Anda di halaman 1dari 1

6.

Trend in International Mathematics and Science Study (TIMSS) menunjukkan bahwa


kemampuan literasi matematika siswa Indonesia berada di bawah skor rata-rata. Hal yang
mendasar dalam pembelajaran matematika di Indonesia adalah pandangan terhadap
matematika yang semata-mata dinilai sebagai ilmu berhitung padahal kemampuan
matematika yang diharapkan juga mencakup kemampuan menganalisis, berpikir kritis dan
bernalar, dan mengkomunikasikan gagasan dalam menafsirkan dan memecahkan masalah
serta dalam membuat keputusan. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi pengetahuan
siswa adalah kemampuan guru melaksanakan proses pembelajaran. Menurut kelompok
kalian, apa saja yang dapat dilakukan guru sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan
kemampuan literasi matematika siswa dalam rangka mendukung program merdeka belajar
dan berikan contoh konkret nya!

Jawab :

Menurut kelompok kami, yang dapat dilakukan guru sebagai agen pembelajaran untuk
meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa adalah membantu siswa membangun
pemikiran yang positif tentang matematika. Tanamkan kepada diri siswa bahwa matematika
itu tidak sulit dan matematika bukan hanya soal ilmu menghitung tetapi juga mencakup
kemampuan menganalisi, merumuskan, menafsirkan matematika untuk pemecahan masalah.
Bakan matematika juga mencakup kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan membantu
pengambilan suatu keputusan dengan baik. Upaya lain yang harus dilakukan guru yaitu
melakukan inovasi dalam pembelajaran yang efektif. Guru harus memberi kesempatan
kepada siswa untuk membangun pengetahuan sendiri dan menerapkan hubungan matematika
dalam kehidupannya. Pembiasaan yang dilakukan guru dapat dilakukan dengan menerapkan
berbagai metode mengajar, agar kemampuan literasi matematika siswa meningkat. Strategi
mengajar yang tepat, yaitu strategi mengajar yang mengajak siswa untuk terlatih dalam
mengemukakan ide/gagasan atau pendapatnya saat menyelesaikan soal-soal yang diberikan
baik melalui pengungkapan lisan maupun tulisan, diharapkan dapat meningkatkan
kemampuan penalaran, representasi, komunikasi dan argumentasi, serta terampil dalam
menggunakan alat-alat matematikanya yang berdampak pada peningkatan kemampuan
literasi matematika. Contoh konkret upaya guru untuk meningkatkan kemampuan literasi
matematika siswa yaitu dengan menggunakan alat-alat bantu matematis yaitu bentuk-bentuk
bangun ruang dalam materi kesebangunan. Contohnya bentuk balok, kubus, limas, dll. Guru
juga dapat meminta siswa menyebutkan bentuk-bentuk bangun ruang yang ada dalam
kehidupan sehari-hari.