Anda di halaman 1dari 2

Nama : Hariyanto Jolo

Stambuk : 201830061

Kelas : E/Akuntansi

Tugas : Pertanyaan Review Analisis Laporan Keuangan (Bab 6)

“Soal & Jawaban”

1. Apa tujuan analisis perbandingan dalam analisis keuangan ?


Jawab :
Tujuannya adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan berupa kenaikan atau
penurunan prestasi keuangan suatu perusahaan.
2. Apa yang dimaksud dengan perbandingan cross section ?
Jawab :
Perbandingan cross section merupakan perbandingan dengan perusahaan atau industri
yang sejenis. Perbandingan ini bermanfaat untuk melihat prestasi perusahaan relatif
terhadap industri dan juga bermanfaat dalam kasus khusus seperti untuk menentukan bonus
bagi manajemen perusahaan.
3. Bagaimana industri didefinisikan? Jelaskan !
Jawab :
Ada beberapa cara untuk mendefinisikan industri : (1) kesamaan dalam jenis bahan baku,
(2) kesamaan dari sisi permintaan, dan (3) kesamaan dalam atribut keuangan.
Industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang mengolah barang mentah, bahan baku,
barang setengah jadi atau barang jadi untuk dijadikan barang yang lebih tinggi kegunaanya.
4. Apa kesulitan-kesulitan yang mungkin muncul dalam definisi industri ? jelaskan!
Jawab :
Mendefinisikan industri sejenis bukan pekerjaan mudah. Industri yang bisa
diperbadingkan pada dasarnya mempunyai satu atau beberapa elemen yang sama dengan
perushaan.
5. Jelaskan beberapa masalah apabila dilakukan perbandingan internasional!
Jawab :
Masalah yang terjadi apabila dilakukan perbandingan internasional : adalah tidak jelasnya
industri relevan. Contohnya : apabila ada suatu perusahaan yang tidak go public, padahal
perusahaan tersebut cukup dominan, angka-angka industri barangkali tidak representatif.
Masalah lain adalah adanya beberapa perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang
(industri), dan laporan keuangan yang diterbitkan adalah laporan keuangan konsolidasi.
Informasi persegmen industri tidak dipublikasikan. Dalam situasi dimana tidak ada industri
domestik yang bisa dijadikan perbandingan, perbandingan internasional bisa dilakukan.
Interpretasi harus dilakukan lebih berhati-hati, dengan mengingat latar belakang bisnis yang
berbeda.
6. Jelaskan perhitungan-perhitungan rata-rata industri!
Jawab :
Untuk menghitung rata-rata industri seorang analis mempunyai beberapa alternatif :
 Menghitung nilai tunggal sebagai perbandingan,
 Menghitung nilai tunggal dengan dispersinya (standar deviasinya),
 Menghitung nilai untuk percentile tertentu (misal menghitung nilai untuk
perusahaan-perusahaan yang mempunyai ukuran 25% paling kecil).
Untuk perhitungan (1) diatas ada beberapa alternatif yang bisa dipakai, yaitu : menghitung
rata-rata aritmatika, menghitung rata-rata tertimbang, menggunakan median, menggunakan
modus.
7. Apa asumsi implisit dalam perbandingan dengan industri? Jelaskan!
Jawab :
Perbandingan industri mempunyai asumsi implisit bahwa risiko bisnis antarindustri
berbeda, dan dengan demikian perbandingan dengan industri (sekelompok perusahaan yang
memiliki kelas risiko yang sama) bisa dilakukan.
8. Bagaimana pengujian empiris terhadap asumsi nomor 7 di atas ?
Jawab :
Pengujian empiris terhadap asumsi tersebut menunjukkan adanya perbedaan kelas risiko
antarindustri.
9. Dengan menggunakan data-data pada lampiran, uji asumsi nomor 8 di atas dengan
menggunakan data Indonesia!
Jawab :
Pengujian semacam itu di Indonesia belum sejauh ini dilakukan.