Anda di halaman 1dari 27

Oleh:

Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc


(Direktur Jenderal Hortikultura)
1. Andewi 1. Akar Kucing 1. Aeradachnis
1. Alpukat
2. …
2. Anggur 2. Asparagus 2. …
36. Dracaena
3. …. 8. Brotowali
3. Apel 37. Fitonia
4. …. 9. …. 38. …
4. ….
30. Jengkol 58. Temu Lawak 60. Mawar
50. Salak 31. Kacang Aci 59. Temu mangga 61. Melati
51. Sawo
52. …
32. …
81. Wortel
60. …
65. Zodia
62. …
333. Amarilis Komoditas
334. …

. Duwet . Suchini . Kratom . Bambu


Vietnam 170,53 Kg
Asia 176,83 Kg*
Myanmar 82,79 Kg
Europe 115,10 Kg*
Malaysia 66,45 Kg
United States 113,41 Kg 2017 ; *2013 2017
Philipines 62,56 Kg
Australia 93,23 Kg
Indonesia 43,73 Kg
ASEAN 43,73 Kg
Thailand 39,89 Kg
Africa 67,57 Kg*
Timor Leste 24,87 Kg
South America 52,60 Kg*
Indonesia 43,73 Kg
STABILITAS PRODUKSI PENINGKATAN EKSPOR
Produksi tergantung pada cuaca dan musim Kontinuitas pasokan belum baik, varietas tidak
sesuai keinginan pasar, produk layak ekspor
sangat terbatas, persaingan sangat ketat,
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS standar mutu sangat ketat, minim eksportir
Produksi konvensional, benih unggul
terbatas, irigasi sangat bergantung pada DIVERSIFIKASI PANGAN POKOK
hujan Benih unggul sangat terbatas, preferensi
konsumen masih pangan pokok utama (beras)
KEHILANGAN HASIL
Penanganan konvensional/belum
menerapkan GHP, sarana penanganan EFISIENSI BIAYA PRODUKSI
sangat terbatas, mutu produk sangat Penggunaan sarana produksi berlebih, belum
beragam menerapkan pola ramah lingkungan

PENINGKATAN MUTU DAN RAMAH


LINGKUNGAN
GAP, GHP dan PHT belum diterapkan secara masif,
sarana prasarana penunjang sangat minim
“One Region, One Variety”

“INDONESIA
menjadi Pemasok Hortikultura
Tropika Dunia”
Tahun 2007 Indonesia masuk 5 besar negara
eksportir jamur terbesar. Volume ekspornya
mencapai 18.000 ton ke Jerman, Rusia, USA,
dan Jepang.

Selama pandemic Covid-19 sebuah Produsen


Jamur di Brebes (PT Etira) mampu mengekspor
Jamur 20 kontainer per bulan setara dengan
420 ton dengan nilai transaksi sebesar 740.000
USD

Konsumsi jamur sebanyak 0,18 kg per


kapita per tahun (2018). Kebutuhan
Nasional 48 ribu ton, Sementara
produksinya baru 33 ribu ton
>>PELUANG!
700 50.000
45.854
44.565
45.000
600 40.886 40.914
37.410 40.000
37.020
500 33.485 33.163 35.000
31.052

Produksi (Ton)
Luas Panen (Ha)

30.000
400
25.000
300
20.000

200 15.000

10.000
100
5.000

- -
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

Produktivitas (Ton/Ha)
92,3 87,6
71,1 76,3 77,9 70,9 71,8
63,8 62,5

2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019


Share (%), 2019 Volume dan Nilai Ekspor Jamur Tahun 2013-2019

Jamur Segar 8.000 14.000


12.986 13.108
234 Ton
10% 12.196
7.000
12.000
6.727
6.000 10.029
6.259
10.000
5.685
5.000

Nilai (USD ribu)


5.057
Volume (Ton)

8.000
6.981
Jamur Olahan 4.000
6.183
2.057 Ton 4.008
6.000
90%
3.000 4.625
3.029
4.000
2.000 2.292

2.000
1.000

- -
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
Volume (Ton) Nilai (USD ribu)
Sumber: BPS (diolah)
Share (%), 2019 Volume dan Nilai Impor Jamur Tahun 2013-2019

9.000 20.000

8.008
8.000 18.664 18.000
7.334
16.789 16.000
7.000
6.167
Jamur Segar 14.000
6.000
2.872 Ton 5.509 5.414
36% 12.000

Nilai (USD ribu)


Volume (Ton)
4.820
5.000
11.503
Jamur Olahan 4.227 10.000
5.135 Ton
4.000
64%
8.546 8.000
8.416
7.826
3.000
6.000
6.525

2.000
4.000

1.000 2.000

- -
2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

Volume (Ton) Nilai (USD ribu)


Sumber: BPS (diolah)
Sumsel :
Prod: 205.732 kg Kalsel :
LP : 111.966 m2 Prod: 708.794 kg
LP : 33.310 m2

Jateng:
Lampung : Prod : 4.798.053 kg
Prod : 175.623 kg LP : 363.571 m2
LP : 21.823 m2
Bali :
Banten : Prod : 442.384 kg
Prod : 163.258 kg LP : 41.885 m2
LP : 24.383 m2

Jabar:
Prod : 17.404.562 kg Jatim :
LP : 3.348.093 m2 DIY: Prod : 8.605.789 kg
Prod : 296.508 kg LP : 546.555 m2
LP : 92.817 m2
Sumber: BPS (ATAP 2019)

Sentra Jamur Merang: Sentra Jamur Tiram:


- Karawang - Bandung
- Subang - Cianjur
- Indramayu - Sleman
- Cirebon - Malang
01 Pembentukan kawasan sentra produksi utama dengan
penggabungan sentra-sentra produksi eksisting dalam satu
manajemen produksi untuk mendukung kontinuitas pasokan.

Strategi
02 Pengintegrasian kawasan sentra produksi dengan dukungan
dari perbenihan, perlindungan tanaman dan pengolahan dan
pemasaran hasil untuk memenuhi kebutuhan regional/ per

2020-2024 pulau maupun ekspor.

03 Pengembangan kawasan sentra produksi baru untuk


memenuhi kebutuhan lokal

04 Sinergitas antara instansi / lembaga terkait untuk


peningkatan kapasitas kelembagaan dan kelompoktani/
petani dan pelaku usaha.
INTEGRASI KEGIATAN DALAM KAWASAN STO BERDAYA SAING

- Ditjen Hortikultura
Benih unggul spesifik varietas, spesifik lokasi, pascapanen, sertifikasi
GAP, GHP, Registrasi bangsal pascapanen Pengolahan, Pengendalian
OPT KAWASAN STO
- Ditjen PSP BERDAYA SAING
Mekanisasi, Jaringan irigasi, Pembiayaan,
Infrastuktur
- Barantan
Market intelligence, Non-tariff barrier &
measurement
- BBPSDM
Penyuluhan/penguatan kelembagaan tani,
Motivator, Kelembagaan, Kostratani “INDONESIA
- Badan LITBANG menjadi Pemasok STO Dunia”
Pengembangan benih unggul, Demplot,
Teknologi budidaya, pascapanen dan
pengolahan, Teknologi off season, Teknologi
pengairan mikro
- BKP
PUPM, Distribusi, TTI

http://hortikultura.pertanian.go.id/
Pertimbangan
Kebijakan
1. Jamur bernilai
ekonomi tinggi
2. Budidaya Ramah
Lingkungan
3. Komoditas Ekspor
Pertimbangan
Kebijakan…(2)

4.Bahan Fitofarmaka
 Jamur maitake : obat
kanker/mencegah HIV.
Jamur ling-zhi obat anti
kanker, kebugaran,
penurunan gula dan
kolesterol, pemusnah
karsinogen.
5. Peningkatan Pemenuhan Gizi Keluarga
Kandungan Nutrisi Beberapa Jenis Jamur
(mg/100 g bahan kering)

No Jenis Jamur Protein Lemak Karbohidrat Kadar Air (%) Energi

1 Champignon
23,9 - 34, 8 1,7 - 8,0 51,3 - 62,5 78,3 - 90,5 328 - 368
(Agaricus bisporus )
2 Supa
29,7 3,1 59,7 87,3 351
(Boletus edulis )
3 Shitake
13,4 - 17,5 4,9 - 8,0 67,5 - 78,0 90,0 - 91,8 387 - 392
(Lentinus edodes )
4 Tiram
25,0 1,1 59,2 92,2 261
(Plerotus sp)
5 Merang
28,5 2,6 57,4 90,4 304
(Volvariella sp )
 Biaya Prod & Invest : Rp 61,4 juta / siklus  Biaya Prod & Invest : Rp 4,1 juta / bulan
 Pendapatan : Rp 80,5 juta / siklus  Pendapatan : Rp 6,0 juta / bulan
 Keuntungan : Rp 19.0 juta / siklus  Keuntungan : Rp 1,9 juta/ bulan

Asumsi : Asumsi :
• Luas Kubung : 144 M2 • Luas Kubung : 28 M2
• Kapasitas kubung : 5.000 baglog • Kapasitas kubung : 10 rak
• Provitas perbaglog (BER) : 0,35 kg/siklus • Provitas (BER) : 2 – 3 kg per meter
• Umur panen : 40 – 50 hari setelah inokulasi
• Umur panen : 10 – 15 hari setelah inokulasi
• Siklus tanam : 5 bulan • Siklus tanam : 10 bulan /tahun
• Produksi per siklus : 1,750 kg • Produksi per bulan : 200 kg
• Harga jual Rata-rata : Rp. 11.500,-/kg. • Harga jual Rata-rata : Rp. 30,000,-/kg.
• Bunga bank & Inflasi : belum dihitung • Bunga bank & Inflasi : belum dihitung
Penumbuhan dan Pengembangan Sentra Pengembangan dan
Pengembangan Sentra di Luar P. Jawa Pemantapanan Sentra

 Pemenuhan
Kebutuhan
Penumbuhan Sentra Nasional

2024  Ekspor
2023
Konsolidasi Potensi 2022
Sentra
2021
2020
2019

970 ha 980 ha 1.000 ha 1.000 ha 990 ha 990 ha Target Luas tanam


55.940 ton 56.517 ton 58.014 ton 58.014 ton 57.761 ton 57.791 ton Target produksi
2019 2020 2021 2022 2023 2024

52.462 ton 53.300 ton 54.156 ton 55.078 ton 56.025 ton 57.051 ton Kebutuhan
1. Identifikasi potensi, analisa ekonomi dan peluang bisnis
2. Pengembangan Kawasan Jamur
3. Peningkatan Kapasitas Petani / Kelompoktani
4. Transfer teknologi dan kerjasama Litbang dgn lembaga penelitian,
perguruan tinggi, dan LSM.
5. Kemitraan antara petani dengan pelaku usaha
6. Penguatan Regulasi dan Standardisasi
7. Koordinasi dan sinkronisasi Instansi Terkait
Penyusunan Analisa Usahatani

Penggunaan Benih Bermutu


LANGKAH
Penyusunan dan Penerapan SOP
OPERASIONAL
Pengawalan Pengendalian OPT

Penyiapan Sarana Pengolahan

Jaminan Mutu Produk (GAP & GHP)

Peningkatan Akses Pasar (Online dan Offline)


1. Pasar Online
2. Pasar lelang komoditas
3. Budidaya : Digitalisasi Lokasi Sentra Komoditas Strategis
dan Pedoman Kalender tanam (KATAM) Terpadu Modern
versi 2.7.
4. Konsultasi dengan PPL yang melek teknologi
5. Smart Farming
Olahan
Budidaya
Fitofarmaka