Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di masyarakat, cara pengukuran status gizi yang paling sering digunakan
adalah antropometri gizi. Dewasa ini dalam program gizi masyarakat, pemantauan
status gizi anak balita menggunakan metode antropometri, sebagai cara untuk
menilai status gizi. Disamping itu pula dalam kegiatan penapisan status gizi
masyarakat selalu menggunakan metode tersebut.
Antropometri merupakan salah satu metode yang dapat dipakai secara
universal, tidak mahal, dan metode yang non invasif untuk mengukur ukuran,
bagian, dan komposisi dari tubuh manusia. Oleh karena itu, disebabkan
pertumbuhan anak-anak dan dimensi tubuh pada segala usia dapat mencerminkan
kesehatan dan kesejahteraan dari individu dan populasi, antropometri dapat juga
digunakan untuk memprediksi performa, kesehatan, dan daya tahan hidup.
Antropometri penting untuk kesehatan masyarakat dan juga secara klinis yang
dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan sosial dari individu dan
populasi. Selain itu, aplikasi antropometri mencakup berbagai bidang karena
dapat dipakai untuk menilai status pertumbuhan, status gizi dan obesitas,
identifikasi individu, olahraga, militer, teknik dan lanjut usia.
Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros. Anthropos artinya tubuh
dan metros artinya ukuran. Jadi antropometri adalah ukuran dari tubuh.
Antropometri gizi adalah pengukuran yang berhubungan dengan berbagai macam
dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.

1
Umumnya, antropometri digunakan untuk mengukur status gizi dari berbagai
ketidakseimbangan antara asupan protein dan energi. Antropometri dapat dibagi
menjadi dua, yaitu Antropometri Statis/structural (Pengukuran manusia pada
posisi diam, dan linier pada permukaan tubuh) dan Antropometri
Dinamis/fungsional (pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam
keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat
pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya).
Pada dasarnya jenis pertumbuhan dapat dibagi dua yaitu; pertumbuhan yang
bersifat linier dan pertumbuhan massa jaringan. Dari sudut pandang antropometri,
kedua jenis pertumbuhan ini mempunyai arti yang berbeda. Pertumbuhan
Bentuk dari ukuran linier adalah ukuran yang berhubungan dengan panjang.
Contoh ukuran linier adalah panjang badan, lingkar dada, lingkar kepala. Ukuran
linier yang rendah biasanya menunjukkan keadaan gizi yang kurang akibat
kekurangan energi linier menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada saat
lampau dan pertumbuhan massa jaringan menggambarkan status gizi yang
dihubungkan pada saat sekarang atau saat pengukuran.
a. Linier dan protein yang dideritawaktu lampau. Ukuran linier yang paling sering
digunakan adalah tinggi atau panjang badan.
b. Massa Jaringan
Bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa tubuh. Contoh ukuran massa
jaringan adalah berat badan, lingkar lengan atas (LLA), dan tebal lemak bawah
kulit.
Apabila ukuran ini rendah atau kecil, menunjukkan keadaan gizi kurang akibat
kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu pengukuran
dilakukan.Ukuran massa jaringan yang paling sering digunakan adalah berat
badan.

2
1.2  Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pola makan ?
2. Bagaimana kebutuhan nutrisi pada berbagai tahapan usia ?
1.3  Tujuan
Tujuan Umum :
1. Untuk memahami tentang konsep nutrisi pada tiap tahapan usia
Tujuan Khusus :
2. Untuk memahami perbedaan kebutuhan nutrisi pada masing-masing tahapan usia
1.4 Manfaat
a.   Agar mahasiswa dapat menentukan status gizi  anak.
c.    Agar mahasiswa bisa menentukan status pertumbuhan anak.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Antropometri
Antropometri berasal dari kata antropos dan metros. Antropos artinya tubuh
dan metros artinya ukuran. Jadi antropometri adalah ukuran dari tubuh. Pengertian ini
bersifat sangat umum sekali. Pengertian dari sudut pandang gizi, telah banyak
diungkapkan oleh para ahli Jelliffe (1966) mengungkapkan bahwa ; “Nutritional
antropometry is measurement of the variations of the physical dimensions and the
gross composition of the human body at different age levels and degree of nutrition”.
Dari definisi ini dapat ditarik kesimpulan pengertian bahwa antropometri gizi adalah
berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi
tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Berbagai jenis ukuran tubuh antara
lain : berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas dan tebal lemak di bawah kulit.
Antropometri sangat umum digunakan untuk mengukur status gizi dari berbagai
ketidak seimbangan antara asupan protein dan energi. Gangguan ini biasanya terlihat
dari pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot, dan
jumlah air dalam tubuh. (Nyoman, 2002)
Dewasa ini, di masyarakat sangat lazim digunakan metode antropometri untuk
menentukan status gizi, baik pada dewasa maupun anak – anak. Selain untuk tujuan
tesebut, antropometri digunakan untuk kegiatan penapisan status gizi masyarakat.
Sedangkan dari sudut pandang gizi, antropometri berarti pengukuran dari ukuran dan
komposisi tubuh pada berbagai level usia dan variasi keadaan gizi.
Jadi dapat disimpulkan, bahwa fokus utama pengukuran antropometri meliputi
pengukuran dimensi tubuh seperti berat badan, tinggi badan atau panjang badan,
lingkar lengan atas dan komposisi tubuh meliputi lemak tubuh (fat mass) dan bukan
lemak tubuh (fat-free mass) dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.

4
Antropometri gizi adalah berhubungan dengan berbagai macam pengukuran
dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.
Berbagai jenis ukuran tubuh antara lain: berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas
dan tebal lemak di bawah kulit.
Keunggulan antropometri gizi sebagai berikut :
a.    Prosedurnya sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel yang besar.
b.    Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli, tetapi cukup dilakukan oleh tenaga yang
sudah dilatih dalam waktu singkat dapat melakukan pengukuran antropometri. Kader
gizi (Posyandu) tidak perlu seorang ahli, tetapi dengan pelatihan singkat ia dapat
melaksanakan kegiatannya secara rutin.
c.    Alatnya murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah
setempat. Memang ada alat antropometri yang mahal dan harus diimpor dari luar
negeri, tetapi penggunaan alat itu hanya tertentu saja seperti "Skin Fold Caliper"
untuk mengukur tebal lemak di bawah kulit.
d.    Metode ini tepat dan akurat, karena dapat dibakukan.
e.    Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau.
f.     Umumnya dapat mengidentifikasi status gizi sedang, kurang, dan gizi buruk, karena
sudah ada ambang batas yang jelas.
g.    Metode antropometri dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu,
atau dari satu generasi ke generasi berikutnya.
h.    Metode antropometri gizi dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan
terhadap gizi.
Di samping keunggulan metode penentuan status gizi secara antropometri,
terdapat pula beberapa kelemahan :
a.    Tidak sensitifnya metode ini tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat.
Di samping itu tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu seperti zink dan
Fe.
b.    Faktor di luar gizi (penyakit, genetik, dan penurunan penggunaan energi) dapat
menurunkan spesifikasi dan sensitivitas pengukuran antropometri.

5
c.    Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi, akurasi,
dan validitas pengukuran antropometri gizi.
d.    Kesalahan ini terjadi karena:
1.    pengukuran.
2.    perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan.
3.    analisis dan asumsi yang keliru.

2.2 Status Gizi


2.2.1 Pengertian Status Gizi
Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam  pemenuhan nutrisi untuk anak
yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi juga
didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara
kebutuhan dan masukan nutrien.
Penelitian status gizi merupakan pengukuran yang didasarkan pada data
antropometri serta biokimia dan riwayat diit (Beck, 2000:1).
a)     Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi
1.    Faktor External
Faktor eksternal yang mempengaruhi status gizi antara lain:
a)    Pendapatan
Masalah gizi karena kemiskinan indikatornya adalah taraf ekonomi keluarga,
yang hubungannya dengan daya beli yang dimiliki keluarga tersebut (Santoso, 1999).
b)    Pendidikan
Pendidikan gizi merupakan suatu proses merubah pengetahuan, sikap dan
perilaku orang tua atau masyarakat untuk mewujudkan dengan status gizi yang baik
(Suliha, 2001).
c)    Pekerjaan
Pekerjaan adalah sesuatu yang harus dilakukan terutama untuk menunjang
kehidupan keluarganya. Bekerja umumnya merupakan kegiatan yang  menyita waktu.

6
Bekerja bagi ibu-ibu akan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarga
(Markum, 1991).
d)    Budaya
Budaya adalah suatu ciri khas, akan mempengaruhi tingkah laku dan
kebiasaan (Soetjiningsih, 1998).
2.    Faktor Internal

Faktor Internal yang mempengaruhi status gizi antara lain :


a)    Usia
Usia akan mempengaruhi kemampuan atau pengalaman yang dimiliki orang
tua dalam pemberian nutrisi anak balita (Nursalam, 2001).
b)    Kondisi Fisik
Mereka yang sakit, yang sedang dalam penyembuhan dan yang lanjut usia,
semuanya memerlukan pangan khusus karena status kesehatan mereka yang buruk.
Bayi dan anak-anak yang kesehatannya buruk, adalah sangat rawan, karena pada
periode hidup ini kebutuhan zat gizi digunakan untuk pertumbuhan cepat (Suhardjo,
et, all,  1986).
c)    Infeksi
Infeksi dan demam dapat menyebabkan menurunnya nafsu makan atau
menimbulkan kesulitan menelan dan mencerna makanan (Suhardjo, et, all,  1986).

7
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Nutrisi


Nutrisi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan
fungsinya, yaitu energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-
proses kehidupan (Soenarjo, 2000).
Menurut Rock CL (2004), nutrisia dalah proses dimana tubuh manusia
menggunakan makanan untuk membentuk energi, mempertahankan kesehatan,
pertumbuhan dan untuk berlangsungnya fungsi normal setiap organ baik antara
asupan nutrisi dengan kebutuhan nutrisi.
Sedangkan menurut Supariasa (2001), nutrisi adalah suatu proses organisme
menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses degesti,
absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak
digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan, dan fungsi normal dari
organ-organ, serta menghasilkan energi.

3.2 Prinsip Gizi Bagi Bayi

Kebutuhan gizi bayi berbeda dengan kebutuhan anak dan dewasa. Bayi
memerlukan karbohidrat dengan bantuan amilase untuk mencerna bahan makanan
yang berasal dari zat pati. Protein yang diperlukan berasal dari ASI ibu yaitu dengan
kadar 4-5% dari total kadar kalori dalam ASI. Lemak yang diperlukan 58% dari
kalori total dalam susu matur. Mineral yang diperlukan pada masa ini terdiri dari
kalsium, pospor, klor, kalium, dan natrium yang menunjang pertumbuhan dan
perkembangan si bayi. Sedangkan untuk vitamin berfariasi sesuai dengan diet ibu.
Setelah 6 bulan, setiap bayi membutuhkan makanan lunak yang bergizi yang sering
disebut makanan pendamping ASI ( MP-ASI ). MP-ASI merupakan makanan

8
peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberi MP-ASI harus
dilakukan secara bertahap baik bentuk bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan
kemampuan pencernaan bayi/anak.

Pada keadaan biasa, MP-ASI dibuat dari makanan pokok yang disiapkan secara
khusus untuk bayi, dan diberikan 2-3 kali sehari sebelum anak berusia 12 bulan.
Kemudian pemberian ditingkatkan 3-5 Kli sehari sebelum anak berusia 24 bulan. MP-
ASI harus bergizi tinggi dan mempunyai bentuk yang sesuai dengan umur bayi dan anak
baduta. Sementara itu ASI harus tetap diberikan secara terarur dan sering.

Dalam keadaan darurat, bayi dan balita seharusnya mendapatkan MP-ASI untuk
mencegah kekurangan gizi. Untuk memperoleh MP-ASI yang baik yang dibuat secara
lokal, perlu diberi tambahan vitamin dan mineral pada makanan waktu akan
dihidangkan. Variasi bahan makanan untuk bayi penting karena tidak ada satupun
makanan yang diberikan sejak bayi akan diingat sampai dewasa, mengatasi bayi
susah makan karena variasi makanan tidak akan menyebabkan bayi bosan.

Kebutuhan akan kalori yang diperlukan oleh bayi adalah 4-5% dari susu matur.
Mayoritas proteinnya yaitu wheyyang mudah dicerna. Lemak yang diperlukan kira-
kira 58% dari kalori total dalam susu matur. Kadar kolestrol diyakini membantu bayi
mengembangkan sistem enzim yang dapat menontrol kadar kolestrol setelah dewasa.
Karbohidrat berasal dari ASI yang mengandung amilase yang dapat meningkatkan
pencernaan zat pati utama dalam ASI yaitu kalsium, pospor, klor, kalium dan
natrium. Vitamin yang ada di dalam tubuh bayi menyesuaikan dengan diet yang
dilakukan oleh ibu.

3.2.1 Macan-macan makanan bayi

Setelah bayi berumur 6 bulan, maka untuk memenuhi kebutuhan selanjutnya demi
pertumbuhan dan perkembangannya diperlukan makanan pendamping air susu ibu
( MP-ASI) . Makanan pendamping ASI yang baik adalah terbuat dari bahan

9
makanan segar, sayur mayur dan buah-buahan. Jenis-jenis MP-ASI yang dapat
diberikan adalah :

1. Makanan lumat adalah makanan yang dihancurkan atau disaring tampak


kurang merata dan bentuknya lebih kasar dari makanan lumat halus, contoh:
bubur susu, bubur sumsum, oisang saring/dikerok, pepaya saring, tomat
saring, nasi tim saring, dan lain-lain.
2. Makanan lunak adalah makanan yang dimasak dengan banyak air dan tampak
berair, contoh: bubur nasi, bubur ayam, nasi tim, kentang puri, dan lain-lain.
3. Makanan padat adalah makanan lunak yang tidak nampak berair dan biasanya
disebut makanan keluarga, contoh: lontong, nasi tim, kentang rebus, biskuit,
dan lain-lain.

3.2.2 Cara pengolahan makanan bayi

Pengolahan bahan makanan untuk bayi disesuaikan dengan umurnya. Ini


dikarenakan setiap bayi dalam masa perkembangan kemampuan sistem
percernaanya berbeda-beda. Berikut pengolahan bahan makanan berdasarkan
umur.

1. Pemberian makanan bayi umur 6-9 bulan


a. Penyerapan vitamin A dan zat gizi lain pemberian ASI diteruskan
b. Pada umur 6 bulan alat cerna sudah lebih berfungsi, oleh karena itu bayi
mulai diperkenalkan dengan MP-ASI lumat 2 kali sehari
c. Untuk mempertinggi nilai gizi makanan, nasi tim bayi ditambah sedikit
demi sedikit dengan sumber lemak, yaitu santan atau minyak
kelapa/margarin. Bahan makanan rasa enak juga mempertinggi yang larut
dalam lemak.
2. Pemberian makanan bayi umur 9-12 bulan
a. Pada umur 10 bulan bayi mulai diperkenalkan dengan makanan keluarga
secara bertahap.

10
Bentuk dan kepadatan nasi tim bayi harus diatur secara
berangsur,mendekati makanan keluarga.
b. Berikan makanan selingan satu kali sehari.pilihlah makanan selingan yang
bernilai gizi tinggi,seperti bubur kacang hijau ,buah.usahakan agar
makanan selingan dibuat sendiri agar kebersihannya terjamin.
c. Bayi perlu diperkenalkan dengan beraneka ragam bahan makanan
.campurkanlah kedalam makanan lembek berbagai lauk pauk dan sayuran
secara berganti-ganti.pengenalan berbagai bahan makanansejak dini akan
berpengaruh baik terhadap kebiasaan makan yang sehat dikemudian hari.
3. Pemberian makanan anak umur 12-24 bulan
a. Pembarian ASI diteruskan
b. Pemberian MP-ASI atau makanan keluarga sekurang-kurangnya 3
kali sehari dengan porsi separuh makanan orang dewasa setiap kali
makan. Selain itu tetap berikan makanan selingan 2 kali sehari.
c. Variasi makanan diperhatikan dengan menggunakan makanan
,misalnya dapat diganti dengan tahu,tempe,kacang ijo,telur atau ikan
bayam dapat diganti dengan daun kangkung ,wortel,tomat.bubur susu
dapat digantidengan bubur kacang ijo,bubur sumsum,biskuit.
d. Menyapih anak harus bertahap,jangan dilakukan secara tiba-
tiba.kurangi frekuensi pemberian ASI sedikt demi sedikit.

3.2.3 Faktor –faktor yang mempengaruhi pemberian makanan

Faktor yang mempengaruhi pemberian makanan dapat dikelompokkan


menjadi 2 bagian yaitu:

11
1. Faktor heredokonstitusionil
Gen yang terdapat didalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa
embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu.manivestasi hasil
perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas.DNA yang membentuk
gen mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat
herediter.timbonya kelainan familial,kelainan khusus tertentu,tipet
tertentu dari dwarwism adalah akibat transmisigen yang abnormal.
Haruslah diingat bahwa beberapa anak bertubuh kecil karena konstitusi
genetiknya dan bukan karena gangguan endokrin atau gizi. Peranan
genetik pada sifat berkembangan mental masih merupakn hal yang masih
diperdebatkan. Memang hereditas tidak dapat disansikan lagi mempunyai
peranan yang besar tapi pengaruh lingkungan terhadap organisme tersebut
tidak dapat diabaikan. Pada saat sekarang para ahli psikologi anak
berpendapat bahwa hereditas lebih banyak mempengaruhi intelegasi
dibandingkan dengan lingkungan. Sifat-sifat emosional seperti perasaan
takut, kemauan dan tempramen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan
dibandingkan dengan heredatsi.
a. Jenis kelamin. Pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda
dalam ukuran besar, kecepatan tumbuh, proposi jasmani dan lain-lain
sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. Wanita
menjadi dewasa lebih dini,yaitu mulai adolensensi pada umur 10
tahun, sedangkan pria mulai pada umur 12 tahun.
b. Ras atau bangsa.oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras
kuning mempunyai hereditas lebih pendek dibandingkan dengan ras
kulit putih. Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan
orang skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang itali.

12
c. Keluarga. Tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat
anggota keluarga yang pendek sedangkan anggota keluarga lainnya
tinggi.
d. Umur. Kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa
fetus, masa bayi dan masa adolensensi.
2. Faktor lingkungan faktor prenatal
a. Gizi ( defisiensi vitamin, iodium dan lain-lain ). Dengan
menghilangkan vitamin tertentu dari dalam makanan binatang yang
sedang hamil, warkany menemukan kelainan pada anak binatang
tersebut. Jenis kelainan tersebut dapat diduga sebelumnya dengan
menghilangkan vitamin tertentu. Telah dibuktikan pula bahwa kurang
makanan selama kehamilan dapat meningkatkan angka kelahiran mati
dan kematian neonatal. Diketahui pula bahwa pada ibu dengan
keadaan gizi yang jelek tidak dapat terjadikonsepsi. Hal ini
disinggung pula oleh warkany dengan mengatakan the most serious
congential malformation is never to be conceived at all.
b. Mekanis ( pita amniotik, ektopia, posisi fetus yang abnormal, trauma,
oligohidrmnion ). Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal
dan oligohidranmion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti
clibfoot, mikrognatia dan kaki bengkok. Kelainan ini tidak terlalu
berat karena mungkin terjadi pada masa kehidupan intrauterin akhir.
Implamantasi ovum yang salah, yang juga dianggap faktor mekanis
dapat mengganggu gizi embrio dan berakibat gangguan pertumbuhan.
c. Toksin kimia ( propiltiourasil, aminopterin, obat kontrasepsi dan lain-
lain ). Telah lama diketahui bahwa obat-obatan tersebut dapat
menimbulkan kelainan seperti misalnya palatoskizis, hidrosefalus,
diastasis kranil.
d. Bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes melitus sering
menunjukkan kelainan berupa makrosomia, kardiomegali dan

13
heperplasia adrenal. Hiperplasia pulau langerhans akan
mengakibatkan hipoglikemia. Umur rata-rata ibu yang melahirkan
anak mongoloid dan kelainan lain umumnya lebih tinggi
dibandingkan dengan umur ibu yang melahirkan anak normai. Ini
mungkin disebabkan oleh kelainan beberapa endrokin dalam tubuh
ibu yang meningkat pada umur lanjut, walaupun faktor lain yang
bukan endokrin juga ikut berperan.
e. Radiasi ( sinar rontgen, radium dan lain-lain ). Pemakaian radium dan
sinar rintgen yang tidak mengikuti aturan dapat mengakibatkan
kelainan pada fetus. Contoh kelainan yang pernah dilaporkan ialah
mikrosefali, spina bifida, retardasi mental dan deformitas anggota
gerak. Kelainan yang ditemukan akibat radiasi bom atom di
Hiroshima pada fetus ialah mikrosefali, retardasi mental, kelainan
kongenital mata dan jantung.
f. Infeksi ( trimester I: rubela dan mungkin penyakit lain, ttrimester II
dan berikutnya: toksoplasmosis, histoplasmosis, sifilis dan lain-lain).
Rubela ( German measles ) dan mungkin pula infeksi virus atau
bakteri lainnya yang di derita oleh ibu pada waktu hamil muda dapat
mengakibatkan kelainan pada waktu hamil muda dapat
mengakibatkan kelainan pada fetus seperti katarak, bisu tuli,
mikrosefali, retardasi mental dan kelainan kongenital jantung. Lues
kongenital merupakan contoh infeksi yang dapat menyerang fetus
intrauterin sehingga terjadi gangguan pertumbuhan fisis dan mental.
Toksoplasmosis pranatal dapat mengakibatkan makrosefali kongenital
atau mikrosefali dan retinitis.
g. Imunitas( eritroblastosis fetalis, kern icterus ). Keadaan ini timbul atas
dasar adanya perbedaan golongan darah antara fetus dan ibu, sehingga
ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah bayi yang
kemudian melalui plasenta masuk ke dalam peredaran darah bayi

14
yang akan mengakibatkan hemolisis. Akibat penghancuran sel darah
merah bayi akan timbul anemia dan heperbilirubinemiadan dapat
terjadi kerusakan.
h. Anoksia embrio ( gangguan fungsi plasenta ). Keadaan anoksia pada
embrio dapat mengakibatkan pertumbuhannya terganggu.

3. Faktor pascanatal

a. GIzi (masukan makanan kualitatif dan kuantitatif) termasuk dalam hal ini
bahan pembangun tubuh yaitu protein,karbohidrat,lemak,mineral dan vitamin.
b. Penyakit (penyakit kronis dan kelainan kongenitalk).beberapa penyakit kronis
seperti glomerulonefritis kronik,tuberkulosis paru dan penyakit seliak dapat
mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani.hal yang sama juga dapat
terjadi pada penderita kelainan jantung bawaan.
c. Keadaan sosial –ekonomi.hal ini memegang peranan penting dalam
pertumbuhan anak .jelas dapat terlihat pada ukuran bayi yang lahir dari
golongan orang tua dengan keadaan sosial-ekonomi yang kurang,yang lebih
rendah dibandingkan dengan bayi dari keluarga dengan sosial-ekonomi yang
cukup.
d. Musim .di negri yang mempunyai 4 musim terdapat perbedaan kecepatan
tumbuh berat badan dan tinggi.pertambahan tinggi besar pada musim semi dan
paling rendah pada musim gugur.sebaliknya penambahan berat badan
terbesar terjadi pada musim guggur dan terkecil pada musim semi.
e. Lain-lain. Banyak faktor lain yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
perkembangan anak ,antara lain pengawasan medis,perbaikan
sanitasi,pendidikan ,faktor psikologi dll.

Factor-faktor yang mempengaruhi pemberian makan pada bayi yaitu umur,


berat badan, diagnosis dari penyakit dan stadium, keadaan mulut sebagai alat
penerima makanan, kebiasaan makan, kesukaan dan ketidaksukaan, akseptabilitas

15
terhadap jenis makanan dan toleransi anak terhadap makanan yang diberikan,jenis dan
jumlah makanan yang diberikan,dan kapan saat yang tepat pemberian makanan .

3.2.4 Pola pemberian makanan bayi sehari

Umur Macam makanan Jumlah pemberian


1-2 minggu ASI ekslusif atau Sesuka bayi
Formula adaptasi 6-7 kali 90 ml
3 mg – 2 bulan ASI ekslusif atau Sesuka bayi
Formula adaptasi 6 kali 100-150 ml
3 bulan ASI ekslusif atau Sesuka bayi
Formula adaptasi 5 kali 180 ml
4-5 bulan ASI ekslusif atau Sesuka bayi
Formula adaptasi 4 kali 180 ml
6 bulan ASI atau Sesuka bayi
Formula adaptasi 3 kali 180-200 ml
Bubur susu/biscuit 2 kali 40-50 g bubuk
Jus buah 1-2 kali 50-70 ml
7-12 bulan ASI dan atau Sesuka bayi
Formula lanjutan 2 kali 200-250 ml
Bubur susu/kac. ijo 2 kali 40-50 g bubuk
Nasi tim 1 kali 40-50 g bubuk
Jus buah 2 kali 80-100 ml
> 12 bulan ASI dan atau Sesuka bayi
Formula lanjutan 2 kali 250-300 ml
Makanan keluarga 3 kali x 1 piring
(nasi + ikan/telur + sayur)
Buah 2 kali 50 gram

3.3 Prinsip gizi bagi balita

Secara harfiah, balita atau anak dibawah lima tahun adalah anak usia
kurang dari lima tahun sehingga bayi usia dibawah satu tahun juga termasuk
dalam golongan ini. Namun, karena faal (kerja alat tubuh semestinya) bayi

16
usia di bawah satu tahun berbeda dengan anak usia di atas satu tahun, banyak
ilmuan yang membedakanya. Anak usia 1-5 tahun dapat pula di katakana
mulai disapih atau selepas menyusui sampai dengan prasekolah. Sesuai
dengan pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasanya, faal tumbuhnya
juga mengalami perkembangan sehingga jenis makanan dan cara pemberianya
pun harus disesuaikan dengan keadaanya.
Balita usia 1-5 tahun dapat dibedakan menjadi dua, yaitu anak usia lebih dari
satu tahun sampai tiga tahun yang di kenal dengan “batita” dan usia lebih dari
tiga tahun sampai lima tahun yang dikenal dengan usia “prasekola”. Balita
sering disebut konsumen pasif, sedabgkan usia prasekolah lebih dikenal
sebagai konsumen aktif. Anak dibawah limatahun merupakan kelompok yang
menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat namun kelompok ini merupakan
kelompok tersering yang menderita kurang gizi. Gizi ibu yang kurang atau
buruk pada waktu konsepsi atau sedang hamil muda dapat berpengaruh
kepada pertumbuhan semasa balita. Bila gizi buruk maka perkembangan
otaknya pun kurang dan itu akan berpengaruh pada kehidupanya di usia
sekolah dan prasekolah
3.3.1 Karakteristik balita
Anak usia 1-5 tahun merupakan konsumen pasif, artinya anak
menerima makanan dari apa yang disediakan ibunya dengan kondisi
demikian, sebaiknya anak batita diperkenalkan dengan berbagai bahan
makanan. Laju pertumbuhan masa balita lebih besar dari masa usia
prasekolah sehingga di perlukan jumlah makanan yang relative lebih
besar. Namun, perut yang masih lebih kecil menyebabkan jumlah
makanan yang mampu diterimanya dalam sekali makan lebih kecil dari
pada anak yang usianya lebih besar. Oleh karena itu, pola makan yang
diberikan adalah porsi kecil dengan frekuensi sering.
Pada usia prasekolah, anak menjadi konsumen aktif, yaitu mereka
sudah dapat memilih makanan yang disukai (persagi, 1992). Masa ini

17
juga sering dikenal sebagai “masa keras kepala”. Akibat pergaulan
dengan lingkunganya terutama dengan anak-anak yang lebih besar,
anak yang mulai senang jajan. Jika hal ini dibiarkan, jajanan yang
dipilih dapat mengurangi asupan zat gizi yang diperlukan bagi
tubuhnya sehingga anak kurang gizi. Perilaku makan sangat
dipengaruhi oleh keadaan psikologis, kesehatan, dan social anak. Oleh
karena itu, keadaan lingkungan dan sikap keluarga merupakan hal
yamg sangat penting dalam pemberian makanan pada anak agar anak
tidak cemas dan khawatir terhadap makananya. Seperti pada orang
dewasa, suasana yang menyenangkan dapat membangkitkan selera
makan anak.
3.3.2 Kebutuhan gizi balita
Kebutuhan gizi seseorang adalah jumlah yang diperkirakan
cukup untuk memelihara kesehatan pada umumnya. Secara garis besar
kebutuhan gizi ditentukan oleh usia, jenis kelamin, aktivitas berat
badan, dan tinggi badan. Antara asupan zat gizi dan pengeluaranya
harus ada keseimbangan sehingga di peroleh status gizi yang baik.
Status gizi balita dapat di pantau dengan penimbang anak setiap bulan
dan dicocokkan Kartu Menuju Sehat (KMS).

1. Kebutuhan energi
Kebutuhan energy bayi dan balita relative besar dibandingkan
dengan oramg dewasa sebab pada usia tersebut pertumbuhanya
masih sangat pesat. Kecukupanya akan semakin menurun seiring
dengan bertambahnya usia.
2. Kebutuhan zat pembangun
Secara fisiologis, balita sedang dalam masa pertumbuhan
sehingga kebutuhanya relative lebih besar dari pada orang

18
dewasa. Namun, jika dibandingkan dengan bayi yang usianya
kurang dari satu tahun, kebutuhanya ralatif lebih kecil.
3. Kebutuhan zat pengatur.
Kebutuhan air bayi dan balita dalam sehari berfluktuasi seiring
dengan bertambahnya usia.

3.3.3 Menu seimbang untuk balita dan pengolahan gizi balita

Masa balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat.
Masa balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat.
Pada masa ini otak balita ibu telah siap menghadapi berbagai stimuli
seperti belajar berjalan dan berbicara lebih lancar. Balita memiliki
kebutuhan gizi yang berbeda dari orang dewasa. Balita membutuhkan
banyak lemak dan lebih sedikit serat . Menu seimbang untuk balita
yaitu :

1. Gula dan garam


Konsumsi untuk balita tidak lebih dari 1/6 jumlah maksimum
orang dewasa sehari atau kurang dari 1 gram. Cermati makanan balita
ibu karena makanan orang dewasa belum tentu cocok untuknya.
Kadang makanan itu terlalu banyak garam atau gula atau bahkan
mengandung bahan pengawet atau pewarna buatan.
2. Porsi makan-Porsi makan anak juga berbeda dengan orang dewasa.
Mereka membutuhkan makanan sumber energi yang lengkap gizi
dalam jumlah lebih kecil namun sering.
3. Kebutuhan energi dan nutrisi – bahan makanan sumber energi
seperti karbohidrat, protein, lemak serta vitamin, mineral dan serat
wajib dikonsumsi anak setiap hari. Lakukan pengaturag agar
semua sumber gizi tersebut ada dalam menu makanan sehari.

19
4. Susu pertumbuhan – susu. Sebagai salah satu sumber kalsium, juga
penting dikonsumsi balita. Sedikitnya balita butuh 350 ml/12 oz
per hari. Susu pertumbuhan merupakan susu lengkap gizi yang
mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak usia 12 bulan ke atas.

Menu seimbang yaitu gizi yang harus terpenuhi untuk menjaga


keseimbangan gizi tubuh yaitu :

1. Karbohidrat seperti nasi, roti, sereal, kentang atau mie. Sebagai


menu utama, karbohidrat diolah sebagai makanan selingan atau
bekal sekolah seperti puding roti atau donat kentang yang lezat.
2. Buah dan sayur seperti pisang, pepaya, jeruk, tomat dan wortel.
Jenis sayuran beragam mengandung zat gizi berbeda. Berikan
setiap hari pada bentuk segar atau diolah menjadi jus.
3. Susu dan produk olahan susu. Pastikan balita itu mendapatkan
asupan kalsium yang cukup dikonsumsi susunya.
4. Protein seperti ikan, susu, daging, telur, kacang-kacangan.Tunda
pemberiannya bila timbul elergi atau ganti dengan sumber protein
lain.Untuk vegetarian, gabungkan konsumsi susu dengan minuman
berkadar vitamin c tinggi untuk membantu penyerapan zat besi.
5. Lemak dan gula seperti yang terdapat dalam minyak, santen, dan
mentega, roti, dan kue juga mengandung omega 3 dan 6 yang
penting untuk perkembangan otak. Pastikan balita ibu
mendapatkan kadar lemak esensial kadar gula yang cukup bagi
pertumbuhannya, namun perlu diperhatikan bahwa lemak dan gula
tidak digunakan sebagai pengganti jenis makanan lainnya ( seperti
karbohidrat ).

20
3.3.4 Kebutuhan Nutrisi

1. Kecepatan pertumbuhan berkurang secara dramatis sehingga


kebutuhan anak usia ini terhadap kalori, protein dan cairan menurun.
2. Kebutuhan kalori 102 kkal/kgBB/hari & Kebutuhan protein 1,2
gr/kgBB/hari.
3. Pemberian susu tidak lebih dari 1 liter / hari untuk membantu
menjamin asupan makanan yang kaya zat besi. Pemeriksaan
hematokrit harus dilakuakn untuk screening anemia.
4. Anak toddler dengan diet vegetarian tidak menerima protein yang
cukup, harus dirujuk ke ahli gizi.

3.4 Nutrisi Bagi Pra Sekolah


Karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu
diperhatikan pada anak Prasekolah adalah sebagai berikut :

a. Nafsu makan berkurang.

b. Anak lebih tertarik pada aktivitas bermain dengan teman atau


lingkungannya dari pada makan.
c. Anak mulai senang mencoba jenis makanan baru.

d. Waktu makan merupakan kesempatan yang baik bagi anak untuk belajar
dan bersosialisasi dengan keluarga.

3.4.1 Kebutuhan Nutrisi

1. Kebutuhan nutrisi pada usia ini hampir sama dengan toddler meskipun
kebtuhan kalori menurun sampai 90 kkal/kgBB/hari & kebutuhan protein
tetap 1,2 gr/kgBB/hari.

21
2. Kebutuhan cairan 100 ml/kgBB/hari, bergantung pada tingkat aktivitas
anak.

3.4.2 Pola dan Pilihan Makanan

1. Pada usia anak mungkin menolak sayuran, makanan kombinasi dan hati.
2. Makanan yang disukai anatara lain sereal, daging, kentang, buah-buahan
dan permen.
3. Banyak anak pada usia ini yang tidak dapt diam atau cerewet selama
makan dengan keluarga dan dapat tetap berjuang dengan penggunaan
peralatan makan.
4. Kebiasaan orang lain mempengaruhi anak usia 5 tahun.

3.5 Nutrisi Pada Usia Sekolah


Pertumbuhan anak tidak banyak mengalami perubahan yang berarti,
sehingga kebutuhan kalori anak usia sekolah adalah 85 kkal/kg berat
badan.Kelompok anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi yang lebih
baik daripada kelompok Balita, karena kelompok umur sekolah ini sudah
mudah dijangkau oleh berbagai upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh
pemerintah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), maupun oleh kelompok
swasta berupa program suplementasi makanan tambahan di sekolah atau
Program Makan Siang Sekolah (School Lunch Program).
Meskipun demikian masih terdapat berbagai kondisi gizi anak sekolah yang
tidak memuaskan, misalnya berat badan yang kurang, anemia defisiensi Fe,
defisiensi vitamin C, dan di daerah-daerah tertentu juga defisiensi Iodium.

22
Keluhan yang banyak disuarakan oleh kaum ibu mengenai kelompok umur
sekolah ini bahwa mereka kurang nafsu makan, sehingga sulit sekali disuruh
makan yang cukup dan teratur.
Sebenarnya kelompok anak sekolah ini merupakan kelompok yang mudah
menerima upaya pendidikan gizi melalui sekolahnya, dan dapat dipergunakan
untuk mempengaruhi pendapat keluarga mengenai hal ini.Beberapa
karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu
diperhatikan pada anak usia sekolah adalah sebagai berikut :
a. Anak dapat mengatur pola makannya sendiri.
b. Adanya pengaruh teman atau jajanan di lingkungan sekolah dan di
lingkungan luar rumah serta adanya reklame atau iklan makanan tertentu di
televisi yang dapat mempengaruhi pola makan atau keinginannya untuk
mencoba makanan yang belum dikenalnya.
c. Kebiasaan menyukai satu makanan tertentu berangsur – angsur hilang.
d. Pengaruh aktivitas beramain dapat menyeababkan keinginan yang lebih
besar pada aktivitas bermain dari pada makan.

3.5.1 Kebutuhan Nutrisi

1. Kebutuhan kalori harian  pada usia ini menurun berhubungan dengan


ukuran tubuh. Anak usia sekolah membutuhkan rata-rata 2400 kalori /
hari.
2. Pengasuh / orangtua harus tetap menekankan kebutuhan terhadap diet
seimbang sesuai dengan piramida makanan : tubuh menyimpan cadangan
makanan sebagai sumber kebutuhan pertumbuhan yang meningkat saat
remaja.

Kebutuhan nutrisi anak berdasarkan golongan umur dalam tahun :


Usia     Kalori  Protein   Cal        Fe        Vit A    Vit B    Vit C
10-12   1900    60           0,75      8          2500      0,7        25
7-9       1600    50           0,75      7          2500      0,6        25
5-6       1400    40           0,50      6          2500      0,6        25
Tahun  Cal       dr           dr          Mg       U           Mg        Mg

23
3.6 Nutrisi Pada Remaja
Kelompok umur remaja juga menunjukkan fase pertumbuhan yang pesat, yang
disebut “adolescense growth spurt”, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang relatif
besar jumlahnya. Pada remaja laki-laki kegiatan jasmani sangat, karena biasanya pada
umur inilah perhatian untuk sport sedang tinggi-tingginya, seperti atletik, mendaki
gunung, sepak bola, hiking dan sebagainya. Bila konsumsi berbagai zat gizi tidak
ditingkatkan, mungkin terjadi defisiensi relatif terutama defisiensi vitamin-vitamin.
Pada remaja perempuan mulai terjadi menarche dan menses disertai pembuangan
sejumlah Fe. Remaja putri kelompok ini sangat sadar akan bentuk badannya, sehingga
banyak yang membatasi konsumsi makanannya. Bahkan banyak yang berdiit tanpa
pengawasan atau nasihat seorang ahli kesehatan dan gizi. Penyuluhan dan bimbingan
gizi yang benar dan jelas sangat diperlukan oleh golongan remaja ini.
3.6.1 Kebutuhan Nutrisi
1. Kebutuhan nutrisi harian  pada usia ini harus seimbang di antara berbagai
kelompok makanan.

2. Rata-rata kebutuhan asupan kalori harian bervariasi sesuai dengan gender & usia :

A. Perempuan

1) usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 48 kkal/kgBB/hari


2)   usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 38 kkal/kgBB/hari

B. Laki-laki

1) usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 60 kkal/kgBB/hari


2) usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 42 kkal/kgBB/hari

24
3.6.2 Pola dan pilihan makanan

1. Remaja biasanya makan ketika mereka memiliki waktu luang di antara


aktivitas mereka, makanan siap saji yang bergizi membantu mempertahankan
diet yang seimbang.
2. Mempertahan kualitas dan kuantitas asupan harian yang adekuat mungkin
sulit karena beberapa faktor seperti jadwal yang sibuk, pengaruh teman sebaya
dan kemudahan mendapatkan makanan cepat saji berlemak tanpa kalori.
3. Pola makan keluarga terbentuk selama masa sekolah dan tetap berlanjut
mempengaruhi pilihan remaja terhadap makanan.
4. Remaja perempuan sangat rentan terhadap prilaku makan yang negatif.

3.7 Nutrisi Pada Dewasa

Istilah dewasa menggambarkan segala organisme yang telah matang, tapi


lazimnya merujuk pada manusia, orang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi
pria atau wanita dewasa.
Pada orang dewasa, dimana pertumbuhan tidak lagi terjadi kebutuhan zat-zat
gizi lebih tergantung pada aktivitas fisiknya.Umumnya laki-laki lebih memerlukan
energi ini disebabkan karena secara fisik laki-laki lebih banyak bergerak tetapi pada
aktivitasnya juga memerlukan energi banyak. Semakin tinggi dan semakin berat
badan seseorang maka kebutuhan energinya juga perlu ditambahkan.
Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan adalah aktivitas fisik angka
kecukupan gizi energi untuk dewasa 2000-2200 kkal ( untuk perempuan ) dan untuk
laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari. Energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal
dari sumber karbohidrat.

25
3.7.1 Klasifikasi dewasa berdasarkan usia :

1) Masa dewasa  muda (21-30 th)


Kebutuhan nutrisi pada usia ini untuk proses pertumbuhan, proses
pemeliharaan dan pebaikan tubuh, mempertahankan keadaan gizi.
2) Masa dewasa (31-45 th)
Masa dewasa masa produktif khususnya terkait dengan aktifitas fisik, karena
umur ini merupakan puncak untuk aktivitas hidup terutma dalam aktifitas
bekerja. Kebutuhan nutrisi dibedakan antara tingkat pekerjaan ringan, berat,
sedang.
3.7.2 Pengelompokkan Zat Gizi

1. Karbohidrat

Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan adalah aktivitas fisik angka
kecukupan tuk dewasa 2000-2200 kkal ( untuk perempuan ) dan untuk laki-
laki antara 2400-2800 kkal setiap hari. Energi ini dianjurkan sekitar 60%
berasal dari sumber karbohidrat. Makanan sumber karbohidrat adalah beras,
terigu, umbi-umbian, jagung dan gula.

2. Protein

Pada akhir remaja kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi dibanding


perempuan karena perbedaan komposisi tubuh. Kecukupan protein dewasa
adalah 48-62 gr/hari untuk perempuan dan pada laki-laki8 55-66 gr/hari.
Berbagai sumber protein diantaranya daging merah, susu, tempe, dan kacang-
kacangan.

3. Kalsium

Lebih kurang dari 20% pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50% massa
tulang dewasa dicapai pada masa remaja, kalsium untuk orang dewasa adalah

26
600-700 mg. Bagi laki-laki dewasa kebutuhan mineral akan kalsium cukup
0,45 gram sehari. Bahwa kebutuhan kalsium 7,7,5 mg perkilogram berat
badan adalah kurang lebih sama dengan 0,5-0,7 gram sehari bagi orang
dewasa normal. Sumber kalsium yang paling baik adalah susu, sumber
kalsium lainnya adalah ikan, kacang, sayuran.

4. Zat Besi

Setelah dewasa, kebutuhan gizi menurun, status besi dalam tubuh juga
mempengaruhi hal ini mengakibatkan perempuan lebih rawan akan anemia
besi dibandingkan laki-laki. Jumlah seluruh besi didalam tubuh orang dewasa
terdapat sekitar 3,5 g, dimana 70 persennya terdapat dalam hemoglobin, 25
persennya merupakan besi cadangan. Rata-rata besi simpanan 1000 mg pada
orang dewasa. Status besi dalam tubuh juga mempengaruhi efisiensi
penyerapan besi yang dapat mengakibatkan penyerapan besi antara lain yaitu
cafein, fitat, zicn, dll. Makanan yang mengandung zat besi antara lain hati,
daging merah, daging putih (ayam,ikan), kacang-kacang dan sayuran hijau.

5. Vitamin

Kebutuhan juga meningkat selama dewasa muda karena pertumbuhan dan


perkembangan cepat terjadi, karena energi yang meningkat, maka
pertumbuhan kebutuhan beberapa vitamin pun meningkat antara lain yang
berperan dalam metabolisme karbohidrat menjadi energi seperti : vitamin A,
vitamin B1, vitamin B2, dan niacin. Untuk pertumbuhan tulang diperlukan
vitamin D yang cukup, vitamin A, dan C, E.

3.7.3 Kecukupan gizi yang dianjurkan untuk orang dewasa perhari :

1. Energi (Kcal) Perempuan (20-45) tahun: 2.200 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 2.800

2.      Protein Perempuan (20-45) tahun : 48 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 55

27
3.      Kalsium Perempuan (20-45) tahun : 600 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 500

4.      Besi Perempuan (20-45) tahun : 26 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 1,3

5.      Vitamin A (RE) Perempuan (20-45) tahun : 500 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 700

6.      Vitamin E (mg) Perempuan (20-45) tahun : 8 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 10

7.      Vitamin B (mg) Perempuan (20-45) tahun : 1,0 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 1,2

8.      Vitamin C (mg) Perempuan (20-45) tahun : 60 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 60

9.      Folat (mg) Perempuan (20-45) tahun : 150 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 70

28
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Nutrisi adalah zat yang diperlukan tubuh untuk membentuk energi dan
berlangsungnya fungsi organ tubuh secara normal. Nutrisi sangat penting bagi
manusia karena nutrisi merupakan kebutuhan fital bagi semua makhluk hidup.
Pada tiap tahapan usia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda,
sehingga diperlukan pola makan dan menu yang seimbang sesuai dengan kebutuhan
pada tahapan usia masing-masing.

4.2 Saran

Kebutuhan nutrisi dalam tubuh setiap individu sangat penting untuk


diupayakan. Upaya untuk melakukan peningkatan kebutuhan nutrisi dapat dilakukan
dengan cara makan-makanan dengan gizi seimbang dengan di imbangi keadaan hidup
bersih untuk setiap individu. Hal tersebut harus dilakukan setiap hari, karena tanpa
setiap hari maka tubuh manusia bisa terserang penyakit akibat imunt tubuh yang
menurun.

29
DAFTAR PUSTAKA

Alimul H, Aziz. 2006. Pengantar KDM Aplikasi Konsep & Proses Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika

Asfuah, Siti. 2009. Gizi Untuk Kebidanan. Yogyakarta : Nuha Medika

Mary E. Beck. 2000. Ilmu Gizi dan Diet (Nutrition and Dietetics for Nurses).
Yogyakarta : Yayasan Essentia Medica.

Soetjiningsih. 2002. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja (Edisi pertama).


Jakarta: Sagung Seto.

Suhardjo. 1992. Pemberian Makanan Pada Bayi dan Anak. Yogyakarta:


Kanisius

30

Anda mungkin juga menyukai