Anda di halaman 1dari 26

PENGARUH PERTAMBAHAN EMITEM TERHADAP SAHAM SYARIAH

DI JAKARTA ISLAMIC INDEKS (JII)

PROPOSAL

OLEH :

ARMANTO MARWAN
170105047

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOM ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON
2020

i
KATA PENGANTAR
   

DAFTAR ISI
COVER............................................................................................................... i

ii
KATA PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR ISI....................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A. Latar Belakang................................................................................... 9
B. Rumusan masalah.............................................................................. 9
C. Batasan masalah ................................................................................ 9
D. Tujuan dan manfaat penilitian .......................................................... 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................... 10
A. Konsep Dasar Pasar moda syariah..................................................... 10
1. Pengertian pasar modal syariah................................................... 10
2. Peran dan fungsi pasar modal syariah.......................................... 13
3. Landasan hukumi pasar modal syariah........................................ 15
B. Saham syariah.................................................................................... 17
1. Pengertian saham syariah............................................................. 17
2. Jakarta Islamic index (JII............................................................. 18

BAB III METODE PENILITIAN.................................................................. 20


A. Jenis penilitian .................................................................................. 20
B. sumber data........................................................................................ 20
C. Populasi dan sampel........................................................................... 21
D. Instrumen penilitian........................................................................... 22
E. Teknik pengumpulan data.................................................................. 23
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 24

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar belakang
Investasi merupakan salah satu ajaran dari konsep islam yang memenuhi

proses tadrij dan tricotomy pengetahuan.hal itu dapat dibuktikan bahwa konsep-

konsep investasi selain sebagai pengetahuan juga merupakan nuansa spiritual karena

menggunakan norma syariah, sekaligus merupakan hakikat dari sebuah ilmu dan

amal, oleh karena itu investasi dengan dianjurkan bagi setiap muslim Allah

subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat luqman ayat 34 :

         
           
        

Artinya:

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari

Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam

rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan

diusahakannya besok[1187]. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi

mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

[1187] Maksudnya: manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang

akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, Namun demikian mereka

diwajibkan berusaha.
2

Secara tegas menyatakan bahwa tiada seorang pun di dalam semesta ini yang dapat

mengetahui apa yang akan terjadi pada esok hari,sehingga diperintahkan untuk

melakukan investasi sebagai bekal dunia dan akhira.

Kata investasi merupakan kata adopsi dari bahasa inggris, yaitu investment

yanag memiliki arti menanam yang diartikan sebagai penanaman uang atau modal di

suatau perusahaan atau proyek dengan tujuan memperoleh keuntungan. 1Investasi

syariah tidak hanya membicarakan persoalan duniawi, tetapi islam memadukan antara

dimensi dunia dan akhirat. Kehidupan dunia hanyalah bersifat sementara untuk

mencapai kehidupan yang lebih kekal di akhirat.

Investasi di artikan sebagai komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya

yang dilakukan pada saat ini dengan tujuan memperoleh keuntungan dimasa yang

akan datang.2 Jadi investasi yang islam adalah pengorbanan sumber daya pada masa

sekarang untuk mendapatkan hasil yang pasti dengan harapan memperoleh hasil yang

lebih besar di masa yang akan datang baik langsung maupun tidak langsung seraya

tetap berpijak pada prinsip-prinsip syariah secara menyeluruh.

Berbicara tentang investasi maka tak terlepas dari pasar modal khususnya

pasal modal syariah yang ada di negeri ini. Bursa efek Indonesia (BEI) merupakan

lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan pasar modal di

1
Arifin dkk, kamus istilah pasar modal ,akuntansi, keuangan, dan perbangkan. dalam
huda dan nasution”investasi pada pasar modal syariah edisi revisi” (kencana media grub
Jakarta,2008).h.7
2
Tandelin,analisis investasi dan manajemen portofolio dalam huda dan
nasution”investasi pada pasar modal syariah edisi revisi” (kencana media grub
Jakarta,2008).h.7
3

Indonesia berdasarkan undang-undang nomor 8 tahun 1995 tentang pasar modal.3

Keberadaan pasar modal merupakan suatu realitas dan menjadi fenomena terkini di

tengah-tengah kehidupan umat islam di abad modern ini, bahkan disetiap negara di

penjuru dunia manapun, telah menggunakan pasar modal sebagai instrument yang

penting dalam kegiatan ekonomi. praktek kegiatan ekonomi konvensional, aktivitas

spekulasi selama ini banyak dilakukan di pasar modal merupakan sesuatu yang

dilarang dalam islam karena mengarah pada konsep gharar dan maishir dimana para

pelaku mendapatkan keuntungan semata dari adanya ketidakpastian meskipun fungsi

dasarnya adalah mempertemukan antara investor dengan pengusaha.

sebagai negara muslim terbesar di dunia merupakan pasar yang sangat besar

untuk pengembangan lembaga keuangan syariah. Kegiatan pasar modal yang

mengandung spekulasi (gharar) menjadikan riba sebagai landasan operasional nya,

ternyata telah menjadi hambatan psikologis bagi umat islam.pesatnya perkembangan

ekonomi syariah menuntut adanya sarana pendukung seperti keuangan syariah yang

diwujudkan dalam bentuk pembiayaan seperti lembaga pasar modal syariah yang

merupakan bagian dari lembaga keuangan syariah, mempunyai peranan cukup

penting untuk dapat meningkatkan pangsa pasar lembaga keuangan syariah di

Indonesia. meski perkembangannya baru dibandingkan dengan perbankan syariah

tetapi seiring dengan pertumbuhan yang signifikan di pasar modal Indonesia maka

berpeluang mengalami pertumbuhan yang pesat.4


3
www.idx.co.id/bursa efek indonesia/sekolah pasar modal/level 1
4
baharuddin susanto, pasar modal syariah dalam tinjauan hukum (UII Press
Yogyakarta,2009) ,h.1
4

Ini menjadi suatu hal yang dilematis, keterbatasan masyarakat dalam

pengetahuan pasar modal masih menjadi salah satu kendala utama terlambatnya laju

perkembangan pasar modal negara ini dibandingkan dengan negara lain yang

masyarakatnya sudah familiar dengan dunia pasar modal. Dua parameter utama yang

menjadi menjadi pertimbangan calon investor sebelum mereka menginvestasi kan

dananya ke pasar modal tingkat return dan resiko.5

Dari data yang dirilis, CNBC Indonesia –kepemilikan investor asing pada

saham scripless ( non warkat ) di transaksi kan di bursa efek indonesia (BEI) lebih

dari 50%.Berdasarkan data kustodium sentra efek Indonesia (KSEI) per akhir agustus

2019 total nilai aset saham scripless mencapai Rp.3.735.5 triliun atau setara dengan

51,21% dari total. Di mana nilai kepemilikan investor domestic mencapai

Rp.1822.57 triliun atau 48,79% dari total nilai aset . Artinya bahwa lebih dari 50%

aset Indonesia mengalir keluar.

Dipasar modal sendiri menawarkan sejumlah pilihan investasi untuk

menyesuaikan dengan calon investor yang memiliki bermacam perbedaan baik

perbedaan karakter dalam memilih investasi serta perbedaan dalam hal kemampuan

dana.6

Kebutuhan pembiayaan halal cukup tinggi, terlihat dari pertumbuhan pasar

modal syariah setiap tahunnya yang mencapai 30 persen, menurut Otoritas Jasa

Keuangan (OJK). Untuk memenuhi pembiayaan syariah, diversifikasi produk-


5
Ahmad Taslim & Andhi Wijayanto/management analisis journal 5(1)2016
6
Ahmad Taslim & Andhi Wijayanto/management analisis journal 5(1)2016
5

produknya pun semakin banyak.

Selama ini investasi di saham dianggap tidak halal karena adanya ovemb

unsure spekulatif dan judi. Lalu, bagaimana dengan saham syariah? Bagaimana

hukumnya?

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) telah

mengeluarkan fatwa mengenai hal ini. Dalam Fatwa No. 80/DSN-MUI/III/2011

disebutkan bahwa investasi saham dianggap sesuai syariah apabila hanya melakukan

jual-beli saham syariah. Selain itu, dalam saham syariah tidak melakukan transaksi

yang tidak sesuai dengan prinsip syariah seperti transaksi spekulatif.

Bagi investor yang ingin berinvestasi saham dengan prisip syariah, BEI telah

memperkenalkan Jakarta Islamic Index yang diluncurkan pada tanggal 3 Juli 2000.

JII mengacu pada 30 saham yang ovemb usahanya memenuhi prinsip Syariah Islam.

Fatwa-fatwa DSN MUI tahun 2004 tersebut mengatur prinsip-prinsip syariah

di bidang pasar modal yang menyatakan bahwa suatu sekuritas/efek di pasar modal

dipandang telah memenuhi prinsip-prinsip syariah apabila telah memperoleh

pernyataan kesesuaian syariah secara tertulis dari DSN-MUI.

Ke -30 saham anggota JII tersebut dinilai memenuhi syarat yang ditetapkan

oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. Intinya saham-saham yang masuk ke

dalam JII-30 harus memenuhi syarat yang sama dengan indeks lainnya kecuali unsur

haram dalam pandangan MUI. Unsur haram yang disyaratkan DSN MUI pada

umumnya terkait dengan kegiatan bisnis, yaitu tidak melakukan kegiatan bisnis yang

terkait: Alkohol, Perjudian, Produksi dengan bahan baku babi, Pornografi, Jasa
6

Keuangan dan Asuransi konvensional.

Untuk memilih saham-saham yang layak menjadi anggota JII, dilakukan

seleksi khusus.

Pertama, BEI memilih kumpulan saham yang memiliki usaha utama yang

tidak bertentangan dengan syariah islam. Saham ini harus sudah tercatat di BEJ lebih

dari 3 bulan, kecuali jika saham itu masuk dalam kelompok 10 saham dengan

kapitalisasi pasar terbesar.

Kedua, BEI memilih saham yang memiliki rasio kewajiban terhadap aktiva

tidak melebihi 90%, berdasarkan laporan tahunan atau semesteran terakhir.

Ketiga, mereka memilih 60 saham dari saham-saham itu yang memiliki rata-

rata kapitalisasi pasar terbesar dalam setahun terakhir.

Keempat, akan diseleksi lagi 30 saham dari saham-saham tadi yang memiliki

nilai likuiditas perdagangan rata-rata paling tinggi dalam setahun terakhir.

Jadi, bisa disimpulkan, saham-saham yang masuk pada JII adalah saham-

saham halal, yang operasionalnya tidak mengandung unsur ribawi dan struktur

permodalan perusahaan bukan mayoritas dari hutang. Selain halal, saham-saham yang

masuk dalam JII juga merupakan saham-saham yang paling besar kapitalisasi

pasarnya, dan paling likuid. Maka saham-saham JII ini pada umumnya mempunyai

struktur modal yang sehat dan tidak terbebani bunga hutang berlebihan, dengan kata

lain debt-to equity rasionya masih proporsional. Rasio DER yang lebih wajar

berpotensi meningkatkan keuntungan emiten dan terhindar dari beban keuangan

jangka panjang.
7

Seperti indeks saham lainnya, indeks JII bersifat dinamis dalam arti selalu di

update agar senantiasa dengan pergerakan pasar dan sesuai dengan syariah. Jika ada

yang perlu diganti, setiap enam bulan – pada bulan Januari dan Juli – BEI akan

melakukan penggantian dan mengumumkan daftar anggota JII yang baru.

Investor bisa menggunakan JII sebagai tolok ukur untuk mengukur kinerja

portofolio investasi di saham-saham syariah. Selain itu, JII memudahkan investor

yang memang hanya mau berinvestasi di saham-saham halal. Investor ini tinggal

memilih saja satu atau beberapa saham yang jadi anggota di JII.7

Merujuk kepada hasil pemgumuman PT. bursa efek Indonesia ( BEI ) No.

Peng-18/BEJ-DAG/06-2000 tanggal 28 juni 2000 perihal “Jakarta Islamic index”

(JII) berdasarkan hasil evaluasi berskala atas saham saham yang di gunakan dalam

perhitungan indeks (JII). Dari hasil pengumuman tersebut saham terdapat empat

saham yang masuk di yaitu : Ace hardware Indonesia Tbk. (ACES),Merdeka copper

gold Tbk. (MDKA),Pakuwon jati Tbk.(PWON) dan Semen Indonesia (persero) Tbk.

Dan empat saham yang keluar yaitu : Bumi serpong damai Tbk. (BSDE), Indo

tambangraya megah Tbk. (IYMG), Matahari department store Tbk. (LPPF) dan PP

(Persero) Tbk. (PTPP) untuk perhitungan indeks (JII) periode perdagangan pada

bulan Agustus s.d November 2020.

Oleh karena itu hasil pengumuman yang sampaikan PT. bursa efek Indonesia

(BEI) periode perdagangan pada bulan Agustus s.d November 2020 menjadi

7
http://www.juruscuan.com/ (sumber: BEI ) investasi/183-mengenal-jakarta-islamic-
index-jii
8

pengaruh tehadap reaksi pasar menjadi sangat penting untuk di ketahui, oleh karena

itulah peniliti mengambil judul “ Pengaruh Pertambahan Emiten Tehadap Saham

Syariah di Jakarta Islamic Indekx “.

B.Rumusan masalah
Berdasarkan paparan latar belakang di atas maka penulis menjerumuskan
permasalahan yaitu:
9

Apakah petambahan emiten terdapat pengaruh yang signifikan terhadap saham


syariah di Jakarta Islamic index.?

C.Batasan masalah
ruang lingkup penelitian ini hanya dibatasi pada hasil pengumuman tentang
evaluasi berskala yang disampaikan PT. bursa efek indonesia periode perdagangan
bulan Agustus s.d November 2020. Dengan melihat pengaruh pertambahan emiten
terhadap saham syariah di Jakarta Islamic indeks

C. Tujuan penilitian dan manfaat penilitian


Tujuan penelitian
tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui ada tidaknya
berpengaruh yang signifikan pertambahan emiten terhadap saham-saham syariah di
Jakarta Islamic index. Jangan melihat hasil pengumuman evaluasi berskala yang
disampaikan PT. Bursa Efek ndonesia periode perdagangan bulan agustus sampai
november 2020.
Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan sebagai berikut:
Dapat menjadi bahan bagi calon investor dalam mempertimbangkan strategi
investasi yang efektif untuk memprediksi harga saham di masa yang akan datang.
Menjadi studi literasi bagi masyarakat melihat lihat tingkat pemanfaatan dan
pemahaman pasar modal syariah yg masih minim dibandingkan dengan lembaga
keuanganlainnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep dasar pasar modal syariah


1. Pengertian pasar modal syariah
Definisi pasar modal sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995

tentang Pasar Modal (UUPM) adalah kegiatan yang berhubungan dengan Penawaran

Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang

diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.Berdasarkan

definisi tersebut, terminologi pasar modal syariah dapat diartikan sebagai kegiatan

dalam pasar modal diatur dalam UUPM yang tidak bertentangandengan prinsip

syariah. Oleh karena itu, pasar modal syariah sukses dari sistem yang terpisah dari

sistem pasar modal secara total. Secara umum kegiatan Pasar Modal Syariah tidak

memiliki perbedaan dengan pasar modal konvensional, namun terdapat beberapa

faktor khusus Pasar Modal Syariah yaitu bahwa produk dan transaksi tidak

bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

        


        
          
   
Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan

sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika

kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah

dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan

10
11

riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula)

dianiaya.( Al-baqarah:278-279)

      


          
       
Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta

sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku

dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu( An-

nisa:29)

Penerapan prinsip syariah di pasar modal tentunya bersumber dari Al-Quran

sebagai sumber hukum tertinggi dan Hadits Nabi Muhammad Sallalahu alaihi

wassalam. Selanjutnya, dari kedua sumber hukum tersebut para ulama melakukan

penafsiran yang kemudian disebut ilmu fiqih. Salah satu pembahasan dalam ilmu

fiqih adalah pembahasan tentang muamalah, yaitu hubungan antar sesama manusia

yang terkait perniagaan. Berdasarkan kegiatan pasar modal syariah yang

dikembangkan dengan dasar fiqih muamalah.Terdapat kaidah fiqih muamalah yang

menyatakan bahwa Pada kenyataannya, semua bentuk muamalah boleh dilakukan

kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Konsep inilah yang menjadi prinsip pasar

modal syariah di Indonesia.8

Perkembangan pasar modal syariah merupakan hasil dari desakan kebutuhan

manajemen likuiditas lembaga keuangan syariah. Sepanjang 1980-an hingga 1990-

8
www.ojk.go.id/id/kanal/pasar-modal/Pages/Syariah.aspx
12

an,lembaga keuangan syariah mampu my mobilisasi dana lewat deposito yang di

investasi kan pada berbagai instrumen keuangan yang masih sangat terbatas.

manajemen likuiditas neraca menjadi suatu tantangan besar yang dihadapi oleh

lembaga keuangan syariah karena langkahnya instrumen investasi syariah di pasar

modal. kondisi ini mendorong meningkatnya permintaan terhadap instrumen

keuangan syariah baru dan mendorong rekayasa penciptaan instrumen investasi

keuangan dilakukan.9

pasar modal melengkapi fungsi lembaga keuangan lain dalam sistem

keuangan seperti bank komersial perusahaan asuransi dan lembaga keuangan lainnya

sebagai lembaga intermediasi.10

pasar modal syariah berperan menangkapi bank syariah sebagai lembaga

intermediasi yang juga mempertimbangkan kesempatan investasi yang ditawarkan

oleh bank syariah sebagai dasar mengukur imbal hasil dan resiko dalam portofolio

investasi lainnya .

Dalam konteks indonesia,secara umum kegiatan pasar modal berbasis syariah

juga tidak terlepas dari perkembangan ekonomi keuangan syariah secara umum. Pasar

modal berbasis syariah berkembang mengikuti perkembangan industri perbankan

syariah dan asuransi syariah.11

9
Dr. Andi shoe mitra,M.A"masa depan pasar modal syariah di indonesia"h. 80
10
M.Ali El-gahri"islamic economic studies, vol,1 no. 1(1993);3.

11
Bapepam LK, master plan pasar modal 2010-2014,( Jakarta;Bapepam dan
13

Sebagai negara yang memiliki penduduk mayoritas beragama islam, indonesia

memiliki potensi yang besar untuk dapat mengembangkan kegiatan ekonomi syariah

termasuk pasar modal berbasis integrasi produk syariah. Disamping itu,aliran dana

dari negara-negara muslim yang siap ditempatkan pada instrumen keuangan syariah

juga merupakan potensi yang sangat besar bagi person modal.12

2. Peran dan Fungsi pasar modal syariah

pesan modal sangat berperan penting dalam meningkatkan efisiensi sistem

keuangan dan merupakan salah satu lembaga intermediasi keuangan yang vital dalam

perekonomian modern. Alasan kehadiran pasar modal dalam suatu sistem

keuangan,yakni kemampuan dalam memindahkan dana dari unit yang kelebihan dana

kepada unik yang kekurangan dana dalam suatu perekonomian. Pasar modal

memfasilitasi intermediasi antara emiten dengan investor. para investor menggunakan

dananya terutama untuk investasi pada aset produktif dan menambah kekayaan

perekonomian.

Sejarah teoritis pasar modal menjalankan dua fungsi simultan, yaitu fungsi

intermediasi ekonomi dan fungsi keuangan.fungsi intermediasi ekonomi pasar modal

dijalankan dengan mewujudkan pertemuan pihak yang memiliki kelebihan dana

dengan pihak yang memerlukan dana.pasar modal berperan sebagai sarana bagi

pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari

LK,2010),64
12
Bapepam LK, master plan pasar modal 2010-2014,64
14

masyarakat pemodal ( investor ).

Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan

usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain.adapun fungsi keuangan pasar

modal dilaksanakan dengan memberikan kemungkinan dan kesempatan untuk

memperoleh imbalan bagi pemilik dana melalui investasi.pesen mudah menjadi suatu

sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan syariah seperti

saham, obligasi dan reksa dana masyarakat dapat menempatkan dana yang

dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan resiko berdasarkan masing-

masing instrumen yang ada di pasar modal syariah.13

fungsi pasar modal ini penting dalam yang memobilisasi tabungan ke dalam

investasi dalam membantu mencapai kemungkinan terbaik dalam penggunaan sumber

daya ekonomi.14 sistem keuangan yang telah maju dapat memberikan kontribusi

positif bagi kemajuan ekonomi. eksistensi pasar modal yang aktif menjadi suatu

kebutuhan bagi seluruh perekonomian modern.pasar modal minim fasilitas ipin

dengan jangka panjang bagi pebisnis dan pelaku usaha dengan menarik simpanan dari

banyak investor. Pasar ini memberikan modal jangka panjang kepada para pelaku

usaha melalui serangkaian kontrak ( sekuritas ) jangka pendek dengan investor yang

13
Andri soemitra, bang dan lembaga keuangan syariah, 32.M.

14
mohsin S. Khan and adelhak.S.Senhadji,"financial development and economic

development: An overview."IMF Working paper,WP/00/209(2000):3-7.


15

dapat masuk dan keluar sesuai kehendak sendiri.15

Peranan mendasar pasar modal secara umum bagi perekonomian antara lain:

a. Memberikan kesempatan bagi tanaman untuk berpartisipasi secara penuh

dalam usaha bisnis.

b. memungkinkan pemegang saham memperoleh likuiditas dengan menjual

saham mereka di pasar modal

c. memberikan kesempatan bagi pengusaha untuk menghimpun dana

eksternal untuk kebutuhan ekspansi aktivitas ekonomi dan perusahaan

mereka.16

3. Landasan hukum pasar modal syariah

Sebagai bagian dari sistem pasar modal Indonesia, kegiatan di Pasar modal yang

menerapkan prinsip-prinsip syariah juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 8

Tahun 1995 tentang Pasar Modal berikut peraturan pelaksananaannya (Peraturan

Bapepam-LK, Peraturan Pemerintah, Peraturan Bursa dan lain-lain) . Bapepam-LK

selaku regulator pasar modal di Indonesia, memiliki beberapa peraturan khusus yang

berkaitan dengan pasar modal syariah, sebagai berikut:

Peraturan Nomor II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efeek Syariah

15
Zamir iqbal dan abbas mirakhor, an introduction islamic finance,171
16
Mokhtar M.Metwally"the role of the stock Exchange in an islamic economy,"391-

392
16

Peraturan Nomor IX.A.13 tentang Penerbitan Efek Syariah

Peraturan Nomor IX.A.14 tentang Akad-akad yang digunakan dalam Penerbitan Efek

Syariah.17

Saham syariah merupakan efek berbentuk saham yang tidak bertentangan

dengan prinsip syariah di Pasar Modal. Definisi saham dalam konteks saham syariah

merujuk kepada definisi saham pada umumnya yang diatur dalam undang-undang

maupun peraturan OJK lainnya. Ada dua jenis saham syariah yang diakui di pasar

modal Indonesia. Pertama, saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham

syariah berdasarkan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan

Penerbitan Daftar Efek Syariah, kedua adalah saham yang dicatatkan sebagai saham

syariah oleh emiten atau perusahan publik syariah berdasarkan peraturan OJK no.

17/POJK.04/2015.

B. Saham syariah

1. Pengertian saham syariah

Saham syariah merupakan efek berbentuk saham yang tidak bertentangan

dengan prinsip syariah di Pasar Modal. Definisi saham dalam konteks saham syariah

17
www.ojk.go.id/id/kanal/pasar-modal/Pages/Syariah.aspx
17

merujuk kepada definisi saham pada umumnya yang diatur dalam undang-undang

maupun peraturan OJK lainnya. Ada dua jenis saham syariah yang diakui di pasar

modal Indonesia. Pertama, saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham

syariah berdasarkan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan

Penerbitan Daftar Efek Syariah, kedua adalah saham yang dicatatkan sebagai saham

syariah oleh emiten atau perusahan publik syariah berdasarkan peraturan OJK no.

17/POJK.04/2015.

Semua saham syariah yang terdapat di pasar modal syariah Indonesia, baik

yang tercatat di BEI maupun tidak, dimasukkan ke dalam Daftar Efek Syariah (DES)

yang diterbitkan oleh OJK secara berkala, setiap bulan Mei dan November. Saat ini,

kriteria seleksi saham syariah oleh OJK adalah sebagai berikut;

Emiten tidak melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. perjudian dan permainan yang tergolong judi;

b. perdagangan yang dilarang menurut syariah, antara lain:

- perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa;

- perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu;

c. jasa keuangan ribawi, antara lain:

- bank berbasis bunga;

- perusahaan pembiayaan berbasis bunga;

d. jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi

(maisir), antara lain asuransi konvensional;

e. memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan, dan/atau menyediakan


18

antara lain:

- barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi);

- barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram lighairihi) yang

ditetapkan oleh DSN MUI;

- barang atau jasa yang merusak moral dan/atau bersifat mudarat;

f. melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah); dan

Emiten memenuhi rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

a. total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih

dari 45% (empat puluh lima per seratus); atau

b. total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan

dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih

dari 10% (sepuluh per seratus).18

2. Jakarta Islamic Index (JII)

Jakarta Islamic Index (JII) adalah indeks saham syariah yang pertama kali

diluncurkan di pasar modal Indonesia pada tanggal 3 Juli 2000. Konstituen JII hanya

terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Sama seperti ISSI,

tinjauan saham syariah yang menjadi konstituen JII dilakukan sebanyak dua kali

dalam, Mei dan November, mengikuti jadwal tinjauan DES oleh OJK.

BEI menentukan dan melakukan seleksi saham syariah yang menjadi konstituen

18
https://www.idx.co.id/idx-syariah/produk-syariah.
19

JII. Adapun kriteria likuditas yang digunakan dalam menyeleksi 30 saham syariah

yang menjadi konstituen JII adalah sebagai berikut:

 Saham syariah yang masuk dalam konstituen Indeks Syariah Indonesia (ISSI)

telah tercatat selama 6 bulan terakhir

 Dipilih 60 urutan berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi

selama 1 tahun terakhir

 Dari 60 saham tersebut, kemudian dipilih 30 saham berdasarkan rata-rata nilai

transaksi harian di pasar reguler tertinggi

 30 saham yang tersisa merupakan saham terpilih.

Adapun daftar saham JII yang telah diterbitkan Bursa Efek Indonesia berdasarkan

Daftar Efek Syariah.


BAB III
METODE PENILITIAN

A Jenis dan pendekatan penilitian


Jenis penilitian yang dilakukan oleh peniliti adaalah penilitian asosiatif yaitu

penilitaian yang dilakukan untuk mencari hubungan atau pengaruh satu atau lebih

variabel independen dengan satu atau lebih variabel dependen sehingga akan dapat

membangun suatu teori yang berfungsi untuk menjelaskan dan mengontrol suatu

gejala.19

Dalam penilitian yang penulis ajukan adalah pendekatan kuantitatif.

Pendekatan kuantitatif dapat di artikan sebagai penilitian yang menggunakan analisis

data numeric atau angka. Tujuannya adalah untuk membangun dan mengembangkan

teori dan hipotesis yang berkaitan dengan fenomena dan gejala yang diteliti.20

Alasan memilih metode ini karena telah mememnuhi kaidah ilmiah,yaitu :

empiris ,obyektif ,terukur, rasional, dan sistematis sesuai dengan judul dan fokus

permasalahan dalam penilitian ini yaitu tentang pengaruh pertambahan emiten

terhadap saham syariah di Jakarta Islamic indeks.

B.Sumber data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data

sekunder.sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan

19
Suryani, hedriyadi (metode riset kuantitaf teori dan aplikasi )hlm. 113
20
Ibid. hlm. 109
21

data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen laporan

atau jurnal dari pihak tertentu.21

data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dengan cara

melakukan studi kepustakaanuntuk menunjang menteri pembahasan dan penelitian

data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan informasi melalui jurnal

penelitian,data saham di bursa efek indonesia dan lain-lain yang berkaitan dengan

penelitian ini. Data tersebut yaitu data,hasil pengumuman PT.Bursa Efek indonesia

berdasarkan hasil evaluasi berskala atas saham-saham yang digunakan dalam

perhitungan jakarta islamic indeks (JII) periode perdagangan bulan Agustus s.d

November 2020. Data diambil dari www.idx.co.id dan www.ojk.co.id.

C. Populasi dan sampel

1. Populasi

dalam penelitian ini adalah saham saham telah masuk dan tercatat dalam bursa

efek indonesia yaitu perusahaan-perusahaan yang go publik yaitu saham-saham di

jakarta islamic indeks (JII) yang tercatat terdapat 30 saham perusahaan.

2. Sampel

sampel yang digunakan dalam penelitian seluruh saham-saham yang berada di jakarta

islamic indeks (JII) yang berjumlah 30 saham. Kriteria yang digunakan untuk

memilih sampel dalam penelitian ini antara lain:

21
Suryani, hedriyadi (metode riset kuantitaf teori dan aplikasi )hlm. 187
22

Perusahaan-perusahaan tersebut telah terdaftar pada kelompok jakarta islamic

index (JII) periode perdagangan bulan Agustus s.d November 2020 karena saham-

saham tersebut telah masuk dalam kriteria yang sesuai dengan prinsip syariah,,

mempunyai kapitalisasi pasar yang besar dan tingkat likuiditas yang tinggi di Bursa

Efek Indonesia (BEI).

D. Instumen penelitian

instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan

oleh peneliti dalam kegiatan mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis

dan dipermudah olehnya.22

instrumen juga merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan

informasi kuantitatif tentang variasi karakteristik variabel secara objektif.23 jadi dapat

disimpulkan bahwa instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan oleh

peneliti untuk mengumpulkan informasi kuantitatif tentang variabel yang sedang

diteliti.

Jenis instrumen penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah

dokumentasi. Dokumentasi, dari asal kata dokumen, yang artinya barang-barang

tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, penelitian menyelidiki benar-

benar tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, jurnal, peraturan-

peraturan,notulen rapat dan sebagai nya.


22
suharsimi ari kunto, manajemen penelitian (jakarta: Rineka cipta 2000),h.134
23
ibnu hajar, dasar-dasar metodologi penelitian kuantitatif dalam pendidikan (Jakarta:

raja grafinfo persada,1996),h 160.


23

E. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan

teknik dokumentasi,yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis data atau

dokumen dari pihak-pihak terkait yang dipublikasikan seperti pada www.idx.co.id

dan www.ojk.co.id, terkait jakarta islamic index (JII) pada bulan Agustus s.d

November 2020 serta informasi lainnya yang mendukung seperti data informasi

terkait pemenuhan perusahaan terkait syarat yang ditentukan untuk menjadi sampel

penelitian.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, data

sudah disediakan oleh lembaga resmi www.idx.co.id atau pihak yang terkait (BEI)

yang di publikasikan oleh finance.yahoo.com. data tersebut sudah merupakan bentuk

yang sudah diolah hingga peneliti dapat langsung menggunakan data yang telah

diolah tersebut.