Anda di halaman 1dari 13

KEPUTUSAN INVESTASI MODAL

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Akuntansi Manajemen
Dosen Pengampu :
Dianita Meirini, S.A., M.Si

Disusun oleh :
Kelompok 9(MBS-5C)
1. Devi Fatmasari (12405183107)
2. Atari Anjangbiani (12405183128)
3. Dimas Apriyatno (12405183364)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN BISNIS SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
NOVEMBER 2020
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan yang telah memberikan
kehadirat-Nya, serta rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah tugas mata
kuliahAkuntansi Manajemen tentang Keputusan Investasi Modal ini dapat
terselesaikan dengan semaksimal mungkin.
Makalah ini disusun berdasarkan hasil dari diskusi yang telah dilakukan,
untuk memenuhi tugas mata kuliah AkuntansiManajemen semester 5 tahun
akademik 2020/2021. Dalam penyusunannya banyak pihak yang membantu baik
secara langsung maupun tidak langsung, untuk itu diucapkan banyak terimakasih.
Terlepas dari semua itu, disadari bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasa. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka
diharapkan segala saran dan kritik agar dapat memperbaiki makalah ini. Akhir
kata diharapkan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi semua
pihak.

Tulungagung, 15 November 2020

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman Sampul..............................................................................................i
Kata Pengantar................................................................................................ii
Daftar Isi........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1

A. Latar belakang...............................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................1
C. Tujuan Pembahasan......................................................................1

BAB II PEMBAHASAN................................................................................2

A. Pengertian keputusan investasi modal.............................................2


B. Model non-diskonto : Periode pengembalian modal dan tingkat imbal
hasil akuntansi.................................................................................2
C. Model diskonto : Metode nilai sekarang bersih..............................5
D. Tingkat imbal hasil internal (IRR)..................................................7
E. Kegiatan pasca audit untuk proyek-proyek modal..........................7
F. Proyek-proyek mutually exclusive..................................................8
BAB III PENUTUP........................................................................................9

A. Kesimpulan....................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................10

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perusahaan sering berhadapan dengan peluang (kebutuhan) untuk
berinvestasi dalam asset-aset atau proyek-proyek yang mewakili
tanggungjawab jangka panjang. System produksi baru, pabrik baru,
peralatan baru, pengembangan produk baru dan dalam kasus ini kafe-kafe
baru adalah contoh-contoh asset dan proyek yang sesuai dengan
pengelompokan tersebut. Sedangkan untuk perusahaan manufaktur disisi
lain mungkin harus memutuskan apakah akan berinvestasi pada system
produksi yang fleksibel atau tetap menggunakan system produksi
tradisional yang sudah ada. Keputusan-keputusan jangka panjang tersebut
merupakan contoh dari keputusan investasi modal.

B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian keputusan investasi modal ?
2. Apa pengertian model non-diskonto : periode pengembalian modal dan
tingkat imbal hasil akuntansi ?
3. Apa pengertian model diskonto : metode nilai sekarang bersih ?
4. Apa pengertian dari tingkat imbal hasil internal (IRR) ?
5. Apa saja kegiatan pasca audit untuk proyek-proyek modal ?
6. Bagaimana proyek-proyek mutually exclusive ?

C. Tujuan pembahasan
1. Untuk mengetahui pengertian investasi modal.
2. Untuk mengetahui pengertian model non-diskonto ; periode
pengembalian modal dan tingkat imbal hasil akuntansi.
3. Untuk mengetahui pengertian model diskonto : metode nilai sekarang
bersih.
4. Untuk mengetahui pengertian dari tingkat imbal hasil internal (IRR).
5. Untuk mengetahui kegiatan pasca audit untuk proyek-proyek modal.
6. Untuk mengetahui proyek-proyek mutually exclusive.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Keputusan investasi modal berkaitan dengan proses perencanaan,
penetapan tujuan dan prioritas, mengatur pendanaan, dan menggunakan
kriteria-kriteria tertentu untuk memilih asset jangka panjang. Keputusan
investasi modal adalah salah satu keputusan yang terpenting yang dibuat
oleh para manager. Keputusan investasi modal yang buruk dapat
menimbulkan malapetaka. Contohnya, kegagalan berinvestasi pada system
produksi ketika para pesaing sudah menerapkan system tersebut, dapat
menimbulkan kerugian yang cukup besar dalam pangsa pasar karena
ketidakmampuan perusahaan untuk bersaing berbasiskan kualitas,
biaya,dan waktu pengiriman. Membuat keputusan investasi modal yang
tepat merupakan hal yang mutlak untuk keberlangsungan hidup
perusahaan dalam jangka panjang.
Proses pengambilan keputusan investasi modal sering disebut
penganggaran modal. Ada 2 jenis penganggaran modal yaitu :
1. Proyek independen adalah proyek yang jika diterima atau ditotalk
tidak akan memengaruhi arus kas proyek-proyek yang lain.
2. Proyek mutually exclusive adalah proyek-proyek yang jika
diterima akan membuat proyek lain yang besaing menjadi tidak
diterima.
Pada umumnya, investasi modal yang baik akan dapat mengembalikan
pengeluaran modal awal tersebut dan pada saat yang bersamaan
memberikan imbal hasil yang layak atas investasi awal.

B. Model Non – Diskonto : Periode Pengembalian Modal dan Tigkat


Imbal Hasil Akuntansi
Model keputusan investasi modal dapat dibagi menjadi 2 kelompok
utama yaitu :

2
1. Model non – diskonto mengabaikan nilai waktu dari uang (time
value of money)
2. Model diskonto memperhitungkan nilai waktu dari uang

Periode pengembalian modal (payback period) merupakan salah


satu model diskonto. Periode pengembalian modal adalah waktu yang
dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk memperoleh kembali investasi
awalnya. Jika jumlah arus kas dari sebuah proyek memiliki jumlah yang
sama setiap periode maka rumus yang digunakan untuk menghitung
periode pengembalian modal
Investasiawal
Periodepengembalianmodal=
Aruskastahunan

Contoh :
Informasi : sebuah tempat cuci mobil yang baru membutuhkan investasi
sebesar $100.000 dan memiliki arus kas yang sama setiap tahunnya yaitu
sebesar $50.000 atau arus kas yang diharapkan sebagai berikut $30.000,
$40.000, $50.000, $60.000 dan $70.000.
Diminta : hitunglah periode pengembalian modal untuk setiap
kemungkinan arus kas yang terjadi !
Solusi :
a. Periode pengembalian modal = Investasi awal / Arus kas tahunan
= $100.000 / $50.000 = 2 tahun
b. Diawal tahun ke 3 diperlukan arus kas sebesar $30.000 untuk
memperoleh kembali investasi awal. Karena arus kas bersih sebesar
$50.000 diharapkan akan diperoleh maka hanya 0,6 tahun ($30.000 /
$50.000) yang dibutuhkan untuk menutup kekurangan sebesar $30.000
dengan asumsi arus kas masuk nilainya merata sepanjang tahun.

Investasi yang Arus kas Waktu yang dibutuhkan untuk


Tahun belum dibayar tahunan pengembalian modal (tahun)
1 $100.000 $30.000 1
2 70.000 $40.000 1
3 30.000 $50.000 0,6
4 0 $60.000 0
5 0 $70.000 0
2,6
3
Menggunakan Periode Pengembalian Modal untuk Menilai
Resiko. Salah satu cara penggunaan periode pengembalian modal adalah
menetapkan periode pengembalian modal maksimum untuk semua proyek
dan menolak setiap proyek yang periode pengembalian modalnya melebihi
tingkat tersebut. Beberapa analisis berpendapat bahwa periode
pengembalian modal dapat digunakan sebagai ukuran resiko secara garis
besar, dengan pandangan semakin lama waktu yang dibutuhkan
perusahaan untuk mengembalikan investasi awalnya, semakin beresiko
proyek tersebut.
Menggunakan periode pengembalian modal untuk memilih di
antara beberapa pilihan. Dengan pendekatan periode pengembalian
modal investasi dengan periode pengembalian modal yang terpendek lebih
disukai dibandingkan dengan investasi yang memiliki periode
pengembalian modal yang lebih panjang. Penggunaan periode
pengembalian modal ini tidak banyak digunakan karena ukuran-ukurannya
memiliki 2 kelemahan utama yaitu
 Periode pengembalian modal mengabaikan kinerja arus kas
investasi setelah periode pengembalian modal.
 Periode pengembalian modal mengabaikan nilai waktu dari uang.

Tingkat Imbal Hasil Akuntansi (Accounting Rate of Return - ARR)


adalah model non-diskonto kedua yang biasa digunakan. Tingkat imbal
hasil akuntansi dihitung menggunakan rumus :
Laba rata−rata
Tingkat Imbal Hasil Auntansi=
Investasi awal

Laba berbeda dengan arus kas karena akrual dan penagguhan


digunakan dalam perhitungannya. Laba rata-rata sebuah proyek diperoleh
dengan menambahkan laba neto yang diperoleh setiap tahun dari sebuah
proyek dan kemudian membagi jumlah laba tersebut dengan jumalh tahun.
Contoh :

4
Informasi : sebuah investasi membutuhkan pengeluaran awal sebesar
$100.000 dan mas manfaatnya selama 5 tahun tanpa residu. Arus kas
tahunanya sebesar $50.000, $50.000, $60.000, $50.000, dan $70.000
Diminta :
1. Hitunglah laba neto tahunan untuk setiap tahun sampai dengan tahun
kel-5
2. Hitunglah tingkat imbal hasil akuntansi
Solusi :
1. Beban penyusutan tahunan = ($100.000 - $0) / 5 tahun = $20.000
Laba neto tahunan = Arus kas bersih – Beban peyusutan
Laba neto tahun 1 = $50.000 - $20.000 = $30.000
Laba neto tahun 2 = $50.000 - $20.000 = $30.000
Laba neto tahun 3 = $60.000 - $20.000 = $40.000
Laba neto tahun 4 = $50.000 – $20.000 = $30.000
Laba neto tahun 5 = $70.000 - $20.000 = $50.000

2. Total laba neto (5 tahun) = $180.000


Laba neto rata-rata = $180.000 / 5 = $36.000
Tingkat imbal hasil akuntansi = $36.000 / $100.000 = 0,36

Tingkat imbal hasil akuntansi memiliki kelemahan potensial


lainnya sebagai berikut :
 Mengabaikan nilai waktu dari uang, karena hal tersebut
dapat mengarahkan seorang manajer untuk memilih
investasi-investasi yang tidak memaksimalkan laba.
 Ketergantungan pada laba neto yang merupakan ukuran
keuangan yang paling mudah untk dimanipulasi oleh para
manajer

C. Model Diskonto : Metode Nilai Sekarang Bersih

5
Ket:
I = Nilai sekarang dari biaya proyek (biasanya pengeluaean kas
awal)
CFt = Arus kas yang diterima di periode t
I = tingkat imbal hasil yang dipersyaratkan
t = periode waktu
P = Nilai sekarang dari arus kas masuk proyek dimasa depan
Dft =1/(1+i)t, fakor potongan harga

Nilai sekarang bersih (net present value – NPV) adalah selisih


antara nilai sekarang arus kas masuk dan nilai sekarang arus kas keluar
dari sebuah proyek. NPV mengukur tingkat keuntungan dari sebuah
investasi dimana NPV positif menunjukkan investasi meningkatkan
kekayaan perusahaan. Setelah NPV suatu proyek dihitung maka NPV
dapat digunakan untuk menentukan apakah akan menerima atau menolak
investasi
 Jika NPV > 0 maka investasi tersebut menguntungkan sehingga
dapat diterima.
 Jika NPV = 0, pengambil keputusan akan mendapati bahwa
penerimaan dan penolakan atas sebuah investasi sama besar.
 Jika NPV < 0, investasi harus ditolak
Mengilustrasikan hubungan NPV, tingkat diskonto dan arus kas
Tingkat diskonto adalah tingkat imbal hasil minimum yang dapat diterima
dan dengan kepastian akan sesuai dengan biaya modal perusahaan. Karena
adanya ketidakpastian dalam arus kas dimasa depan perusahaan dapat
menggunakan tingkat diskonto yang lebih tinggi dibandingkan biaya
modalnya. Saat tingkat diskonto meningkat, nilai sekarang dari arus kas
dimasa depan akan menurun sehingga sulit bagi suatu proyek untuk
mencapai NPV yang positif.

6
D. Tingkat Imbal Hasil Internal (IRR)
IRR adalah tingkat suku bunga yang membuat NPV sebuah proyek
menjadi nol. IRR memiliki beebrapa persyaratan yaitu :
 Jika IRR lebih besar daripada tingkat imbal hasil yang
dipersyaratkan, proyek dinyatakan diterima.
 Jika IRR lebih kecil daripada tingkat imbal hasil yang
dipersyaratkan, proyek ditolak.
 Jika IRR sama dengan tingkat imbal hasil yang dipersyaratkan
perusahaan akan sama saja, apakah akan menerima atau menolak
ususlan investasi.
IRR adalah teknik investasi modal yang paling banyak digunakan.
Salah satu alasan IRR menjadi populer mungkin karena IRR adalah tingkat
imbal hasil, sebuah konsep yang membuat manajer merasa nyaman
menggunakannya. Kemungkinan lainnya adalah manajer mungkin percaya
bahwa IRR adalah tingkat imbal hasil majemuk aktual atau sebenarnya
yang didapatkan oleh investasi awal.

E. Kegiatan Pasca Audit untuk Proyek-proyek Modal


Kegiatan pasca audit membandingkan keuntungan aktual dengan
keuntungan yang diperkirakan dan biaya operasi aktual dengan biaya
operasi yang diperkirakan. Kegiatan pasca audit mengevaluasi hasil
keseluruhan dari investasi dan mengusulkan tindakan perbaikan jika
diperlukan. Keuntungan pasca audit yaitu sebagai berikut :
 Alokasi sumber daya, kegiatan pasca audit memastikan bahwa
sumber daya digunakan secara bijaksana.
 Pengaruh positif terhadap perilaku manajer, para manajer
bertanggung jawab terhadap hasil dari keputusan investasi modal,
mereka kemungkinan akan mengambil keputusan untuk
kepentingan terbaik perusahaan.
 Perspektif indpenden, biasanya kegiatan audit dilaksanakan oleh
staf audit intern yang secara umum hasil yang objektif akan

7
diperoleh jika kegiatan pasca audit dilakukan oleh pihak yang
independen.
Kegiatan pasca audit memang dapat memberikan manfaat yang
signifikan, namun kegiatan pasca audit juga memiliki keterbatasan yaitu
adanya kenyataan asumsi-asumsi yang mendasari analisis awal mungkin
menjadi sering tidak sahih oleh perubhan-perubahan dalam lingkungan
operasi aktual.

F. Proyek-proyek Mutually Exclusive


Nilai karang bersih dibandingkan dengan tingka imbal hasil
internal, NPV dan IRR menghailkan keputuan yang sama untuk proyek-
proyek yang berifat independen. Untuk proyek-proyek yang bersifat
mutually eksklusif, proyek dengan NPV tertinggi aray IRR trtinggilah
yang harus dipilih. Karena terdapat kemungkinan bhawa kdua metode
tersebut akan menghasilkan peringkat yang berbeda untuk proyek-proyek
yang bersifat mutually eksklusif, metode yang secara konsisten dapat
memperlihatkan proyek yang memaksimalkan kekayaanlah yang akan
lebih disukai.
NPV berbeda dengan IRR dalam dua hal berikut:
 Metode NPV mengasumsikan bahwa setiap arus kas yang masuk yang
diterima diinvestasikan kembali pada tingkat imbal hasil yang
diprsyaratkan, sedangkan metode IRR mengasumsikan bahwa setiap
arus kas yang masuk diinvestasikan kembali pada nilai IRR.
 Metode NPV mengukur keuntungan dalam nilai absolut sedangkan
metode IRR mengukur keuntungan dalam nilai relatif. NPV mengukur
jumlah yang dapat mengubah nilai perusahaan.

8
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Keputusan investasi modal berkaitan dengan proses perencanaan,
penetapan tujuan dan prioritas, mengatur pendanaan, dan menggunakan
kriteria-kriteria tertentu untuk memilih asset jangka panjang. Keputusan
investasi modal adalah salah satu keputusan yang terpenting yang dibuat
oleh para manager. Ada 2 jenis penganggaran modal yaitu Proyek
independen dan Proyek Mutually exclusive.
Model keputusan investasi model dapat dibedakan menjadi 2
kelompok yakni model non-diskonto dan model diskonto. Model non-
diskonto meliputi periode pengembalian modal (payback period) dan
tingkat imbal hasil akuntansi (accounting rate of return) atau biasa disebut
ARR, sedangkan untuk model diskonto meliputi nilai sekarang bersih
(NPV, tingkat diskonto, dan arus kas) dan tingkat imbal hasil internal
(IRR).

9
DAFTAR PUSTAKA

Mowen, M. Maryane. Don R. Hansen. dan Dan L. Heitger.2017.Dasar-Dasar


Akuntansi Manajerial.Jakarta;Salemba Empat

10