Anda di halaman 1dari 8

TUGAS BIOLOGI

(SISTEM PERNAPASAN MANUSIA)

DISUSUN OLEH:
1.

Diki Nanda Pratama


2. M. Rizky Wahyudi
3. Maulana Fadhli
4. M. Zazili
5. Randhika Wiweka

KELAS : XI IPA. 3

GURU PEMBIMBING : Karimah S.Pd


SMA NEGRI 8 PALEMBANG
TAHUN AJARAN 2010/2011
Sistem Pernapasan Manusia

A. Struktur dan Fungsi Pernapasan Manusia


Alat-alat pernapasan pada manusia meliputi bagian-bagian
sebagai berikut:
1. Rongga Hidung (Cavum Nasalis)
Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung
(cavum nasalis).Rongga hidung berlapis selaput lendir, di
dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan
kelenjar keringat (kelenjar sudorifera).Selaput lendir berfungsi
menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan.
Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi
menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga
terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang
berfungsi menghangatkan udara yang masuk. Fungsi hidung
antara lain:
• Menghangatkan udara
• Melembabkan udara
• Membersihkan udara
2. Faring
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan
percabangan 2 saluran, yaitu saluran
pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran
pencernaan (orofarings) pada bagian belakang.Pada bagian
belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat
terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui
faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar
sebagai suara.
3. Laring (Pangkal Tenggorokan)
Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang
membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup
pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan,
katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu
bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat
selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru,
misalnya pada waktu kita bicara. Selain tulang rawan epiglotis
juga terdapat tulang rawan tiroid, tulang rawan krikoid, tulang
rawan aritenoid, tulang rawan kuneifomis, dan tulang rawan
kronoculatum.
4. Trakea (Tenggorokan)
Batang tenggorokan terletak di daerah leher didepan
kerongkongan. Batang tenggorokkan berbentuk pipa dengan
panjang 10 cm. dinding trakea terdiri atas 3 lapisan, lapisan
dalam berupa epithel bersilia dan berlendir. Lapisan tengah
tersusun atas cincin tulang rawan dan berotot polos. lapisan luar
tersusun atas jaringan ikat. Cincin tulang rawan berfungsi untuk
mempertahankan bentuk pipa dari batang tenggorokkan,
sedangkan selaput lendir yang sel-selnya berambut getar
berfungsi menolak debu dan benda asing yang masuk bersama
udara pernapasan. Akibat tolakan secara paksa tersebut kita
akan batuk atau bersin.
5. Paru-Paru (Pulmo)
Paru-paru terletak dalam rongga dada diatas diafraghma.
Diafraghma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga
dada dengan rongga perut. Paru-paru terdiri dari dua bagian
yaitu paru-paru sebelah kiri dan paru-paru sebelah kanan. Paru-
paru kanan memiliki tiga gelambir sedangkan paru-paru kiri
terdiri atas 2 gelambir. Paru-paru dibungkus oleh 2 buah selaput
yang disebut selaput pleura. Selaput pleura sebelah luar yang
berbatasan dengan dinding bagian dalam rongga dada disebut
pleura parietal, sedangkan yang membungkus paru-paru disebut
pleura visceral. Diantara kedua selaput terdapat rongga pleura
yang berisi cairan pleura yang berfungsi untuk mengatasi
gesekan pada saat paru-paru mengembang dan mengempis.
Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara
eksudasi. Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air
dan zat-zat lain. Bagian-bagian yang behubungan dengan paru-
paru antara lain:
• Bronkus (Cabang Tenggorokan)
Ujung tenggorokkan bercabang dua disebut bronchus,
yaitu bronchus kiri dan bronchus kanan. Struktur bronchus
kanan lebih pendek dibandingkan bronchus sebelah kiri.
kedua bronchus masing-masing masuk kedalam paru-paru.
Didalam paru-paru bonchus bercabang menjadi bronchiolus
yang menuju setiap lobus (belahan) paru-paru. Bronchus
sebelah kanan bercabang menjadi 3 bronchiolus, sedangkan
sebelah kiri bercabang menjadi 2 bronchiolus.
• Bronkiolus
Bronkiolus tidak mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya
masih mempunyai silia dan di bagian ujung mempunyai
epitelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal
kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus
kantung udara (alveolus).
• Alveolus
Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa
kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga
menyerupai busa atau mirip sarang tawon. Oleh karena
alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler
darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan.

B. Proses Pernafasan Manusia


Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau
memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau
mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi
dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula
kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus
sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut
pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma,
otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada
mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga
dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui
hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara
masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma
dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot
perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk
turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga
dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan
naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-
paru keluar melewati saluran pernapasan.

C. Mekanisme Pernapasan
Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan
pernapasan perut. Pernapasan dada terjadi melalui fase inspirasi
dan ekspirasi, demikian juga untuk pernapasan perut.
1. Mekanisme pernapasan dada
• Fase Inspirasi pernapasan dada
Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal)
berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) -->
Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru
menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara
luar masuk ke paru-paru.
• Fase ekspirasi pernapasan dada
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai
berikut:
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun
--> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru
lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar -->
udara keluar dari paru-paru.
2. Mekanisme pernapasan perut
• Fase inspirasi pernapasan perut
Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut: sekat
rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari
melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang
--> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan
tekanan udara luar --> udara masuk.
• Fase ekspirasi pernapasan perut
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut: otot
diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali
melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di
paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar -->
udara keluar dari paru-paru.

D. Volume Udara Pernapasan


Oksigen yang masuk dan keluar melalui alat-alat pernapasan
disebut udara pernapasan. Udara pernapasan pada manusia
dibedakan menjadi enam macam, yaitu:
1. Udara pernapasan biasa (volume tidal) --> VT
Merupakan udara yang masuk dan keluar paru-paru pada saat
pernapasan biasa. Volume udara yang masuk dan keluar
sebanyak 500 ml.
2. Udara cadangan inspirasi (udara komplementer) --> UK
Merupakan udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-
paru secara maksimal, setelah melakukan inspirasi normal.
Besarnya udara komplementer adalah 2500 - 3000 ml.
3. Udara cadangan ekspirasi (udara suplementer) --> US
Merupakan udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru
secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa. Besarnya
udara suplementer adalah 1250 - 1300 ml.
4. Udara residu --> UR
Merupakan udara yang tersisa di dalam paru-paru, yang
berfungsi untuk menjaga agar paru-paru tetap dalam keadaan
mengembang. besarnya udara residu adalah 1200 ml.
Volume udara pernapasan meliputi:
• Volume udara pernapasan berkisar 500 - 3500 ml
• Dari 500 ml udara yang dihirup, hanya 350 ml yang sampai
di alveolus, sisanya hanya sampai saluran pernapasan.
• Jumlah oksigen yang diperlukan sehari untuk tiap individu
sebesar 300 cc.

E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi


Pernapasan
Frekuensi pernapasan adalah intensitas memasukkan atau
mengeluarkan udara per menit. Pada umumnya intensitas
pernapasan pada manusia berkisar antara 16 - 18 kali. Faktor yang
mempengaruhi kecepatan frekuensi pernapasan adalah:
1. Usia
Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan
manula. Semakin bertambah usia, intensitas pernapasan akan
semakin menurun.
2. Jenis kelamin
Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan
perempuan.
3. Suhu tubuh
Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan
akan semakin cepat.
4. Posisi tubuh
Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari
dibandingkan posisi diam. frekuensi pernapasan posisi berdiri
lebih cepat dibandingkan posisi duduk. Frekuensi pernapasan
posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap.
5. Aktivitas
Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan
semakin cepat.

F. Proses Pertukaran Oksigen dan Karbondioksida


1. Pertukaran Oksigen
Kebutuhan oksigen setiap individu berbeda-beda
tergantung pada umur, aktivitas, berat badan, jenis kelamin dan
jumlah makanan yang dikonsumsi makanan yang dikonsumsi.
Dalam keadaan biasa jumlah oksigen yang dibutuhkan sebanyak
300 ml perhari per individu. Sebagian besar oksigen diangkut
oleh hemoglobin dengan reaksi sebagai berikut:
Hb4 + 4 O2 -----> 4 HbO2
Proses pengikatan dan pelepasan oksigen dipengaruhi oleh
tekanan oksigen, kadar oksigen, kadar carbondioksida dan kadar
oksigen dan karbondioksida di jaringan tubuh. Penjelasan dari
segi tekanan dapat dijelaskan sebagai berikut: Tekanan oksigen
di udara sama dengan tekanan oksigen dalam alveolus. Tekanan
oksigen di arteri 100 mmHg, tekanan oksigen di jaringan 0 - 40
mmHg, tekanan oksigen di vena 40 mmHg. Jadi tekanan oksigen
di udara luar = tekanan oksigen di alveolus. Tekanan udara di
alveolus lebih besar dibandingkan tekanan oksigen di arteri.
Tekanan oksigen di arteri lebih besar dari tekanan oksigen di
jaringan.
2. Pertukaran Karbondioksida
Pengangkutan CO2 oleh darah dilakukan 3 cara yaitu:
• Oleh plasma darah
CO2 + H2O----> H2CO3
• Oleh Hemoglobin
CO2 + Hb -----> HbCO2 (Karbominohemoglobin)
• Pertukaran klorida
CO2 + H2O -------> HCO3
H2CO3 -------> H+ dan HCO3
H+ di ikat Hb, krn bersifat racun dalam sel
HCO3 --------> ke plasma darah
HCO3 ---------> diganti oleh Cl-

G. Kelainan pada Sistem Pernapasan


Kelainan Dan Penyakit Pada Sistem Pernapasan Alat-alat
pernapasan merupakan organ tubuh yang sangat penting. Jika alat
ini terganggu karena penyakit atau kelainan maka proses
pernapasan akan terganggu, bahkan dapat menyebabkan
kematian.Berikut akan diuraikan beberapa macam gangguan yang
umum terjadi pada saluran pernapasan manusia.
1. Influenza (flu), penyakit yang disebabkan oleh virus influenza.
Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat,
bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.
2. Asma atau sesak napas, merupakan suatu penyakit
penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan alergi
terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis. Asma
bersifat menurun.
3. Tuberkulosis (TBC), penyakit paru-paru yang diakibatkan
serangan bakteri mycobacterium tuberculosis. Difusi oksigen
akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan
pada dinding alveolus. Jika bagian paru-paru yang diserang
meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya
napas penderita terengah-engah.
4. Macam-macam peradangan pada sistem pernapasan manusia:a.
Rinitis, radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus,
missal virus influenza.
• Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap
perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir
meningkat.
• Faringitis, radang pada faring akibat infeksi oleh bakteri
Streptococcus. Tenggorokan sakit dan tampak berwarna
merah. Penderita hendaknya istirahat dan diberi antibiotik.
• Laringitis, radng pada laring. Penderita serak atau
kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi,
terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak
serak.
• Bronkitis, radang pada cabang tenggorokan akibat infeksi.
Penderita mengalami demam dan banyak menghasilkan
lendir yang menyumbat batang tenggorokan.
• Sinusitis, radang pada sinus. Sinus letaknya di daerah pipi
kanan dan kiri batang hidung. Biasanya di dalam sinus
terkumpul nanah yang harus dibuang melalui operasi.
5. Asfikasi, adalah gangguan pernapasan pada waktu
pengangkutan dan penggunaan oksigen yang disebabkan oleh:
tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya
alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan
HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).
6. Asidosis, adalah kenaikan adalah kenaikan kadar asam karbonat
dan asam bikarbonat dalam darah, sehingga pernapasan
terganggu.
7. Difteri, adalah penyumbatanpada rongga faring atau laring oloeh
lendir yang dihasilkan kuman difteri.
8. Emfisema, adalah penyakit pembengkakan karena pembuluh
darahnya kemasukan udara.
9. Pneumonia, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus
atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang
paru-paru.
10. Wajah adenoid (kesan wajah bodoh), disebabkan adanya
penyempitan saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa
atau polip, pembengkakan di tekak atau amandel.
11. Kanker paru-paru, mempengaruhi pertukaran gas di paru-
paru. Kanker paru-paru dapat menjalar ke seluruh tubuh. Kanker
paru-paru sangat berhubungan dengan aktivitas yang sering
merokok. Perokok pasif juga dapat menderita kanker paru-paru.
Penyebab lainnya yang dapat menimbulkan kanker paru-paru
adalah penderita menghirup debu asbes, radiasi ionasi, produk
petroleum, dan kromium.

Pertanyaan

1. Jelaskan proses pernapasan manusia struktur (alat-alat)


pernapasan tersebut!
2. Buatlah bagan proses pernapasan dada dan pernapasan perut!
3. Buatlah pembagian volume udara pada pernapasan manusia!
4. Jelakan pengertian berikut:
a. Inspirasi
b. Ekspirasi
c. Difusi
d. Pernapasan internal
e. Pernapasan eksternal
5. Jelaskan pengertian dari kanker paru-paru!