Anda di halaman 1dari 5

Nama : Samuel Prakoso Sejati

Kelas :C
NIM : K4319075
TUGAS KIMIA ORGANIK
“VITAMIN”
1) Vitamin B1 (Tiamin)
Sumber : Daging, Telur, Kacang Kedelai, Lentil, Gandum Utuh, Kembang Kol,
Jeruk, Dan Kentang.
Fungsi : Dapat berperan sebagai koenzim dalam reaksi-reaksi yang menghasilkan
energi dari karbohidrat dan memindahkan energi membentuk senyawa kaya energi
yang disebut ATP.
Defisiensi : Apabila terjadi defisiensi maka akan mengalami gejala dini berupa
neuropati perifer, keluhan mudah capai, dan anoreksia yang menimbulkan edema dan
degenerasi kardiovaskuler, neurologis serta muskuler. Contoh dari defisiensi tiamin
yaitu penyakit beri-beri dan encefalopati wernicke. Encefalopati wernicke biasanya
ditemykan diantara para peminum alkohol kronis.

2) Vitamin B2 (Riboflavin)
Sumber : Daging sapi, daging ayam, daging babi, telur, ikan salmon, ikan trout,
kerang putih, kerang hijau, jamur portobello, kacang almond, kacang merah, kacang
kedelai, apel, alpukat, bayam, brokoli, kangkung, asparagus, sereal, gandum untuh,
rumput laut, ubi jalar, dan kismis.
Fungsi :
 Membantu memecah protein, lemak, dan karbohidrat menjadi energi.
 Berkontrubusi terhadap produksi sel darah merah.
 Membantu pembentukan antibodi.
Defisiensi : Gejala umum yang timbul saat terjadi kekurangan vitamin B2 yaitu
munculnya gejala berupa anemia, mata merah, kulit kering, bibir pecah-pecah, infeksi
mulut, hingga sensitif terhadap cahaya. Kekurangan vitamin B2 berat bisa
mengganggu metabolisme nutrisi, terutama vitamin B kompleks akibat berkurangnya
produksi koenzim flavin. Pada ibu hamil apabila kekurangan vitamin ini maka dapat
menghambat pertumbuhan bayi dalam kandungan dan meningkatkan resiko
preeklamsia.
3) Vitamin B3 (Niacin)
Sumber : Hati sapi, dada ayam, saus marinara, dada kalkun, ikan salmon, ikan tuna
kaleng, jamur, nasi merah, sereal, kacang tanah, nasi putih, dan kentang.
Fungsi : Memiliki oeran dalam reaksi enzimatik dalam tubuh atau metabolisme
karbohidrat, lemak, dan protein yaitu koenzim I (Nicotinamide adenin dinucleotide =
NAD) dan koenzim II (Nicotinamide adenine dinukleotide phosphate = NADP).
Defisiensi : Gejala yang timbul disaat kekurangan vitamin B3 ini yaitu tubuh akan
mudah mengalami kelelahan, gangguan pencernaan, sariawan, muntah, hingga
depresi. Apabila mengalami kekurangan yang parah maka dapat menimbulkan
penyakit pellagra dengan gejala mencakup penurunan berat badan, berbagai kelainan
pencernaan, dermatitis, depresi dan demensia.

4) Vitamin B5 (Asam Pantotenat)


Sumber : Hewan termasuk daging, sayuran, biji-bijian sereal, kacang-kacangan, telur,
dan susu. Contoh : singkong, kentang, kubis, brokoli, kacang polong, biji bunga
matahari, jamur, gandum.
Fungsi : Dapat berperan dalam pembentukan koenzim A, yang digunakan untuk
metabolisme energi dari karbohidrat, protein, dan lemak.
Defisiensi : Apabila terjadi kekurangan vitamin maka dapat terjadi burning foot
syndrom. Burning foot sydrome merupakan kondisi medis yang menyebabkan rasa
terbakar dan nyeri yang parah pada kaki, hiperestesia , dan perubahan vasomotor
pada kaki yang menyebabkan keringat berlebih. Bahkan dapat mempengaruhi mata,
menyebabkan skotoma dan ambliopia .

5) Vitami B6
Sumber : Daging, unggas, dan ikan, kentang, ubi jalar, dan sayur-sayuran, susu, buah
pepaya, alpukat, pisang, dan biji-bijian.
Fungsi : Berperan sebagai koenzim piridoksal fosfat bagi banyak reaksi enzim, dan
sebagian besar terlibat dalam metabolisme asam amino (dekarboksilasi, transaminasi,
dan perubahan triftopan menjadi niasin). Piridoksal fosfat juga terlibat dalam proses
glikogenolisis yaitu pada enzim yang memperantarai proses pemecahan glikogen.
Defisiensi : Apabila terjadi kekurangan vitamin B6 maka dapat menyebabkan gejala
kulit rusak, syaraf motorik terganggu, dan kelainan darah. Biasanya defisiensi
vitamin ini dapat terjadi selama masa laktasi, pada alkoholik dan juga selama terapi
isoniazid.

6) Vitamin B9 (Asam Folat)


Sumber : Buah-buahan seperti jeruk, pepaya, stoberi, rasveri, alpukat, bit, pisang,
peach, mangga, delima, jambu biji, dan kiwi.
Fungsi : Memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah dan
pertumbuhan sel sehat. Memiliki peranan penting dalam metilasi homosistein
menjadi metionin dengan melibatkan metilkobalamin sebagai kofaktor.
Defisiensi : Apabila mengalami kekurangan vitamin in maka dapat menyebabkan
anemia megaloblastik karena terganggunya sintesis DNA dan pembentukan eritrosit.

7) Vitamin B12
Sumber : Hati, sayuran daun komprey, oncom dari bungkil kacang tanah, produk
fermentasi kedelai seperti tempe, tuco, kecap, kerang, sereal, telur, ikan salmon dan
ikan trout, dan ikan tuna.
Fungsi : Dapat berperan dalam menjaga agar sel-sel berfungsi normal yaitu sel-sel
saluran pencernaan, sistem urat syaraf, dan sumsum tulang. Dalam sumsum tulang
koenzim vitamin B12 diperlukan untuk sintesis DNA.
Defisiensi : Dapat menyebabkan pernicious anemia, suatu penyakit yang disebakan
oleh keturunan, yaitu karena faktor intrinsik tidak diproduksi oleh tubuh, akibatnya
vitamin B12 tidak diserap.

8) Vitamin C
Sumber : Terdapat pada bahan nabati sayur dan buah. Contohnya jeruk, tomat, cabe
hijau, brokoli, dan kubis. Kentang, biji-bijian, susu, dan daging sangat sedikit
mengandung vitamin ini.
Fungsi : Berperan dalam pembentukan kolagen interseluler. Kolagen merupakan
senyawa protein yang banyak terdapat dalam tulang rawan, kulit bagian dalam
tulang, dentin, dan vascular endothelium. Asam askorbat sangat penting peranannya
dalam proses hidroksilasi dua asam amino prolin dan lisin menjadi hidroksi prolin
dan hidroksilisin
Difisiensi : Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan kerapuhan dinding-dinding
kapiler, gusi berdarah, gigi mudah tanggal, sariawan atau skorbut, dan penyakit pada
sendi tulang. Gejala gejala penyakit skorbut ialah terjadinya pelembekan tenunan
kolagen, infeksi, dan demam, timbul sakit, pelunakan, dan pembengkakan kaki
bagian paha. Pada anak yang giginya telah keluar, gusi membengkak, empuk, dan
terjadi perdarahan.

9) Vitamin A
Sumber : Biasanya terdapat di dalam hasil-hasil hewani seperti daging, susu, keju,
kuning telur, hati, ikan dan telur. Contohnya seperti Wortel, ubi jalar dan waluh kaya
akan karoten. Slada dan kol miskin karoten.
Fungsi : Berperan didalam menjaga kesehatan mata dan proses penglihatan. Selain
itu juga dapat berfungsi sebagai pelindung dari berbagai penyakit, karena memiliki
antioksidan berupa betakaroten yang dapat menangkal radikal bebas.
Difisiensi : Terjadi kekurangan yang disebabkan oleh malfungsi berbagai mekanisme
seluler yang di dalamnya turut berperan senyawa senyawa retinoid. Apabila terjadi
maka akan menyebabkan gangguan kemampuan penglihatan pada senja hari (buta
senja). Deplesi selanjutnya menimbulkan keratinisasi pada jaringan epitel mata, paru-
paru, traktus gastrointestinal dan genitourinarius, yang ditambah lagi dengan
pengurangan sekresi mucus. Kerusakan jaringan mata, yaitu seroftalmia akan
menimbulkan kebutaan.

10) Vitamin D
Sumber : Biasanya bahan nabati yang dapat digunakan sebagai tambahan vitamin D
pada susu dan makanan lain. Vitamin D juga biasany ditemukan dalam hati, minyak
ikan, hasil-hasil susu dan telur.
Fungsi : Berperan penting dalam metabolisme kalsium dan fosfor. Dengan vitamin
ini, absorpsi kalsium oleh alat pencernaan akan diperbaiki, kalsium dan fosfor dari
tulang dimobilisasi, pengeluaran dan keseimbangan mineral dalam darah ikut
dikendalikan.
Difisiensi : Kekurangan vitamin D akan mengakibatkan gangguan penyerapan
kalsium dan fosfor pada saluran pencernaan dan gangguan mineralisasi struktur
tulang dan gigi. Selain itu, kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan penyakit
rakhtis terdapat pada anak anak dan osteomalasia pada orang dewasa. Kelainan
disebabkan oleh pelunakan tulang yang terjadi akibat kekurangan kalsium dan fosfat.

11) Vitamin E (Tokoferol)


Sumber : Kacang-kacangan, minyak nabati, alpukat, tomat, jagung, kiwi, mangga,
biji matahari, brokoli dan bayam.
Fungsi : Berperan sebagai antioksidan dengan memutuskan berbagai reaksi rantai
radikal bebas dan membantu mencegah oksidasi terhadap vitamin A dalam saluran
pencernaan. Dalam jaringan, vitamin E dapat menekan terjadinya oksidasi asam
lemak tidak jenuh, sehingga membantu dan mempertahankan fungsi membran sel.
Difisiensi : Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kegagalan menghasilkan
anak, macrocytic anemia yaitu jangka hidup butir darah yang lebih pendek, liver
necrosis, dystrophy otot-otot dan anemia pada bayi yang baru lahir.

12) Vitamin K
Sumber : Terdapat dalam hati ayam dan sapi, sayuran seperti bayam, kubis, dan
bunga kol, minyak nabati, serta kacang-kacanga.
Fungsi : Berperan dalam pembentukan protombin. Kadar protombin yang tinggi di
dalam darah merupakan indikasi baiknya daya penggumpalan darah. Selain itu juga
berperan sebagai kofaktor enzim karboksilase yang membentu residu a-
karboksiglutamat dalam protein precursor.
Difisiensi : Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan terjadinya penyakit
hemoragik pada bayi baru lahir. Selain itu juga dapat mengakibatkan osteoporsis dan
penyakit jantung. Biasanya kekurangan vitamin ini terjadi karena malabsorbsi lemak
yang mungkin menyertai disfungsi pancreas, penyakit biliaris, atrofi mukosa
intestinal atau penyebab steatore lainnya