Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KEUANGAN PT. INDO TAMBANGRAYA MEGAH Tbk.

MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah:
Manajemen Keuangan
Dosen Pengampu:
Chavid Moyo Jalardi M.M.

Disusun Oleh :
MBS 5C
1. Atari Anjangbiani (12405183128)
2. Fakhrul Siswanda (12405183131)
3. Ana Fitria (12405183141)
4. Aisyah Nurhanifa (12405183149)

MANAJEMEN BISNIS SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
NOVEMBER 2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kepada Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan
hidayahnya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan semaksimal mungkin.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi penelitian bisnis
Ucapan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada:
1. Bapak Dr.Maftukhim,M.Ag. selaku Rektor IAIN Tulungagung yang telah
memberikan kesempatan untuk menimba ilmu di IAIN Tulungagung.
2. Chavid Moyo Jalardi M.M. Selaku dosen pembimbing yang telah memberikan
tugas dan pengarahan.
3. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Disadari bahwa dalam penyusunan laporan makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu,kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi
diperolehnya hasil yang lebih baik di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat dan menambah wawasan bagi semua pihak.
Tulungagung, 04 November 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI
Halaman Sampul............................................................................................................i
Kata Pengantar..............................................................................................................ii
Daftar Isi......................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................1
C. Tujuan............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................... 2
A. Rasio likuiditas..............................................................................................9
B. Rasio leverage.............................................................................................10
C. Rasio rentabilitas.........................................................................................11
D. Rasio aktivitas.............................................................................................13
E. Rasio nilai pasar..........................................................................................14

BAB III PENUTUP....................................................................................................15


D. Kesimpulan..................................................................................................15

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak dalam bidang penyedia batu bara terkemuka di Indonesia. Batu bara pasokan
dari perusahaan ini telah memiliki reputasi yang baik untuk pasar energi dunia. ITM
pertama kali didirikan sejak tahun 1987 yang lalu. Sejak awal berdirinya perusahaan ini
selalu berupaya untuk terus mengembangkan lini usahanya, salah satunya melalui anak
perusahaan yang kemudian berlabel PT Indominco Mandiri sejak tahun 1995. Anak
perusahaan ini kemudian mulai beroperasi setahun kemudian dengan mengirim muatan
curah. Sejak saat inilah perusahaan terus tumbuh dan berkembang dalam industri
pertambangan internasional. Hal inilah yang juga berhasil membuat salah satu
perusahaan asal Singapura mulai melirik ITM. Alhasil ITM bersama dengan anak
perusahaannya kemudian diakuisisi oleh Banpu Minerals sejak tahun 2001.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara menghitung rasio likuiditas ?
2. Bagaimana cara menghitung rasio leverage ?
3. Bagaimana cara menghitung rasio rentabilitas ?
4. Bagaimana cara menghitung rasio aktivitas ?
5. Bagaimana cara menghitung rasio nilai pasar ?

C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui cara menghitung rasio likuiditas beserta hasilnya
2. Mengetahui cara menghitung rasio laverage beserta hasilnya
3. Mengetahui cara menghitung rasio rentabilitas beserta hasilnya
4. Mengetahui cara menghitung rasio aktivitas beserta hasilnya
5. Mengetahui cara menghitung rasio nilai pasar beserta hasilnya

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Laporan Keuangan

PT INDO TEMBANGRAYA MEGAH Tbk.


LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 DESEMBER TAHUN 2019 DAN 2018
(dinyatakan dalam ribuan Dolar AS kecuali nilai nominal dan data saham)

Akun Catatan 2019 2018


ASET      
ASET LANCAR      
Kas dan setara kas 4 159,209 368,216
Piutang usaha      
- Pihak ketiga 5 130,833 213,475
- Pihak berelasi 5 2,803 3,937
Piutang lain-lain   12,285 18,164
Piutang derivatif 6 4,276 -
Persediaan 7 102,572 107,868
Pajak dibayar di muka      
- Pajak penghasilan badan 8a 3,111 3,169
- Pajak lain-lain 8a 346 3,668
Kas yang dibatasi
4 - 8,910
penggunaannya

Uang muka dan beban dibayar      

di muka 9 40,065 39,043


Aset lancar lainnya 32c 17,000 -
Jumlah aset lancar   472,500 766,450
ASET TIDAK LANCAR      
Piutang lain-lain   602 557
Aset tetap 10 222,805 227,294
Biaya pengupasan tanah yang      
Ditangguhkan 11 142,492 161,880
Biaya eksplorasi dan
     
pengembangan yang
Ditangguhkan 12 141,986 122,525
Properti pertambangan 13 14,672 15,373
Pajak dibayar di muka      

2
- Pajak penghasilan badan 8a 75,333 43,055
- Pajak lain-lain 8a 17,814 20,056
Aset pajak tangguhan, bersih 8d 66,285 46,521
Kas yang dibatasi
4 24,936 13,425
penggunaannya
Uang muka dan beban dibayar
9 11,305 6,646
dimuka
Aset tidak lancar lainnya   18,311 18,946
Jumlah aset tidak lancar   736,541 676,278
JUMLAH ASET   1,209,041 1,442,728
       
LIABILITAS      
LIABILITAS JANGKA
 
PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga 14 77,739 194,228
Utang pajak      
- Pajak penghasilan badan 8b 11,234 15,119
- Pajak lain-lain 8b 5,896 7,305

Beban yang masih harus dibayar 15 119,382 146,120

Pinjaman jangka pendek


10,616 -
Liabilitas jangka pendek lainnya 33b
- Pihak ketiga 105 7,257
- Pihak berelasi 28 3,651 7,700
Liabilitas derivatif 6 27 1,904
Liabilitas imbalan kerja jangka
16 4,638 10,264
pendek

Jumlah liabilitas jangka pendek   233,288 389,897

LIABILITAS JANGKA
 
PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan,
8e 3,337 4,382
bersih
Penyisihan untuk rehabilitasi      
tambang 17 38,243 37,813

Penyisihan untuk pembongkaran,


  4,749 4,659
pemindahan, dan restorasi

3
Penyisihan imbalan karyawan 16 43,076 35,070

Liabilitas jangka panjang lainnya   1,883 1,124

Jumlah liabilitas jangka panjang   91,288 83,048

Jumlah liabilitas   324,576 472,945


EKUITAS      
Modal saham:      

Modal dasar 3.000.000.000


lembar; ditempatkan dan disetor
penuh 1.129.925.000 lembar 18 63,892 63,892
dengan nilai nominal Rp 500 per
lembar saham

Tambahan modal disetor 19 329,028 329,028


Saham treasuri 18 -19,211 -19,211
Translasi mata uang asing   286 -208
Cadangan lindung nilai arus kas
6 2,535 -1,428
Laba ditahan:
- Dicadangkan 20 13,000 13,000
- Belum dicadangkan   500,245 587,486
    889,775 972,559
Kepentingan non-pengendali   -5,310 -2,776
Jumlah ekuitas   884,465 969,783

JUMLAH LIABILITAS
  1,209,041 1,442,728
DAN EKUITAS

4
PT INDO TEMBANGRAYA MEGAH Tbk.
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN

30 DESEMBER TAHUN 2019 DAN 2018

(dinyatakan dalam ribuan Dolar AS kecuali nilai nominal dan data saham)

Catatan TAHUN
 
  2019 2018
Pendapatan bersih 23 1,715,592 2,007,630
Beban pokok pendapatan 24 -1,388,904 -1,423,671
Laba kotor   326,688 583,959
Beban penjualan 25 -116,567 -122,390
       
Beban umum dan administrasi 26 -29,595 -29,519
Beban keuangan   -1,498 -1,290
Penghasilan keuangan   6,214 4,850
Lain-lain, bersih 27 666 -68,247
    -140,780 -216,596
Laba sebelum pajak
  185,908 367,363
penghasilan
Beban pajak penghasilan 8c -59,406 -108,607
Laba tahun berjalan   126,502 258,756
 
Laba/(rugi) komprehensif      
lainnya:
Pos yang tidak akan
     
direklasifikasikan ke laba rugi
- Pengukuran kembali
kewajiban imbalan pensiun 16 -3,466 3,957
karyawan
-     Pajak penghasilan
8d, 8e 833 -803
terkait
Pos yang akan
     
direklasifikasikan ke laba rugi
Perubahan nilai wajar
6 5,284 -1,451
lindung nilai arus kas
-     Pajak penghasilan
8d, 8e -1,321 363
terkait

5
-     Selisih kurs
penjabaran laporan   494 -73
keuangan anak perusahaan

Jumlah laba komprehensif


  128,326 260,749
tahun berjalan

Laba/(rugi) tahun berjalan


     
yang
dapat diatribusikan kepada:      
- Pemilik entitas induk   129,426 261,951
- Kepentingan non-pengendali   -2,924 -3,195
Laba tahun berjalan   126,502 258,756
Jumlah laba/(rugi)
komprehensif tahun berjalan
     
yang dapat diatribusikan
kepada:
- Pemilik entitas induk   131,252 263,944
- Kepentingan non-pengendali   -2,926 -3,195

Jumlah laba komprehensif    


 
tahun berjalan 128,326 260,749
Laba bersih per saham
dasar yang dapat
diatribusikan kepada pemilik 22 0,12 0,24
entitas induk dasar dan ilusian
(nilai penuh)

6
PT INDO TEMBANGRAYA MEGAH Tbk.
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2019 DAN 2018
(dalam ribuan dolar AS)
Diatribusikan kepada pemilik entitas induk/Attributable to owners of the parent entity
Tambahan Translasi Cadangan Laba ditahan/
modal mata uang lindung Retained earnings
Modal disetor/ Saham asing/ nilai arus kas/ Belum Kepentinga
saham/ Additional treasuri/ Foreign Cash flow dicadangkan/ non-pengend
Catatan/ Share paid-in Treasury currency hedging Dicadangkan/ Un- Jumlah/ Non-controll
Notes capital capital shares translation reserve Appropriated appropriated Total interest

Saldo 1 Januari 2018 63,892 329,028 (19,211) (135) (340) 13,000 571,754 957,988

Laba/(rugi) tahun berjalan - - - - - - 261,951 261,951 (3,1

Laba komprehensif lainnya


setelah pajak:
- Selisih kurs karena )
penjabaran laporan
keuangan entitas anak - - - (73) - - - (73)

- Pengukuran kembali kewajiban


imbalan pasca kerja - - - - - - 3,154 3,154
)
Penerbitan saham anak perusahaan
untuk kepentingan non-pengendali - - - - - - -
Dividen dideklarasikan 21 - - - - - - (249,373)

Saldo 31 Desember 2018 63,892 329,028 (19,211) (208) (1,428) 13,000 587,486

Laba/(rugi) tahun berjalan - - - - - - 129,426

Laba komprehensif lainnya


setelah pajak:
- Selisih kurs karena
penjabaran laporan
keuangan entitas anak - - - 494 - - -
- Pengukuran kembali kewajiban
imbalan pasca kerja - - - - - - (2,631)
- Pengukuran nilai wajar
lindung nilai arus kas - - - - 3,963 - -

Penerbitan saham anak perusahaan


untuk kepentingan non-pengendali - - - - - - -

Dividen dideklarasikan 21 - - - - - - (214,036)

Saldo 31 Desember 2019 63,892 329,028 (19,211) 286 2,535 13,000 500,245

7
PT INDO TEMBANGRAYA MEGAH Tbk.
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2019 DAN 2018

(dalam ribuan Dolar AS)

  catatan 2019 2018


Arus kas dari aktivitas operasi      
Penerimaan dari pelanggan   1,799,368 1,970,573
Pembayaran kepada pemasok   -1,343,802 -1,225,213
Pembayaran kepada direktur dan
-64,889 -62,252
karyawan  
       
Kas yang dihasilkan dari operasi   390,677 683,108
Penerimaan penghasilan keuangan   6,092 4,850
Pembayaran beban keuangan   -1,491 -1,290
Pembayaran pajak      
penghasilan badan   -111,287 -109,257
Penerimaan/(pembayaran)      
pajak lainnya   4,318 -3,580
     
Pengembalian kelebihan pajak      
penghasilan badan   242 51,225
Pembayaran royalti/      
iuran eksploitasi   -200,654 -238,470
Penerimaan/(pembayaran) sehubungan
dengan      
dengan transaksi kontrak swap   1,559 -31,691
Arus kas bersih yang diperoleh      
dari aktivitas operasi   89,456 354,895
Arus kas dari aktivitas investasi      
Pembelian aset tetap   -47,509 -57,085
Pembelian aset keuangan      
tersedia untuk dijual   -17,000 -
Penempatan kas yang dibatasi
penggunaanya   -2,601 -10,401
Hasil penjualan aset tetap 10 272 178
Penambahan biaya eksplorasi dan      
pengembangan yang ditangguhkan 12 -29,086 -41,323
Arus kas bersih yang digunakan   -95,924 -108,631

8
untuk aktivitas investasi
Arus kas dari aktivitas pendanaan      
Penerimaan pinjaman jangka pendek   46,472 -
Pembayaran pinjaman jangka pendek   -35,856 -
Pembayaran dividen tunai 21 -214,036 -249,373
       
Arus kas bersih yang digunakan untuk
  -203,420 -249,373
aktivitas pendanaan
Penurunan bersih kas dan setara kas   -209,888 -3,109
Kas dan setara kas pada awal tahun   368,216 374,230
Efek perubahan nilai kurs pada kas
  881 -2,905
dan setara kas

Kas dan setara kas pada akhir tahun


4 159,209 368,216

B. Analisi Rasio
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio ini lah yang dapat
digunakan untuk mengukur seberapa liquidnya suatu perusahaan. Rasio yang
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang
jangka pendek.

a) Rasio lancar (current ratio)


Rasio Lancar atau Current Ratio adalah rasio yang mengukur kinerja keuangan
necara likuiditas perusahaan.

Aset Lancar
Rasio lancer =
Kewajiban Lancar

766.450
2018 = = 1,96
389.897
472.500
2019 = = 2,02
233.288

Rasio lancar, pada tahun 2019 lebih baik dibanding dengan tahun 2018

b) Rasio cepat (quick ratio)

9
Quick Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset yang paling
likuid atau aset yang paling mendekati uang tunai (aset cepat).

Aset Lancar− persediaan


rasio cepat=
Kewajiban Lancar

766.450−107.868
2018 = = 1,68
389.897
472.500−102.572
2019 = = 1,58
233.288

Pada tahun 2018 setiap hutang lancar Rp.1 hanya dijamin dari aktiva lancer kurang
dari Rp. 1 yaitu masing-masing Rp. 1,68 dan Rp. 1,58

c) Rasio kas (cash ratio)


Cash ratio adalah cara penghitungan likuiditas yang melibatkan kas perusahaan.
Manfaatnya mirip dengan current ratio dan quick ratio yaitu untuk mengetahui
kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan
menjadikan kas sebagai acuan. Berikut adalah cara penghitungannya:

Kas+ setara kas


Kewajiban Lancar
368.216+329.028
2018 = = 1,78
389.897
159.209+ 329.028
2019 = = 2,09
233.288

Pada tahun 2018, jaminan kas untuk memenuhi kewajiban hanya 1,78 sedangkan di
tahun 2019 sebesar 2,09

2. Rasio Solvabilitas (leverage Ratio)


a) Total debt to total asset ratio
Ratio utang ini digunakan untuk membandingkan seberapa besar aktiva, dengan
jumlah total utang yang dimiliki perusahaan.

total kewajiban
total aset
472.945
2018 = = 0,32
1.442.728

10
324.576
2019 = = 0,26
1.209.041

Bahwa besarnya aktiva perusahaan di tahun 2018 dan 2019 yang dibiayai oleh utang
terlihat semakin menurun yaitu sebesar 0,32 dan 0,26

b) Total debt to equity ratio


Rasio utang terhadap ekuitas adalah jenis kedua dari rasio solvabilitas. Serupa dengan
debt to asset ratio, equity ratio ini akan menunjukkan perbandingan antara total utang
dengan modal bersih (ekuitas) perusahaan setelah membayarkan semua
kewajibannya.

total kewajiban
ekuitas
472.945
2018 = = 0,48
969.783
324.576
2019 = = 0,36
884.465

Besarnya modal yang dapat dijadikan sebagai jaminan utang pada tahun 2018 dan
2019 adalah 0,48 dan 0,36

c) Long term debt to equity ratio


Rasio yang bisa digunakan untuk mengetahui seberapa besar modal usaha dibiaya
oleh hutang jangka panjang.

total utang jangka panjang


ekuitas
83.046
2018 = = 0,08
969.783
91.288
2019 = = 0,10
884.465

Dimana besarnya modal yang dapat dijadikan sebagai jaminan utang jangka panjang
masing-masing pada tahun 2018 dan 2019 adalah 0,008 dan 0,10

3. Rasio rentabilitas

11
Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari suatu perusahaan dalam
menghasilkan laba dalam waktu periode tertentu
b. Gross profit margin (margin laba kotor)
Gross profit margin atau bisa disebut margin laba kotor yaitu perbandingan
pendapatan laba kotor yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu
dibandingkan dengan besarnya tingkat penjualan pada satu periode yang sama
laba kotor
x 100 %
penjualan bersih

583,959
2018 = = 29%
2,007,630
326,688
2019 = = 19%
1,715,592
Pada tahun 2018 dan 2019 mengalami penurunan sebesar 10%, sehingga semakin
kecil nilai margin laba kotor maka semakin buruk biaya operasional perusahaan

c. Profit margin
Cara menghitung kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau profit
dalam tingkat penjualan tertentu.
laba bersih
x 100 %
penjualan bersih

367,363
2018 = = 0,182 = 18%
2,007,630

185,908
2019 = = 0,108 = 11%
1.715,592

Jika rata – rata industry untuk profit margin perusahaan tahun 2018 dan tahun 2019
mengalami penurunan rasio cukup besar yaitu 7% berarti kondisi perusahaan kurang
baik.

d. Net profit margin


Rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar laba bersih yang diperoleh
suatu perusahaan setelah dikurangi berbagai macam hal.

12
laba bersih setelah pajak
x 100%
penjualan bersih

258,756
2018 = = 0,128 = 13%
2,007,630

126,502
2019 = = 0,073 = 7%
1.715,592

Hasil kedua tahun ini menunjukkan adanya penurunan rasio yang cukup besar dari
tahun 2018 ke 2019 yaitu 5% hal ini perlu dicari tahu penyebabnya karena sangat
membahayakan perusahaan.

e. ROA
Yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dengan mengandalkan
semua aktiva yg dimiliki oleh perusahaan.
laba bersih sebelum pajak
x 100%
total aktiva
367,363
2018 = = 0,254 = 25%
1,442,728
185,908
2019 = = 0,153 = 15%
1,209,041

Kondisi ROA turun yaitu sebesar 7% berarti kondisi perusahaan kurang baik,
Rendahnya rasio ini disebabkan rendahnya margin laba karena rendahnya perputaran
aktiva

f. ROE (Rasio pengembalian Aktivitas)


Rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi
pemegang saham perusahaan tersebut yg dinyatakan dalam presentase
laba bersih setelah pajak
x 100%
ekuitas
126,502
2018 = = 14%
884,465
258,756
2019 = = 27%
969,783
Tahun 2018 dan 2019 mengalami kenaikan sebesar 13% maka dapat mengetahui
bahwa kemampuan perusahaan dalam mengahsilkan laba dari investasi pemegang
saham lebih baik.

13
g. ROI
Rasio yg menunjukkan hasil pengembalian atas jumlah aktiva yg digunakan dalam
perusahaan.
EAIT
x 100%
total aktiva
258,756
2018 = x 100 % =17%
1,442,728
126,502
2019 = x 100 % = 8%
1,442,728
Peningkatan aktivitas dari tahun 2018 ke 2019 mengalami penurunan sebesar 9%
sehingga keadaan perushaan kurang baik

4. Rasio Aktivitas
a) Total assets Turn over
digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan
aktiva yang berputar pada suatu periode atau kemampuan modal yang diinvesasikan
untuk menghasilkan “revenue”. Rumusnya sebagai berikut :

penjualan
Total assets Turn over =
total aktiva

2.007 .630
2018 = = 1,34
1.442.728

1.715.592
2019 = = 1,41
1.209.041

Tingkat kenaikan penjualan lebih besar dari tingkat kenaikan pada persediaan,
sehingga perputaran persediaan yang terjadi mengalami kenaikan dari 1,34 di tahun 2018
menjadi 1,41 di tahun 2019.

b) Receivable Turn Over

14
Rasio Perputaran Piutang ini juga dapat dikatakan sebagai rasio efisiensi atau rasio
aktivitas yang mengukur berapa kali perusahaan dapat mengubah piutang dagangnya
menjadi uang tunai selama suatu periode. Rasio Perputaran Piutang ini juga sering

penjualan
disebut dengan Rasio Perputaran Debitur atau Debtors Turnover Ratio.= ×
piutang
1 kali
2.007 .630
2018 = × 1 kali = 8,52
235.576
1.715.592
2019 = × 1 kali = 11,42
150.197
Dilihat pada receivable turn over pada tahun 2018 dan 2019 kembali meningkat pada
tahun 2019.

c) Working capital turn over


Working Capital Turn Over (Rasio Perputaran Modal Kerja) Perputaran modal kerja
merupakan perbandingan antara penjualan dengan modal kerja bersih. Dimana modal
kerja bersih adalah aktiva lancar dikurangi utang lancar. Perputaran modal kerja
merupakan rasio mengukur aktivitas bisnis terhadap kelebihan aktiva lancar atas
kewajiban lancar serta menunjukkan banyaknya penjualan (dalam rupiah) yang dapat
diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah modal kerja rumusnya =

penjualan
× 1 kali
aktiva lancar−hutang lancar
2.007 .630
2018 = × 1 kali = 5,33
766.450−380.897
1.715 .592
2019 = × 1 kali = 7,17
472.500−233.288

Perputaran modal kerja dalam tahun 2018 – 2019 mengalami peningkatan.

5. Rasio Nilai Pasar

15
Rasio nilai pasar adalah rasio yang memperhitungkan harga saham dengan laba, nilai
buku per saham hingga arus kas. Laba per saham (EPS) adalah jumlah laba per setiap
saham yang beredar dari saham perusahaan.
EAT
Earning per share (EPS) =
jumlah lembar saham
258.756
2019 = = 4,04
63.892
126.502
2018 = = 1,97
63.892

16
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Rasio Liquiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio ini lah yang dapat
digunakan untuk mengukur seberapa liquidnya suatu perusahaan.
2. Rasio Leverage
Untuk melihat seberapa besar utang yang dimiliki oleh perusahaan jika dibandingkan
dengan total aktivanya, kamu bisa menggunakan rasio solvabilitas. Rasio ini akan
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik
jangka panjang atau pendek.
3. Rasio rentabilitas
Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari suatu perusahaan dalam
menghasilkan laba dalam waktu periode tertentu.
4. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah salah satu rasio yang membandingkan antara tingkat penjualan
dan investasi pada semua aktiva yang dimiliki perusahaan.
5. Rasio Nilai Pasar
Rasio nilai pasar adalah rasio yang memperhitungkan harga saham dengan laba, nilai
buku per saham hingga arus kas.

17