Anda di halaman 1dari 22

PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN

DI RUMAH SAKIT ISLAM PATI


REVISI 1
RUMAH SAKIT ISLAM PATI

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM PATI


Nomor : 1219/PER/PPI/RSI/IV/2020
TENTANG
PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN
DI RUMAH SAKIT ISLAM PATI
REVISI 1
‫بسم هّللا الرّحمن الرّحيم‬
DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM PATI

Menimbang : a. Bahwa kebersihan tangan merupakan salah satu kewaspadaan


standar yang masuk program pencegahan dan pengendalian infeksi di
rumah sakit dan untuk melindungi tenaga kesehatan dan tenaga
lainnya di rumah sakit agar aman, nyaman dan sehat perlu menjaga
kebersihan tangan yang sesuai standar:
b. bahwa untuk maksud tersebut di atas perlu dibuat panduan
kebersihan tangan rumah sakit;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a dan b, perlu ditetapkan Peraturan Direktur Rumah Sakit Islam
Pati.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan;
2. Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentangRumah Sakit;
3. Permenkes Nomor 11 tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien;
4. Permenkes Nomor 27 tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan ;
5. Peraturan Direktur Rumah Sakit Islam Pati Nomor :
778/PER/PPI/RSI/III/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Islam Pati;
6. Surat Keputusan k e t u a Yayasan Kesejahteraan Muslimat
NU Nomor: 16/SK/YKM NU/IV/2019, Tanggal 18 Maret
2019 tentang Pengangkatan Direktur Rumah Sakit Islam Pati
7. Surat Keputusan Ketua Yayasan S y i f a ’ u n n a s ( Y A S F I N )
Nomor : 14/SK/YASFIN/V/2019, tentang Perubahan
Struktur Organisasi Rumah Sakit Islam Pati

MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM PATI TENTANG
PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN DI RUMAH SAKIT ISLAM PATI
Pasal 1
(1) Kebersihan tangan dilakukan oleh seluruh petugas dan semua orang di seluruh
lingkungan Rumah Sakit Islam Pati.
(2) Cuci tangan dilakukan dengan memperhatikan hal-hal tertentu supaya mendapatkan hasil
yang efektif

Pasal 2
(1) Cuci tangan dilakukan sesuai indikasi medis 5 moment cuci tangan dan indikasi umum.
(2) Cuci tangan dilakukan dengan cara 6 langkah cuci tangan

Pasal 3
(1) Jenis cuci tangan untuk seluruh ruangan/ bagian (klinis & non-klinis) meliputi cuci tangan
dengan sabun dan cuci tangan dengan handrub antiseptik.
(2) Cuci tangan bedah dilakukan sebelum dan sesudah tindakan pembedahan di ruang
operasi (UBS). Cuci tangan bedah dilakukan sesuai langkah cuci tangan bedah

Pasal 4
(1) Handrub untuk cuci tangan disediakan di depan sebagian ruang rawat inap pasien, di
dalam ruang perawatan pasien, nurse station, troli tindakan keperawatan, unit penunjang
medis, dekat absen finger print, pintu masuk rumah sakit, mobil ambulance dan mobil
jenazah.
(2) Wastafel tempat cuci tangan disediakan di ruang pelayanan medis, non medis, penunjang
medis dan area perkantoran.

Pasal 5
(1) Penyediaan handrub menjadi tanggung jawab unit farmasi.
(2) Penyaluran handrub dan maintenance tempat handrub menjadi tanggung jawab bagian
sanitasi.

Pasal 6
(1) Audit compliance cuci tangan dilakukan dengan cara audit tiap bulan , dilakukan oleh
IPCN dan dilaporkan kepada ketua Komite PPI.
(2) Monitoring dan evaluasi kepatuhan cuci tangan karyawan dilakukan semua IPCLN dan
semua anggota komite PPI.

Pasal 7
(1) Pengetahuan tentang cuci tangan mengikuti standar keilmuan terkini yang dikeluarkan
oleh WHO, CDC maupun Kemenkes
(2) Edukasi cuci tangan dilakukan oleh Komite PPI kepada pasien, keluarga pasien, penunggu
pasien, pengunjung rumah sakit, pedagang di sekitar lingkungan rumah sakit, dan
petugas parkir tiap satu bulan sekali. Program edukasi cuci tangan pada pasien dan
keluarga saat proses penerimaan pasien baru dilakukan oleh perawat di ruangan rawat
inap pasien.
(3) Setiap petugas di Rumah Sakit Islam Pati wajib mengikuti pelatihan cuci tangan yang
diadakan oleh rumah sakit secara berkesinambungan melalui inhouse training atau
sosialisasi tentang keilmuan cuci tangan terbaru.

Pasal 8
(1) Pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Direktur ini
dilakukan oleh Direktur , Ketua Komite PPI , IPCN, IPCLN dan anggota komiter PPI
(2) Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan
melalui:
a. sosialisasi, dan bimbingan teknis;
b. monitoring dan evaluasi.

Pasal 9
Pada saat peraturan direktur ini mulai berlaku, Surat keputusan direktur Rumah Sakit Islam
Pati Nomor: 1734/SK/KPPI/RSI/VIII/2017 Tentang panduan Kebersihan Tangan dan
Nomor : 1767/SK/KPPI/RSI/VIII/2017 Tentang kebijakan kebersihan Tangan , dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 10
Peraturan ini diberlakukan terhitung mulai tanggal ditetapkan, dengan ketentuan segala
sesuatunya akan dirubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya, apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam penetapan ini.
Ditetapkan di : Pati
Tanggal : 15 April 2020
Direktur Rumah Sakit Islam Pati

dr. Nur Iffah

LAMPIRAN 1
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM
PATI NOMOR 1219/PER/PPI/RSI/IV/2020
TENTANG PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN
DI RUMAH SAKIT ISLAM PATI

BAB I
DEFINISI

A. Kebersihan Tangan
Kebersihan tangan adalah tindakan/ praktek membersihkan tangan dengan cara
membersihkan tangan guna menghilangkan semua kotoran dan debris serta menghambat
atau membunuh mikroorganisme pada kulit.
B. Kebersihan Tangan dengan Sabun (Handwash)
Handwash adalah suatu tindakan membersihkan tangan dengan sabun antiseptik dan air
mengalir untuk mengurangi perkembangan flora patologis di kulit tangan tanpa
mengganggu aktifitas flora normal di kulit tangan. Cuci tangan dengan sabun
membersihkan area/ spectrum yang cukup luas dan bekerja sedikit lambat (WHO).
C. Kebersihan Tangan dengan Alkohol (Handrub)
Handrub adalah suatu tindakan membersihkan tangan dengan bahan berbahan alkohol
tanpa menggunakan air mengalir untuk mengurangi perkembangan flora patologis di kulit
tangan tanpa mengganggu aktifitas flora normal kulit tangan, kegitan handrub juga
memilik area/spectrum yang luas dan bekerja lebih cepat (WHO).
D. Cuci Tangan Bedah
Cuci tangan bedah adalah membersihkan tangan dengan menggunakan sikat halus dan
sabun antiseptik di bawah air mengalir untuk mengangkat debu, kotoran, minyak atau
lotion maupun microorganisme dari tangan dan lengan pada anggota tim bedah yang akan
melakukan prosedur pembedahan. (HIPKABI)

BAB II
RUANG LINGKUP
A. Handwash (kebersihan tangan dengan sabun dan air mengalir).
B. Handrub (kebersihan tangan dengan bahan berbasis alkohol).
C. Cuci tangan bedah.

BAB III
TATA LAKSANA

A. Bahan-Bahan untuk Kebersihan Tangan


Beberapa bahan yang biasa digunakan untuk kebersihan tangan adalah:
1. Bahan alkohol untuk handrub adalah bahan berupa alkohol gel, cairan dan sabun yang
digunakan untuk menekan pertumbuhan bakteri.
2. Sabun antimikroba adalah sabun yang berisi bahan antiseptik yang berfungsi untuk
menekan pertumbuhan mikroorganisme dan harus dibilas dengan air untuk
mengoptimalkan kerjanya.
3. Tissue disposable sebagai pengganti handuk sekali pakai.

B. Indikasi Kebersihan Tangan


1. Segera : setelah tiba di tempat kerja / setelah melakukan absen kedatangan dengan
finger print.
2. Sebelum :
a. Kontak langsung dengan pasien.
b. Memakai sarung tangan sebelum pemeriksaan klinis dan tindakan invasif.
c. Menyediakan/mempersiapkan obat-obatan.
d. Mengolah dan mempersiapkan makanan.
e. Memberi makan pasien.
f. Meninggalkan rumah sakit/ setelah absen pulang dengan finger print.
3. Di antara : prosedur tertentu pada pasien yang sama di mana tangan terkontaminasi,
untuk menghindari kontaminasi silang.
4. Setelah :
a. Kontak dengan pasien.
b. Melepas sarung tangan.
c. Melepas alat pelindung diri.
d. Kontak dengan darah, cairan tubuh, sekresi, ekskresi, eksuda luka dan peralatan
yang diketahui atau kemungkinan terkontaminasi dengan darah, cairan tubuh,
ekskresi.
e. Menggunakan toilet, menyentuh/ melap hidung dengan tangan (batuk/ bersin).
f. Menyentuh lingkungan di sekitar pasien.

C. Five Moment kebersihan tangan (5 saat kebersihan tangan)


Waktu untuk cuci tangan di pelayanan yang bersentuhan langsung dengan pasien
mengacu pada Five Moment kebersihan tangan sesuai ketentuan WHO yaitu:
1. Sesaat sebelum kontak/ menyentuh pasien.
2. Sesaat sebelum melakukan tindakan bersih/ aseptik.
3. Segera setelah terkena cairan tubuh pasien.
4. Segera setelah kontak/ menyentuh pasien.
5. Segera setelah kontak dengan lingkungan pasien.

D. Jenis Kebersihan Tangan untuk Seluruh Ruangan/ Bagian (klinis & non-klinis) di
Rumah Sakit Islam Pati, yaitu:
1. Kebersihan tangan dengan air mengalir dan sabun antiseptik.
2. Kebersihan tangan dengan larutan berbahan dasar alkohol (handrub).
3. Kebersihan tangan sebelum pembedahan dengan larutan antiseptik chlorhexidine 4%
(surgical).

E. Persiapan Sebelum Melakukan Handwash dan Handrub


Sebelum melakukan tindakan handwash dan handrub diharuskan melakukan hal-hal yang
direkomendasikan oleh WHO di bawah ini:
1. Pastikan kuku tangan pendek, karena kuku yang panjang akan menjadi tempat
persembunyian mikroorganisme dan bakteri.
2. Jangan menggunakan cat kuku atau aksesoris lain yang bisa menghalangi kuku.
3. Lepaskan semua aksesoris (gelang, jam tangan, cincin, dll) sebelum melakukan cuci
tangan.

F. Handwash (cuci tangan dengan sabun)


Mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun antiseptik ini
membutuhkan waktu 40-60 detik.
1. Indikasi Handwash
Indikasi dilakukan handwash (cuci tangan dengan sabun) adalah:
a. Bila tangan tampak kotor.
b. Bila tangan berminyak.
c. Setelah menggunakan handscone.
d. Setelah 5–10 kali handrub.
2. Teknik membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir:
a. Basahi tangan dengan air dan tuangkan sabun 3-5 cc serta gosok kedua telapak
tangan hingga merata.
b. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan
sebaliknya.
c. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari.
d. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci.
e. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya.
f. Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan
sebaliknya bilas kedua tangan dengan air, kemudian keringkan tangan
menggunakan tissu dan gunakan tissu untuk menutup keran air.

G. Handrub (mencuci tangan dengan bahan berbasis alkohol)


Mencuci tangan dengan bahan yang berbasis alcohol ini gerakannya sama dengan
handwash hanya berbeda pada waktu pelaksaannya, handrub ini memerlukan waktu 20-30
detik.
1. Indikasi Handrub
Indikasi dilakukan handrub adalah semua kegiatan yang telah diatur oleh WHO yang
masuk dalam five moment dimana kegiatan tersebut diluar indikasi handwash
misalnya:
a. Setelah berinteraksi dengan pasien tanpa melibatkan cairan tubuh pasien
(alloanamnesa, pemeriksaan fisik tanpa kontak dengan cairan tubuh pasien, dll).
b. Sebelum masuk dalam lingkungan pasien.
c. Setelah keluar dari lingkungan pasien tanpa bersentuhan dengan cairan tubuh
pasien.
2. Teknik membersihkan tangan dengan handrub berbasis alkohol :
a. Tuangkan antiseptik berbasis alkohol 3-5 cc pada permukaan tangan dan gosok
kedua telapak tangan hingga merata.
b. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan
sebaliknya
c. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari.
d. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci.
e. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya.
f. Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan ditelapak tangan kiri
dan sebaliknya.
H. Cuci Tangan Bedah
Cuci tangan Bedah melalui dua proses :
1. Proses mekanik : menggosok tangan dengan menggunakan sikat halus, untuk
mengangkat kotoran dan microorganisme.
2. Proses kimiawi : proses melepaskan kotoran dan microorganisme dengan menggunakan
antiseptik yang memiliki kemampuan residual.
Tehnik melakukan cuci tangan bedah :
1. Persiapan Personil
Persiapan sebelum melakukan cuci tangan.
a. Rambut telah tertutup atau APD lengkap (topi, masker, kaca mata, apron, sepatu
khusus yang tertutup).
b. Kuku jari tangan pendek, bersih dan bebas dari cat kuku.
c. Cincin dan jam tangan telah dilepaskan, gulung lengan baju 10 cm di atas siku.
d. Tidak ada luka di kulit atau kelainan pada kulit yang sedang dalam proses infeksi.
e. Memilih larutan antiseptik yang tepat.
2. Persiapan Alat :
a. Tempat cuci tangan yang cukup dalam dan lebar untuk mencegah percikan air
keluar dari area cuci tangan.
b. Air mengalir yang memenuhi syarat, yang dapat dikendalikan dengan siku atau
kaki.
c. Sikat halus dan spon yang menggunakan antiseptic.
d. Pembersih kuku.
e. Tempat sampah untuk membuang sikat bekas pakai.
f. Antiseptik Chlorhexidin 4 %.
3. Tehnik melakukan cuci tangan bedah :
a. Buka sikat, spon dan pembersih kuku dari tempatnya.
b. Buka kran air dengan tangan/ siku/ menggunakan lutut atau kaki.
c. Basahi tangan dan lengan sampai dengan 5 cm di atas siku di bawah air mengalir.
d. Membersihkan kuku dengan menggunakan pembersih kuku di bawah air mengalir.
e. Ambil sikat, spon yang mengandung Clorhexidin Gluchonat 4%.
f. Peras spon dan sikat sampai keluar busa Clorhexidin Gluchonat 4%.
g. Lumuri dan menggosok seluruh permukaan tangan dan lengan kanan dari ujung
jari sampai 5 cm di atas siku dengan clorheksidin 4 % menggunakan telapak tangan
kiri secara memutar.
h. Lumuri dan menggosok seluruh permukaan tangan dan lengan kiri dari ujung jari
sampai 5 cm di atas siku dengan clorhexidin 4 % menggunakan telapak tangan kanan
secara memutar.
i. Sikat kuku jari tangan kanan dan kiri secara bergantian pada masing-masing tangan
selama satu menit lalu sikat dibuang, spon tetap dipertahankan.
j. Bilas tangan dengan air mengalir dari ujung jari ke lengan sampai 5 cm di atas siku
hingga bersih, bila diulang tetap dari ujung jari ke lengan tidak boleh bolak balik.
k. Peras spon dan lumuri kembali tangan sampai 3/4 lengan dengan menggunakan
clorheksidin 4%.
l. Gunakan spon untuk membersihkan tangan kanan, mulailah menggosok telapak
tangan selama 15 detik, punggung tangan 15 detik, kemudian seluruh jari secara
berurutan selama 30 detik. Setiap jari digosok seolah mempunyai 4 sisi.
m. Gunakan spon untuk membersihkan tangan kiri, mulailah menggosok telapak tangan
selama 15 detik, punggung tangan 15 detik, kemudian seluruh jari secara berurutan
selama 30 detik, setiap jari digosok seolah mempunyai 4 sisi.
n. Buang spon, kemudian bilas tangan di bawah air mengalir dari ujung jari hingga 5
cm di atas siku sampai bersih.
o. Ambil clorheksidin 4% dan lumuri kembali sampai pergelangan tangan, gosok tangan
selama 1 menit untuk kedua tangan dengan tehnik cuci tangan prosedural, kemudian
bilas di bawah air mengalir sampai bersih.
p. Biarkan air mengalir dari arah tangan sampai ke siku untuk mencegah kontaminasi.
q. Pertahankan posisi tangan agar lebih tinggi dari siku.
r. Matikan kran dengan siku atau atau kaki jika tidak menggunakan keran otomatis.
s. Pertahankan posisi tangan saat menuju kamar operasi.
t. Gunakan punggung anda untuk membuka kamar bedah, jika tidak tersedia pintu
otomatis.

I. Area Pelaksanaan Kebersihan Tangan :


1. Area klinis (area perawatan/ pelayanan langsung terhadap pasien) :
a. Kebersihan tangan dengan larutan berbahan dasar alkohol (handrub) : poli rawat
jalan, ICU, kamar bayi, hemodialisa, UGD, ruang keperawatan, VK, setiap ruangan
pasien, mobil Ambulans, mobil jenazah dan trolly tindakan.
b. Kebersihan tangan dengan air mengalir dalam wastafel menggunakan sabun
antiseptik (handsoap): kamar pasien, nurse station, toilet.
c. Kebersihan tangan dengan Larutan chlorhexidine 4 % untuk ruang bedah sentral
2. Area non-klinis (area pelayanan tidak langsung terhadap pasien) :
a. Kebersihan tangan dengan air mengalir dalam wastafel menggunakan sabun
antiseptik (handsoap): Unit Laundry, Unit Pemulasaran Jenazah, Unit Sterilisasi,
Unit Gizi, Sanitasi, toilet, perkantoran, kantin, aula.
b. Kebersihan tangan dengan Larutan berbahan dasar alkohol (handrub): Unit
sterilisasi, pintu keluar-masuk petugas/ pengunjung, di dekat finger Print (absen
sidik jari), ruang tunggu rawat jalan, unit penunjang medik (radiologi, farmasi,
laboratorium, rekam medis) dan area di mana fasilitas kebersihan tangan dengan
sabun dan air mengalir tidak tersedia/ jauh letaknya.

J. Hal-hal yang penting diperhatikan saat membersihkan tangan


1. Tidak mengenakan jas lengan panjang saat melayani pasien
2. Tidak menggunakan perhiasan (jam tangan, cincin dan gelang) saat melakukan
kebersihan tangan.
3. Kuku dijaga tetap pendek tidak melebihi 1 mm, tidak menggunakan kuku palsu dan cat
kuku.
4. Apabila tangan ada luka, ditutup dengan plester kedap air.
5. Kran ditutup dengan siku tangan atau diputar menggunakan handuk atau tissue sekali
pakai
6. Apabila tangan terlihat kotor atau terkontaminasi dengan bahan-bahan protein
dibersihkan dengan sabun cair dan air mengalir
7. Apabila tangan tidak jelas terlihat kotor atau tekontaminasi dibersihkan dengan larutan
berbahan dasar alkohol (handrub) untuk dekontaminasi tangan rutin
8. Keringkan tangan menggunakan tissue sekali pakai
9. Pastikan tangan kering sebelum memulai kegiatan / mengenakan sarung tangan
10.Jangan menambahkan sabun cair ke dalam tempatnya bila masih ada isinya.
11.Dispenser sabun dibersihkan terlebih dahulu sebelum pengisian ulang
12.Setelah bersentuhan dengan kulit yang tidak utuh, darah atau cairan tubuh, tangan
harus dicuci dengan sabun dan air mengalir
13.Lakukan kebersihan tangan dengan sabun dan air setiap kali setelah 5 - 10 kali aplikasi
handrub

K. Monitoring Compliance Cuci Tangan dilakukan dengan Cara :


1. Petugas IPCN bekerjasama dengan IPCLN dan kordinator ruangan non medis setiap 1
bulan sekali di ruang keperawatan, IGD, Hemodialisa, ICU, OK, rawat jalan, ruang
perinatal, VK, rehabilitasi medik, melakukan monitoring berdasarkan panduan cuci
tangan WHO
2. Petugas IPCN dan kordinator ruangan non medis secara bergilir setiap sebulan sekali di
unit laundry, farmasi, Gizi, Unit Sarpras, sanitasi, kamar jenazah) melakukan
monitoring sesuai indikasi kebersihan tangan secara umum.
3. Kepatuhan cuci tangan melibatkan petugas klinis maupun non klinis dengan sasaran 80
% dari jumlah masing-masing profesi (Dokter, Perawat, Bidan, Fisioterapi dan Gizi,
Radiografer, Analis, petugas laundry, petugas kamar jenazah, petugas sarpras, petugas
sanitasi dan petugas perkantoran).
BAB IV
DOKUMENTASI

A.Poster langkah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir maupun dengan hand rub
berbasis alkohol
B. Banner dan spanduk himbauan dan langkah cuci tangan.
C. Form audit cuci tangan
D.Form audit fasilitas cuci tangan
E. Foto – foto dokumentasi saat dilakukan ketersediaan fasilitas cuci tangan di unit-unit
pelayanan
F. Dokumentasi saat dilakukan edukasi cuci tangan
G. Tampilkan langkah cuci tangan di screen saver komputer

Ditetapkan di : Pati
Tanggal : 15 April 2020
Direktur Rumah Sakit Islam Pati

dr. Nur Iffah


LAMPIRAN 2
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM
PATI NOMOR 1219/PER/PPI/RSI/IV/2020
TENTANG PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN
DI RUMAH SAKIT ISLAM PATI

LEAFLET 5 MOMENT CUCI TANGAN


LEAFLET CARA MENCUCI TANGAN DENGAN SABUN DAN AIR MENGALIR
Lamanya seluruh prosedur : 40 – 60 detik
LEAFLET CARA MENCUCI TANGAN DENGAN ANTISEPTIK BERBASIS ALKOHOL
Cuci Tangan Bedah

1. 2.

3. 4.

5. 6.
7. 8.

9. 10.

11. 12.
13. 14.

15. 16.

17. 18.
19. 20.

21. 22.

23. 24.
25. 26.

LAMPIRAN 3
PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM
PATI NOMOR 1219/PER/PPI/RSI/IV/2020
TENTANG PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN
DI RUMAH SAKIT ISLAM PATI

LEMBAR PROSES PEMERIKSAAN

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM PATI

TENTANG

PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN DIRUMAH SAKIT ISLAM PATI

Tindakan Nama Jabatan Tanda Tangan Tanggal


Disiapkan dr. Nofi Fitriyani Ketua Komite PPI

Diperiksa Mar’atus Sa’diyah, SE. Kabag Keuangan dan


Umum
Disetujui dr. Nur Iffah Direktur