Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL JURNAL REVIEW

EVALUASI HASIL BELAJAR

Dosen Pengampu : Ibu Dra. Marnala Tobing, M.Pd,


Vita Pujawanti Dhana, S.Pd.,M.Pd.

Dinda permata sari


5182144005
Mata Kuliah : Evaluasi Hasil Belajar

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TATA RIAS


FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2020/2021
Critical Review Jurnal Evaluasi Hasil Belajar I

Judul : EVALUASI IMPLEMENTASI STANDAR PENILAIAN PADA


PEMBELAJARAN BATIK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jurnal : Jurnal Evaluasi Pendidikan
Volume dan halaman : Volume 1, no 2

Download : http://journal.student.uny.ac.id/ojs/ojs/index.php/jep/article/view/79

Tahun : 13 Juni 2013

Penulis : - Ismiyatun

- Samsul Hadi

Reviewer : Dinda permata sari

Tanggal : 05 oktober 2020

Tujuan Penelitian :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas implementasi standar penilaian


pendidikan pada pembelajaran batik sekolah menengah kejuruan (SMK) di Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY), khususnya tentang: (1) prinsip penilaian, (2) teknik dan instrumen penilaian,
(3) mekanisme dan prosedur penilaian, (4) penilaian yang dilakukan oleh pendidik, (5) penilaian
yang dilakukan oleh satuan pendidikan, dan (6) penilaian yang dilakukan oleh pemerintah.
Populasi dalam penelitian ini adalah lima SMK yang mengajarkan batik, yaitu: SMK Negeri 2
Sewon, SMK Negeri 5 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 2 Lendah, SMK Negeri 1 Kalasan, dan
SMK Negeri 1 Kokap. Sumber data berasal dari kepala sekolah, guru yang mengajar batik, dan
siswa kelas XI yang belajar batik.

Subjek Penelitian : Guru SMK di DIY dan siswa kelas XI


Assesment Data : Data yang disajikan lengkap dan jelas, serta real dengan pengujian yang
telah dilakukan.

Kata Kunci : Implementasi standar penilaian, pembelajaran batik, sekolah menengah


kejuruan

Metode Penelitian : Metode Angket (pendekatan deskriptif kuantitatif)

Langkah Penelitian :

Evaluasi Prinsip-Prinsip Penilaian

Critical Journal Review – Dinda permata sari (5182144005)


)| 2
Beberapa prinsip yang harus diperhati-kan oleh guru dalam melakukan penilaian, meliputi: adil,
objektif, sahih, terbuka, terpadu, dan beracuan kriteria.
Penilaian hasil belajar peserta didik di lima SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilakukan
oleh pendidik, sekolah, dan pe-merintah sudah melaksanakan prinsip penilaian dengan baik tapi
belum optimal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ketercapaian prinsip-prin-sip penilaian oleh
lima SMK tersebut sebesar 65,78%.
Ketidaktercapaian sesuai dengan stan-dar penilaian pendidikan disebabkan oleh ada-nya
prinsip-prinsip penilaian yang belum dilak-sanakan dengan baik. Prinsip-prinsip penilaian tersebut
adalah prinsip objektif dalam mem-berikan penilaian dan prinsip sahih. Prinsip objektif dalam
penilaian berarti penilaian di-dasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi
subjektivitas penilai. Prinsip sahih dalam penilaian berarti penilaian didasar-kan pada data yang
mencerminkan kemampuan yang diukur.

Evaluasi Teknik dan Instrumen Penilaian

Evaluasi terhadap teknik dan instrumen penilaian meliputi pemahaman teknik penilaian dan
penggunaan instrumen penilaian yang be-rupa: tes (tertulis, lisan, praktik/kinerja), obser-vasi,
penugasan, portofolio, dan jurnal. Kom-binasi penggunaan berbagai teknik penilaian di atas akan
memberikan informasi yang lebih akurat tentang kemajuan belajar peserta didik. Hasil evaluasi
terhadap teknik dan in-strumen penilaian menunjukkan bahwa rata-rata pendidik SMK di Daerah
Istimewa Yogyakarta memahami dan menggunakan instrumen peni-laian dengan baik, meskipun
masih belum keseluruhan. Hasil evaluasi menunjukkan bah-wa tingkat ketercapaian implementasi
kompo-nen teknik dan instrumen penilaian SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 65,13%.
Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa ketidaktercapaian memenuhi sesuai de-ngan standar
penilaian disebabkan ada beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Evaluasi Penilaian oleh Pendidik

Evaluasi penilaian oleh pendidik meli-puti pembuatan rancangan penilaian dan kriteria penilaian,
pengembangan indikator pencapaian kompetensi dasar dan teknik penilaian, pengem-bangan
instrumen, pelaksanan penilaian, peng-olahan hasil penilaian, pengembalian hasil penilaian,
pemanfaatan hasil penilaian, dan pelaporan hasil penilaian pada akhir semester. Hasil evaluasi
terhadap penilaian oleh pendidik menunjukkan tingkat ketercapaian rata-rata SMK di Daerah
Istimewa Yogyakarta sesuai dengan standar penilaian pendidikan adalah baik, yaitu sebesar
61,38%.
Ketidaktercapaian dalam memenuhi standar penilaian tersebut disebabkan karena beberapa aspek
belum terlaksana secara opti-mal. Aspek-aspek tersebut adalah: pembuatan rancangan penilaian
dan kriteria penilaian, pe-ngembangan indikator pencapaian kompetensi dasar dan teknik
penilaian, pengembangan in-strumen, dan pemanfaatan hasil penilaian.

Critical Journal Review – Dinda permata sari (5182144005)


)| 3
Hasil Penelitian :

Hasil implementasi standar penilaian pada pembelajaran batik yang dilaksanakan di lima SMDIY
pada masing-masing kom-ponen tersebut adalah sebagai berikut.

Komponen Prinsip Penilaian

Komponen prinsip-prinsip penilaian yang dievaluasi meliputi: prinsip objektif, adil, terpadu, dan
terbuka. Hasil pengolahan angket evaluasi implementasi standar penilaian pada

Nilai rata-rata komponen prinsip pe-nilaian di SMK Negeri 5 Yogyakarta untuk angket
siswa sebesar 14,97 (66,47%) dan untuk angket guru sebesar 3,38 (79,33%). Sesuai de-ngan
kategori penilaian untuk komponen prin-sip penilaian untuk angket siswa nilai rata-rata masuk
dalam kategori baik. Sedangkan kom-ponen prinsip penilaian untuk angket guru nilai rata-ratanya
masuk dalam kategori sangat baik. Nilai keseluruhan adalah 18,35 (68,61%) ter-masuk dalam
kategori baik.

Nilai rata-rata komponen prinsip peni-laian di SMK Muhammadiyah 2 Lendah untuk


angket siswa sebesar 13,75 (58,33%) dan untuk angket guru sebesar 3,50 (83,33%). Sesuai
dengan kategori penilaian untuk komponen prinsip penilaian untuk angket siswa nilai rata-rata
masuk dalam kategori baik. Sedangkan komponen prinsip penilaian untuk angket guru nilai rata-
ratanya masuk dalam kategori sangat baik. Nilai keseluruhan adalah 17,25 (62,5%) termasuk
dalam kategori baik.

Daftar Pustaka :

- Alkharusi, H. (2008). Effects of classroom assessment practices on students’ achievement


goals. [Versi electronik]. Educational Assessment, 13, 243-266.
- Badan Pusat Statistik. (2011). Keadaan ketenagakerjaan Agustus 2011. No. 74/11/Th.
XIV. Diambil pada tanggal 9 Agustus 2012, dari
(http://www.bps.go.id/brs_file/naker_07nov11.pdf).
-

Kekuatan Penelitian :Penulis menggunakan metode yang aman serta lengkap mulai dari analisis
data serta kelengkapan teori sang peneliti beserta perhitungan yang sangat
teliti.

Kelemahan Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan analisis yang banyak sekali ,
sehingga banyak biaya yang dikeluarkan dikarenakan menggunakan
narasumber dengan 3-4 sekolah beserta para siswa/I nya .

Critical Journal Review – Dinda permata sari (5182144005)


)| 4
Kesimpulan :
Berdasarkan evaluasi yang telah dila-kukan terhadap komponen-komponen standar
penilaian di lima SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat disimpulkan sebagai berikut. (1)
Implementasi prinsip-prinsip penilaian pada pembelajaran batik SMK di DIY sudah dilak-sanakan
dengan baik, tapi belum optimal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ketercapaian implementasi
prinsip-prinsip penilaian oleh lima SMK di DIY sebesar 65,78% termasuk dalam kategori baik.
(2) Implementasi kompo-nen teknik dan instrumen penilaian menunjuk-kan bahwa rata-rata
pendidik SMK di DIY memahami teknik dan menggunakan instrumen penilaian dengan baik,
meskipun masih belum seluruhnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian
implementasi komponen teknik dan instrumen penilaian SMK di DIY sebesar 65,13% termasuk
dalam kategori baik. (3) Implementasi mekanisme dan prosedur penilaian oleh pendidik dan
satuan pendidikan menunjukkan bahwa rata-rata tingkat keter-capaian SMK di DIY sesuai dengan
standar penilaian pendidikan adalah baik, yaitu sebesar 60,96%. (4) Implementasi komponen
penilaian oleh pendidik menunjukkan tingkat ketercapai-an rata-rata SMK di DIY sesuai dengan
standar penilaian pendidikan adalah baik, yaitu sebesar 61,38%. (5) Evaluasi komponen penilaian
oleh satuan pendidikan menunjukkan bahwa aspek-aspek dalam komponen ini sudah dilaksanakan
dengan sangat baik oleh semua SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tingkat ketercapaian rata-
rata SMK di DIY yaitu sebesar 84,27%. (6) Evaluasi penilaian oleh pemerintah yang me-liputi
pelaksanaan ujian nasional dan pemanfa-atan hasil ujian nasional pada pembelajaran batik yang
dilaksanakan di lima SMK di DIY hasilnya adalah baik dengan total capaian sebesar 73,33%.
Keseluruhan hasil evaluasi im-plementasi standar penilaian pada pembelajaran batik SMK di DIY
adalah baik dengan tingkat ketercapaian sebesar 68,43%.

Saran :
Saran dari hasil penelitian ini adalah: (1) perlu keberanian guru untuk memberikan
penilaian secara lebih objektif kepada siswa. Hal ini diperlukan agar siswa terbiasa dengan
kebenaran dan dapat mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada selanjutnya dapat mem-
perbaiki kekurangan tersebut, (2) hendaknya sekolah lebih memperhatikan pelaksanaan stan-dar
penilaian dengan mengacu pada komponen-komponen yang ada dalam standar penilaian
pendidikan, terutama peningkatan dalam objek-tivitas penilaian, peningkatan penilaian bentuk
portofolio dan adanya jurnal untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan siswa dalam belajar, (3)
dukungan dari pemerintah daerah terhadap sekolah dalam rangka implementasi standar penilaian
pendidikan sangat diperlukan agar implementasi dapat berjalan secara maksimal sesuai patokan
dan standar yang sudah ada.

Referensi :
- Sugiyono. (1997). Metode penelitian administrasi. Bandung. Alfabeta.
- Suharsimi Arikunto & Cepi Safruddin Abdul Jabar (2004). Evaluasi program pendidikan.
Jakarta: Bumi Aksara.
- William, D., Lee, C., Harrison, C., et al. (2010). Teachers developing assessment for
learning: impact on student achievement. Assessment in Education: Principles, Policy &
Practice. 11:1, 49-65.

Critical Journal Review – Dinda permata sari (5182144005)


)| 5
- Wilson, D.H. (2010). Vocational education in high school: a future outlook. (Disertasi
doctor, Capella University, 2010). Diambil pada tanggal 24 Juni 2013, dari
http://search.proquest.com/docview/305244953?accountid=31324.

Critical Review Jurnal Evaluasi Hasil Belajar II

Judul : EVALUASI KINERJA GURU MATEMATIKA SMP


BERSERTIFIKAT PENDIDIK DI KABUPATEN BANTUL
Jurnal : Jurnal Evaluasi Pendidikan
Volume dan halaman : Volume 3, no 2

Download : http://journal.student.uny.ac.id/ojs/ojs/index.php/jep/article/view/1270

Tahun : September (2015)

Penulis : - Marianus Supar Jelahut

-Suyata

Reviewer : Dinda permata sari

Tanggal : 05 oktober 2020

Tujuan Penelitian :

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kinerja guru Matematika bersertifikat


pendidik tingkat SMP di Kabupaten Bantul berdasarkan proses pembelajaran dalam kelas.
Penelitian ini termasuk penelitian evaluasi yang menggunakan model diskrepansi, dan pendekatan
deskriptif kuantatif dan kualitatif. Fokus penelitian adalah kinerja guru dalam proses pembelajaran
di kelas yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran
sesuai dengan standar proses dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Populasi penelitian
adalah guru Matematika bersertifikat pendidik tingkat SMP di Kabupaten Bantul. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2015.

Subjek Penelitian : Guru Matematika bersertifikat pendidik di Kabupaten Bantul


Assesment Data : Data yang disajikan lengkap dan jelas, serta real dengan pengujian yang
telah dilakukan.

Kata Kunci : evaluasi, kinerja guru, sertifikasi, Matematika

Metode Penelitian : Model evaluasi Discrepancy.

Langkah Penelitian :

Critical Journal Review – Dinda permata sari (5182144005)


)| 6
Penelitian evaluasi ini dilakukan di beberapa SMP di Kabupaten Bantul. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2015. Po-pulasi penelitian adalah guru-guru Matematika
bersertifikat pendidik tingkat SMP di kabupaten Bantul. Sekolah yang menjadi sampel peneliti-an
ini adalah SMP Negeri 1 Jetis, SMP Negeri 1 Piyungan, SMP Negeri 1 Sedayu, SMP Ne-geri 1
Bambanglipuro, SMP Negeri 1 Sewon, dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 25 orang guru
Matematika yang sudah disertifikasi dan teknik penentuan besaran sampelnya dilakukan dengan
teknik cluster random sam-pling. Selain itu, sampel peserta didik sebanyak 1065 peserta didik
yang terlibat dalam proses pembelajaran tahun ajaran 2014/2015 dan teknik penentuan besaran
sampelnya dilakukan dengan propotional random sampling.

Teknik pengumpulan data yang diguna-kan dalam penelitian ini adalah dokumentasi,
angket, dan wawancara. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh dan mengumpul-kan
data kinerja guru Matematika yang berser-tifikat pendidik berupa dokumen rencana pelak-sanaan
pembelajaran (RPP) yang dibuat guru. Instrumen yang digunakan adalah telaah doku-men.
Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data atau informasi tentang kinerja
guru Matematika berkaitan dengan pe-laksanaan pembelajaran dalam kelas. Instrumen yang
digunakan adalah angket. Teknik wawan-cara yang digunakan peneliti adalah wawancara
terencana terstruktur. Instrumen pedoman wa-wancara digunakan untuk melengkapi informasi
yang dikumpulkan dari instrumen angket dan telaah dokumen.

Pengujian validitas dan reliabilitas in-strumen merupakan suatu hal yang sangat urgen dan
substansial dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang baik. Instrumen-instru-men
pengumpulan data dalam penelitian ini diuji validitas isi dan validitas konstruknya. Validitas isi
perlu diuji dengan maksud untuk melihat bagaimana butir-butir instrumen yang dirumuskan dan
digunakan mencakup keselu-ruhan isi objek yang diukur.Validitas konstruk digunakan untuk
mengetahui apakah hasil pengukuran yang diperoleh melalui butir-butir instrumen memiliki
korelasi atau hubungan dengan konstruk teoritik yang mendasari pe-nyusunan instrumen tersebut.

Hasil Penelitian :

Hasil penelitian Hesti Sadtyadi tentang pengembangan instrumen penilaian kinerja


guru sekolah dasar berbasis tugas pokok dan fungsi menyatakan bahwa indikator tugas guru
dalam mengajar terdiri dari 1) membuat rencana prog-ram mengajar, 2) melaksanakan program
meng-ajar, 3) melaksanakan tindak lanjut program mengajar (Sadtyadi & Kartowagiran 2014,
p.302). Dalam konteks ini, kinerja guru ber-sertifikat pendidik SMP dalam proses pembel-ajaran
Matematika dapat diukur dengan melihat pelaksanaan tugas-tugas tersebut.
Kinerja guru Matematika bersertifikat pendidik tingkat SMP yang dievaluasi dalam penelitian ini
berkaitan dengan proses pembel-ajaran dalam kelas yang dilakukan guru dalam tugasnya sebagai
guru yaitu perencanaan, pe-laksanaan dan penilaian pembelajaran.

Kineja Guru Matematika SMP Bersertifikat Pendidik dalam Perencanaan Pembelajaran

Critical Journal Review – Dinda permata sari (5182144005)


)| 7
Tahapan perencanaan pembelajaran adalah tahapan yang berhubungan dengan
kemampuan guru menguasai bahan ajar. Kemampuan guru dapat dlilihat dari cara atau proses
penyusunan kegiatan pembelajaran yaitu mengembangkan rencana pelaksanaan pembel-ajaran.
Berdasarkan analisis isi yang dilakukan para rater terhadap dokumen RPP yang dikum-pulkan dari
25 orang guru Matematika berserti-fikat pendidik, skor rata-rata kinerja guru dalam perencanaan
pembelajaran Matematika sebesar 44,60, dengan standar deviasi sebesar 3,06. Besaran rata-rata
ini tergolong dalam kategori baik. Fakta ini menunjukkan bahwa rencana pelaksanaan
pembelajaran Matematika yang dibuat oleh 25 guru bersertifikat pendidik ter-golong baik.

Daftar Pustaka :

- Abbas, H. (12 Juni 2013). Fokus kebijakan pendidikan. Diakses tanggal 15 Sep-tember
2014 dari http://print.kompas.com
- Azwar, S. (2013). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Bactiar. (2011). Implementasi kebijakan sertifi-kasi guru dalam rangka meningkatkan
profesionalitas guru di kota Yogyakar-ta. Jurnal Studi Pemerintahan.2,2,1-20.
- Berk, R. A., (1986). Performance assesment. London: The John Hopkins Press Ltd.
- Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Kabu-paten Bantul (2014): Data Guru Serti-fikasi
dan SMP di Kabupaten Bantul.
- Harsono & Susilo, (2010). Pemberontakan guru. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kekuatan Penelitian :Penulis menggunakan metode yang aman serta lengkap mulai dari
perhitungan dengan menggunakan grafik dan analisis datanya.

Kelemahan Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan subyek penelitian sebanyak-banyak


nya yang dimana semua subyek penelitiannya adalah guru MTK yang
sudah bersertifikat se-kota Bantul.

Kesimpulan :
Hasil evaluasi kinerja guru Matematika SMP bersertifikat pendidik di kabupaten Bantul
dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, kinerja guru bersertifikat pendidik dalam
perencanaan pembelajaran Matematika di kabupaten Bantul baik. Hal ini bisa dilihat pada
indikator-indikator yang telah disusun oleh para guru tersebut. Kedua, kinerja guru bersertifikat
pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika di SMP di kabupaten Bantul sudah sangat
baik. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru sudah menggunakan media dan metode yang
bervariasi, dan memanfaatkan sarana prasarana pembelajaran yang ada di sekolah secara optimal.
Dengan kata lain, guru sudah menjalankan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan komponen-
komponen yang ada atau sesuai dengan standar proses. Ketiga, kinerja gurudalam penilaian
pembelajaran Matematika baik. Guru bersertifikat pendidik memberikan penilaian kepada peserta
didik sesuai dengan indikator-indikator yang dijabarkan.
Critical Journal Review – Dinda permata sari (5182144005)
)| 8
Saran :
Berdasarkan hasil penelitian, maka terdapat beberapa saran, antara lain: Bagi remaja,
diharpkan bisa memahami serta menguasai emosinya, sehingga mampu mencapai kondisi
emosional yang adaptif, serta dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya sehingga
tidak perlu melakukan kegiatan yang tak berguna seperti kenakalan remaja. Bagi orang tua,
diharapkan orang tua mampu mengetahui kebutuhan anak dan mampu bersikap bijaksana dalam
segala permasalahan yang dialami oleh anak, serta mendukung kegiatan positif sianak dan
diharapkan orang tua dapat berperan dengan baik dalam membimbing dan menjaga anaknya
masing-masing.
Referensi :
- Kemendiknas. (2003). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003, tentang
Sistem Pendidikan Nasional.
- Mardapi, D. (2008). Teknik Penyusunan In-strumen Tes dan Nontes. Yogyakarta: Mitra
Cendikia.
- Mardapi, D. (2012). Pengukuran, penilaian dan evaluasi pendidikan. Yogyakarta: Nuha
Medika.
- Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Repub-lik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007,
tentang Standar Proses Pembelajaran.
- Permendiknas Nomor 22, tahun 2006, tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah

Critical Journal Review – Dinda permata sari (5182144005)


)| 9
Critical Journal Review – Dinda permata sari (5182144005)
) | 10