Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah swt. serta penulis ucapkan
terima kasih kepada asisten laboratorium yang sudah membimbing penulis
sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum tentang Uji
Lipid yang digunakan sebagai salah satu syarat yang harus penuhi untuk
menunjang mata kuliah BiokimiaTanaman tepat pada waktunya.
Diharap laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca karena didalamnya
terdapat pengetahuan mengenai UjiLipid. Penulis menyadari masih banyak
kekurangan yang terdapat pada laporan ini. Dikarenakan kurangnya pengetahuan
serta sumber buku yang didapatkan. Untuk itu, penulis harapkan kritik yang
membangun untuk lebih meningkatkan kualitas laporan ini.

Serang, Mei2018

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................ii
DAFTAR TABEL................................................................................................iii
BAB. I .PENDUHULUAN
1.1. LatarBelakang.................................................................................................1
1.2. Tujuan...................................................................................................1
BAB. II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Lipid....................................................................................2
2.2.Fungsi Lipid...........................................................................................4
2.3. Klasifikasi Lipid....................................................................................5
2.4. Uji Lipid................................................................................................6
BAB. III. METODE PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat................................................................................9
3.2. Alat dan Bahan......................................................................................9
3.3. Cara kerja..............................................................................................9
3.3.1. Metode Kerja Sifat Emulsifikasi...................................................9
3.3.2. Sifat Larut Lemak..........................................................................9
BAB. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil......................................................................................................11
4.2. Pembahasan...........................................................................................11
BAB. V. PENUTUP
5.1. Simpulan...............................................................................................15
5.2. Saran......................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................iv
LAMPIRAN.........................................................................................................v

2
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1.UjiPembentukan Emulsi........................................................................11


Tabel 1.2. Uji Kelarutan Lemak............................................................................11

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.....................................................................................................................Lata
rBelakang
Untuk mendukung metabolisme kehidupan mahluk hidup di bumi, maka
banyak hal yang mnejadi penting untuk diperoleh guna
mempertahankankehidupan dan berkembang biak sebanyak mungkin–salah satu
ciri mahluk hidup. Salah satunya adalah zat–zat atau molekul yang berperan
langsung terhadapproses metabolisme. Banyak zat–zat yang bisa diperoleh baik
dari dalam tubuhmaupun dari luar tubuh manusia.
Lipid dipergunakan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa yang terjadi
secara alami, yang berupa ester dan asam lemak rantai panjang yang dapat
disabunkan. Didalam organisme hidup, lipid mempunyai fungsi utama sebagai
sumber makanan cadangan dengan konsentrasi yang tinggi. Lipid adalah
sekelompok senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan, atau
manusia dan memegang peranan yang penting dalam struktur
danfungsi sel.Untuk memberikan definisi yang jelas tentang lipid sangat sukar,
sebab senyawa yang termasuk lipid tidak mempunyai rumus struktur yang serupa
atau mirip. Sifat kimia dan fungsi biologinya juga berbeda-beda. Walaupun
demikian, para ahli biokimia bersepakat bahwa lemak dan senyawa organik yang
kelompok yang disebut lipid. Karena lipid memiliki fungsi yang sangat utama
dalam kehidupan, maka dilakukan praktikum uji lipid ini agar mahasiswa dapat
mengetahui lebih banyak ilmu tentang lipid dan dapat mengaplikasikannya dalam
kehidupan sehari-hari.

1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum kali ini yaituuntuk mengetahui sifat-sifat
lemak secara umum, sehingga memudahkan mahasiswa dalam mengidentifikasi
kandungan lipid.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. PengertianLipid
Lipid (Yunani, lipos = lemak) adalah sekelompok besar senyawa alam yang
tak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non polar seperti n-heksan,
kloroform, dan dietil eter. Sifat inilah yang membedakan lipid dari karbohidrat,
protein, asam nukleat, dan kebanyakan molekul hayati lainnya. Struktur molekul
lipid sangat beragam, sehingga kita harus meninjau banyak gugus fungsi yang
telah kita pelajari sebelumnya. Senyawa yang termasuk kelompok lipid adalah
trigliserida, lilin, fosfolipid, glikolipid, steroid, terpen, prostaglandin, dan lain-lain
(Anwar, 2001).
Lemak dan minyak merupakan bagian terbesar dan terpenting kelompok
lipid, yaitu sebagai komponen makanan utama bagi organisme hidup. Lemak dan
minyak penting bagi manusia karena adanya asam-asam lemak esensial yang
terkandung di dalamnya. Fungsinya dapat melarutkan vitamin A, D, E, dan K
yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh Sudut pandang kesehatan
menempatkan lemak sebagai zat tenaga, pelarut vitamin, dan dalam komponen
bahan makanan, lemak memberi rasa gurih. Karakter pemberi rasa gurih pada
lemak, menyebabkan makanan yang berlemak disukai banyak orang. Implikasi
jangka panjangnya adalah akan terjadi kelebihan cadangan lemak. Hal ini
umumnya terjadi jika asupan lebih tinggi daripada kebutuhan, atau rendahnya
aktivitas fisik di saat asupan lemak dan zat gizi makro lainnya
tinggi.Untuk memberikan definisi yang jelas tentang lipid sangat sukar, sebab
senyawayang termasuk lipid tidak mempunyai rumus struktur yang serupa atau
mirip. Sifatkimia dan fungsi biologinya juga berbeda-beda. Walaupun demikian,
para ahlibiokimia bersepakat bahwa lemak dan senyawa organik yang kelompok
yangdisebut lipid. Adapun sifat fisika yang dimaksud adalah (Poedjiadi 2007):
1. Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam satu atau lebih dari satu pelarutorganik
misalnya eter, aseton, kloroform, benzena, yang sering juga disebut“pelarut
lemak”.

2
2. Ada hubungan dengan asam-asam lemak atau esternya.
3. Mempunyai kemungkinan digunakan oleh makhluk hidup.Lipid merupakan
komponen penting dalam membran sel, termasuk diantaranya fosfolipid,
glikolipid, dan dalam sel hewan adalah kolesterol.
Fosfolipid memiliki banyak kerangka gliserol (fosfogliserida) atau sfingosina
(sfingomylin). Serebrosida mengandung glukosa dan galaktosa dan dengan
kerangka sfingosina termasuk dalam glikolipid. Kolesterol merupakan senyawa
induk bagi steroid lain yang disintesis dalam tubuh. Steroid tersebut adalah
hormon-hormon yang penting seperti hormon korteks adrenal serta hormon seks,
vitamin D, dan asam empedu (Champbell, 2002).
1. Asam lemak jenuh
Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung ikatan tunggal
pada rantai hidrokarbonnya. Asam lemak jenuh mempunyai rantai zig-zig yang
dapat cocok satu sama lain, sehingga gaya tarik vanderwalls tinggi, sehingga
biasanya berwujud padat. Misalnya (Kimball, 1999),
Asam butirat, CH3(CH2)2CO2H
Asam palmitat, CH3(CH2)14CO2H dan
Asam stearat, CH3(CH2)16CO2H 
2.  Asam lemak tidak jenuh
Asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung satu ikatan
rangkap pada rantai hidrokarbonnya . asam lemak dengan lebih dari satu ikatan
dua tidak lazim,terutama terdapat pada minyak nabati,minyak ini disebut
poliunsaturat. Trigliserida tak jenuh ganda (poliunsaturat) cenderung berbentuk
minyak sedangkan trigliserida jenuh cenderung berbentuk lemak (Kimball, 1999).
Misalnya,
CH3(CH2)5CH=CH(CH2)7CO2H (asam palmitoleat)
CH3(CH2)7CH=CH(CH2) 7CO2H (asam oleat)
CH3(CH2)4CH=CHCH2CH=CH(CH2)7CO2H (asam linoleat)
CH3CH2CH=CHCH2CH=CHCH2=CH(CH2) 7CO2H (asam linolenat).
Pada hakekatnya, asam lemak tidak jenuh memiliki titik lebur yang lebih
rendah dibandingkan asam lemak jenuh. Contohnya, asam lemak jenuh C18 (asam

3
stearat) memiliki titih didih 70oC; suatu bentuk monoenoat (asam oleat) melebur
pada 13oC dan suatu bentuk dienoat (asam linoleat) pada -5oC.
Lemak merupakan komponen utama dari membrane sistem kehidupan, Dua
tipe lemak yang dapat tersaponifikasi dalam membrane memiliki suatu gugusan
fosfat dalam strukturnya dan dengan demikian disebut fosfolipid.Salah satu jenis
memiliki gliserol sebagai senyawa induk (fosfogliserida) dan yang lain memiliki
sfingosin (sfingolipid). Dua komponen lemak lain yang penting dari membrane
adalah glikolipid yang mengandung karbohidrat dan steroid kolesterol, yang
disebut terakhir ini merupakan suatu lemak non-saponifikasi yang berasal dari
eukariotik yang ditemukan dalam membrane seluler hewan (Poedjiadi, 2007). 

2.2. Fungsi Lipid


Lipid (Lemak) merupakan nutrisi yang penting kepada tubuh manusia. Lemak
berfungsi sebagai sumber tenaga tubuh.Nomenklatur lainnya penting kepada bayi
dan kanak-kanak di mana lemak memberi bekal dalam bentuk kalori untuk
menghasilkan tenaga serta berfungsi di dalam keseimbangan cairan tubuh,
tekanan osmotik, keseimbangan asid-bes serta aktivitas elektrofisiologi otot dan
sistem saraf.Lemak pula digunakan sebagai atribut rasa dan tekstur
makanan.Penggunaan secara banyak di dalam industri makanan telah
menimbulkan kebimbangan kepada pengguna terhadap kandungan nutrisi di
dalam makanan terproses ini (Purwo, 1993).
Secara umum dapat dikatakan bahwa lipid memenuhi fungsi dasar bagi
manusia, yaitu (Robert, 2002) :
 Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak.
 Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen struktural pada membran
sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein  demi   menjalankan
aliranair  ion, dan molekul lain, keluar dan masuk kedalam sel
 Lipid dapat berguna sebagai penyerap dan pembawa vitamin A, D, E dan
K.
 Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan
melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.

4
 Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energy di dalam tubuh dan     
komponen yang membentuk membrane semua jenis sel.
 Sebagai hormon dan vitamin. Hormon mengatur komunikasi antar sel,
sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis
 Pembentukan sel dan sumber asam lemak esensial; yang bersifat sebagai
pemeliharadan integritas membran sel, mengoptimalkan transpor lipid (karena
keterbatasanfosfolipid sebagai agen pengemulsi.
 Lipid sebagai sumber steroid, yang sifatnya meningkatkan fungsi-fungsi
biologisyang penting Contoh : Sterol (kolesterol) dilibatkan dalam sistem
pemeliharaanmembran, untuk transpor lipid dan sebagai prekursor vitamin D3
asam empedu dan,adrenal dan kortikosteroid).
 Dari aspek teknologi makanan, lipid bertindak sebagai pelicin makanan
yangberbentuk pellet, sebagai zat yang mereduksi kotoran dalam makanan dan
berperandalam kelezatan makanan.

2.3. Klasifikasi Lipid


Senyawa-senyawa yang termasuk lipid dapat dibagi dalam beberapa
golongan. Ada beberapa cara penggolongan yang dikenal. Bloor membagi lipid
dalam tiga golongan besar, yaitu:
1.   Lipid sederhana, yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol, contohnya
lemak atau gliserida dan lilin (waxes).
2.    Lipid gabungan yaitu ester asam lemak yang mempunyai gugus tambahan,
contohnya fosfolipid, cerebrosida.
3.    Derivate lipid, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid,
contohnya asam lemak, gliserol dan sterol.
Di samping itu berdasarkan sifat kimianya yang penting, lipid dapat dibagi
dalam dua golongan besar, yaitu lipid yang dapat disabunkan, yakni yang dapat
dihidrolisis dengan basa, contohnya lemak, dan lipid yang tidak dapat disabunkan,
contohnya steroid (Champbell, 2002).
Karakterisrik lipid yaitu (Damara, 2017):

5
1. Lipid seperti lilin (wax), lemak, minyak, dan fosfolipid adalah ester yang jika
dihidrolisis dapat menghasilkan asam lemak dan senyawa lainnya termasuk
alkohol.
2. Steroid tidak mengandung asam lemak dan tidak dapat dihidolisis.
3. Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida.
Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam
lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan
gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah
sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida.
Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah
trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam
pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen
tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2),
dan air (H2O).
4. Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol
merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan
komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara
untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk
membentuk dan mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya
Estrogen dan Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ).

2.4. Uji-Uji Lipid


1.Uji Kelarutan Lipid
Pada umumnya lemak atau minyak tidak larut dalam air, tetapi sedikit larut
dalam alkohol dan larut sempurna dalam pelarut organik seperti eter,
kloroform, aseton, benzena, atau pelarut non polar lainnya.Minyak dalam air
akan membentuk emulsi yang tidak stabil karena bila dibiarkan, maka kedua
cairan akan memisah menjadi dua lapisan. Sebaliknya, minyak dalam soda
(Na2CO3) akan membentuk emulsi yang stabil, karena asam lemak yang bebas
dalam larutan lemak bereaksi dengan soda membentuk sabun. Sabun
mempunyai daya aktif permukan, sehingga tetes minyak menjadi tersebar
seluruhnya (Panagan, 2012).

6
2.Uji Pembentukan Emulsi
Emulsi adalah dispersi atau suspensi metastabil suatu cairan dalam cairan lain
dimana keduanya tidak saling melarutkan. Agar terbentuk emulsi yang stabil,
diperlukan suatu zat pengemulsi yang disebut emulsifier atau emulsifying
agent, yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan antara kedua fase
cairan. Bahan emulsifier dapat berupa protein, gom, sabun, atau garam
empedu.Daya kerja emulsifier terutama disebabkan oleh bentuk molekulnya
yang dapat terikat, baik pada minyak ataupun air (Panagan, 2012).
3.Uji Keasaman Minyak
Minyak murni umumnya bersifat netral, sedangkan minyak yang sudah tengik
bersifat asam. Hal ini disebabkan minyak mengalami hidrolisis dan oksidasi
menghasilkan aldehida, keton, dan asam-asam lemak bebas.Proses ketengikan
pada lemak atau minyak dipercepat oleh adanya cahaya, kelembaban,
pemanasan, aksi mikroba, dan katalis logam tertentu seperti fe, Ni atau Mn.
Sebaliknya zat-zat yang dapat menghambat terjadinya proses ketengikan
disebut antioksidan (Ketaren, 1986).
4.Uji Sifat Ketidak jenuhan Minyak
Komposisi asam lemak dalam trigliserida terdiri atas asam lemak jenuh dan
asam lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak
mempunyai ikatan rangkap, sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam
lemak yang mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap.Sumber asam lemak
jenuh banyak terdapat dalam hewan (lemak hewani) seperti asam palmitat dan
asam stearat. Sedangkan, asam lemak tidak jenuh kebanyakan berasal dari
tanaman (lemak nabati) dan beberapa diantaranya merupakan asam lemak
esensial seperti asam oleat, asam linoleat dan asam linolenat. Asam lemak
tidak jenuh dapat menghilangkan air brom karena adisi brom pada ikatan
rangkap (Ketaren, 1986).
5.Uji Penyabunan Minyak
Lemak dan minyak dapat terhidrolisis, lalu menghasilkan asam lemak dan
gliserol. Proses hidrolisis yang disengaja biasa dilakukan dengan penambahan
basa kuat, seperti NaOH atau KOH melalui pemanasan  dan menghasilkan

7
gliserol dan sabun. Proses hidrolisis minyak oleh alkali disebut reaksi
penyabunan atau saponifikasi (Anwar, 2001).
6.Uji Kolesterol
Kelompok lipid seperti fosfolipid dan sterol merupakan komponen penting
yang terdapat dalam membran semua sel hidup. Kolesterol adalah sterol utama
yang terdapat di alam. Untuk mengetahui adanya sterol dan kolesterol, dapat
dilakukan uji kolesterol menggunakan reaksi warna. Salah satu diantaranya
adalah Lieberman Burchard. UJi ini positif bila reaksi menunjukkan warna
yang berubah dari merah, kemudian biru dan hijau. Warna hijau yang terjadi
sebanding dengan konsentrasi kolesterol dalam bahan (Anwar, 2001).
7. Uji Kristal Kolesterol
Kolesterol terdapat pada hampir semua sel hewan dan manusia. Pada tubuh
manusia, kolesterol terdapat dalam darah, empedu, kelenjar adrenalin bagian
luar (adrenal cortex), dan jaringan syaraf. Jika kadar kolesterol dalam darah
terlalu tinggi, maka akan mengendap membentuk kristal. Endapan kolesterol
dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (arteriossclerosis) karena
dindingnya menjadi tebal. Akibatnya, elastisitas pembuluh darah menjadi
berkurang, sehingga aliran darah terganggu (Anwar, 2001).

8
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat


Pada praktikum Uji Lipiddilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi
Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada
hari Jum’at, 27April 2018 pada jam 07.30 – 09.10 WIB.

3.2. AlatdanBahan
PadapraktikumUji Lipid, alat yang digunakanyaitu tabung reaksi, rak tabung
reaksi, pipet tetes, mikropipet, mikrotube, hot plate.Sedangkanbahan yang
digunakanyaituair, minyak bermerek, larutan Na2Co30,5 %, alkohol 96%,
ether/kloroform/hekson, tissu, kertas label, sunlight.

3.3. Cara Kerja


Adapuncarakerjapadapraktikum kali iniyaitu:
3.3.1. Metode Kerja Sifat Emulsifikasi
1. Dimasukkan air kedalam 3 buah tabung reaksi masing-masing sebanyak 5
ml
2. Pada setiap tabung reaksi diberi perlakuan masing-masingg sebagai berikut
 Tabung I, ditambahkan 1 tetes minyak lalu segera dikocok kuat-kuat
 Tabung II, ditambahkan 3 tetes Na2Co3 0,5% dan satu tetes minyak lalu
segera kocok kuat-kuat
 Tabung III, ditambahkan 3 tetes larutan sabun dan satu tetes minyak
lalu segera kocok kuat-kuat

9
3. Perhatikan pada tabung reaksi mana yang emulsi-emulsinya nampak
setelah dikocok dan sesudah ditenangkan selama 20 menit

3.3.2. Sifat Larut Lemak


1. Masukkan kedalam 4 buah tabung reaksi masing-masing 2 ml larutan air,
alkohol 96%, alkohol 96% panas, ether/kloroform/hekson
2. Tambahkan 2 tetes minyak kedalam masing-masing tabung reaksi
3. Segera kocok sebentar, lalu perhatikan larutan minyak pada keempat
tabung tersebut

10
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Tabel 1.1. Uji Pembentukan Emulsi
No Perlakuan Hasil Keterangan
1. Air + minyak Tidak stabil Larutan air + minyak
tidak menyatu
2. Air + Na2Co3 + minyak Stabil Larutan Air + Na2Co3 +
minyak menyatu
3. Air + larutan sabun + Stabil Larutan Air + larutan
minyak sabun + minyak
menyatu

Tabel 1.2. Uji Kelarutan Lemak


No Perlakuan Hasil Keterangan
1. Air + minyak Tidak larut Minyak tidak larut
dalam air
2. Alkohol 96% + minyak Larut Minyak terlarut dalam
alkohol 96%
3. Alkohol 96% (panas) + Larut Minyak terlarut dalam
minyak alkohol panas 96%
4. Kloroform + minyak Larut Minyak terlarut dalam
kloroform

4.2. Pembahasan
Pada praktikum kali ini membahas tentang uji lipid. Lipid adalah sekelompok
besar senyawa alam yang tak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik

11
non polar seperti n-heksan, kloroform, dan dietil eter. Pada praktikum kali ini
dilakukan dua kali uji yang berbeda yaitu uji pembentukan emulsi dan uji
kelarutan lemak.Hal yang pertama dilakukan pada praktikum kali ini yaitu
menyiapkan alat ddan bahan yang terdiri dari tabung reaksi, rak tabung reaksi,
pipet tetes, mikropipet, mikrotube, hot plate.Sedangkanbahan yang
digunakanyaituair, minyak bermerek, larutan Na2Co30,5 %, alkohol 96%,
ether/kloroform/hekson, tissu, kertas label, sunlight. Setelah itu, sebelum
praktikum dimulai, asisten laboratorium memberikan materi tentang lipid kepada
praktikan agar pada saat dilakukannya praktikum, praktikan tidak kesulitan.
Praktikum atau percobaan yang dilakukan pertama kali tentang uji
ppembentukan emulsi. Emulsi adalah dispersi atau suspensi metastabil suatu
cairan dalam cairan lain dimana keduanya tidak saling melarutkan. Agar terbentuk
emulsi yang stabil, diperlukan suatu zat pengemulsi yang disebut emulsifier atau
emulsifying agent, yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan antara kedua
fase cairan. Bahan emulsifier dapat berupa protein, gom, sabun, atau garam
empedu. Pada uji ini digunakan bahan yaitu air, minyak, Na2Co3dan larutan sabun,
yang pertama kali dilakukan yaitu memeasukkan air sebanyak 5 ml kedalam 3
tabung reaksi. Pengambilan air dilakukan dengan menggunakan mikropipet agar
volume yang diinginkan sesuai karena pada saat menggunakan pipet tetes,
volumenya tidak sesuai antara tabung satu dengan yang lain. Setelah dimasukkan
air, setiap tabung diberikan perlakuan yang berbeda-beda. Pada tabung I
ditambahkan 1 tetes minyak, tabung II, ditambahkan 3 tetes Na2Co30,5% dan satu
tetes minyak dan tabung III, ditambahkan 3 tetes larutan sabun dan satu tetes
minyak lalu segera kocok kuat-kuat. Saat dikocok kuat-kuat, maka antara larutan
air dan minyak keduanya akan membentuk sistem disperse yang disebut emulsi.
Setelah dikocok dengan kuat kemudian diamkan tabung ke rak tabung reaksi dan
diamati selama 20 menit atau sampai terjadi emulsi.
Pada pengamatan yang dilakukan pada tabung I yang diisi dengan air lalu
ditambahkan minyak. Terbentuk emulsi tetapi emulsinya stabil atau dengan kata
lain bahwa kedua cairan ini tidak larut (tidak menyatu), larutan mengalami emulsi
stabil dikarenakan adanya emulsigator pada reagen uji sehingga kondisinya stabil.

12
Pada tabung II yang diisi dengan air lalu ditambahkan minyak, dan
Na2CO3 mengalami emulsi tapi tidak stabil karena ketiga cairan ini dapat menyatu
(larut). Larutan mengalami emulsi tidak stabil dikarenakan tidak adanya
emulsigator pada reagen uji sehingga kondisinya stabil. Menurut sumber, jika
larutan Na2CO3 ditambahkan dengan minyak maka akan menjadi sabun. Dimana
sabun tidak dapat larut dalam lemak. Hal ini sesuai dengan pernyataan Robert
(2002), minyak dalam soda (Na2CO3) akan membentuk emulsi yang stabil, karena
asam lemak yang bebas dalam larutan lemak bereaksi dengan soda membentuk
sabun. Sabun mempunyai daya aktif permukan, sehingga tetes minyak menjadi
tersebar seluruhnya.
Pada tabung III yang diisi dengan air lalu ditambahkan minyak serta larutan
sabun mengalami emulsi tapi tidak stabil karena ketiga cairan ini dapat menyatu
(larut), karena sabun merupakan  larutan yang bersifat basa sehingga dapat saling
berikatan dengan ikatan minyak zaitun. Larutan mengalami emulsi tidak stabil
dikarenakan tidak adanya emulsigator pada reagen uji sehingga kondisinya stabil.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Poedjiadi (2006), yang menyatakan bahwa
sabun digunakan sebagai bahan pembersih kotoran, terutama kotoran yang
bersifat lemak atau minyak karena sabun dapat mengemulsikan lemak atau
minyak. lemakmempunyaisifattidaklarutdanteremulsidalam air.
Uji kedua yang dilakukan adalah uji tentang kelarutan lemak. Bahan pelarut
yang digunakan yaitu air, Na2CO3, Alkohol 96%  dan Kloroform. Pada umumnya
lemak atau minyak tidak larut dalam air, tetapi sedikit larut dalam alkohol dan
larut sempurna dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, aseton, benzena,
atau pelarut non polar lainnya. Minyak dalam air akan membentuk emulsi yang
tidak stabil karena bila dibiarkan, maka kedua cairan akan memisah menjadi dua
lapisan. Langkah pertama yang dilakukan yaitu masukkan kedalam 4 buah tabung
reaksi masing-masing 2 ml larutan air, alkohol 96%, alkohol 96% panas,
ether/kloroform/hekson. Untuk alkohol panas, dipanaskan terlebih dahulu dengan
menggunakan hot plate sampai suhu yang diinginkan. Kemudian tambahkan 2
tetes minyak kedalam masing-masing tabung reaksi, langkah terakhir setelah
bahan dicampur segera kocok sebentar, lalu perhatikan larutan minyak pada
keempat tabung tersebut.

13
Pada tabung I yaitu minyak dan air antara kedua larutan tersebut tidak larut
melainkan hanya bercampur sementara, setelah didiamkan sesaat, larutan kembali
seperti semula. Hal ini disebabkan karena sifat lemak yang terdapat ada minyak
yang tidak bisa bercampur dengan ait. Pada tabung II yaitu tabung yang berisi
larutan alkohol 96% dan minyak setelah dilarutkan dan dikocok sebentar
didapatkan hasil bahwa antara kedua larutan tersebut larut, namun tidak larut
sempurna, minyak hanya akan larut sempurna dalam pelarut organik. Pada tabung
kedua ini, warna larutan berupa bening, dan antara minyak dan alkohol masih bisa
dilihat adanya pemisahan meskipun sedikin dan tidak sebanyak pada larutan air
dan minyak. Pada tabung reaksi III, hasil yang diperoleh setelah dilakukan uji
yaitu bahwa larutan alkohol 96% panas dan minyak menyatu. Hasil ini sama
dengan hasil dari tabung yang kedua karena menggunakan bahan yang sama
namun bedanya alkohol pada tabung ketiga dipanaskan terlebih dahulu. Jika pada
tabung kedua alkohol tdak larut secara sempurna pada minyak, maka pada tabung
reaksi yang ketida ini alkohol panas larut dengan minyak karena suhu yang tinggi
sehingga mengakibatkan kedua larutan tersebut larut dengan sempurna. Pada
hakekatnya, asam lemak tidak jenuh memiliki titik lebur yang lebih rendah
dibandingkan asam lemak jenuh. Contohnya, asam lemak jenuh C18 (asam stearat)
memiliki titih didih 70oC; suatu bentuk monoenoat (asam oleat) melebur pada
13oC dan suatu bentuk dienoat (asam linoleat) pada -5oC.
Pada tabung IV yaitu tabung reaksi yang berisi larutan minyak dan kloroform
hasilnya yaitu antara kedua larutan tersebut larut dengan sempurna karena
kloroform termasuk kedalam pelarut organik sehingga dipastikan akan larut dalam
lemak. Minyak dapat larut dalam eter dan kloroform karena minyak dapat larut
dalam pelarut non polar seperti eter dan kloroform.
Suatu zat dapat larut dalam pelarut jika mempunyai nilai polaritas yang sama,
yaitu zat polar larut dalam pelarut bersifat polar dan tidak larut dalam pelarut non
polar. Minyak dan lemak tidak larut dalam air. Minyak dan lemak hanya sedikit
larut dalam alkohol, tetapi akan melarut sempurna dalam etil eter, karbon sulfide,
dan pelarut-pelarut halogen. Asam lemak rantai pendek dapat larut dalam air,
semakin panjang rantai asam lemak maka kelarutannya dalam air semakin

14
berkurang. Asam lemak tidak jenuh sangat mudah melarut dalam pelarut organic
dibandingkan dengan asam lemak jenuh

BAB V
PENUTUP

5.1. Simpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa uji
lipiddapat dilakukan dengan dua cara yaitu uji kelarutan lipid dan uji
pembentukan emulsi. Lipid adalah sekelompok besar senyawa alam yang tak larut
dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non polar seperti n-heksan,
kloroform, dan dietil eter. Pada uji pembentukan emulsi digunakan 3 tabung
eraksi dengan larutan yang berbeda-beda. Pada tabung yang berisi air dan minyak
menunjukkan bahwa antara kedua larutan tersebut tidak dapat larut sedangkan
pada tabung kedua yang berisi air dan minyak serta Na2CO3, hasilnya larutan
tersebut larut meskipun terdapat minyak didalamnya karena minyak akan berubah
menjadi sabung jika ditambahkan dengan soda (Na2CO3), pada tabung ketidapun
menunjukkan hasil yang sama seperti tabung kedua. Pada uji kelarutan lemak,
hasil yang dapat dilihat dari tabung pertama, minyak dan air tidak larut karena
sifat lemak yang memang tidak dapat larut pada air, pada tabung kedua yaitu air
dan alkohol 96% larutan tersebut larut namun tidak sempurna, sedangkan pada
tabung reaksi yang ketiga yaitu alkohol 96% panas dan air juga larut. Sedangkan
pada tabung terakhir yang berisi kloroform dan minyak, kedua larutan tersebut
larut dengan sempurna karena kloroform merupakan pelarut organik.

5.2. Saran
Saran sayadalampraktikumuji lipidadalahsebaiknya praktikan memahami
terlebih dahulumetodeyang akan dilakukan. Alat yang digunakan harus dalam
keadaan bersih dan harus berhati hati saat penggunaan sampel karena mudah

15
rusak, serta dalam melakukan uji tersebut praktikan harus lebih seksama dan teliti
dalam melakukan perhitungan agar hasil yang didapat juga tidak salah..

16
DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Lehinger. 2001. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Erlangga.


Campbell, N. A. 2002. Biologi Jilid I. Erlangga. Jakarta. 
Damara, Dudi, dkk. 2017. Analisis Lipid Dengan Cara Uji Kelarutan Lemak Dan
Reaksi Penyabunan. Vol. 2, No. 1
Ketaren, S. 1986. Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta: UI Press.
Kimball, J. W. 1999. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga.
Panagan, Almunady, dkk. 2012. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Asam Lemak
Tak Jenuh Omega-3, Omega-6 dan Karakterisasi Minyak. Vol. 15, No. 3
Poedjiadi, Anna, 2006. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia
PRESS
Purwo, Arbianto. 1993. Konsep-konsep Dasar Biokimia. Bandung: Kimia Farma-
Institut Teknik Bandung.
Robert K. Murray, et all., 2002, Biokimia Harper. Jakarta: Erlangga

iv
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai