Anda di halaman 1dari 8

ISSN :

Jurnal Teknik Mesin 2614-3445

Analisis Base Oil Hasil Proses Adsorpsi dan Pirolisis pada


Oli Mesin Bekas

Base Oil Analysis Result of Adsorption and Pyrolysis Process on


Waste Engine Oil

*
Mamiek Mardyaningsih , Aloysius Leki
Teknik Mesin Politeknik Negeri Kupang
Jl. Adisucipto PO. Box 139 Penfui Kupang NTT
*Penulis, Surel: mmardyaningsih@yahoo.com
Abstrak
Peningkatan jumlah kendaraan bermotor menyebabkan pemakaian oli mesin meningkat,
akibatnya jumlah oli mesin bekas semakin meningkat. Olie bekas yang jumlahnya
cukup fantastis potensial untuk diolah kembali menjadi base oil dengan menghilangkan
kontaminan yang terdapat dalam olie bekas. Penelitian ini bertujuan untuk mendaur
ulang olie mesin bekas dengan metode adsorpsi dan pirolisis serta untuk mengetahui
beberapa sifat fisik produk base oil. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap, 1)
analisis awal oli mesin bekas, 2) membuat alat pirolisis sedehana dan kolom filtrasi, 3)
pemurnian oli mesin bekas dengan kolom filter, 4) hasil adsorpsi dipirolisis. Hasil dari
penelitian ini adalah adsorpsi dan pirolisis dari oli mesin bekas menghasilkan base oil
dengan sifat fisik sebagai berikut:berwarna kuning jernih, berbau menyengat, mudah
terbakar, berat jenisnya 0,8 ml/g, viskositas 5,14 g/cm detik sampai 5,39 g/cm detik,
o
nilai kalor 16.800 J/g, dan titik nyala 80-98 C.
Kata kunci: oli mesin bekas, pirolisis, adsorpsi, base oil

Abstract
Increasing the number of motor vehicles causes the use of engine oil increased,
resulting the amount oil waste of engine is increased. This waste of engine oil is
potential to be processed to base oil by remove it's contaminants. The aims of the study
are to recycle waste oil of engine using pyrolysis and adsoption methode, and find some
mechanical properties of waste oil as well. The study was conducted in four stages, 1)
analysis of metal contens, 2) making simple pyrolisis units and filtration colom, 3)
purification of waste engine oil with filtration colom, 4) adsoption result with pyrolisis.

Politeknik Negeri Kupang 1


ISSN :
Jurnal Teknik Mesin 2614-3445

This research produce base oil with mechanical properties as follows: clear yellow,
smelly, flammable, density 0,8 ml/g, viscosity 5,14 g/cm sec to 5,39 g/cm sec, heating
o
value 16.800 J/g and flash point 80 – 98 C.
Keywords: waste engine oil, pyrolisis, adsortion, base oil.
1. PENDAHULUAN adsorpsi kolom filtrasi. Saat ini, peneliti
Seiring dengan pesatnya dari Universitas Cambridge telah
pertumbuhan kendaraan bermotor, sejalan mengembangkan metode daur ulang oli
dengan besarnya permintaan pelumas mesin bekas dengan metode pirolisis,
mesin agar kendaraan dapat digunakan proses pemanasan tanpa atau sedikit
dengan baik. Semua kendaraan ini oksigen. Pada penelitian ini dimodifikasi
menggunakan oli untuk pelumas pirolisis dan kolom filtrasi untuk
kendaraannya. Setiap mesin sepeda motor menghilangkan kontaminan yang terdapat
ada yang memakai 800 ml dan 1000 ml pada base oil hasil pirolisis.
serta mesin mobil memakai 4 liter oli. Penelitian daur ulang dengan
Setelah oli dipakai untuk melumasi mesin
akan diadakan pengggantian secara rutin teknologi pirolisis dan adsropsi
dan berkala. Penggantian ini bertujuan kolomfiltrasi diharapkan dapat membantu
supaya komponen yang bergesekan dalam mengurangi tingkat pencemaran
mesin berkurang kerusakannya, karena oli lingkungan dan selain itu dapat
yang sudah terpakai mengandung logam menambah nilai ekonomis bagi pihak
halus dari serpihan komponen mesin. Oli yang memanfaatkan oli mesin bekas yang
ini akan menjadi limbah atau barang yang sudah termurnikan tersebut.
dibuang. 2. TEORI DASAR
Berdasarkan kriteria limbah, oli 2.1. Oli atau Pelumas
mesin bekas termasuk kategori limbah B3 Pelumas adalah zat kimia berupa
(bahan berbahaya dan beracun). Limbah cairan, yang diberikan di antara dua benda
B3 adalah limbah yang sangat berbahaya, bergerak untuk mengurangi gaya gesek.
karena bersifat korosif, mudah terbakar, Zat ini merupakan fraksi hasil distilasi
mudah meledak, reaktif, beracun, minyak bumi yang memiliki suhu 105-135
menyebabkan infeksi, iritan, mutagenik, derajat celcius. Pelumas berfungsi sebagai
dan radioaktif. Sampai saat ini oli mesin lapisan pelindung yang memisahkan dua
bekas (used oil) menjadi suatu masalah permukaan yang berhubungan. Umumnya
tersendiri untuk lingkungan sekitarnya, pelumas terdiri dari 90% minyak dasar
banyak oli mesin bekas dibuang dan 10% zat tambahan. Salah satu
sembarangan di sungai atau di selokan. penggunaan pelumas paling utama adalah
Oleh karena itu diperlukan solusi untuk oli mesin yang dipakai pada mesin
mendaur ulang minyak oli mesin bekas (Anonim, 2014).
agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Pada berbagai jenis mesin dan
Salah satu cara yang dapat dilakukan
peralatan yang sedang bergerak, akan
adalah daur ulang oli mesin bekas
terjadi peristiwa pergesekan antara logam.
menggunakan metode pirolisis dan

Politeknik Negeri Kupang 2


ISSN :
Jurnal Teknik Mesin 2614-3445

Oleh karena itu akan terjadi peristiwa Oli Sintetis biasanya terdiri atas
pelepasan partikel-partikel dari Polyalphaolifins yang datang dari bagian
pergesekan tersebut. Keadaan dimana terbersih dari pemilahan dari oli mineral,
logam melepaskan partikel disebut aus yakni gas. Senyawa ini kemudian
atau keausan. Untuk mencegah atau dicampur dengan oli mineral. Inilah
mengurangi keausan yang lebih parah mengapa oli sintetis bisa dicampur dengan
yaitu memperlancar kerja mesin dan oli mineral dan sebaliknya. Oli sintetis
memperpanjang usia dari mesin dan cenderung tidak mengandung bahan
peralatan itu sendiri, maka bagian-bagian karbon reaktif, senyawa yang sangat tidak
logam dan peralatan yang mengalami bagus untuk oli karena cenderung
gesekan tersebut diberi perlindungan bergabung dengan oksigen sehingga
ekstra (Anonim, 2014). menghasilkan asam. Pada dasarnya, oli
Pada dasarnya yang menjadi tugas sintetis didesain untuk menghasilkan
kinerja yang lebih efektif dibandingkan
pokok pelumas adalah mencegah atau dengan oli mineral.
mengurangi keausan sebagai akibat dari
kontak langsung antara permukaan logam 2.2. Viskositas
yang satu dengan permukaan logam lain Viskositas merupakan salah satu
terus menerus bergerak. Selain keausan unsur kandungan oli paling rawan karena
dapat dikurangi, permukaan logam yang berkaitan dengan ketebalan oli atau
terlumasi akan mengurangi besar tenaga seberapa besar resistensinya untuk
yang diperlukan akibat terserap gesekan, mengalir. Kekentalan oli langsung
dan panas yang ditimbulkan oleh gesekan berkaitan dengan sejauh mana oli
akan berkurang (Anonim, 2014). Oli atau berfungsi sebagai pelumas sekaligus
pelumas terdiri dari 2 macam yaitu: pelindung benturan antar permukaan
a. Oli mineral logam. Oli harus mengalir ketika suhu
Oli mineral terbuat dari oli dasar mesin atau temperatur ambient. Mengalir
secara cukup agar terjamin pasokannya ke
(base oil) yang diambil dari minyak bumi
komponen-komponen yang bergerak.
yang telah diolah dan disempurnakan dan
Viskositas merupakan salah satu unsur
ditambah dengan zat - zat aditif untuk
kandungan oli paling rawan karena
meningkatkan kemampuan dan fungsinya.
berkaitan dengan ketebalan oli atau
Beberapa pakar mesin memberikan saran
seberapa besar resistensinya untuk
agar jika telah biasa menggunakan oli
mengalir. Kekentalan oli langsung
mineral selama bertahun-tahun maka
berkaitan dengan sejauh mana oli
jangan langsung menggantinya dengan oli
berfungsi sebagai pelumas sekaligus
sintetis dikarenakan oli sintetis umumnya
pelindung benturan antar permukaan
mengikis deposit (sisa) yang ditinggalkan
logam. Oli harus mengalir ketika suhu
oli mineral sehingga deposit tadi terangkat
mesin atau temperatur ambient. Mengalir
dari tempatnya dan mengalir ke celah-
secara cukup agar terjamin pasokannya ke
celah mesin sehingga mengganggu
komponen-komponen yang bergerak.
pemakaian mesin.
Semakin kental oli, maka lapisan
b. Oli Sintetis
yang ditimbulkan menjadi lebih kental.

Politeknik Negeri Kupang 3


ISSN :
Jurnal Teknik Mesin 2614-3445

Lapisan halus pada oli kental memberi seperti di kawasan Indonesia harus
kemampuan ekstra menyapu atau menggunakan standar oli 15W-30.
membersihkan permukaan logam yang
terlumasi. Sebaliknya oli yang terlalu
tebal akan memberi resitensi berlebih 2.3. Limbah Oli Mesin Bekas
mengalirkan oli pada temperatur rendah
Senyawa hidrokarbon minyak oli
sehingga mengganggu jalannya
mesin bekas kendaraan bermotor
pelumasan ke komponen yang
merupakan suatu limbah buangan
dibutuhkan. Untuk itu, oli harus memiliki
berbahaya yang dikategorikan limbah B3
kekentalan lebih tepat pada temperatur
yang merupakan dampak dari penggunaan
tertinggi atau temperatur terendah ketika
kendaraan bermotor. Oli mesin bekas
mesin dioperasikan.
seringkali diabaikan penanganannya
Dengan demikian, oli memiliki
setelah tidak bisa digunakan kembali.
grade (derajat) tersendiri yang diatur oleh
Padahal, jika asal dibuang dapat
Society of Automotive Engineers (SAE).
menambah pencemaran di bumi kita yang
Bila pada kemasan oli tersebut tertera
sudah banyaktercemar. Jumlah oli mesin
angka SAE 5W-30 berarti 5W (Winter)
bekas yang dihasilkan pastinya sangat
menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja
besar. Bahaya oli mesin bekas
pada kekentalan 5 dan pada suhu terpanas
sembarangan memiliki efek yang lebih
akan bekerja pada kekentalan 30. Tetapi
buruk daripada efek tumpahan minyak
yang terbaik adalah mengikuti viskositas
mentah biasa. Oli mesin bekas lebih dari
sesuai permintaan mesin. Umumnya,
itu, dalam oli mesin bekas terkandung
mobil sekarang punya kekentalan lebih
sejumlah sisa hasil pembakaran yang
rendah dari 5W-30 . Karena mesin
bersifat asam dan korosif, deposit, dan
belakangan lebih sophisticated sehingga
logam berat yang bersifat karsinogenik.
kerapatan antar komponen makin tipis dan
Meski oli mesin bekas masih bisa
juga banyak celah-celah kecil yang hanya
dimanfaatkan, bila tidak dikelola dengan
bisa dilalui oleh oli encer. Tidak tepat
baik, ia bisa membahayakan lingkungan.
menggunakan oli kental (20W-50) pada
Sejalan dengan perkembangan kota dan
mesin seperti ini karena akan mengganggu
daerah volume oli mesin bekas terus
debit aliran oli pada mesin dan butuh
meningkat seiring dengan pertambahan
semprotan lebih tinggi (Anonim, 2014).
jumlah kendaraan bermotor dan mesin-
Untuk mesin lebih tua, clearance mesin bermotor. Di daerah pedesaan
bearing lebih besar sehingga mengizinkan sekalipun, sudah bisa ditemukan bengkel-
pemakaian oli kental untuk menjaga bengkel kecil, yang salah satu limbahnya
tekanan oli normal dan menyediakan adalah oli mesin bekas. Dengan kata
lapisan film cukup untuk bearing. Sebagai lain,penyebaran oli mesin bekas sudah
contoh di bawah ini adalah tipe Viskositas sangat luas dari kota besar sampai ke
dan ambien temperatur dalam derajat wilayah pedesaan diseluruh Indonesia.
Celcius yang biasa digunakan sebagai 2.4. Dampak Oli Mesin Bekas
standar oli di berbagai negara/kawasan
Oli mesin bekas bila dibuang
(Anonim, 2014). Untuk cuaca panas
sembarangan akan menimbulkan masalah

Politeknik Negeri Kupang 4


ISSN :
Jurnal Teknik Mesin 2614-3445

lingkungan. Oli mesin bekas mengandung mentah menjadi pelumas yang baik. Oli
sejumlah zat yang bisa mengotori udara, daur ulang juga bisa digunakan dalam
tanah dan air. Oli mesin bekas itu campuran aspal yang akan dipakai untuk
mungkin saja mengandung logam, larutan membangun jalan raya.
klorin, dan zat-zat pencemar lainnya. Satu 2.5. Metode Pirolisis
liter oli mesin bekas bisa merusak jutaan
liter air segar dari sumber air dalam tanah. Pirolisis adalah dekomposisi kimia
Limbah berupa oli mesin bekas jika tidak bahan organik melalui proses pemanasan
dikelola dengan baik dan dibuang secara dengan sedikit oksigen atau reagen
sembarangan sangat berbahaya bagi lainnya dimana material mentah akan
lingkungan. Oli mesin bekas juga dapat mengalami pemecahan struktur kimia
menyebabkan tanah kurus dan kehilangan menjadi fase gas. Pirolisis adalah kasus
unsur hara. Sedangkan sifatnya yang tidak khusus termolisis. Pirolisis ekstrim yang
dapat larut dalam air juga dapat hanya meninggalkan karbon sebagai
membahayakan habitat air, selain residu disebut karbonisasi.
itusifatnya mudah terbakar yang Pada proses pirolisis minyak yang
merupakan karakteristik dari Bahan dipanaskan pada suhu tinggi dalam
Berbahaya dan Beracun(B3). ketidakadaan oksigen menyebabkan oli
terpecah menjadi beberapa campuran gas,
Sejalan dengan perkembangan cairan, dan meterial padat. Gas-gas dan
jaman, volume oli mesin bekas terus cairan dapat diubah menjadi bahan bakar.
meningkat seiring dengan pertambahan Pirolisis diawali dengan pemanasan tanpa
jumlah kendaraan bermotor dan mesin- atau sedikit oksigen, sehingga zat yang
mesin bermotor. Didaerah desa sekalipun, memiliki titik didih lebih rendah akan
sudah bisa kita temukan bengkel-bengkel menguap. Uap tersebut bergerak menuju
kecil, yang salah satu limbahnya adalah kondensor yaitu pendingin, proses
oli mesin bekas dan bengkel tersebut pendinginan terjadi karena kita
biasanya juga membuang oli mesin bekas mengalirkan air ke dalam dinding (bagian
di lingkungan sekitar (sembarangan). luar kondensor), sehingga uap yang
Dengan kata lain, penyebaran oli mesin dihasilkan akan kembali cair. Proses ini
bekas sudah sangat luas dari kota besar berjalan terus menerus dan akhirnya kita
sampai ke wilayah pedesaan di seluruh dapat memisahkan seluruh senyawa-
Indonesia. Seharusnya kegiatan yang senyawa yang ada dalam campuran
menghasikan banyak oli mesin bekas homogen tersebut.
harus banyak dikurangi. 2.6. Metode Adsorpsi Kolom Filtrasi
Oli mesin bekas memiliki pasar Adsorpsi merupakan metode
pembersihan partikel suatu fluida dengan
yang bagus. Pengolahan oli mesin bekas melewatkannya pada media filtrasi, di
secara benar akan memulihkan kembali mana padatan akan terendapkan. Fluida
sifat pelumasannya. Energi yang yang difiltrasi dapat berupa cairan atau
diperlukan untuk pengolahan oli mesin gas aliran yang lolos dari saringan bisa
bekas hanyalah sepertiga dari yang berupa cairan dan juga padatan. Filtrasi
dibutuhkan untuk mengolah minyak merupakan alternatif yang digunakan

Politeknik Negeri Kupang 5


ISSN :
Jurnal Teknik Mesin 2614-3445

untuk menghilangkan kandungan logam mesin bekas akan melewati media filter
pada oli mesin bekas. Pada penelitian ini masing-masing yang ada di dalam kolom
digunakan multi media filter antara lain filtrasi. Pada saat oli mesin bekas telah
arang, zeolite, pasir silika dan bentonit mencapai bagian terakhir kolom filtrasi,
(Anggraini dan Abrina, 2010). permeat ditampung dalam beker glass
sebagai produk akhir. Kolom filtrasi dapat
3. METODE PENELITIAN dilihat pada gambar 1 di bawah ini :
Penelitian ini dilaksanakan di
Laboratorium Pengujian Material Jurusan
Teknik Mesin Politeknik Negeri Kupang.
Sampel limbah oli mesin bekas dari
bengkel resmi HONDA FIF Kuanino, Ijuk dan Arah
Kupang. Analisa dilakukan di
Laboratorium Otomotif Politeknik Negeri pasir silika
Kupang.
Metode yang dilakukan dalam penelitian Zeolit
ini adalah metode eksperimen dengan
melakukan percobaan pirolisis sederhana
dan adsorpsi kolom filtrasi, kemudian Bentonite
melakukan pengukuran sifat fisik oli Kolom
mesin bekas dan hasil pirolisis sederhana PenampungGambar 1. Kolom Filtrasi
dan adsorpsi kolom filtrasi. Pengukuran Oli Filtrat
sifat fisik oli mesin bekas dan minyak B. Metode Pirolisis
hasil pirolisis sederhana dan adsorpsi
kolom filtrasi yang dilakukan di antaranya Pada proses pirolisis oli mesin bekas yang
adalah warna, berat jenis, kekentalan, dipanaskan pada suhu tinggi dalam
mudah atau terbakar, nilai kandungan ketidakadaan oksigen menyebabkan oli
kalor dan titik nyala/flash point minyak terpecah menjadi beberapa campuran gas,
yang dihasilkan dari pirolisis sederhana cairan, dan meterial padat. Gas-gas dan
dan adsorpsi kolom filtrasi. cairan dapat diubah menjadi bahan bakar.
Cara Penelitian. Pirolisis diawali dengan pemanasan tanpa
atau sedikit oksigen, sehingga zat yang
A Metode Adsropsi Kolom Filtrasi memiliki titik didih lebih rendah akan
menguap. Uap tersebut bergerak menuju
Pada penggunaan kolom filtrasi dengan pipa yang dililit dengan kain basah yang
tinggi media filtrasi divariasikan (10, 20, berfungsi sebagai kondensor, sehingga uap
30, 40, dan 50 mm). Dari bak penampung yang dihasilkan akan kembali cair. Proses
oli mesin bekas dimasukkan ke dalam ini berjalan terus menerus dan akhirnya kita
kolom filtrasi dari atas kemudian dengan dapat memisahkan seluruh senyawa-
gaya gravitasi, oli mesin bekas akan senyawa yang ada dalam campuran
mengalir ke bawah kolom filtrasi dan homogen tersebut. Unit pirolisis dapat
masuk ke kolom filtrasi berikutnya. Oli dilihat pada gambar 2. di bawah ini :

Politeknik Negeri Kupang 6


ISSN :
Jurnal Teknik Mesin 2614-3445

Tabel 1. Hasil Analisis Kadar Loga


Pipa media kondensasi
Penguatan (kain basah) No Sampel Al Fe Mn Zn Cu
1 Oli Baru 0,581 1,726 0,301 0,291 1,396
2 Oli Bekas 0,82 3,35 0,81 3,12 5,49
3 Oli Adsorpsi 0,797 3,231 0,795 3,097 5,296
reaktor
pirolisis
Hasil analisis logam pada table di atas
menunjukkan penurunan kadar logam
pada oli adsorpsi kolom filtrasi
penampung oli Tabel 2. Hasil Analisis Sifat Fisik
hasil pirolisis Minyak Pirolisis
Sifat Fisik Oli Adsorbsi Minyak Hasil Minyak Hasil
Gambar 2. Pirolisis 1 Pirolisis 2
Warna Hitam Pekat Kuning Jernih Kuning Jernih
Pirolisator Analisis Data Berat Jenis 0,8 mL/g 0,8 mL/g 0,8 mL/g
Viskositas 120,45 g/cm detik 5,45 g/cm detik 5,15 g/cm detik
a. Analisis secara fisik yaitu: warna, Mudah atau sukar sukar terbakar mudah terbakar mudah terbakar
berat jenis, viskositas dan mudah tebakar
tidaknya terbakar pada oli mesin Heating Value tidak terhitung karena 16.800 J/g 16.800 J/g
bekas dan oli hasil filtrasi. sukar terbakar
b. Analisis kadar logam yaitu: Al, Fe, Flash Point - 80°C 98°C
Cu, Mn dan Zn pada oli mesin
bekas dan oli hasil filtrasi. Dari pengukuran oli mesin bekas
4. HASIL DAN PEMBAHASAN mempunyai sifat fisik sebagai berikut:
Hasil penelitian setelah dilakukan warna hitam, berat jenis 0,8 ml/g,
pirolisis dan dua kali adsorpsi kolom kekentalan 120,45 g/cm detik, sukar
filtrasi adalah hasil filtrasi ke 1dan hasil terbakar, heating value tidak diukur
filtrasi ke 2. Hasil filtrat kedua didapat karena sukar terbakar. Karena oli mesin
dari hasil filtrat pertama diadsorpsikan bekas masih kental sehingga sukar masuk
kembali. Hasil adsorpsi berupa oli ke dalam pori-pori sumbu dan sumbu
adsorpsi dapat dilihat pada table 1 di sukar terbakar. Karena kekentalan oli
bawah ini : mesin bekas yang masih tinggi sehingga
sukar merembet ke pori-pori sumbu secara
kapiler. Oli mesin bekas yang dipirolisis
o
mulai keluar minyaknya pada suhu 180 C.
Dari table 2 menunjukkan bahwa oli
mesin bekas setelah melalui metode
adsorpsi dan pirolisis dua tingkat
menghasilkan minyak yang mempunyai

Politeknik Negeri Kupang 7


ISSN :
Jurnal Teknik Mesin 2614-3445

sifat fisik lebih baik. Secara sederhana hidup dari pencemaran air dan
diuji dengan memasukkan busa pencemaran tanah yang diakibatkan
stereofoam ke minyak hasil adsorpsi dan pembuangan oli bekas sembarangan.
pirolisis ini, stereofoam tidak larut atau
hancur. Jadi minyak ini bukan termasuk REFERENSI
bensin atau premium. Minyak hasil Dahlan, Hatta. 2011. Pengaruh
pirolisis mempunyai bau menyengat.
Kedua minyak hasil pirolisis tingkat dua Penggunaan Membran KEramik
mempunyai sifat tidak berbeda jauh. Berbasis Zeolit, Silika, dan
Keduanya berwarna kuning jernih, KArbon Aktif Terhadap Gas CO
kekentalan atau viskositasnya 5,14 g/cm dan CO2 pada Gas Buang
dan 5,45 g/cm detik. Kendaraan Bermotor, Vol.8, No.1,
5. KESIMPULAN 2011: 38-43, Palembang : Fakultas
Teknik UNSRI.
Berdasarkan uraian hasil dan
pembahasan, maka dapat disimpulkan
sebagai berikut, Dahlan, Hatta. 2011. Upaya Mengurangi
1. Pengelolaan oli mesin bekas Dampak Limbah Cair Pada Pabrik
menggunakan metode adsorpsi Pulp Menggunakan Membran
kolom filtrasi tidak mengubah sifat Sintetis. Jurnal Sintesa Kemika,
fisik, tetapi ada perubahan kadar Vol.8, No.1, 2011: 53-60,
logam pada oli hasil adsorpsi. Palembang : Fakultas Teknik
2. Oli mesin bekas hasil adsorpsi di UNSRI.
pirolisis akan mengasilkan minyak
dengan sifat fisik sebagai berikut,
warna kunung jernih, berbau Dahlan, Hatta. 2014, Pemisahan Oli Bekas
menyengat, berat jenis 0,8 mL/g, dengan Menggunakan Kolom
viskositas 5,14 g/cm sampai 5,45 Filtrasi dan Mrmbran Keramik
g/cm, heating value 16,8 MJ/Kg, Berbahan Zeolit dan Lempung,
flash point 80 – 98 oC. Jurnal Teknik Kimia No. 1 Vol.
3. Minyak hasil pirolisis oli mesin 20, 2014Palembang, Fakultas
bekas bisa digunakan sebagai base Teknik UNSRI.
oil pelumas atau bahan bakar
minyak terbarukan.
4. Dengan mendaur ulang oli bekas
berarti menyelamatkan lingkungan

Politeknik Negeri Kupang 8