Anda di halaman 1dari 49

MAKALAH KEANEKARAGAMAN DAN KLASIFIKASI

PHANEROGAMAE
ASPARAGALES
(Arparagaceae, Alliaceae, Amaryllidaceae, Iridaceae,
Orchidaceae)

Kelompok 7 :
1. Samuel Prakoso Sejati (K4319075)
2. Shevira Renata (K4319078)
3. Titi Yuliatun (K4319082)

Pendidikan Biologi 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret
2020

Famili Asparagaceae

1. Deskripsi Takson

Asparagaceae adalah salah satu anggota tumbuhan berbunga. Menurut system


klasifikasi APG II, asparagaceae dimasukkann ke dalam bangsa asparagales, klad
monokotil. Tanaman dari famili asparagaceae terdiri dari sekitar 153 marga dan
sekitar 2.500 spesies tumbuhan. Didistribusikan hampir di seluruh dunia, dan
anggotanya disatukan terutama oleh hubungan genetik dan evolusioner.

2. Karakteristik

Famili asparagaceae memiliki organ bawah tanahnya terdiri atas rimpang, umbi,
subang, akar umbi atau caudex berkayu. Daun direduksi menjadi daun pelindung kecil
yang meninggalkan batang hijau sebagai struktur utama yang bertanggung jawab
untuk fotosintesis pertumbuhan batang melalui penebalan sekunder. Daun
asparagaceae memiliki pembuluh darah yang parallel dan bergiliran di sepanjang
batang. Bunga asparagaceae berukuran kecil, berbentuk lonceng, berpisah tiga dan
terdiri dari dua whorls sepal dan sepal yang terpasang di bawah indung telur.
Bunganya memiliki enam benang sari dan satu ovarium yang terdiri dari tiga buah
karpel. Buah asparagaceae terkadang berbentuk kapsul-kapsul, namun lebih sering
dijumpai dalam bentuk berry. Benih seringkali berwarna hitam karena adanya
phytomelanm [ CITATION Wil12 \l 1033 ].

3. Anggota Takson dan contoh spesies


Beberapa genus dari family Asparagaceae, yaitu:
 Genus Cordyline
Genus cordyline memiliki ciri khas berupa bentuknya lanset, berukuran agak
besar dan berwarna hijau kemerahan atau berwarna hijau muda. Beberapa jenis
cordyline dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena keunikannya pada daun
yang kemerahan, dinilai memiliki nilai estetika. Beberapa diantaranya yaitu
Cordyne australis, Cordyne banskii, Cordyne fruticose, Cordyne pumilio dan
Cordyne indivisa. Tanaman dari genus cordyline biasanya digunakan sebagai
pembatas blok pada sawah, lading serta perkebebunan. Contoh spesiesnya, yaitu:
Cordyline fructicosa

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Viridiplantae
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Asparagaceae
Genus : Cordyline
Spesies : Cordyline fruticosa
Termasuk perdu tegak dengan tinggi 2-4m, jarang bercabang, batang hulat,
keras, bekas daun rontok berbentuk cincin. Daun tunggal dengan warna hijau ada
juga yang berwarna merah kecoklatan. Letak daun tersebar pada batang, terutama
berkumpul di ujung batang. Helaian dan panjang berbentuk lanset dengan
panjang 20—60 cm dan lebar 5-13 cm. Ujung dan pangkalnya runcing, tepi rata,
pertulangan menyirip dan tangkai daunnya berbentuk talang. Bunga bermalai
besar, muncul dari tengah-tengah kluster daun. Panjang bunga antara 30-38 cm,
melengkung dan bercabang. Bunga berwarna keunguan dan terdiri dari kelopak
bunga yang sempit dengan 6 lobus runcing, 6 benang sari dan putik putih dengan
3 ovarium[ CITATION Lit89 \l 1033 ]. Tumbuhan ini tersebar luas dari Asia
Tenggara, Malanesia, Australia, Kepulauan di Samudera Hindia hingga Polinesia.
Tumbuhan jenis ini dapat digunakan sebagai bahan obat yang sering
digunakan sebagai pembatas lahan, sawah atau kebun, dan tanaman hias. Daun
tanaman andong banyak digunakan sebagai obat sakit kepala, diare, disentri,
TBC paru, asma, sakit kulit, inflamasi mata, sakit punggung, rematik, dan
encok[ CITATION Wij00 \l 1033 ].
 Genus Sansevieria
Tanaman dari genus Sansevieria memiliki daun yang tebal dengan
kandungan air sukulen sehingga tahan kekeringan. Warna daunnya beragam,
mulai dari hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak dan warna kombinasi putih
kuning atau hijau kuning dan memiliki motif alur atau garis-garis. Keistimewaan
Sansevieria adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan.
Contoh spesiesnya yaitu:
Sansevieria trifasciata

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Viridiplantae
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Asparagaceae
Genus : Sansevieria
Spesies : Sansevieria trifasciata 
Sansevieria trifasciata adalah tanaman hias yang cukup popular sebagai
penghias bagian dalam rumah karena tanamaan ini dapat tumbuh dalam kondisi
sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria trifasciata memiliki daun keras,
sekulen, tegak dengan ujung meruncing. Akar Sansevieria trifasciata berbentuk
serabut, berwarna putih, tumbuh dari bagian pangkal daun dan menyebar ke
segala arah di dalam tanah. Terdapat organ menyerupai batang dan disebut
rimpang atau rhizoma yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sari-sari
makanan hasil fotosintesis dan juga berperan dalam perkembang biakan.
Rimpang menjalar di bawah tanah dan kadang-kadang di atas permukaan tanah.
Ujung organ ini merupakan jaringan meristem yang selalu tumbuh memanjang.
Daun tumbuh di sekeliling batang semu di atas permukaan tanah. Bentuk daun
panjang dan meruncing pada bagian ujungnya[ CITATION Sud12 \l 1033 ]. Tulang
daun sejajar. Bunga Sansevieria trifasciata terdapat di dalam malai yang tumbuh
tegak dari pangkal batang dan termasuk bunga berumah dua, putik dan serbuk
sari tidak berada dalam satu kuntum bunga. Biji Sansevieria trifasciata berkeping
tunggal seperti tumbuhan monokotil lainnya yang bagian terluar dari biji berupa
kulit tebal yang berfungsi sebagai lapisan pelindung. Di sebelah dalam kulit
terdapat embrio yang merupakan bakal calon tanaman. Merupakan tanaman asli
Afrika tropis, yang kemudian diperkenalkan ke Amerika, Asia, Australia, dan
Kepulauan Pasifik sebagai tanaman hias dan serat[CITATION PIE20 \l 1033 ].
Sansevieria trifasciata memiliki manfaat untuk menyuburkan rambut,
mengobati demam, gatal-gatal, diabetes, wasir, influenza, wasir, batuk dan
radang saluran pernafasan. Sebagai obat luar, tanaman ini bermanfaat untuk
pengobatan keseleo, luka terpukul, gigitan ular berbisa, borok dan bisul [ CITATION
Ulu14 \l 1033 ].
 Genus Agave
Tanaman yang termasuk genus Agave memiliki bentuk seperti duri.
Tanaman dari genusAgave memiliki daun dengan bentuk dan corak yang
beragam. Daun tersusun roset dengan bentuk oval yang ujungnya meruncing
lancip, berwarna hijau dan tepi daun diselimuti duri. Tanaman dari genus Agave
merupakan jenis tumbuhan monokotil yang mampu menghasilkan serat alami.
Tanaman Agave disebut sebagai Century Plant karena memerlukan waktu yang
cukup lama untuk berbunga. Contoh spesienya, yaitu:

Agave Americana

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Viridiplantae
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Asparagaceae
Genus : Agave
Spesies : Agave americana

Agave americana merupakan tanaman penghasil serat alam, tanaman ini juga
sering disebut dengan century plant karena tanaman ini membutuhkan waktu
yang sangat lama untuk berbunga. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kesuburan
tanah dan iklim daerah serta karakteristik tanaman itu sendiri. Nutrisi yang
dibutuhkan untuk menghasilkan bunga disimpan dalam daunnya yang berdaging.
Agave americana memiliki garis putih atau kuning di tepi maupun tengah daun,
dari pangkal hingga ujung daun. Agave americana biasanya ditanam di pot.
Agave americana dapat membantu menahan tanah, pembatas untuk satwa
liar, dan menambah estetika taman. Daun Agave Americana menghasilkan serat
yang disebut pita, cocok untuk membuat tali, anyaman, atau kain kasar. Selain
itu, Agave Americana dapat digunakan juga untuk border kulit dengan Teknik
yang disebut piteado
Famili Alliaceae

1. Deskripsi Takson
Alliaceae merupakan salah satu  anggota dari tumbuhan berbunga.
Menurut Sistem klasifikasi APG II, Alliaceae dimasukkan ke
dalam bangsa Asparagales, klad Monokotil. Namun, dalam Sistem klasifikasi APG
III (2009), Alliaceae digabungkan ke dalam Amaryllidaceae dan dijadikan anak
suku Allioideae. Banyak dari anggota kelompok ini yang memiliki nilai ekonomi
sebagai sayuran, bumbu masak, bahan pengobatan, dan tanaman hias.
2. Karakteristik

Tanaman anggota Alliaceae memiliki umbi lapis atau akar rimpang, berdaun


sempit memanjang dan berongga di dalamnya. Anggota Alliaceae memliki akar
serabut dan daun linier/ silindris. Bunganya aktinomorfik (simetris radial) dan
memiliki bagian bantalan serbuk sari dan bantalan bakal biji. Sepal dan kelopaknya
serupa dalam penampilan. Ada 6 benang sari dan 1 corak. Ovarium terdiri dari 3
karpel. Buahnya berupa kapsul kering berisi biji hitam yang bisa bersayap.
3. Anggota Takson dan Contoh Spesies
 Genus Allium
Beberapa anggota Allium menjadi gulma invasif, namun sebagian besar
dapat dikonsumsi dan beberapa spesies Allium dibudidayakan sebagai tanaman
pangan penting[ CITATION Blo10 \l 1033 ]. Genus Allium mempunyai lebih dari 600
- 750 spesies, diantaranya yang sering dibudidayakan, yaitu, Allium cepa L.,
Allium sativum L., Allium ampeloprasum L., Allium fistulosum L., Allium
achoenoprasum L., Allium chinese G Don, dan Allium tuberosum Rotter ex
Sprengel[ CITATION Gop07 \l 1033 ]. Contoh spesiesnya yaitu:
a. Allium ascalonicum

Kindom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Liliales
Famili : Alliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium ascalonicum
Allium ascalonicum merupakan tanaman spermatophyta, berumbi dan berbiji
tunggal dengan sistem perakaran serabut. Allium ascalonicum ini banyak
dimanfaatkan di Indonesia sebagai rempah-rempah dapur, sebagai bahan baku
obat dan kosmetik yang memiliki nilai ekonomi tinggi [ CITATION Alf17 \l 1033 ].
Allium ascalonicum memiliki banyak akar serabut yang dangkal, batangnya
berbentuk menyerupai cakram karena bentuknya yang tipis dan pendek dimana
pada cakram inilah tumbuh tunas dan akar serabut. Daunnya memanjang ke atas
dan berbentuk runcing, serta berongga seperti pipa. Bunganya terkumpul dalam
bongkol pada ujung tangkai panang yang berlubang di dalamnya. Allium
ascalonicum memiliki buah dengan ukuran yang kecil, berbentuk kubah dengan
tiga ruangan dan tidak berdaging. Tiap ruangan buah terdapat dua biji yang agak
lunak dan tidak tahan terkena sinar matahari [ CITATION Sun18 \l 1033 ].
b. Allium cepa

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Alliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium cepa
Allium cepa memiliki bentuk bulat hingga silinder, berwarna putih, kuning
maupun coklat. Memiliki umbi lapis yang merupakan umbi yang tersusun dari
satu sumbu batang vegetatif dengaan daun vegetatif, dan daun pangkal yang
memusat sebagai komponen pelapisnya[ CITATION Gar15 \l 1033 ]. Allium cepa
memiliki akar serabut, daun hijau, silinder, berongga dengan batang semu yang
tidak begitu panjang. Bunga Allium cepa berupa bunga majemuk dengan bentuk
lingkaran bulat dan tangkai yang panjang[ CITATION Sup07 \l 1033 ].
Allium cepa memiliki kandungan Vitamin C yang sangat tinggi. Selain itu,
Allium cepa mengandung sianin dan folat yang sangat diperlukan untuk menjaga
kestabilan gula darah. Allium cepa juga mengandung zat antikanker yang sangat
potensial[ CITATION Lin14 \l 1033 ]
c. Allium sativum

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Alliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium sativum
Allium sativum merupakan tanaman yang tumbuh tegak dengan tinggi 30-
60cm. Batangnya kecil, dengan ukuran 0,5-1cm. Bunganya majemuk membentuk
payung sederhana daan muncul di setiap anak umbi. Memiliki umbi lapis yang
berupa umbi majemuk bentuknya hampir bundar dengan garis tengah berkisar
antara 4-6 cm dan tersusun atas 8-20 siung. Tiap suing diselubungi oleh dua
selaput serupa kertas, dimana selaput luar berwaran putih kecoklatan atau putih
kekuningan dan agak longgar, sedangkan selaput dalamnya berwarna agak
kemerah mudaan dan melekat pada bagian padat.
Allium sativum biasanya dimanfaatkan sebagai penyedap masakan dan dapat
mengurangi dampak buruk dari lemak. Penyakit yang dapat diobati oleh Allium
sativum yaitu, kanker, hipertensi, jantung, kolestrol dan berbagai penyakit
kulit[ CITATION Hid15 \l 1033 ]
Family Ammaryllidaceae

1. Deskripsi Takson
Amaryllidaceae adalah family dengan 73 genus dan 1.605 spesies di seluruh
dunia. Keluarga ini dibagi menjadi tiga subfamili: Amaryllidoideae, Agapanthoideae,
dan Allioideae .Dalam batasan APG III, family ini termasuk famili tua Alliaceae,
Amaryllidaceae, dan yang dianggap sebagai saudara perempuan dari klade
Agapanthaceae. (APG, 2009). Yang terakhir hanya ditemukan di Afrika Selatan,
sedangkan dua bekas keluarga lainnya, yang sekarang dianggap subfamili, tersebar di
seluruh dunia. Ada beberapa karakteristik kimiawi yang sama tetapi semuanya
memiliki perbungaan scapose, yang merupakan konstruksi cymose umbellate yang
memiliki spathe yang menakutkan.
2. Karakteristik
Geofit herba, dengan umbi atau rimpang. Daun sederhana, utuh, linier hingga
lanset lebar atau berbentuk tali, terkadang selubung di pangkal membentuk
pseudostem. Peduncle sentral atau lateral, ditubuhkan oleh 2 atau lebih katup spathe.
Bunga biseksual, biasa atau hampir jadi, umbellate (jarang soliter) dengan satu hingga
banyak bunga, diinterupsi oleh bracts hyaline fana. Segmen Perianth biseriate, sama
atau subequal, dimasukkan di atas ovarium, bebas atau disatukan ke dalam tabung,
terkadang mengandung korona palsu. Benang sari 6, jarang lebih (Gethyllis), terletak
di seberang segmen perianth, muncul dari tabung atau pangkal segmen. Filamen
berserabut atau diperluas di pangkalan, terhubung menjadi pseudocorona; kepala sari
2-lokuler, basifixed, ntrose, dibuka oleh celah longitudinal. Ovarium inferior, lokulus
3, dengan plasentasi aksil, mengandung satu hingga banyak ovula per lokulus; gaya
ramping, dengan stigma 3-lobed. Buah kapsul loculicidal atau beri; biji bulat atau
pipih, kadang bersayap. (Zimudzi, Archer, Kwembeya & Nordal, 2006).
3. Anggota Takson dan contoh spesies
Keluarga ini dibagi menjadi tiga subfamili: Amaryllidoideae, Agapanthoideae,
dan Allioideae. Amaryllidoideae adalah yang terbesar dan memiliki banyak ornamen
taman, terutama belladonna lily (Amaryllis belladonna), snowdrop (Galanthus),
snowflake (Leucojum), dan daffodil (Narcissus). Banyak tumbuhan mirip bunga lili
tropis juga termasuk dalam subfamili, seperti Cape tulip, atau lili darah
(Haemanthus), lili Cornish (Nerine), dan Hippeastrum; hippeastrum, tumbuh untuk
bunganya yang besar dan mencolok, umumnya dikenal sebagai amarilis. Tanaman
hias Eurasia yang dikenal sebagai daffodil musim dingin (Sternbergia lutea) sering
dibudidayakan di perbatasan atau taman batu. Natal lily, atau Kaffir lily (Clivia
miniata), tanaman abadi Afrika Selatan, dibudidayakan sebagai tanaman hias karena
bunga oranye dilapisi dengan warna kuning. Subfamili Allioideae (sebelumnya famili
Alliaceae) mengandung sejumlah tanaman pangan penting, termasuk bawang merah
(Allium cepa), bawang putih (A. sativum), daun bawang (A. porrum), dan kucai (A.
schoenoprasum). Agapanthoideae terdiri dari satu genus, Agapanthus, asli Afrika
Selatan. Bunga bakung Afrika, atau bunga bakung dari Sungai Nil (Agapanthus
africanus), adalah tanaman hias umum di iklim hangat. Beberapa deskripsi genus dari
family Ammaryllidaceae adalah sebagai berikut :
 Zephyranthes
Herbal abadi, umbi. Umbi ditutupi dengan tunik.Daun beberapa, terpesona,
linier. Batang berbunga ramping, berlubang. Involucre 1, tubular basal, 2-takik ke
apikal. Bunga soliter, terminal, tegak. Bentuk corong Perianth; tabung pendek
atau panjang; lobus 6, subequal. Benang sari 6, 3 panjang bergantian dengan 3
pendek, dimasukkan di tenggorokan atau di dalam tabung perianth; filamen tegak
sedikit menurun; anter dorsifixed. Ovarium dengan banyak ovula. Stigma 3-lobed
atau 3-notched. Buah kapsul, subglobose, 3-valved, loculicidal. Biji berwarna
hitam, agak pipih. Contoh Genus :
Zephyranthes candida

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Amaryllidaceae
Genus : Zephyranthes
Spesies : Zephyranthes candida (Lindl.) Herb.
Karakteristik :
Umbi bulat telur, . Diameter 2,5 cm, leher 2,5–5 cm. Daun hijau cerah,
terete-linear, 20–30 cm × 2–4 mm, berdaging. Involucres merah-coklat. Bunga
soliter, terminal; pedicel 1 cm. Perianth putih, sering diwarnai dengan mawar
abaxial; lobus ± bebas, 3– 5 × ca. 1 cm, biasanya dengan sisik kecil di dekat
tenggorokan, puncak tumpul hingga akut sebentar. Stamens ca. 1/2 selama
perianth. Gaya ramping; stigma 3-berlekuk. Capsule subglobose, ca. Diameter
1,2 cm. Fl. musim gugur.
 Crinum
Herbal abadi, umbi. Daun basal, ligulata atau ensiform, seringkali besar,
dengan serabut yang dapat diperpanjang terlihat bila robek. Batang berbunga
kokoh. Perbungaan umbellate, jarang bunga soliter; involucres besar dan lebar.
Bunga pediselat atau sessile. Perianth actinomorphic atau sedikit zygomorphic,
salverform atau subsalverform; lobus lonjong, lanset, atau linier, lurus atau
melengkung ke atas. Benang sari dimasukkan ke tenggorokan tabung perianth;
filamen suberect menjadi declinate, filiform; antera serbaguna, linier. Ovarium 3-
lokul; ovula 2 sampai banyak per lokula. Gaya sedikit sopan, ramping; stigma
capitate, kecil. Buah kapsul, subglobose, dehiscing tidak teratur. Biji berbentuk
bulat atau sudut, besar. Contoh species :
Crinum asiaticum

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Liliaceae
Genus : Crinum
Spesies : Crinum asiaticum L.
Karakteristik :
Herbal abadi, gemuk. Umbi berbentuk silinder sempit. Daun-daun 20–30,
hijau tua, linear-lanset, ca. 100 × 7–12 cm, tepi bergelombang, puncak tajam,
runcing tajam. Batang berbunga tegak, hampir sepanjang daun. Umbel 10-24
bunga; bracts linier, 3–7 mm; involucres 2, lanset, 6-10 cm, membran. Bunga
harum; pedicel 0,5–2,5 cm. Salverform Perianth; tabung putih kehijauan, lurus,
7–10 cm × ca. 2 mm; lobus putih, linier, 4,5–9 × 0,6–0,9 cm, puncak tajam.
Benang sari kemerahan; filamen 4–5 cm; antera linier, lebih dari 1,5 cm, puncak
tajam. Fusiform ovarium, kurang dari 2 cm. Kapsul subglobose, diameter 3–5
cm. Benih sering 1. Fl. musim panas.
 Pancratium
Herbal abadi, umbi. Daun basal, sesil, linier atau ligulata. Batang berbunga
kokoh. Perbungaan umbellate, 1- untuk banyak bunga; involucres 2. Pedicel
seringkali pendek. Subfunnelform Perianth; lobus 6, menyebar, lanset atau linier.
Benang sari dimasukkan ke tenggorokan tabung perianth; filamen terhubung ke
dalam cangkir untuk sebagian besar panjangnya tetapi bebas apikal; kepala sari
serbaguna, linier. Ovarium dengan banyak ovula. Style filiform; stigma capitate,
kadang agak 3 lobus sampai bercabang, kecil. Buah kapsul, 3-katup, lokulisida.
Biji hitam, bersudut. Contoh species :
Pancratium triflorium

Karakteristik :
Herbal bulat; umbi sampai 5 cm, bundar. Daun 12-22 x 1-2 cm, berbentuk
lanset linier, datar, pangkal sempit, puncak subakut, berkori tipis, tidak berbulu.
Bunga 2-8, di scapose umbel, putih, c. 3 cm; scape sampai 40 cm; spathes 2,
membranous, ovate; pedicel pendek. Berbentuk corong Perianth; tabung sampai 2
cm; lobus 6, c. Panjang 2 cm, linier, refleks. Benang sari 6; filamen sepanjang 2
cm, diikatkan di dasar menjadi kelopakoid, 2-dentate, cangkir membran. Panjang
ovarium 5-6 mm, lonjong, 3-lokular; ovula banyak; corak filiform, panjang
sampai 1,5 cm; stigma menyerah. Kapsul subglobose.
 Lycoris
Herbal abadi, umbi. Umbi subglobose menjadi bulat telur; tunik coklat
sampai hitam-coklat. Daun yang muncul sebelum atau sesudah bunga mekar,
diikat. Batang berbunga tegak, sederhana, kokoh. Terminal Umbel, 4–8 bunga;
involucres 2, membranous. Perianth putih, krem, emas, merah muda, atau merah
cerah, bentuk corong; lobus lonjong menjadi elips sempit, margin kadang
bergelombang; cincin 6 sisik perianthal atau fimbriae kadang-kadang ada di
tenggorokan tabung. Benang sari dimasukkan ke tenggorokan tabung perianth;
filamen filiform ;Anther versatile. Ovarium dengan sedikit bakal biji. Style
ramping; stigma menyerah, sangat kecil. Buah kapsul, 3-katup, biasanya 3-sudut,
lokulisida. Biji hitam, subglobose.Contoh species :
Lycoris radiate

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Liliaceae
Genus : Lycoris
Spesies : Lycoris radiata (L'Her.) Herbert
Karakteristik :
Umbi subglobose, diameter 1-3 cm. Daun muncul di musim gugur, hijau tua,
ligulasi sempit, ca. 15 × 0,5 cm, midvein pucat, puncak tumpul. Batang berbunga
ca. 30 cm. Umbel 4–7-bunga; involucres 2, lanset, ca. 3,5 × 0,5 cm. Perianth
merah terang; tabung hijau, ca. 0,5 cm; lobus sangat rekurung, oblanceolate
sempit, ca. 3 × 0,5 cm, margin sangat bergelombang. Benang sari digunakan
secara mencolok. Fl.Aug – Sep.
 Narcissus
Herbal abadi, umbi. Umbi dengan tunik membran. Daun basal, linier atau
terete. Batang berbunga kokoh. Menumbuhkan umbel berbunga beberapa atau
terkadang bunga soliter; involucres membranous, tubular basal. Bunga tegak atau
terjuntai. Bentuk silinder atau corong tabung Perianth, pendek; lobus 6, tegak
atau melengkung, subequal; korona berbentuk tabung sempit, berbentuk korol
atau cupular dangkal. Benang sari dimasukkan ke dalam tabung perianth; anter
basifixed. Ovarium dengan banyak ovula. Gaya filiform; stigma 3-lobed, kecil.
Buah kapsul loculicidal. Benih subglobose. Contoh species :
Narcissus tazetta L

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Liliaceae
Genus : Narcissus
Spesies : Narcissus tazetta L.
Karakteristik :
Umbi bulat telur. Daun linier lebar, datar, 20–40 × 0,8–1,5 cm, tepi
seluruhnya, ujung tumpul. Batang berbunga biasanya sama dengan daun. Umbels
4–8 berbunga; involucres membran. Bunga harum; tangkai tidak sama, tabung
perianth glaucous, ca. 2 cm, ramping, hampir 3 sudut; lobus menyebar luas,
putih, berbentuk bulat panjang bulat telur, puncak segera akut; korona kuning
pucat, berbentuk cupular dangkal, panjangnya kurang dari 1/2 selama perianth,
tepi tidak bergelombang. Stamens ca. 4 mm, tidak digunakan. Fl. Feb – Mar.
 Ixiolirion
Herbal abadi, korma. Corm ditutupi dengan tunik. Daun basal, linier. Batang
berbunga dengan sedikit daun di pangkalnya. Perbungaan terminal, umbellate,
racemose, atau kadang-kadang panik, 2- sampai beberapa berbunga, sering
dengan 1-3 bunga tambahan di daun basal axil batang berbunga. Bunga pediselat.
Segmen Perianth bebas, kadang-kadang di proksimal dengan pseudotube yang
dibentuk oleh segmen koniven yang longgar, atau terhubung secara proksimal ke
dalam tabung yang sebenarnya. Benang sari dalam 2 ulir, disisipkan di pangkal
perianth; filamen linier ke subfiliform; anter basifixed atau dorsifixed, tegak.
Subklavat ovarium, dengan banyak ovula. Gaya filiform; stigma 3-lobed. Buah
kapsul, lonjong-klavat, 3-katup. Biji hitam, bulat telur-lonjong, kecil.Contoh
species :
Ixiolirion songaricum

Phylum : Magnoliophyta
Class  : Liliopsida
Order  : Asparagales
Family  : Ammarylidaceae
Genus  : Ixiolirion
Species : Ixiolirion songaricum
Karakteristik :
Corms subovoid, 1,5–3 × 0,8–2,2 cm; tunik coklat, lurik membujur. Daun
basal linier, 1,5–3 × 0,2–0,5 (–0,7) cm. Mengembang sebuah umbel, berbunga 3-
6, kadang-kadang ketiak daun tengah dari batang berbunga dengan 1 atau 2
bunga tambahan. Pedicel tidak sama, 1–3 cm. Biru Perianth atau ungu pucat,
1,8–3 cm; segmen rekuren, menghubungkan proksimal ke dalam tabung nyata 9-
11 mm, linear atau linear-lanset, segmen luar lebar 1,5-2,5 mm, puncak dengan
apendiks bersudut dengan rambut berumbai di dalam, segmen dalam lebar 2,5-
3,5 mm, apeks akut. Benang sari tidak sama; filamen putih, 3 filiform luar, 1,1–
1,4 cm, 3 dalam linier-oblanceolate, 1,6–2,1 cm; anter dorsifixed. Stigma
bluepurple, 1,3–1,8 cm. Kapsul 10–16 × 4–7 mm. Fl. Apr – Mei, fr. Mei – Jun.
 Nerine
Nerine adalah genus dari tanaman berbunga milik keluarga Amaryllidaceae,
subfamili Amaryllidoideae. Mereka adalah tanaman keras bulat, beberapa hijau ,
berasosiasi dengan habitat berbatu dan gersang. Mereka memiliki umbel bulat
bunga seperti lily dalam nuansa putih dari merah muda sampai merah tua. Dalam
kasus gugurspesies, bunganya mungkin muncul di batang telanjang sebelum daun
berkembang. Berasal dari Afrika Selatan, ada sekitar 20–30 spesies dalam genus
tersebut. Meskipun digambarkan sebagai bunga lili, mereka tidak secara
signifikan berkerabat dengan bunga lili sejati ( Liliaceae ), tetapi lebih mirip
dengan kerabat mereka, Amaryllis dan Lycoris . Contoh species :

Nerine laticoma (Ker Gawl.) T. Durand & Schinz


Kingdom : Plantae

Phylum : Tracheophyta

Class : Liliopsida

Order : Asparagales

Family : Amaryllidaceae

Genus : Nerine

Species : Nerine laticoma

Karakteristik :

Nerine laticoma memiliki perbungaan bulat besar berwarna putih, atau pucat
hingga merah jambu, bunga tidak beraturan. Segmen perianth tumbuh hingga 45
x 5 mm dan memiliki warna coklat kemerahan, lunas median. Dalam satu bentuk,
segmen-segmen tersebut sangat terbentuk kembali. Bunga lahir kapan saja antara
awal Januari hingga akhir Maret dan berumur pendek. Bunga diikuti oleh kapsul
tipis yang merupakan buah dan berisi satu hingga banyak biji berdaging bulat,
atau berbentuk tidak teratur. Spesies nerine mudah berhibridisasi, jadi jika
beberapa spesies ditanam di dekat, benih kemungkinan besar akan menghasilkan
hibrida taman.

 Gethyllis
Gethyllis, seperti kebanyakan tanaman lain yang beradaptasi dengan iklim
sedang, bersifat gugur. Dipelihara oleh akar yang panjang dan berdaging, umbi
menyimpan cadangan yang cukup untuk bertahan hidup di musim kemarau yang
panjang dalam keadaan tidak aktif tetapi ketika kondisinya mendukung mereka
menghasilkan daun. hanya memiliki 1 atau 2 daun, yang lebar dan rata di atas
tanah. Beberapa spesies mudah dikenali dari selubung menonjol yang menjulur
di atas tanah dan menahan daun dalam kelompok yang rapat. Selubungnya
sendiri sering kali dihiasi secara menarik dengan bintik-bintik coklat kemerahan
yang indah (misalnya G. britteniana) atau dibatasi secara rumit, seperti pada G.
verticillata. Tidak seperti kebanyakan Amaryllidaceae, daun Gethyllis seringkali
berbulu. Rambutnya sederhana dan berjarak sama atau berbentuk T dan
berkumpul bersama, yang menambah kepadatan penutup. Gethyllis berbeda dari
kebanyakan kerabatnya dengan hanya memiliki satu bunga per umbi setiap
musim. Setiap bunga memiliki 6 tepal, yang bergabung membentuk tabung
bunga panjang yang mengarah ke ovarium di bawah tanah. Bunganya bervariasi
dari putih hingga krem atau merah muda dan tepal sering bergaris mencolok
dengan warna merah muda gelap. Umumnya mereka harum dan manis. Yang
juga menarik adalah kepala sari kuning cerah yang menonjol, yang membantu
membedakan kelompok spesies. Misalnya, G. ciliaris dan kerabatnya mungkin
memiliki sebanyak 30 kepala sari per bunga, sedangkan G. verticillata dan
sekutunya hanya memiliki 6 kepala sari per bunga seperti ciri khas kebanyakan
Amaryllidaceae. Meski awalnya panjang dan lurus, kepala sari akhirnya
melengkung, menjadi kurang mencolok seiring bertambahnya usia. Gaya sangat
bervariasi dalam panjang dan posisinya. Bentuknya lurus dan kokoh, berakhir
dalam stigma kecil yang tidak dapat dibedakan, atau ramping dan melengkung
dengan stigma lebar yang mencolok di ujungnya.Buah seperti buah beri
sepanjang jari diletakkan dekat dengan tanah dan memiliki bentuk yang
bervariasi, berwarna dan harum saat matang. Yang paling terkenal adalah
buahnya yang berdaging kuning hingga merah muda yang berbau stroberi. Yang
kurang mencolok adalah buahnya yang ramping dan bertekstur tipis yang tetap
berwarna pucat, kadang berbintik, dan tidak berbau. Saat matang, dinding buah
hancur dan mengeluarkan biji yang banyak, bulat, berwarna krem hingga
kemerahan. Nomor kromosom dasar untuk genus adalah x = 6. Contoh species :
Gethyllis afra
Familia : Amaryllidaceae
Subfamilia : Amaryllidoideae
Tribus : Haemantheae
Genus : Gethyllis
Species : Gethyllis afra

Karakteristik :
Geophyte bulat hingga 14cm. Daun kering saat berbunga, 12-30, linier, lebar
1-3mm, tegak menyebar, spiral, biasanya tersalur, selubung basal tidak menonjol;
bunga putih dengan lunas merah muda terbalik, berbentuk cangkir, tepal dengan
panjang 20-30 mm; harum; kepala sari 9-18 tersusun dalam 6 kelompok; buah
berbentuk tongkat, berdaging, kuning hingga merah. Buah-buahan harum muncul
di awal musim dingin dan secara tradisional digunakan untuk membumbui brendi
dan mengharumkan lemari linen.
 Ammocharis
Ammocharis merupakan genus dari famili Amaryllidaceae dari Sub-Sahara
Afrika yang memiliki 6 spesies. Beberapa spesies tumbuh di musim dingin dan
yang lainnya tumbuh di musim panas. Ujung setiap daun tumpul, akibat daun
yang terbelah sendiri saat tanaman memasuki masa dormansi. Ini memberi kesan
bahwa seseorang masuk dan memotong ujungnya dengan gunting. Contoh
species :

Ammocharis tinneana
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Liliaceae
Genus : Ammocharis
Spesies : Ammocharis tinneana (Kotschy & Peyr.)
Milne-Redhead & Schweickerd
Karakteristik :

Umbi hingga 18 cm, dengan leher jelas hingga panjang 10 cm, Daun lebar
1,8–5 cm, Scapes panjang 4–22 cm; spathe valve 3,5–5 × 1,8–2,5 cm, Bunga 5–
22, merah muda, wangi manis; pedisel (0,4) panjang 1–2,5 (5) cm, panjang
tabung Perianth 5,6–10,5 cm; segmen keunguan, saraf menonjol, masing-masing
dilipat di sekitar filamen di dasar, 34–76 × 2–6 mm, menyebar secara bertahap
dari dasar dan melengkung secara spiral ke arah puncak, Filamen merah muda,
menyebar sedikit, panjang 3,8–8 cm; kepala sari kuning, panjang 4–9 mm,
melengkung, Buah kemerahan dan subglobose hingga lebar 2,5 cm.

 Cyrtanthus

Cyrtanthus adalah genus besar dari famili Amaryllidaceae yang berasal dari
Afrika Selatan. Spesies ditemukan tumbuh di berbagai habitat termasuk tepi
sungai yang lembab dan lebat, sebagai epifit pada tanaman lain, dan dalam
kondisi dekat gurun.
Cyrtanthus galpinii

Kingdom : Plantae

Ordo : Asparagales

Familia : Amaryllidaceae

Subfamilia : Amaryllidoideae

Tribus : Cyrtantheae

Genus : Cyrtanthus

Species : Cyrtanthus galpinii Baker

Karakteristik :
Tanaman kecil berbunga merah jambu, 1 atau kurang sering berbunga 2,
berbunga sebelum daun. Bracts 2. Kelopak 6. Gaya lobus 3. Benang sari 6, 3
lebih rendah di tabung mahkota daripada yang lain 3. Ovarium inferior.
Family Iridaciae
1. Deskripsi Takson
Iridaceae, famili iris dari tumbuhan berbunga (ordo Asparagales), terdiri dari 66
marga dan sekitar 2.200 spesies. Keluarga ini hampir tersebar di seluruh dunia, tetapi
paling melimpah dan terdiversifikasi di Afrika. Sebagian besar spesies berasal dari
daerah beriklim sedang, subtropis, dan tropis. Beberapa spesies tumbuh di lokasi
berawa, dan beberapa tahan terhadap kerasnya substrat subarctic. Keluarga itu berisi
sejumlah ornamen penting secara ekonomi.
2. Karakteristik
Herbal abadi (atau semak atau semusim), dengan rimpang, umbi, atau umbi.
Daun bergantian, sering 2 tingkat, sering berorientasi edgewise ke batang udara,
biasanya berbentuk pedang ke linier, urat paralel, selubung dasar. Perbungaan
kadang-kadang lonjakan atau direduksi menjadi bunga soliter, lebih sering dari
monochasial, cymes umbellate, masing-masing tertutup dalam 2 bracts berlawanan
(spathes) dan disebut rhipidium, yang mungkin soliter dan terminal atau banyak dan
beragam diatur dalam ras atau malai; bracts 1 hingga beberapa. Bunga biseksual,
mencolok, biasanya aktinomorfik (sering zygomorfik di tempat lain). Segmen
Perianth 6, dalam 2 lingkaran, bagian dalam dan luar sama atau berbeda ukuran dan /
atau warna; tabung berbentuk filiform atau berbentuk terompet. Benang sari (2 atau)
3; kepala sari mengekstraksi. Ovarium inferior (atau superior), 3-lokul; ovula sedikit
ke banyak; axile placentation. Tata dengan cabang filiform, ramping, atau kelopakoid.
Buah kapsul loculicidal. Biji dengan atau tanpa aril dan sayap.
3. Anggota Takson dan contoh spesies
Beberapa genus dari family ini adalah :
 Iris Linnaeus
Herbal abadi, biasanya dengan rimpang pendek atau panjang (atau umbi),
terkadang dengan akar penyimpanan yang bengkak. Daun sebagian besar basal,
2- peringkat, sering berorientasi edgewise ke batang udara, berbentuk pedang
sampai linier. Batang udara berkembang, jauh lebih pendek dari atau lebih
panjang dari daun. Perbungaan rhipidia diatur dalam ras, malai, atau soliter.
Bunga relatif putih, kuning, biru, ungu, atau ungu besar, seringkali harum.
Tabung Perianth biasanya berbentuk terompet, kadang sangat sempit, sangat
pendek sampai panjang; luar 3 segmen perianth (jatuh) dihiasi atau tidak, dengan
cakar berjambul, berjanggut, atau tanpa jenggot (tangkai), dan anggota tubuh
yang melebar, biasanya refleks tungkai adaxially; bagian dalam 3 segmen
perianth (standar) lebih kecil, tidak pernah dihiasi, tegak atau menyebar. Benang
sari menentang cabang gaya dan menempel pada mereka; filamen gratis,
diratakan. Gaya dengan 3 cabang berwarna, melebar, kelopakoid, melengkung di
atas benang sari, puncak cabang diperpanjang sebagai 2 lobus (puncak) yang
menonjol di luar stigma abaksial yang menyerupai flap. Globosa kapsul,
ellipsoid, atau silinder, berparuh puncak atau tidak. Biji berbentuk pyriform,
pipih dan berbentuk D, atau bersudut tidak teratur, kadang beraroma. Contoh
species :
Iris wilsonii

Karakteristik:
Rimpang pendek merambat, tebal. Daun hijau keabu-abuan, kedua
permukaan, linier, 25–55 cm × 5–8 mm, 3–5-urat, alas dikelilingi oleh serat
persisten. Batang berbunga 50–60 cm, berongga, 1 atau 2 daun; spathes 3, hijau,
lanset, 6–9 (–16) cm × 8–10 mm, 2 bunga, panjang puncak tajam. Bunga kuning,
diameter 6-10 cm; pedicel 3–11 cm. Tabung Perianth 0,5–1,2 cm; segmen luar
dengan garis-garis ungu-coklat dan bintik-bintik, bulat telur, 6–6,5 × ca. 1,5 cm,
cakar dengan daun telinga ungu tua yang mencolok di kedua sisi; segmen dalam
miring ke luar, oblanceolate, 4,5–5 cm × ca. 7 mm. Stamens ca. 3,5 cm. Ovarium
1,2–1,8 cm. Cabang corak kuning tua, 4,5–6 cm. Kapsul ellipsoid-cylindric, 3–4
× 1,5–2 cm, 6-ribbed, apex tidak berparuh. Biji coklat, semiorbicular. Fl. Mei –
Jun, fr.Jun – Ags
 belamcanda

Herbal abadi, rhizomatous. Rimpang menonjol. Batang udara berkembang


dengan baik, tegak, berdaun. Meninggalkan cauline, tingkat 2, mengarah ke
samping ke batang udara, berbentuk pedang. Inflorescence a ± malai rhipidia
bercabang dikotomis. Tabung Perianth pendek; ruas ± serupa, bagian luar agak
lebih besar dari bagian dalam. Benang sari disisipkan di dasar segmen perianth.
Gaya 1, ramping, 3-lobed di puncak. Kapsul obovoid atau ellipsoid. Biji hitam
mengilap. Contoh spesies :

Belamcanda chinensis

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Subkelas : Liliidae

Ordo : Liliales

Famili : Iridaceae

Genus : Belamcanda

Spesies : Belamcanda chinensis (L.) Dc

Karakteristik :

Rimpang berwarna coklat pucat. Batang 1–1,5 m. Daun 20–60 × 2–4 cm,
midvein tidak jelas, puncak tajam. Bunga berwarna oranye kemerahan dengan
bintik hitam, diameter 3–4 cm; pedicel ramping, ca. 1,5 cm. Segmen perianth luar
berbentuk bulat telur atau elips, ca. 2,5 × 1 cm, dasar cuneate, puncak tumpul.
Benang sari 1,8–2 cm. Gaya menyamai segmen perianth, lobus menyebar. Kapsul
2,5–3 × 1,5–2,5 cm, bagian atas tidak berparuh. Benih ca. Diameter 5 mm. Fl.
Jun – Ags, fr. Jul – Sep.
 Crocus
Herbal kecil, abadi, korma. Umbi oblate, ditutupi dengan tunik. Daun
sedikit, semua basal, hijau, linier, adaxially dengan pucat, garis median, pangkal
dikelilingi oleh membran, daun mirip selubung. Batang udara tidak berkembang.
Bunga muncul dari tanah, dengan gagang bunga dan ovarium di bawah tanah.
Perianth putih, kuning, atau ungu ke ungu tua; tabung panjang, ramping; segmen
serupa, sama atau subequal. Benang sari dimasukkan ke dalam tenggorokan
tabung perianth. style1, ramping, bagian distal dengan 3 ke banyak cabang.
Kapsul kecil, ellipsoid atau lonjong-ellipsoid. Contoh species :

Crocus sativus

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Subkelas : Liliidae

Ordo : Liliales

Famili : Iridaceae

Genus : Crocus

Spesies : Crocus sativus L.

Karakteristik :
Spesies bunga crocus ini dikenal dengan kelopaknya yang berwarna ungu
muda, tiga stigma berwarna oranye terbakar menjadi ujung distal dari karpel
tanaman ini, tumbuh sangat rendah ke tanah (tinggi sekitar 2 inci), dan memiliki
daun yang panjang dan tipis. yang bisa tumbuh menjadi sekitar 5-8 inci. Selain
itu, spesies khusus ini diketahui mengandung pewarna karotenoid yang disebut
crocin, yang menjadi alasan mengapa kunyit memberi warna keemasan khas
pada makanan.

 Gladiolus

Gladiol adalah umbi, sebenarnya batang bengkak tempat nutrisi disimpan,


dan ditutupi oleh 4 sampai 6 tunik berserat. Setiap tunik yang tumpang tindih
satu sama lain di sisi umbi menutupi titik pertumbuhannya (meristem) dan
melindunginya dari kerusakan mekanis, hilangnya kelembapan, dan kerusakan
akibat serangga dan penyakit. Tunas yang terletak paling tinggi pada umbi adalah
yang terbesar dan, karena dominasi apikal, akan menjadi yang pertama
berkembang. Setelah tanam, satu atau lebih tunas akan muncul. Jumlah tunas
yang berkembang tergantung pada jenis (kelompok), kultivar, ukuran umbi, dan
kondisi fisiologis umbi. Jika tunas yang terletak di atas umbi telah rusak, tunas
yang terletak di bawah umbi akan berkembang menjadi tunas utama. Untuk
tujuan produksi bunga potong, jika umbi digunakan untuk satu kali panen, tujuan
yang lebih disukai adalah agar setiap umbi hanya menghasilkan satu pucuk.
Untuk kebanyakan varietas, hanya satu batang per umbi menghasilkan bunga
yang lebih berat dan berkualitas lebih baik. Contoh species :

Gladiolus gandavensis

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Subkelas : Liliidae

Ordo : Liliales

Famili : Iridaceae

Genus : Gladiolus

Spesies : Gladiolus gandavensis Van Houtte


[dalenii oppositiflorus]

Karakteristik :

Tumbuh dari bulat, simetris corms, (mirip dengan crocuses) yang diselimuti
dalam beberapa lapisan tunik kecoklatan, kecoklatan. Batang mereka umumnya
tidak bercabang, menghasilkan 1 hingga 9 daun beralur yang sempit, berbentuk
pedang, dan longitudinal, tertutup dalam selubung. Daun terendah disingkat
menjadi cataphyll. Pisau daun bisa berbentuk bidang atau salib dalam penampang
melintang. Bunga-bunga dari spesies liar yang tidak dimodifikasi bervariasi
mulai dari yang sangat kecil hingga sekitar 40 mm, dan perbungaan yang
mengandung apa saja dari satu hingga beberapa bunga. Lonjakan bunga raksasa
yang spektakuler dalam perdagangan adalah produk dari hibridisasi dan seleksi
berabad-abad. Bunga paku besar dan satu sisi, dengan bunga-bunga biseksual,
yang masing-masing disubasi oleh 2 bracts yang kasar. Sepal dan kelopaknya
hampir identik dalam penampilan, dan disebut tepal. Mereka disatukan di
pangkalan mereka menjadi struktur berbentuk tabung. Tepal dorsal adalah yang
terbesar, melengkung di atas tiga benang sari. Tiga tepal luar lebih sempit.
Perianth berbentuk corong, dengan benang sari melekat pada dasarnya. Gaya ini
memiliki tiga cabang filiform, berbentuk sendok, masing-masing meluas menuju
puncak. Ovarium adalah 3-lokular dengan kapsul lonjong atau globosa,
mengandung banyak biji coklat bersayap, berbonggol memanjang. Bunga-bunga
ini memiliki berbagai warna, mulai dari merah jambu ke kemerahan atau ungu
muda dengan warna putih, tanda kontras, atau putih ke krem atau oranye ke
merah. Spesies Afrika Selatan awalnya diserbuki oleh lebah anthophorini
berlidah panjang, tetapi beberapa perubahan dalam sistem penyerbukan telah
terjadi, memungkinkan penyerbukan oleh sunbirds, noctuid dan Hawk-ngengat,
lalat berlidah panjang dan beberapa lainnya. Di zona beriklim sedang di Eropa
banyak jenis hibrida berbunga besar gladiol dapat diserbuki oleh tawon terkenal
yang kecil. Sebenarnya, mereka bukan penyerbuk yang sangat baik karena bunga
besar dari tanaman dan ukuran kecil dari tawon. Serangga lain di zona ini yang
dapat mencoba beberapa nektar gladioli adalah stenatum Eropa Hawk-ngengat
Macroglossum paling terkenal yang biasanya menyerbuki banyak bunga taman
populer seperti Petunia, Zinnia, Dianthus dan lain-lain.

 Aristeria
Genus spesies tanaman berbunga yang selalu hijau, abadi, dan rhizomatous
dalam famili Iridaceae, pertama kali dijelaskan pada tahun 1789. Contoh spesies :
Aristea gerrardii

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida

Subkelas : Liliidae

Ordo : Liliales

Famili : Iridaceae

Genus : Aristea

Spesies : Aristea gerrardii Weim

Karakteristik :

Tanaman sepanjang 300–750 mm. Batang diratakan hampir ke puncak,


bersayap sempit, bercabang beberapa hingga banyak (satu urutan), tetapi tidak
pernah dikotomis. Daun berbentuk pedang sempit sampai linier, kasar, kadang
lipit lemah, sebagian besar lebar 8-12 mm, panjang batang ± 1/2. Tandan bunga
banyak dalam susunan majemuk pseudopaniculate, cluster sessile lateral, masing-
masing 2-4 berbunga; spathes dan bracts lanset, sebagian besar panjangnya 5–8
mm, garis tengah berwarna hijau atau coklat, transparan di sepanjang tepi dan
separuh bagian atas, menjadi sobek. Bunga biru, tepal luar 10–11 × 6–7 mm,
dalam ± 9 × 4 mm. Benang sari: panjang filamen ± 4 mm, kepala sari sepanjang
1,7–2,0 mm. Ovarium berbentuk kerucut lebar, panjang ± 2 mm, pada tangkai
pendek panjang ± 1 mm; style ± 5 mm, lebar 3-lobed, mencapai mid-anther level.
Kapsul berbentuk bulat telur, panjang ± 5 mm, ± sessile. Biji bersudut-prismatik,
retikulat. Waktu berbunga: Agustus hingga Januari.
Famili Orchidaceae

1. Deskripsi Takson

Berdasarkan klasifikasi monokotil APG II familia Orchidaceae dalam kelompok


monokot Petaloid. Pada mokot petaloid terdapat 3 ordo di dalamnya yaitu Liliales,
Asparagales, dan Dioscoreales. Familia Orchidaceae termasuk dalam ordo
Asparagales. Ciri yang membedakan ordo Asparagales dengan Liliales adalah
memiliki kelenjar madu dalam sekat buah, sedangkan liliales kelenjar madu di
pangkal tangkai sari. Orchidaceae memiliki sekitar 28.000 spesies yang diterima
saat ini , tersebar di sekitar 763 genera. 

2. Karakteristik

Orchidaceae merupakan herba tahunan yang hidup tegak atau merambat dan
seringkali epifit. Familia Orchidaceae memiliki sistem perakaran serabut dan
memiliki akar fungsi seperti akar lekat dan akar udara yang biasa tumbuh pada
pseudobulb atau pada ruas – ruas batang dengan pertumbuhan sympodial dan
monopodial. Daun anggrek kebanyakan oval memanjang dengan tulang daun
memanjang pula, khas daun monokotil. Daun dapat pula menebal dan berfungsi
sebagai penyimpan cairan. Pada umumnya permukaan daun familia Orchidaceae
dilapisi oleh lapisan lilin yang melindungi tanaman dari serangan hama, penyakit
dan pertahanan terhadap kondisi lingkungan yang kurang sesuai. Memiliki bunga
biseksual, tidak beraturan, dan memiliki tangkai bunga yang umumnya terpelintir
o
180 . memiliki perhiasan bunga 3+3 yang seringkali termodifikasi, benang sari
berjumlah 1 atau 2 yang bersatu dengan putik membentuk tugu yang disebut
gynandrium. Ciri khas dari familia ini adalah keberadaan paruh tugu pada bunga
yang disebut rostellum.

3. Anggota Takson dan Contoh Spesies

Beberapa genus dari famili orchidaceae, yaitu :

 Genus Dendrobium

Dendrobium adalah genus yang sebagian besar terdiri


dari anggrek epifit dan litofit dalam keluarga Orchidaceae. Ini adalah genus
yang sangat besar, berisi lebih dari 1.800 spesies yang ditemukan di beragam
habitat. Anggrek dalam genus ini memiliki akar yang menjalar di atas
permukaan pohon atau bebatuan, jarang berakar di tanah. Hingga enam daun
tumbuh di seberkas di ujung pucuk dan dari satu hingga sejumlah besar bunga
diatur di sepanjang batang berbunga yang tidak bercabang.  Ada dari satu hingga
banyak daun yang tersusun dalam dua susunan, bentuk daunnya bervariasi dari
linier sampai lonjong, kadang silindris tetapi tidak pernah beralur atau berlekuk.
Bunganya mungkin berwarna putih, hijau, kuning, atau merah jambu ke ungu,
seringkali dengan warna kontras di labellum . Sepal dan kelopak biasanya bebas
dari dan kurang lebih mirip satu sama lain tetapi sangat berbeda dari
labellum. Labellum kurang lebih berbentuk telur, dengan ujung yang lebih
sempit ke arah dasar dan mengapit kolom . Seringkali ada kalus yang terdiri dari
punggung sempit dan paralel, di tengah labellum. Berikut contoh beberapa
spesies dari genus ini, yaitu : Dendrobium formosum, Dendrobium moniliforme,
Dendrobium nobile, Dendronium utile, dan Dendrobium bigibbium.

Dendrobium utile

Karakteristik :

Spesies ini merupakan salah satu spesies anggrek asli Sulawesi dan Papua,


tumbuh di hutan pada ketinggian hingga 150 m. Ini adalah bunga resmi Sulawesi
Tenggara. Secara lokal anggrek ini juga disebut anomi, anemi atau alemi, atau
anggrek serat dari akarnya yang kaya serat. Utile
Dendrobium adalah epifit . Dibedakan dari anggrek sejenis, akarnya berbentuk
sarang burung dengan warna hijau kekuningan. Bunganya tumbuh di ketiak
daun. Kelopaknya berwarna kuning, dengan bentuk yang sempit. Tanaman
membuat dekorasi yang menarik, tetapi berumur pendek. Akarnya digunakan
untuk membuat kerajinan tangan yang mahal karena teksturnya yang lembut,
berkilau, dan berwarna keemasan.

 Genus Epidendrium

Genus ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

 Celah rostellum (ekstensi kecil atau paruh kecil ke median stigma lobe),
menghasilkan cairan kental dan perekat transparan atau putih.

 Bibir yang kadang-kadang berpohon menempel pada (= bersatu dengan)


kolom (membentuk tabung nektar (tetapi jarang menghasilkan nektar),
berlanjut melalui pedisel ). Genus Prosthechea terpecah karena bibir
tidak sepenuhnya menempel pada puncak kolom.

 Pollinarium berisi empat pollinia, terkadang dua dan jarang delapan


pollinia, dan kemudian empat sangat berkurang.

 Tegak, independen, atau merayap batang yang buluh-seperti, sederhana


atau bercabang, atau mungkin pseudobulbs atau menebal batang.

Beberapa spesies pada genus ini, yaitu : Epidendrium carnevalii, Epidendrium


dunstervilleorum, Epidendrium garayi, dan Epidendrium radicans.

Epidendrium radicans

Karakteristik :
E. radicans , seperti anggota subgenus Amphiglottium lainnya , adalah
anggrek simpodial yang menumbuhkan batang yang tidak membengkak menjadi
pseudobulbs dan ditutupi dengan selubung imbricating, menghasilkan
perbungaan terminal yang ditutupi pada dasarnya oleh selubung imbricating
yang rapat, dan menghasilkan bibir yang menempel pada kolom ke puncaknya.
Bibir E. radicans adalah trilobate, seperti anggota lain dari bagian Schistochila ,
dengan lobus robek yang khas dari subbagian Carinata dan Tuberculata . E.
radicans berbeda dari Schistochila mengoyak lainnya dengan menghasilkan akar
dari sebagian besar batang.

 Genus Cattleya

Anggrek epifit atau terestrial dengan rimpang silindris tempat akar seperti
mi berdaging tumbuh. Pseudobulbs bisa berbentuk kerucut, berbentuk
gelendong atau silinder; dengan pertumbuhan tegak; satu atau dua daun tumbuh
dari puncaknya. Daunnya bisa lonjong, lanset atau elips, agak berdaging, dengan
tepi halus. Perbungaan adalah ras terminal dengan sedikit atau beberapa bunga.
Bunga memiliki sepal dan kelopak yang bebas satu sama lain; Bibir atau
labellum (kelopak paling bawah), biasanya memiliki warna dan bentuk yang
berbeda dari sisa bunga dan menutupi sebagian kolom bunga membentuk
tabung. Ada empat polinium (organ seperti tas yang mengandung serbuk sari).
Buahnya berbentuk kapsul dengan banyak biji kecil. Berikut beberapa contoh
spesies dari genus ini, yaitu : Catlleya aurea, Cattleya dowiana, Catlleya
gaskelliana, Cattleya iricolor, Cattleya labiata, dan Cattleya crispa.

Cattleya labiata

Karakteristik :

Tanaman itu sendiri adalah unifoliate menengah (labiate) Cattleya, dengan


menengah rimpang . Tanaman ini memiliki daun yang panjang, dengan
konsistensi yang keras ( coriaceous ) karena kekeringan di tajuk pohon, akibat
musim kemarau yang singkat. Untuk kebutuhan air, tanaman memiliki
pseudobulb di bawah setiap daun untuk menyimpan air dan zat gizi selama
musim kemarau singkat. Pada musim hujan, daun-daun baru tumbuh dengan
cepat, menghasilkan bunga-bunga besar. Bunga berwarna putih atau lavender
dengan bintik lebih gelap di bibir . Penyerbukan dilakukan oleh serangga,
biasanya oleh lebah euglossine jantan pengumpul aroma . Hasilnya kapsul
dengan jumlah biji sangat banyak (10.000-20.000).

 Genus Orchis

Anggrek terestrial ini memiliki umbi akar, bukan pseudobulb . Mereka


sangat beragam dalam penampilan. Mereka menghasilkan batang yang tegak.
The perbungaan adalah silinder untuk globular lonjakan , 5-15 cm (2-6 in)
panjang, dengan warna kuning, merah ke ungu bunga . Mereka mulai berbunga
di pangkal, perlahan-lahan berkembang ke atas, kecuali anggrek Monyet
( Orchis simia ), yang berbunga dalam urutan terbalik.

The Orchis genus asli yang digunakan mengandung lebih dari 1.300 nama.
Karena polifiletik , telah dibagi oleh Pridgeon et al., Menjadi beberapa genera
baru (lihat Referensi): Ponerorchis , Schizodium , Steveniella . Mereka dapat
ditemukan di hutan hujan tropis dan daerah semi-gurun, dekat pantai dan di
tundra. Mayoritas spesies anggrek neotropis dapat ditemukan di Amerika
Tengah bagian selatan, Amerika Selatan bagian barat laut. Berikut beberapa
contoh dari genus ini, yaitu : Orchis mascula, Orchis brancifortii, Orchis
anatolica, Orchis italica, dan Orchis militaris.

Orchis italica

Karakteristik :
Orchis italica, umumnya dikenal sebagai anggrek pria
telanjang atau anggrek Italia , adalah spesies anggrek asli Mediterania. Ia
mendapatkan nama umumnya dari bibir lobed (labellum) dari setiap bunga yang
meniru bentuk umum pria telanjang. Di Italia, diyakini bahwa konsumsi
tanaman kondusif untuk kejantanan. Ia lebih menyukai naungan parsial
dan tanah serta bunga bernutrisi rendah di bulan April. O. italica tumbuh
setinggi 50 sentimeter (20 inci), dengan bunga merah muda cerah, bergerombol
padat. Mereka ditemukan secara umum dan tersebar luas di Mediterania dalam
kelompok besar.

 Genus Acianthus

Acianthus , yang biasa dikenal sebagai anggrek nyamuk , merupakan genus


dari sekitar 25 spesies tumbuhan dalam famili anggrek, Orchidaceae . Anggrek
nyamuk adalah tumbuhan terestrial dengan daun tunggal, berbentuk hati,
biasanya menyentuh tanah dan satu hingga banyak bunga kecil, hijau, merah
muda atau keunguan pada tangkai berdaging. Mereka ditemukan di Kaledonia
Baru , Australia , dan Selandia Baru. Anggrek dalam genus Acianthus adalah
tumbuhan terestrial , abadi , gugur , simpodial dengan daun berbentuk telur
tunggal, berbentuk hati atau lobed di pangkalnya. Mereka memiliki umbi bawah
tanah kecil, kira-kira bulat, tempat batang bunga muncul. Karena tidak memiliki
akar sejati, mereka memiliki stolon seperti akar yang mengembangkan umbi
"anak" di ujungnya. Anggrek ini menghabiskan musim kemarau, bulan-bulan
musim panas tidak aktif sampai, setelah hujan akhir musim panas atau musim
gugur, daunnya muncul. Daunnya gundul , kadang-kadang menyentuh tanah,
lebih biasanya berada di atas tanah dan sering kali berwarna merah keunguan di
permukaan bawah. Terkadang daun tanaman dengan bunga berbeda dari yang
kurang. Daun dari semua spesies Australia sangat mirip, membuat mereka sulit
diidentifikasi hingga tingkat spesies jika tidak ada bunga. Bunga muncul di
musim dingin, biasanya di musim gugur, musim dingin atau musim semi, Ada
satu ke banyak resupinate kecil, hijau, merah muda atau bunga keunguan 4
sampai 5 mm (0,16-0,20 in) dengan diameter. Bunganya dipegang pada tangkai
yang tegak, sempit tapi berdaging, menyatu dengan sekelilingnya dan seringkali
menyerupai nyamuk. Sepal lebih panjang dari kelopak bunga dan biasanya
memiliki ekstensi yang panjang dan tipis di ujungnya. Sepal punggung lebih
lebar daripada sepal lateral dan terkadang membentuk tudung di atas kolom .
Sepal lateral menonjol ke depan di bawah labellum dan kelopaknya menyebar
luas atau melengkung ke belakang melawan ovarium. Labellum berbentuk hati
dan memiliki kalus yang menonjol. Buahnya adalah kapsul berdinding tipis,
tidak berbulu, mengandung banyak biji bersayap. Berikut beberapa contoh
spesies dari genus ini, yaitu : Acianthus apprimus, Achiantus borealis,
Achiantus caudatus, Achiantus collinus, Achiantus exsertus dan Acianthus
elegans.

Achiantus exsertus

Kingdom : Plantae

Divisi : Tracheophyta

Kelas : Spermathophyta

Ordo : Magnoliopsida

Famili : Orchidaceae

Genus : Acianthus

Spesies : Achianthus exsertus

Karakteristik :

Acianthus exsertus adalah tumbuhan terestrial, abadi , gugur , simpodial


dengan daun hijau tua berbentuk hati, tidak berbulu , yang berwarna ungu
kemerahan di permukaan bawahnya. Daunnya memiliki panjang 15–40 mm
(0,6–2 inci), lebar 10–30 mm (0,4–1 inci). Ada dari 3 sampai 25 bunga,
ditempatkan dengan baik pada susunan tipis, tinggi 100–300 mm (4–10 in),
masing-masing bunga sepanjang 12–16 mm (0,5–0,6 in). Bagian dorsal sepal
berbentuk telur, panjang 7–9 mm (0,3–0,4 in), lebar 3 mm (0,12 in) dengan
panjang titik 2–3 mm (0,08–0,1 in) dengan garis tengah merah dan bentuk
tudung hanya menutupi sebagian kolom . Sepal lateral memiliki panjang 8–9
mm (0,3–0,4 inci), lebar 1 mm (0,04 inci), berbentuk tombak linier hingga
sempit, dengan ujung sepanjang 2–3 mm (0,08–0,1 inci) dan menonjol ke depan
sejajar dengan satu sama lain atau menyimpang. Kelopaknya memiliki warna
yang serupa dan panjangnya 4–5 mm (0,16–0,20 inci), lebar sekitar 1 mm (0,04
inci), berbentuk linier hingga sempit, berbentuk telur dan mengarah ke ovarium.
Labellum memiliki lebar 5–6 mm (0,20–0,24 inci), lebar 3,5–4 mm (0,1–0,2
inci), berbentuk hati hingga elips, berbentuk piring dekat dasar dengan tepi
tergulung ke bawah tetapi tidak memiliki gigi. Kalus yang tebal dan berdaging
memiliki banyak papila kecil seperti jerawat di bagian luarnya. Pembungaan
terjadi dari Maret hingga Agustus. Jenis ini dibedakan dari anggrek nyamuk
lainnya dengan bunganya yang relatif besar, jaraknya baik, berwarna gelap dan
pada bagian punggung yang tidak menutupi kolom.

 Genus Vanda

Vanda merupakan genus dalam keluarga anggrek , Orchidaceae . Ada


sekitar 80 spesies , dan genus tersebut biasanya dibudidayakan untuk pasar.
Genus ini dan sekutunya dianggap di antara yang paling spesifik beradaptasi
dari semua anggrek di dalam Orchidaceae. Genus ini sangat dihargai dalam
hortikultura karena bunganya yang mencolok, harum, tahan lama, dan sangat
berwarna. Spesies Vanda tersebar luas di Asia Timur , Asia Tenggara , dan New
Guinea , dengan beberapa spesies menyebar ke Queensland dan beberapa pulau
di Pasifik barat. Genus ini memiliki kebiasaan tumbuh monopodial dengan daun
yang sangat bervariasi menurut habitatnya . Beberapa memiliki daun pipih,
biasanya lebar, bulat telur (tali-daun), sementara yang lain memiliki silindris
(terete), daun berdaging dan beradaptasi dengan periode kering. Batang anggrek
ini sangat bervariasi ukurannya; ada pula yang merupakan miniatur tanaman
dan ada pula yang memiliki panjang beberapa meter. Tumbuhan bisa menjadi
sangat masif di habitat dan budidaya, dan spesies epifit memiliki sistem akar
udara yang sangat besar dan bertele-tele. Beberapa hingga banyak bunga pipih
tumbuh di perbungaan lateral. Sebagian besar menunjukkan warna kuning
kecokelatan dengan tanda cokelat, tetapi juga tampak dalam nuansa putih, hijau,
oranye, merah, dan merah anggur. Bibir memiliki taji kecil. Spesies Vanda
biasanya mekar setiap beberapa bulan dan bunganya bertahan selama dua
hingga tiga minggu. Berikut beberapa contoh spesies dari genus ini, yaitu :
Vanda ampullacea, Vanda bensonii, Vanda coerulea, dan Vanda cristata.

Vanda coerula

Kingdom : Plantae

Divisi : Tracheophyta

Kelas : Spermathophyta

Ordo : Magnoliopsida

Famili : Orchidaceae

Genus : Vanda

Spesies : Vanda coerulea

Karakteristik :

Vanda coerulea , umumnya dikenal sebagai anggrek biru , vanda biru atau
rambut wanita musim gugur , adalah spesies anggrek yang ditemukan di Assam
dan perbukitan Khasi yang berdekatan dengan jangkauannya yang meluas ke
Cina ( Yunnan selatan). Ini dikenal sebagai kwaklei di Manipuri dan vandaar
dalam bahasa Sanskerta . Memiliki bunga berwarna ungu kebiruan ( Thelymitra
crinita merupakan satu-satunya anggrek yang memiliki bunga berwarna biru
sejati) yang sangat tahan lama dibandingkan dengan anggrek lainnya. Tanaman
ini menanggung hingga 20 hingga 30 paku (Indrawati, I., & Sabilu, Y. (2017)

 Genus Thrixspermum

Anggrek dalam genus Thrixspermum bersifat epifit atau lithophytic, jarang


terestrial, tumbuhan monopodial dengan akar tebal yang panjang, dan daun
berdaging pipih tersusun dalam dua barisan dengan pangkal yang melapisi
batang. Bunganya disusun pada batang berbunga terjumbai atau melengkung
yang timbul dari daun axil . Bunganya biasanya berumur pendek dan sering
terbuka kurang dari sehari. Sepal bebas dari dan kurang lebih mirip satu sama
lain. Kelopaknya bebas satu sama lain dan mirip, tetapi sedikit lebih pendek dari
sepal. Labellum melekat kuat pada kolom dengan dasar berkantung dan tiga
lobus, lobus samping tegak, biasanya pendek dan tumpul dan lobus tengah tebal
dan berdaging. Buahnya berbentuk kapsul panjang dan tipis. Berikut beberapa
contoh spesies dari genus ini, yaitu : Thrixspermum calceolus, Thrixspermum
centipeda, Trixspermum carinatifolium, dan Trixspermum congestum.

Thrixspermum carinatifolium

Karakteristik :

Thrixspermum carinatifolium adalah ramuan epifit dengan batang pipih dan


tidak rata dengan panjang 100–300 milimeter (3,9–12 inci) dan banyak akar
yang kurus dan bercabang. Ia memiliki antara lima dan sepuluh daun elips
sepanjang 50–70 milimeter (2,0–2,8 inci), lebar 15–20 mm (0,59–0,79 inci)
dengan ujung membulat dan tersusun dalam dua barisan. Bunganya berwarna
putih sampai kekuningan, panjang dan lebar 16–20 milimeter (0,63–0,79 inci)
tersusun di atas batang berbunga kaku dan kurus sepanjang 120–240 mm (4,7–
9,4 inci). Sepal dan kelopak bunga menyebar terpisah satu sama lain, panjang
sepal 8-9 milimeter (0,31-0,35 inci) dan lebar sekitar 3 milimeter (0,12 inci),
kelopak lebih pendek dan lebih sempit dari pada sepal. Labellum memiliki
panjang sekitar 7 milimeter (0,28 in) dan lebar 4 milimeter (0,16 in) dengan tiga
lobus. Lobus samping memiliki panjang sekitar 7 milimeter (0,28 inci), sempit,
melengkung dan runcing. Lobus tengah tebal dan berbentuk telur dengan
kantung melengkung dan kalus membulat. Pembungaan terjadi secara sporadis
(Indrawati, I., & Sabilu, Y. 2017)

 Genus Rhynchostylis

Rhynchostylis (disingkat Rhy dalam perdagangan hortikultura) adalah


genus dalam keluarga anggrek ( Orchidaceae ), berkerabat dekat dengan genus
Vanda (dari mana ia berbeda di bibir satu lobus bunga) dan terdiri dari empat
spesies asli yang diterima saat ini. Anak Benua India , Cina , Indochina ,
Malaysia , Indonesia dan Filipina. Nama ini terdiri dari gabungan dua elemen
Yunani: rhynchos 'paruh' dan stylis 'kolom' - mengacu pada kolom bunga yang
sangat lebar dan berdaging. Bunganya lahir dalam ras yang lebat dan terkenal
karena aromanya yang kuat dan pedas. Meski kekurangan pseudobulb , tanaman
ini memiliki daun kasar yang tahan kekeringan. Anggrek ini tumbuh secara
alami di daerah tropis yang hangat, lembab, teduh dan akan tumbuh subur jika
diberi kehangatan yang konsisten, kelembapan yang seragam, dan terang, tetapi
cahaya tidak langsung. Penghobi yang ingin menumbuhkannya akan
membutuhkan lingkungan tumbuh yang hangat dan lembab dengan gerakan
udara yang lembut. Mereka dapat ditanam dalam pot, tetapi lebih baik ditanam
dalam keranjang, karena akar yang berdaging ekstrim. Bunga mereka yang
sangat harum sering muncul di bulan-bulan musim dingin yang sedikit lebih
sejuk. Berikut beberapa contoh spesies genus ini, yaitu : Rhynchostylis coelestis,
Rhynchostylis gigantea, Rhynchostylis retusa, dan Rhynchostylis rieferi.

Rhynchostylis gigantea
Karakteristik :

Rhynchostylis gigantea (Lindl.) Rindl. merupakan salah satu jenis anggrek


epifit yang banyak di temukan hampir diseluruh asia tenggara. Anggrek ini
memiliki kebiasaan pertum-buhan secara monopodial karena anggrek
Rhynchostylis gigantea (Lindl.) Rindl. memiliki percabangan batang yang
batang pokoknya terlihat jelas, berukuran lebih besar dan lebih panjang dari
batang cabangnya. Bentuk ujung daun pada anggrek Rhynchostylis gigantea
(Lindl.) Rindl. terdiri dari bifid, bidendate dan oblique bifid, dan
tridendate.Rhynchostylis berbeda dari Vanda dengan bibir satu lobus.
Rhynchostylis juga biasa disebut anggrek buntut rubah karena perbungaannya
yang panjang, tipis, dan padat yang mencapai 37 sentimeter (15 in) dengan
bunga harum yang manis. Perbungaan muncul di musim gugur dan musim
dingin. Karena penyebaran Rhynchostylis gigantea yang luas, terdapat berbagai
klon yang berbeda: bentuk dan warna bunga sedikit berbeda (dari putih hingga
merah tua, dengan bentuk berbintik) (Shidiqy, H. A., Wahidah, B. F., & Hayati,
N. 2019).

 Genus Ophyrs

Mereka adalah anggrek terestrial atau tanah dari Eropa Tengah hingga Selatan,
Afrika Utara, Asia Kecil , hingga Pegunungan Kaukasus , tetapi kebanyakan di
kawasan Mediterania . Mereka disebut-sebut sebagai kelompok anggrek
terestrial Eropa terpenting. Selama musim panas, semua anggrek Ophrys tidak
aktif sebagai umbi bulat bawah tanah, yang berfungsi sebagai cadangan
makanan. Di akhir musim panas / musim gugur mereka mengembangkan roset
daun. Juga umbi baru mulai tumbuh dan matang sampai musim semi berikutnya;
Umbi tua perlahan mati. Musim semi berikutnya batang berbunga mulai
tumbuh. Saat berbunga daun sudah mulai layu. Kebanyakan anggrek Ophrys
bergantung pada jamur simbiosis . Spesimen pemindahan, terutama spesimen
liar, sulit, kadang tidak mungkin, karena simbiosis ini kecuali sejumlah besar
tanah di sekitarnya juga diambil bersama tanaman. Semua anggrek dilindungi di
bawah CITES II dan tidak boleh dipindahkan atau diganggu di habitatnya. Daun
basal yang mengkilat memiliki warna hijau atau kebiruan. Dua hingga dua belas
bunga tumbuh di batang tegak dengan daun basal. Spesies ini berhasil
dibudidayakan oleh penanam spesialis anggrek terestrial dan dilaporkan sulit
untuk tumbuh, karena peka terhadap penyakit yang membusuk dan meredam
jika tidak mengalami periode aestivasi yang sejuk dan kering selama bulan-
bulan musim panas tanpa air. Berikut beberapa contoh spesies dari genus ini,
yaitu : Ophrys apifera, Ophrys argolica, Ophrys bertolonii, dan Ophrys
fuciflora.

Ophrys apifera

Karakteristik :

Ophrys apifera tumbuh hingga ketinggian 15–50 sentimeter (6–20 inci).


Anggrek yang kuat ini mengembangkan kumpulan daun kecil di musim gugur.
Mereka terus tumbuh perlahan selama musim dingin. Daun basal berbentuk
bulat telur atau lonjong-lanset, daun bagian atas dan daun daun bulat telur-lanset
dan selubung. Tanaman ini mekar dari pertengahan April di benua Eropa, tetapi
di Inggris berbunga pada bulan Juni hingga Juli. Paku bunga diproduksi, terdiri
dari satu hingga dua belas bunga. Bunganya memiliki sepal besar, dengan tulang
rusuk hijau tengah dan warna bervariasi dari putih hingga merah muda,
sedangkan kelopaknya pendek, puber, kuning hingga kehijauan. Labellum
adalah trilobed, dengan dua punuk diucapkan pada lobus lateral berbulu, lobus
median berbulu dan mirip dengan perut lebah . Labellum sangat luar biasa
karena menampilkan setidaknya empat warna berbeda, selain dua warna sepal
dan kelopak. Pola pewarnaan labellum cukup bervariasi. Ginostegium berada
pada sudut siku-siku, dengan puncak yang memanjang. Kromosom 2n = 36.
 Genus Pholidota

Pholidota , yang biasa dikenal sebagai anggrek ular derik, merupakan genus
tumbuhan berbunga dari famili anggrek, Orchidaceae . Tumbuhan dalam genus
ini adalah epifit atau litofit pembentuk rumpun dengan pseudobulb, masing-
masing dengan satu daun besar dan sejumlah besar bunga kecil berwarna
keputihan yang tersusun dalam dua barisan sepanjang batang berbunga tipis dan
kurus yang muncul dari puncak pseudobulb. Ada sekitar tiga puluh lima spesies
asli dari daerah tropis dan subtropis Asia sampai Pasifik barat daya. Anggrek
dalam genus Pholidota adalah sympodial epifit, lithophytic atau, jarang,
terestrial herbal dengan pseudobulbs, masing-masing dengan satu atau dua
besar, daun kasar mengintai. Sejumlah besar bunga kecil tersusun dalam dua
peringkat di sepanjang batang berbunga kurus dan kurus yang muncul dari
puncak pseudobulb. Ada bract besar tipis di dasar setiap bunga. Bunganya
berwarna putih, krem, kekuningan atau merah muda dengan sepal punggung
cekung dan kelopak yang lebih kecil. Labellum secara kaku dipasang ke dasar
kolom dan ada struktur seperti kantung yang dalam di dasarnya. Berikut
beberapa spesies dalam genus ini, yaitu: Pholidota advena, Pholidota imbricata,
Pholidota pallida, Pholidota wattii, dan Pholidota rubra.

Pholidota imbricata

Karakteristik :

Pholidota imbricata adalah rumpun membentuk, epifit atau lithophytic


ramuan dengan pseudobulbs ramai 80-120 mm (3,1-4,7 in) panjang dan 30-50
mm (1,2-2,0 in) lebar. Setiap pseudobulb memiliki satu lipatan, kasar, hijau tua,
lonjong hingga daun berbentuk tombak dengan panjang 200–400 mm (7,9–16
inci) dan lebar 60–80 mm (2,4–3,1 inci) pada tangkai sekitar 50 mm (2,0 inci). )
panjang. Antara dua puluh dan enam puluh bunga berbentuk cangkir, berwarna
putih, krem atau kehijauan, bunga resupinate 6–8 mm (0,24–0,31 inci) panjang
dan lebar 5–7 mm (0,20–0,28 inci) disusun dalam dua baris di sepanjang batang
berbunga kurus 150–400 mm (5,9–16 in). Ada bract merah muda cekung besar
di pangkal setiap bunga. Dorsal sepal memiliki panjang 4–5 mm (0.16–0.20 in)
dan lebar 3–4 mm (0.12–0.16 in), lateral sepal 6–7 mm (0.24–0.28 in) dan
sekitar 3 mm (0.12 in) lebar. Kelopaknya memiliki panjang 3–4 mm (0,12–0,16
inci) dan lebar sekitar 1,5 mm (0,059 inci). Labellum memiliki panjang sekitar 4
mm (0,16 in) dan lebar 5 mm (0,20 in) dan cekung dengan tiga lobus. Lobus
samping tegak dan lobus tengah dibagi lagi menjadi tiga lobus. Pembungaan
terjadi antara bulan Maret dan Mei (Rosanti, D., & Widianjaya, R. R. 2018).
Referensi
1) Alfariatna, L. (2017). Karakter Fisiologi Dan Morfologi M1 Bawang
Merah(Allium Ascalonicum L.) Hasil Induksi Mutasi Fisik Beberapadosis
Iradiasi Sinar Gamma. Skripsi Undip.

2) Angiosperm Phylogeny Group. (2009). An Update Of The Angiosperm


Phylogeny Group Classification For The Orders And Families Of Flowering
Plants: Apg Iii. Botanical Journal Of The Linnean Society, 161(2), 105-121.

3) Block, E. (2010). Garlic And Other Alliums: The Lore And The Science. United
Kingdom: Royal.

4) Gardjito, M. (2015). Penanganan Segar Hortikultura Untuk Penyimpanan Dan


Pemasaran. Jakarta: Kencana.

5) Goldblatt, P., & Manning, J. C. (2013). Taxonomic Notes On Aristea


(Aristeoideae) In Tropical And Eastern Southern Africa. Bothalia-African
Biodiversity & Conservation, 43(2), 207-212.

6) Gopalakrishnan, T. R. (2007). Vegetables Crops. India: New India Publishing.

7) Hidayat, S., & Napitupulu, R. M. (2015). Kitab Tumbuhan Obat. Jakarta: Agriflo.

8) Indrawati, I., & Sabilu, Y. (2017). Karakterisasi Morfologi Anggrek Alam


(Orchidaceae) Asal Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (Tnraw) Koleksi
Kebun Raya Universitas Halu Oleo. Biowallacea: Jurnal Penelitian Biologi
(Journal Of Biological Research), 4(2).

9) Lingga, L. (2014). Health Secret Of Pepper. Jakarta: Alex Media Komputindo.

10) Little, J., & Skolmen, R. G. (1989). Agricultural Handbook.The Forest Service.
U.S : Dept. of Agriculture USA.

11) PIER. (2012). Pacific Islands Ecosystems at Risk. Honolulu USA Hear:
University of Hawaii.
12) Rosanti, D., & Widianjaya, R. R. (2018). Morfologi Orchidaceae Di Kebun Raya
Liwa Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung. Sainmatika: Jurnal Ilmiah
Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 15(2), 84-89.

13) Shidiqy, H. A., Wahidah, B. F., & Hayati, N. (2019). Karakterisasi Morfologi
Anggrek (Orchidaceae) Di Hutan Kecamatan Ngaliyan Semarang. Al-Hayat:
Journal Of Biology And Applied Biology, 1(2), 94-98.

14) Sudarmiyatun, S. (2012). Budi Daya Tanaman Hias. Jakarta: Balai Pustaka.
15) Sunarjono, H., & Nurrohmah, F. A. (2018). Bertanam Sayuran Daun & Umbi.
Jakarta: Penebar

16) Suparman. (2007). Bercocok Tanam Bawang Merah. Jakarta: Azka Press.

17) Ulung, G., & Studi, P. (2014). Sehat Alami dengan Herbal. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.

18) Wijayakusuma, H. (2000). Ensiklopedia Milenium tumbuhan Berkhasiat Obat


Indonesia Jilid 1. jakarta: Gema Insani.

19) Wilkin, P., Suksathan, P., Keeratikiat, K., Van, W. P., & Wiland-Szymanska, J.
(2012). A New Endemic Species From Central and Northeastern Thailand,
Dracaena jayneana Wilkin, Suksathan & Keeratikiat (Aspargaceae tribe
Nolinoidae). Kew Bulletin, 67, 697-705.
20) Zimudzi, C., Archer, R. H., Kwembeya, E. G., & Nordal, I. (2006). Synopsis Of
Amaryllidaceae From The Flora Zambesiaca Area. Kirkia, 151-168.
21) Zimudzi, C., Archer, R. H., Kwembeya, E. G., & Nordal, I. (2006). Synopsis Of
Amaryllidaceae From The Flora Zambesiaca Area. Kirkia, 151-168.