut dan mur – mur yang dilepas pada wadah yang
disediakan.

4.4. Proses Pengerjaan


a. Persiapan sebelum bekerja
1. Buka bagian kap mesin.
2. Pasangkan fender dan grill cover pada bagian fender dan grill
kendaraan, untuk melindungi kedua bagian bodi kendaraan tersebut
dari kerusakan dan kotoran.
3. Pasangkan steer cover pada steering wheel ( roda kemudi ), pada
floor mat pada bagian lantai kendaraan, dan seat cover pada bagian
jok supir.
b. Pemeriksaan Busi
 Pembongkaran

16
1. Lepaskan selang yang terpasang pada box saringan udara,
dengan mengendorkan bautnya menggunakan rachet handle,
sambungan pendek, dan kunci sock , lalu lepaskan selang
tersebut.
2. Lepaskan sensor THA, dan PIM serta selang pemasukannya dari
box saringan udara.
3. Lepaskan box saringan udara dari mesin, dengan cara
melepaskan baut – bautnya terlebih dahulu menggunakan rachet
handle, sambungan pendek, dan kunci sock. Simpan box
saringan udara pada bagian rak bawah caddy.
4. Lepaskan ignition koil ( koil ini tipe stik koil ), dengan cara
melepaskan bautnya menggunakan rachet handle, sambungan
pendek, dan kunci sock.
5. Lepaskan busi dari mesin, dengan menggunakan sliding,
sambungan panjang, dan kunci busi.
 Pemeriksaan busi :
Bersihkan bagian ulir dan ujung insulator busi menggunakan
sikat busi dan menyemprotkannya dengan tekanan angin kompresor
menggunakan air gun. Hati – hati jangan sampai merusak electrode
busi. Lalu setel celah businya menggunakan feeler gauge busi. Celah
busi TOYOTA Avanza yaitu 1,00 mm. Hati – hati jangan sampai
merusak elektrode dan massa busi ketika menyetel celahnya.
 Pemasangan :
1. Pasang kembali busi – businya pada lubang busi. Alat yang
digunakan adalah sliding, sambungan panjang, dan kunci busi.
Hati – hati jangan sampai merusak busi ketika
mengencangkannya.
2. Pasang kembali ignition koil pada lubang busi, lalu kencangkan
bautnya. Alat yang digunakan adalah rachet handle, sambungan
pendek, dan kunci sock. Hati – hati jangan sampai salah dalam
memasang koil, pasang kembali masing – masing koil pada busi

17
sesuai dengan urutannya pada saat melepas koil dari busi. Bila
pemasangan koil tidak sesuai dengan urutannya, pengapian tidak
akan sesuai dengan Firing Order nya.
3. Pasang kembali box saringan udara pada mesin, dan kencangkan
baut – bautnya. Alat yang digunakan adalah rachet handle,
sambungan pendek, dan kunci sock.
4. Pasangkan sensor THA, dan MAP pada box saringan udara. Dan
juga pasangkan selang udara pada box saringan udara. Dengan
cara :

- Pasangkan selang udara pada box saringan udara.


- Kencangkan baut pengikatnya, menggunakan rachet
handle, beserta sambungan pendek dan kunci sock.
c. Mengganti Oil Filter Mesin
1. Lepaskan oil filter dari dudukannya, menggunakan oil filter wrench.
Putar berlawanan arah jarum jam oil filternya untuk melepaskan oil
filtyer dari dudukannya.
2. Bersihkan dudukan oil filter dari oli mesin.
3. Pasangkan oil filter baru pada dudukannya menggunakan tangan
untuk pengerasan awalnya, dan untuk pengerasan terakhir
menggunakan oil filter wrench. Jangan terlalu kencang ketika
mengencangkan oil filter – nya, sebab bila terlalu kencang dapat
merusak seal oli pada oil filter.
d. Mengganti Oli mesin
1. Persiapan pertama, siapkan wadah penampungan oli mesin bekas,
sarung tangan dan lap majun. Jangan lupa menggunakan helm.
2. Naikkan kendaraan dengan lift stall, dengan menekan tombol “Up”
hingga ketinggiannya diatas kepala kita. Tekan tombol “Lock” untuk
mengunci lift stall.
3. Kendorkan drain plug oil pan menggunakan kunci ring.

18
4. Lepaskan drain plug dengan tangan. Hati – hati dalam menurunkan
oli mesin karena oli mesin kadang – kadang masih panas.
5. Tampung oli mesin pada wadah penampungan oli mesin bekas yang
disediakan.
6. Setelah oli mesin dikeluarkan dari oil pan, tutup kembali drain hole
oil pan dengan drain plugnya. Kencangkan drain plug-nya
menggunakan kunci ring.
7. Buang oli mesin bekas pada drum penampungan oli mesin bekas.
8. Turunkan kendaraan. Tekan tombol “Lock” kembali untuk meng –
unlock lift stall, lalu tekan tombol “Down” untuk menurunkan
kendaraan.
9. Buka tutup oli mesin, dengan menggunakan corong oli masukkan
Oli Mesin TGMO semi Syntetic sebanyak 3,5 liter.
10. Periksa kuantitas oli mesin pada oil pan mengunakan oil dip stick.
Terdapat 2 garis pada oil dip stick, yaitu garis atas dan garis bawah.
Pastikan jumlah oli mesin yang terukur pada oil dip stick berada di
garis atas oil dip stick.
11. Hidupkan mesin selama kurang lebih 3 menit, kemudian matikan
mesin.
12. Periksa kembali kuantitas oli mesin pada oil pan mengunakan oil dip
stick. Pastikan jumlah oli mesin yang terukur pada oil dip stick tetap
berada di garis atas oil dip stick.
e. Pembersihan Saringan Udara Mesin.
Periksa saringan udara. Bila saringan udara kotor, semprotlah
saringan udara dengan tekanan angin dari kompresor menggunakan air
gun untuk membersihkannya.
f. Pemeriksaan Cairan Pendingin Mesin.
Periksa air radiator pada recervoir tank nya. Pastikan permukaan
air radiator berada tepat pada garis “full”, bila tidak tambahkan air pada
recervoir tank-nya hingga permukaan air radiator tepat pada garis full.
g. Pemeriksaan Baterai.

19
Pemeriksaan baterai meliputi :
1. Pemeriksa kecukupan cairan elektrolit baterai. Pastikan bahwa cairan
elektrolit baterai berada pada garis upper level. Bila tidak,
tambahkan air suling pada baterai.
2. Periksa kondisi baterai. Alat yang digunakan adalah battery tester.
cara penggunaannya adalah :

 Hubungkan kabel berwarna merah dengan terminal positif baterai,


dan kabel berwarna hitam dengan terminal negatifnya. Setelah
battery tester terkoneksi dengan baterai, tekan tombol enter.
 Battery tester akan meminta kita untuk memilih jenis baterai, pilih
“ standar “ bila jenis baterai yang digunakan adalah baterai
standar. Kemudian tekan tombol enter.
 Battery tester akan meminta kita untuk memilih lokasi baterai
( battery location ), pilih “in vehicle”. Kemudian tekan tombol
enter.
 Battery tester akan meminta kita untuk memilih kode baterai yang
digunakan. Tekan kursor atas atau bawah hingga menemukan
kode baterai yang cocok. Karena baterai yang diperiksa jenisnya
standar, maka pilih “34B19”, lalu tekan tombol enter.
 Kemudian akan muncul tulisan “ Testing “. Tunggu hingga tulisan
tersebut hilang. Setelah itu battery tester akan memberitahukan
voltase atau tegangan baterai pada saat mesin tidak dihidupkan.

20
Kemudian tekan tombol enter ketika muncul kata “ Press enter
to start engine”. Hal ini menandakan bahwa battery tester akan
memeriksa kondisi baterai pada saat engine di start.
 Hidupkan mesin. Perhatikan ukuran tegangan baterai pada saat
mesin di start ( cranking result ). Setelah itu tekan tombol enter.
 Setelah menekan tombol enter, battery tester akan mengukur
tegangan pengisian baterai ( charging voltage ). Tegangan
pengisian baterai maksimal harus 14 volt. Kemudian tekan enter
untuk mencetak ( printer ) hasil pemeriksaan baterai.

h. Penutupan
1. Periksa kembali hasil pekerjaan kita.
2. Periksa kekerasan mur roda menggunakan kunci momen. Momen
standar pengencangan mur roda yaitu 12 Kg.m.
3. Periksa dan setel tekanan udara ban depan dan ban belakang dengan
tire pressure tester. Pastikan bahwa tekanan udara ban depan 30 psi
dan tekanan udara ban belakang 32 psi.
4. Lepaskan fender cover, seat cover, gril cover, dan floor mat dari
kendaraan.
5. Tutup kabin mesin.
6. Lapor kepada foreman bahwa pekerjaan kita telah selesai. Foreman
akan melakukan test drive untuk memeriksa kondisi kendaraan.
7. Setelah test drive selesai dan foreman memastikan kondisi kendaraan
setelah tune up baik, kendaraan akan diserahkan kepada pelanggan.
8. Bereskan kunci – kunci kedalam cady.

BAB V
PENUTUP

21
5.1. Kesimpulan
Dengan adanya praktek kerja Industri di Bengkel TKR SMK N 1 Menggala
dapat membawa pengaruh yang sangat positif. Adanya kegiatan praktek kerja
industri, segala ilmu atau teori yang telah didapatkan dari sekolah dapat
diterapkan atau diaplikasikan secara langsung ke lapangan sehingga kebenaran
dari suatu teori dan analisa dapat diketahui, dibuktikan serta dapat menambah
wawasan tentang segala hal-hal baru yang tidak didapatkan sebelumnya.
Dengan melaksanakan praktek kerja industri, kami telah mendapatkan
pengalaman dan pelajaran yang bermanfaat. Juga sebagai bekal bekerja untuk
terjun ke dunia usaha/industri dan kami dapat mengetahui secara langsung cara
kerja alat-alat yang digunakan dalam perusahaan.

5.2. Saran-saran
1. Untuk Sekolah :
- Waktu yang digunakan untuk PRAKERIN dijadikan lebih lama dan
program TKR lebih di tingkatkan.
2. Untuk Bengkel:
- Jangan pernah bosan dalam membimbing peserta program TKR

DAFTAR PUSTAKA

Panitia Prakerin. 2020. Panduan Praktik Kerja Industri. Menggala Timur: SMK N
1 Menggala.

22
http://otomotifgriz.blogspot.co.id/2016/11/pengertian-tune-up.html (Diakses
Oktober 2020)

23
LAMPIRAN

24