Anda di halaman 1dari 11

AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk

pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan


pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan
tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (Peraturan Pemerintah No.
27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).
•Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah

•Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan

hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan

•Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha

dan/atau kegiatan

•Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan

lingkungan hidup

•Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu

rencana usaha dan atau kegiatan


Dokumen AMDAL terdiri dari :

•Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)

•Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)

•Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)

•Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)


PELANGGARAN KA AMDAL PERTAMBANGAN PASIR BESI
KULONPROGO

KA AMDAL yang diajukan oleh PT Jogja Mangasa Iron ( JMI ) ditunding


melanggar persyaratan AMDAL karena tidak memperhatikan peraturan tata
ruang oleh Direktur Walhi Jogjakarta. Ratusan warga yang terikat dalam Front
Pembela Tanah Takyat meminta pemerintah DIY menghentikan rencana
penambangan pasir besi diatas tanah yang telah mereka kelola kurang lebih 20
tahun.

Direktur Walhi Yogyakarta, Suparlan mengungkapkan, pihaknya melihat adanya


penyimpangan dalam penilaian KA Amdal oleh ketua tim penilai beserta
anggotanya. Pasalnya, sudah jelas diketahui adanya pelanggaran dan KA Amdal
tersebut tetap saja diloloskan.
Pesisir pantai Kulonprogo masuk dalam peta rawan
bencana tsunami dan banjir. Dimana sesuai aturan,
kawasan rawan bencana merupakan kawasan lindung
yang tidak boleh diutak-atik.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah tentang rencana


tata ruang nasional nomor 26 tahun 2008,
seharusnya kawasan pesisir pantai Kulonprogo
masuk kawasan lindung. Namun mengapa masih
diteruskan untuk menjadi proyek penambangan
pasir besi.
Sesuai dengan SK Bupati nomor 140 tertanggal 11 Mei 2010
tentang pemanfaatan ruang kawasan pesisir selatan Kulonprogo,
seharusnya daerah yang dimaksud hanya boleh digunakan untuk
lahan pertanian dan perikanan. Jika kemudian disalahgunakan,
hal tersebut jelas melanggar undang-undang tata ruang nomor 26
tahun 2007

"Dalam undang-undang tersebut di pasal 37 ayat 7 jika terjadi


pelanggaran maka akan dipidanakan sesuai dengan pasal 73 ayat 1
dengan ancaman maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 500
juta.
Dalam Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1999 mengenai komposisi
penilaian Amdal juga disebutkan bahwa pihak terkait wajib memasukkan
aspirasi masyarakat yang terkena dampak langsung terhadap Amdal
tersebut
 KA AMDAL yang diajukan PT JMI terdapat pelanggaran karena
tidak memperhatikan Peraturan Tata Ruang Nasional UU No. 26
tahun 2008
“ kawasan rawan bencana merupakan kawasan lindung
yang tidak boleh diutak-atik.”

 KA AMDAL tersebut tidak sesuai dengan SK Bupati nomor 140


tertanggal 11 Mei 2010 tentang pemanfaatan ruang kawasan pesisir
selatan Kulonprogo
“ Kawasan pesisir selatan Kulonprogo hanya boleh
digunakan untuk lahan pertanian dan perikanan.”

 Sanksi sesuai pasal 37 ayat 7


“ Jika terjadi pelanggaran maka akan dipidanakan
sesuai dengan pasal 73 ayat 1 dengan ancaman
maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 500 juta.”
 Izin Usaha dan perindustrian PT. JMI perlu dicabut dan
ditangguhakan sementara waktu hingga proses hukum selesai.

 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, DPRD Jogjakarta, serta


Komisi Penilai AMDAL perlu mengkaji lebih teliti mengenai KA AMDAL
yang diajukan oleh PT. JMI agar penyalahan izin perindustrian tidak
terjadi kembali dan sesuai dengan persyaratan kelayakan izin industri
yang tidak mencemari lingkungan sehingga tidak terjadi korban yang
akan dirugikan nantinya.

 Dilakukannya investigasi apakah terjadi pelanggaran hukum dalam hal


pemberian izin usaha tersebut karena dalam hal ini KA AMDAL yang
diajukan PT. JMI jelas-jelas telah melanggar Peraturan Pemerintah
mengenai tata ruang nasioanal.
 http://www.krjogja.com/news/detail/62580/KA.Amdal.Pa
sir.Besi.Melanggar..Walhi.Lapor.Polda.DIY.html

 http://www.greenradio.fm/index.php?option=com_conten
t&view=article&id=4002:tolak-pertambangan-pasir-besi-
kulon-progo-&catid=1:latest-news&Itemid=338