Anda di halaman 1dari 21

PROGRAM NASIONAL

(PROGNAS)

GAMBARAN UMUM

Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, pemerintah menetapkan beberapa program nasional yang menjadi
prioritas. Program prioritas tersebut meliputi :
a) menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkanangka
b) menurunkan angka kesakitanHIV/AIDS
c) menurunkan angka kesakitanTuberkulosis
d) pengendalian reistansiantimikroba
e) pelayanangeriatri
Implementasi program ini di rumah sakit dapat berjalan baik apabila mendapat dukungan penuh dari pimpinan/direktur rumah sakit
berupa penetapan regulasi, pembentukan organisasi pengelola, penyediaan fasilitas, sarana dan dukungan finansial untuk
mendukung pelaksanaan program.

SASARAN I : PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI SERTA PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN BAYI
Standar 1

Rumah sakit melaksanakan program PONEK 24 jam di rumah sakit beserta monitoring dan evaluasinya.

Maksud dan Tujuan Standar 1, Standar 1.1 dan Standar 1.2


Rumah sakit dalam melaksanakan program PONEK sesuai dengan pedoman PONEK yang berlaku, dengan langkah-langkah
pelaksanaan sebagai berikut:
a) melaksanakan dan menerapkan standar pelayanan perlindungan ibu dan bayi secara terpadu danparipurna.
b) mengembangkan kebijakan dan SPO pelayanan sesuai denganstandar
c) meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi termasuk kepedulian terhadap ibu danbayi.
d) meningkatkankesiapanrumahsakitdalammelaksanakanfungsipelayananobstetrikdanneonatustermasukpelayanan
kegawat daruratan (PONEK 24jam)
e) meningkatkan fungsi rumah sakit sebagai model dan pembina teknis dalam pelaksanaan IMD dan pemberian ASIEksklusif
f) meningkatkan fungsi rumah sakit sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan ibu dan bayi bagi sarana pelayanan kesehatan
lainnya.
g) meningkatkan fungsi rumah sakit dalam Perawatan Metode Kangguru (PMK) padaBBLR.
h) melaksanakan sistem monitoring dan evaluasi pelaksanaan program RSSIB 10 langkah menyusui dan peningkatan kesehatanibu
i) ada regulasi rumah sakit yang menjamin pelaksanaan PONEK 24 jam, meliputi pula pelaksanaan rumah sakit sayang ibu dan
bayi, pelayanan ASI eksklusif (termasuk IMD), pelayanan metode kangguru, dan SPO Pelayanan Kedokteran untuk pelayanan
PONEK (lihat juga PAP3.1)
j) dalam rencana strategis (Renstra), rencana kerja anggaran (RKA) rumah sakit, termasuk upaya peningkatan pelayanan PONEK
24jam
k) tersedia ruang pelayanan yang memenuhi persyaratan untuk PONEK antara lain rawatgabung
l) pembentukan timPONEK
m) tim PONEK mempunyai program kerja dan buktipelaksanaannya
n) terselenggara pelatihan untuk meningkatan kemampuan pelayanan PONEK 24 jam, termasuk stabilisasi sebelumdipindahkan
o) pelaksanaan rujukan sesuai peraturanperundangan
p) pelaporan dan analisis meliputi:
1) angka keterlambatan operasi operasi section caesaria (SC) ( > 30menit)
2) angka keterlambatan penyediaan darah ( > 60menit)
3) angka kematian ibu danbayi
4) kejadian tidak dilakukannya inisiasi menyusui dini (IMD) pada bayi barulahir

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 1
1 Ada regulasi rumah sakit tentang R 1)Regulasi tentang pelaksanaan PONEK 24 10
pelaksanaan PONEK 24 jam di jam -
rumah sakit dan ada rencana 2)Perencanaan RS memuat rencana kegiatan 0
kegiatan PONEK dalam PONEK
perencanaan rumah sakit. (R)
2 Ada bukti keterlibatan pimpinan D Bukti rapat yang melibatkan Pimpinan RS 10
rumah sakit di dalam menyusun dalam menyusun kegiatan PONEK dalam 5
kegiatan PONEK. (D,W) perencanaan RS 0
W Direktur RS
Kepala bidang/divisi
Kepala unit pelayanan
Ketua/anggota tim PONEK
3 Ada bukti upaya peningkatan D Bukti pelaksanaan peningkatan kesiapan 10
kesiapan rumah sakit dalam rumah sakit PONEK 24 jam, antara lain 5
melaksanakan fungsi pelayanan berupa: 0
obstetrik dan neonates termasuk 1) Daftar jaga PPA diIGD
pelayanan kegawat daruratan 2) Daftar jaga staf di kamaroperasi
(PONEK 24 Jam). (D,W) 3) Daftar jaga staf di kamarbersalin

W Ketua/anggota tim PONEK


Kepala bidang/divisi/bagian
Kepala/staf unit pelayanan
PPA
4 Ada bukti pelaksanaan rujukan D 1) Bukti laporan pelaksanaan rujukan ke 10
dalam rangka PONEK (lihat juga fasilitas pelayanankesehatan 5
ARK 5). (D,W) 2) Bukti daftar pasien PONEK yangdirujuk 0
3) Bukti kerjasama dengan fasilitas pelayanan
kesehatan rujukan

W Ketua/anggota tim PONEK


Kepala/staf unit pelayanan
5 Ada bukti pelaksanaan sistem D Bukti pelaksanaan monitoring dan evaluasi 10
monitoring dan evaluasi program program rumah sakit sayang ibu dan bayi 5
rumah sakit saying ibu dan bayi (RSSIB), meliputi: 0
(RSSIB). (D,W) 1) instrumenpenilaian
2) bukti pelaksanaan pengisian instrumen
penilaian

W Ketua/anggota tim PONEK


Kepala bidang/divisi/bagian
Kepala unit pelayanan
6 Ada bukti pelaporan dan analisis D Bukti tentang laporan dan analisis 10
yang meliputi 1 sampai dengan 4 pengukuran mutu dan laporan meliputi 1) s.d 5
di maksud dan tujuan. (D,W) 4) di maksud dan tujuan, termasuk antara 0
lain:
1) kasus perdarahan postpartum
2) kasus praeclampsia
3) kasus infeksinifas
4) kasus partuslama
5) pelaksaan ante natalcare

W Ketua/anggota Tim PONEK


Komite/Tim PMKP
Kepala bidang/divisi
Kepala unit pelayanan

Standar 1.1
Rumah sakit menyiapkan sumber daya untuk penyelenggaraan pelayanan PONEK.

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 1.1
1 Ada bukti terbentuknya tim R Regulasi yang meliputi 10
PONEK dan program kerjanya. (R) 1) Penetapan TimPONEK -
2) Pedoman kerja TimPONEK 0
3) Program kerja TimPONEK
2 Ada bukti pelatihan pelayanan D Bukti pelaksanaan pelatihan tentang 10
PONEK. (D,W) pelayananPONEK 5
0
W Ketua/anggota Tim PONEK
Kepala diklat
3 Ada bukti pelaksanaan program D Bukti laporan tentang pelaksanaan program 10
tim PONEK. (D,W) Tim PONEK 5
0
W Ketua/anggota Tim PONEK
4 Tersedia ruang pelayanan yang D Bukti tentang denah ruangan, daftar 10
memenuhi persyaratan untuk inventaris (sarana dan prasarana, fasilitas dan 5
PONEK. (D,O,W) alat) ruang pelayanan PONEK sesuai 0
peraturan perundang-undangan

O Lihat ruang pelayanan IGD, kamar bersalin,


ruang nifas, ruang perinatologi, kamar
operasi, ruang ante natal care(ANC)

W Ketua/anggota Tim PONEK


Kepala/staf unit pelayanan

Standar 1.2
Rumah sakit melaksanakan pelayanan rawat gabung, mendorong pemberian ASI ekslusif, melaksanakan edukasi dan perawatan
metode kangguru pada bayi berat badan lahir rendah (BBLR).

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 1.2
1 Terlaksananya rawat gabung. O Lihat pelaksanaan pelayanan rawat gabung 10
(O,W) 5
W Ketua/anggota tim PONEK 0
Kepala unit pelayanan
Pasien/keluarga
2 Ada bukti RS melaksanakan IMD O  Lihat pelaksanaan pelayananIMD 10
dan mendorong pemberian ASI  Lihat pelaksanaan pemberian edukasi 5
Ekslusif. (O,W) tentang IMD dan edukasi ASI eksklusif 0
dalam rekammedis
 Lihat ketersediaan materi edukasi tertulis
tentang IMD dan ASIeksklusif

W Ketua/anggota Tim PONEK


Kepala/staf unit layanan
PPA/staf klinis
Pasien/keluarga
3 Ada bukti pelaksanaan edukasi D 1) Bukti pelaksanaan tentang asuhan PMK 10
dan perawatan metode kangguru dalam rekam medispasien 5
(PMK) pada bayi berat badan 2) Bukti pelaksanaan tentang pemberian 0
lahir rendah (BBLR).(D,O,W) edukasi perawatan metode kanguru
(PMK) dalam rekam medispasien
3) Bukti Materi edukasiPMK

O  Lihat pelaksanaan pelayanan PMK di unit


PMK/bayi barulahir
 Lihat pelaksanaan edukasi tentangPMK
 Lihat ketersediaan materi edukasi tentang
PMK

W Kepala/staf unit pelayanan


PPA/staf klinis
Pasien/keluarga
SASARAN II : PENURUNAN ANGKA KESAKITAN HIV/AIDS
Standar 2

Rumah sakit melaksanakan penanggulangan HIV/AIDS sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Maksud dan Tujuan Standar 2


Dalam waktu yang singkat virus human immunodeficiency virus (HIV) telah mengubah keadaan sosial, moral, ekonomi dan kesehatan
dunia. Saat ini HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan terbesar yang dihadapi oleh komunitas global.

Saat ini, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dengan melakukan peningkatan fungsi pelayanan kesehatan bagi orang hidup
dengan HIV/AIDS (ODHA). Kebijakan ini menekankan kemudahan akses bagi orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk
mendapatkan layanan pencegahan, pengobatan, dukungan dan perawatan, sehingga diharapkan lebih banyak orang hidup dengan
HIV/AIDS (ODHA) yang memperoleh pelayanan yang berkualitas.

Rumah sakit dalam melaksanakan penanggulangan HIV/AIDS sesuai dengan standar pelayanan bagi rujuan orang dengan HIV/AIDS
(ODHA) dan satelitnya dengan langkah-langkah pelaksanaan sebagai berikut:
a) Meningkatkan fungsi pelayanan Voluntary Counseling and Testing(VCT)
b) Meningkatkan fungsi pelayanan Prevention Mother to Child Transmision(PMTCT)
c) Meningkatkan fungsi pelayanan Antiretroviral Therapy (ART) atau bekerjasama dengan RS yangditunjuk
d) Meningkatkan fungsi pelayanan Infeksi Oportunistik(IO)
e) Meningkatkan fungsi pelayanan pada ODHA dengan faktor risiko Injetion Drug Use (IDU) dan meningkatkan fungsi
pelayanan penunjang, yang meliputi : pelayanan gizi, laboratorium, dan radiologi, pencatatan danpelaporan.

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 2
1 Adanya regulasi rumah saki dan R 1) Regulasi tentang pelayanan 10
dukungan penuh manajemen penanggulangan HIV/AIDS -
dalam pelayanan 2) Perencanaan RS memuat rencana 0
penanggulangan HIV/AIDS. (R) kegiatan pelayanan penanggulangan
HIV/AIDS
2 Pimpinan rumah sakit D Bukti rapat yang melibatkan Pimpinan RS 10
berpartisipasi dalam menyusun dalam menyusun kegiatan pelayanan 5
rencana pelayanan penanggulangan HIV/AIDS 0
penanggulangan HIV/AIDS. (D,W)
W Pimpinan RS
Kepala bidang/divisi/bagian
Kepala unit pelayanan
Ketua/anggota tim HIV/ AIDS
3 Pimpinan rumah sakit D Bukti keterlibatan pimpinan RS dalam 10
berpartisipasi dalam menetapkan menetapkan keseluruhan proses /mekanisme 5
keseluruhan proses/mekanisme dalam pelayanan penanggulangan HIV/AIDS 0
dalam pelayanan termasuk pelaporannya
penanggulangan HIV/AIDS
termasuk pelaporannya. (D,W) W Pimpinan RS
Kepala bidang/divisi/bagian
Kepala unit pelayanan
Ketua/anggota Tim HIV/ AIDS
4 Terbentuk dan berfungsinya Tim R Regulasi yang meliputi 10
HIV/AIDS rumah sakit (D,W) 1) Penetapan TimHIV/AIDS -
2) Pedeoman kerja TimHIV/AIDS 0
3) Program kerja TimHIV/AIDS

5 Terlaksananya pelatihan untuk D Bukti pelaksanaan pelatihan pelayanan 10


meningkatkan kemampuan teknis penanggulanganHIV/AIDS 5
Tim HIV/AIDS sesuai standar. 0
(D,W) W Ketua/anggota Tim HIV/AIDS
Kepala diklat
6 Terlaksananya fungsi rujukan D 1) Buktipelaksanaan rujukan ke fasilitas 10
HIV/AIDS pada rumahsakit sesuai pelayanan kesehatan 5
dengan kebijakan yang berlaku. 2) Bukti daftar pasien HIV/AIDS yangdirujuk 0
(D) 3) Bukti kerjasama dengan fasilitas
pelayanan kesehatan rujukan
7 Terlaksananya pelayanan VCT, D Bukti laporan pelaksanaan pelayanan yang 10
ART, PMTCT, IO, ODHA dengan meliputi VCT,ART, PMTCT, IO, ODHA dengan 5
faktor risiko IDU, penunjang faktor risiko IDU, penunjang 0
sesuai dengan kebijakan. (D)

SASARAN III: PENURUNAN ANGKA KESAKITAN TUBERKULOSIS


Standar 3

Rumah sakit melaksanakan program penanggulangan tuberkulosis di rumah sakit beserta monitoring dan evaluasinya melalui
kegiatan:
a) promosikesehatan;
b) surveilanstuberkulosis;
c) pengendalian faktorrisiko;
d) penemuan dan penanganan kasustuberkulosis;
e) pemberian kekebalan;dan
f) pemberian obatpencegahan.

Maksud dan Tujuan Standar 3, standar 3.1, standar 3.2, Standar 3.3
Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penanggulangan tuberkulosis berupa upaya kesehatan yang mengutamakan aspek
promotif, preventif, tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif yang ditujukan untuk melindungi kesehatan masyarakat,
menurunkan angka kesakitan, kecacatan atau kematian, memutuskan penularan mencegah resistansi obat dan mengurangi dampak
negatif akibat tuberkulosis.

Rumah sakit dalam melaksanakan penanggulangan tubekulosis melalui kegiatan yang meliputi:
a) Promosi kesehatan yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan yang benar dan komprehensif mengenai pencegahan
penularan, penobatan , pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga terjadi perubahan sikap dan perilaku sasaran yaitu
pasien dan keluarga, pengunjung serta staf rumahsakit
b) Surveilans tuberkulosis, merupakan kegiatan memperoleh data epidemiologi yang diperlukan dalam sistem informasi
program penanggulangan tuberkulosis, seperti pencatatan dan pelaporan tuberculosis sensitif obat, pencatatan dan
pelaporan tuberkulosis resistensiobat.
c) Pengendalian faktor risiko tuberkulosis, ditujukan untuk mencegah, mengurangi penularan dan kejadian penyakit
tuberkulosis, yang pelaksanaannya sesuai dengan pedoman pengendalian pencegahan infeksi tuberkulosis di rumah sakit
pengendalian faktor risiko tuberkulosis, ditujukan untuk mencegah, mengurangi penularan dan kejadian penyakit
tuberkulosis,yangpelaksanaannyasesuaidenganpedoman pengendalianpencegahan infeksituberkulosisdirumah sakit
d) Penemuan dan penanganan kasustuberculosis
Penemuan kasus tuberkulosis dilakukan melalui pasienyang datang kerumah sakit, setelah pemeriksaan, penegakan
diagnosis, penetapan klarifikasi dan tipe pasien tuberkulosis. Sedangkan untuk penanganan kasus dilaksanakan sesuai tata
laksana pada pedoman nasional pelayanan kedokteran tuberkulosis dan standar lainnya sesuai dengan
peraturanperundang-undangan.
e) Pemberian kekebalan
Pemberian kekebalan dilakukan melalui pemberian imunisasi BCG terhadap bayi dalam upaya penurunan risiko tingkat
pemahaman tuberkulosis sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
f) Pemberian obatpencegahan
Pemberian obat pencegahan selama 6 (enam) bulan yang ditujukan pada anak usia dibawah 5 (lima) tahun yang kontak erat
dengan pasien tuberkulosisi aktif; orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang tidak terdiagnosa tuberkulosis; pupulasi
tertentu lainnya sesuai peraturanperundang-undangan.

Kunci keberhasilan penanggulangan tuberkulosis di rumah sakit adalah ketersediaan tenaga –tenaga kesehatan yang sesuai
kompetensi, prasarana, sarana dan manajemen yang handal.

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 3
1 Ada regulasi rumah sakit tentang R 1) Regulasi tentang pelaksanaan 10
pelaksanaan penanggulangan penanggulangantuberkulosis -
tuberkulosis di rumah sakit dan 2) Perencanaan RS memuat rencana 0
ada rencana kegiatan kegiatan pelayanan penanggulangan
penanggulangan tuberkulosis tuberkulosis dengan strategiDOTS
dengan strategi DOTS dalam
perencanaan rumah sakit. (R)
2 Pimpinan rumah sakit D Bukti rapat yang melibatkan Pimpinan RS 10
berpartisipasi dalam menetapkan dalam menyusun kegiatan pelayanan 5
keseluruhan proses/mekanisme penanggulangan tuberculosis termasuk 0
dalam program pelayanan menetapkan pelaporannya
tuberkulosis termasuk
pelaporannya. (D,W) W Direktur
Kepala bidang/divisi
Kepala unit pelayanan
Ketua/anggota Tim Tuberkulosis
3 Ada bukti upaya pelaksanaan D 1) Program PKRS tentang upaya 10
promosi kesehatan tentang penanggulangan tuberculosis 5
tuberkulosis. (D,W) 2) Materi edukasi upaya penanggulangan 0
tuberculosis
3) Laporan pelaksanaan edukasi upaya
penanggulangan tuberkulosis

W Ketua/anggota DOTS
Ketua/staf PKRS
4 Ada bukti pelaksanaan surveilans D 1) Bukti pelaksanaan surveilanstuberkulosis 10
tuberkulosis dan pelaporannya. 2) Bukti laporan data surveilans tuberculosis 5
(D,W) dan analisanya, sesuai dengan PPI6 0

W Ketua/anggota Tim DOTS TB


IPCN
5 Ada bukti pelaksanaan upaya D Daftar pasien yang diberikan vaksinasi atau 10
pencegahan tuberculosis melalui obat pencegahan tuberkulosis 5
pemberian kekebalan dengan 0
vaksinasi atau obat pencegahan. W Ketua/anggota Tim DOTS
(D,W) Kepala/staf unit Farmasi
Kepala/staf unit pelayanan terkait
Pasien/keluarga

Standar 3.1
Rumah sakit menyiapkan sumber daya untuk penyelenggaraan pelayanan dan penanggulangan tuberkulosis.

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 3.1
1 Ada bukti terbentuknya tim DOTS R Regulasi yang meliputi : 10
dan program kerjanya. (R) 1) Penetapan TimDOTS -
2) Pedoman kerja TimDOTS 0
3) Program kerja TimDOTS
2 Ada bukti pelatihan pelayanan D Bukti pelaksanaan pelatihan pelayanan 10
dan upaya penanggulangan penanggulangan tuberkulosis 5
tuberkulosis. (D,W) 0
W Ketua/anggota Tim DOTS TB
Kepala diklat
3 Ada bukti pelaksanaan program D Bukti pelaksanaan program kerja Tim DOTS 10
tim DOTS. (D,W) 5
W Ketua/anggota Tim DOTS TB 0
4 Ada bukti pelaksanaan sistem D Bukti pelaksanaan evaluasi dan analisis 10
monitoring dan evaluasi program program penanggulangan pelayanan DOTS 5
penanggulangan tuberkulosis. 0
(D,W) W Ketua/anggota Tim DOTS
Kepala bidang/divisi/bagian
Kepala unit pelayanan
5 Ada bukti pelaporan dan analisis D Bukti laporan dan hasil analisis kegiatan 10
yang meliputi a) sampai dengan f) pelayanan DOTS rumah sakit 5
di maksud dan tujuan. (D,W) 0
W Ketua/anggota Tim DOTS
Kepala unit pelayanan

Standar 3.2
Rumah sakit menyediakan sarana dan prasarana pelayanan tuberkulosis sesuai peraturan perundang-undangan.

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 3.2
1 Tersedia ruang pelayanan rawat O Lihat ruang rawat jalan/poli tuberkulosis yang 10
jalan yang memenuhi pedoman memenuhi prinsip PPI TB 5
pencegahan dan pengendalian 0
infeksi tuberkulosis. (O,W) W Ketua/anggota tim DOTS TB
Kepala/staf rawat jalan
IPCN
2 Bila rumah sakit memberikan O Lihat ruang rawat inap tuberkulosis yang 10
pelayanan rawat inap bagi pasien memenuhi prinsip PPI TB (air borne disease) 5
tuberkulosis paru dewasa maka 0
rumah sakit haru memiliki ruang W Ketua/anggota Tim DOTS TB
rawat inap yang memenuhi Kepala/stafrawat inap
pedoman pencegahan dan IPCN
pengendalian infeksi
tuberkulosis. (O,W)
3 Tersedia ruang pengambilan O Lihat ruang pengambilan spesimen sputum 10
spesimen sputum yang yang memenuhi prinsip PPI TB 5
memenuhi pedoman pencegahan 0
dan pengendalian infeksi W Ketua/anggota Tim DOTS TB
tuberkulosis. (O,W) Kepala/staf laboratorium
IPCN
4 Tersedia ruang laboratorarium O Lihat ruang laboratorium untuk pemeriksaan 10
tuberkulosis yang memenuhi sputum BTA yang memenuhi prinsip PPI TB 5
pedoman pencegahan dan 0
pengendalian infeksi W Ketua/anggota tim DOTS TB
tuberkulosis. (O,W) Kepala/staf laboratorium
IPCN

Standar 3.3
Rumah sakit telah melaksanakan pelayanan tuberkulosis dan upaya pengendalian faktor risiko tuberkulosis sesuai peraturan
perundang-undangan.

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 3.3
1 Rumah sakit memiliki panduan R Panduan Praktik Klinis Tuberkulosis 10
praktik klinis tuberkulosis. (R) -
0
2 Ada bukti kepatuhan staf medis D Bukti kepatuhan staf medis terhadap PPK 10
terhadap panduan praktik klinis Tuberkulosis 5
tuberkulosis. (D,O,W) 0
O Lihat RM pasien

W Ketua/anggota tim DOTS TB


Komite/Tim PMKP
Komite Medis
DPJP
PPA lainnya
Pasien/keluarga
3 Terlaksana proses skrining pasien D 1) Bukti pelaksanaan skrining pasien 10
tuberkulosis saat pendaftaran. tuberkulosisdi 5
(D,O,W) bagianpendaftaran 0
2) Bukti formskrining
O Lihat pelaksanaan proses skrining pasien
Tuberkulosis di bagian pendaftaran

W Petugas pendaftaran/admisi
Pasien/ keluarga
4 Ada bukti staf mematuhi O 1) Lihat kepatuhan staf dalam penggunaan 10
penggunaan alat pelindung diri APD di unit pelayanan pasien tuberculosis 5
(APD) saat kontak dengan (Rawat Inap, Rawat Jalan, Laboratorium, 0
pasien atau specimen. (O,W) saat transferpasien)
2) Lihat ketersediaan APD di unit pelayanan
pasien tuberkulosis (Rawat Inap, Rawat
Jalan,IGD,
Radiologi, Laboratorium)

W PPA
Staf klinis
5 Ada bukti pengunjung mematuhi O 1) Lihat kepatuhan pengunjung dalam 10
penggunaan alat pelindung diri penggunaan APD di unit pelayanan pasien 5
(APD) saat kontak dengan pasien. tuberkulosis (Rawat Inap, RawatJalan) 0
(O,W) 2) Lihat ketersediaan APD untuk pengunjung
di unit pelayanan pasien Tuberkulosis
(Rawat Inap, RawatJalan)

W Pasien/Keluarga
Pengunjung RS
Staf klinis

SASARAN IV: PENGENDALIAN RESISTANSI ANTIMIKROBA

GAMBARAN UMUM
Resistansi terhadap antimikroba (disingkat = resistansi antimikroba, yang dalam bahasa inggris disebut sebagai anti microbial
resistance / AMR) telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia, dengan berbagai dampak merugikan yang dapat menurukan
mutu dan meningkatkan risiko pelayanan kesehatan khususnya biaya dan keselamatan pasien. Yang dimaksud dengan resistansi
antimikroba adalah ketidakmampuan antimikroba membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba sehingga penggunaannya
sebagai terapi penyakit infeksi menjadi tidak efektif lagi.

Meningkatnya masalah resistansi antimikroba terjadi akibat penggunaan antimikro yang tidak bijak dan bertanggung jawab serta
penyebaran mikroba resistan dari pasien ke lingkungannya, karena tidak dilaksanakannya praktik pengendalian dan pencegahan
infeksi dengan baik.

Dalam rangka mengendalikan mikroba resisten di rumah sakit, perlu dikembangkan program pengendalian resistansi antimikroba di
rumah sakit. Pengendalian resistansi antimikroba adalah aktifitas yang ditujukan untuk mencegah dan atau menurunkan adanya
kejadian mikroba resisten.

Dalam rangka pengendalian resistansi antimikroba secara luas baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di komunitas, pada
tingkat nasional telah dibentuk komite pengendalian resistansi antimikroba (KPRA) oleh Kementrian Kesehatan. Di samping itu telah
ditetapkan program aksi nasional atau National Action Plan on Anti Microbial Resistance (NAP-AMR) yang di dukung WHO. Program
pengendalian resistansi antimikroba (PPRA) merupakan upaya pengndalian resistansi secara terpadu dan paripurna di fasilitas
pelayanan kesehatan.

Implementasi program ini di rumah sakit dapat berjalan baik apabila mendapat dukungan penuh dari pimpinan/direktur rumah sakit
berupa penetapan regulasi pengendalian resistansi antimikroba, pembentukan organisasi pengelola, penyediaan fasilitas, sarana dan
dukungan finansial untuk mendukung pelaksanaan PPRA.

Penggunaan antimikroba secara bijak adalah penggunaan antimikroba yang sesuai dengan penyakit infeksi dan penyebabnya dengan
regimen dosis optimal, durasi pemberian optimal, efek samping dan dampak munculnya mikroba resistan yang minimal pada pasien.
Oleh sebab itu diagnosis dan pemberian antimikroba harus disertai upaya menemukan penyebab infeksi dan kepekaan mikroba
pathogen terhadap antimikroba.
Penggunaan antimikroba secara bijak memerlukan regulasi dalam penerapan dan pengendaliannya. Pimpinan rumah sakit harus
membentuk komite/Tim PRA sesuai peraturan perundang-undangan sehingga PPRA dapat dilakukan dengan baik.

Standar 4
Rumah sakit menyelenggarakan pengendalian resistensi antimikroba sesuai peraturan perundang-undangan.

Maksud dan Tujuan Standar 4


Penyelenggaraan pengendalian resistensi antimikroba haruslah dilakukan untuk seluruh unit kerja terkait (dokter, bidan, farmasis,
laboratorium) di rumah sakit dalam dalam tentang kendali direktur rumah sakit. Tersedia regulasi pengendalian resistensi
antimikroba di RS yang meliputi:
a) Kebijakan pengendalian resistensiantimikroba
b) Panduan penggunaan antibiotic untuk terapi dan profilaksispembedahan
c) Organisasi pelaksana, tim/komite PRA yang terdiri dari tenaga kesehatan yang kompeten dariunsur:
 Stafmedis
 Stafkeperawatan
 Staf instalasifarmasi
 Staf laboratorium yang melaksanakan pelayanan mikrobiologiklinis
 Komite farmasi danTerapi
 KomitePPI
Organisasi PRA dipimpin oleh staf medis yang sudah mendapat sertifikat pelatihan PPRA rumah sakit menyusun program
pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit yang terdiri dari:
a) Peningkatan pemahaman dan kesadaran seluruh staf, pasien dan keluarga tentang masalah resistensiantimikroba
b) Pengendalian penggunaan antibiotic di rumahsakit
c) Surveilans pola penggunaan antibiotic di rumahsakit
d) Surveilans pola resistensi antimikroba di rumahsakit
e) Forum kajian penyakit infeksiterintegrasi

Rumah sakit membuat laporan pelaksanaan program atau kegiatan PRA meliputi:
a) Kegiatan sosialisasi dan pelatihan staf tenaga kesehatan tentang pengendalian resistensiantimikroba
b) Surveilans pola penggunaan antibiotic di RS (termasuk laporan pelaksanaan pengendalianantibiotik)
c) Surveilans pola resistensiantimikroba
d) Forum kajian penyakit infeksiterintegrasi

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 4
1 Ada regulasi dan program R Regulasi tentang pengendalian resistensi 10
tentang pengendalian resistensi antimikroba di RS -
antimikroba di rumah sakit sesuai 1) Kebijakan pengendalian resistensi 0
peraturan perundang- undangan. antimikrobaRS
(R) 2) Program pengendalian resistensi
antimikrobaRS
3) Paduan penggunaan antibioticprofilaksis
dan terapi di RS
2 Ada bukti pimpinan rumah sakit D 1) Bukti pelaksanaan rapat tentang 10
terlibat dalam menyusun penyusunan program melibatkan 5
program. (D,W) pimpinanRS 0
2) Bukti program PRA-RS yang sudah
disetujui/ditanda tanganiDirektur

W Direktur
Kepala unit pelayanan
Kepala bidang/divisi
Komite/Tim PRA
3 Ada bukti dukungan anggaran D Bukti tersedianya anggaran operasional PRA 10
operasional, kesekretariatan, dalam dokumen anggaran rumah sakit 5
sarana prasarana untuk O 0
menunjang kegiatan fungsi, dan Lihat kantor sekretariat Komite/Tim PRA yang
tugas organisasi PPRA. (D,O,W) dilengkapi sarana kantor dan ATK
W
Komite/Tim PPRA
4 Ada bukti pelaksanaan D Bukti dalam rekam medis tentang 10 10
pengendalian penggunaan pelaksanaan penggunaan antibiotik sebagai 5
antibiotik terapi dan profilaksis terapi profilaksis pembedahan pada seluruh 0
pembedahan pada seluruh proses proses asuhan pasien sesuai panduan
asuhan pasien sesuai panduang penggunaan antibiotik (PPAB) rumahsakit
penggunaan antibiotic RS.
(D,O,W) O • Lihat pemberian antibiotik profilaksis saat di
kamar operasi sesuaiPPK
• Lihat pemberian antibiotik terapi empirik di
ruangan sesuai PPK danPPAB

W Dokter
Perawat
Apoteker
Komite/tim PPRA
5 Direktur melaporkan kegiatan D Bukti laporan tentang PPRA RS secara berkala 10
PPRA secara berkala kepada minimal 1 (satu) tahun sekali kepada KPRA -
KPRA. (D,W) Kementrian Kesehatan (pada awal tahun) 0

W Direktur RS
Komite/tim PRA

Standar 4.1
Rumah sakit (Tim/Komite PPRA) melaksanakan kegiatan pengendalian resistensi antimikroba.

Maksud dan Tujuan 4.1


Kegiatan pengendalian resistensiantimikroba dirumah sakit secara operasional dilaksanakan oleh organisasiyang dibentuk dan
bertanggung jawab kepada direktur rumah sakit,dalam bentuk komite/tim.
Komite/tim melaksanakan kegiatan pengendalian resistensi antimikrobasesuai program;
a) peningkatan pemahaman dan kesadaran seluruh staf, pasien dan keluarga tentang masalah resistensiantimikroba
b) pengendalian penggunaan antibiotic di rumah sakit
c) surveilans pola penggunaan antibiotic di rumahsakit
d) surveilans pola resistensi anti mikroba di rumahsakit
e) forum kajian penyakit infeksiterintegrasi

Rumah sakit menetapkan dan melaksanakan evaluasi dan analisis indicator mutu ppra sesuai peraturan perundang undangan
meliputi;
1) data kuantitas penggunaan antibiotik diRS
2) data kualitas penggunaan antibiotic diRS
3) pelaksanaan forum kajian penyakit infeksiterintegrasi
4) pengukuran mutu ppra terintegrasi pada indakator mutuPMKP

Rumah sakit melaporkan perbaikan pola sensitifitas antibiotic dan penuruna mikroba resisten sesuai indicator bakteri multi-drug
resistance organism (MDRO), antara lain: bakteri penghasil extended spectrum beta-lactamase (ESBL), Methicillin resistant
Staphylococcus aureus (MRSA), Carbapenemase resistant enterobacteriaceae (CRE) dan bakteri pan-resisten lainnya. (Lihat juga
PPI.6)

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 4.1
1 Ada organisasi yang mengelola R Bukti penetapan komite/tim PPRA yang 10
kegiatan pengendalian resistensi dilengkapi uraian tugas, tanggung jawab dan -
antimikroba dan melaksanakan wewenang serta pedoman kerja 0
program pengendalian resistensi
antimikroba rumah sakit meliputi
a) sampai dengan e) di maksud
dan tujuan. (R)
2 Ada bukti kegiatan organisasi D Bukti pelaksanaan kegiatan komite/tim PRA 10
yang meliputi a) sampai dengan berupa sosialisasi program, pengendalian 5
e) di maksud dan tujuan. (D,W) penggunaan antibiotik, audit antibiotik 0
kuantitif daaan kualitatif, surveilans mikroba
resisten, forum kajian penyakit infeksi
terintegrasi dalam bentuk laporan kegiatan
bulanan

W Komite/tim PRA
PPA
3 Ada penetapan indikator mutu D Bukti penetapan indikator mutu (data 10
yang meliputi a) sampai dengan kuantitas dan kualitas penggunaan AB, 5
d) di maksud dan tujuan. (D,W) pelaksanaanforum kajian penyakit infeksi 0
terintegrasi) yang diintegrasikan pada
indicator mutu PMKP

W Komite/Tim PPRA
Komite/Tim PMKP
4 Ada monitoring dan evaluasi D Bukti hasil pencapaian indikator mutu yang 10
terhadap program pengendalian telah ditetapkan 5
resistensi antimikroba yang 0
mengacu pada indikator W Direktur RS
pengendalian resistensi Komite/Tim PPRA
antimikroba (D,W) Komite/Tim PMKP
5 Ada bukti pelaporan kegiatan D Bukti laporan tentang kegiatan komite/tim 10
PPRA secara berkala dan meliputi PRA secara berkala kepada Direktur RS 5
butir a) sampai dengan d) di Laporan realisasi program dalam bentuk 0
maksud dan tujuan. (D,W) laporan triwulan, semester dan tahunan

W Komite/Tim PRA
Direktur RS

SASARAN V: PELAYANAN GERIATRI


Standar 5

Rumah sakit menyediakan pelayanan geriatri rawat jalan, rawat inap akut dan rawat inap kronis sesuai dengan tingkat jenis
pelayanan.

Maksud dan Tujuan Standar 5 dan Standar 5.1


Pasien geriatri adalah pasien lanjut usia dengan multi penyakit/gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi
dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara tepadu dengan pendekatan multi disiplin yang bekerja sama secara
interdisiplin. Dengan meningkatnya sosial ekonomi dan pelayanan kesehatan maka usia harapan hidup semakin meningkat, sehingga
secara demografi terjadi peningkatan populasi lanjut usia. Sehubungan dengan itu rumah sakit perlu menyelenggarakan pelayanan
geriatri sesuai dengan tingkat jenis pelayanan geriatri:
a) tingkatsederhana
b) tingkatlengkap
c) tingkatsempurna
d) tingkatparipurna

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 5
1 Ada regulasi tentang R 1) Regulasi tentang penyelenggaraan 10
penyelenggaraan pelayanan pelayanangeriatrik -
geriatri di rumah sakit sesuai 2) Perencanaan RS memuat rencana 0
dengan tingkat jenis layanan. (R) penyelenggaraan pelayanan geriatri
2 Terbentuk dan berfungsinya tim R Regulasi yang meliputi: 10
terpadu geriatri sesuai tingkat 1) Penetapan TimPPRA 5
jenis layanan. (R,D,W) 2) Pedoman kerja TimPPRA 0
3) Program kerja TimPPRA

D Laporan pelaksanaan kegiatan tim terpadu


geriatri
W Ketua/anggota Tim Terpadu Geriatri
Kepala bidang/divisi/bagian
3 Terlaksananya proses D Bukti pelaksanaan monitoring dan evaluasi 10
pemantauan dan evaluasi kegiatan pelayanan Geriatri 5
kegiatan. (D,O,W) 0
O Lihat hasil monitoring dan evaluasi kegiatan
pelayanan geriatrik

W Ketua/anggota Tim Terpadu Geriatri


4 Ada pelaporan penyelenggaraan D Bukti laporan hasil monitoring dan evaluasi 10
pelayanan geriatri di rumah sakit. penyelenggaraan Pelayanan Geriatri 5
(D,W) 0
W Ketua/anggota Tim Terpadu Geriatri
Kepala bidang/divisi
Kepala unit pelayanan

Standar 5.1
Rumah Sakit melakukan promosi dan edukasi sebagai bagian dari Pelayanan Kesehatan Warga Lanjut usia di Masyarakat Berbasis
Rumah Sakit (Hospital Based Community Geriatric Service).

Elemen Penilaian
No Telusur Skor I II III IV
Standar 5.1
1 Ada regulasi tentang edukasi R 1) Program PKRS tentang Pelayanan 10
sebagai bagian dari Pelayanan Kesehatan Warga Lanjut usia di -
Kesehatan Warga Lanjut usia di Masyarakat Berbasis RumahSakit 0
Masyarakat Berbasis Rumah Sakit 2) Materi edukasi Pelayanan Kesehatan
(Hospital Based Community Warga Lanjut usia di Masyarakat Berbasis
Geriatric Service). (R) RumahSakit
3) Laporan pelaksanaan edukasi Pelayanan
Kesehatan Warga Lanjut usia di
Masyarakat Berbasis RumahSakit
2 Ada program PKRS terkait D Bukti penetapan program PKRS yang memuat 10
Pelayanan Kesehatan Warga kegiatan Pelayanan Kesehatan Warga Lanjut 5
Lanjut usia di Masyarakat usia di Masyarakat Berbasis Rumah Sakit 0
Berbasis Rumah Sakit (Hospital (Hospital Based Community Geriatric Service)
Based Community Geriatric
Service). (D,W) W Kepala/staf PKRS
Ketua/Anggota Tim Terpadu Geriatri
3 Ada leaflet atau alat bantu D Bukti leaflet atau alat bantu edukasi memuat 10
kegiatan (brosur, leaflet dll). materi edukasi tentang pelayanan kesehatan 5
(D,W) warga lanjut usia di masyarakat 0

W Kepala/staf PKRS
Ketua/Anggota Tim Terpadu Geriatri
Pasien/keluarga
4 Ada bukti pelaksanaan kegiatan. D Bukti laporan pelaksanaan edukasi warga 10
(D,O,W) lanjut usia di masyarakat 5
0
O Lihat pelaksanaan edukasi untuk pelayanan di
Masyarakat

W Ketua dan anggota Tim PKRS


Ketua dan Anggota Tim Terpadu Geriatri
PPA pelayanan Geriatri
5 Ada evaluasi dan laporan D Bukti evaluasi dan laporan kegiatan 10
kegiatan pelayanan. (D,W) pelayanan meliputi: 5
1) Pencatatan kegiatandenganindikator 0
antara lain lama rawat inap,status
fungsional, kualitas hidup,
rehospitalisasi dan kepuasan pasien
2) Bukti pelaporan secara berkala kepada
pimpinan RS

W Pimpinan RS
Ketua/anggota Tim Terpadu Geriatri
Asesmen Prognas tgl Februari 2020

BAB Score Fakta analisa Rekomendasi


Prognas
Prognas 1 Ponek 6 25
EP 1 0 Regulasi yan ponek On proses
Program kerja
2 5 UMAN tentang rapat progam On Proses th 2020
kerja dan yan Ponek tiap bulan
3 5 Daftar jaga PPA terkait (Obgyn, Cari yg th 2020
ANak, Anestrsia, Tim OK, tiap bulan
Perawat, bidan) th 2019
4 10 MOU rujukan dg RSSA ada
Daftar pasien yg dirujuk
Bukti Pelaksanaan rujukan.
5 5 Monitoring penilaian terkait Belum ada
dg IMD ( IMD, Edukasi, Catatan
pelaksanaa, IMD, RG dll, Pojok
laktasi).
6 0 Pelaporan dan analisis: Belum ada
1. HHP
2. Kasus PE
3. Kasus Infeksi nifas
4. Kasus partus lama
5. ANC
Stdar 1.1 4 15
EP 1 0 SK Tim Ponek Revisi pedoman
Program kerja Tim Ponek dan program kerja
Pedoman kerja Tim Ponek Tim Ponek
2 10 Pelatihan ponek (sertifikat, ) Belum ada
IHT ponek : sertifikat, Uman ,siapkan
Unadangan , daftar hadir, Pre
test,Posttest
3 0 Laporan yg th 2020 Mohon dilengkapi
4 5 Denah ruang ponek (IGD, IRJ, Melengkapi alat
Ruang maternal dan neonates) dilahan
Std 1.2 3 15
EP 1 5 Contoh dokumen Foto Ada, persiapan
Dok RM ( Neonatus0 yg observasi di lahan
diinstruksikan RG)
2 5 Contoh pelayanan RG ada Siapkan untuk (O)
3 5 Contoh layana metode Siapkan untuk (O)
kanguru./

Stadr 2 HIV 7 15
HIV
EP1 10 Pedoman yan HIV Sedang Revisi
Program Kerja Sedang Revisi
SK TIM HV Revisi

Sudah ada konselor HIV


nasional tapi belum ada Poli Menyedikan poli
VCT VCT/ siapkan
tulisan Poli VCT di
IRJ.
2 0 UMAN rencana pelatihan HIV Belum dibuat
bulan feb.
Uman rapat berikutnya th 2020
3 0 UMAN dan Laporan 3 bulanan Siapkan dokumen
(yg dari lab baru bulan) th UMAN
2020 yg 3 bulanan
4 5 Ketua TIM HIV dr IREN Lanjutkan revisi
Pedo man dan program kerja
masih revisi
5 0 Dok laporan pelatihan HIV Belum disiapkan
lengkap
6 0 MOU dengan RS Unisma Diperbaharui
berakhir bulan juni 2020. Pada pasien yg
Belum ada contoh rujukan ditegakkan
pada pasien HIV yg ditemukan diagnosdenya di
di Per sada. Padahal kasusnya Persda maka saaat
ada KRS harus diberi
rujukan ke RS
Unisma
7 0 Laporan pasien HIV yang Siapkan laporan
dirawat di Persda th 2019 dan tsb
2020.
VCT : laporan konseling HIV dg
Pak Beni.
ART : laporan rujukan ke RS
Unisma.
PMTCT : Laporan ANC rajal.
Infeksi oprtunistik: minta
laporan pasien MRS dg HIV ke
RM (Pak Hengky).
ODHA dg IDU
STdr 3 TBC 5 0
EP 1 0 Pedoman yan TB juli 2018 Revisi
Program kerja yg th 2020 Belum
Pengorganisasian TB DOTS Revisi
Rujukan TB DOTS (RSSA Belum ketemu
MOU ?)
2 0 Uman sesuai di program kerja Belum ada
(3 bulan sekali).
3 0 Program PKRS tentang TB yang Belum ada yg th
th 2020 2020
4 0 L aporan Survielance TB ada th Minta th 2020
2019
5 0 Laporan imunisasi th 2019 dan Belum ada
th 2020
Stdr 3.1 5 5
EP 1 0 TIM TB DOTS revisi revisi
Pedoman kerja TB DOTS dan
Program kerja
2 5 Ada 3 orang anggota TIM Lanjutkan
1 orang dg sertifikat. 1 orang pelatihan terkait
sertifikat blm jadi, 1 orang Pelayanan TB,
belum brgkt pelatihan. siapkan
sertifikatnya
3 0 Laporan program kerja tim dot Belum ada
2020
4 0 Laporan tribulan 2020 belum Belum ada
ada
5 0 Laporan memenuhi a sd f Belum semuanya
dalam maksud dan tujuan siap.
Stdr 3.2 4 35
EP 1 10 Pengaturan ruang periksa TB di
IRJ
2 10 Isolasai air borne
3 5 Ruang pengambilan spootum Perbaikan ruang
pengambilan
spootum
4 10 Lab TB ada
STdr 3.3
EP 1 10 PPK 5 15
2 0 Laporan monev kepatuhan staf Buat ceklis
medis terhadap PPK (TBC) monitoring
evaluasi
kepatuhan PPK.
3 5 Di TPP form fastrack
Di Poliklinikm Form skrining
4 0 Kepatuahn penggunaaan APD Minta PPI
terkait pelyana TBC
5 0 Sipkan APD (masker )( di TPP
dan ruang tunggu poliklinik.
Standar 4 PPRA 5 15
EP 1 0 PMK n8 th 2015 Belum dibuat
Kebijakan PPRA ada regulasinya
Program kerja
Panduan penggiunaan ab
profilaksis
2 5 UMAN setiap rapat. Ada 2
kurang yg th 2020 yg lain
Bukti program kerja ada blm di
TTD direktur
3 10 Lampiarn RAB
4 0 Ada dokumen penggunaaa AB
propilaksis tapi blm sesuai dg
panduan (panduan blm ada)
5 0 Belum ada laporan direktur ke
KPRA .
Laporan penggunaan AB
empiric belum ada
Stdr 4.1
EP 1 10 SK komite /Tim PRA 5 10
2 0 Bukti laporan bulanan
kegiatan tim PRS RS :
1.Sosialisasi program
2.Pengendalian Penggunaan
AB.
3. Audit AB kuantitatif &
kualitatif.
4.Surveilens mikroba resisten.
5.Forum kajian peny infeksi
3 0
4 0
5 0
STDR 5 Geriatri 4 5
EP 1 0 Pedoman pelayanan On proses
Program Kerja 2020 Belum
SK direktur Ada
Program kerk]j ath 2020 ada
2 5 Penetapan Tim geriatric ada
Program kerja dan
Pedomannya on proses
3 0 Laporan monev yan geriatric 3
bulanan
4 0 Dokumen sesai EP 3.
Menyiapkan (W0) Ka Unit
StdP 5.1 5 40
Ep 1 5 Program Kerja TIM PKRS yg Minta ke pkrs
terkait Geriatri.
Laporan KIE dg Pos yandu
lansia ada

2 10 Laporan kegiatan ada


3 10 leflet ada
4 5 Ada laporan th 2019. Tambahkan
Kepuasan ;pelanggan , k laporan 2020 dan
eluarga pasien foto.
Buat kuesioner
kepuasan : pasien
lansia yang di
layani di Rajal,
Ranap atau yg di
home care.
5 5

Rekapitulasi hasil asesmen dokumen Prognas tgl 4 maret 2020

No Standar € Standar € EP € Score % Capaian


1 Ponek 3 13 55 55/130 = 42, 30 %
2 HIV 1 7 15 15/70 = 21,42 %
3 TB 4 19 55 55/190 = 28,94 %
4 PPRA 2 10 25 25/100 = 40 %
5 Geriatri 2 9 45 45/90 = 50 %
TOTAL 33.62%

STANDAR: 12 EP: 58
TDD: -
Capaian : 195/580 = 33,62%