Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS DENGAN MENGGUNAKAN INFORMASI AKUNTANSI

DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI ATAU


MEMBUAT SENDIRI BAKSO MAS PARJO TALLO LAMA MAKASSAR
Oleh:
1. Rafida Nur
2. Ririn Widya Putri
3. Mutmainnah Ruman
4. Suci Indah Lestari Idris
5. Anisa
6. Okarenaldi
7. Khaerun Nisa
8. Zulkifli
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Makassar
email:
1. Rafidanuramir@gmail.com
2. ririn.wp47@gmail.com
3. mutmainnah99796@gmail.com
4. Suciindah788@gmail.com
5. Ann931295@gmail.com
6. Okarenaldi999@gmail.com
7. khaerunisakhaerunisa@gmail.com
8. @zulkifliamandapaisal@gmail.com

ABSTRAK

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak pada persaingan dunia


usaha yang semakin ketat, baik perusahaan yang bergerak di bidang industri,
perdagangan maupun jasa. Berhasil tidaknya perusahaan dalam mencapai tujuannya
tergantung pada manajemen perusahaan tersebut, apakah manajemen suatu perusahaan
sudah mampu mencapai tujuan perusahaan sebenarnya, baik itu jangka pendek maupun
jangka panjang. Sehingga dalam menjalankan kegiatan suatu perusahaan, maka
seringkali manajemen dihadapkan pada beberapa pilihan atau alternatif dari aktivitas
yang dilakukan. Analisis biaya diferensial sangat diperlukan sesuai dengan masalah
yang dihadapi oleh perusahaan dalam usaha meningkatkan laba dan mengurangi
kerugian. Biaya diferensial didefinisikan sebagai perbedaan biaya yang timbul akibat
adanya keputusan tertentu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis biaya diferensial
dalam pengambilan keputusan memproduksi sendiri atau membeli bahan baku pada
Rumah Makan. Bakso Mas Parjo Tello Lama Makassar. Metode analisis yang
digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dilihat dari biaya
diferensial menunjukan biaya yang akan dikeluarkan lebih kecil apabila pihak
manajemen memproduksi sendiri dari pada membeli dari pemasok.

Kata kunci: biaya diferensial, produksi bahan baku

ABSTRACT
The development of science and technology has an impact on increasingly fierce business
world competition, both companies engaged in industry, trade and services. The success or
failure of the company in achieving its goals depends on the company's management,
whether the management of a company has been able to achieve the company's actual goals,
both short and long term. So that in carrying out the activities of a company, then often
management is faced with several choices or alternatives to the activities carried out.
Differential cost analysis is needed in accordance with the problems faced by the company in
an effort to increase profits and reduce losses. Differential costs are defined as differences in
costs incurred due to certain decisions. The purpose of this study was to analyze the
differential costs in making decisions for self-production or buying raw materials at
restaurants. Bakso Mas Parjo Tello Lama Makassar. The analytical method used is
quantitative descriptive method. The results of the study are seen from the differential costs
showing the costs to be incurred are smaller if the management produces itself rather than
buying from suppliers.

Keywords: differential costs, raw material production


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Situasi dan kondisi perokonomian saat ini, pihak manajemen mendapat tantangan yang berat
untuk mempertahankan dan mengembangkan perusahaan, apalagi untuk mencapai tujuan
perusahaan yang umumnya ingin mendapat laba semaksimal mungkin. Pihak menajemen
harus jelih dalam mengambil keputusan khususnya mengenai penjualan. Pengambilan
keputusan bukanlah hal yang mudah, karena menyangkut masa mendatang yang akan
dihadapi perusahaan yang sering diliputi ketidakpastian. Mengurangi ke tidak pastian itulah
dibutuhkan informasi. Informasi dalam perusahaan datang dalam bentuk yang berlainan
sehingga sering kali ditemui kesulitan informasi mana yang paling relevan untuk suatu
pengambilan keputusan. Salah satu informasi penting untuk perencanaan dan pengambilan
keputusan adalah mengenai informasi analisis biaya diferensial.

Biaya diferensial adalah biaya di masa yang akan datang yang berbeda dengan satu kondisi
dibandingkan dengan kondisi-kondisi yang lain/ biaya yang berbeda diantara alternatif. Arus
globalisasi yang melanda dunia membuat perekonomian semakin terbuka melewati jarak dan
batas antar negara. Tidak ada satu negara pun yang tidak terpengaruh oleh perkembangan
perekonomian global. Di tengah situasi perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang
ini, setiap perusahaan dituntut untuk lebih efisien agar dapat bertahan. Inefisiensi yang
membawa dampak negatif bagi daya saing perusahaan harus dihilangkan. Salah satu untuk
meningkatkan efisiensi perusahaan adalah dengan memproduksi produk yang berkualitas.
Perusahaan pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan laba, agar mampu
mempertahankan kelangsungan hidupnya serta memperluas usahanya.

Pada informasi akuntansi diferensial, manajemen menghadapi empat macam dalam


pengambilan keputusan jangka pendek, yaitu pertama, membeli atau membuat sendiri, salah
satu pemicu timbulnya pertimbangan untuk membeli atau memproduksi sendiri adalah
penawaran dipemasok luar untuk suatu komponen produk berada dibawah biaya produksi
komponen itu sendiri. Kedua, menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk, dalam hal
ini manajemen membandingkan biaya tambahan yang akan dikeluarkan untuk memproses
lebih lanjut dengan pendapatan tambahan. Ketiga, menghentikan atau melanjutkan produksi
produk tertentu, jika biaya terhindarkan lebih besar dari pendapatan yang hilang akibat
dihentikannya produksi produk, maka alternatif penghentian tersebut sebaiknya dipilih dan
jika biaya terhindarkan lebih kecil dari pendapatan yang hilang akibat dihentikannya
produksi produk, maka alternatif tersebut sebaiknya tidak dipilih. Keempat, menerima atau
menolak pesanan khusus, dimana terdapat beberapa kondisi yang diperlukan agar pesanan
khusus dapat dipertimbangkan.

Rumah makan Bakso mas Parjo Tallo Lama Makassar adalah usaha kuliner yang dimana
dalam menjalankan aktivitas usahanya, perusahaan memerlukan bahan baku yang diperoleh
sendiri atau diperoleh dari luar perusahaan sehingga dapat dilihat dari kelancaran proses
produksi dalam perusahaan, maka perusahaan harus berusaha menyediakan sesuai dengan
kebutuhan, dan pengawasan bahan baku maka perusahaan dapat mengurangi biaya-biaya
yang tidak perlu atau dinilai cukup mahal tetapi tidak efisien dan menghitung biaya
diferensial yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan dalam
upaya meningkatkan laba perusahaan.

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya diferensial dalam pengambilan
keputusan
memproduksi sendiri atau membeli bahan baku pada RM. Bakso Mas Parjo Tallo Lama
Makassar.
TINJAUAN PUSTAKA
Akuntansi
Charles Thomas Horngren dan Walter T. Harrison adalah Akuntansi merupakan suatu sistem
atau alat informasi yang digunakan sebagai pengukur aktivitas bisnis, pengolahan data
menjadi laporan, dan sebagai alat untuk menyampaikan hasil untuk para pengambil
keputusan pada suatu lembaga atau perusahaan. Littleton adalah suatu perhitungan
komparasi atau perbandingan antara biaya yang dikeluarkan dengan pencapaian hasil yang
merupakan sebuah prestasi atas usaha yang telah dilakukan. Soemarso S.R. Akuntansi adalah
sebuah proses untuk mengukur, mengidentifikasi, dan mengumpulkan data untuk dijadikan
laporan informasi ekonomi, yang akan ditindaklanjuti untuk memberikan penilaian dan
sebagai dasar pengambilan keputusan pihak terkait yang membutuhkan data atau informasi
tersebut.
Akuntansi manajemen
Mulyadi mendefinisikan akuntansi manajemen adalah informasi keuangan dihasilkan oleh
tipe akuntansi manajemen, yang dimanfaatkan oleh pemakai intern entitas. Menurut Halim &
Supomo, akuntansi manajemen adalah kegiatan yang menghasilkan informasi keuangan
untuk manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi
manajemen. CIMA mendefinisikan akuntansi manajemen sebagai proses identifikasi,
pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi, dan komunikasi informasi yang
digunakan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi dan pengendalian dalam
suatu entitas dan untuk memastikan sesuai dan akuntabilitas penggunaan sumber daya
tersebut. Akuntansi manajemen juga meliputi penyusunan laporan keuangan untuk kelompok
non-manajemen seperti pemegang saham, kreditur, badan pengatur dan otoritas pajak.

Biaya Diferensial
Supriyono (2002:399) menyatakan: “ Biaya diferensial adalah biaya yang berbeda pada
berbagai alternatif pengambilan keputusan yang mungkin untuk dipilih”. Sunarto (2004:60)
menyatakan:“ Biaya diferensial adalah biaya masa yang akan datang yang diperkirakan akan
berbeda atau terpengaruh oleh suatu pengambilan keputusan pemilihan diantara berbagai
macam alternatif. Biaya tersebut relevan dengan analisis yang dilakukan oleh manajemen
untuk pengambilan keputusan”. Mulyadi2002:118) menyatakan: Biaya diferensial adalah
biaya masa yang akan datang yang diperkirakan akan berbeda (differ) atau terpengaruh oleh
suatu pengambilan keputusan pemilihan antara berbagai macam alternatif-alternatif”.
Biaya
Mulyadi (2012:7) mengungkapkan bahwa biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang
diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk
tujuan tertentu. Dalam arti sempit biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan sumber
ekonomi untuk memperoleh aktiva (harga pokok). Simamora (2012 : 40) menjelaskan biaya
adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan (dibayarkan) untuk barang atau jasa yang
diharapkan memberikan manfaat (pendapatan) pada saat ini atau di masa mendatang bagi
perusahaan. Berdasarkan dari definisi-definisi di atas tentang biaya maka digunakan
akumulasi data biaya untuk keperluan penilaian persediaan dan untuk penyusunan laporan-
laporan keuangan di mana data biaya jenis ini bersumber pada buku-buku dan catatan
perusahaan. Tetapi, untuk keperluan perencanaan analisis dan pengambilan keputusan, sering
harus berhadapan dengan masa depan dan berusaha menghitung biaya terselubung (imputed
cost), biaya deferensial, biaya kesempatan (oppurtunity cost) yang harus didasarkan pada
sesuatu yang lain dari biaya masa lampau

Penelitian Terdahulu
Wanda J.N. Tumbol1 Agus T. Poputra Treesje Runtu3 dengan judul: ANALISIS DENGAN
MENGGUNAKAN INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI ATAU MEMBUAT SENDIRI BAKSO
PADA BAKSO PASURUAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis penggunan informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan keputusan
membeli atau membuat sendiri bakso. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa
membuat bakso sendiri lebih menguntungkan di bandingkan dengan membeli bakso yang
telah jadi dari pemasok.

Styven Farera Nainggolan1 , Ventje Ilat2, Winston Pontoh3 dengan judul : ANALISIS
BIAYA DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI ATAU
MEMPRODUKSI SENDIRI PADA RM. MINANG PUTRA. Jenis penelitian ini adalah
penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode ini digunakan untuk
menganalisis masalah dengan cara mendeskripsikannya pada data-data yang sudah ada,
berupa tabel perhitungan biaya produksi untuk mengetahui perbandingan biaya produksi
daging ayam yang dapat memberikan gambaran maupun uraian jelas mengenai analisis biaya
diferensial dalam pengambilan keputusan membeli atau memproduksi sendiri daging ayam
pada RM. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebaiknya RM Minang Putra memilih
alternatif memproduksi sendiri dari pada membeli dari luar karena dengan memproduksi
daging ayam sendiri terjadi penghematan biaya yang cukup besar sebanyak Rp. 977.500.000
sehingga bisa lebih menguntungkan usaha. Selain itu, RM Minang Putra sebaiknya
memproduksi sendiri daging ayam karena mendapatkan selisih laba yang tinggi
dibandingkan membeli dari luar daging ayam agar supaya menguntungkan perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis biaya peluang yang muncul jika RM Minang Putra menyewakan
lahan (kandang) maka memproduksi sendiri menduduki posisi lebih mahal sehingga pada
posisi ini keputusan akan beralih menjadi membeli dari luar. Berdasarkan hasil penelitian,
RM. Minang Putra memilih alternatif membeli dari luar daging ayam karena dalam
memproduksi daging ayam membutuhkan jangka waktu 3 bulan sehingga tidak
memungkinkan rumah makan memproduksi sendiri untuk kebutuhan sehari.
Meotde Penelitian
Jenis Data Dan Sumber Data
1. Jenis Data
Kuncoro (2004:25), menyatakan data berdasarkan jenis terbagi dua, yaitu sebagai
berikut:
a. Data kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan
bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik
perhitungan matematik atau statistika. Data kuantitatif dalam penelitian ini
yaitu data biaya produksi dalam usaha tersebut.
b. Data kualitatif yaitu data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk
angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam wawancara, analisis
dokumen, atau observasi. Data kualitatif yang akan diambil seperti
wawancara mengenai proses pengambilan keputusan membeli atau
memproduksi sendiri bahan bakso.

2. Sumber Data
Data adalah keterangan-keterangan tentang suatu hal. Dalam penelitian ini sumber
data yang digunakan, dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Data primer, Merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara
langsung dari sumber asli (tidak melalui medis perantara). Data primer dapat
berupa subjek (orang) secara individual/kelompok, kejadian/kegiatan dan
hasil-hasil pengujian. Data primer pada penelitian ini di dapat dengan
mengumpulkannya secara langsung seperti wawancara dengan pemilik usaha
Bakso Pasuruan.
b. Data sekunder, Merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti
secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh
pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan, atau laporan yang
telah tersimpan dalam arsip yang dipublikasikan dan yang tidak
dipublikasikan. Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari bahan yang
tersedia di buku dan sumber yang lain yang berkaitan dengan penelitian ini.
Teknik Pengumpulan
Data Teknik Pengumpulan Data sebagai berikut :
1. Penelitian Awal Suatu penelitian dimana hal ini dilakukan untuk memperoleh
gambaran mengenai objek penelitian sehingga dapat mengetahui dan menentukan
permasalahan yang dihadapi.
2. Penelitian Lapangan (Field Search) Suatu penelitian dimana data diperoleh melalui
penelitian yang langsung dilakukan pada perusahaan yang bersangkutan dimana
diambil sebagian besar diperoleh dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut.
a. Observasi
Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke
objek yang diteliti dengan mengamati apa yang menjadi sasaran dalam
pengambilan data sesuai dengan apa yang diperlukan.
b. Wawancara
Metode pengumpulan data dengan mengadakan Tanya jawab langsung dengan pihak-
pihak yang terkait guna memperoleh keterangan tentang hal-hal yang menjadi obyek
penelitian dan mengharapkan memperoleh gambaran obyek yang diteliti.

Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis
deskriptif. Metode ini merupakan suatu metode yang bertujuan menguraikan,
membandingkan, memberikan gambaran perusahaan, dan menerangkan suatu data kemudian
dianalisa sehingga dapat membuat kesimpulan sesuai dengan infrmasi dan data yang telah
ada. Penelitian ini juga menggunakan analisis kuantitatif, dan analisis kuantitatif yang
digunakan yaitu informasi akuntansi diferensial karena menghitung biaya produksi
perusahaan, dengan cara membandingkan biaya prooduksi pada saat membuat sendiri bakso
tersebut dengan harga bakso yang ditawarkan oleh pemasok.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Bakso Mas PARJO Tallo Lama Makassar merupakan sebuah unit usaha yang bergerak
di bidang kuliner yang masih terus berkembang dan maju sampai saat ini.

Uraian Hasil Penelitian


Penggolongan Biaya

Untuk lebih memudahkan perhitungan, maka sangat diperlukan penggolongan biaya yang
dapat berguna bagi Bakso Mas Parjo dalam pengambilan keputusan membeli atau membuat
sendiri. Sebelum dilakukan penerapan biaya diferensial dalam pengambilan keputusan
membuat sendiri atau membeli produk setengah jadi, perusahaan terlebih dahulu akan
menganalisis dengan menyajikan data mengenai, biaya bahan baku, biaya overhead, biaya
tenaga kerja langsung dan data lainnya dalam produksi.

HPP Bakso Mas Parjo dalam memproduksi Bakso sendiri

NO. Jenis Biaya Jumlah Total


1. Biaya Bahan Baku
Daging Sapi Rp. 7.500.00
Tepung Rp. 750.000
Kanji Rp. 150.000
Biaya Gilingan Rp. 600.000
Vitsin Rp. 60.000
Lada Halus Rp. 105.000
Telur Rp. 1.200.000
Bawang Putih RP. 90.000
Bawang Merah Rp. 150.000
Rp. 10.615.000
Total Bahan Baku Langsung
Rp. 1.050.000
Biaya gas
2. Rp. 500.000
Biaya Listrik
Total biaya overhead pabrik Rp. 1.550.000
Koki Rp. 1.500.000
3
Total biaya tenaga kerja langsung Rp. 1.500.000
Rp. 13.665.000
TOTAL HARGA POKOK PRODUKSI

Tabel 1. Perhitungan HPP bakso Mas Parjo dalam memproduksi bakso sendiri

Perhitungan yang telah di lakukan diatas, untuk memproduksi bakso kecil sebanyak
7.000 butir dan bakso telur sebanyak 1.200 butir, perusahaan perlu mengeluarkan biaya
sebesar Rp. 13.665.000 atau dengan kata lain Rp. 4.555 perbutir bakso telur dan Rp.
1.171,29 perbutir bakso kecil.

HPP Bakso Mas Parjo jika membeli dari pemasok


Pilihan selain membuat bakso sendiri, perusahaan juga dapat membeli bakso jadi dari
pemasok luar. Dapat dipastikan ada beberapa pemasok yang menawarkan bakso kepada
perusahaan sebagai bahan baku dengan bermacam-macam harga, mengantarkan langsung,
hal ini tentu saja menghemat biaya angkut, tenaga, dan waktu. Harga beli yang di tawarkan
pemasok untuk bakso kecil adalah Rp. 1.400 dan bakso telur adalah Rp. 5.500 untuk
perbijinya. Jadi jika perusahaan memutuskan untuk membeli bakso dari pemasok untuk
perbulannya adalah 7.000 butir bakso kecil dan 1.200 untuk bakso telur, maka perusahaan
memerlukan sebesar Rp. 16.400.000.

Perbandingan Biaya Jika Membeli dari pemasok atau membuat sendiri menggunakan
Analisis biaya Diferensial

Tabel 2. Perbandingan biaya Differensial membeli atau membuat sendiri.

Keterangan Membuat Sendiri Membeli


BBB Rp. 10.615.000 -
BTK Langsung Rp. 1.500.000 -
Biaya Overhead Pabrik Rp. 1.550.000 -
Harga Beli
Bakso kecil Rp. 1.400 X 7.000 butir - Rp. 9.800.000
Bakso telur Rp. 5.500 X 1.200 butir - Rp. 6.600.000
Total Biaya Diferensial Rp. 13.665.000 Rp. 16.400.000
Penghematan Biaya Rp. 2.735.000

Pembahasan

Perbandingan anasisis akuntasi diferensial menggunakan biaya diferensial dapat


diputuskan Perusahaan lebih baik memilih membuat sendiri bakso dibandingkan dengan
membeli dari pemasok. Total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sendiri lebih kecil
daripada membeli dari pemasok. Karena dengan mengambil keputusan membuatsendiri
bakso biaya yang dikeluarkan lebih kecil atau lebih kemat dibandingkan dengan membeli
dari pemasok. Biaya diferensial yang diperoleh pihak Bakso Mas Parjo jika membeli bakso
dari pemasok lebih besar dibandingkan dengan membuat sendiri.
Perusahaan lebih baik memilih membuat sendiri bakso dibandingkan dengan membeli
dari pemasok. Hal ini dikarenakan total biaya yang akan dikeluarkan oleh pihak perusahaan
jika membuat sendiri lebih kecil daripada dengan membeli dari pemasok. Dengan mengambil
keputusan membuat sendiri bakso, biaya yang dikeluarkan lebih kecil atau lebih hemat jika
dibandingkan dengan membeli dari pemasok. Biaya diferensial yang diperoleh pihak Bakso
Mas Parjo jika membeli bakso dari pemaso menjadi lebih besar.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Wanda J.N. Tumbol1 Agus T. Poputra Treesje
Runtu3, juga menunjukan pengambilan keputusan membuat sendiri bahan baku lebih
mendapatkan penghematan biaya yang menguntungkan perusahaan. Begitu juga penelitian yang
dilakukan oleh Styven Farera Nainggolan1 , Ventje Ilat2, Winston Pontoh3 dari hasil penelitian
menunjukan perusahaan menerima pesanan khusus karena pendapatan dari pesanan khusus lebih
besar dari biaya pesanan khusus sehingga perusahaan akan memperoleh peningkatan laba.

PENUTUP

Kesimpulan

Kesimpulan penelitian ini

Penggunaan informasi biaya differensial sangat berguna bagi perusahaan bakso dalam
pengambilan keputusan. Sebuah keputusan terbaik dapat diperoleh dengan cara membuat
perbandingan harga yang dikeluarkan untuk membuat sendiri atau membeli dari pemasok.
Sehingga keuntungannya pun dapat diketahui dengan jelas.

Saran

Saran bagi pengusaha bakso yang ada di daerah Makassar sebaiknya membuat bakso sendiri
dibandingkan membeli bahan jadi dari pemasok, karena biaya yang dikeluarkan lebih sedikit sehingga
terjadi penghematan biaya, walaupun waktu dan tenaga dibutuhkan lebih banyak.

DAFTAR PUSTAKA

Bonde ,R.A 2015. “Analisis Biaya Differensial Dalam Mengambil Keputusan Memproduksi
Sendiri Atau Membeli Bahan Baku ada RM. Bakso Ba’nyuk Nyang Manado”. Jurnal Riset
Ekonomi, Manajemen.
Rantung, D. 2014. “Penerapan Baiya Differensial Dalam Pengambilan Keputusan Membeli
Atau Memproduksi Sendiri Pada RM. Angsit Tompaso”. Jurnal Riset Ekonomi,Manajemen,
ejournal.unsrat.ac.id

Tumbol, W.J.N, and Poputra, A.T. 2014. Analisi Dengan Menggunakan Informasi Akuntansi
Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Membeli Atau Membuat Sendiri Bakso Pada
Bakso Pasuruan, Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi.