Anda di halaman 1dari 2

TUGAS HUKUM KESEHATAN DI RUMAH SAKIT

SESI 3
Nama Dosen : R Fresley Hutapea, SH., MH., MARS
Nama Mahasiswa : Aep Saepudin
Nama Dosen : 20190309058
Prodi : MARS/Angkatan 8/ Kelas B

SOAL:
1. Masalah –masalah dalam persyaratan perizinan rumah sakit
2. Bagaimana tanggapan saudara tentang klasifikasi rumah sakit

JAWABAN:
No.1

- Standar peralatan untuk memperoleh ijin RS peralatan banyak


- Ijin yang harus diurus terlalu banyak prosesnya lama dan berbelit-belit
- Biaya perijinan terlalu mahal
- Persyaratan ijin yang terlalu banyak dan rumit
- Petugas perizinan rumah sakit kadang tidak koperatif
- Proses perizinan belum satu pintu
- Aturan yang sering berubah-rubah dalam proses perijinan rumah sakit
- Kurang baiknya kordinasi antar petugas perizinan rumah sakit

No.2
Tanggapan terhadap klasifikasi Rumah Sakit

1. Permenkes No 3 tahun 2020:


o Bersifat otomatis dalam hal kenaikan kelas. bila tempat tidur rumah sakit
menyentuh minimal tempat tidur klasifikasi kelas rumah sakit diatas nya maka
review klasifikasi kelas rumah sakit secara nasional atau laporan BPJS
Kesehatan dapat otomatis menaikkan kelas rumah sakit.
o Memberikan kebebasan dokter, dokter spesialis dan dokter subspesialis untuk
berpraktik pada seluruh kelas rumah sakit namun proses masuknya dokter ke
rumah sakit di ikuti kajian analisa kebutuhan kerja, kebutuhan pelayanan dan
kemampuan pelayanan, artinya dokter berpraktik didukung oleh kebutuhan
masyarakat, didukung sarana prasarana sesuai kompetensi nya. kajian kajian
tersebut bila disetujui dinas kesehatan, maka diterbitkan SIP, demikian
sebaliknya.
o Memposisikan setiap rumah sakit untuk bersaing secara terbuka, persaingan
tersebut dimungkinkan terjadi karena dokter sebagai komponen utama
pelayanan dapat berada pada seluruh klasifikasi kelas rumah sakit.
2. UU No 36 Tahun 2009 Pasal 30, sistem rujukan berjenjang melalui Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama, kemudian fasilitas Kesehatan Tingkat Kedua dan terakhir
Fasilitas Kesehatan Tingkat Tiga.