Anda di halaman 1dari 17

MANAJEMEN PERSEDIAAN

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Akuntansi Manajemen
Dosen Pengampu :
Dianita Meirini, S.A., M.Si

Disusun oleh :
Kelompok 10 (MBS-5C)
1. M. Miftahul Fais (12405183103)
2. Intan Nofitasari (12405183120)
3. Trisnia Devitasari (12405183132)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN BISNIS SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
NOVEMBER 2020
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan yang telah memberikan
kehadirat-Nya, serta rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah tugas mata kuliah
Akuntansi Manajemen tentang Manajemen Persediaan ini dapat terselesaikan
dengan semaksimal mungkin.
Makalah ini disusun berdasarkan hasil dari diskusi yang telah dilakukan,
untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Manajemen semester 5 tahun
akademik 2020/2021. Dalam penyusunannya banyak pihak yang membantu baik
secara langsung maupun tidak langsung, untuk itu diucapkan banyak terimakasih.
Terlepas dari semua itu, disadari bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasa. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka
diharapkan segala saran dan kritik agar dapat memperbaiki makalah ini. Akhir
kata diharapkan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi semua
pihak.

Tulungagung, 19 November 2020

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman Sampul..............................................................................................i
Kata Pengantar................................................................................................ii
Daftar Isi........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1

A. Latar belakang...............................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................1
C. Tujuan Pembahasan......................................................................1

BAB II PEMBAHASAN................................................................................2

A. Manajemen Persediaan Tradisional................................................2


B. Economic Order Quantity : Model Persediaan Tradisional............3
C. Pendekatan Just in Time dalam Manajemen Persediaan.................8
D. Membandingkan Pendekatan Just in Time dan Tradisional............9
E. Theory of Constraint (TOC)..........................................................11
BAB III PENUTUP......................................................................................13

A. Kesimpulan..................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................14

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam suatu perusahaan, pelaporan mengenai persediaan sangat penting bagi perusahaan
dalam mengambil suatu keputusan dan persediaan merupakan salah satu dari beberapa unsur
yang paling aktif dalam operasi perusahaan yang secara terus menerus diperoleh, diproduksi
dan dijual. Oleh karena itu, sistem akuntansi itu sendiri harus dilaksanakan sebaik mungkin
sehingga tidak mengalami hal-hal yang mengganggu jalannya operasi perusahaan. Pelaporan
persediaan yang diteliti dan relevan dianggap vital untuk memberikan informasi yang
berguna bagi perusahaan. Apabila terjadi kesalahan dalam pencatatan persediaan, maka akan
mengakibatkan kesalahan dalam menentukan besarnya laba perusahaan yang diperoleh. Jika
persediaan akhir dinilai terlalu rendah dan mengakibatkan harga pokok barang yang dijual
terlalu rendah, maka pendapatan bersih akan mengalami peningkatan. Begitu juga dengan
lamanya persediaan yang tersimpan di gudang akan mempengaruhi biaya sehingga
kemungkinan akan terjadinya kerusakan yang mengakibatkan kerugian dan kemungkinan
juga persediaan akan kadaluarsa sehingga tidak laku dipasar, maka dapat diketahui bahwa
persediaan sangat penting artinya bagi perusahaan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja Manajemen Persediaan Tradisional ?
2. Apa yang dimaksud Economic Order Quantity : Model Persediaan Tradisional?
3. Apa yang dimaksud Pendekatan Just in Time dalam Manajemen Persediaan?
4. Bagaimana Membandingkan Pendekatan Just in Time dan Tradisional?
5. Apa yang dimaksud Theory of Constraint (TOC)?
C. Tujuan Pembahasan
1. Mengetahui Manajemen Persediaan Tradisional
2. Mengetahui Economic Order Quantity : Model Persediaan Tradisional
3. Mengetahui Pendekatan Just in Time dalam Manajemen Persediaan
4. Mampu Membandingkan Pendekatan Just in Time dan Tradisional
5. Mengetahui Theory of Constraint (TOC)

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Manajamen Persediaan Tradisional

Biaya terkait persediaan


Saat permintaan terhadap sebuah produk atau bahan baku diketahui hamper secara pasti
untuk suatu pariode waktu tertentu (biaya satu tahun), terdapat dua biaya utama yang
dihubungkan dengan persediaan. Jika persediaannya berbentuk bahan baku atau barang yang
dibeli dari sumber diluar perusahaan., maka biaya-biaya yang terkait dengan persediaan yang
dikenal sebagia biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.

 Baiaya pemesanan
Biaya pemesanan adalah biaya-biya untuk mnempatkan dan menerima sebuah
pesanan. Contoh biaya pemesanan dalah biaya pemerosesan pesanan (biaya untuk staf
administrasi dan dokumen-dokumen), biaya suransi untuk pengiriman dan biaya
menurunkan dan menerima pesanan.
 Biaya penyimpanan
Adalah biaya-biaya untuk pemeliharaan dan menyimpan persediaan. Contoh
asuransi, pajak atau persediaan, keuangan, biaya peluang dari dana terikat dipersediaan,
biaya penangaan, dan tempat penyimpanan.
Jika permintaan tidak diketahui dengan pasti akan muncul kategori ketiga dari biaya
persediaan, disebut dengan biaya kebiasaan persediaan.
 Biaya karena kehabisan persediaan
Adalah biaya karena produk tidak tersedia saat diminta oleh seorang
pelangganatau biaya karena tidak memiliki bahan baku saat diperlukan untuk prodiksi.
Contoh kehilangan penjualan (baik saat ini maupun pada masa mendatang), biaya
mempercepat produksi, dan biaya dari terganggunya produksi.
Penting untuk disadari bahwa harga beli bahan baku bukanlah bagian dari total
biaya yang terkait dengan biaya penyimpanan. Harga beli tersebut harus dibayar juga
apapun yang terjadi. Hal ini yang sama, biaya produk dari unit yang diproduksi tidak
termasuk biaya yang terkait dengan persediaan.

2
Alasan-alasan Tradisional untuk menyimpan persediaan
 Untuk menyeimbangkan biaya pemesanan atau setup dan biaya penyimpanan.
 Untuk memenuhi permintaan pelanggan (memenuhi tanggal pengiriman)
 Untuk menghindari penghentian fasilitas produksi misalnya
 Kerusakan mesin.
 Suku cadang yang rusak.
 Suku cadang yang tidak tersedia.
 Pengirimna suku cadang yang terlambat.
 Untuk menyangga terhadapproses produksi yang tidak andal.
 Untuk mengambil keuntungandari potongan harga.
 Untuk lindung nilai terhadap kanaikan harga pada masa depan.

B. Economic Order Quantity : Model Persediaan Tradisional

Setelah perusahaan memutuskan untuk menyimpan persediaan, dua pertanyaan besar


yang harus diajukan adalah sebagai berikut :
1. Berapa jumlah yang harus dipesan ?
2. Kapan pesanan seharusnya ditempatkan ?

Pertanyaan pertama harus dijawab sebelum pertanyaan kedua. Asumsikan bahwa permintaan
diketahui. Dalam memilih kuantitas yang dipesan, para menjer cukup memperhatikan biaya
pemesanan dan biaya penyimpanan. Rumus untuk menghitung jedua biaya tersebut adalah
sebagai berikut :

Total biaya terkait persediaan = biaya pemesanan + biaya penyimpanan


Biaya pemesanan = jumlah pesanan per tahun X biaya menempatkan sebuah pesanan
Jumlah unit persediaan rata-rata = jumlah yang dipesan
2
Biaya penyimpanan = jumlah unit persediaan rata-rata X biaya penyimpanan satu unit
dalam persediaan

3
Biaya penyimpanan persediaaan dapat dihitung untuk setiap perusahaan yang menyimpan
persediaan, termasuk perusahaan pengecer, jasa, dan manufaktur.
Economic Order Quantity
Total biaya dari kebijakan terkini Mall-o-Cars adalah $1.250 ($250+$1.000). Namun, kuantitas
pemesanan sebanyak 1.000 unit dengan total biaya sebesar $1.250 mungkin bukan pilihan yang
terbaik. Beberapa kuantitas pemesanan mungkin menghasilkan total biaya lebih rendah.
Tujuannya adalah untuk menemukan kuantitas pemesanan yang akan meminimalkan total biaya.
Jumlah unit dalam kuantitas pesanan dengan ukuran yang optimal disebut dengan Economic
Order Quantity (EOQ). Oleh karena EOQ adalah kuantitas yang akan meminimalkan total biaya
yang terkait dengan persediaan, sebuah formula' untuk menghitung EOQ adalah:
EOQ = √ V 2 x CO x D/CC

Keterangan :
EOQ = Jumlah unit optimal yang dipesan pada suatu waktu
CO = Biaya untuk menempatkan satu pemesanan
D = Permintaan tahunan atas satu produk dalam unit
CC = Biaya penyimpanan satu unit dalam persediaan selama setahun.
Menghitung Economic Order Quantity (EOQ)
Mengapa :
Economic order quantity adalah jumlah unit yang harus dipesan setiap kali melakukan
pemesanan untuk meminimalkan total biaya terkait persediaan dari pemesanan dan penyimpanan
persediaan.

Diminta:
1. Berapakah EOQ umtuk Suku Cadang X7B ?
2. Berapakah jumluh pemesanan per tahun untuk Suku Cadang X7B yang akan ditempatkan oleh
Mall-o-Cars dengan kebijakan EOQ?
3. Berapakah total biaya pemesanan tahunan dari Suku Cadang X7B selama setahun dengan
kebijakan EOQ?
4. Berapakah total biaya penyimpanan tahunan dari Suku Cadang X7B selama setahun dengan
kebijakan EOQ?

4
5. Berapakah total biaya terkait persediaan tahunan untuk Suku Cadang X7B dengan kebijakan
EOQ?
Solusi:
1. EOQ = √ 7 x COX D/CC
EOQ = √ 2 x $ 25 x 10.000/$ 2

= √ 500.000/2

= 500 unit

2. Jumlah Pemesanan = Jumlah Unit yang Digunakan Setahun/Jumiah Unit dalam Setiap
Pemesanan

= 10.000 / 500

= 20 pesanan per tahun

3. Total Biaya Pemesanan = Jumlah Pesanan x Biaya per Pemesanan

= 20 pesanan x $25

= $500

4. Total Biaya Penyimpanan = Jumlah Unit dalam Persediaan Rata-Rata x Biaya Penyimpanan
Satu Unit dalam Persediaan

= (500/2) x $2

= $500

5. Total Biaya Terkait Persediaan = Total Biaya Pemesanan + Total Biaya Penyimpanan

= $500 + $500 = $1.000

Titik Pemesanan Kembali (Reorder Point)


EOQ menjawab pertanyaan jumlah yang dipesan (atau diproduksi). Mengetahui kapan
untuk menempatkan sebuah pesanan (atau setup untuk produksi) juga menjadi bagian penting
dari setiap kebijakan persediaan Titik pemesanan kembali (reorder point) adalah titik dalam
waktu saat pesanan baru harus ditempatkan (atau setup dimulai). Titik pemesanan kembali
adalah fungsi dari EOQ, lead time, dan tingkatan penggunaan persediaan. Lead time adalah
waktu yang dibutuhkan untuk menerima kuantitas pesanan ekonomis setelah pesanan

5
ditempatkan atau setup dimulai Untuk menghindari biaya yang muncul karena tidak memiliki
persediaan yang dibutuhkan (stockout costs) dan untuk meminimalkan biaya penyimpanan,
sebuah pesanan seharusnya ditempatkan sehingga pesanan tersebut tiba sesaat sebelum unit
terakhir dalam persediaan digunakan. Mengetahui tingkatan penggunaan dan lead time
memungkinkan kita untuk menghitung titik pemesanan kembali yang akan mencapai tujuan-
tujuan ini.
Menghitung Titik Pemesanan Kembali Saat Penggunaan Diketahui dengan Pasti.

Mengapa :

Waktu untuk memesan kembali terkait dengan jumlah persediaan yang ada di tempat
penyimpanan. Saat persediaan berkurang sampai ke titik tertentu, persediaan harus lebih banyak
dipesan atau perusahaan akan kehabisan persediaan.

Informasi :

Mallo-Cars Inc. menjual beberapa merek mobil dan memberikan layanan purna jual untuk
merek-merek tersebut. Suku Cadang X7B digunakan untuk memperbaiki pompa air. Setiap
tahun, sebanyak 10.000 unit Suku Cadang X7B digunakan, Suku Cadang B digunakan sebanyak
40 unit per hari. Dibutuhkan waktu lima hari untuk Mallo-Cars sejak pesanan ditempatkan
sampai dengan pesanan tersebut tiba.

Diminta:

Hitunglah titik pemesanan.

Solusi:

Titik Pemesanan = Penggunaan Harian x Lead Time

Titik Pemesanan = 40 x 5 hari

= 200 unit.

Oleh karena itu, saat jumlah Suku Cadang X7B mencapai 200 unit, waktunya untuk melakukan
pemesanan kembali.

Jika permintaan terhadap suku cadang atau produk tidak diketahui dengan pasti,
kehabisan persediaan dapat terjadi. Sebagai contoh, jika 45 unit suku cadang digunakan per hari
bukan 40 unit, perusahaan akan menggunakan 200 unit suku cadang setelah hampir empat
setengah hari. Oleh karena pesanan baru tidak akan tiba sampai akhir hari kelima, produksi akan

6
menganggur selama setengah hari Untuk menghindari permasalahan tersebut. perusahaan
biasanya lebih memilih untuk menyimpan persediaan pengaman Persediaan pengaman safety
stock) adalah tambahan persediaan yang disimpan untuk bertindak sebagai jaminan terhadap
perubahan dalam permintaan Persediaan pengaman dihitung dengan mengalikan lead time
dengan selisih antara tingkatan penggunaan maksimum dan tingkatan penggunaan rata-rata

Persediaan Pengaman = (Penggunaan Harian Maksimum Penggunaan Harian Rata


Rata) x Lead Time.
Menghitung Persediaan Pengamanan dan titik Pemesanan Kembali dengan Persediaan
Pengaman.

Mengapa:
Persediaan pengaman membuntu perusahaan mengatasi permasalahan dengan ketidakpastian,
dalam jumlah yang digunakan atau dalam jumlah waktu yang diperlukan oleh sebuah persediaan
untuk sampai.. Mall-o Cars Inc menjual beberapa merek mobil dan memberikan layanan purna
jual untuk merek-merek tersebut. Suku Cadang X7B digunakan untuk memperbal
Informasi:
pompa air. Setiap tahun, 10.000 unit Suku Cadang X7B digunakan, Suku Cadane XTH
digunakan banyak 40 unit per hart Namun untuk beberapa hari sebanyak unit digunakan setiap
harinya Dibutuhkan waktu lima hari untuk Mall-o Cas seik pesanan ditempatkan sampai dengan
pesanan tersebut tiba
Diminta:
1. Hitunglah jumlah persediaan pengaman
2. Hitunglah titik pentesanan kembali dengan persediaan pengaman,

Solusi:
1. Persediaan Pengaman = (Penggunaan Harian Maksimum - Harian Rata-Rata) x Lead Time
= (50 - 40) x 5 hari = 50 unit

2. Titik Pemesanan Kembali = Penggunaan Harian Maksimum x Lead Time


= 50 unit x Sharn = 250 unit
ATAU
Titik Pemesanan Kembali = (Penggunaan Harian Rata-Rata x Lead Time) + Persediaan
Pengaman
Titik Pemesanan Kembali = (40 x 5 hari) + 50 = 250 unit

7
Ekonomic Order Quantity dan Manajemen Persedian

Model EOQ sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi trade-off yang optimal antara
biaya pemesanan dan biaya penyimpanan persediaan. EOQ juga bermanfaat dalam membantu
menangani ketidakpastian dengan menggunakan persediaan pengamanan. pentingnya sejarah
dari model EOQ di berbagai industri di Amerika dapat diapresiasi secara lebih baik dengan
memahami sifat dari lingkungan manufaktur tradisional. Lingkungan manufaktur manufaktur
tradisional telah dikarakteristikkan sebagai produksi masal dari produk-produk yang standar
yang umumnya memiliki biaya setup yang sangat tinggi. Biaya setup yang sangat tinggi
mendorong untuk menghasilkan produk dalam ukuran batch yang besar. Oleh karena itu, proses
produksi untuk perusahaan-perusahaan tersebut cenderung cukup panjang dan produksi yang
berlebih disimpan dalam persediaan.

C. Pendekatan Just In Time dalam Manajamen Persediaan

Lingkungan ekonomi di berbagai perusahaan yang memiliki biaya tetap yang tinggi dan
berproduksi dalam jumlah batch yang besar telah berubah secara drastis dalam beberapa dekade
terakhir. Kemajuan dalam transportasi dan komunikasi telah berkontribusi secara signifikan
untuk terciptanya persaingan global. Kemajuan dalam teknologi telah berkontribusi terhadap
daur hidup yang lebih pendek untuk produk, dan beragam produk telah meningkat. tekanan-
tekanan bersaing ini telah menyebabkan banyak perusahaan untuk mengabaikan metode EIQ dan
lebih menyukai pendekatan just in time (JIT).

Pendekatan Just In Time (JIT) menyatakan bahwa barang seharusnya ditarik melalui
sistem oleh permintaan saat itu bukan didorong melalui jadwal yang tetap berdasarkan pada
permintaan yang diantisipasi. Banyak restoran cepat saji, seperti McDonald’s, menggunakan
sistem penarik untuk mengendalikan persediaan barang jadi. Saat seorang pelanggan memesan
hamburger, hamburger diambil dari rak pemanas. Saat jumlah hamburger menjadi terlalu rendah,
juru masak membuat lebih banyak hamburger. Permintaan pelanggan menarik bahan baku
melalui sistem. Prinsip yang sama digunakan dalam situasi manufaktur. Setiap kegiatan operasi
hanya memproduksi apa yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan dari kegiatan operasi
sesudahnya. Bahan baku atau rakitan tiba tepat pada waktunya untuk terjadinya kegiatan
produksi sehingga permintaan dapat dipenuhi.

8
D. Membandingkan Pendekatan Persediaan Just In Time dan Tradisional

Fitur penting dari JIT adalah mengurangi seluruh persediaan sampai tingkat yang sangat
rendah. Namun, gagasan untuk menjaga persediaan yang lebih kecil menentang alasan-alasan
umum untuk menyimpan persediaan. Manajemen persediaan JIT menawarkan solusi alternatif
yang tidak membutuhkan persediaan dalam jumlah yang besar.

 Biaya pemesanan. Sebagai contoh dalam sistem tradisional, persediaan memecahkan


konflik antara biaya pemesanan atau setup dan biaya penyimpanan dengan memilih
tingkat persediaan yang meminimalkan penjumlahan dari kedua biaya terkait persediaan
tersebut. Jika permintaan lebih tinggi dari yang diharapkan atau jika produksi berkurang
oleh mesin yang rusak atau inefisiensi dalam produk, maka persediaan bertindak sebagai
penyangga, menyediakan produk kepada para pelanggan yang jika tidak, tidak akan
tersedia. Namun, dalam lingkungan JIT, biaya pemesanan berkurang dengan
mengembangkan hubungan yang erat dengan para pemasok. Negosiasi kontrak jangka
panjang untuk memasok bahan baku dari pihak di luar perusahaan tentu saja akan
mengurangi jumlah pemesanan dan biaya pemesanan yang terkait. Beberapa pengecer
telah mengurangi biaya pemesanan dengan memperkenankan perusahaan manufaktur
untuk menangani Manajemen Persediaan bagi pengecer. Perusahaan manufaktur
menjelaskan kepada pengecer kapan dan berapa banyak persediaan yang harus dipesan
ulang. Pengecer meninjau rekomendasi dan menyetujui pesanan jika masuk akal.
 Ketidakpastian dalam permintaan, menurut pandangan tradisional, persediaan mencegah
penghentian produksi karena mesin yang rusak, bahan baku yang rusak, dan ketiadaan
bahan baku atau rakitan. Hal tersebut mendukung klaim pendekatan JIT bahwa
persediaan tidak memecahkan permasalahan-permasalahan tersebut, tetapi hanya
menutupi atau menyembunyikan saja. JIT memecahkan tiga permasalahan tersebut
dengan menekankan pada total pemeliharaan pencegahan dan total pengendalian kualitas
serta Membangun hubungan yang baik dengan para pemasok. Dalam JIT, waktu setup
yang berkurang membuat perusahaan manufaktur benar-benar hanya memproduksi yang
dipesan saja.
 Biaya persediaan yang lebih rendah, sejarah tradisional persediaan disimpan sehingga
sebuah perusahaan dapat mengambil keuntungan dari potongan harga karena membeli

9
dalam jumlah yang banyak dan melindungi terhadap kenaikan harga persediaan yang
dibeli pada masa depan. Tujuannya adalah menurunkan biaya persediaan. JIT mencapai
tujuan yang sama tanpa menyimpan persediaan. Solusi JIT adalah menegosiasikan
kontrak jangka panjang dengan sedikit pemasok yang terpilih dengan lokasi yang sedekat
mungkin dengan fasilitas produk dan untuk membuat keterlibatan pemasok secara lebih
ekstensif. Para pemasok tidak dipilih hanya berdasarkan harga barang saja. Kinerja dan
kualitas dari komponen dan kemampuan untuk mengirimkan saat dibutuhkan dan
komitmen pada kepada pembelian JIT adalah pertimbangan-pertimbangan yang sangat
penting. Terdapat juga manfaat lain dari kontrak jangka panjang. Kontrak jangka panjang
menetapkan harga dan tingkatan kualitas yang dapat diterima. Kontrak jangka panjang
juga mengurangi secara dramatis jumlah pesanan yang ditempatkan yang membantu
dalam menurunkan biaya pemesanan.

Keterbatasan pendekatan Just in Time, JIT jelas memiliki keterbatasan. JIT sering dianggap
sebagai sebuah program yang menyederhanakan, tetapi tidak berarti bahwa JIT bersifat
sederhana dan mudah untuk diterapkan. Waktu yang dibutuhkan, misalnya, untuk membangun
hubungan yang baik dengan para pemasok. Memaksakan perubahan dengan segera dalam waktu
pengiriman dan kualitas mungkin tidak realistis dan dapat menyebabkan kesulitan yang dihadapi
antara sebuah perusahaan dengan para pemasok nya. Para pekerja dapat juga dipengaruhi oleh
JIT. Penelitian menunjukkan bahwa pengurangan cadangan persediaan yang tajam dapat
menyebabkan alur kerja yang teratur dan stres tingkat tinggi di antara para pekerja produksi. Jika
para pekerja memandang JIT sebagai cara yang hanya dilakukan untuk lebih memeras mereka
maoa usaha-usaha JIT tentu tidak akan berhasil. Mungkin strategi yang lebih baik dalam
penerapan JIT adalah strategi yakni pengurangan persediaan mengikuti perbaikan proses yang
ditawarkan oleh JIT. JITV membutuhkan perencanaan dan persiapan yang hati-hati dan teliti.
Perusahaan juga harus memperkirakan akan adanya kerja keras dan kegagalan.

Kelemahan yang mencolok dari sistem JIT adalah tidak adanya persediaan sebagai cadangan
jika terjadi gangguan produksi. Penjualan saat ini secara konstan terancam oleh gangguan yang
tidak diharapkan dalam produksi. Bahkan, jika sebuah permasalahan terjadi, pendekatan JIT
mencoba untuk menemukan dan memecahkan permasalahan sebelum aktivitas produksi
selanjutnya dapat dilaksanakan. Para pengecer yang menggunakan strategi JIT juga menghadapi

10
kemungkinan adanya kekurangan barang. (Para pengecer yang menggunakan JIT memesan
barang-barang yang mereka butuhkan sekarang, bukan yang mereka harapkan untuk dijual;
gagasannya adalah untuk mengalirkan barang melalui saluran selambat mungkin, membuat
persediaan rendah dan mengurangi kebutuhan untuk menurunkan harga.) Jika permintaan
meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pemasok persediaan pengecer, maka pengecer
tidak mampu membuat penyesuaian pesanan dengan cepat untuk menghindari hilangnya
penjualan dan mengganggu pelanggan. Perusahaan manufaktur yang menerapkan JIT juga ingin
menempatkan penjualan saat ini yang berisiko utuk meraih jaminan penjualan pada masa depan.
Jaminan ini muncul dari kualitas yang lebih tinggi, waktu tanggapan yang lebih cepat, dan biaya
operasi yang lebih rendah. Namun, kita harus memahami bahwa kehilangan penjualan hari ini ini
adalah kehilangan penjualan selamanya. Penerapan sistem JIT yang mengakibatkan perusahaan
beroperasi dengan sedikit gangguan tidak termasuk proyek jangka pendek. Oleh karena itu,
kehilangan penjualan adalah biaya sesungguhnya dari penerapan sistem JIT.

E. Theory of Constraint (TOC)

Teori ini mengakui kinerja setiap perusahaan dibatasi oleh kendala-kendalanya. Kemudian
teori ini mengembangkan pendekatan spesifik untuk mengelola kendala guna mendukung tujuan
perbaikan yang berkelanjutan. Menurut TOC, jika hendak memperbaiki kinerja, suatu
perusahaan harus mengidentifikasi kendala-kendalanya, mengeksploitasi kendalanya dalam
jangka pendek, serta menemukan cara mengatasinya dalam jangka panjang. Konsep dasar TOC
berfokus pada tiga ukuran kinerja organisasi :

 Throughput
Tingkat dimana suatu perusahaan menghasilkan uang melalui penjualan. Dalam istilah
operasionalnya, Throughput adalah selisih antara pendapatan penjualan dan biaya
variabel tingkat seperti bahan baku dan listrik. Throughput sesuai dengan margin
kontribusi.
 Persediaan
Seluruh uang yang keluarkan perusahaan dalam mengubah bahan baku menjadi
throughput.
 Beban operasi

11
Seluruh uang yang dikeluarkan perusahaan dalam mengubah persediaan menjadi
throughput.

Dengan meningkatkan Throughput, meminimalkan persediaan, dan menurunkan beban


operasi, tiga ukuran kinerja keuangan akan terpengaruh : laba bersih dan pengembalian investasi
akan meningkat dan arus kas akan membaik. Meningkatkan Throughput, menurunkan beban
operasi selalu ditekankan sebagai unsur penting dalam perbaikan ketiga ukuran kinerja
keuangan.

Teori kendala JIT, memberikan manajemen persediaan peran yang lebih menonjol
dibandingkan sudut pandang tradisional. TOC mengakui penurunan persediaan akan mengurangi
biaya penyimpanan sehingga menurunkan beban operasi dan memperbaiki laba bersih. Namun
TOC menyatakan penurunan persediaan akan membantu menghasilkan sisi kompetitif dengan
mempunyai produk yang lebih baik, harga yang lebih rendah dan tanggapan yang lebih cepat
atas kebutuhan pelanggan. Produk yang lebih baik Produk yang lebih baik berarti kualitas yang
lebih tinggi. Hal ini juga berarti perusahaan mampu memperbaiki produk dan menyediakan
produk yang sudah diperbaiki tersebut secara cepat ke pasar. Dalam JIT, persediaan yang rendah
memungkinkan kerusakan dapat terdeteksi lebih cepat dan penyebab masalah bisa segera dinilai.
Produk yang sudah diperbaiki perlu segera masuk pasar- sebelum pesaing mampu menyediakan
produk serupa.

Harga yang lebih rendah Persediaan yang rendah akan mengurangi biaya penyimpanan,
biaya investasi per unit dan beban operasi lain seperti lembur dan beban pengiriman khusus.
Dengan menurunkan investasi dan biaya operasi, margin per unit untuk setiap produk meningkat
sehingga menyebabkan keputusan penetapan harga menjadi lebih fleksibel. Harga yang lebih
rendah atau margin produk lebih tinggi bisa saja terjadi jika kondisi kompetitif tidak memerlukan
pemotongan harga. Daya tanggap Jika perusahaan mempunyai persediaan yang lebih tinggi
dibandingkan pesaingnya, maka waktu tunggu produksi perusahaan tersebut lebih tinggi
daripada garis prakiraan industri. Persediaan yang lebih rendah memungkinkan waktu tunggu
aktual untuk diamati secara lebih seksama dan tanggal pengirimannya lebih akurat dapat
terpenuhi. Dengan kata lain TOC menekankan pengurangan persediaan dengan mengurangi
waktu tunggu.

Langkah – langkan TOC :

1. Mengidentifikasi kendala – kendala perusahaan


2. Mengeksploitasi kendala – kendala yang mengikat
3. Menyubordinasi apa pun, selain keputusan yang dibuat pada langah ke 2
4. Mengangkat kendala – kendala yang mengikat
5. Mengulangi proses

12
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Perusahaan dalam melakukan pelaporan mengenai persediaan sangat
penting bagi perusaaan dalam mengambil suatu keputusan dan persediaan merupakan salah satu
dari beberapa unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan yang secara terus menerus
diperoeh, diproduksi dan dijual.Oleh karena itu, sistem akuntansi itu sendiri harus
dilaksanakan sebaik mungkin sehingga tidak mengalami hal-hal yang mengganggu jalannya
operasi perusahaan. Pelaporan persediaan yang diteliti dan relevan dianggap vital untuk
memberikan informasi yang berguna bagi perusahaan. Apabila terjadi kesalahandalam
pencatatan persediaan, maka akan mengakibatkan kesalahan dalam menentukan besarnya laba
perusahaan yang diperoleh.

13
DAFTAR PUSTAKA

Mowen, M. Maryane. Don R. Hansen. dan Dan L. Heitger.2017.Dasar-Dasar Akuntansi


Manajerial.Jakarta;Salemba Empat

14