Anda di halaman 1dari 7

ANIMASI 2D DAN 3D

KELAS 11 MULTIMEDIA

PUAD, ST
SMK BBM KANDANGHAUR - INDRAMAYU
Jl. PU Kemped Desa Wirakanan Kec. Kandanghaur Kab. Indramayu
Indramayu, KP 45254
1

BAB V – MODEL ANIMASI BERBASIS 3D HARDSURFACE

Kompetensi Dasar (SEMESTER II)


3.11 Menggambarkan konsep dasar objek 3D dalam sketsa rancangan;

4.11 Membuat sketsa rancangan objek 3D;

3.12 Menerapkan model sederhana berbasis 3D hardsurface;

4.12 Membuat model sederhana berbasis 3D hardsurface;

3.13 Menganalisis pengolahan pemodelan sederhana berbasis 3D hardsurface;

4.13 Mengolah pemodelan sederhana berbasis 3D hardsurface.

A. OBJEK 3D
Objek animasi 3D dapat digerakkan ke tiga arah, yaitu kanan-kiri (X), atas-bawah (Y)
dan depan-belakang (Z).

Dengan demikian objek 3D berhubungan dengan bentuk, ruang, dan volume


dengan acuan koordinat X, Y, dan Z.

1. Karakter Objek 3D

Jenis-jenis objek 3D diantaranya box, sphere, cylinder, tue, pyramid, plane, dan
hedra.

Elemen-elemen pembentuk objek 3D adalah vertex, edge, dan face.

Beberapa karakteristik 3D diantaranya:

a. Menyajikan objek-objek secara diam (tetap) dan memiliki kesesuaian


dalam untuk mengajarkan keterampilan tertentu;
b. Sesuai metode belajar berkelompok atau individual serta mampu
menyajikan teori dan praktik secara terpadu;
c. Adakalanya dalam penyajian memerlukan ruang gelap;
2

d. Pesan yang sama dapat disebarkan secara serentak dengan cara


penyimpanan praktis;
e. Penyajiannya berada dalam control tertentu serta mampu mengatasi
keterbatasan ruang, waktu, dan idera;
f. Praktis digunakan untuk semua jenis ukuran ruangan.

2. Type Vertex, Edge, dan Face

Komponen
No. Keterangan
Dasar
1 Vertex Titik yang dihungkan dengan edge
2 Edge Garis yang menghubungkan lebih dari dua
vertex
3 Face Permukaan yang terbentuk oleh 3 (tiga) edge
atau lebih
3. Karakter Objek 3D

Teknik-teknik yang digunakan dalam membuat sketsa 3D adalah sebagai


berikut:

a. Lighting (pencahayaan)
b. Airbrush
3

c. Perspective
d. Bentuk kreatif
e. Penentuan sudut penglihatan

B. PEMODELAN OBJEK 3D
Kelompok media 3D dapat dikategorikan menjadi benda asli maupun tiruan yang
mewakili aslinya.

Teknik pemodelan 3D yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Teknik polygon modeling (sculpt modeling)

Polygonal modeling disebut juga dengan sculpting (memahat) karena


proses/hasil dari Teknik ini menyerupai pahatan.

2. Teknik primitif modeling (constructive solid geometry modeling)

Objek-objek yang digunakan antara lain: box, sphere, cylinder, plane, dan
lain-lain.

3. Teknik NURBS modeling (curve modeling)

Teknik NURBS (non-uniform rational B-spline) dapat membuat objek kurva


yang memiliki tingkat kerumitan tinggi.
4

4. Teknik berbaris 3D hardsurface

Hardsurface adalah objek 3D yang mempresentasikan ojek di dunia nyata


buatan manusia, misalnya jendela, kendaraan, robot, dan lain-lain.

C. PENGOLAHAN OBJEK 3D
Hal yang perlu dipahami seorang animator tentu berbeda dengan
komukis/kartunis atau illustrator.

Seorang animator harus memiliki kemampuan meng-capture momen ke adalam


tuntunan gambar sehingga menjadi hidup.

1. Pewarnaan

Pemberian warna/material pada objek 3D dapat mendefinisikan rupa dan


jenis baha dari objek 3D bersangkutan.

2. Texture mapping
5

Bidang texture diwakili oleh 2 (dua) sumbu koordinat, yaitu sumbu S dan
sumbu T yang akan memenuhi bidang koordinat (0.0,0.0) – (1.0,1.0),
sedangkan nilai individual dari array texture umumnya dikenal dengan istilah
textels (texture pixels).

3. Tata cahaya

a. Jenis-jenis cahaya
1) Berdasarkan arah cahaya dan jatuhnya cahaya ke subjek (direction
of light)
- Top light
- Eye light
- Accent light
2) Berdasarkan kualitas cahaya
- Hard light
- Soft light
3) Berdasarkan sumbernya
- Cahaya dari alam (matahari dan bulan)
- Cahaya lampu
4) Berdasarkan konsep dasar pencahayaan
- Natural light
- Pictorial light/artificial light
b. Prinsip dasar tata cahaya
3 (tiga) poin utama dalam prinsip tata cahaya, diantara:
1) Fill light (pencahayaan pengisi)
2) Keylight
3) Back light (pencahayaan dari arah belakang objek)

4. Seting kamera model

Beberapa model kamera memiliki karakteristik tersendiri dalam


menghasilkan suatu gambar.

Sedangkan dalam computer grafis, pusat system lensa tunggal disebut pusat
proyeksi (cop), dimana suatu objek dalam adegan diproyeksikan melalui
system lensa guna membentuk sebuah gambar disisi berlawanan dari
sistem.
6

====================================================================

sumber:

Buku Animasi 2D & 3D SMK/MAK Kelas XI