Anda di halaman 1dari 11

PEMANFAATAN LABORATORIUM PADA PEMBELAJARAN MATERI

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN TERHADAP


KETUNTASAN DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA
DI KELAS VIII MTsN BANDA ACEH II

Muzaiyana

ABSTRAK

Pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan mempermudah memberi pemahaman kepada
siswa terhadap materi-materi yang diberikan kepada siswa diantaranya adalah dengan pemanfaatan
laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan dan aktivitas belajar siswa
pada materi konsep struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dengan pemanfaatan laboratorium.
Penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain one shot case study.
Pengumpulan Data tentang ketuntasan belajar siswa diperoleh dengan memberikan soal post test
kepada siswa. Nilai KKM yang ditetapkan disekolah tempat penelitian adalah 70. Sedangkan data
tentang aktivitas siswa diperoleh dengan memberikan lembar observasi aktivitas siswa kepada
guru pengamat yaitu guru bidang studi biologi. Hasil penelitian tentang ketuntasan belajar siswa
berdasarkan hasil analisis data secara klasikal diperoleh 89,19% dinyatakan memenuhi Kriteria
Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan oleh sekolah, sedangkan secara individual 33 orang
siswa berhasil mencapai ketuntasan belajar dari 37 orang siswa. sedangkan data tentang aktivitas
siswa diperoleh nilai rata rata dari pertemuan pertama hingga ketiga adalah 4,9, 4,9 dan 5.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajarkan
dengan pemanfaatan laboratorium dapat meningkatkan ketuntasan dan aktivitas belajar siswa.

Kata Kunci:Laboratorium, One shot case study, KKM, Ketuntasan dan aktivitas belajar siswa.

PENDAHULUAN 1975 hingga kurikulum berbasis


Pembelajaran yang kompetensi meminta siswa
berkualitas yaitu pembelajaran yang mengembangkan kemampuannya
berpusat pada siswa (student melalui penggunaan metode ilmiah,
centered) yaitu yang kegiatan praktikum, pendekatan
memberdayakan kemampuan siswa. keterampilan proses, pelaksanaan
Hal ini sesuai dengan pandangan eksperimen, dan pendekatan yang
pembelajaran konstruktivistik lainnya, termasuk pendekatan
bahwasanya siswalah yang konsep. Hal itu menunjukkan dengan
membangun pengetahuan mereka jelas bahwa pembelajaran biologi
sendiri dan siswa dituntut aktif hendaknya melibatkan penggunaan
terlibat dalam kegiatan pembelajaran, tangan dan alat atau manipulatif. 1
sehingga dapat menemukan konsep
pengetahuan yang bermakna bagi ______________ Tim Pengembang
1

kehidupannya. Ilmu Pendidikan, Ilmu dan Aplikasi


Proses pembelajaran IPA Pendidikan, Bandung : PT Imperial Bhakti
Utama. Hal 261.
termasuk biologi sejak kurikulum

1
2

Ilmu Pengetahuan Alam konsep IPA yang abstrak,


diperlukan dalam kehidupan sehari- mengembangkan konsep dan prinsip
hari untuk memenuhi kebutuhan IPA, mengembangkan keterampilan
manusia melalui pemecahan masalah proses sains, sarana pendidikan
yang dapat diidentifikasikan. Dari untuk pelatihan serta membangun
tujuan dipelajarinya IPA SMP/MTS, dan mengembangkan rasa ingin tahu
maka sebagian besar tujuan tersebut tentang alam lingkungan. 4
hanya dapat dicapai secara optimal Berdasarkan hasil observasi
bila guru menggunakan laboratorium prasarana laboratorium sudah sangat
sebagai sarana dan prasarana belajar memadai untuk berjalannya suatu
siswa.2 kegiatan praktikum atau pemanfataan
Keberadaan suatu laboratorium langsung, seperti sudah
laboratorium terutama dalam tersedianya alat-alat praktikum yang
pembelajaran biologi merupakan lengkap, antara lain adanya
keharusan sebagai tempat untuk mikroskop, gambar-gambar dinding,
melakukan praktikum. Melalui torso dan alat peraga lainnya. Juga
kegiatan praktikum siswa akan tersedianya ruang yang layak untuk
membuktikan konsep atau teori yang berjalannya proses pembelajaran,
sudah dipelajari dikelas, dan dapat serta penerangan yang optimal.
mengalami proses atau percobaan Namun, laboratorium tersebut tidak
sendiri kemudian mengambil pernah dimanfaatkan oleh guru
kesimpulan, sehingga dapat bidang studi IPA untuk menunjang
meningkatkan pemahaman siswa proses belajar mengajar terutama
terhadap materi pelajaran. pada materi struktur dan fungsi
Tujuan penggunaan jaringan tumbuhan.
laboratorium IPA diantaranya
adalah untuk megembangkan Materi struktur dan fungsi
kompetensi siswa, baik aspek jaringan tumbuhan merupakan salah
kognitif, psikomotor, maupun afektif. satu materi pembelajaran yang
Mengembangkan kompetensi sosial diajarkan pada semester genap,
siswa, serta mengembangkan materi ini menurut SK dan KD
keterampilan siswa dalam hal dituntut siswa untuk bisa
pengamatan, pencacatan data, dan menunjukkan bagian-bagian dari
penggunaan alat. Selain itu juga akar tumbuhan serta batang, yaitu
melatih siswa bekerja cermat dan letak epidermis, korteks dan stele,
disiplin, mengembangkan kejujuran sedangkan pada daun adanya
dan kerja sama serta rasa tanggung jaringan epidermis dan jaringan
jawab.3 mesofil. Sehingga tanpa dibelajarkan
Sedangkan fungsi dengan pemanfaatan laboratorium
laboratorium IPA diantaranya adalah hal ini tidak akan bisa dicapai.
untuk menggambarkan konsep – Karena siswa harus melihat langsung
bagian-bagian yang telah disebutkan
2
______________ Sri Sulastri, Jurnal
Lingkar Mutu Pendidikan, Jakarta : volume tersebut melalui pengamatan
1 nomor 3. Hal 2 dibawah mikroskop.
3
______________ Sri Sulastri, Jurnal
Lingkar.........Hal 2.
4
______________ Ibid...Hal 2.
3

Berdasarkan hasil wawancara penelitian ini yaitu untuk


dengan guru bidang studi biologi mengetahui pemanfaatan
MTsN Banda Aceh II menunjukkan laboratorium pada pembelajaran
bahwa siswa sangat sukar memahami materi struktur dan fungsi jaringan
materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan terhadap ketuntasan dan
tumbuhan sehingga siswa tidak aktivitas belajar siswa kelas VIII
tuntas dalam pembelajaran biologi. MTsN Banda Aceh II.
Tahun pelajaran 2011/2012 Dari hasil penelitian
menunjukkan bahwa hasil belajar diharapkan dapat memberikan
biologi khususnya pada materi manfaat sebagai bahan masukan bagi
struktur dan jaringan tumbuhan semua pihak dalam hal merancang
75,67 % siswa atau 28 dari 37 siswa pembelajaran agar dapat mencapai
tidak tuntas dalam pembelajaran hasil yang optimal, serta dapat di
biologi, Siswa yang tidak tuntas terapkan dalam pembelajaran
merupakan siswa yang belum
mencapai KKM yang telah
ditetapkan, dalam hal ini KKM yang METODE PENELITIAN
dimaksud adalah 70. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode
Penyajian materi eksperimen semu (pre experimental
pembelajaran yang kurang bervariasi design atau quasi experiment).
baik dalam pendekatan, model, Metode ini merupakan metode
maupun media pembelajaran dapat penelitian yang menguji hipotesis
menimbulkan kejenuhan pada siswa berbentuk hubungan sebab akibat
terhadap materi dan kegiatan melalui manipulasi variable
pembelajaran termasuk biologi. independen (misalnya treatment,
Berdasarkan hasil observasi pada stimulus dan kondisi) dan menguji
saat proses pembelajaran perubahan yang diakibat oleh
berlangsung siswa menunjukkan manipulasi tersebut.5
sikap tidak tertarik menerima Dalam penelitian ini, desain
pelajaran, siswa kurang memberikan yang digunakan adalah one-shot case
perhatian serta tanggapan ketika guru study. Desain penelitian ini secara
bertanya. Sikap tidak tertarik dengan visual dapat digambarkan sebagai
pembelajaran biologi dapat berikut :
mempengaruhi pada rendahnya
pemahaman siswa pada materi ajar.
Berdasarkan latar belakang
diatas maka masalah dalam
penelitian ini dirumuskan
permasalahan sebagai berikut: Tabel 3.1 Desain Penelitian
Bagaimanakah pemanfataan Ekperimen Semu One shot case-
laboratorium pada pembelajaran study
materi struktur dan fungsi jaringan X O
tumbuhan terhadap ketuntasan dan
aktivitas belajar siswa kelas VIII
5
______________ Subana dan
MTsN Banda Aceh II. Tujuan Sudrajat, Dasar-dasar Penelitian Ilimiah,
Bandung: Pustaka Setia. Hal 95
4

Perlakuan Pengamatan menjadi sampelnya adalah kelas


terhadap variable atau VIII3.
independen pengukuran
(Treatment of terhadap Teknik Pengumpulan Data dalam
independent variable penelitian ini yaitu dengan cara:
variable) dependen 1. Tes
(Observation Tes adalah serentetan
or pertanyaan atau latihan serta alat
measurement lain yang digunakan untuk
of dependent mengukur keterampilan,
variable) pengetahuan, intellegensi,
kemampuan atau bakat yang
Keterangan : dimiliki oleh individu atau
7
X = Kelompok yang akan kelompok. Tes yang di maksud
diberi stimulus dalam oleh peneliti yaitu sejumlah soal
eksperimen dengan yang mencakup materi tentang
pemanfataan strukur dan fungsi jaringan
laboratorium dan pada tumbuhan pada tingkat MTsN
materi struktur dan Banda Aceh II.
fungsi jaringan Hal ini bertujuan untuk
tumbuhan. mengetahui tingkat ketuntasan
O = Kejadian pengukuran belajar siswa dalam menerima
atau pengamatan. pelajaran dan untuk memperoleh
data hasil belajar yang dilakukan
Penelitian ini dilaksanakan di sesudah pembelajaran pemanfataan
MTsN Banda Aceh II, dikelas VIII laboratorium.
semester genap. Penelitian ini
dilaksanakan mulai tanggal 23 2. Observasi
Januari - 6 Februari 2013. Populasi Observasi atau pengamatan
adalah keseluruhan objek penelitian. adalah suatu studi yang dilakukan
Populasi pada penelitian ini adalah dengan sengaja atau terencana dan
seluruh siswa kelas VIII MTsN sistematis melalui
Banda Aceh II, sedangkan sampel penglihatan/pengamatan terhadap
adalah sebagian atau wakil populasi gejala-gejala spontan yang terjadi
yang diteliti. Dalam pengambilan saat itu. Observasi disajikan sebagai
sampel pada penelitian ini, peneliti metode pembantu untuk menunjang
menggunakan teknik purposive teknik pengumpulan data dengan tes
sampling yaitu cara pengambilan kepada siswa. Observasi diberikan
sampel yang didasarkan atas kriteria kepada guru bidang studi pada saat
atau pertimbangan-pertimbangan pembelajaran berlangsung, hal ini
tertentu, dan sampel ditetapkan bertujuan untuk melihat aktivitas
sengaja oleh peneliti,6 dan yang siswa.

6
______________ Winarno
Surahmat, Pengantar penelitian Dasar- 7
______________ Suharisimi
dasar dan teknik, Bandung: Tartito. Hal 82. Arikunto, Prosedur……”, Hal 223.
5

Instrumen Pengumpulan Data dalam Keterangan :


penelitian ini dengan cara: n = Banyak siswa yang telah
1. Soal tes tuntas belajar
Soal tes disusun sesuai dengan N= Banyak siswa seluruhnya8
indikator yang terdapat pada rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP). 2. Data tentang aktivitas siswa
Tes yang dilakukan dalam penelitian dianalisis secara deskriptif
ini adalah pos test dengan tujuan
untuk mengetahui sejauh mana HASIL PENELITIAN
pemahaman siswa setelah dilakukan Berdasarkan hasil penelitian
pembelajaran dengan pemanfaatan yang telah penulis lakukan pada
laboratorium pada materi struktur kelas VIII3 Madrasah Tsanawiyah
dan fungsi jaringan tumbuhan. Negeri II Banda Aceh II pada materi
Bentuk soal yang digunakan soal struktur dan fungsi jaringan
pilihan ganda yang berjumlah 30 tumbuhan, menunjukkan bahwa
butir. ketuntasan belajar siswa berperan
2. Lembar observasi penting terhadap proses
Lembar observasi yang pembelajaran, yaitu untuk
digunakan untuk menuntun kegiatan mengetahui sejauh mana pemahaman
siswa pada saat proses pemanfataan siswa terhadap materi yang telah
laboratorium berlangsung, dalam diajarkan, ketuntasan belajar siswa
penelitian ini observasi dilakukan secara individual menunjukkan
oleh guru yaitu dengan memberikan bahwa sebanyak 33 siswa telah
tanda check list (√ ) pada kolom berhasil mencapai ketuntasan belajar
yang sudah disediakan. dari 37 siswa. Berdasarkan
perhitungan dengan menggunakan
Analisis data dilakukan rumus ketuntasan belajar, secara
bertujuan memberikan makna klasikal sebanyak 89,19% siswa
terhadap data yang telah terkumpul, telah mencapai tingkat ketuntasan
berdasarkan tujuan yang akan dicapai yang telah ditetapkan yaitu 70, atau
dalam penelitian ini. hanya 4 orang dari 37 siswa yang
1. Data tentang ketuntasan belajar tidak tuntas dalam pembelajaran.
siswa dianalisis dengan Tingkatan keberhasilan
menggunakan rumus ketuntasan proses belajar mengajar dapat
belajar yaitu : digolongkan dalam beberapa taraf,
a. Secara Individual yaitu apabila seluruh bahan pelajaran
n
P= x 100 % yang diajarkan dapat dikuasai oleh
N siswa berarti tergolong istimewa,
Keterangan : apabila sebagian besar bahan
n = Jumlah skor yang dicapai pelajaran dapat dikuasai oleh siswa,
siswa yaitu 76% sampai dengan 99%
N = Jumlah skor maksimum tergolong baik sekali /optimal,
apabila bahan pelajaran hanya
b. Secara Klasikal
n 8
______________ Ali M, Bimbingan
P= x 100 % Belajar , Bandung: Sinar Baru Algensindo.
N
Hal 97.
6

sebagian dikuasai oleh siswa yaitu tidaknya suatu metode pembelajaran


61% sampai dengan 75% tergolong yang telah ditetapkan. Karena pada
baik/minimal, dan apabila bahan dasarnya belajar bukanlah menghafal
pelajaran yang dikuasai siswa kurang sejumlah fakta ataupun informasi,
dari 60% maka tergolong kurang.9 tetapi belajar adalah berbuat serta
memperoleh pengalaman tertentu
Berdasarkan hasil yang
sesuai dengan tujuan yang
didapatkan oleh peneliti tentang
diharapkan. Karena itu strategi
ketuntasan belajar secara klasikal
pembelajaran harus dapat mendorong
berarti sudah tergolong kedalam
aktivitas siswa.
kategori baik sekali/ optimal, yaitu
sebagian besar siswa sudah Menurut Paul B. Dierich
menguasai bahan pelajaran yang membagi jenis aktivitas atau kegiatan
telah diajarkan dengan pemanfaatan belajar siswa dalam 8 kelompok,
laboratorium. Hal ini dapat dilihat antara lain yaitu kegiatan visual
setelah proses pembelajaran (visual activities), kegiatan lisan
berlangsung dengan memberikan (oral activities), kegiatan mendengar
soal pos test kepada siswa. Soal yang (listening activities), kegiatan
diberikan berbentuk soal pilihan menulis (writing activities), kegiatan
ganda berjumlah 30 soal. menggambar (drawing activities),
kegiatan metrik (motor activities),
Penetapan Kriteria ketuntasan
kegiatan mental (mental activities),
minimal pada setiap sekolah itu
dan kegiatan emosional (emotional
berbeda, terutama berkaitan dengan
activities).11
kompleksitas dan kesulitan suatu
materi pelajaran, kemudian dilihat Berdasarkan penelitian yang
juga dari kualitas (intake) yaitu telah dilakukan oleh penulis jenis-
tingkat kemampuan dasar atau jenis kegiatan belajar yang diamati
potensi siswa yang mengikuti antara lain yaitu, kegiatan
pelajaran, serta prasarana dan sarana mendengarkan (listening activities),
yang mendukung proses yang termasuk kedalam listening
10
pembelajaran. Standar ketuntasan activities yaitu pada poin no 1. Selain
belajar siswa setiap Kompetensi itu juga terdapat kegiatan lisan (oral
Dasar berkisar antara 0-100%. activities) yaitu pada poin aktivitas
siswa no 2. Kemudian juga ada
Selain ketuntasan belajar
kegiatan mental (mental activities)
siswa yang sangat berpengaruh
yaitu pada poin no 3. Selanjutnya
terhadap proses pembelajaran,
yang diamati adalah kegiatan metrik
aktivitas siswa juga sangat
(motor activities) yaitu terdapat pada
berpengaruh terhadap berhasilnya
poin no 4. Selanjutnya yang diamati
suatu proses pembelajaran, aktivitas
adalah kegiatan visual ( visual
siswa ini mencerminkan berhasil
activities) terdapat pada poin no 5.
Kegiatan belajar yang terakhir
9
______________ Drss. Syaiful Bahri
Djamarah, M.Ag. dan Drs Aswan Zain,
diamati adalah kegiatan menggambar
Strategi Belajar Mengajar (Edisi Revisi), (drawing activities) yaitu terdapat
Jakarta : PT Rineka Cipta.2006. Hal 107.
10
______________ Prof. Dr. Pratiyo, 11
______________ Sardiman. A.M,
M. S.c, E.d, Dasar Teori........”, Hal 419. Interaksi dan.......”, Hal :101.
7

pada poin 6. Dari 8 kelompok jenis guru peneliti, melainkan siswa


aktivitas yang dikemukakan oleh kurang pada saat guru menjelaskan
para ahli ada 7 jenis aktivitas yang tujuan pembelajaran, hal ini
diamati oleh peneliti. disebabkan karena sebagian siswa
masih sibuk dengan aktivitas diluar
Berdasarkan hasil pembelajaran, seperti mengobrol
pengamatan pada pertemuan pertama dengan teman disampingnya, adapun
siswa mengamati struktur akar dan aspek yang lainnya sudah sangat
batang tumbuhan dikotil, aspek yang baik. Hal ini juga terlihat pada saat
kurang memuaskan menurut siswa mempresentasikan hasil
observer adalah pada saat siswa pengamatan melalui mikroskop.
menanggapi pertanyaan yang
diajukan oleh guru, siswa masih Mereka tampak bersemangat
terlihat pasif. Hal ini disebabkan menggambarkan hasil yang didapat
karena pada kesehariannya siswa dari pengamatan dengan
belum terbiasa dengan proses menggunakan mikroskop, serta
pembelajaran yang sedang mempresentasikan hasil pengamatan
berlangsung yaitu pemanfaatan kepada siswa yang lainnya. Selain itu
laboratorium. Hal ini masih menjadi pada akhir proses pembelajaran
hal yang sangat baru bagi mereka. siswa juga mengambil kesimpulan
dari hasil yang didapat pada saat
Walaupun sarana dan melakukan pengamatan, dengan
prasarana laboratorium Madrasah arahan dari guru sehingga hal itu
Tsanawiyah Negeri II Banda Aceh menunjukkan siswa sudah
sudah memadai, namun laboratorium berpartisipasi dalam proses
tersebut belum pernah di manfaatkan pembelajaran.
terutama pada materi struktur dan
fungsi jaringan tumbuhan. Sehingga Sedangkan pada pertemuan
pada pertemuan pertama siswa masih ketiga siswa mengamati struktur
beradaptasi dengan segala aktivitas daun tumbuhan monokotil, yaitu
belajar yang berlangsung di dalam manggunakan preparat daun jagung,
laboratorium. Namun hal itu tidak dan struktur daun dikotil
membuat mereka pasif, mereka menggunakan preparat daun cabe.
terlihat sangat semangat menjalani Siswa sudah terbiasa melakukan
langkah demi langkah pada saat pengamatan di laboratorium
proses pembelajaran berlangsung. sehingga semua aspek yang di nilai
Pada saat guru peneliti menjelaskan oleh guru observer hasilnya sangat
data-data yang harus dicapai didalam baik. Walaupun demikian, ada
praktikum dan bagaimana prosedur sedikit kendala yang terjadi pada saat
yang seharusnya dilakukan, siswa proses pembelajaran berlangsung,
betul-betul memperhatikan apa yang diantaranya ialah mikroskop yang
dijelaskan oleh guru peneliti. tersedia hanya 5 unit, sedangkan jika
di bandingkan dengan jumlah siswa
Pada pertemuan kedua siswa 37 orang ini sangat tidak efisien,
mengamati struktur akar dan batang serta keterbatasan waktu yang sangat
tumbuhan monokotil, aspek yang singkat, sehingga waktu yang
masih kurang bukanlah pada saat tersedia harus betul-betul di
siswa menaggapi pertanyaan dari
8

manfaatkan oleh guru peneliti agar belajar menunjukkan bahwa


semua yang telah direncanakan di sebanyak 33 siswa telah berhasil
dalam RPP terlaksana dan tujuan mencapai ketuntasan belajar dari
yang diharapkan tercapai. 37 siswa.
2. Pemanfaatan laboratorium dalam
PENUTUP pembelajaran konsep materi
Berdasarkan analisis hasil struktur dan fungsi jaringan
penelitian tentang pemanfaatan tumbuhan dapat meningkatkan
laboratorium dalam pembelajaran aktivitas belajar siswa. Hal ini
konsep materi struktur dan fungsi ditunjukkan dengan peningkatan
jaringan tumbuhan di kelas VIII hasil rata-rata yang diperoleh dari
MTsN II Banda Aceh Lueng Bata, pertemuan pertama hingga
maka penulis dapat merumuskan pertemuan ketiga yaitu 4,9, 4,9,
beberapa simpulan dan saran yang dan 5.
berhubungan dengan penelitian yang
telah dilakukan. B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian
A. Simpulan yang telah disimpulkan di atas,
Kesimpulan yang dapat dalam upaya meningkatkan mutu
diambil dalam penelitian ini adalah pendidikan perlu dikemukakan
sebagai berikut : beberapa saran berikut :
1. Berdasarkan hasil penelitian Laboratorium dalam
sebelum dilaksanakan proses pembelajaran biologi merupakan
belajar mengajar dengan salah satu hal yang sangat berperan
pemanfaatan laboratorium penting dalam proses pembelajaran,
ketuntasan belajar siswa 24, 33% karena dengan adanya laboratorium
siswa yang tuntas dalam siswa dapat membuktikan sendiri
pembelajaran. Dan setelah proses fakta-fakta yang telah dipelajari
pembelajaran berlangsung melalui teori, sehingga penulis
ketuntasan belajar siswa 89,19% menyarankan kepada guru bidang
siswa telah mencapai tingkat studi biologi hendaknya lebih banyak
ketuntasan belajar yang telah memanfaatkan laboratorium dalam
ditetapkan yaitu 70, sedangkan pembelajaran.
secara individual ketuntasan
9

DAFTAR PUSTAKA

Ali M, Bimbingan Belajar , Emha, Pedoman Pemanfataan


Bandung: Sinar Baru laboratorium Sekolah,
Algensindo.2000. Bandung: PT Remaja Roesda
Arikunto, Suharisimi, Prosedur Karya.2002.
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik, Jakarta: Rineka Hamalik, Prof. Dr. Oemar, Proses
cipta.2002 Belajar Mengajar, Jakarta: PT
Bumi Aksara, 2008.
Alwi, Hasan, Kamus Besar Bahasa
Hamalik, Umar, Kurikulum dan
Indonesia, Jakarta: Balai
Pembelajaran, Jakarta: PT Bumi
pustaka.2007.
Aksara.1986.
Bungin, S.Sos., M.Si, Prof. Dr. H. M.
Burhan, Penelitian Kulaitatif: Hidayat, Estiti B, Anatomi
Komunikasi, Ekonomi, Tumbuhan Berbiji, Bandung: ITB.
Kebijakan Publik, dan Ilmu 1995.
Sosial Budaya, Jakarta:
Kencana. 2008. Ir. A.G. Kartasapoetra, Pengantar
Anatomi Tumbuh-Tumbuhan
Campbell, Reece dan Mitchell, (Tentang Sel dan Jaringan),
Biologi Edisi Kelima Jilid 2, Jakarta: PT Bina Aksara.1987.
Jakarta: Erlangga.2003.
Mulyani, Sri, Anatomi Tumbuhan,
Drs. Djamarah, Syaiful Bahri dan Yogyakarta: Kanisisus. 2006.
Drs Aswan Zain, Strategi Munandar, Prof. DR. S. C. Utami,
Belajar Mengajar, Jakarta: PT Psikologi Belajar, Jakarta: PT
Rineka Cipta.2006. Raja Grafindo Persada. 2006.
Drs. Hasanuddin, Anatomi Nugroho, M. Agr, Dr. L. Hartanto,
Tumbuhan, Banda Aceh: Prodi Struktur Dan Perkembangan
Pendidikan Biologi Fakultas Tumbuhan, Jakarta: Penebar
Tarbiyah IAIN Ar-Raniry. Swadaya.2006.
2011.
Nurhayati, Nunung, IPA –BIOLOGI
Drs, H.M. Daryanto, Evaluasi Bilingual Untuk SMP/MTS.
Pendidikan, Jakarta: PT Rineka Kelas VIII, Bandung: Yrama
Cipta. 2007. Widya. 2008.
Prof. Dr. Prayitno, M.Sc., Ed, Dasar
Drs. Yayan Sutrian, Pengantar
Teori dan Praksis Pendidikan,
Anatomi Tumbuh-Tumbuhan
Jakarta: Grasindo. 2009.
( Tentang Sel Dan Jaringan),
Jakarta: PT Rineka Cipta.2004. Prof. DR. S. C. Utami Munandar,
Psikologi Belajar, Jakarta: PT
Raja Grafindo Persada. 2006.
10

Purwanto, MP, Drs. M. Ngalim, Siswa, Jurnal Pendidikan, Jilid


Psikologi Pendidikan, 18, Nomor 1, Juni 2012.
Bandung: PT Remaja Rosda
Karya. 2007. Surahmat, Winarno, Pengantar
penelitian Dasar-dasar dan
Safari, Teknik Analisis Butir Soal teknik, Bandung: Tartito.1994.
Instrumen Tes Dan Non-Tes
Dengan Manual, Kalkulator, Suryabrata, sumadi, Metodologi
dan Komputer. Jakarta: APSI penelitian, Jakarta: PT Raja
Pusat.2005. Grafindo Persada.2000.
Sapriati, Amalia, Pengembangan Syarifudin dan Nasution, irwan,
Instrumen penilaian Praktikum Manajemen Pembelajaran,
Fotosintesis, Jurnal Jakarta: Quantum
Pendidikan, Volume 7, Nomor Teaching.2005.
1, Maret 2006.
Tjitrosoepomo, Gembong, Morfologi
Sri Sulastri, Jurnal Lingkar Mutu Tumbuhan, Yogyakarta: Gadjah
pendidikan, Jakarta: volume 1 Mada University Press. 2009.
nomor 3.
Tim Pengembang Ilmu Pendidikan,
S.Suradinata, Dr. Tatang, Struktur Ilmu dan Aplikasi Pendidikan,
Tumbuhan, Bandung: Angkasa.1998. Bandung: PT Imperial Bhakti
Utama.
Subana dan Sudrajat, Dasar-dasar
Penelitian Ilimiah, Bandung: Tim Sains, IPA Terpadu 2 Untuk
Pustaka Setia.2005. Kelas SMP/MTs Kelas VIII,
Semarang: CV Aneka Ilmu
Sudijono, Anas, Pengantar Statistik 2007.
Pendidikan, Jakarta: PT. Raja
Tim Supervisi Ditjen Dikti,
Grafindo Persada.1997.
Pelatihan nanajemen
Laboratorium Bahan Ajar,
Sudirman A.M, Interaksi Dan
Direktorat Jenderal Pendidikan
Motivasi Belajar Mengajar,
Tinggi Proyek Peningkatan
Jakarta: PT Raja Grafindo
Manajemen Pendidikan
Persada. 2007
Tinggi.2003.
Sumardi, DR. Issirep dan Yolida, Beti, Implementasi
Pudjoarinto, Drs. Agus, Pembelajaran Berbasis
Struktur Dan Perkembangan Praktikum, Jurnal Pendidikan
Tumbuhan, Yogyakarta: UGM. Progresif, Volume 1, Nomor 1,
1992. April 2011.

Sunawan, et.al, Bimbingan Kesulitan


Belajar Berbasis Self
Regulated Learning Dalam
Meningkatkan Prestasi Belajar
11