Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM

LAPORAN KELOMPOK

“KELISTRIKAN”

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PRAKTIKUM IPA


di SD ( PDGK4107)

OLEH :
FEBRIANTI NIM. 835
HAFZAH MARDINA NIM. 835903228
WALUYO NIM. 835

TUTOR : Dra. IDA ROYANI, M.Pd


UPBJJ 18/PALEMBANG
UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
POKJAR PANGKALAN BALAI
2020.2
KELISTRIKAN

1. JUDUL PERCOBAAN 1 “MUATAN LISTRIK”

a. Tujuan
1. Menunjukan adanya muatan listrik pada sebuah benda, akibat yang timbul dari
sifat muatan.
2. Memperlihatkan adanya gaya elektrostika dua benda bermuatan.

b. Alat dan Bahan


1. Bola pingpong 2 buah.
2. Benang jahit secukupnya.
3. Lembaran wool dan nilon.
4. Tas plastik.
5. Isolasi.
6. Sisir plastik.
7. Potongan kertas yang kecil-kecil.
     
c. Cara Kerja
1. Menggantungkan sebuah bola pinpong pada bagian pinggir meja dengan
menggunakan benang dan isolasi. Menggosokan tas plastik pada baju
beberapa kali, kemudian mendekatkannya pada bola pingpong dan mengamati
apa yang terjadi?
2. Menggosokan sisir pada rambut beberapa kali, kemudian mendekatkannya
pada potongan-potongan kertas yang terletak diatas meja dan mengamati apa
yang terjadi?
3. Membiarkan percobaan 2 dalam waktu yang cukup lama dan mmengamati apa
yang terjadi?
4. Mengikatkan kedua buah bola pingpong pada benang kemudian
menggantungkannya kebagian pinggir meja (ditempelkan menggunakan
isolasi). Setelah itu mendekatkan pada kedua buah bola tetapi jangan sampai
bersentuhan. Serta mengamati apa yang terjadi?
5. Menggosokan bola kiri dan kanan dengan kain wool, setelah itu mendekatkan
keduanya dan mengamati yang terjadi?
6. Melengkapi tabel dengan hasil pengamatan pada lembar kerja.

d. Dasar Teori
Muatan listrik, Q, adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda. Satuan Q
adalah coulomb, yang merupakan 6.24 x 1018 muatan dasar. Q adalah sifat dasar
yang dimiliki oleh materi baik itu berupa proton (muatan positif)
maupun elektron (muatan negatif). Muatan listrik total suatu atom atau materi ini
bisa positif, jika atomnya kekurangan elektron. Sementara atom yang kelebihan
elektron akan bermuatan negatif. Besarnya muatan tergantung dari kelebihan atau
kekurangan elektron ini, oleh karena itu muatan materi/atom merupakan kelipatan
dari satuan Q dasar. Dalam atom yang netral, jumlah proton akan sama dengan
jumlah elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau
tak bermuatan.

Alat pengukur torsi (gaya yang sangat lemah) buatan Charles Coulomb untuk


mengukur muatan listrik.

e. Data Hasil Pengamatan

Bola pingpong Bola pingpong kanan digosok dengan


kiri digosok
dengan wool plastik nilon
Wool tarik menarik tarik menarik tarik menarik
Plastic tarik menarik tolak menolak tarik menarik
Nilon tarik menarik tarik menarik tolak menolak

f. Pembahasan
1. Terjadi gaya tarik menarik antara tas plastik dengan bola  pingpong.
2. Ada muatan listrik.
3. Potongan kertas sudah tidak tertarik oleh sisir, karena gaya listrik pada sisir
sudah habis.
4. Tidak terjadi reaksi sama sekali diantara kedua bola pingpong.
5. Saling menolak karena karena kedua bola pingpong bermuatan
 listrik sejenis akibat gosokan dengan kain wool.
g. Kesimpulan
Muatan listrik adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda.

h. Pertanyaan
1. Mengapa pada langkah (6) antara 2 bola tidak saling berinteraksi?
2. Apakah bola pingpong pada langkah (6) memiliki muatan yang sejenis atau
berlawanan?
3. Jika terdapat 4 buah benda masing-masing A,B,C dan D. bila diketahui benda
A menarik B, B menarik C, sedangkan C menarik . Bila A bermuatan negative
maka tentukanlah jenis muatan benda B, C, dan D !
4. Apa yang dapat anda simpulkan dari interaksi muatan yang sejenis maupun
muatan yang berlawnan?

i. Jawaban Pertanyaan
1. Kedua bola pingpong tidak ada reaksi karena tidak  mengandung muatan
listrik.
2. Kedua bola pingpong bermuatan sejenis, sehingga saling menolak.
3. Terdapat 4 benda yaitu: A, B, C, dan D.Jika A menarik B, B menarik C, C
menarik D. Diketahui A bermuatan negative maka:
-  B bermuatan positif
-  C bermuatan negatif
-  D bermuatan  positif
4. Interaksi muatan sejenis adalah tolak menolak dan muatan
    berlawanan adalah tarik menarik.

a. Daftar pustaka
Rumanta, M. 2019. Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka.

b. Kesulitan yang di alami

c. Foto-foto prkatikum
2.      JUDUL PERCOBAAN 2 “ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK”

a. Tujuan
1. Menjelaskan aliran arus dalam suatu rangkaian listrik.
2. Menjelaskan pengaruh tegangan terhadap suatu rangkaian.

b. Alat dan Bahan


1. Baterai 1,5 volt 3 buah.
2. Kabel penjepit secukupnya (merah dan hitam)
3. Bola lampu 2,5 volt – 3,6 volt/ 0,007 A  3buah.
4. AVO meter 1 buah.
5. Dudukan baterai 3 buah.

c. Cara Kerja
1. Percobaan arus listrik:
a. Susunlah 3 buah baterai secara seri! Kemudian membuat gambar
rangkaiannya.
b. Hubungkan kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam pada kutub (-).
c. Salah satu ujungnya kabel merah dan hitam yang telah terpasang bola lampu
(memilih saah satu dari bola lampu 2,5 volt – 5,6 volt). Jika lampu menyala
menandakan adanya aliran arus listrik dari kutub (+) menuju kutub (-). Tetapi
jika belum menyala langgsung memeriksa sebabanya.
d. Besarnya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dengan menggunakan
amperemeter yang dipasang secara seri, tetapi jika tersedia AVO meter, nyala
lampu sudah cukup membuktikan adanya arus yang mengalir.
e. Susunlah rangkaiannya seperti gambar berikut.
f. Tentukanlah apakah jenis bahan yang digunakan termasuk konduktor
2. Percobaan 2 tegangan listrik
a. Membuat rangkaian seperti gambar dibawah ini.
b. Kemudian membuat ragkaian seperti gambar berikut.
c. Melanjutkan dengan membuat rangakian seperti gambar berikut.
d. Melakukan hal yang sama pada langkah a, b, dan c dengan melakukan 3 buah
baterai yang dirangkai secara seri.
e. Mengapa pada percobaan b, c dan d nyala lampu berbeda

d. Dasar Teori

a. Arus listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan
elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan
waktu. Arus listrik dapat diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere.
Contoh arus listrik dalam kehidupan sehari-hari berkisar dari yang sangat lemah
dalam satuan mikroAmpere ( ) seperti di dalam jaringan tubuh hingga arus yang
sangat kuat 1-200 kiloAmpere (kA) seperti yang terjadi pada petir. Dalam
kebanyakan sirkuit arus searah dapat diasumsikan resistansi terhadap arus listrik
adalah konstan sehingga besar arus yang mengalir dalam sirkuit bergantung
pada voltase dan resistansi sesuai dengan hukum Ohm.
Arus listrik merupakan satu dari tujuh satuan pokok dalam satuan internasional.
Satuan internasional untuk arus listrik adalah Ampere (A). Secara formal satuan
Ampere didefinisikan sebagai arus konstan yang, bila dipertahankan, akan
menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus
sejajar, dengan luas penampang yang dapat diabaikan, berjarak 1 meter satu sama
lain dalam ruang hampa udara.

b. Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase)


Tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam
rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi
potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik
dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensial listriknya,
suatu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau
ekstra tinggi. Secara definisi tegangan listrik menyebabkan obyek bermuatan
listrik negatif tertarik dari tempat bertegangan rendah menuju tempat bertegangan
lebih tinggi. Sehingga arah arus listrik konvensional didalam suatu konduktor
mengalir dari tegangan tinggi menuju tegangan rendah.

e.   Data Hasil Pengamatan


Hasil Pengamatan Jenis Bahan
No Bahan Lampu Konduktor
menyala tidak ya Tidak
1 Kawat besi √ √
2 Kawat tembaga √ √
3 Sendok kawat √ √
4 Kayu √ √
5 Karet penghapus √ √
6 Grafit (mata √ √
pensil)
7 Kertas √ √
8 Tas plastic √ √
9 Air keran √ √
10 Air garam √ √

f.  Analisis Data
1. Analisis percobaan arus listrik
a. Menyusun rangkaian listrik dangan 3 baterai secara seri:
b. Menghubungkan kabel merah dengan kutub (+) dan kabel hitam dengan kutub
(-).
c. Salah satu ujung kabel merah dan hitam dipasang bola lampu. Ternyata lampu
menyala. Hal ini menandakan adanya aliran listrik dari kutub positif menuju
kutub negative.
d. Nyala lampu menunjukkan adanya arus yang mengalir.

2. Hasil Pengamatan: Tegangan Listrik


a. Rangkaian listrik seperti gambar dibawah ini:
Saklar (s) ditutup, lampu tidak menyala. Karena rangkaian tersebut tidak ada
tegangan listrik
b. Membuat rangkaian listrik
 
Saklar (s) ditutup, ternyata lampu menyala agak terang karena muatan listrik
yang mengalir lebih besar.
c. Membuat rangkaian listrik:
Setelah saklar ditutup ternyata lampu menyala lebih terannkarena muatan
listrik yang mengalir lebih besar lagi. Hal ini   disebabkan jumlah baterainya
juga lebih banyak.
d. Membuat rangkaian seri dengan 3 buah baterai:
Setelah saklar ditutup, lampu menyala sangat terang karena  jumlah baterai
banyak, sehingga muatan listrik yang mengalir juga besar.
g.   Kesimpulan
1. Besarnya arus listrik selalu berbanding lurus dengan besarnya tegangan listrik
dan berbanding terbalik dengan besarnya hambatan.
2. Tegangan listrik berbanding lurus antara arus listrik dengan hambatan listrik.

3. Daftar pustaka
Rumanta, M. 2019. Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka.

4. Kesulitan yang di alami

5. Foto-foto prkatikum
3. PERCOBAAN 3 “ENERGI LISTRIK”

a. Tujuan
Menjelaskan energi listrik dalam suatu rangkaian listrik.

b. Alat dan Bahan


1. Baterai 1,5 volt 2 buah.
2. Kabel
3. Saklar 1 buah
4. Pentul korek api
5. Termometer
6. stopwatch
7. Dan alat bantu lainnya seperti isolasi untuk menempelkan

c. Landasan Teori
Energi listrik adalah energi utama yang dibutuhkan bagi
peralatan listrik/energi yang tersimpan dalam arus listrik . Energi listrik
memiliki sifat penghantar sehingga mampu menimbulkan energi bergerak
maupun statis. Sumber energi ini berasal dari muatan listrik. Dalam standar
SI, listrik memiliki satuan ampere dan disimbolkan dengan A. listrik juga
mampu memberikan energi pada sebuah media untuk nantinya diubah
menjadi bentuk energi lain.
Listrik memiliki sumber energi yang berbeda-beda. Sumber energi
tersebut dibedakan atas kekuatan serta kapasitasnya. contoh sumber listrik
yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah baterai kering yang
menyimpan energi pada zat kimia yang terkandung di dalamnya. Jenis
sumber energi ini biasanya digunakan pada peralatan elektronik contohnya
jam, robot, mainan anak, dan lain sebagainya.

d. Cara Kerja
1. Rangkailah alat dengan 2 baterai di rangkai secara seri
2. Tutuplah saklar S, kemudian biarkan beberapa saat
3. Amati lilitan kawat nya
4. Setelah ± 2 menit letakkan pentul korek api.
5. Bukalah saklar S, letakkan ujung termometer pada lilitan kawat. Catat
skala yang ditunjukkan thermometer
6. Tutuplah saklar S, kemudian setelah 2 menit catatlah skala yang di
tunjukkan thermometer

e. Hasil Pengamatan
1. Ketika Saklar (s) di buka, kawat menjadi panas karena adanya aliran listrik
dari sumber listrik yakni baterai
2. Ketika diletakkan pentul korek api, tidak bereaksi namun saat tangan
memegang korek api, tangan terasa panas
3. ketika saklar (S) masih di buka maka terdapat aliran listrik yang
menyebabkan suhu yang di tunjukkan pada termometer berubah pada suhu
yang lebih tinggi
4. Namun ketika saklar (S) di tutup maka suhu menjadi turun

f. Pertanyaan dan jawaban


1. Perubahan energi apakah yang terjadi jika kita menggunakan setrika
listrik.
Jawaban :
Perubahan energi listrik menjadi panas

2. Dua buah baterai masing-masing besarnya 1,5 Volt, 0,5 Ohm dirangkai
secara seri kemudian dihubungkan dengan sebuah lampu yang
mempunyai tahanan 2 Ohm. Hitunglah :
a. Besarnya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian
b. Daya listriknya
c. Energi listrik yang digunakan selama 1 menit
Jawaban :
V1= 1,5 Volt, r1 = 0,5 Ohm
    V2= 1,5 Volt, r2 = 0,5 Ohm
    Vtot = V1+V2 = 1,5 + 1,5 = 3 Volt
    R = 2 Ohm
  
    a. I = V/R
          =  3/2 = 1,5 A
    b. P = V I
           = 3. 1,5
           = 4,5 W
    c. W = V I t
            = P. t
            = 4,5 . 60
            = 180 J

3. Kesimpulan apa yang dapat diambil tentang percobaan energi listrik.


Jawaban :
a. Besarnya arus listrik selalu berbanding lurus dengan besarnya
tegangan listrik dan berbanding terbalik dengan besarnya hambatan.    
b. Tegangan listrik berbanding lurus antara arus listrik dengan hambatan
listrik.

g. Pembahasan
Adanya sumber listrik yang menyebabakan adanya energy listrik pada
suatu benda. Besarnya aliran listrik yang di hantarkan tergentung dengan
besar nya sumber listrik tersebut

h. Kesimpulan
1. Semakin tebal kawat penghantar yang di gunakan maka semakin lama
energi listrik yang di hantarkan
2. Semakin besar sumber tegangan yang di alirkan maka semakin besar
pula energy listrik yang di hasilkan

i. Daftar pustaka
Rumanta, M. 2019. Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka.
https://id.wikipedia.org/wiki/Energi_listrik
https://www.cryptowi.com/energi-listrik/

j. Kesulitan yang di alami


Ada beberapa kali dalam percobaan di temukan kawat yang tidak bereaksi
ketika di sambungkan dengan sumber listrik sehingga ketika praktik harus
mengulang beberapa kali agar percobaan dapat dilakukan sesuai dengan
prosedur dan teori
k. Foto-foto prkatikum

Anda mungkin juga menyukai