Anda di halaman 1dari 9

Famili Asparagaceae

1. Deskripsi Takson
Asparagaceae adalah salah satu anggota tumbuhan berbunga. Menurut system
klasifikasi APG II, asparagaceae dimasukkann ke dalam bangsa asparagales, klad
monokotil. Tanaman dari famili asparagaceae terdiri dari sekitar 153 marga dan
sekitar 2.500 spesies tumbuhan. Didistribusikan hampir di seluruh dunia, dan
anggotanya disatukan terutama oleh hubungan genetik dan evolusioner.
2. Karakteristik
Famili asparagaceae memiliki organ bawah tanahnya terdiri atas rimpang,
umbi, subang, akar umbi atau caudex berkayu. Daun direduksi menjadi daun
pelindung kecil yang meninggalkan batang hijau sebagai struktur utama yang
bertanggung jawab untuk fotosintesis pertumbuhan batang melalui penebalan
sekunder. Daun asparagaceae memiliki pembuluh darah yang parallel dan bergiliran
di sepanjang batang. Bunga asparagaceae berukuran kecil, berbentuk lonceng,
berpisah tiga dan terdiri dari dua whorls sepal dan sepal yang terpasang di bawah
indung telur. Bunganya memiliki enam benang sari dan satu ovarium yang terdiri dari
tiga buah karpel. Buah asparagaceae terkadang berbentuk kapsul-kapsul, namun lebih
sering dijumpai dalam bentuk berry. Benih seringkali berwarna hitam karena adanya
phytomelanm [ CITATION Wil12 \l 1033 ].
3. Anggota Takson dan contoh spesies
Beberapa genus dari family Asparagaceae, yaitu:
 Genus Cordyline
Genus cordyline memiliki ciri khas berupa bentuknya lanset, berukuran agak
besar dan berwarna hijau kemerahan atau berwarna hijau muda. Beberapa jenis
cordyline dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena keunikannya pada daun yang
kemerahan, dinilai memiliki nilai estetika. Beberapa diantaranya yaitu Cordyne
australis, Cordyne banskii, Cordyne fruticose, Cordyne pumilio dan Cordyne
indivisa. Tanaman dari genus cordyline biasanya digunakan sebagai pembatas
blok pada sawah, lading serta perkebebunan. Contoh spesiesnya, yaitu:
Cordyline fructicosa
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Viridiplantae
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Asparagaceae
Genus : Cordyline
Spesies : Cordyline fruticosa
Termasuk perdu tegak dengan tinggi 2-4m, jarang bercabang, batang
hulat, keras, bekas daun rontok berbentuk cincin. Daun tunggal dengan
warna hijau ada juga yang berwarna merah kecoklatan. Letak daun tersebar
pada batang, terutama berkumpul di ujung batang. Helaian dan panjang
berbentuk lanset dengan panjang 20—60 cm dan lebar 5-13 cm. Ujung dan
pangkalnya runcing, tepi rata, pertulangan menyirip dan tangkai daunnya
berbentuk talang. Bunga bermalai besar, muncul dari tengah-tengah kluster
daun. Panjang bunga antara 30-38 cm, melengkung dan bercabang. Bunga
berwarna keunguan dan terdiri dari kelopak bunga yang sempit dengan 6
lobus runcing, 6 benang sari dan putik putih dengan 3 ovarium[ CITATION
Lit89 \l 1033 ]. Tumbuhan ini tersebar luas dari Asia Tenggara, Malanesia,
Australia, Kepulauan di Samudera Hindia hingga Polinesia.
Tumbuhan jenis ini dapat digunakan sebagai bahan obat yang sering
digunakan sebagai pembatas lahan, sawah atau kebun, dan tanaman hias.
Daun tanaman andong banyak digunakan sebagai obat sakit kepala, diare,
disentri, TBC paru, asma, sakit kulit, inflamasi mata, sakit punggung,
rematik, dan encok[ CITATION Wij00 \l 1033 ].
 Genus Sansevieria
Tanaman dari genus Sansevieria memiliki daun yang tebal dengan kandungan
air sukulen sehingga tahan kekeringan. Warna daunnya beragam, mulai dari hijau
tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak dan warna kombinasi putih kuning atau
hijau kuning dan memiliki motif alur atau garis-garis. Keistimewaan Sansevieria
adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Contoh
spesiesnya yaitu:
Sansevieria trifasciata
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Viridiplantae
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Asparagaceae
Genus : Sansevieria
Spesies : Sansevieria trifasciata 
Sansevieria trifasciata adalah tanaman hias yang cukup popular sebagai
penghias bagian dalam rumah karena tanamaan ini dapat tumbuh dalam
kondisi ssedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria trifasciata memiliki
daun keras, sekulen, tegak dengan ujung meruncing. Akar Sansevieria
trifasciata berbentuk serabut, berwarna putih, tumbuh dari bagian pangkal
daun dan menyebar ke segala arah di dalam tanah. Terdapat organ
menyerupai batang dan disebut rimpang atau rhizoma yang berfungsi sebagai
tempat penyimpanan sari-sari makanan hasil fotosintesis dan juga berperan
dalam perkembang biakan. Rimpang menjalar di bawah tanah dan kadang-
kadang di atas permukaan tanah. Ujung organ ini merupakan jaringan
meristem yang selalu tumbuh memanjang. Daun tumbuh di sekeliling batang
semu di atas permukaan tanah. Bentuk daun panjang dan meruncing pada
bagian ujungnya[ CITATION Sud12 \l 1033 ]. Tulang daun sejajar. Bunga
Sansevieria trifasciata terdapat di dalam malai yang tumbuh tegak dari
pangkal batang dan termasuk bunga berumah dua, putik dan serbuk sari tidak
berada dalam satu kuntum bunga. Biji Sansevieria trifasciata berkeping
tunggal seperti tumbuhan monokotil lainnya yang bagian terluar dari biji
berupa kulit tebal yang berfungsi sebagai lapisan pelindung. Di sebelah
dalam kulit terdapat embrio yang merupakan bakal calon tanaman.
Merupakan tanaman asli Afrika tropis, yang kemudian diperkenalkan ke
Amerika, Asia, Australia, dan Kepulauan Pasifik sebagai tanaman hias dan
serat[CITATION PIE20 \l 1033 ].
Sansevieria trifasciata memiliki manfaat untuk menyuburkan rambut,
mengobati demam, gatal-gatal, diabetes, wasir, influenza, wasir, batuk dan
radang saluran pernafasan. Sebagai obat luar, tanaman ini bermanfaat untuk
pengobatan keseleo, luka terpukul, gigitan ular berbisa, borok dan
bisul[ CITATION Ulu14 \l 1033 ].
 Genus Agave
Tanaman yang termasuk genus Agave memiliki bentuk seperti duri. Tanaman
dari genusAgave memiliki daun dengan bentuk dan corak yang beragam. Daun
tersusun roset dengan bentuk oval yang ujungnya meruncing lancip, berwarna
hijau dan tepi daun diselimuti duri. Tanaman dari genus Agave merupakan jenis
tumbuhan monokotil yang mampu menghasilkan serat alami. Tanaman Agave
disebut sebagai Century Plant karena memerlukan waktu yang cukup lama untuk
berbunga. Contoh spesienya, yaitu:
Agave Americana

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Viridiplantae
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Asparagaceae
Genus : Agave
Spesies : Agave americana
Agave americana merupakan tanaman penghasil serat alam, tanaman ini
juga sering disebut dengan century plant karena tanaman ini membutuhkan
waktu yang sangat lama untuk berbunga. Hal ini sangat dipengaruhi oleh
kesuburan tanah dan iklim daerah serta karakteristik tanaman itu sendiri.
Nutrisi yang dibutuhkan untuk menghasilkan bunga disimpan dalam daunnya
yang berdaging. Agave americana memiliki garis putih atau kuning di tepi
maupun tengah daun, dari pangkal hingga ujung daun. Agave americana
biasanya ditanam di pot.
Agave americana dapat membantu menahan tanah, pembatas untuk satwa
liar, dan menambah estetika taman. Daun Agave Americana menghasilkan
serat yang disebut pita, cocok untuk membuat tali, anyaman, atau kain kasar.
Selain itu, Agave Americana dapat digunakan juga untuk border kulit dengan
Teknik yang disebut piteado.
4. Referensi
Little, J., & Skolmen, R. G. (1989). Agricultural Handbook.The Forest Service. U.S : Dept. of
Agriculture USA.

PIER. (2012). Pacific Islands Ecosystems at Risk. Honolulu USA Hear: University of Hawaii.

Sudarmiyatun, S. (2012). Budi Daya Tanaman Hias. Jakarta: Balai Pustaka.

Ulung, G., & Studi, P. (2014). Sehat Alami dengan Herbal. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.

Wijayakusuma, H. (2000). Ensiklopedia Milenium tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia


Jilid 1. jakarta: Gema Insani.

Wilkin, P., Suksathan, P., Keeratikiat, K., Van, W. P., & Wiland-Szymanska, J. (2012). A New
Endemic Species From Central and Northeastern Thailand, Dracaena jayneana
Wilkin, Suksathan & Keeratikiat (Aspargaceae tribe Nolinoidae). Kew Bulletin, 67,
697-705.
Famili Alliaceae

1. Deskripsi Takson
Alliaceae merupakan salah satu  anggota dari tumbuhan berbunga.
Menurut Sistem klasifikasi APG II, Alliaceae dimasukkan ke
dalam bangsa Asparagales, klad Monokotil. Namun, dalam Sistem klasifikasi APG
III (2009), Alliaceae digabungkan ke dalam Amaryllidaceae dan dijadikan anak
suku Allioideae. Banyak dari anggota kelompok ini yang memiliki nilai ekonomi
sebagai sayuran, bumbu masak, bahan pengobatan, dan tanaman hias.
2. Karakteristik
Tanaman anggota Alliaceae memiliki umbi lapis atau akar rimpang, berdaun
sempit memanjang dan berongga di dalamnya. Anggota Alliaceae memliki akar
serabut dan daun linier/ silindris. Bunganya aktinomorfik (simetris radial) dan
memiliki bagian bantalan serbuk sari dan bantalan bakal biji. Sepal dan kelopaknya
serupa dalam penampilan. Ada 6 benang sari dan 1 corak. Ovarium terdiri dari 3
karpel. Buahnya berupa kapsul kering berisi biji hitam yang bisa bersayap.
3. Anggota Takson dan Contoh Spesies
 Genus Allium
Beberapa anggota Allium menjadi gulma invasif, namun sebagian besar dapat
dikonsumsi dan beberapa spesies Allium dibudidayakan sebagai tanaman pangan
penting[ CITATION Blo10 \l 1033 ]. Genus Allium mempunyai lebih dari 600 - 750
spesies, diantaranya yang sering dibudidayakan, yaitu, Allium cepa L., Allium
sativum L., Allium ampeloprasum L., Allium fistulosum L., Allium
achoenoprasum L., Allium chinese G Don, dan Allium tuberosum Rotter ex
Sprengel[ CITATION Gop07 \l 1033 ].
Contoh spesiesnya yaitu:
a. Allium ascalonicum
Kindom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Liliales
Famili : Alliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium ascalonicum
Allium ascalonicum merupakan tanaman spermatophyta, berumbi dan
berbiji tunggal dengan sistem perakaran serabut. Allium ascalonicum ini
banyak dimanfaatkan di Indonesia sebagai rempah-rempah dapur, sebagai
bahan baku obat dan kosmetik yang memiliki nilai ekonomi tinggi [ CITATION
Alf17 \l 1033 ]. Allium ascalonicum memiliki banyak akar serabut yang
dangkal, batangnya berbentuk menyerupai cakram karena bentuknya yang
tipis dan pendek dimana pada cakram inilah tumbuh tunas dan akar serabut.
Daunnya memanjang ke atas dan berbentuk runcing, serta berongga seperti
pipa. Bunganya terkumpul dalam bongkol pada ujung tangkai panang yang
berlubang di dalamnya. Allium ascalonicum memiliki buah dengan ukuran
yang kecil, berbentuk kubah dengan tiga ruangan dan tidak berdaging. Tiap
ruangan buah terdapat dua biji yang agak lunak dan tidak tahan terkena sinar
matahari [ CITATION Sun18 \l 1033 ].
b. Allium cepa

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Alliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium cepa
Allium cepa memiliki bentuk bulat hingga silinder, berwarna putih,
kuning maupun coklat. Memiliki umbi lapis yang merupakan umbi yang
tersusun dari satu sumbu batang vegetatif dengaan daun vegetatif, dan daun
pangkal yang memusat sebagai komponen pelapisnya[ CITATION Gar15 \l 1033 ].
Allium cepa memiliki akar serabut, daun hijau, silinder, berongga dengan
batang semu yang tidak begitu panjang. Bunga Allium cepa berupa bunga
majemuk dengan bentuk lingkaran bulat dan tangkai yang panjang[ CITATION
Sup07 \l 1033 ].
Allium cepa memiliki kandungan Vitamin C yang sangat tinggi. Selain
itu, Allium cepa mengandung sianin dan folat yang sangat diperlukan untuk
menjaga kestabilan gula darah. Allium cepa juga mengandung zat antikanker
yang sangat potensial[ CITATION Lin14 \l 1033 ]
c. Allium sativum

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Alliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium sativum
Allium sativum merupakan tanaman yang tumbuh tegak dengan tinggi
30-60cm. Batangnya kecil, dengan ukuran 0,5-1cm. Bunganya majemuk
membentuk payung sederhana daan muncul di setiap anak umbi. Memiliki
umbi lapis yang berupa umbi majemuk bentuknya hampir bundar dengan garis
tengah berkisar antara 4-6 cm dan tersusun atas 8-20 siung. Tiap suing
diselubungi oleh dua selaput serupa kertas, dimana selaput luar berwaran putih
kecoklatan atau putih kekuningan dan agak longgar, sedangkan selaput
dalamnya berwarna agak kemerah mudaan dan melekat pada bagian padat.
Allium sativum biasanya dimanfaatkan sebagai penyedap masakan dan
dapat mengurangi dampak buruk dari lemak. Penyakit yang dapat diobati oleh
Allium sativum yaitu, kanker, hipertensi, jantung, kolestrol dan berbagai
penyakit kulit[ CITATION Hid15 \l 1033 ].
4. Referensi
Alfariatna, L. (2017). KARAKTER FISIOLOGI DAN MORFOLOGI M1 BAWANG MERAH(Allium
ascalonicum L.) HASIL INDUKSI MUTASI FISIK BEBERAPADOSIS IRADIASI SINAR
GAMMA. Skripsi UNDIP.

Block, E. (2010). Garlic and Other Alliums: The Lore and the Science. United Kingdom: Royal.

Gardjito, M. (2015). Penanganan Segar Hortikultura Untuk Penyimpanan dan Pemasaran.


Jakarta: KENCANA.

Gopalakrishnan, T. R. (2007). Vegetables Crops. India: New India Publishing.

Hidayat, S., & Napitupulu, R. M. (2015). Kitab Tumbuhan Obat. Jakarta: AgriFlo.

Lingga, L. (2014). Health Secret of Pepper. Jakarta: Alex Media Komputindo.

Sunarjono, H., & Nurrohmah, F. A. (2018). Bertanam Sayuran Daun & Umbi. Jakarta: Penebar

Suparman. (2007). Bercocok Tanam Bawang Merah. Jakarta: Azka Press.